Beranda blog Halaman 4379

Penyandang Disabilitas di Temanggung Dilatih Buat Kue Lebaran 

SuaraPemerintah.id – Tangan Aulia (24), tampak luwes memegang mixer untuk mengaduk adonan kue nastar. Setelah adonan tercampur dia pun mulai mencetak kue-kue dalam potongan bulat kecil. Tak seberapa lama potongan yang sudah ditaruh dalam loyang itu diserahkan kepada Fendi (27) rekannya untuk dimasukkan ke dalam oven hingga matang. Setelah menunggu sekitar 15 menit, kue pun telah matang.

Berada di meja yang berbeda Uswatun (21), juga tampak sibuk mengoles kuning telur di atas adonan kue nastar. Aroma harum kue lebaran yang dibuat para penyandang disabilitas intelektual di Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung ini, menyeruak ke seisi aula balai yang merupakan UPT milik Kementerian Sosial RI.

Ya, untuk mengisi Ramadan, belasan orang penerima manfaat itu sebelumnya telah dilatih oleh tim dari balai tersebut bersama Surabaya Hotel School, untuk membuat kue. Kemudian kembali diaplikasikan setelah beberapa hari berlalu agar ilmu yang mereka dapat terus diasah.

“Setelah dilatih saya bisa membuat kue kacang, kastengel, pukis, lidah kucing, dan nastar. Tidak sulit kok,” kata Aulia penyandang disabilitas intelektual asal Madiun Jawa Timur ini, Senin (19/4/2021).

Kepala Bidang Layanan Teknis Rehabilitasi Sosial Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung, Proboretno Kuncororini mengatakan, kegiatan memproduksi kue ini merupakan tindaklanjut dari pelatihan tata boga yang sudah dilaksanakan oleh Surabaya Hotel  School, dari 7-11 April 2021.

“Ada 11 (orang) penerima manfaat yang juga dilibatkan dalam kegiatan ini, sementara yang lain mendapatkan terapi vokasional di kelas. Mereka dilatih menjahit, membatik dan lain sebagainya,” terangnya.

Dikatakan, perlu pembelajaran khusus bagi penyandang disabilitas untuk bisa membuat kue. Selain instruktur, juga ada pendamping yang harus mengingatkan secara terus menerus.

“Untuk mengajar disabilitas intelektual ini kita gunakan sistem ‘alu’, yaitu ajar, latih, ulang. Harus terus begitu diingatkan lagi apa-apa yang diajarkan kemarin,” katanya.

Diharapkan kegiatan itu bermanfaat bagi mereka agar bisa mandiri, terutama setelah lulus dari Balai tersebut.

Tower Emergency Beroperasi, 92% Kelistrikan NTT Pulih

Tower Emergency Beroperasi, 92% Kelistrikan NTT Pulih

SuaraPemerintah.idPLN Berhasil memulihkan 92,1 persen sistem kelistrikan yang terdampak badai siklon seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut ditandai dengan pengoperasian menara darurat (tower emergency) di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang guna mengalirkan energi listrik dari Kota Kupang ke Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu.

“Puji syukur dengan kerja keras dan sinergitas PLN Group dibantu TNI-Polri, Stakeholder, dan masyarakat, kita berhasil mengoperasikan tower emergency yang berdampak positif berupa 99 persen kelistrikan di empat kabupaten di Pulau Timor yang sebelumnya terdampak telah pulih kembali,” ucap Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak yang telah berkontribusi walaupun di tengah pandemi dan bulan puasa tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan dan pengoperasian tower emergency lebih cepat dari target.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT, Isyak Nuka menyampaikan apresiasi tindakan cepat teman-teman PLN yang telah bersinergi dan berkorban. “Kita sudah terbiasa dengan terang, tiba-tiba gelap itu tentu meresahkan. Tanpa adanya jiwa pengorbanan dari teman-teman PLN, belum tentu ini akan terwujud dalam waktu singkat,” Isyak Nuka.

Rasa syukur atas kembali menyalanya listrik juga disampaikan oleh salah seorang warga Desa Noemeto, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Bapak Taniu yang datang langsung ke kantor PLN bersama orang tua dan anak-anaknya untuk mengucapkan rasa terimakasih. “Terima kasih banyak untuk perhatian dan pengorbanannya yang luar biasa dan tepat pukul 7 malam (18/4) kami bisa merasakan listrik kembali, PLN luar biasa,” tuturnya.

Sampai dengan Senin (19/4) pukul 12.00 Wita di seluruh NTT, PLN telah berhasil memulihkan 3.694 gardu yang terdampak, sehingga sebanyak 595.725 pelanggan dapat menikmati listrik kembali. Guna mengetahui informasi terkini atau menyampaikan aduan terkait kelistrikan, masyarakat dapat mangaksesnya melalui aplikasi PLN Mobile.

Gubernur Sumsel Dukung Pembangunan Destinasi Wisata Baru Pulau Kemaro

SuaraPemerintah.id – Pembangunan Pulau Kemaro jalan terus. Dibantu Pemprov Sumsel, Pemerintah Kota Palembang akan membangun arena bermain pasir.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Palembang H Harnojoyo, saat mendampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengunjungi Pulau Kemaro, Senin (19/4/2021).

“Saya sudah sampaikan ke Gubernur, meminta bantuan untuk mempercepat destinasi wisata baru di lahan baru dengan total 90 hektare,” kata Harnojoyo.

Untuk tahap awal, lanjut dia, akan dibangun wahana bermain pasir seperti di pantai seluas 300 X100 meter.

“Ini akan menarik terutama untuk tempat bermain anak-anak,” katanya.

Menurutnya Harnojoyo, saat ini lahan yang sudah clear seluas 30 hektare.

Pemkot Palembang juga terus membersihkan serta mempercantik area sekitar bungalow Pulau Kemaro. Juga menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang, untuk menarik minat investor.

“Sekarang baru ada 10 bungalow, tidak cukup bila kawasan ini dijadikan seperti Ancol. Maka perlu wahana rekreasi, meeting room, resepsionis, dan lainnya sehingga menjadi resort yang nyaman bagi pengunjung. Investor sudah banyak yang tertarik, tapi belum ada yang deal,” kata Harnojoyo

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan, mewujudkan destinasi wisata Pulau Kemaro perlu dukungan semua pihak.

Pihaknya setuju akan membantu pembangunan. Tak hanya itu, Bank Sumsel Babel pun bersedia membantu me. bangun atap area tunggu.

“Tempat ini terhubung dengan Pagoda Pulau Kemaro. Saya mendukung menjadi tempat wisata pantai, olahraga, dan tempat pertemuan,” ujar Deru.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari, mengatakan, pihaknya terus membersihkan area Pulau Kemaro yang jadi destinasi wisata.

Selain membersihkan lahan, pembuatan tanggul juga sudah hampir rampung.

“Pembuatan tanggul sepanjang 650 meter sudah 350 meter. Hampir selesai,” ujar Bastari.

Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di Jakarta Utara Sudah 75 Persen

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara terus melakukan percepatan proses vaksinasi COVID-19 khususnya bagi warga lanjut usia. Dari data terakhir menyebutkan, saat ini sudah 75 persen atau sekitar 70 ribu lansia di Jakarta Utara sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati menuturkan, jumlah lansia yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 tersebut tersebar di enam wilayah kecamatan di Jakarta Utara.

“Ada lansia yang tidak dapat divaksin karena tekanan darahnya sedang tinggi. Kemudian ada juga yang memiliki riwayat penyakit dalam kategori berat sehingga secara fisik tidak memungkinkan untuk divaksin. Tapi kalau penyakit itu terkendali mereka tetap bisa divaksin,” ujar Yudi, Senin (19/4).

Dikatakan Yudi, saat ini pihaknya sedang mengejar 25 persen warga lansia yang belum menerima vaksinasi COVID-19. Warga lansia tersebut belum divaksin karena pernah ditunda oleh tim medis saat mengikuti vaksinasi COVID-19 sebelumnya.

Yudi menjelaskan, ditundanya vaksinasi warga lansia ini disebabkan mengalami gangguan kesehatan saat proses pemeriksaan medis atau skrining.

“Saat ini kami sedang mengejar 25 persen lansia yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 karena sempat tertunda saat mereka menghadiri vaksinasi sebelumnya,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga terus berupaya untuk bisa mencapai target vaksinasi COVID-19 yang ditargetkan selesai pada 30 April 2021 mendatang.

“Kami sedang identifikasi permasalahan di lapangan. Lalu disepakati bersama solusinya dengan camat, lurah, kader dasa wisma, dan pihak terkait lainnya. Misalnya layanan di pos-pos RW yang masih banyak lansianya kita terus gencarkan vaksinasi ini,” tandasnya.

Reporter : Rezki Apriliya Iskandar | Editor : Erikyanri Maulana

Sumber: www.jakarta.go.id

DPRD DKI Resmi Bentuk Pansus Pengelolaan Aset Daerah

SuaraPemerintah.id – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan pihaknya menyetujui pembentukan panitia khusus (Pansus) Pengelolaan Aset Daerah dalam rapat paripurna hari Senin (19/4/2021).

Persetujuan pembentukan Pansus itu, kata Taufik, telah sesuai dengan pasal 64 ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

“Jadi pembentukan pansus perlu ditetapkan dalam rapat paripurna,” ujar Taufik di Gedung DPRD DKI.

Hal senada juga diungkapkan, Wakil Ketua DPRD DKI Misan Samsuri. Misan menjelaskan Pansus pengelolaan aset daerah diperlukan dalam rangka percepatan identifikasi total kepemilikan aset Pemprov DKI yang terkendala di lapangan secara akurat dan transparan.

“Masalah aset di DKI Jakarta ini butuh penertiban, perlu ada pencatatan secara khusus berapa aset yang kita (Pemprov DKI) punya di DKI Jakarta. Selama ini mungkin ada yang belum tercatat atau terlupakan, jadi untuk itu diperlukan Pansus Aset dan perlu mendetail,” jelas Misan.

Menurut Misan, DPRD memastikan akan segera mempersiapkan pembahasan tata kelola aset Pemprov DKI secara tepat sasaran.

Seperti, menghimpun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) hingga kajian-kajian yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk berkonsultasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan dengan kepemilikan aset Pemprov DKI Jakarta saat ini.

“Nanti kita pertanyaan Aset-aset apa saja yang belum masuk dalam laporan masing-masing dinas, nanti bisa kita akumulasi mana yang bisa tercatat dan mana yang belum tercatat, dan dari temuan kita di lapangan dan juga kita sinkronisasi dengan laporan dari dinas-dinas terkait,” ungkap dia.

Meski telah disetujui dalam rapat paripurna, lanjut Misan, DPRD DKI akan terlebih dahulu mengawali penyusunan struktur keanggotaan Pansus Pengelolaan Aset Daerah bersama fraksi-fraksi Partai Politik DPRD DKI.

“Jadi masih dalam proses SK, yang jelas kita sedang menunggu dari masing-masing fraksi untuk mengusulkan beberapa nama untuk mengakomodir (Pansus pengelolaan aset daerah) itu,” pungkas Misan.

Manfaatkan Energi Domestik, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

SuaraPemerintah.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk berkomitmen terus melaksanakan berbagai proyek strategis guna menjaga keberlanjutan utilisasi energi domestik. Salah satu yang dilakukan adalah dengan pengelolaan infrastruktur gas bumi sebesar 97 persen.

Selain itu, PGN juga mempersiapkan infrastruktur gas bumi di wilayah barat dengan dominan infrastruktur pipa dan wilayah timur dengan infrastruktur non pipa yang dapat melayani gas bumi baik dalam bentuk gas pipa, Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquified Natural Gas (LNG).

Dalam menjalankan rencana pengembangan infrastruktur gas bumi terintegrasi tersebut PGN menggulirkan Program Gasifikasi Nasional ‘Sapta PGN’ yang akan melayani tujuh sektor pemakai gas bumi serta visi menuju global dengan pengelolaan LNG terintegrasi ke wilayah pasar di Kawasan Asia maupun global.

Salah satu proyek utama dari program Sapta PGN yaitu PGN Sayang Ibu guna pemenuhan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.

Dan untuk tahun ini, PGN menjalankan penugasan dari pemerintah untuk mmbangun 127.776 SR jargas dengan dana APBN 2021. Selain itu, inisasi perusahaan akan dilaksanakan dengam membangun Jargas Mandiri COCO sebanyak 50.000 SR pada 2021.

Peningkatan gas bumi di sektor rumah tangga diharapkan dapat mewujudkan upaya pemerataan energi yang efisien di berbagai wilayah dan mendukung pemerintah dalam rangka pengurangan energi impor.

PGN juga berperan aktif mendukung program RDMP Kilang sesuai dalam jangka waktu menengah yaitu pembangunan fasilitas Small Land-Based LNG Regasification Terminal di Cilacap dan pembangunan Pipa Gas Senipah ke Kilang RU V Balikpapan.

Proyek Terminal Regasifikasi LNG diestimasikan dapat menghasilkan volume ramp up sampai dengan 111 MMSCFD. Sedangkan Pipa Senipah-Balikpapan diestimasikan dalam mendukung penyaluran gas untuk efisiensi kilang dengan volume ramp up sampai 194 MMSCFD. Keduanya ditargetkan beroperasi pada 2023.

Direktur Utama PGN, Suko Hartono mengungkapkan bahwa proyek ini ditujukan untuk menyediakan supply dan infrastruktur LNG yang terintegrasi dan pemenuhan gas di RU IV Cilacap maupun RU Balikpapan secara tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.

“Pembangunan infrastruktur gas ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan melalui pipa gas Senipah–Balikpapan. Sedangkan gasifikasi Kilang Cilacap dilakukan dengan memanfaatkan portofolio PGN dalam mengelola LNG sebagai persiapan PGN going global dan entry point pengambangan pasar LNG retail di Jawa Tengah bagian selatan,” jelas Suko kepada media, Senin 19 April 2021.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Syahrial Mukhtar, menambahkan  proyek ini bisa dikatakan sebagai sinergi antara Subholding Gas, Subholding Shipping, dan Subholding Kilang dalam jangka panjang yang tergabung sebagai Holding Migas Pertamina.

Kemudian, Suko menegaskan bahwa PGN berkomitmen terus mengawal pelaksanaan proyek Kilang ini agar dapat bermanfaat maksimal bagi pertumbuhan industri dalam negeri, optimalisasi sumber energi domestik, dan penguatan investasi migas nasional.

“PGN Subholding Gas mendukung Program RDMP Kilang sebagai proyek Strategis Nasional dan mengembangan infrastruktur untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi dan membantu upaya pengurangan energi impor,” ujar Suko.

PGN akan terus mengupayakan yang terbaik dengan melaksanakan integrasi infrastruktur gas untuk ketahanan pasokan, efisiensi dan tingkat layanan yang semakin baik ke seluruh wilayah Indonesia.

Dukungan dari seluruh stakeholder diharapkan dapat membantu PGN dalam upaya memperluas pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi sebagai bagian dari solusi untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional pasca pandemi.

Bertemu Menlu Iran, Menteri Retno Bahas Kerja Sama Kesehatan dan Ekonomi

SuaraPemerintah.idMenteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menerima kunjungan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Senin (19/4/2021).

“Kedua menlu membahas kerja sama kedua negara dalam bidang kesehatan dan ekonomi khususnya dalam upaya bersama mengatasi pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi,” sebut pernyataan Kemlu RI, hari ini.

Informasi resmi terkait pertemuan Menlu Retno dan Menlu Zarif bisa dibilang minim. Selain itu, tidak ada pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral.

Jika biasanya pertemuan bilateral menlu RI dengan menlu asing diikuti pernyataan pers bersama yang mengundang wartawan, namun pertemuan Menlu Retno dan Menlu Zarif kali ini tidak mengundang kehadiran media.

Menlu Zarif juga telah melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Saat dikonfirmasi terkait tidak adanya pernyataan pers bersama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan waktu menjadi kendala utama.

“Waktunya mepet sekali karena menyambung courtesy call (kunjungan kehormatan) ke presiden dan menlu langsung menyambung acara-acara lainnya,” kata Faizasyah.

Sementara itu, siaran pers dari Kemlu Iran menyebut Zarif menyinggung 70 tahun hubungan persahabatan Iran dan Indonesia.

“Zarif memuji sikap berprinsip Jakarta di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam mempertahankan JCPOA dan Resolusi DK PBB 2231,” sebut siaran pers Kemlu Iran, hari ini.

JCPOA adalah Joint Comprehensive Plan of Action atau Kesepakatan Nuklir Iran, sedangkan Resolusi DK PBB Nomor 2231 tentang nuklir Iran.

Mengenai peningkatan hubungan perdagangan kedua negara, Zarif merujuk besarnya kapasitas untuk hubungan bisnis bilateral, serta menyoroti pentingnya mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan preferensial antara kedua negara. Zarif mengungkapkan kesiapan Iran untuk melanjutkan negosiasi dalam hal tersebut.

Dari pihak Indonesia, siaran pers Kemlu Iran menyebut Menlu Retno memuji tren persahabatan kedua negara khususnya bidang ekonomi.

Retno berharap kedua negara bisa memanfaatkan Joint Business Commission Iran-Indonesia sebagai fasilitasi hubungan bisnis kedua negara. Selain itu, kedua menlu juga membahas proses perdamaian Afghanistan.

Pada tahun 2020, Indonesia dan Iran memperingati 70 tahun hubungan diplomatik. Total perdagangan kedua negara tahun lalu meningkat 52%, yaitu mencapai US$ 215 juta dari nilai tahun 2019 sebesar US$ 141,60 juta.

Sambut Kedatangan Dubes Ceko, Gubernur Jawa Tengah Ajak UKM Tunjukan Produk Unggulannya

SuaraPemerintah.id Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menunjukkan produk unggulannya saat menyambut kedatangan Duta Besar Republik Ceko Untuk Indonesia, Jaroslav Dolecek, di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Senin (19/4/2021).

Sejumlah produk unggulan tersebut diantaranya handicraft, makanan olahan, dan sebagainya. Ini merupakan upaya untuk membawa produk UKM Jawa Tengah mampu menembus industri besar.

“Ini momentum bagi saya untuk mengajak UKM terlibat,” ujar Ganjar usai acara.

Menurutnya, ini merupakan kali pertama ia mengajak UKM saat menyambut kedatangan Dubes di daerahnya. Dengan harapan saat rombongan Dubes Ceko datang, sudah ada gambaran kerja sama yang akan dilakukan.

“Ini baru pertama menggandengan dengan cara yang berbeda, sehingga pada saat Tim dari Ceko datang sudah ada list of issue, perdagangan apa dan bilateralnya apa dan seterusnya. Kita sama-sama merasakan ekonomi turun, sehingga bagaimana meningkatkan perdagangan,” papar gubernur.

Ganjar menceritakan, dalam kunjungannya beberapa waktu lalu di Polandia, ia menemukan produk kopi bermerek Kopi Luwak dan Java Kopi made in Ceko. Tapi ternyata kedua kopi tersebut merupakan produk Jawa Tengah.

“Saat kunjungan ke Polandia di sana ada kopi yang sangat terkenal dan kopi itu Kopi Luwak dan Java Kopi. Dan itu dari Jawa Tengah tapi made in Ceko. Apa artinya, ya kalau kita bisa jualan dengan prduk bagus ke sana, bisa menawarkan produk Jateng, khususnya yang potensial. Seperti handicraft, makanan olahan,” ungkapnya.

Sementara, Duta Besar Republik Ceko Untuk Indonesia, Jaroslav Dolecek mengaku, pihaknya merasa impresif dan tertarik setelah mendapat penjelasan dari Gubernur Jawa Tengah dalam pertemuan tersebut.

“Setelah saya mendengarkan dari Gubernur, saya impresif dan juga sangat menarik untuk saya dari Duta Besar dan kementerian, bisnisman, menjadi masa depan baik ketika bisa kerja sama lebih rinci,” terangnya.

Selain itu, Jeroslav mengungkapkan, Jawa Tengah merupakan pintu masuk yang sangat strategis.

“Karena Jateng pintu, bisa masuk kemungkinan kerja sama yang lain. Tadi juga ada banyak produk seperti makanan di akhir pertemuan. Menurut saya produk itu bagus dan cocok untuk rakyat Ceko, dan tinggal butuh distributor untuk bisa menyampaikan ke sana,” tandasnya.

 

Jalin Sinergitas dengan LAPAN, Mensos Ungkap Perlu Data Basis Penginderaan Jarak Jauh Guna Percepatan Kesejahteraan Sosial

SuaraPemerintah.idKementerian Sosial RI menjalin sinergitas dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk pengembangan sains dan teknologi dalam upaya percepatan pembangunan kesejahteraan sosial.
 
“Kerja sama dengan LAPAN untuk mendukung penyediaan data berbasis penginderaan jarak jauh guna mendukung penyusunan kebijakan serta pelaksanaan program sesuai salah satu prinsip pembangunan yaitu tematik, holistik, integratif serta spasial,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini di kantor Lapan, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (19/4/2021). 
 
Kerjasama Kementerian Sosial (Kemensos) dan LAPAN sangat strategis dan seharusnya dimanfaatkan untuk pelaksanaan program penyelenggaraan kesejahteraan sosial bisa berjalan lebih baik, efektif, serta efisien. 
 
Data dan informasi, kata Mensos, berbasis penginderaan jarak jauh dari LAPAN mempermudah pengambilan keputusan secara cepat dan tepat terkait mitigasi bencana, bantuan sosial dan dukungan analisis kondisi lingkungan.  
 
Kemensos mengelola Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terkait data penduduk dengan status sosial ekonomi terendah, sehingga dengan data penginderaan jauh bisa memperkaya DTKS dan bisa lebih akurat. 
 
“Data penginderaan jauh membantu pemetaan wilayah kemiskinan, kondisi lingkungan keluarga miskin tinggal, serta pemetaan potensi yang bisa dikembangkan,” ungkap Mensos. 
 
Data berbasis penginderaan jauh, juga bisa digunakan dalam pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil  (KAT), yaitu pemetaan lokasi KAT, melihat ketersediaan akses, serta kondisi sebelum dan sesudah program pemberdayaan.    
 
Secara teknis menggunkaan pemanfaatan titik koordinat dengan jarak hingga setengah meter.
 
“Data permukaan bisa dipotret dengan citra satelit hingga jarak setengah meter terkait kondisi dan menjadi data  bahan pengambilan kebijakan, ” tandas Mensos.
 
Kepala LAPAN, Thomas Djamaludin menyatakan bila citra satelit kurang menangkap data permukaan akan menggunakan peswat tanpa awak atau drone.
 
“Untuk di Papua yg berawan citra satelit kurang menangkap, maka akan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone, ” kata Thomas

 

Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

SuaraPemerintah.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengupayakan kendaraan listrik di Indonesia menjadi kebutuhan massal. Hal itu disampaikan Menhub saat mengunjungi pameran kendaraan listrik yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan Darat bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan komunitas pegiat kendaraan listrik di Stasiun KA Bekasi Timur, Minggu (18/4).

“Kita ingin kendaraan listrik ini bisa menjadi kebutuhan massal. Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, telah mengamanatkan bahwa kita harus mengarah ke penggunaan kendaraan listrik,” kata Menhub.

Menhub menjelaskan, Kemenhub telah menindaklanjuti Perpres tersebut dengan membuat sejumlah regulasi tentang kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur antara lain: pengujian tipe fisik kendaraan bermotor listrik,kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik, konversi sepeda motor dengan penggerak motor bakar menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai, dan sejumlah regulasi lainnya yang tengah disusun.

“Kami juga akan membuat Peta Jalan (Road Map). Dimana pada tahun 2030 ditargetkan kendaraan listrik sudah siginfikan digunakan oleh masyarakat banyak,” ucap Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan sejumlah upaya lain yang telah dilakukan yaitu: mendorong penggunaan bus listrik melalui Program Buy The Service (BTS) di beberapa kota seperti : Bali, Surabaya, Bandung, Surabaya, dan Medan. Program BTS dilakukan dengan membeli layanan dengan subsidi 100% dari operator dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan.

Sebagai tahap awal, penggunaan transportasi ramah lingkungan ini akan dimanfaatkan untuk angkutan transportasi seperti Transjakarta maupun Damri dan sebagainya sebagai angkutan perkotaan.

Selain bus, Kemenhub juga mendorong penggunaan kendaraan listrik pada kendaraan taksi dan sepeda motor.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Menteri BUMN dan Dirut PLN untuk membangun lebih banyak lagi titik-titik stasiun pengisian kendaraan listrik berbasis baterai,” tutur Menhub.

Kemudian, Menhub dan jajaran Eselon I di lingkungan Kemenhub juga sudah menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan kedinasan. Menhub mendorong Kementerian dan Lembaga lain juga menggunakan kendaraan listrik agar penggunaannya semakin masif.

Dengan mengurangi penggunaan BBM yang semakin lama produksinya terus menurun sementara permintaan terus meningkat, diharapkan penggunaan kendaraan listrik menjadi kendaraan pilihan masyarakat yang ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas udara di Indonesia.

Dalam tinjauannya menuju ke pameran kendaraan listrik di Stasiun Bekasi Timur, Menhub berangkat menggunakan KRL dari Stasiun Jatinegara. Menhub berharap, ke depannya masyarakat bisa memanfaatkan integrasi antarmoda antara moda transportasi massal seperti KRL, LRT, MRT dan lain-lain, dengan menggunakan kendaraan listrik sebagai feeder.

Setibanya di Stasiun Bekasi Timur, Menhub mengunjungi pameran kendaraan listrik dari berbagai merk, termasuk buatan dalam negeri. Menhub sempat menjajal sepeda motor listrik buatan UMKM dalam negeri bermerek E-mostra dan menjajalnya keliling stasiun. Menhub mendorong produk dalam negeri ini bisa maju dan bisa dipasarkan dalam jumlah yang banyak.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, dan jajaran di lingkungan Kemenhub.