Beranda blog Halaman 442

Menhut Tanam Pohon dan Serahkan 1.000 Bibit Produktif di Ponpes Hidayatullah Kaltim

Dalam rangkaian agenda kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Timur, Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut) Raja Juli Antoni melaksanakan kegiatan penanaman pohon sekaligus menyerahkan secara simbolis sebanyak 1.000 batang bibit produktif kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, pada Minggu (1/3/26).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan dalam mendorong rehabilitasi dan penghijauan yang melibatkan lembaga pendidikan dan masyarakat.

Penyerahan bibit produktif ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan dalam mendorong gerakan rehabilitasi dan penghijauan, sekaligus penguatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat berbasis kehutanan. Bibit yang diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kawasan hijau produktif di lingkungan pesantren serta menjadi sarana edukasi bagi para santri mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

“Saya berharap santri Hidayatullah memiliki identitas yang kuat dan berbeda, yaitu sebagai generasi yang mencintai lingkungan, menjaga kebersihan, serta aktif menanam dan merawat pohon. Mencintai alam dan hutan bukan hanya bagian dari pembelajaran, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap santri,” kata Menhut.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan dengan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah.

Penandatanganan PKS ini menjadi landasan penguatan sinergi dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, serta pengembangan gerakan penghijauan berbasis pesantren secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Kehutanan terus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pesantren, dalam upaya rehabilitasi hutan dan lahan, guna mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Al Haris Ucap Bela Sungkawa atas Wafatnya Wapres ke-6 RI Try Sutrisno

Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, pada Minggu (1/3/2026).

Almarhum yang juga dikenal sebagai Jenderal TNI (Purn) tersebut mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.

Melalui akun Instagram pribadinya @alharisjambi, Al Haris menyampaikan doa dan penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian Try Sutrisno bagi bangsa dan negara.

“Innalillahiwainnailaihiroj’un. Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Provinsi Jambi kami menghaturkan turut berduka cita mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Wakil Presiden RI ke 6 Bapak Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno. Semoga Allah menempatkan dalam Taman Syurganya sesual Amal, Jasa dan pengabdiannya kepada Nusa dan Bangsa , Amin Ya Robbal Alamin,” tulis Al Haris.

Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Jambi atas dedikasi Try Sutrisno selama berkiprah di dunia militer maupun pemerintahan. Semasa hidupnya, Try Sutrisno dikenal sebagai sosok prajurit dan negarawan yang berperan penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

Resmi! SKB Lebaran 2026 Terbit, Ini Aturan One Way, Ganjil Genap, dan Contra Flow Arus Mudik-Balik

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kakorlantas Polri) menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah.

Aturan yang tertuang dalam SKB Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Jenderal Bina Marga dan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, HK.201/1/21/DJPL/2026, Kep/43/II/2026, dan 20/KPTS/Db/2026 tersebut dikeluarkan dalam rangka menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, angkutan jalan dan penyeberangan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada ruas jalan nasional selama masa arus mudik dan arus balik tahun 2026.

Berikut ketentuan pengaturan lalu lintas selama libur Lebaran 2026:

1. Sistem satu arah (one way)

Arus mudik
Berlaku pada ruas jalan tol Jakarta – Cikampek KM 70 sampai dengan Semarang – Solo KM 421, pada Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Arus balik
Berlaku pada ruas jalan tol Semarang – Solo KM 421 sampai dengan Jakarta – Cikampek KM 70, pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB – Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

2. Sistem contra flow

Penerapan sistem jalur/lajur pasang surut/tidal flow (contra flow) berlaku di ruas jalan tol Jakarta – Cikampek dan Jakarta – Bogor – Ciawi (Jagorawi), dengan ketentuan:

Arus mudik
Berlaku pada ruas tol Jakarta-Cikampek KM 47 (Karawang Barat) sampai dengan KM 70 (Cikampek) selama dua periode, dengan ketentuan:
Periode pertama: Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB  sampai dengan Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Periode kedua: Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 12.00-20.00 WIB dan pada Minggu, 22 Maret 2026 pukul 09.00-18.00 WIB.

Arus balik
Berlaku pada:
– Ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 70 sampai dengan KM 47 pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB sampai dengan Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
– Ruas jalan tol Jagorawi KM 21 (Gunung Putri) sampai dengan KM 8 (Cipayung), pada Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14.00-19.00 WIB dan Minggu, 29 Maret 2026 pukul 14.00-19.00 WIB.

3. Sistem Ganjil-Genap

Arus Mudik
Berlaku pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 47 sampai dengan Semarang-Batang KM 414 dan tol Tangerang-Merak KM 31 sampai dengan KM 98, pada Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB sampai dengan Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Arus Balik
Berlaku pada ruas jalan tol Semarang-Batang KM 414 sampai dengan Jakarta-Cikampek KM 47 dan tol Tangerang-Merak KM 98 sampai dengan KM 31, pada  Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai dengan Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Ketentuan sistem ganjil-genap dikecualikan untuk sejumlah kendaraan, di antaranya pemadam kebakaran, ambulans, angkutan umum berplat kuning, kendaraan bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas, dan kendaraan operasional pengelola jalan tol.

4. Pembatasan Operasional Angkutan Barang
Pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih; mobil barang dengan kereta tempelan; mobil barang dengan kereta gandengan; dan seluruh mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan hasil galian (tanah, pasir, dan batu), hasil tambang, dan bahan bangunan.

Pembatasan operasional angkutan barang dilakukan di sejumlah ruas jalan tol  maupun nontol pada kedua arah mulai Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat sampai dengan Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat.

Berikut ruas jalan tol yang dibatasi:
1. Riau
:
– Pekanbaru – Kandis – Dumai

2. Jambi dan Sumatera Selatan:
– Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi (segmen Bayung Lencir – Tempino – Simpang Ness)

3. Lampung dan Sumatera Selatan:
– Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung – Palembang

4. DKI Jakarta – Banten:
– Jakarta – Tangerang – Merak

5. DKI Jakarta:
– Prof. DR. Ir. Sedyatmo
– Jakarta Outer Ring Road I (JORR I)
– Dalam Kota Jakarta (Cawang – Tomang – Pluit dan Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit)

6. DKI Jakarta dan Jawa Barat:
– Jakarta – Bogor – Ciawi
– Ciawi –  Cigombong – Cibadak
– Bekasi – Cawang – Kampung Melayu
– Jakarta – Cikampek

7. Jawa Barat:
– Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi
– Cikampek – Palimanan – Kanci
– Jakarta – Cikampek II Selatan segmen Sadang – Setu (Fungsional)
– Cileunyi – Sumedang – Dawuan
– Bogor Ring Road (BORR)

8. Jawa Barat – Jawa Tengah:
– Kanci – Pejagan

9. Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta:
– Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang
– Krapyak – Jatingaleh (Semarang)
– Jatingaleh – Srondol (Semarang)
– Jatingaleh- Muktiharjo (Semarang)
– Semarang – Solo – Ngawi
– Semarang – Demak (seksi Sayung – Demak)
– Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Kartasura – Klaten – Prambanan)
– Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Prambanan – Purwomartani) (Fungsional)
– Yogyakarta – Bawen (Seksi Ambarawa – Bawen) (Fungsional)

10. Jawa Timur:
– Ngawi – Kertosono
– Kertosono – Mojokerto
– Mojokerto – Surabaya
– Surabaya – Gempol
– Gempol – Pandaan – Malang
– Surabaya – Gresik
– Gempol – Pasuruan – Probolinggo
– Probolinggo – Banyuwangi (Seksi Gending – Kraksaan – SS Paiton – Besuki) (Fungsional)

Berikut ruas jalan nontol yang dibatasi:

1. Sumatera Utara:
– Bts. Provinsi Aceh – Tanjung Pura – Stabat – Binjai – Medan – Lubuk Pakam – Sei Rampah
– Sei Rampah – Tebing Tinggi – Lima Puluh – Kisaran – Aek Kanopan – Rantauprapat – Kota Pinang – Bts Riau
– Medan – Berastagi
– Pematang Siantar – Parapat Simalungun – Porsea – Balige

2. Riau:
– Bts. Sumatera Utara/Riau – Pekanbaru – Bts Riau/Jambi
– Pekanbaru – Bangkinang Bts. Riau/Sumatera Barat

3. Jambi dan Sumatera Barat:
– Jambi – Tebo – Dharmasraya – Padang
– Padang – Bukit Tinggi – Bts. Riau/Sumatera Barat
– Bts.  Riau/Jambi –  Jambi – Bts. Jambi/Sumatera Selatan

4. Jambi – Sumatera Selatan – Lampung:
– Bts. Jambi/Sumatera Selatan – Palembang – Bts. Sumatera Selatan/Lampung – Bujung Tenuk – Bandar Lampung – Bakauheni
– Bts. Jambi/Sumatera Selatan – Palembang – Bts. Sumatera Selatan/Lampung – Bujung Tenuk – Sukadana – Bakauheni

5. DKI Jakarta – Banten:
– Jakarta – Tangerang – Serang – Cilegon – Merak

6. Banten:
– Merak – Cilegon – Lingkar Selatan Cilegon – Anyer – Labuhan
– Jalan Raya Merdeka – Jalan Raya Gatot Subroto
– Serang – Pandeglang – Labuan

7. DKI Jakarta – Jawa Barat:
– Jakarta – Bekasi – Cikampek – Pamanukan – Cirebon

8. Jawa Barat:
– Bandung – Nagreg – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar
– Nagreg – Kadungora – Leles – Garut
– Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon
– Bogor – Ciawi – Sukabumi – Cianjur – Cipatat – Bandung
– Ciawi – Cisarua – Puncak – Cianjur
– Padalarang – Gadog – Bangkong – Cimahi
– Karawang – Subang – Indramayu – Cirebon
– Sukabumi – Pelabuhan Ratu – Jampang – Cianjur – Garut – Tasikmalaya -Pangandaran – Banjar (Pantai Selatan Jawa Barat)
– Subang – Lembang – Bandung

9. Jawa Barat – Jawa Tengah:
– Cirebon-Brebes

10. Jawa Tengah:
– Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Kendal – Semarang – Demak
– Pejagan – Tegal – Purwokerto
– Bawen – Magelang – Yogyakarta
– Solo – Klaten – Yogyakarta
– Semarang – Salatiga – Boyolali – Bawen – Magelang – Yogyakarta

11. Jawa Tengah – Jawa Timur:
– Solo – Ngawi

12. D.I. Yogyakarta:
– Yogyakarta – Wates
– Yogyakarta – Sleman – Magelang
– Yogyakarta – Wonosari
– Jalur Jalan Lintas Selatan (jalan Daendels)

13. Jawa Timur:
– Mantingan – Ngawi – Kertosono – Mojokerto – Surabaya – Gempol – Pasuruan – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi
– Probolinggo – Lumajang – Jember – Banyuwangi
– Pandaan – Malang
– Madiun – Caruban – Jombang
– Bulu – Lamongan – Gresik – Surabaya

14. Bali:
– Denpasar – Gilimanuk
– Nusa Dua – Denpasar

15. Kalimantan Tengah:
– Palangka Raya – Pulang Pisau – Kapuas – Bts. Kalimantan Selatan
– Palangka Raya – Sampit – Pangkalan Bun
– Buntok – Palangka Raya;
– Tamiang Layang – Bts. Kalimantan Selatan
– Sei Hanyo – Kuala Kurun – Bawan – Bukit Liti – Palangka Raya

Pengaturan pembatasan operasional dan sistem ganjil genap tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), hewan ternak, pupuk, bantuan korban bencana alam, serta barang pokok. Angkutan tersebut harus dilengkapi dengan surat muatan yang berisi keterangan jenis barang, tujuan, dan nama serta alamat pemilik barang serta tidak melebihi muatan maupun dimensi (over loading over dimension). 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendes Yandri Ajak Mahasiswa Al Khairiyah jadi Pelaku Ekspor

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto membuka Syiar Ramadhan Al – Khairiyah (Syiramah) di Yayasan Al – Khairiyah Citangkil, Cilegon, Sabtu (28/2/206).

Mendes Yandri mengatakan, Al Khairiyah adalah rumah karena telah didukung dan didoakan PB Al Khairiyah.

“Saya senang dan bangga hadir di Citangkil,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Mendes Yandri mengajak Al Khairiyah untuk kolaborasi untuk membangun 75.266 Desa lewat program prioritas seperti Desa Ekspor.

“Kami banyak ciptakan pengusaha muda, jadi sekarang dari desa sudah bisa ekspor,” kata Mendes Yandri seraya menjelaskan jka BUMDesa pun sudah bisa lakukan ekspor.

Mendes Yandri mengatakan, jumlah desa di Banten itu lebih dari 1.000. Olehnya, Ia berharap Al Khairiyah miliki Desa Binaan dengan kolaborasi dengan Kementerian Desa PDT.

Nanti, kata Mendes Yandri, mahasiswa maupun alumni Al Khairiyah bisa diajak menjadi pelaku ekspor, pengembang Desa Wisata dan Desa Tematik.

Desa Tematik ini kaitannya sangat erat dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) karena bakal jadi penyuplai bahan baku untuk program yang saat ini penerima manfaat telah lebih dari 60 juta.

Mendes Yandri harap Al Khairiyah terus istiqomah lakukan Syiar Ramadhan dengan menempatkan mahasiswanya ke Masjid-masjid.

“Saya doakan Keluarga Besar Al Khairiyah terutama mahasiswanya akan menjadi orang-orang yang hebat dan sukses Dunia Akhirat,” kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Turut hadir Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, Ketua Umum PB Al Khairiyah KH Ali Mujahidin, Ketua Majelis Syuro KH Mansyur Muchyiddin, Rektor Universitas Al Khairiyah Dr Rafiuddin, Sekjen PB Al Khairiyah H Ahmad Munji, Forkompimda Cilegon dan Mahasiswa Al Khairiyah.

Turut dampingi Mendes Yandri, Kepala BPSDM Agustomi Masik dan Staf Ahli Sugito.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Imipas Canangkan Tambahan 119 Lokasi Dapur SPPG MBG Lapas dan Rutan

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terus berupaya membangun program pembinaan Warga Binaan berbasis kegiatan produktif. Salah satunya ditempuh melalui pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Sejauh ini, Lapas Kelas I Sukamiskin berhasil memenuhi standar penilaian Badan Gizi Nasional (BGN) dan telah beroperasi sebagai dapur penyedia MBG. Keberhasilan tersebut akan terus dikembangkan dengan menambah dapur SPPG MBG pada berbagai lokasi di Lapas dan Rutan. Rencana pengembangan tersebut disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, saat meninjau Lapas Terbuka Kelas II Ciangir, Selasa (24/2).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Imipas tidak hanya mengecek kesiapan pembangunan dapur SPPG, tetapi juga melihat potensi lahan yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan pertanian Warga Binaan. Hasil panen dari program ketahanan pangan tersebut akan dirancang menjadi bagian rantai pasok bahan baku dapur SPPG di dalam Lapas.

“Saya dengan Pak Dirjen (Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi) serta pejabat di lingkungan Ditjenpas sekarang ini dengan adanya kerja sama antara Ditjenpas dengan BGN, ada beberapa SPPG yang akan kita bangun. Satu sudah di Lapas Sukamiskin, akan bertambah di 28 lokasi lagi, dan ke depan ada 119 akan ada tambahan lagi yang dibangun,” ujar Menteri Imipas.

Di sisi lain, Menteri Imipas menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap operasional dapur SPPG di Lapas. Evaluasi berkala menjadi dasar untuk menentukan perluasan program. Jika pelaksanaannya efektif dan memberikan dampak positif, jumlah lapas yang terlibat sebagai penyedia MBG dimungkinkan terus bertambah.

“Kemungkinan kalau nanti bagus, ya tidak menutup kemungkinan kerja sama akan ditingkatkan,” kata Menteri Imipas.

Lebih jauh, Menteri Imipas memandang ketahanan pangan bukan sekadar program prioritas nasional, melainkan peluang usaha produktif yang nyata. Ia mendorong jajaran Kemenimipas membangun kemitraan dengan pelaku usaha pangan lokal. Skema ini diharapkan memberi ruang bagi pengusaha daerah untuk memasok kebutuhan bahan makanan lapas.

Menteri Imipas juga telah menetapkan aturan vendor-vendor penyedia bahan makanan di Lapas wajib menyerap hasil kegiatan ketahanan pangan yang digarap Warga Binaan, minimal 5 persen dari keseluruhan nilai kontrak. Pihaknya menegaskan bahwa kebutuhan bahan makanan Warga Binaan dan bahan makanan untuk MBG adalah pasar bagi pelaku sektor pangan.

“Karena target marketnya kan ada. Pengusaha bahan makanan yang sudah kami minta serap pengusaha lokal ini bisa membangun komunitas bersama kalapas (Kepala Lapas), kanim (Kantor Imigrasi) di daerah. Kemudian menyiapkan kebutuhan bahan makanan di dalam lapas maupun rutan, nanti bisa disuplai kepada SPPG yang dibangun di lapas atau rutan,” ucap Menteri Imipas.

Dengan pasar kebutuhan pangan lapas dan program MBG yang luas, sektor ketahanan pangan memiliki prospek besar. Bahkan, jika produksi melampaui kebutuhan internal, suplai dapat diarahkan ke pasar luar. Melalui kolaborasi yang solid, program ini diyakini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong kesejahteraan pegawai, Warga Binaan, serta masyarakat sekitar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial di Kaltim, Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Hutan

Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut) secara langsung menyerahkan Surat Keputusan (SK) Persetujuan Perhutanan Sosial kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di Provinsi Kalimantan Timur, pada Sabtu (28/2). Kegiatan yang diselenggarakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemberian akses kelola serta peningkatan kualitas implementasi Perhutanan Sosial di Indonesia.

Penyerahan SK tersebut turut dihadiri dan dilakukan bersama Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Gubernur Kalimantan Timur sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat implementasi Perhutanan Sosial di Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Menhut mengatakan bahwa Perhutanan Sosial merupakan salah satu program unggulan Presiden yang menempatkan hutan sebagai sumber daya alam strategis yang harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat, tanpa mengesampingkan prinsip kelestarian.

“Kami terus memperluas distribusi akses kelola hutan kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen pemerataan ekonomi dan penguatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Hingga tahun 2025, secara nasional telah terdistribusi akses kelola Perhutanan Sosial seluas 8,33 juta hektare melalui 11.192 unit SK kepada 1,4 juta Kepala Keluarga di seluruh Indonesia. Di Provinsi Kalimantan Timur, capaian Persetujuan Perhutanan Sosial tercatat seluas 360.947,82 hektare yang terbagi dalam 223 unit persetujuan dan telah diberikan kepada 23.451 Kepala Keluarga,” kata Menhut.

Pada kesempatan tersebut, Menhut menyerahkan secara langsung 4 (empat) unit SK Persetujuan Perhutanan Sosial kepada kelompok tani hutan (KTH), sekaligus menyerahkan Bantuan Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (Bang Pesona) senilai Rp50.000.000 untuk masing-masing kelompok.

Total luas areal yang diberikan kepada 4 skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) tersebut mencapai kurang lebih 833 hektare dan melibatkan 140 Kepala Keluarga, dengan rincian sebagai berikut:

SK Menteri Kehutanan Nomor 5783 Tahun 2025 kepada KTH Meranti Bakungan Makmur, Kabupaten Kutai Kartanegara, seluas ±298 hektare untuk 35 KK;
SK Menteri Kehutanan Nomor 11511 Tahun 2025 kepada KTH Wana Makmur, Kabupaten Kutai Timur, seluas ±127 hektare untuk 32 KK;
SK Menteri Kehutanan Nomor 11507 Tahun 2025 kepada KTH Quarry Perjuangan, Kabupaten Kutai Timur, seluas ±160 hektare untuk 23 KK; dan
SK Menteri Kehutanan Nomor 11515 Tahun 2025 kepada KTH Sentosa Rimba, Kabupaten Kutai Timur, seluas ±248 hektare untuk 50 KK.
Menhut menegaskan bahwa pemberian SK ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan adanya kepastian dan aspek legal bagi masyarakat untuk mengelola hutan secara optimal.

“Dengan kepastian hukum tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan kawasan hutan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, sekaligus tetap menjaga kelestariannya,” tegas Menhut.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H. Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad, saat dihubungi pada Minggu (1/3/2026).

Pelaksanaan sidang kembali dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi setelah sebelumnya beberapa ruangan di area tersebut menjalani renovasi. Pemilihan tempat mempertimbangkan aspek teknis, antara lain ketersediaan ruang representatif bagi tamu undangan serta suasana perkantoran dan lalu lintas yang relatif lengang karena sebagian besar pegawai dan masyarakat telah memasuki masa mudik. Hal ini dinilai memudahkan pengaturan akses lalu lintas dan area parkir.

Abu mengatakan, persiapan sidang isbat 1 Syawal 1447 H telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mencakup aspek substansi maupun dukungan teknis. “Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujarnya.

Ia menyebut, sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” tegasnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan, kesiapan teknis terus dimatangkan, termasuk koordinasi pemantauan rukyatulhilal di berbagai titik di Indonesia. “Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah seluruh rangkaian sidang selesai.

Sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah, kemudian pelaksanaan sidang isbat dan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Menteri Agama.

Kemenag telah menggelar Rapat Persiapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H di Gedung Kemenag Thamrin, 27 Februari 2026. Selain Dirjen Bimas Islam serta Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, rapat itu turut dihadiri Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah Amir, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemenag.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dilirik Dunia, BNN Jadi Role Model Seychelles

Siapa sangka, strategi Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengatasi masalah narkoba makin dilirik dunia internasional. Kali ini, giliran Seychelles yang terang-terangan menunjukkan ketertarikannya untuk mempererat kerja sama dengan BNN.

Momen hangat ini tercipta saat Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Suyudi Ario Seto, menghadiri undangan buka puasa bersama Duta Besar Seychelles untuk Indonesia, Nico Barito, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/2).

Bukan hanya sekadar makan bersama, pertemuan ini menjadi ajang diskusi serius tapi santai terkait penanganan permasalahan narkoba.

Ternyata ini bukan kali pertama Seychelles berguru dengan Badan Narkotika Nasional, Seychelles diketahui sebelumnya sudah mengirimkan perwakilan untuk belajar secara langsung kepada BNN dalam bidang pencegahan dan rehabilitasi yang dijalankan BNN.

Seychelles pun berharap suatu saat nanti Badan Narkotika Nasional dapat memiliki kantor perwakilan di negara mereka. Hal tersebut membuktikan bahwa sistem yang dibangun Badan Narkotika Nasional telah diakui sebagai role model dalam mengatasi permasalahan narkoba.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Imlek 2577, Presiden Prabowo: Harmoni Nusantara Adalah Kekuatan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api. Kepala Negara menegaskan bahwa perayaan Imlek bukan sekadar tradisi keagamaan maupun budaya, tetapi juga momentum kebangsaan yang memperkuat persaudaraan, persatuan, dan semangat kebersamaan seluruh anak bangsa.

“Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577, Tahun Kuda Api. Gong Xi Fa Cai. Tahun Baru Imlek bukan hanya perayaan keagamaan, Imlek adalah momentum kebangsaan, persaudaraan, dan persatuan,” ujar Kepala Negara dalam video yang diunggah kanal youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (28/02/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa perayaan Imlek tahun ini mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara, yang mencerminkan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang besar karena keberagaman, kuat karena persatuan, serta tegak karena kebersamaan.

“Perayaan ini bukan hanya menampilkan tradisi dan budaya, Perayaan ini menegaskan nilai gotong royong, solidaritas, dan nilai kemanusiaan,” imbuh Presiden.

Tahun ini, lanjut Kepala Negara, perayaan Imlek memiliki makna yang semakin mendalam karena berlangsung berdampingan dengan bulan suci Ramadan umat Islam.

“Imlek hadir berdampingan dengan bulan suci Ramadan umat Islam. Ini adalah wajah asli Indonesia. Berbeda, tapi rukun. Beragam, tapi satu tujuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara turut mengapresiasi penyelenggaraan Imlek Festival 2026 yang berlangsung di berbagai daerah di tanah air sebagai wujud nyata harmoni nasional.

“Harmoni ini hidup di seluruh Nusantara. Ini bukti bahwa persatuan Indonesia bukan hanya slogan. Persatuan Indonesia adalah kenyataan,” ujar Kepala Negara.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan harapan Indonesia untuk menyongsong tahun baru dengan optimistis, keberanian, dan tekad untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat.

“Saya berharap, Tahun Baru Kuda Api ini membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, dan harapan baru bagi kita semua. Gong Xi Fa Cai. Selamat tahun baru. Semoga keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan menyertai kita semua,” tutup Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Guru, Seskab: Insentif Naik, Tunjangan Diperbesar

Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (27/2), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa berbagai kebijakan konkret telah dijalankan guna mendukung program peningkatan tersebut. 

Menurut Seskab, salah satu langkah signifikan adalah kenaikan insentif bagi guru honorer. Meski secara kewenangan guru honorer berada di bawah pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap memberikan tambahan insentif kepada guru sebagai bentuk dukungan. 

“Dari tahun 2005 sampai 2025, ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,” ucap Seskab di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. 

Selain itu, pemerintah juga menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk memperkuat perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru. 

Tak hanya menaikkan nominal, Seskab mengatakan bahwa pemerintah juga membenahi sistem penyaluran tunjangan. Jika sebelumnya dana ditransfer ke pemerintah daerah dan diterima guru setiap tiga bulan, kini atas instruksi Presiden, tunjangan tersebut disalurkan langsung ke rekening guru setiap bulannya.

“Tahun lalu, Presiden memberi instruksi, agar setiap bulan, itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan. Tentunya semua tadi diwadahi oleh Kementerian Dikdasmen,” katanya.

Lebih lanjut, Seskab menegaskan bahwa seluruh program pendidikan di Indonesia tetap berjalan dan berfokus pada siswa, sekolah, dan guru.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” tandasnya. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News