Beranda blog Halaman 4537

Nindya Karya Lakukan Gap Asesmen Audit Pertama ISO:19650 BIM

Nindya Karya Lakukan Gap Asesmen Audit Pertama ISO:19650 BIM

SuaraPemerintah.idNindya Karya melakukan gap asesmen sebagai tahap audit awal ISO:19650 Building Information Modelling (BIM). (4/2)

Kegiatan yang diselenggarakan melalui media virtual tersebut, dibuka langsung oleh 2 (dua) Direksi NINDYA yakni Direktur Pemasaran & Pengembangan Moeharmein Zein Chaniago dan Direktur Keuangan & SDM Sri Haryanto.

Direktur Pemasaran & Pengembangan Moeharmein Zein Chaniago dalam sambutannya menegaskan, NINDYA sangat bertekad dalam memperoleh ISO:19650 BIM sebagai upaya meningkatkan kompetensi perusahaan dalam menghadapi persaingan jasa konstruksi kedepan.

Hal tersebut dikarenakan, pada era disrupsi seperti saat ini, pergeseran dari confidential methode kearah digitalisasi telah diterapkan oleh pelaku jasa kontruksi lainnya.

Sementara itu Direktur Keuangan & SDM NINDYA Sri Haryanto menyebutkan, penggunaan BIM memungkinkan pelaku yang terlibat akan membuat efisiensi yang sangat signifikan dari sisi biaya dan waktu pelaksanaan proyek, karena data desain menjadi sangat detail dan akurat.

Pemerintah Tingkatkan Anggaran PEN 2021 Jadi Rp 619 Triliun

SuaraPemerintah.idMenteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2021 akan meningkat hingga total menjadi Rp619 triliun dari sebelumnya pemerintah menganggarkan sebesar Rp533,1 triliun.

“Tadi malam kami berdiskusi dengan Menko dan menteri yang lain kalau angka ini akan meningkat hingga Rp619 triliun,” kata Menkeu secara daring dalam Mandiri Investment Forum 2021 pada Rabu (03/02).

Kenaikan anggaran PEN tahun 2021 digunakan untuk menghadapi ketidakpastian akibat Covid 19. Selain itu, program pemulihan ekonomi ini juga akan memberikan insentif perpajakan untuk dunia usaha sekitar Rp42 triliun.

“Kami juga akan memasukkan insentif perpajakan untuk dunia usaha sekitar Rp42 triliun, atau bahkan mendekati Rp60 triliun kalau kita memasukkan insentif perpajakan di sektor kesehatan,” ujar Menkeu.

Dalam paparannya, Menkeu menjelaskan pemerintah akan mengalokasikan anggaran di sektor kesehatan sebesar Rp104,7 triliun yang digunakan untuk program vaksinasi, fasilitas medis dan infrastruktur, biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan dan santunan kematian, serta bantuan iuran BPJS untuk PBPU/BP.

Sementara, anggaran perlindungan sosial sebesar Rp150,96 triliun untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kartu sembako, kartu prakerja, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, bantuan sosial tunai bagi 10 juta KPM, subsidi kuota internet, dan diskon listrik.

Untuk program prioritas, pemerintah menganggarkan Rp141,36 triliun yang dialokasikan untuk mendukung sektor pariwisata, ketahanan pangan, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah dan subsidi pinjaman daerah, stimulus padat karya K/L, kawasan industri, dan program prioritas lainnya.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung UMKM dan pembiayaan korporasi sebesar Rp156,06 triliun yang digunakan untuk subsidi bunga KUR dan non-KUR, pinjaman loss limit UMKM dan korporasi, IJP UMKM dan korporasi, pembiayaan PEN, penempatan dana, dan penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN yang mendapatkan penugasan.

 

Gunakan Bahan Kimia Berbahaya, Pemkot Palembang Tindak Tegas Pedagang dan Distributor

Gunakan Bahan Kimia Bebahaya, Pemkot Palembang Tindak Tegas Pedagang Distributor

Pemerintah.idPemerintah Kota Palembang akan menindak tegas pedagang yang menjual makanan mengandung bahan kimia berbahaya.

“Jika masih ada pedagang melakukan kecurangan seperti itu, maka pedagang tidak akan disuruh lagi berjualan di pasar. Akan ditindak dan denda,” ujar Fitrianti, usai inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Alang-Alang Lebar, Selasa (2/2/2021).

Dalam bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, di pasar itu Fitrianti menemukan makanan yang mengandung bahan kimia yang dijual pedagang, dari 27 sampel makanan yang diuji.

Bahan makanan itu berupa mi kecil-kecil dan dua buah cendol serta terasi yang mengandung formalin.

“Kita tidak ingin masyarakat was-was ketika berbelanja. Ini adalah peringatan terakhir kepada seluruh pedagang dan distributor agar berhenti melakukan kecurangan demi mendapatkan keuntungan yang besar,” kata Fitrianti.

Kepala BBPOM Palembang, Yosef Dwi Irwan, melalui Koordinator Bidang Pemeriksaan, Aquirina Leonara,  menyatakan pihaknya akan terus memantau bahan makanan di seluruh pasar.

“Mudah-mudahan, dengan kegiatan ini, tindakan semua pedagang dan distributor nakal bisa kita cegah,” kata Aquirina.

Tantangan Percepatan Penurunan Stunting di Masa Pandemi

Tantangan Percepatan Penurunan Stunting di Masa Pandemi

SuaraPemerintah.id – Permasalahan stunting (gagal tumbuh) masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah Indonesia. Berdasarkan hasil survey Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting Indonesia tercatat sebesar 27,67 persen.

Angka itu masih di atas standar yang ditetapkan oleh WHO bahwa prevalensi stunting di suatu negara tak boleh melebihi 20 persen.

Masalah stunting harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas. Presiden RI Joko Widodo pun telah mencanangkan target optimis percepatan penurunan stunting pada tahun 2024 menjadi 14 persen.

Namun, upaya percepatan penurunan stunting menghadapi tantangan pandemi Covid-19 yang masih belum usai. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto mengatakan bahwa pandemi yang melanda dikhawatirkan meningkatkan angka stunting.

Dia menerangkan bahwa memang angka resmi prevalensi stunting tahun 2020 masih belum ada dan tengah diramu oleh BPS, Kemenkes, dan pihak terkait lainnya.

Akan tetapi, menurutnya, dari meningkatnya angka pengangguran dan angka kemiskinan selama pandemi, maka kemungkinan angka stunting bisa ikut meningkat.

“Asumsi kita, dari banyaknya pengangguran yang naik, angka kemiskinan yang naik, kemungkinan konsumsi pada kelompok ibu hamil, pada anak-anak, pada bayi, kemungkinan akan terjadi penurunan. Nah itu ada resiko kejadian berat badan bayi rendah. Itu juga tanda-tanda pertumbuhan secara fisik organnya juga rendah, khawatirnya jadi stunting,” tutur Agus Suprapto dalam program Halo Indonesia DAAI TV, pada Rabu (3/2).

Lebih lanjut, Deputi Agus mengatakan, untuk mencapai angka 14 persen sesuai target yang dicanangkan Presiden memerlukan upaya keras dengan fokus dan sasaran yang jelas. Oleh karena itu, Presiden telah memerintahkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai penanggung jawab percepatan penurunan stunting.

Dengan BKKBN sebagai penanggung jawab, menurut Agus, penanganan dan pencegahan stunting akan menjadi lebih fokus. BKKBN dapat memetakan data individu dan kelompok berresiko seperti remaja, ibu hamil, dan akan diberikan sosialisasi hingga pendampingan.

“Jadi untuk mencapai 14 persen ini bukan masalah kesehatan saja tapi masalah kependudukan. Termasuk nanti juga diatur bagaimana calon pengantin siap untuk melahirkan keluarga yang sehat dan tidak ada keturunannya yang stunting,” terang dia.

Deputi Agus menerangkan, upaya penanganan stunting juga bisa dilakukan oleh masyarakat umum. Menurut dia, perlu ada kegiatan surveilans atau pemantauan lingkungan untuk melihat keadaan masyarakat sekitar.

Ini bisa dilakukan oleh pengurus RT/RW atau desa dan kelurahan, petugas kesehatan seperti bidan dan perawat, atau dengan kesadaran kita sebagai masyarakat.

“Kalau kita mampu melihat bahwa ada dicurigai ada anak-anak yang kurang makan kurang gizi sering sakit-sakitan, maka kita sebaiknya segera membantu mereka. Baik membantu secara tangible (berwujud) maupun intangible (tak berwujud),” ujarnya.

“Yang tangible kalau kita punya rezeki lebih dikasih, kalau bisa digeser buat mereka yang menerima bantuan BLT tapi sudah merasa mampu maka dikasihkan ke yang kurang mampu. Yang intangible kita bisa menyalurkan mereka ke tempat pelayanan. Atau kita kasih ilmunya, kita kasih penjelasan persuasi bahwa ibu ini memiliki calon generasi muda,” imbuh dia.

Menurut Agus, penanganan stunting seperti itu pasti bisa dilakukan dengan baik, dikarenakan bangsa Indonesia memiliki jiwa gotong royong yang tinggi. Masalah-masalah disekitar terkait gizi pada ibu hamil pasti bisa diatasi bersama.

“Dan saya yakin bangsa Indonesia punya kemampuan untuk itu. Kan ada jiwa gotong royong dan sebagainya. Dan kita juga punya potensi makanan lokal yang bisa membantu masalah kurang gizi yang berakibat stunting pada keturunan kita,” pungkas Deputi Agus.

Melalui Filantra, Nusantara Regas Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Sulawesi Barat

Melalui Filantra, Nusantara Regas Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa Sulawesi Barat

SuaraPemerintah.id – Nusantara Regas melalui Filantra salurkan bantuan bencana Gempa Sulawesi Barat. Bantuan tersebut diserahkan pada Selasa, 2 Februari 2021 di Gedung Sekjen Kementerian ESDM, Jakarta Pusat pukul 15.00.

Adapun bantuan yang akan disalurkan terdiri dari 110Pcs Tikar, 155Pcs Selimut, dan 31 Box Masker Medis yang kemudian diserahkan melalui Kementerian ESDM, yang diterima langsung oleh Asep Agus selaku Staff Biro Umum Sekjen KESDM.

Asep Agus menyampaikan bahwa bantuan akan diberikan langsung kepada korban yang terdampak bencana gempa Sulawesi Barat, sesuai jadwal dari BNPB.

“Terima kasih kepada Nusantara Regas atas bantuan yang diberikan, semoga dapat bermanfaat bagi korban gempa Sulawesi Barat” ujar Asep Agus.

Kemenko Perekonomian dan Pertamina Sosialisasikan Akses KUR untuk Pola Kemitraan Pertashop

Pertamina Sosialisasikan Akses KUR untuk Pola Kemitraan Pertashop

SuaraPemerintah.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Republik Indonesia menyelenggarakan sosialisasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk kemitraan Pertashop, Rabu (3/2).

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan penyaluran KUR tahun 2021 sekaligus mempercepat proses pembangunan Pertashop sebagai wujud pemerataan energi dan salah satu upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian, Gede Edy Prasetya, Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan, dan Petrokimia Kemenko Perekonomian, Andi Novianto, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid, serta jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dari bank BRI, BNI, dan Mandiri.

Gede Edy Prasetya menjelaskan, KUR adalah kredit pembiayaan baik untuk modal kerja dan atau untuk investasi yang bisa menjadi salah satu upaya membantu masyarakat dalam kondisi yang sulit saat ini. Capaian KUR ditahun 2020 sangat baik, mencapai 197 Triliun Rupiah atau 103% dari target, dan tahun 2021 kami targetkan penyaluran KUR mencapai 253 Triliun.

Dalam paparannya, Gede Edy menyambut baik kesempatan inovasi kerja sama akses KUR untuk Program Pertashop karena akan sangat bermanfaat bagi calon mitra dan masyarakat.

Menurutnya, potensi bisnis portofolio Pertashop sebagai lembaga penyalur energi resmi Pertamina ke masyarakat potensinya sangat bagus dan masih bisa dikembangkan inovasi layanannya.

“Dalam sosialisasi ini, diharapkan kita bisa menemukan cara dan pola terbaik mendorong penyaluran KUR untuk implementasi Program Pertashop, sehingga tujuan besar penyaluran KUR dan Pertashop bisa dicapai bersama. Ini akan menjadi wujud sinergi dan kolaborasi BUMN, Kemenko Perekonomian, serta Kemendagri dengan tujuan memberikan beragam manfaat bagi masyarakat yang kita layani,” jelas Gede Edy Prasetya.

Sementara itu, Mas’ud Khamid mengatakan Pertashop adalah salah satu jawaban untuk penyaluran energi hingga ke desa dan titik yang belum dilayani Pertamina, sebagai bentuk mendukung ketahanan energi tidak berhenti hingga SPBU, dan sebagai anchor peningkatan ekonomi didaerah tersebut.

Saat ini, sudah beroperasi sebanyak 1.112 unit Pertashop yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dan untuk 2021, ditargetkan sebanyak 10 ribu Pertashop baru sudah dapat beroperasi.

“Pertashop adalah salah satu implementasi Program One Village One Outlet (OVOO) yang bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas energi bagi masyarakat dengan kualitas dan harga yang sama. Pertashop akan melayani dan mendekatkan kebutuhan energi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Mas’ud Khamid.

Seluruh informasi dan pendaftaran kemitraan Pertashop dapat diketahui melalui ptm.id/MitraPertashop. Syarat utamanya terdiri dari dua (2) kriteria, Kriteria Administrasi Persyaratan dan Kriteria Lokasi.

Untuk pola kerjasamanya ada tiga (3) tipe yang ditawarkan, Gold (210m² kapasitas tangki 3 Kilo Liter), Platinum (300m² kapasitas tanki 10 KL), dan Diamond (500m² kapasitas tanki 10 KL), perbedaan besaran lahan akan berpengaruh terhadap layanan bisnis nonfuel retail (NFR) yang dapat beroperasi, misalkan agen pulsa, toko sembako, mini market, kafe/restoran, bengkel, dan bisnis turunan lainnya.

Mengenai standar, calon mitra dan masyarakat juga tidak perlu khawatir. Seluruh tipe Pertashop dipastikan memenuhi standar kualitas produk, standar keselamatan, dan standar operasional yang sama seperti di SPBU.

“Kualitas produk dan harganya sama dengan di SPBU, tangki, dispenser, dan alat lain sudah kami tes kekuatannya, alat pemadam juga tersedia untuk keadaan darurat. Terakhir secara operasional, operator akan kami latih untuk dapat bekerja sesuai standar yang berlaku,” jelas Mas’ud Khamid.

Dikesempatan yang sama, Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan, dan Petrokimia Kemenko Perekonomian, Andi Novianto turut menyampaikan pandangannya terhadap akses fasilitas KUR untuk kemitraan Pertashop.

Sebagai salah satu program yang memastikan availability, accessibility, affordability, dan acceptability, Pertashop ini bisa mendukung skema pemulihan sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini ada 7.094 Kecamatan dan 74.957 Desa yang tersebar di seluruh Indonesia, kehadiran Pertashop karenanya bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Pertashop dan KUR secara langsung akan meningkatkan pertumbuhan dan membantu pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan pemberdayaan UMKM dan masyarakat, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” tutup Andi.

Setelah sosialisasi, dilakukan juga pengecekan ke Pertashop di wilayah Tanah Sereal, Bogor. Saat ini rata-rata penyaluran Pertashop Tanah Sereal sekitar 900 Liter per hari, selain itu Pertashop Tanah Seral juga dilengkapi dengan fasilitas NFR seperti Bright minimarket.

Masyarakat ataupun lembaga berbadan hukum berminat menjadi mitra Pertashop dapat mengunjungi website ptm.id/MitraPertashop, dan jika membutuhkan informasi lebih lanjut terkait Pertashop, dapat menghubungi Call Center 135.

Pertamina Salurkan Modal Kerja Rp 21,5 Miliar untuk Petani Tebu di Jawa Timur

SuaraPemerintah.id – PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan terus memperkuat sinergi yang dijalin antar BUMN. Kali ini kerja sama dijalin dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI yang telah menunjukkan kemajuan cukup pesat.

Hingga akhir Desember 2020, Pertamina telah menyalurkan modal bergulir sebesar Rp 21,5 miliar kepada 263 kelompok petani tebu di bawah naungan PTPN XI.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto mengatakan, sinergi tersebut dilakukan guna memperkuat pasokan tebu untuk mendukung penyediaan gula nasional. Sebagai salah satu komitmen upaya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan produksi gula di tahun 2021 akan meningkat menjadi 2,24 juta ton dengan asumsi kenaikan 5% dari produksi tahun 2020. “Pertamina akan ikut ambil bagian untuk mendukung tercapainya kesuksesan tersebut dengan membantu para petani tebunya,” jelas Agus.

Sinergi dengan PTPN XI ini tidak terlepas dari potensi luar biasa Jawa Timur sebagai penghasil tebu terbesar di Indonesia. Ratusan petani tebu penerima modal kerja tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur. Diantaranya Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Jember, Ngawi, Pasuruan, dan Madiun.

“Luas lahan kebun tebu yang diolah mitra binaan ini yakni lebih dari 1.501 Ha,” tuturnya.

Agus menambahkan, cukup banyak manfaat yang dirasakan petani tebu jawa timur dengan adanya penyaluran dana sinergi BUMN ini. Seperti, kebutuhan dana untuk biaya garap, pupuk, perawatan, dan biaya tebang muat dan angkut terpenuhi dengan bunga rendah dan tepat waktu.

Selain itu Pertamina juga ikut membantu budidaya tebu dan melestarikan petani tebu dengan memberikan bantuan pinjaman lunak.

“Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mengimplementasikan ESG di bidang sosial dengan meringankan beban para petani tebu,” imbuhnya. Selain dari sisi petani, pinjaman modal ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tebu baik dari sisi bahan baku maupun produk jadi nantinya.

Penyaluran dana Program Kemitraan kepada mitra Petani Tebu Rakyat masa tanam 2019/2020 ini telah tuntas seluruhnya.

Seluruh tahapan tanam tebu meliputi pekerjaan kepras, pupuk I, pupuk II, bumbun I, bumbun II, Gulud, klentek I, klentek II, tebang, muat dan angkut (TMA) sudah dikerjakan 100 persen. “Seluruhnya telah disalurkan dan membawa dampak positif bagi para petani tebu,” katanya.

Menurut Agus, Pertamina sebagai salah satu BUMN strategis di Indonesia akan terus menjalankan sinergi dengan berbagai pihak. Terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan para mitra binaan dan orang-orang di sekitarnya, baik keluarga maupun para pekerjanya.

“Hal ini sebagai wujud implementasi SDGs point 8 di mana kita dapat membantu penyediaan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Agus.

Jadi Binaan Pertamina, UMKM Ini Naik Kelas Secara Progresif dan Omzetnya Berkali Lipat

Jadi Binaan Pertamina, UMKM Ini Naik Kelas Secara Progresif dan Omzetnya Berkali Lipat

SuaraPemerintah.id – Perhelatan Pertamina UMKM Academy 2020: Fast Track menyisahkan banyak kisah sukses bagi para lulusannya.

Selain menjadi UMKM naik kelas, banyak dampak positif yang dirasakan para UMKM tersebut. Mulai dari peningkatan omzet, kapasitas usaha, hingga perluasan jangkauan pemasaran.

Salah satu UMKM yang beruntung mengikuti salah satu program unggulan Program Kemitraan Pertamina tersebut adalah Taufiq El Rahman.

Pemilik UMKM Mebel Anugrah Jepara Exclusive banyak melakukan transformasi usaha usai mengikuti program binaan pertamina. Terutama dalam hal pemasaran secara digital.

“Saat ini saya memiliki media digital blog, Google Business, 2 akun media sosial, dan 4 akun marketplace,” tuturnya

Dengan banyaknya media digital yang dibuat, Taufiq berharap jangkauan pemasaran produknya makin meluas.

Saat ini, produk mebel yang diproduksi di Dusun Tulungrejo, Kec. Pare, Kab. Kediri ini telah menjangkau beberapa kota di Jawa Timur seperti Madiun, Malang, Sidoarjo hingga luar Jawa, Makassar, Samarinda dan Balikpapan.

Pada awal memulai usaha tahun 2007 silam, Taufiq hanya membuat produk berdasarkan pesanan saja. Padahal, produknya banyak disukai orang.

Dengan menjadi binaan Pertamina, ia pun akhirnya mampu memenuhi banyaknya permintaan tersebut. Hingga berimbas pada meningkatnya omzet yang didapatkan. “Omzet naik secara drastis dari Rp 15 juta per bulan menjadi Rp 50 – 60 juta per bulan,” imbuhnya.

Perputaran modal yang sangat cepat ini memberikan keuntungan lebih besar bagi usahanya. Tentunya hal ini diimbangi pemberdayaan ekonomi warga sekitar dengan banyaknya karyawan lokal yang direkrut.

Selain di Kediri, Taufiq juga memiliki workshop di Desa Bawu Kec. Batealit Jepara dengan memperkerjakan 24 karyawan. Hal ini menjadi salah satu upaya dalam pengimplementasian ESG dibidang sosial.

Selain memberikan modal usaha dan pendampingan, Pertamina juga mensupport Taufiq untuk mengikuti beberapa pameran berskala Nasional di Surabaya dan Jakarta. Diantaranya event Jatim Fair, Inacraft, Crafina, JICC dan Indo Building Tech. Melalui pameran-pameran tersebut, pangsa pasarnya pun makin meluas dan lebih dikenal secara nasional.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina akan mendukung pengembangan produk-produk lokal seperti yang dilakukan Taufiq. UMKM tersebut akan terus dikembangkan dengan skema pembinaan Go Digital, Go Modern, Go Online, hingga Go Global .

“Kami optimistis para binaan akan mampu diajak berkembang dan naik kelas. Serta menerapkan SDGs point 8 dengan membantu orang di sekitarnya dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.

Mandiri Investment Forum Promosikan Destinasi Investasi Domestik

Mandiri Investment Forum Promosikan Destinasi Investasi Domestik

SuaraPemerintah.id – Pemerintah Indonesia sangat membutuhkan investasi swasta, baik dalam ataupun luar negeri, untuk membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan. Hal ini menjadi mendesak mengingat pemerintah juga harus memfokuskan sumber daya yang ada untuk penanganan pandemi covid-19, terutama pengadaan vaksin dan proses vaksinasi itu sendiri.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, pihaknya menyadari sepenuhnya kondisi ini serta berkomitmen kuat untuk mendukung pemerintah dan dunia usaha di Indonesia agar dapat menjadi destinasi investasi para pemilik modal dan korporasi pengelola aset.

Melalui Mandiri Investment Forum, Bank Mandiri Group berharap calon investor akan mendapatkan update informasi mengenai peluang investasi di Indonesia serta reformasi kebijakan yang telah diperkenalkan pemerintah untuk menggaet para investor.

Melalui Forum ini, Bank Mandiri Group berkomitmen memberi kontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional dri tekanan perlambatan ekonomi abkibat pandemi covid-19, kata Darmawan saat membuka sesi Macro Day perhelatan Mandiri Investment Forum (MIF) 2021 secara virtual, di Jakarta, Rabu (3/2).

Forum bertajuk Reform after The Storm ini merupakan hasil kolaborasi Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas yang disokong oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dimana tahun ini merupakan edisi ke-10 penyelenggaraan MIF.

Berbicara kepada 14 ribu investor, termasuk sekitar 700 investor asing atau perusahaan asing, perwakilan kedutaan besar, dan nasabah Kantor Luar Negeri Bank Mandiri yang mengelola aset hingga lebih dari USD4 triliun, Darmawan mengatakan MIF merupakan kesempatan yang tepat untuk mempromosikan Indonesia karena investor dapat berkomunikasi langsung dengan para pengambil keputusan, baik di pemerintahan maupun di korporasi kategori layak investasi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan BI secara terus menerus bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Bank Indonesia melihat upaya yang dilakukan oleh Pemerintah sudah sangat bagus mulai dari upaya percepatan pelaksanaan vaksinasi dan mitigasi pandemic Covid-19 hingga berbagai stimulus fiskal yang dibuat oleh Pemerintah.

“Kebijakan BI sendiri diarahkan untuk percepatan pemulihan ekonomi, mulai dari penerapan suku bunga rendah, stabilitas nilai tukar rupiah, percepatan pasar yang lebih efektif, pengembangan UMKM serta ekonomi syariah,” tutur Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Kebijakan BI sendiri diarahkan untuk percepatan pemulihan ekonomi, mulai dari penerapan suku bunga rendah, stabilitas nilai tukar rupiah, percepatan pasar yang lebih efektif, pengembangan UMKM serta ekonomi syariah, tutur Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Bank Indonesia juga optimistis tahun 2021 ekonomi Indonesia akan tumbuh signifikan yang didukung oleh perbaikan ekonomi global, peningkatan ekspor, pelaksanaan vaksinasi dan pemberian berbagai stimulus ekonomi. Perbankan juga memiliki likuiditas yang cukup besar untuk mendukung pembiayaan di sektor-sektor strategis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, selain Pemerintah fokus terhadap pelaksanaan vaksinasi juga menyiapkan strategi penguatan surveilans.

Sejumlah hal yang dilakukan untuk penguatan tersebut antara lain adalah melakukan tes terhadap seluruh suspek dan kontak erat menggunakan PCR serta penggunaan rapid antigen sesuai rekomenasi WHO.

Selain itu, meningkatkan akses tes PCR di 514 kota/kabupaten, meningkatkan jumlah tracer hingga 80.500 orang dan memanfaatkan teknologi digital untuk tracing.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo optimistis bahwa BUMN melalui pembentukan sovereign wealth fund (SWF) mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional. Negara memiliki berbagai asset seperti jalan tol, bandara, asset infrastruktur digital, dan financial services yang value nya dapat ditingkatkan. Kita akan memiliki platform agar investor dapat masuk dan berinvestasi pada asset-aset yang kita miliki, kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo.

“Melalui perbaikan peraturan perundang-undangan dan tim yang kuat serta berstandar global, akan memberikan jaminan kepada investor untuk berinvestasi dalam jangka yang panjang di Indonesia. Hal ini lah yang akan membuat peluang investasi di Indonesia semakin besar dan menarik. Ada minat yang sangat besar dan kuat dari investor internasional untuk berinvestasi di berbagai asset yang kita miliki. Pada akhirnya jika investasi ini masuk akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional kita,” ujar Kartika Wirjoatmojo.

Dukungan Bank Mandiri

Di samping melalui perhelatan Mandiri Investment Forum, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, komitmen Bank Mandiri dalam membangun iklim investasi yang kondusif di Indonesia telah direalisasikan antara lain melalui keberadaan kantor luar negeri (KLN) Bank Mandiri. Saat ini kantor luar negeri Bank Mandiri berada di Shanghai (Tiongkok), Hongkong, Singapura, Kuala Lumpur (Malaysia), London (UK), Cayman Island dan Dili (Timor Leste).

Tak hanya memfasilitasi kepentingan korporasi Indonesia di luar negeri, kehadiran KLN Bank Mandiri ini juga berperan untuk menjembatani kebutuhan korporasi global yang telah ataupun akan berbisnis di Indonesia, misalnya melalui jasa advisory atau fasilitator perdagangan, kata Darmawan.

Salah satunya adalah melalui pengembangan Mandiri Global Trade, sebuah platform digital multiservice berbasis website, yang akan memberikan solusi atas berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam transaksi perdagangan internasional di mana saja dan kapan saja secara nir-dokumen sehingga meningkatkan efisiensi

Melalui platform ini, ribuan perusahaan nasabah Bank Mandiri telah mengakses berbagai transaksi untuk mendukung perdagangan internasional seperti penerbitan Letter of Credit (LC), Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), Standby Letter of Credit (SBLC), shipping guarantee dan Bank Garansi (BG), serta berbagai fasilitas pembiayaan perdagangan, baik sebelum pengapalan (Purchase Order Financing, Inventory Financing) sampai dengan sesudah pengapalan, baik secara with recourse maupun without recourse (Export Bills Financing, Forfaiting, Invoice Financing, Supplier Financing) bagi eksportir maupun penjual domestik, dan tersedia bagi transaksi tidak hanya LC melainkan juga transaksi documentary collection maupun open account.

Berbagai layanan perdagangan internasional tersebut telah membawa Bank Mandiri menjadi salah satu lembaga keuangan pilihan eksportir dan importir dalam aktivitas mereka. Di tengah pertumbuhan negatif ekspor/impor Indonesia, Bank Mandiri mencatatkan pencapaian transaksi ekspor impor sebesar US$ 113,6 miliar sepanjang tahun 2020, dengan transaksi financing yang mencapai US$ 4,2 miliar.

Di sisi lain, kami juga mendukung nasabah korporasi yang ingin melakukan investasi untuk pengembangan usaha melalui pembiayaan dengan skema khusus. Hasilnya, pada akhir tahun lalu, kredit investasi yang telah kami salurkan mencapai Rp310,8 triliun, tumbuh 5,4% secara yoy atau 40,7% dari total portofolio kredit Bank Mandiri secara bank only yang sebesar Rp763,6 triliun, katanya.

Menarik Investasi Finansial

Bank Mandiri melalui Mandiri Sekuritas juga telah menunjukkan peran yang signifikan dalam menarik investasi ke Tanah Air, melalui promosi berbagai peluang investasi, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro menjelaskan, Melalui Mandiri Investment Forum, kami mendukung Bank Mandiri dalam menghadirkan kesempatan berinvestasi bagi para investor dalam dan luar negeri melalui rangkaian acara Thematic Day dan Corporate Day.

Thematic Day terdiri dari Tech dan Banking Day dimana dalam Tech Day kami menghadirkan perusahaan-perusahaan unicorn dan tech start-up Indonesia dari sektor-sektor yang tumbuh pesat seperti pendidikan dan kesehatan.

Sementara Banking Day kami menyediakan virtual site visit bagi para nasabah yang ingin meninjau rencana bisnis, struktur pembiayaan, serta visi mereka ke depan setelah pandemi.

Melalui Corporate Day, kami menghadirkan 58 perusahaan dengan 510 peserta, dimana 49% diantaranya adalah investor asing dari beberapa negara di Asia Tenggara, Hong Kong, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain, kata Dannif.

Saat ini, Mandiri Sekuritas memiliki hubungan yang baik dengan ratusan korporasi global yang terdaftar di berbagai bursa utama global serta para pengelola aset regional dan global yang berbasis di pusat-pusat finansial dunia.

“Rangkaian kegiatan MIF 2021 memberikan akses eksklusif kepada para investor untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai peluang investasi di Indonesia, mulai dari sisi makro, peluang investasi digital pada strartup unicorn lokal, perbankan, serta berbagai sektor industri lainnya,” pungkas Dannif.

MIF 2021 digelar selama 1 minggu mulai 1 hingga 5 Februari 2021, dengan rangkaian acara secara umum: Thematic Day, Macro Day, dan Corporate Day

Wagub Sumut Kenalkan Wisata Alam Aek Nauli kepada Anggota DPR RI

Wagub Sumut Kenalkan Wisata Alam Aek Nauli kepada Anggota DPR RI

SuaraPemerintah.id Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengajak sejumlah pimpinan dan anggota DPR RI menikmati wisata alam Aek Nauli, Simalungun, Selasa (2/2).

Para anggota DPR RI tampak gembira dan antusias menikmati keindahan alam di Aek Nauli.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Ketua Komisi I DPR RI Mutya Hafid, anggota DPR Sari Yuliati dan Nurul Qomaril Arifin yang ikut dalam kunjungan tersebut juga terlihat asik berinteraksi dan memberi makan gajah, serta memanen madu di peternakan lebah yang ada di Aek Nauli.

Wagub Musa Rajekshah mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Sumut, perekonomian daerah ini terganggu. Jumlah wisatawan yang berkunjung menurun drastis.

Untuk itu, diharapkan ke depan banyak kegiatan yang dilakukan instansi pemerintah maupun stakholder terkait melakukan pertemuan dan rapat di kawasan pariwisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kita berharap peningkatan ekonomi di semua daerah terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Sumut. Untuk itu kita dorong instansi pemerintah dan swasta memperbanyak kegiatan di kawasan Danau Toba, salah satunya wisata alam di Aek Nauli, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Wagub.

Apalagi, fasilitas wisata alam ini cukup lengkap. Mulai dari penginapan hingga alamnya yang begitu asri.

“Di sini ada wisata gajah, ada air terjun, ada tracking pendakian, bahkan ada peternakan lebah. Ini masih belum banyak diketahui orang padahal potensinya luar biasa,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga bakal memberikan pembekalan kepada para pelaku wisata mulai dari pelatihan hingga promosi, sehingga perputaran ekonomi di sekitar tempat wisata kembali normal.

“Apalagi wisata alam ini di bawah Kementrian Kehutanan, kita yakin wisata ini menjadi wisata yang wajib dikunjungi sebelum ke Danau Toba,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengajak wisatawan baik lokal maupun internasional untuk menikmati wisata alam Aek Nauli dan Danau Toba yang sangat indah dan asri.

“Kita mengajak seluruh wisatawan untuk menikmati wisata di Sumatera Utara salah satunya di Danau Toba dan di Aek Nauli. Saya yakin pariwisata Indonesia bisa maju dan berkembang. Maju Indonesia Pariwisata Berkelas,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, para anggota DPR RI tampak bergembira dan antusias menikmati wisata alam Danau Toba dan Aek Nauli. Mereka juga memberi makan gajah dan ikut memanen madu di peternakan lebah.