Beranda blog Halaman 4436

Tingkatkan Bahan Baku Pembuatan Tempe & Tahu, Pemprov Banten Dorong Produksi Kacang Kedelai

Tingkatkan Bahan Baku Pembuatan Tempe & Tahu, Pemprov Banten Dorong Produksi Kacang Kedelai

SuaraPemerintah.idPemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian terus mendorong peningkatan produksi kacang kedelai untuk kebutuhan bahan baku pembuatan tempe dan tahu. Menjadi salah satu upaya Pemprov Banten agar harga kacang kedelai stabil. Saat ini harga kedelai menyentuh angka Rp.10.200 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan peningkatan produksi kacang kedelai lokal dengan pemberian bantuan benih dan sarana produksi kepada petani seluas 2.050 ha.

Bantuan tersebut bersumber dari anggaran Pemerintah Pusat dan Pemprov Banten. Selain itu, pembinaan kepada petani secara kontinyu terus dilakukan, khususnya dalam hal penanganan paska panen.

“Kedelai lokal yang dihasilkan petani Banten memiliki ukuran yang bervariasi sehingga lebih banyak diserap oleh industri tahu. Sementara untuk industri tempe tidak dapat banyak menyerap karena memerlukan ukuran kacang yang sama. Upaya yang dapat dilakukan petani adalah melakukan sortir kedelai yang dipanen. Untuk yang berukuran besar dipasarkan ke industri tempe dan sisanya dipasarkan ke industri tahu,” kata Agus, Kamis (18/3/2021)

Pemberian bantuan benih dan sarana produksi sebenarnya sudah dianggarkan di Tahun 2020, namun karena adanya refocusing anggaran, maka bantuan tersebut kembali dianggarkan di Tahun 2021.

“Salah satu dukungan pemerintah untuk meningkatkan produksi kedelai di Banten adalah dengan memberikan bantuan benih dan sarana produksi untuk petani. Namun di Tahun 2020 ini, anggaran bantuan benih dan saprodi (sarana produksi) mengalami refocusing anggaran. Sehingga pencapaian produksi kedelai di Tahun 2020 sebagian besar berasal dari kegiatan swadaya petani,” ungkap Agus.

Terkait dengan naiknya harga kedelai kata Agus, dikarenakan saat ini masih bergantung pada kedelai impor, yang dimana harga kedelai dunia sedang mengalami kenaikan sehingga Indonesia termasuk Banten terkena imbasnya. Karenanya dibutuhkan koordinasi semua pihak untuk meningkatkan penyerapan pasar terhadap produksi kedelai lokal.

Menurut Agus, Kualitas kedelai lokal sebenarnya lebih baik karena umumnya kedelai yang tersedia adalah kedelai yang baru saja dipanen sehingga lebih segar, sementara kedelai impor biasanya sudah disimpan bertahun-tahun.

“Kedelai yang berukuran kecil sebenarnya lebih banyak mengandung protein dan rasanya lebih gurih. Selain itu, kedelai lokal merupakan kedelai asli hayati dan bukan kedelai transgenik seperti kedelai impor. Kedelai yang ditanam di negara-negara maju 80 persen adalah organisme yang telah dimodifikasi secara genetik (GMO),” kata Agus.

Selain itu, daya tarik lainnya untuk kedelai impor di kalangan pengusaha tahu tempe adalah adanya keloggaran pembayaran dari pemasok kedelai impor, selain disebabkan harga kedelai impor yang lebih murah dibandingkan kedelai lokal.

“Dengan kondisi ini diperlukan peran BUMD sebagai off taker kedelai yang dapat memutus rantai pasokan kedelai lokal sehingga harga kedelai lokal lebih bersaing di pasaran dan industri tahu tempe bisa diberikan keleluasaan pembayaran bahan baku seperti yang diberikan pemasok kedelai impor,” ujar Agus.

Terkait dengan pengembangan kedelai secara masal dan luas kata Agus, saat ini masih terkendala dengan penyediaan benih yang siap tanam karena teknologi benih kedelai masih jauh tertinggal dibandingkan dengan teknologi tanaman pangan lainnya, salah satunya adalah masa dorman benih kedelai lebih pendek yakni hanya 2 (dua) bulan, sedangkan benih lainnya seperti padi relatif panjang yakni 6 (enam) bulan

“Permasalahan lainnya selain faktor benih adalah motivasi petani menanam kedelai harus terus ditingkatkan mengingat harga jual yang diterima petani masih dibawah Rp. 7.000 per kg sementara harga over head cost minimal Rp. 7.700 per kg” jelas Agus

Lantik Tiga Direktur BUMD Grobogan, Bupati Minta Beri Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat

Lantik Tiga Direktur BUMD Grobogan, Bupati Minta Beri Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat

SuaraPemerintah.id – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta tiga direktur baru BUMD Kabupaten Grobogan untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan bekerja keras, bersikap jujur, bertindak disiplin, berdedikasi dan menjaga keikhlasan dalam melaksanakan tugas

Adapun tiga orang Direktur BUMD Grobogan yang baru yakni, Myra Heltyani sebagai Direktur Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma, Dodiet Dwi Wahyono sebagai Direktur Perumda Purwa Aksara, kemudian Sutartik sebagai Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan PT BPR Bank Purwa Artha.

“Ketiga Direktur terpilih ini merupakan orang-orang yang terbaik, yang memenuhi kriteria persyaratan yang cukup ketat, dan memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan untuk memimpin perusahaan daerah masing-masing,” ujar Sri Sumarni saat upacara pelantikan di pendopo Kabupaten Grobogan, Rabu (17/3/2021).

Sri Sumarni mengatakan, pengisian Direktur BUMD dilaksanakan melalui proses seleksi yang melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta. Rangkaian seleksi dimulai dari tahap Seleksi Administrasi, Seleksi Kelayakan dan Kepatutan (UKK), sampai dengan wawancara akhir.

Sri Sumarni juga meminta tiga direktur baru tersebut untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, yakni transparan, akuntabel dan responsif, sehingga mampu  meningkatkan kinerja perusahaan sesuai dengan visi dan misi  Pemerintah Daerah  dan Perusahaan.

“Pelayanan masyarakat, termasuk PDAM mereka ini siang malam kan ada laporan, mereka  mempunyai karyawan banyak mereka harus  melayani 24 jam. Kalau ada laporan air tidak bisa mengalir, harus ditangani secepat mungkin, karyawannya harus siap seperti air keruh bisa bening, direktur harus benar-benar punya kewenangan kebijakaan, supaya karyawan taat kepada pimpinan,” harapnya.

Sebagai Perusahaan Daerah yang berorientasi bisnis sekaligus pelayanan kepada masyarakat, ia  meminta pelayanan harus dilakukan dengan cermat dan cepat.

“Supaya jangan memunculkan kesan mempersulit  masyarakat, yang akhirnya akan memberikan citra negatif untuk pemerintah maupun perusahaan,” tegasnya.

PT Hutama Karya Sebut Progres Tol Palembang-Muaraenim 30,4 Persen, Akan Selesai 2022

PT Hutama Karya Sebut Progres Tol Palembang-Muaraenim 30,4 Persen, Akan Selesai 2022

SuaraPemerintah.id – Manajer Proyek Pembangunan Tol Palembang-Muarenim dari PT Hutama Karya (Persero), Hasan Turcahyo mengatakan progres pembangunan Jalan Tol Palembang-Muaraenim ruas Inderalaya-Prabumulih sepanjang 64,8 Kilometer mencapai 30,4 persen. Konstruksi fisik jalan bebas hambatan dengan nilai investasi Rp6,7 triliun yang mulai dikerjakan sejak Juli 2020 itu akan selesai pada tahun 2022.

Hal ini ungkapkan oleh Hasan Turcahyo saat mendampingi Gubernur Sumatera Selatan  Herman Deru meninjau progres pembangunan di Palembang, Rabu, 17 Maret 202, yang  mengatakan pihaknya optimistis, konstruksi fisik jalan bebas hambatan dengan nilai investasi Rp6,7 triliun itu dapat diselesaikan pada Semester II tahun 2022.

“Tol Indralaya-Prabumulih merupakan salah satu rangkaian jalan tol dari Palembang menuju Bengkulu yang total panjangnya mencapai 329 kilometer. Sementara ruas Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,8 kilometer,” kata Hasan.

Hasan menjelaskan Tol Indralaya-Prabumulih yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera ini terbagi menjadi enam zona, yang mana setiap zona memiliki panjang trase berbeda.

Adapun zona I sepanjang 10,5 kilometer, zona II sepanjang 12,8 kilometer, zona III sepanjang 11,7 kilometer, zona IV sepanjang 12,5 kilometer, zona V sepanjang 11,7 kilometer dan zona VI sepanjang 9,7 kilometer.

“Panjang trase tol Indraprabu dengan rincian enam zona ini mencakup main road (jalan utama) dan dua interchange (simpang susun), yakni di Indralaya dan Prabumulih,” kata Hasan.

Hasan melanjutkan, trase tol Indraprabu melewati delapan kecamatan di dua daerah kabupaten dan satu daerah kota.

“Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tol ini menggunakan tiga macam teknologi konstruksi mengikuti kontur lahan, yakni tiang pancang, timbunan biasa, dan PVD Free Loading,” ungkap Hasan.

Saat ini pekerjaan Tol Indralaya-Prabumulih terus berlanjut di tengah kondisi Pandemi COVID-19. Meski demikian, Hasan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat dan pengaturan jam kerja disesuaikan sedemikian rupa.

“Pandemi (pekerjaan) tetap jalan, tapi kita terapkan protokol COVID-19, pekerja juga diberikan jam kerja yang normal,” ujar Hasan.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru dalam pantauannya di KM 5 dan KM 8, mengatakan, Tol Indralaya Prabumulih merupakan jawaban atas impian dan keinginan masyarakat setempat sejak bertahun-tahun lalu.

“Jalan tol ini cara terbaik menjawab kebutuhan sarana transportasi yang semakin modern,” kata Herman Deru.

Untuk teknis pembangunan sarana-prasarana tol, Deru berpesan agar Tol Indralaya-Prabumulih ini memiliki ciri khas kearifan lokal, seperti ornamen pada fasilitas penunjang tol harus menunjukkan identitas budaya Sumatera Selatan.

“Dari mulai ornamen dan rest area harus berbau kearifan lokal. Ornamen tanjak pada jembatan, pintu tol, rest area, ini harus ditonjolkan,” kata dia.

Selain itu, dalam bidang peronomian, ia mengharapkan di setiap rest area juga ditempatkan gerai untuk menjual kerajinan lokal dan kain songket, hingga kuliner khas daerah.

“Kami sangat mengharapkan jalan tol ini bisa berdampak pada geliat ekonomi masyarakat, terutama di kawasan yang dilaluinya,” kata dia. (red/pen)

Menhub Dampingi Presiden RI Resmikan Dua Bandara Sekaligus Di Toraja

Menhub Dampingi Presiden RI Resmikan Dua Bandara Sekaligus Di Toraja

SuaraPemerintah.id – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meresmikan 2 (dua) bandara sekaligus yaitu Bandara Toraja di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan Bandara Pantar di Alor, Nusa Tenggara Timur.

Peresmian kedua bandara tersebut dilakukan di Bandara Toraja, Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada Kamis (18/3).

“Hampir setiap enam bulan saya tanyakan ke pak Menhub, kapan bandara ini selesai. Akhirnya hari ini bisa diresmikan. Alhamdulillah,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, kehadiran bandara ini bisa meningkatkan mobilitas masyarakat dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Presiden berharap, keberadaan Bandara Toraja bisa meningkatkan sektor pariwisata di Tana Toraja dan sekitarnya.

“Yang tadinya lewat jalur darat ke Makassar bisa 9 jam. Sekarang menggunakan pesawat ATR hanya sekitar 50 menit,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden berharap nantinya penerbangan ke Toraja dapat berkembang. Sehingga nantinya akan ada penerbangan langsung dari Bali, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Sementara itu, terkait dengan diresmikannya Bandara Pantar di Alor, NTT, Presiden juga berharap dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan dapat menghidupkan pertumbuhan ekonomi baru di NTT dan sekitarnya.

“Bandara ini sudah dibangun sejak 2014. Sudah bisa dioperasikan untuk melayani 35 ribu penumpang per tahun. Jika lewat laut tidak bersahabat, sekarang bisa memanfaatkan jalur udara,” ucap Presiden Jokowi.

Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, kehadiran Bandara Toraja dibangun untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat dari dan ke Tana Toraja. Bandara ini bisa menampung kurang lebih 45 ribu orang dalam setahun.

Selanjutnya Menhub mengatakan, Bandara Pantar di Alor, NTT dibangun untuk menciptakan konektivitas di Alor yang merupakan daerah terluar di Provinsi NTT. Bandara ini bisa didarati pesawat jenis grand caravan dan bisa menampung penumpang hingga 35 ribu penumpang per tahun.

“Saya sampaikan terima kasih kepada kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten, tokoh adat dan masyarakat di wilayah kedua bandara tersebut, atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa dalam pembangunan kedua bandara ini,” kata Menhub.

Bandar Udara Toraja – Tana Toraja, Sulawesi Selatan dibangun dengan alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp. 839 Miliar, memiliki dimensi landas pacu 2.000 meter x 30 meter (saat ini baru efektif beroperasi sepanjang 1700m), dilengkapi dengan apron berdimensi 94.5 meter x 67 meter berkapasitas 2 parking stands untuk jenis pesawat ATR 72-500/600.

Bandara Toraja dilengkapi dengan Terminal Penumpang dengan luas 1.152 m², yang dibangun dengan mengusung desain kearifan lokal rumah adat Toraja, yaitu Tongkonan yang dilengkapi dengan Lumbung Padi yang disebut Alang.

Bandara ini telah beroperasi sejak tanggal 4 September 2020 dan telah dilayani secara regular oleh dua maskapai yaitu Wings Air dan Citilink yang melayani penerbangan reguler tiap hari (daily flight) dengan rute Makassar – Toraja dan rute sebaliknya.

Kemudian, Bandara Pantar di Alor, NTT dibangun dengan alokasi anggaran APBN sebesar Rp.103 Miliar. Memiliki fasilitas sisi udara berupa landas pacu berdimensi 900 m x 30 m dan apron berdimensi 70 m x 65 m. Pada fasilitas sisi darat, Bandara Pantar dilengkapi gedung terminal penumpang dengan luas 800 m².

Turut hadir dalam acara peresmian, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Toraja Theofillus Allorerung, dan Bupati Toraja Utara Kalatiku Parmbonan. Hadir pula secara virtual Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Alor Amon Djobo.

Kadin Jatim Bidik Peluang Kerjasama Pariwisata dan Permata ke Sri Lanka

Kadin Jatim Bidik Peluang Kerjasama Pariwisata dan Permata ke Sri Lanka

SuaraPemerintah.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur membidik peluang kerja sama sektor pariwisata dan permata dari Sri Lanka. Hal ini dimungkinkan setelah adanya pertemuan virtual pengurus organisasi perdagangan itu dengan Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN H.E. Yasoja Gunasekera.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya, Rabu, 17 Maret 2021, yang mengatakan sektor pariwisata di daerahnya memiliki banyak keunggulan, sehingga layak ditawarkan ke berbagai negara, termasuk Sri Lanka. Pihaknya tengah menyiapkan beberapa tempat yang layak dikunjungi dan paket perjalanan untuk wisatawan mancanegara.

“Walaupun masih pandemi, kami sudah menyiapkan paket perjalanan untuk wisatawan mancanegara 18 hari keliling Jatim. Kami sedang menyiapkan beberapa tempat yang layak dikunjungi, mulai dari Banyuwangi, Bromo, Madura hingga Mojokerto, bekerja sama dengan expert dari Belanda. Expert ini juga memiliki agen wisata di Belanda, kami juga telah lama menjalin kerja sama dengan PUM Netherland dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan sektor agribisnis hingga peningkatan kinerja UMKM,” kata Adik.

Adik menyebut beberapa destinasi wisata dan budaya yang sangat menarik di Jatim di antaranya Banyuwangi dengan Gunung Ijen dan sejumlah pantainya, Gunung Bromo dengan pemandangan alam dan lautan pasirnya, Sumenep yang memiliki pulau dengan oksigen terbersih kedua di dunia dan Trowulan Mojokerto yang sarat dengan budaya Budha dan situs ataupun peninggalan zaman Majapahit.

Terkait perdagangan pertama, Adik mengaku, banyak pebisnis Sri Lanka yang berkunjung ke Surabaya untuk menjual permata yang digunakan sebagai bahan pembuatan perhiasan. Saat ini kerjasama perdagangan hanya terbatas perorangan bukan untuk jangka yang panjang.

“Hanya saja, hubungan tersebut terbatas business to business perseorangan dan tidak ada landasan kerja sama jangka panjang. Terlebih Jatim juga memiliki potensi besar dalam sektor perhiasan sementara Sri Lanka memiliki potensi permata yang sangat besar,” katanya.

Ia berharap, kerja sama ini berdampak positif pada banyak sektor turunannya, mulai dari perhotelan, UMKM hingga sektor agro dan lainnya sehingga ekonomi bisa kembali berjalan.

“Jatim adalah salah satu provinsi yang menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua nasional. Kami optimistis pada triwulan II/2021 nanti ekonomi Jatim sudah bisa kembali berlari,” katanya.

Sementara menanggapi hal itu, H.E. Yasoja Gunasekera mengaku kagum dengan keunggulan wisata Jatim, dan tertarik pada sektor pariwisata dengan paket perjalanan 18 hari keliling daerah ini.

“Jatim dengan Sri Lanka memiliki banyak kesamaan dari sisi budaya Budha. Di Sri Lanka, sebagian besar penduduknya menganut agama Budha. Di sana juga banyak terdapat destinasi budaya Budha seperti Kandy. Ini bisa dijadikan peluang kerja sama tourism travel kedua negara. Masyarakat Jatim juga banyak yang menganut Budha dan Sri Lanka juga sehingga orang dari negara itu bisa belajar budaya Budha di provinsi ini,” katanya.

Sementara dalam pertemuan itu, dihadiri juga Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Jatim Perdagangan Internasional Tomy Kayhatu, WKU Kadin Jatim Bidang Jaringan Antarpulau Diar Putra Kusuma, WKU Kadin Jatim Bidang Logistik Hengky Pratoko dan sejumlah WKU Kadin Jatim lainnya. (red/pen)

Bertetangga dengan Yogyakarta, Purworejo Miliki Desa Wisata Pandanrejo yang Tak Kalah Indah

Bertetangga dengan Yogyakarta, Purworejo Miliki Desa Wisata Pandanrejo yang Tak Kalah Indah

SuaraPemerintah.idKabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di perbatasan Jawa Tengah. Bertetangga dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, Purworejo memiliki pesona yang tak kalah indahnya.

Salah satu daya tarik wisata di Purworejo adalah Desa Wisata Pandanrejo. Desa ini menyuguhkan berbagai wisata alam, aktivitas, maupun kuliner yang tidak bisa kamu temui di tempat lainnya. Jadi, menghabiskan waktu seharian pun di sini rasanya tidak cukup.

Bukit Sibutrong bisa menjadi tujuan pertama ketika berkunjung ke desa wisata pandanrejo. Namun, pastikan kamu memiliki stamina dan kaki yang kuat karena butuh menaiki enam puluh Sembilan anak tangga yang berbatu. Setelah sampai di puncak, pemandangan Purworejo yang dikelilingi bukit dan gunung sangat menyegarkan mata.

Selain itu, kamu juga bisa berkemah di puncak bukit karena telah tersedia lahan luas yang cukup menampung kurang lebih lima belas tenda. Suasana yang sejuk pasti membuat betah berlama-lama di sini.

Setelah turun dari Bukit Sibutrong, kamu bisa berkunjung ke Kampung Cantik. Kampung ini sebenarnya adalah kampung yang rumah-rumahnya disewakan sebagai homestay.

Rumah bersih dan pemilik yang ramah membuat citra Kampung Cantik dikenal sangat baik. Bahkan di homestay ini masih bisa ditemukan dapur tungku yang membuat kamu serasa di rumah nenek. Untuk harga, kamu bisa mendapatkan harga mulai dari seratus ribuan per malam. Sangat terjangkau, bukan?

Yang membuat Kampung Cantik menarik adalah aktivitas eduskasi menyambung tanaman dalam tiga warna. Biasanya, aktivitas ini diikuti oleh pelajar yaitu siswa- siswa TK hingga SD. Warga di sini juga menjual berbagai bibit tanaman dengan harga miring. Sebut saja janda bolong, keladi tisu, dan lain-lain.

Lalu tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Desa Pandanrejo tanpa mampir ke peternakan Kambing Etawa. Bukan main, kambing di sini juga telah berprestasi hingga juara di tingkat nasional. Kamu bisa berinteraksi dengan para kambing didampingi sang pemiliknya. Mulai dari memberi makan, memerah susu, sampai minum susu kambing yang masih segar dan hangat.

Sudah puas minum susu kambing, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Puncak Gunung Gajah. Daya tarik wisata ini menjual pemandangan Purworejo bahkan Yogyakarta dari ketinggian 835 mdpl.

Ada menara Gunung Gajah yang harus kamu panjat karena di atas menara ini kamu bisa melihat indahnya Gunung Slamet, Gunung Menoreh, dan juga Gunung Merbabu. Bagi yang suka bersepeda, ini juga cocok sebagai tujuan karena treknya yang menanjak dan sedikit berkelok pastinya menantang. Tiket masuknya pun sangat murah yaitu lima ribu rupiah saja.

Bupati Banyuwangi Apresiasi Atas 20Ribu Liter Ekspor Perdana Produk Reduktan Herbisida ke Malaysia

Bupati Banyuwangi Apresiasi Atas 20Ribu Liter Ekspor Perdana Produk Reduktan Herbisida

SuaraPemerintah.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengapresiasi ekspor produk reduktan herbisida yang digawangi oleh tiga putra daerah. Sebanyak 20 ribu liter cairan pengurang dosis obat-obatan kimia pertanian diekspor ke Malaysia. Sehingga produk inovatif ini menjadi bukti bahwa inovasi bisa melahirkan banyak peluang bisnis prospektif.

Hal ini diungkapkan oleh Ipuk saat melepas ekspor perdana produk reduktan herbisida produksi PT Pandawa Agri Industri (PAI) di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Rabu, 17 Maret 2021.

“Kami sangat gembira dengan adanya produk ini, apalagi berhasil diekspor hingga mancanegara. Saya akan meminta Dinas Pertanian untuk bisa berkolaborasi untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan di Banyuwangi,” katanya.

Produk yang diekspor ke Malaysia adalah “weed solution” atau campuran yang digunakan untuk mengurangi dosis herbisida, namun masih memiliki efektivitas yang sama dengan dosis tunggal.

“ini akan sejalan dengan program kami, dimana kami telah memberikan bantuan pengunaan pupuk organik sebanyak 800 liter di tiap desa,” ujar Ipuk.

Sementara itu, CEO dan Founder PT Pandawa Agri Industri (PAI) Kukuh Roxa Putra mengatakan, perusahaannya telah mendapatkan pesanan perdana produk reduktan herbisida “weed solution” dari perusahaan raksasa sawit asal Malaysia. Total pesanan dari Malaysia pada tahun ini mencapai 100 ribu liter.

“Sebenarnya pesanan sejak tahun lalu, namun karena pandemi sempat molor. Alhamdulillah, awal tahun ini dilanjutkan. Perusahaan sawit Felda tersebut sudah menganggarkan pembelian sebanyak 100 ribu liter selama tahun 2021. Pada ekspor perdana ini, kami kirim sebanyak 20 ribu liter dulu,” katanya.

PT Pandawa Agri Industri merupakan perusahaan agrokimia pertama di Indonesia asal Banyuwangi, yang saat ini menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pereduksi (reduktan) pestisida.

Kukuh optimistis mengembangkan produk ini, mengingat saat ini hampir seluruh negara di dunia berkomitmen mengembangkan pertanian hijau dan berkelanjutan yang mengarah pada pengurangan penggunaan obat-obatan kimia.

“Kami yakin produk ini akan mendapat pasar yang luas. Sejauh yang kami ketahui, produk kami satu-satunya di dunia karena kami sudah mematenkan produk ini hingga level Asia,” ucapnya.

Ia menjelaskan, produk weed solution memiliki banyak keunggulan. Selain ramah lingkungan karena mampu mengurangi penggunaan herbisida hingga 50 persen, produk ini harganya cukup terjangkau oleh petani.

“Produk ini ramah lingkungan karena tidak mengandung racun. Komponennya juga sangat mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan. Serta  sudah mendapat persetujuan dari MSPO, ISPO, RSPO, dan FSC untuk menurunkan dosis herbisida dan aspek lingkungan. Selain itu, green product kami tidak mahal. Dengan memakai ini, bisa berhemat hingga 30 persen,” paparnya (red/pen)

Bank Jatim Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Melalui CSR Bank Jatim Peduli

Bank Jatim Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Melalui CSR Bank Jatim Peduli

SuaraPemerintah.id – Sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan kepada masyarakat, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) bankjatim peduli berupa Rehabilitasi 17 Unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Penyerahan CSR tersebut bertempat di Balai Desa Sukowidodo Kabupaten Tulungagung (17/03/21). CSR diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman kepada Bupati Tulungagung Maryoto Birowo.

Maryoto mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada bankjatim dan seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni tersebut.

Bantuan yang diberikan oleh bankjatim ini tentunya dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi masyarakat Tulungagung.

Dalam sambutannya, Busrul Iman menyampaikan bahwa bankjatim tidak hanya berorientasi soal bisnis atau keuntungan semata. Tetapi, dengan adanya bantuan (CSR) ini, bankjatim ingin memberikan value / nilai lebih dengan hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Saya berharap dengan bantuan RTLH ini, kelak dapat menciptakan suasana yang hangat, bersih, dan sehat dalam keluarga. Karena dari keluarga yang sehat akan tercipta pula masyarakat yang sehat,”terang Busrul.

CSR ini merupakan wujud kecintaan dan kepedulian bankjatim kepada masyarakat Kabupaten Tulungagung yang selama ini telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada bankjatim, semoga dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar.

Resmikan Bandara Buntu Kunik Toraja 800 Miliar Jokowi Berharap Tingkatkan Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan

Resmikan Bandara Buntu Kunik Toraja 800 Miliar Jokowi Berharap Tingkatkan Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan

SuaraPemerintah.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meresmikan sejumlah proyek infrastruktur. Yaitu meresmikan Bandara Buntu Kunik Toraja sekaligus yang pembangunannya menghabiskan anggaran 800 miliar.

Jokowi berharap keberadaan Bandara Buntu Kunik Toraja, mampu meningkatkan konektivitas dan mempermudah wisatawan mengunjungi objek wisata di daerah itu. Hal ini diungkapakan oleh Jokowi pada peresmian Bandara Buntu Kunik Toraja, Kamis, 18 Maret 2021.

“Akses menuju ke sini bisa langsung, baik dari Makassar, Bali dan Jakarta, juga daerah lainnya,” katanya.
Destinasi wisata andalan Kabupaten Tana Toraja ataupun Toraja Utara seperti Negeri di Atas Awan, Pango-pango dan Kete Kesu, tentu bisa dengan mudah dinikmati, karena akses transportasi yang tersedia.
Hadirnya bandara ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan daerah dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja, serta memicu dan menghidupkan sentra-sentra ekonomi baru.
Perlu diketahui Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja ini penyelesaiannya memerlukan anggaran sekitar Rp800 miliar. Bandara Toraja telah mendekatkan jarak tempuh. Apalagi Toraja pernah menjadi salah satu destinasi wisata terbaik kedua Nasional setelah Bali, tetapi karena adanya isu akses, kemudian menjadikan Toraja kurang diminati.
Dengan hadirnya bandara ini akan memudahkan mobilitas orang dan barang. Jika sebelumnya menempuh darat ke ibu kota provinsi di Makassar membutuhkan waktu 9-10 jam lewat darat, maka dengan jalur udara hanya sekitar 50 menit. Sementara, Pemprov Sulsel merencanakan Bandara Buntu Kunik menjadi Bandara Internasional yang dapat melayani rute Jakarta-Toraja-Bali.

“Kita tahu, biasanya masyarakat sini lewat darat ke Makassar itu butuh waktu sembilan jam. Sekarang saya coba dengan ATR 50 menit, artinya apa, mobilitas orang, mobilitas barang itu akan bertambah cepat,” kata Jokowi.

Kepala Negara kemudian akan menuju Puskesmas Ge’tengan yang terletak di Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Di tempat itu Jokowi diagendakan meninjau pelaksanaan vaksinasi massal.

Selesai acara tersebut, Jokowi akan kembali ke Bandara Toraja untuk kemudian lepas landas menuju Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros. Setelah mendarat, Jokowi akan menuju Hotel Dalton, Kota Makassar untuk meninjau vaksinasi massal.

Agenda kegiatan kemudian akan dilanjutkan di Kabupaten Gowa, di sini Presiden direncanakan meresmikan kolam regulasi Nipa-Nipa. Sebelum akhirnya kembali ke Jakarta pada sore hari setelah rangkaian acara kunjungan kerja selesai. (red/pen)

Kebutuhan Ikan untuk Ramadhan 2021 Sebesar 2,5 Juta Ton, KKP Pastikan Pasokan Ikan Aman

Kebutuhan Ikan untuk Ramadhan 2021 Sebesar 2,5 Juta Ton, KKP Pastikan Pasokan Ikan Aman

SuaraPemerintah.idKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meyakini pasokan ikan dari berbagai daerah di Indonesia cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadhan dan Lebaran 2021. Berdasarkan analisis data tahun lalu dan prognosa 2021, perkiraan kebutuhan ikan selama April – Mei 2021 sebesar 2.522.500 ton.

“Adapun prognosa ketersediaan ikan sebesar 2.696.000 ton. Dengan demikian, prognosa pasokan ikan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2021,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Kerja Gabungan bersama Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2021).

Permintaan ikan diprediksi meningkat di minggu pertama Ramadhan dan stabil kembali di minggu kedua hingga jelang lebaran. Tujuh hari setelah lebaran, permintaan ikan diprediksi naik lagi untuk kebutuhan hotel, restoran, ketering dan oleh-oleh.

Sedangkan untuk harga ikan, sebelum lebaran diprediksi stabil dan pada minggu pertama Ramadhan mengalami kenaikan 5 sampai 15 persen mengingat permintaan yang meningkat. Setelahnya harga ikan akan kembali normal hingga menjelang lebaran.

“Merujuk saat puasa dan lebaran tahun 2020, komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu cakalang, kembung dan tongkol dengan kenaikan rata-rata 10%. Sedangkan untuk komoditas bandeng dan tuna cukup stabil dan sempat mengalami penurunan tapi tidak signifikan. Di tahun 2021 ini, pada saat puasa dan lebaran tahun ini diprediksi tidak akan jauh berbeda dari tahun 2020,” ungkapnya.

Menteri Trenggono memaparkan, KKP sudah menyusun sejumlah strategi untuk menjaga pasokan tetap aman dan mengantisipasi tingginya harga ikan selama Ramadhan dan Lebaran 2021.

Meliputi peningkatan produksi perikanan budidaya, memberikan fasilitas coldstorage dan kendaraan pendingin, pengembangan koridor logistik ikan, melakukan implementasi sistem resi gudang komoditas ikan, menggelar bazar atau pasar ikan murah secara online juga offline bekerjasama dengan instansi terkait.

Kemudian KKP melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan supplier besar, asosiasi, BUMN perikanan, retail modern, rumah makan, dan dinas KP untuk mengamankan pasokan dan harga ikan. Selanjutnya melakukan monitoring pasokan dan harga ikan melalui portal Satu Data KKP dan memantau langsung di lapangan secara selektif.

“Disamping itu, KKP juga akan mengadakan Bazar Virtual Ramadhan “UMKM Produk Perikanan” dengan target peserta sebanyak 500 UMKM. Kegiatan ini dapat diakses melalui media sosial Gemarikan,” urai Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono turut memaparkan trend pasar domestik dan global untuk produk perikanan sepanjang pandemi Covid-19. Fokus konsumen global kini beralih pada produk siap saji (convenience products). Kemudian supplier yang tadinya melayani food service seperti hotel, restoran dan katering, mengubah strategi turut menyasar pasar ritel atau penjualan langsung kepada konsumen.

Selain itu, terjadi peningkatan delivery/online shopping dan take-way. Promosi produk lokal di beberapa negara juga meningkat, seperti di Indonesia melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) #PasarLautIndonesia. Disamping itu, inovasi yang berkaitan dengan kemasan, transportasi, dan usia produk juga semakin berkembang.

Sementera itu, Ketua Komisi IV DPR Sudin saat membuka rapat kerja mengatakan ikan merupakan salah satu komoditas untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan gizi masyarakat. “Untuk itu kebutuhan ikan harus terpenuhi jumlahnya baik di pasar-pasar tradisional maupun modern dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.