Beranda blog Halaman 4531

Kemenhub Fasilitasi Pengecekan Covid-19 Secara Gratis Gunakan GeNose Bagi Calon Penumpang di Terminal Pulo Gebang

Kemenhub Fasilitasi Pengecekan Covid-19 Secara Gratis Gunakan GeNose Bagi Calon Penumpang di Terminal Pulo Gebang

SuaraPemerintah.idKementerian Perhubungan memfasilitasi penyaringan (screening) Covid-19 menggunakan GeNose bagi para calon penumpang di Terminal Pulo Gebang secara gratis. Pengecekan dilakukan secara acak (random) mulai hari ini, Minggu, 8 Februari 2021, dengan target 50 s.d 100 orang perharinya.

“Pada pagi hari ini kami dari Kemenhub bersama dengan Dishub Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan pengecekan kesehatan menggunakan alat deteksi Covid-19 karya anak bangsa “GeNose”, untuk para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi bus di Terminal Pulogebang,” jelas Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, Minggu (7/2).

Adita menjelaskan, merujuk pada SE Satgas Penanganan Covid-19, pengecekan kesehatan bebas dari Covid-19 bagi para calon penumpang bus sifatnya adalah berupa imbauan (tdak wajib), tidak seperti halnya pada transportasi kereta api antar kota (jarak jauh) yang menjadi syarat wajib (mandatory) bagi para calon penumpangnya.

“Ini merupakan inisiatif kami untuk menyediakan pengecekan melalui GeNose secara gratis mulai hari ini. Selanjutnya akan diterapkan juga di beberapa terminal besar di DKI,” ungkap Adita.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan, pengecekan kesehatan menggunakan GeNose ini baru mulai dilaksanakan pada hari ini di Terminal Pulo Gebang secara gratis melalui subsidi dari Kemenhub, dan nantinya akan diterapkan pula di sejumlah terminal tipe A yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Selain di terminal, pengecekan GeNose juga akan diterapkan di pelabuhan penyeberangan.

“Kami harapkan ini dapat bermanfaat untuk mendeteksi kesehatan para calon penumpang angkutan bus dan penyeberangan. Kami targetkan dalam sehari dapat mengecek antara 50 hingga 100 penumpang di Terminal Pulogebang yang perharinya ada sekitar 700 sampai 1000 penumpang,” ucap Dirjen Budi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo selaku pengelola Terminal Tipe A Pulogebang menyampaikan terima kasih kepada Kemenhub yang telah memfasilitasi pengecekan kesehatan secara gratis melalui GeNose.

“Dengan adanya pengecekan melalui GeNose secara gratis ini, para pengguna Bus AKAP tentu akan merasa terbantu dan terlindungi. Mengingat harga tiket bus cukup murah, sehingga kalau harus membayar untuk melakukan pengecekan rapid test tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ungkap Kadishub Syafrin.

Dalam kegiatan pengecekan secara acak menggunakan GeNose di Terminal Pulogebang, salah satu Penumpang Bus bernama Johan Hadian mengatakan sangat senang dan terbantu. Menurutnya, pelaksanaan testnya sangat mudah dan dengan waktu yang tidak lama dapat diketahui hasilnya bahwa dirinya dinyatakan negatif dan dapat melanjutkan perjalanan.

3X Lebih Tinggi dari Prediksi, Sumur ST-200 Pertamina EP Sangatta Capai Produksi Minyak 415 bph

3X Lebih Tinggi dari Prediksi, Sumur ST-200 PEP Sanggatta Capai Produksi Minyak 415 bph

SuaraPemerintah.id PT Pertamina EP Asset 5 Sanggata Field (PEP) mencatat produksi minyak sebesar 415 barel per hari (bph) dari sumur ST-200 pada akhir pengeboran 30 Januari 2021. Produksi tersebut tiga kali lipat lebih tinggi dari angka prediksi dari sumur yang ditajak pada 28 Desember 2020.

Hanif Setiawan, Sangatta Field Manager, mengatakan keberhasilan produksi sumur ST-200 merupakan kerja keras berbagai pihak yang saling bersinergi antara PEP Sangatta, mitra kerja, PDSI, pemerintah daerah dan warga masyarakat.

“Keberhasilan ST-200 menjadi bukti bahwa dengan sinergi antarlini termasuk dengan pemangku kepentingan dan menjalankan bisnis operasi yang tidak biasa dengan mengadaptasi situasi pandemi melalui protokol COVID-19 yang baik bukan hanya memberikan tambahan produksi migas, tetapi lebih dari itu keselamatan dan kesehatan tetap terjaga,” ujar  Hanif, Minggu (7/2).

Pengeboran sumur ST-200 yang berada Dusun Topo Indah, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur dilakukan hingga kedalaman akhir 2.203 meter Measure Depth (mMD)/2.076 meter True Vertical Depth (mTVD).

Pengeboran menggunakan rig 22.2 / OW700-M milik Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

PEP Sangatta terus melakukan upaya terbaik dalam proses pengeboran sumur dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dari awal persiapan hingga pengeboran dilakukan.

Kru yang terlibat dalam pengeboran ini telah melewati skrining protokol kesehatan COVID-19 yang diterapkan di Pertamina EP (PEP) maupun pemerintah daerah setempat.

Aspek HSSE tetap menjadi perhatian penuh selama proses pengeboran sumur ST-200 ini. Aspek HSSE dipastikan terpenuhi guna keselamatan dan keamanan semua pihak yang terlibat. PEP Sangatta akan terus menjaga dan meningkatkan produksi melalui pengeboran sumur selanjutnya.

Sebagai bentuk syukur atas capaian pengeboran sumur ST-200, PEP Sangatta membagikan sembako kepada masyarakat RT 01 dan RT 02 Dusun Topo Indah, Desa Sangatta Selatan, dan merenovasi salah satu mushola tidak jauh dari lokasi pengeboran.

Ketua Dusun Topo Indah, Sulaiman menyampaikan rasa terima kasih kepada PEP Sangatta karena selain warganya mendapatkan bantuan, sebagian warganya juga dilibatkan sebagai tenaga kerja pengeboran, baik skill maupun non-skill.

“Semoga pengeboran sumur ini dan seterusnya sukses dan membawa berkah. Pertamina Jaya!,” ujar Sulaiman.

Sebagai salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas, PEP berkomitmen memenuhi kebutuhan energi negeri melalui pengelolaan lapangan migas di berbagai wilayah, salah satunya Kalimantan.

PEP melalui unit operasi PEP Asset 5 akan melakukan 50 pengeboran sumur pengembangan dan melaksanakan kerja rencana kerja ulang sumur sepanjang 2021. Untuk Sangatta akan dilaksanakan pengeboran 18 sumur pengembangan dan lima rencana kerja ulang sumur.

Aktivitas ini dilakukan untuk mendukung cita-cita SKK Migas mewujudkan produksi minyak 1 juta bph dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030.

Berdasarkan laporan Sistem Operasi Terpadu (SOT) SKK Migas tanggal 4 Febuari 2021 year-to-date, PEP Asset 5 mampu menorehkan produksi minyak mentah dari Kalimantan sejumlah 16.172 bph. Sedangkan untuk gas produksinya berkisar di angka 15,44 juta standar kaki kubik per hari.

Produksi ini ditopang dari lima lapangan migas, yaitu Sangatta dan Sangasanga (Kalimantan Timur), Tarakan dan Bunyu (Kalimantan Utara), serta Tanjung (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah).

Untuk Sangatta Field sepanjang 2020 mencatat lifting minyak sebesar  696.065 barrel oil atau 101% dari target. Untuk produksi tercatat 682.734 barrel oil atau 110% dari target.

Tren Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2020 Diprediksi akan Berlanjut

Tren Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2020 Diprediksi akan Berlanjut

SuaraPemerintah.idBank Indonesia (BI) menyatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), meskipun mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2020 sebesar -2,19% (yoy) membaik dari pertumbuhan triwulan III 2020 sebesar-3,49% (yoy).

Tren perbaikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2020 tersebut terjadi di hampir seluruh komponen permintaan dan lapangan usaha. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi 2,07% pada tahun 2020.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik hingga akhir 2020, diperkirakan meningkat secara bertahap pada 2021. BI mengarahkan bauran kebijakan akomodatif serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk terus mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Perbaikan ekonomi domestik triwulan IV 2020 ditopang realisasi stimulus dan kontribusi positif sektor eksternal. Konsumsi pemerintah tumbuh positif pada 2020 sebesar 1,94% dipengaruhi oleh realisasi stimulus pemerintah, terutama berupa bantuan sosial, belanja barang dan jasa lainnya, serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga membaik pada triwulan IV 2020, yakni tumbuh -3,61% (yoy) dari -4,05% (yoy) pada triwulan sebelumnya, seiring dengan perbaikan mobilitas masyarakat. Secara keseluruhan tahun, konsumsi rumah tangga terkontraksi sebesar 2,63%.

Pertumbuhan investasi juga membaik pada triwulan IV 2020, dari -6,48% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi -6,15% (yoy), sehingga secara keseluruhan tahun mengalami kontraksi sebesar 4,95%.

Sementara itu, net ekspor tercatat positif ditopang perbaikan kinerja ekspor sejalan dengan perbaikan kinerja perekonomian di beberapa negara tujuan ekspor di tengah masih terbatasnya kinerja impor.

Di sisi lapangan usaha (LU), sebagian besar lapangan usaha mengalami perbaikan pada triwulan IV 2020. LU yang terkait dengan kesehatan dan aktivitas work from home dan school from home tercatat tetap tumbuh positif dan melanjutkan perbaikan, seperti LU Informasi dan Komunikasi dan LU Jasa Kesehatan.

LU Pertanian dan LU Pendidikan juga mencatatkan pertumbuhan positif. Sementara itu, LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan yang berkontribusi cukup besar pada perekonomian terus melanjutkan perbaikan, meski masih terkontraksi.

Bencana Alam Landa Jawa Tengah, Pemprov Ambil Langkah Penanganan Cepat

Bencana Alam Landa Jawa Tengah, Pemprov Ambil Langkah Penanganan Cepat

SuaraPemerintah.id – Bencana alam terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, menyusul tingginya curah hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Provinsi pun telah mengambil langkah sebagai upaya penanganan cepat terhadap bencana.

“Secara umum kita siap untuk berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, Tagana dan unsur-unsur terkait, termasuk tingkat BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), kita gerakkan semua,” kata Penjabat Sekertaris Daerah (Pj Sekda) Jateng Prasetyo Aribowo ditemui di kompleks kantor Gubernur Jateng, Senin (8/2/2021).

Ditambahkan, sampai sekarang pihaknya terus melakukan pemantauan dan langkah penanganan, seperti rencana yang sifatnya jangka pendek hingga jangka menengah.

“Jadi kita tetap monitor, baik jangka pendek maupun jangka menengah,” sambungnya.

Menurut Prasetyo, dari sejumlah pihak yang diajak koordinasi, ada yang mengusulkan agar dilakukan perbaikan polder, serta beberapa titik yang harus diperbaiki dalam waktu jangka pendek.

“(Usulan) jangka pendek, akan dimasukkan dalam konteks yang akan kita tangani,” ujarnya.

Untuk upaya jangka pendek, masih kata Prasetyo, pihaknya berkoordinasi dengan kabupaten dan kota, BPBD, Basarnas, sampai dengan BBWS yang menangani sungai. Seperti, dalam penyediaan dapur umum, evakuasi warga, dan biaya hidup.

“Kemarin sudah dirapatkan dengan teman-teman kabupaten kota. Normalisasi sungai belum bisa dilakukan sekarang. Makanya usulan tadi akan ditangani BBWS,” pungkasnya.

Sementara itu, kaitannya dengan penanganan warga di pengungsian akibat bencana alam, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mencatat, penyakit yang paling banyak mendera pengungsi adalah infeksi di saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit.

“Stok obat di sejumlah pengungsian cukup. Jadi kalau masalah obat di lokasi bencana itu selalu ada,” kata Yulianto di kompleks kantor Gubernur Jateng.

Menurutnya, untuk penanganan kesehatan di masa pandemi sekarang berbeda dengan penanganan sebelum pandemi. Sebab pihaknya harus memperhatikan protokol kesehatan.

“Karena kita harus menjaga physical distancing, dan sebagainya itu harus kita lakukan. Di masa pandemi ini penanganannya lebih rumit, kompleks, karena permasalahannya banyak,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tercatat sejumlah bencana alam terjadi di Jateng belakangan ini. Seperti banjir yang tak kunjung surut di Kabupaten Kudus, Kota Semarang, sampai di wilayah Pekalongan. Kondisi banjir berakibat pada ribuan warga mengungsi akibat rumah terendam, permukaan jalan nasional dan jalan lainnya.

Sektor Perikanan di Sumatera Barat Tunjuk Tren Positif, Nilai Ekspor Melonjak Dibanding Desember 2020

Sektor Perikanan di Sumbar Tunjuk Tren Positif, Nilai Ekspor Melonjak Dibanding Desember 2020

SuaraPemerintah.idSektor perikanan di Sumatera Barat/Sumbar menunjukkan tren positif. Bahkan, nilai ekspor komoditas perikanan di bulan Januari 2021, melonjak drastis dibanding Desember 2020.

Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang, Rudi Barmara menyebut nilai ekspor selama bulan Januari mencapai Rp3,6 miliar.

“Alhamdulillah, kenaikannya drastis dari ekspor di Desember yang hanya Rp174,7 juta,” kata Rudi, Senin(8/2/2021).

Nilai tersebut berasal dari ekspor 640 ekor ikan hidup dan 20.108,09 kilogram (kg) komoditi non hidup. Adapun dari sisi komoditas terdiri dari ikan hias laut sebanyak 640 ekor dengan senilai Rp128 juta. Ikan ini dikirim ke Tokyo, Jepang dalam sekali pengiriman.

Selanjutnya, ikan tuna beku ( frozen tuna) seberat 20.108,09 kg dikirim ke Miami, Amerika Serikat. Nilai sekali kirim komoditas ini mencapai dengan nilai mencapai Rp3,5 miliar.

“Hasil perikanan yang ditangkap di perairan Sumbar dipastikan sehat, terjamin kualitasnya, aman dikonsumsi, dan memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor” sambungnya.

Rudi menambahkan, jajaran SKIPM selalu melakukan pemeriksaan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Kota Padang guna memastikan kualitas ikan yang akan diolah untuk ekspor. Dikatakannya, kapal ikan melakukan bongkar muat di pelabuhan seminggu sekali.

Bahkan, jajaran SKIPM Padang tak hanya melakukan cek secara fisik kesegaran ikan hasil tangkapan dengan salah satu cirinya berupa daging ikan yang masih kenyal, kulit yang mengkilat dan mata ikan yang masih cembung, cerah.

Rudi memastikan, pihaknya juga mengambil sampel ikan untuk diperiksa ke laboratorium untuk pengecekan apakah ikan dari Unit Pengolahan Ikan bebas dari bakteri berbahaya, formalin, dan sesuai dengan permintaan negara tujuan.

Rudi menambahkan, “Kami berkomitmen menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan terutama yang keluar dan masuk provinsi Sumatera Barat” .

Terlebih seluruh fasilitas laboratorium yang dimiliki oleh SKIPM Padang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional.

“Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, diberikan Health Certificate (Sertifikat Kesehatan Ikan) yang menyatakan ikan hias bebas dari penyakit dan layak ekspor” tandasnya.

KLHK Tangkap Penjual Organ Tubuh Macan Dahan Satwa Dilindungi Di Kota Jambi

KLHK Tangkap Penjual Organ Tubuh Macan Dahan Satwa Dilindungi Di Kota Jambi

SuaraPemerintah.id – Tim Gabungan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Taman Nasional (TN) Berbak Sembilang dan Polda Jambi menangkap Sy dan DP, penjual bagian tubuh satwa dilindungi pada 6 Februari 2021, di Jalan Marsda Abdurahman Saleh Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Jambi Selatan, Kotamadya Jambi, Provinsi Jambi.

Tim Operasi menahan Sy dan DP di Mako SPORC Brigade Harimau di Jambi, dan mengamankan bagian-bagian tubuh satwa dilindungi berupa kulit macan dahan utuh berserta tulang belulangnya. Berdasarkan keterangan Sy dan DP, bagian tubuh satwa dilindungi itu akan dijual di Paal Merah Kota Jambi.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHK, Sustyo Iriyono di Jakarta (7/2/2021) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang sudah menginformasikan adanya perdagangan satwa dilindungi di perbatasan Sumsel dan Jambi.

“Kami akan menindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dan akan kami kembangkan untuk mengungkap pemburu dan jaringan perdagangan satwa dilindungi lainnya,” kata Sustyo.

Sy dan DP akan diproses secara hukum dengan dugaan melanggar Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.

KLHK akan terus berkomitmen menyelamatkan tumbuhan dan satwa liar sebagai kekayaan sumber daya hayati. Hilangnya sumber daya hayati bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi dan ekologis, tapi juga Indonesia menjadi perhatian dunia,” tegas Sustyo.

“Sebagai wujud keseriusan, kami membentuk Tim Intelijen dan Cyber Patrol untuk memetakan jaringan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar dilindungi. Kami juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan Polri dan Interpol untuk menegakan hukum kasus kejahatan internasional,” Sustyo Iriyono menambahkan.

Korban Banjir Desa Pesu Terima Bantuan

Korban Banjir Desa Pesu Terima Bantuan

SuaraPemerintah.id – Hujan lebat dengan intensitas tinggi pekan kemarin mengakibatkan jalan penghubung Gunung Kidul – Klaten yang melintasi Desa Pesu, Wedi mengalami rusak parah.

Selain merusak struktur jalan, hujan lebat selama hampir tiga hari itu juga menyebabkan tanggul Sungai Slegrengan yang terletak di Dukuh Mawen, Pesu, Wedi, Klaten jebol pada Kamis (4/2.2021).

Ratusan rumah warga tergenang akibat tanggul jebol tersebut. Ketinggian genangan mencapai 30 sentimeter, disertai kotoran lumpur.

Terkait kejadian tersebut, Bupati Klaten Sri Mulyani meninjau banjir di Dukuh Mawen, Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Minggu (7 /2/ 2021), untuk memastikan tidak ada korban jiwa.

Dia juga memberikan bantuan dan semangat kepada warga yang bergotong royong.

Sri Mulyani mengatakan, banjir yang terjadi di Pesu sampai Minggu, (7/2/2021) memasuki hari keempat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para relawan, baik dari Kokam Muhammadiyah, Banser NU, MTA, LDII dan relawan lain baik dari Klaten maupun relawan dari luar Kabupaten Klaten, yang telah membantu penanganan banjir di Desa Pesu. Semoga amal baik para relawan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT dan agar korban banjir tetap semangat dan diberikan kesabaran,” ungkap Sri Mulyani.

Ditambahkan, karena masih dalam pandemi Covid-19, dia meminta para relawan dan warga korban banjir, agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga menyerahkan bantuan untuk korban banjir, dan akomodasi dapur umum bagi para relawan yang membantu penanganan banjir di Desa Pesu.

Setelah penyerahan bantuan, Sri Mulyani bersama rombongan meninjau pelaksanaan PPKM dan kegiatan “dua hari Jateng di rumah saja” di Pasar Wedi Klaten dan meninjau lokasi banjir di Desa Brangkal, Wedi.

Momentum HPN 2021, Bangun Komitmen Media yang Aktual, Faktual dan Akuntabel

Momentum HPN 2021, Bangun Komitmen Media yang Aktual, Faktual dan Akuntabel

SuaraPemerintah.id – Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2021 menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen pers untuk membangun media massa yang aktual, faktual, dan akuntabel.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan hal itu diperlukan sebagai wujud peran media sebagai akselerator perubahan.

“Saya tentu berharap pada konvensi hari ini, rekan-rekan pers beserta seluruh insan media yang terkait dapat semakin memperkuat komitmen kita bersama sekaligus memperluas peran media dalam membangun media massa yang aktual, faktual dan tidak kurang juga harus akuntabel,” ujar Menteri Johnny dalam Konvensi Media Massa HPN 2021 yang berlangsung secara virtual dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (08/02/2021).

Menteri Kominfo menegaskan momentum HPN 2021 sangat penting, mengingat media adalah akselerator perubahan, sekaligus pilar demokrasi yang merupakan bagian dari wajah kebebasan pers selain persiapan pemerintah dalam menyiapkan regulasi dalam publisher rights.

“Di satu sisi kita berbicara kebebasan yang luar biasa tentu itu terkait dengan konten, tapi di sisi yang lain kita membutuhan juga regulasi-regulasi yang kuat dalam mengatasi kompetisi yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Bahkan, Menteri Johnny mengajak seluruh insan pers untuk berkomitmen membangun media massa yang lebih baik sebagaimana merujuk pada agenda-agenda yang telah disepakati pada HPN sebelumnya.

Transformasi Pers

Menteri Kominfo, industri pers saat ini didorong untuk turut bertransformasi dan beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi dan dampak dari Covid-19.

Oleh karena itu, kemajuan teknologi dan digitalisasi membuat cakupan pers serta media semakin luas, mengingat masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi itu sendiri.

“Di sisi yang lain kebutuhan dan permintaan masyarakat terhadap akses informasi yang cepat dan gratis bahkan, turut meningkat dengan adanya digitalisasi,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, hal tersebut dapat dilihat dari peralihan referensi masyarakat dalam mengkonsumsi berita. Terdapat 6 juta pembaca pada media online yang lebih banyak jika dibandingkan dengan pembaca pada media cetak yang hanya 4,5 juta.

Survei yang dilakukan oleh Katadata dan Kementerian Kominfo pada tahun 2020 memperlihatkan dominasi media sosial sebagai kanal informasi yang paling dipercaya masyarakat, “Ini yang harus kita sadari bersama, masyarakat mempercayai media sosial sebagai kanal informasi terpercaya, sekitar 20 persen dari mereka yang menyatakan demikian,” tandasnya.

Melihat fenomena tersebut, Menteri Kominfo menegaskan bahwa industri pers dan media pada umumnya dituntut untuk merubah proses pemberitaan menjadi semakin ringkas dan semakin efisien.

Sebab, kebangkitan media sosial sebagai media yang dipercaya masyarakat dapat memantik berbagai isu di masa depan, seperti permasalahan hak cipta, hak reproduksi konten atau disebut dengan publisher right.

“Hal ini tentu perlu disikapi dengan bijak, meski digitalisasi membuat pers dan media melakukan perubahan dalam berbagai proses bisnis yang ada, jangan sampai semangat untuk terus memberitakan informasi yang aktual, faktual dan akuntabel dapat atau menjadi berubah, jangan sampai,” imbuhnya

HPN 2021 mengangkat tema Pers Nasional Bangkit dari Krisis akibat Pandemi Covid-19 dan Tekanan Disrupsi Digital.

Dalam sesi diskusi, acara dihadiri Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, Executive Chairman MNC Group Harytanoesoedibjo, Pengurus Pusat Asosiasi Media Siber Indonesia Anthony Wonsono, dan Australian Competition and Consumer Commision.

Proyeksi Pemulihan Ekonomi Tumbuh 5,3% di Tahun 2021 , Ini Tiga Faktor Utama Framework Kebijakannya

Ini Tiga Faktor Utama Framework Kebijakan Pemulihan Ekonomi 2021

SuaraPemerintah.idKebijakan fiskal dan APBN digunakan secara optimal untuk mendorong momentum pemulihan berkelanjutan. Pemulihan ekonomi akan berlanjut di 2021, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 4,5%-5,3%.

Terdapat tiga faktor utama sebagai framework kebijakan pemulihan ekonomi 2021, yaitu intervensi kesehatan, anggaran yang fleksibel dan reformasi struktural.

“Nomor satu adalah intervensi kesehatan, di bawah kategori ini ada vaksin dan vaksinasi, dilanjutkan dengan pengetatan protokol kesehatan 3M dan tentu saja intervensi lainnya. Ini sangat penting, ini adalah pengubah pertama,” jelas Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam sambutannya pada Kanopi FEB UI: Indonesia Economic Outlook 2021 “Post-Pandemic Recovery: A Resurgence of Indonesia’s Economy” secara video conference, Senin (08/02).

Faktor utama yang kedua adalah anggaran yang fleksibel untuk perlindungan sosial, untuk membantu kelompok terbawah dan kelompok rentan serta untuk memastikan bahwa sektor usaha baik mikro, kecil menengah, dan korporasi besar dapat terus berjalan selama masa pandemi dan mencari kemampuan untuk menjaga kelangsungan usaha.

Sementara untuk faktor utama ketiga adalah reformasi struktural. Bertahan di tengah pandemi sangat penting, namun itu saja tidak cukup, ungkap Wamenkeu.

Menurutnya, Indonesia harus melakukan reformasi, sehingga ketika ekonomi pulih Indonesia telah memiliki platform baru untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan nasional.

Salah satunya melalui Undang-Undang Cipta Kerja.

“Jadi, ketiganya sangat penting bagi perekonomian Indonesia 2021. Kita harapkan dengan tiga item ini yang berperan dan kita terus pastikan bahwa APBN akan menjadi kunci pengendalian pandemi serta pemulihan ekonomi,” tambah Wamenkeu.

Proyeksi perekonomian akan meningkat berkisar antara 4,5% hingga 5,3% dan ini cukup sejalan dengan proyeksi lembaga internasional untuk Indonesia di tahun 2021.

Dimana tiga faktor utama diatas berperan sangat penting untuk mendorong transformasi ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional.

“Sekali lagi izinkan saya menyampaikan apresiasi saya pada Seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2021 dan semoga ini menjadi platform yang baik untuk membahas pemulihan ekonomi nasional Indonesia,” pungkas Wamenkeu.

Percepat Terobosan Atasi Kesenjangan Sistem PJJ di Masa Pandemi

SuaraPemerintah.id – Dunia pendidikan di Indonesia kian menghadapi tantangan. Pasalnya, era pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah untuk percepat melakukan terobosan dalam menerapkan kebijakan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) yang efektif.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa konsekuensi penerapan sistem PJJ kian memperlihatkan kesenjangan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Jangan bicara industri 4.0 terutama dengan mereka yang ada di pelosok, tapi bagaimana anak-anak mendapatkan akses pendidikan. Tugas saya sebagai Menko PMK adalah memastikan hal itu dengan baik. Kita tidak boleh membiarkan satu orang pun anak bangsa terabaikan,” tegasnya saat menjadi pembicara kunci Webinar Mahasiswa Universitas Terbuka Kelompok Belajar Hongkong, Minggu (7/2).

Oleh sebab itu, menurut Muhadjir, program pendidikan di Indonesia harus meliputi 4 (empat) hal yaitu akses, kuantitas, kualitas, dan kesesuaian. Empat hal tersebut harus diramu sedemikian rupa untuk bisa mencapai cita-cita di dalam Undang-Undang Dasar 1945.

PJJ merupakan sistem pendidikan modern yang menggunakan sarana belajar elektronik dan berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sejalan dengan tuntutan era globalisasi dan industri 4.0.

Menko PMK lebih jauh menyebut, kualitas tanpa kuantitas akan membuat Indonesia semakin tertinggal. Demikian juga kualitas dan kuantitas tanpa ada kesesuaian dengan dunia kerja pun percuma.

“Biar ada kuantitas tapi tidak merata, tidak memberikan akses yang sama kepada anak-anak bangsa juga akan menciptakan ketimpangan yang menganga,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK mengapresiasi sistem PJJ yang telah dijalankan sejak lama oleh Universitas Terbuka (UT). Hal tersebut diyakini mampu mengatasi kesenjangan akses bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan.

“UT memiliki andil dari empat pokok pendidikan, terutama akses. Namun tentu saja kita juga harus bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas,” tukasnya.

Muhadjir pun berpesan kepada para mahasiswa UT yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun di luar negeri agar terus gigih dalam belajar. Harapannya, kelak bisa kembali ke Tanah Air dan turut berkontribusi memajukan bangsa dan negara.