Beranda blog Halaman 4395

Kali Kedua Kunjungi NTT, Risma Ingin Pastikan Logistik Tersalurkan ke Warga

Kali Kedua Kunjungi NTT, Risma Ingin Pastikan Logistik Tersalurkan ke Warga

SuaraPemerintah.id – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini bersama rombongan kembali menuju Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna menyalurkan dan memastikan logistik untuk warga terdampak bencana tersalurkan. Ini adalah perjalanan dinas Risma kedua kali di kawasan Indonesia Timur tersebut yang kini tengah dilanda bencana banjir bandang dan longsor.

Hal ini disampaikan oleh Risma saat mendarat di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, NTT, Kamis, 8 April 2021.

“Kunjungan kali ini saya ingin memastikan kebutuhan warga yang belum tersentuh bantuan terpenuhi juga mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk turut membantu warga terdampak bencana,” katanya.

Mantan Wali Kota Surabaya tersebut menempuh sejumlah titik kunjungan untuk memastikan masyarakat menerima bantuan. Mensos akan kembali ke Pulau Adonara, lalu ke Pulau Alor, dan ke Sumba Timur.

Ini adalah perjalanan dinas Risma kedua kali di kawasan Indonesia Timur tersebut yang kini tengah dilanda bencana banjir bandang dan longsor. Beberapa waktu lalu, Risma telah menemui dan menyapa penyintas bencana di Nusa Tenggara Barat dan NTT.

Risma mencatat, kesiapan sumber daya manusia (SDM) Kemensos seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) sudah cukup baik. Namun karena ada keterbatasan peralatan, makanan yang disiapkan untuk pengungsi tidak bervariasi dan makan waktu lama disiapkan.

“Ini karena di sana tidak ada kompor gas. Jadi ya masaknya lama. Kita akan bawa kompor gas nanti. Selain itu, juga akan dibawa kering tempe, orek tempe, selain juga obat-obatan. Kami juga sedang mengusahakan alat berat,” kata dia.

Pada prinsipnya, kata Risma, bantuan dari Kementerian Sosial sudah siap disalurkan. Hanya saja, bencana membuat akses transportasi terkendala cuaca, dan kses jalan yang terputus juga menjadi tantangan tersendiri.

“Misalnya kemarin bantuan dari Maumere, mau nyeberang ke Odonara. Tapi karena cuaca enggak bagus, ya ngga bisa. Tapi untuk saya kemarin, saya paksakan,” katanya.

Bantuan Kemensos diterbangkan ke lokasi bencana dengan pesawat Hercules milik TNI. Bantuan transportasi untuk penyaluran logistik diterima dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai bentuk sinergitas antar instansi.

Baik di NTB maupun NTT, Risma memastikan penyintas bencana tercukupi kebutuhan dasarnya. Untuk memenuhi kebutuhan mendasar dan meringkan beban para penyintas bencana di NTB, Kemensos mengirimkan bantuan logistik, berupa permakanan, perlengkapan keluarga, peralatan evakuasi, serta peralatan sandang dengan total Rp1.254.302.685.

Adapun untuk penyintas bencana di NTT, Kemensos telah menyalurkan bantuan sebesar Rp2.704.056.695. Dengan perincian baantuan logistik tanggap darurat (buffer stock) sebesar Rp672.056.695; logistik tanggap darurat (belanja langsung) sebesar Rp672.000.000; santunan ahli waris untuk 83 Jiwa sebesar Rp1.245.000.000; dan santunan korban luka berat sebanyak 23 jiwa dengan nilai Rp115.000.000.

Amukan Siklon Seroja menyebabkan banjir dan longsor di kedua wilayah ini mengakibatkan dampak dan kerusakan serius baik material maupun immaterial.

Mengutip keterangan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data per Rabu (7/4) jam 14.000 tercatat warga meninggal dunia 124 orang, sebanyak 74 orang hilang, 129 orang luka-luka, dan 4.465 orang terdampak. Kemudian, sebanyak 688 rumah rusak berat, 272 rusak sedang, dan 154 rusak ringan. Tercatat sebanyak 1.962 rumah terdampak, fasilitas umum sebanyak 87 unit, dan 24 fasilitas umum rusak berat. (red/pen)

Indonesia-Korsel Sepakat Untuk Mempererat Kerja Sama Militer

SuaraPemerintah.id – Indonesia dan Korea Selatan secara resmi menjalin kesepakatan untuk mempererat kerja sama dalam bidang militer.

Kesepakatan ini terjalin setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melangsungkan pertemuan dengan Menhan Korea Selatan (Korsel) Suh Wook di Seoul, Korsel, Kamis (8/4/2021).

“Dalam acara yang berlangsung sangat hangat ini kedua negara sepakat mempererat kerja sama militer yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” tulis Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021) sore.

Kemhan menjelaskan, dalam pertemuan bilateral pertahanan tersebut, Prabowo dan Suh Wook berdiskusi dan bertukar pandangan terkait beberapa hal strategis di bidang pertahanan dan keamanan. Di antaranya, pertukaran pandangan keamanan regional dan kerja sama bilateral.

Lebih lanjut dikatakan, diskusi tentang topik tersebut telah membuahkan sejumlah pembaruan informasi dan referensi. Kemhan menyatakan siap membangun hubungan kerja sama pertahanan yang lebih kuat dengan pihak Korea Selatan.

Menhan Prabowo berharap hubungan bilateral Indonesia-Korsel di bidang pertahanan dapat memberikan kontribusi yang positif. Dampaknya tidak hanya untuk kepentingan nasional kedua negara, akan tefapi juga untuk menjaga keamanan, perdamaian, serta stabilitas kawasan.

“Menhan Prabowo juga melihat masih banyak peluang kerjasama pertahanan yang perlu dijajaki bersama, terutama dalam rangka membangun rasa saling percaya dan meningkatkan kerja sama industri pertahanan,” tutur Kemhan.

Di samping itu, atas nama pemerintah Indonesia, Prabowo juga menyampaikan apresiasi dukungan dan kontribusi pemerintah Korea Selatan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pada tahun lalu, Pemerintah Korea Selatan memberikan bantuan 10.000 Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada Kemhan melalui Industri Pertahanan Korea Selatan. Alat ini disebut telah membantu Indonesia dalam menangani Covid-19.

Prabowo menyebut, Korea Selatan adalah salah satu negara paling sukses di dunia dalam mengatasi masalah Covid-19. Hal itu dikarenakan, kebijakannya yang cepat, akurat dan efisien, serta dukungan dari masyarakat Korsel.

Menperin Sebut Hannover Messe 2021 Jerman Berpotensi Besar Indonesia Menuju Industri 4.0 dan Benchmark Teknologi Baru

Menperin Sebut Hannover Messe 2021 Jerman Berpotensi Besar Indonesia Menuju Industri 4.0 dan Benchmark Teknologi Baru

SuaraPemerintah.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pameran internasional Hannover Messe 2021 di Jerman berpotensi membuka pandangan industri dunia tentang potensi besar Indonesia dalam menjalin kemitraan menuju Industri 4.0. Menjadi kesempatan terbaik bagi Indonesia untuk benchmark teknologi terbaru.

Hal ini disampaikan oleh Agus pada Pra-Konferensi sektor ILMATE pada Hannover Messe 2021 secara virtual di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2021.

“Kesempatan Indonesia sebagai official partner country di ajang Hannover Messe 2021 harus dimanfaatkan sebaik–baiknya untuk menjalin kesepakatan bisnis, kerja sama industri, investasi, dan percepatan implementasi Industri 4.0 di Indonesia sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Agus mengemukakan pra-konferensi digelar untuk memberi kesempatan industri dalam negeri pada sektor prioritas yang telah dan sedang melakukan transformasi Industri 4.0 untuk menampilkan berbagai capaian perjalanan mereka mengimplementasikan Industri 4.0.

Rangkaian Pra-Konferensi pada Kamis (8/4) diselenggarakan dalam dua sesi. Pada Sesi pertama, Kamis pagi, mengusung tema “Technological Advances for Industrial Transformation 4,0” yang menampilkan transformasi digital pada industri alat angkut, industri alat kesehatan, industri elektronika dan industri logam.

“Berbagai pengalaman dan capaian dalam perjalanan mengimplementasikan Industri 4.0 diharapkan dapat mendorong para pelaku industri di Indonesia untuk turut mengimplementasikan industri 4.0,” kata Agus.

Sedangkan pada Sesi kedua, akan mengusung tema “Smart Industrial Park and EU Green Dealyang” menampilkan kawasan industri dan kebijakan pemerintah terkait industri hijau.

Smart Industrial Park merupakan konsep pengembangan kawasan industri melalui transformasi digital yang mendorong terciptanya kawasan industri hijau melalui pemanfaatan teknologi digital dan inovasi, yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, termasuk pengurangan emisi karbon dan circular economy.

“Pada 2021 ini Indonesia memiliki 128 kawasan industri yang sudah beroperasi, melalui pra-konferensi ini diharapkan dapat mendorong kawasan industri di Indonesia untuk menerapkan konsep Smart Industrial Park sehingga tercipta industri yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” katanya.

Agus menambahkan, saat ini dunia memasuki era dimana digitalisasi terakselerasi dengan sangat cepat.

Melalui momen tersebut, Hannover Messe pada tahun 2021 mengambil tema “Industrial Transformation” untuk dapat menampilkan terobosan teknologi terkini, menjawab tantangan dan memberikan solusi bagi industri. Mengusung tema “Making Indonesia 4.0,” pada Hannover Messe 2021 Indonesia ingin berbagi kepada dunia mengenai peta jalan penerapan Industri 4.0 di Indonesia dan pencapaian dalam implementasinya.

Indonesia bercita-cita menjadi salah satu dari 10 negara ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030 melalui tujuh sektor prioritas yaitu industri makanan dan minuman;  otomotif, elektronik, kimia, tekstil dan pakaian, serta farmasi, dan alat kesehatan. (red/pen)

Ketua DPD RI: Relaksasi KUR Tanpa Agunan Pulihkan Ekonomi Masyarakat

SuaraPemerintah.id – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung langkah yang diambil oleh pemerintah dengan mengucurkan bantuan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanap agunan.

Namun begitu, menurut mantan Ketua Umum PSSI tersebut, program tersebut harus terkoordinasi dan tersosialisasi dengan baik agar tak terjadi keliru komunikasi dan interpretasi.

Ketua DPD menilai untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat, pemerintah tidak dapat memberikan bantuan tunai Covid-19 secara konsumtif.

Namun kebijakan untuk membantu pelaku usaha kecil lebih tepat dilakukan. Karena faktanya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perlu bantuan modal usaha dengan bunga lunak.

Dalam kerangka itu, pemerintah kemudian mengucurkan bantuan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Kebijakan ini tentunya harus terkoordinasi dengan baik dengan pihak kreditur, sehingga program tersebut implemtatif dan pelaku UMKM atau koperasi yang mengajukan kredit usaha tanpa agunan mendapat informasi yang utuh, tidak simpang siur seperti yang terjadi pada restrukturisasi kredit di awal pandemi Covid-19,” pinta Ketua DPD.

Ia pun meminta agar para kreditur memberikan informasi yang lengkap kepada calon debitur mengenai prosedur pengajuan pinjaman tanpa agunan tersebut.

“Selain itu, pelaku UMKM atau koperasi perlu mendapat informasi yang lengkap mengenai pihak kreditur yang dapat memberikan KUR dengan bunga lunak serta besaran kredit,” papar Senator Dapil Jawa Timur tersebut.

Sebagaimana diketahui, pemerintah terus berusaha untuk memberikan relaksasi kepada UMKM dengan meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan. Program tersebut menjadi paket Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terbaru selama masa pandemi Covid-19.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, plafon KUR tanpa agunan kini ditingkatkan dari semula Rp50 juta kini menjadi Rp100 juta.

Sementara untuk KUR untuk UMKM, yang semula hanya berkisar Rp500 juta hingga Rp10 miliar, ditingkatkan menjadi Rp500 juta hingga maksimal Rp20 miliar. Airlangga juga menyebutkan jika selama ini terdapat enam juta pelaku UMKM yang memiliki kredit hingga Rp10 miliar.

Selain itu pemerintah juga memberikan target penyaluran kredit UMKM menjadi di atas 30 persen yang diharapkan tercapai pada tahun 2024. Kondisi saat ini target kredit UMKM yang disalurkan masih di kisaran 18-20 persen saja.

Kementan Dapat ABT 4,19T Dukung Penyediaan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Masa Pandemi

Kementan Dapat ABT 4,19T Dukung Penyediaan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Masa Pandemi

SuaraPemerintah.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan anggaran belanja tambahan sebesar Rp4,19 triliun yang akan digunakan untuk mendukung penyediaan pangan pada masa pandemi COVID-19 dan percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021. Sebesar Rp3,42 triliun akan dialokasikan untuk kegiatan peningkatan ketersediaan pangan. Sementara sisa Rp771,25 miliar akan dialokasikan untuk kegiatan padat karya infrastruktur pertanian.

Hal ini dijelaskan oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2021. Pihaknya menjelaskan tadinya Kementerian Pertanian mengusulkan anggaran belanja tambahan (ABT) untuk 2021 sebesar Rp8,43 triliun

“Dari usul sebesar Rp8,43 triliun, Menteri Keuangan melalui Surat Menteri Keuangan Nomor S-39/MK.12/2021 pada tanggal 18 Maret 2021 menyetujui ABT untuk Kementerian Pertanian sebesar Rp4,19 triliun,” katanya.

Syahrul menjelaskan, dari total tambahan anggaran tersebut, sebesar Rp3,42 triliun akan dialokasikan untuk kegiatan peningkatan ketersediaan pangan. Sementara sisa Rp771,25 miliar akan dialokasikan untuk kegiatan padat karya infrastruktur pertanian.

Anggaran belanja tambahan pada 2021 tersebut disebar ke sejumlah eselon I Kementan guna merealisasikan program yang dimaksud.

Syahrul merinci, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan akan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp1,95 triliun; Ditjen Hortikultura sebesar Rp38,03 miliar; Ditjen Perkebunan sebesar Rp337,31 miliar; Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sebesar Rp615,31 miliar; dan Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian akan mendapat Rp890,22 miliar.

Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memperoleh tambahan Rp234,2 miliar, dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mendapat tambahan sebesar Rp128,25 miliar.

“Alokasi ABT 2021 tersebut diimplementasikan dalam bentuk kegiatan utama, yaitu peningkatan komoditas tanaman pangan utamanya padi, jagung serta kedelai,” ujar Syahrul.

Kemudian, tambahan anggaran juga akan direalisasikan untuk peningkatan komoditas hortikultura, utamanya alpukat, durian, kelengkeng; peningkatan komoditas perkebunan utamanya tebu, kelapa, kopi dan lainnya; juga peningkatan komoditas susu, daging sapi, daging itik dan kerbau.

Tambahan anggaran juga akan diimplementasikan untuk dukungan alsintan (alat dan mesin pertanian) dan padat karya; inovasi teknologi, riset dan pengembangan inovasi kolaboratif serta hilirisasi; juga dukungan pengawalan dan pendampingan serta penyuluhan dan pelatihan pertanian.

“Kegiatan utama tersebut telah dirancang untuk dilaksanakan di provinsi-provinsi sesuai kebutuhan dan apa yang masuk ke Kementan saat ini,” imbuhnya.

Dengan tambahan anggaran tersebut, Syahrul mengatakan pagu anggaran Kementerian Pertanian mengalami perubahan dari sebelumnya Rp15,51 triliun menjadi Rp19,71 triliun.

Syahrul merinci, alokasi anggaran sejumlah eselon I pun mengalami perubahan dengan adanya ABT 2021, sebagai berikut, yaitu Ditjen Tanaman Pangan menjadi Rp5,18 triliun, Ditjen Hortikultura menjadi Rp813,42 miliar, Ditjen Perkebunan Rp1,34 triliun, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp1,99 triliun, Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian Rp4,43 triliun, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Rp1,47 triliun serta Badan Penyuluhan dan dan Pengembangan SDM Pertanian menjadi Rp1,21 triliun.

Sementara itu, eselon I lain yang tidak mengalami perubahan alokasi anggaran diantaranya Sekretariat Jenderal tetap Rp1,66 triliun, Inspektor Jenderal sebesar Rp100 miliar, Badan Ketahanan Pangan sebesar Rp553,38 miliar, dan Badan Karantina sebesar Rp958,15 miliar. (red/pen)

BEI Sebut Pasar Modal Syariah Tumbuh Konsisten, Jumlah Investor Naik 647% Lima Tahun Terakhir

BEI Sebut Pasar Modal Syariah Tumbuh Konsisten, Jumlah Investor Naik 647% Lima Tahun Terakhir

SuaraPemerintah.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan kondisi pasar modal syariah masih tumbuh secara konsisten, dengan jumlah investor dalam lima tahun terakhir naik hingga 647 persen. Pertumbuhan investor juga disertai dengan jumlah saham syariah yang saat ini mencapai 434 saham dari 724 saham tercatat, meningkat dari 331 saham dari 537 saham tercatat pada 2016.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2021.

“Data per Februari 2021 total jumlah investor syariah 91.703 investor, tumbuh pesat dibandingkan jumlah investor syariah pada tahun 2016 sebesar 12.283 investor,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan pertumbuhan investor itu juga disertai dengan jumlah saham syariah yang saat ini mencapai 434 saham dari 724 saham tercatat, meningkat dari 331 saham dari 537 saham tercatat pada 2016.

“Selama 2020 sebanyak 38 emiten yang melakukan pencatatan baru di tahun 2020 merupakan saham syariah dari total 51 saham tercatat baru atau sekitar 75 persen dari total saham yang melakukan listing saham,” katanya.

Sementara Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menambahkan peningkatan kinerja tersebut memperlihatkan adanya momen kebangkitan pasar modal syariah yang saat ini belum sepopuler pasar modal konvensional.

Pertumbuhan industri yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir itu telah membuat pasar modal syariah di Indonesia mendapatkan apresiasi dari kancah internasional.

“Sebagai informasi pasar modal syariah kita mendapatkan penghargaan internasional dua tahun berturut-turut, 2019-2020, dari GIFA, untuk kategori The Best Islamic Capital Market,” katanya.

Hasan menilai pasar modal syariah masih memiliki ruang untuk tumbuh mengingat kontribusi total aset pasar modal syariah terhadap PDB 2020 yang signifikan yaitu 29 persen terhadap PDB serta populasi Muslim di Indonesia yang besar.

“Jumlah populasi Muslim di Indonesia sebesar 229 juta jiwa, atau sekitar 13 persen populasi Muslim di dunia, ini bisa menjadi suatu target yang akan terus berkembang,” katanya.

Untuk itu BEI secara konsisten berupaya mengembangkan pasar modal syariah melalui program edukasi serta inovasi produk dan infrastruktur yang tertuang dalam roadmap Pasar Modal Syariah 2015-2019 dan 2020-2024.

Pengembangan tersebut diimplementasikan melalui program literasi dan inklusi pasar modal syariah untuk memperkuat basis investor syariah ritel serta program pengembangan efek dan instrumen syariah.

“Kemudian, program pengembangan infrastruktur pasar modal syariah untuk memperkuat layanan dan landasan hukum, program penguatan sinergi dengan stakeholder, serta pemanfaatan teknologi untuk pendidikan dan investasi syariah,” ujarnya. (red/pen)

Meski Pandemi, Sri Mulyani Sebut Industri Halal Mampu Tumbuh Positif 3,2%, Lebih Tinggi Dibanding Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2019

Meski Pandemi, Sri Mulyani Sebut Industri Halal Mampu Tumbuh Positif 3,2%, Lebih Tinggi Dibanding Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2019

SuaraPemerintah.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di tengah tekanan pada perekonomian di seluruh dunia akibat pandemi COVID-19, industri halal masih mampu mencatatkan kinerja positif. Industri ini tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 3,2 persen atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2019 sebelum pandemi yaitu 2,3 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Menkeu dalam sambutannya di sela peluncuran program kolaborasi terkait industri halal yang digelar daring, Kamis, 8 April 2021.

“Secara global, pengeluaran untuk produk-produk halal tahun 2019 sebelum COVID-19 terjadi terutama untuk produk makanan, farmasi, kosmetik, fesyen juga travel secara global mencapai 2,02 triliun dolar Amerika Serikat,” katanya.

Menurut Sri, fakta ini menggambarkan potensi pasar produk halal yang diminati banyak konsumen seluruh dunia. Indonesia sebagai negara yang termasuk dalam kelompok G20 dan memiliki banyak penduduk muslim bisa melihat potensi ini untuk mengembangkan industri-industri yang bisa memenuhi keinginan baik untuk Indonesia sendiri maupun untuk pasar global.

Pihaknya menyambut baik adanya program kolaborasi lintas sektor yang mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, dalam rangka mewujudkan sisi Indonesia maju sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

“(Muslim Centre of Excellence) ini merupakan sebuah inisiatif dari industri yang sangat positif di dalam rangka untuk memperkuat ekosistem dari industri halal di Indonesia dan memperkuat kemampuan serta kapasitas dari industri termasuk UMKM dalam memproduksi produk-produk yang sesuai dengan preferensi kelompok muslim,” katanya.

Sri berharap program kerja sama antara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan dunia usaha yakni PT. Unilever Indonesia, Tbk ini bisa terus mengembangkan ekosistem industri halal di Indonesia sekaligus memperkuat dari sisi pelaku usaha industri kecil dengan industri besar kemudian dengan tujuan pasarnya.

“Sebuah kerja sama supply chain adalah sebuah kenisyaaan pada saat ini, merupakan suatu langkah maju dalam memperkuat ekosistem dan membuat sebuah kerja sama supply chain yang komprehensif,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo berharap kerja sama ini akan memperkuat tujuan Indonesia sebagai pusat produsen halal.

KNEKS akan terus menjalankan peran sebagai konsolidator agar terjalin kerja sama sinergi yang baik dan berkesinambungan di antara para stakeholder baik pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi dan masyarakat dalam membangun ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia.

Hadirnya Muslim Centre of Excellence bertujuan untuk menjadi pusat inovasi produk halal yang akan mencakup pada riset serta inovasi produk halal serta pengembangan dan akselerasi program-program pemberdayaan masyarakat muslim dengan mengedepankan pentingnya literasi ekonomi dan keuangan syariah, gaya hidup halal serta mendorong program-program pemberdayaan berbasis masyarakat.

“Program ini diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak kemajuan ekonomi syariah nasional dan mempercepat perkembangan bisnis-bisnis pendukung industri halal lainnya di Indonesia,” demikian kata Ventje. (red/pen)

Jaga Stok Daging, Pemkot Banda Aceh Sediakan Ratusan Sapi dan Kerbau

SuaraPemerintah.id – Ratusan ekor sapi dan kerbau telah disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh. Hewan-hewan ini disediakan untuk memastikan persediaan daging tercukupi selama bulan Ramadan.

“Untuk persediaan ternak sapi dan kerbau saat ini ada sekitar 610 ekor. Sapi sebanyak 581 ekor dan kerbau sebanyak 29 ekor,” kata Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Banda Aceh, Zulkifli Syahbuddin, Rabu (7/4/2021).

Dia mengatakan, harga daging di Banda Aceh naik menjelang Ramadan (adat meugang). Biasanya Rp130.000 per kilogram, naik menjadi Rp140.000-Rp170.000.

Setiap pemotongan ternak dan penjualan daging di Banda Aceh harus mendapat izin tertulis dari pemerintah melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) setempat.

Hal itu untuk memastikan daging yang dijual di Banda Aceh tersebut aman, sehat, utuh dan halal serta layak dikonsumsi. “Jadi sebaiknya mereka mendaftarkan pemotongan ternaknya di UPTD RPH Banda Aceh agar pemotongan serta sanitasi dan higienisnya terjamin,” ujarnya.

Zulkifli mengimbau masyarakat dan penjual daging untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) selama berada di pasar.

Selain itu juga adalah menjaga kebersihan lingkungan sekitar dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Sementara itu Kabid Pertanian dan Peternakan DPPKP Banda Aceh, Zulfadhly menjelaskan, ada beberapa layanan yang tersedia di RPH Banda Aceh.

Mulai dari pemakaian kandang, pemeriksaan kesehatan hewan ternak dan pemotongan seperti yang diatur dalam qanun (peraturan daerah) Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2016.

“Kita juga melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan daging dari luar RPH bahkan di luar jam pelayanan RPH. Nantinya petugas siap turun langsung ke lokasi,” kata Zulfadhly.

Untuk layanan pemeriksaan kesehatan daging dari luar RPH, untuk kerbau atau sapi sebesar Rp1.500 per kilogram, untuk kambing atau domba Rp750 per kilogram, sedangkan ayam maupun bebek Rp300 per ekor.

“Sedangkan untuk biaya pemeriksaan kesehatan dan pemotongan di luar jam pelayanan RPH, sapi atau kerbau sebesar Rp120.000 per ekor dan untuk kambing atau domba Rp15.000 per ekor,” ujar Zulfadhly.

Kemenperin Dukung Akselerasi dan Konektivitas Industri 4.0 di Sektor ILMATE

Kemenperin Dukung Akselerasi dan Konektivitas Industri 4.0 di Sektor ILMATE

SuaraPemerintah.idSektor industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) lekat dengan penerapan teknologi tinggi dalam aktivitasnya. Karenanya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong percepatan penerapan teknologi dan inovasi di era industri 4.0 pada sektor tersebut.

“Kegiatan pra-konferensi Hannover Messe 2021 yang mengangkat tema sektor ILMATE menunjukkan peranan penting teknologi dan inovasi pada proses transformasi industri di era industri 4.0 dengan konsep accelarate dan connecting,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasita saat membuka Pra-Konferensi Hannover Mese 2021 untuk sektor ILMATE di Jakarta, Kamis (8/4).

Menurut Menperin, berbagai pengalaman dan capaian dalam perjalanan mengimplementasikan Industri 4.0 yang disampaikan oleh para pembicara dalam pre-konferensi diharapkan dapat mendorong para pelaku industri di Indonesia untuk turut mengimplementasikan industri 4.0.

Penerapan industri 4.0 merupakan upaya untuk mencapai target 10 besar ekonomi dunia pada 2030. Pemerintah telah mencanangkan peta jalan Making Indonesia 4.0 pada 2018 untuk mengakselerasi implementasi teknologi industri 4.0 di tanah air.

Dalam peta jalan tersebut, terdapat tujuh sektor industri yang ditetapkan sebagai fokus prioritas, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan.

Di sektor ILMATE, dukungan terhadap pelaksanaan transformasi industri 4.0 antara lain melalui Program Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Program ini memberikan asesmen kesiapan dan pendampingankepada perusahaan industri manufaktur dalam implementasi industri 4.0.

“Hingga saat ini telah dilakukan assessment INDI 4.0 terhadap 202 perusahaan otomotif, 28 perusahaan logam, 26 perusahaan elektronika dan 25 perusahaan alat kesehatan,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier.

Selanjutnya, Kemenperin memberikan Pelatihan Manajer Transformasi Industri 4.0. Pelatihan ini diakui oleh lembaga sertifikasi, dengan kualifikasi yang telah disusun dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri.“Para lulusannya diharapkan menjadi pemimpin dalam penerapan industri 4.0 di perusahaan masing-masing,” ujar Taufiek.

Ia menyampaikan, keikutsertaan sejumlah industri ILMATE dalam Hannover Messe 2021 menunjukkan antusiasme sektor industri untuk dapat mempercepat adopsi teknologi industri dan terhubung dengan pasar dan stakeholder yang lebih luas.

“Sebanyak 54 perusahaan sektor ILMATE mengikuti pameran Hannover Messe 2021, ini merupakan sektor terbesar di antara yang ditampilkan oleh Indonesia,” jelasnya.

Salah satu co-Exhibitor dari sektor ILMATE yaitu PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Toolcraft AG Jerman untuk kerjasama pengembangan produk mesin pesawat dan alat kesehatan (implant).

“Hal ini untuk mendukung program substitusi impor yang telah dicanangkan oleh Bapak Menteri Perindustrian,” papar Taufiek. Penandatanganan MoU akan dilakukan sebelum pembukaan resmi Pameran Hannover Messe 202, disaksikan oleh Presiden RI.

Sedangkan pada pra-konferensi HM 2021 hari ini, hadir lima industri dari sektor ILMATE sebagai pembicara, yaitu PT. Wika Industri Makmur (alat angkut), PT. Zenith Allmart Precisindo (alat kesehatan), PT. Uncal Digital Technology (industri elektronika), PT. Voksel Elektrik (industri logam), serta PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (produsen AMMDes).

“Kami mengharapkan pra-konferensi yang menghadirkan industri terkemuka dalam penerapan teknologi 4.0 tersebut dapat memberikan lesson learnTransformasi digital yang berguna bagi seluruh stakeholder dalam rangka implementasi industry 4.0,” kata Dirjen ILMATE.

Donny Novanda, Chief Operation Officer Astra Otoparts Div. Winteq menyampaikan keunggulan produk Alat Mekanis Multi Guna Pedesaan (AMMDes) yang dikembangkan dengan dukungan Kementerian Perindustrian. Produk AMMDes dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, dengan menggunakan aplikasi peralatan yang diperlukan.

“Inovasi yang dimiliki adalah dapat mengisi di gap aplikasi mana yang bisa dikembangkan,” jelas Donny. Produk AMMDes menyasar kebutuhan masyarakat pedesaan, Koperasi Unit Desa, Badan Usaha Milik Desa, serta pemerintah desa, termasuk dalam kegiatan pengentasan bencana alam.

Selanjutnya, Wahju Agus Irawan, Technical Support PT. Voksel Elektrik menyampaikan, perusahaannya memproduksi fiber optic yang menghubungkan user dan provider. Transformasi digital dalam perusahaan tersebut dilandasi dengan budaya perusahaan untuk mendukung proses ini.

“Budaya tersebut meliputi connectivity, integration, passion for excellence, accountability, respect, dan social responsibility. “Perusahaan kami memiliki roadmap Transformasi Digital sejak 2020 hingga 2024 yang mengarah pada integrasi, sesuai dengan Making Indonesia 4.0,” ujar Wahju.

Haider Alatas sebagai CEO Uncal Digital Technology menjelaskan definisi system integrator yang dilakukan oleh perusahaannya. Perusahaan-perusahaan saat ini memiliki begitu banyak sistem dan device, sehingga tidak hanya memerlukan system integration, tapi juga IoT integration.

Hal ini akan bisa menghubungkan semua IoT enabled objects yang ada di perusahaan. “Kontribusi perusahaan kami adalah mengintegrasikan sistem sehingga data bisa mengalir dari satu sistem ke sistem lainnya,” papar Haider.

Allan Changrawinata, CEO of Industrial Part & Medical Devices Zenith Allmart Precisindo menegaskan, pekerjaan manual seperti perakitan juga bisa dilakukan secara digital. Karenanya, perlu infrastruktur IoT untuk digitalisasi. “Kita berusaha membangun sistem software, lalu diimplementasikan di area machine (CNC) dengan memanfaatkan big data yang dikumpulkan,” jelasnya.

Sementara itu, GM Sales dan Marketing PT Wika Industri Makmur Abdullah Alwi memaparkan, perusahaannya mengembangkan Gesits mobile app yang berfungsi untuk mempermudah perawatan kendaraan.

Aplikasi yang diciptakan produsen sepeda motor Gesits tersebut dapat menganalisa kondisi kendaraan dan bisa dikoneksikan dengan bluetooth maupun sarana koneksi lainnya. “Kami sebagai produsen kendaraan listrik dengan teknologi industri 4.0 dan ramah lingkungan ingin memberikan experience berkendara seperti pada motor 125-150 cc,” pungkas Abdullah.

Penghargaan Brand Choice Award 2021: Apresiasi Merek-Merek Ternama

SuaraPemerintah.id – Menjadi brand pilihan konsumen tentu diinginkan oleh setiap brand di Indonesia. Namun perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam aktivitas branding.

Kehadiran teknologi digital memungkinkan setiap orang mendapatkan informasi tentang produk yang dibutuhkan secara akurat, serta lengkap dengan informasi pembanding antara satu brand dengan brand lainnya dalam waktu singkat di ranah online.

Karena itu penting bagi sebuah brand untuk hadir secara online dengan memanfaatkan berbagai platform yang tersedia, mulai dari website, marketplace, mesin pencari, bahkan media sosial untuk menjadi brand pilihan dan direkomendasi oleh konsumennya.

Rawenda, Head of Life Solutions Sales & Marketing PT Panasonic Gobel Indonesia mengungkapkan, perkembangan digital marketing yang hebat selama 10 tahun terakhir telah menjadi prioritas bagi Panasonic khususnya Pompa Air. Dengan bekerjasama dengan online shop seperti blibli.com, jualelektronik.com, rumahpompaofficial, JD.ID dan beragam online shop membuat Pompa air Pansonic semakin dikenal dan tetap menjadi pilihan untuk konsumen.

“Selain itu konten yang informatif dan promo yang menarik lewat social media (Instagram, twitter, facebook, youtube bahkan tiktok) yang kami punya menjadi referensi agar konsumen dapat memilih pompa Panasonic sebagai pilihan utama untuk kebutuhan di rumah,” jelas Rawenda.

Sementara itu, Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia mengatakan, digitalisasi telah mendisrupsi hampir seluruh lini bisnis dalam waktu singkat. Jika sebelumnya sebuah brand perlu melewati proses yang tidak sebentar untuk memiliki brand equity yang kuat, kini membangun brand equity bisa menjadi lebih cepat.

Kondisi tersebut semakin lengkap dengan kehadiran marketplace yang tidak hanya menyajikan kelengkapan produk, tapi juga memanjakan konsumen melalui tools, seperti pencarian produk, pemberian rating hingga review. Pilihan dan informasi yang disajikan membuat konsumen menjadi lebih mudah menemukan suatu produk dan memilih sebuah brand.

“Harga, review atau ratting serta informasi yang akurat terkait produk adalah velue yang bisa menjadi faktor utama pendorong konsumen untuk memilih dan membeli bahkan merekomendasikan sebuah produk di dunia digital, khususnya e-commerce,” jelas Tri.

Untuk melihat brand-brand pilihan konsumen, TRAS N CO Indonesia, sebagai perusahaan consulting yang fokus digital brand monitoring, menginisiasi survei Brand Choice Index, riset keterpilihan sebuah brand atas produk yang ditawarkan kepada konsumen, berdasarkan survey digital melalui platform market place atau e-commerce.

Survei Brand Choice Index berdasarkan 3 (tiga) Aspek Penilaian yaitu; Digital Brand Awareness Aspect, Digital Consumer Choice Aspect, Digital Consumer Reviews & Rating Aspect. Survei dilakukan pada bulan Desember 2020 – Februari 2021, terhadap 70 kategori produk dengan lebih dari 500-an brand tersurvei.

Selanjutnya, Brand-brand yang lolos sebagai top 3 di kategori produk berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, berhak meraih penghargaan BRAND CHOICE AWARD 2021.

Dari hasil survei Brand Choice Index untuk fase pertama dari 70 kategori produk yang di survei  menunjukkan, 10 kategori dari produk paling banyak dicari di internet adalah; AC dengan (119,6 ribu) pencarian, Bedak Wajah (114,4 ribu), Hand Sanitizer (96,7 ribu), Blender (96,4 ribu), Laptop (86,7 ribu), Micellar Water (74,9 ribu), Mesin Cuci (62,8 ribu), Shampoo (55,3 ribu), Facial Wash (48,7 ribu), dan Printer (47,9 ribu).

Sementara 10 kategori dengan transaksi terbanyak untuk fase pertama dari 70 kategori produk yang di survei berdasarkan data official store di dua marketplace adalah; Body Lotion sebanyak (2,03 juta) transaksi, Shampoo (1,3 juta), Sabun Mandi Cair (999,3 ribu), Facial Wash (952,7 ribu), Pasta Gigi (906,1 ribu), Detergen (751,1 ribu), Micellar Water (742,8 ribu), Facial Foam (675,8 ribu), Deodorant (647,2 ribu), dan Bedak Wajah (630,8 ribu).

Adapun brand-brand yang berhasil menjadi juara Brand Choice Award 2021 antara lain; Panasonic untuk kategori (Pompa Air), Gree (AC), Senka (Facial Foam dan Facial Wash), Miranda (Vitamin Rambut), Blackmores (Vitamin C), Herborist (Face & Body Scrub), VEGER (Power Bank), OXONE (Oven & Microwave), Modena (Water Heater), SHARP (Mesin Cuci, Vacuum Cleaner, Dispenser, Lemari Es, AC, Oven & Microwave, Air Purifier, dan Air Cooler). Selain itu masih ada lagi ratusan brand lainnya yang namanya menjadi pilihan konsumen.