Beranda blog Halaman 4556

Peduli Korban Banjir & Gempa, Bank Kalteng Berikan Bantuan pada 6 Titik Wilayah Kalsel

Peduli Korban Banjir & Gempa, Bank Kalteng Berikan Bantuan pada 6 Titik Wilayah Kalsel

SuaraPemerintah.idBank Kalteng menyerahkan Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalteng untuk korban bencana banjir di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bank Kalsel sebesar Rp150.000.000.

Bank Kalteng juga menyerahkan sumbangan dari pegawai Bank Kalteng dengan total bantuan Rp51.101.000 yang disalurkan melalui Rekening Donasi Bencana Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel.

Bantuan CSR diserahkan secara simbolis oleh Direktur Umum & Keuangan Bank Kalteng A. Selanorwanda kepada Direktur Operasional Bank Kalsel Ahmad Fatrya Putera bertempat di Ruang Rapat Lantai 3, Bank Kalsel Kantor Pusat di Banjarmasin pada hari Jumat, 22/1/2021.

Bank Kalsel mendirikan posko di Kantor Pusat maupun di beberapa Kantor Cabang Bank Kalsel di wilayah Kalimantan Selatan untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi para korban banjir.

Bantuan akan disalurkan berupa paket sembako dan obat-obatan yang penyalurannya difokuskan pada 6 (enam) titik wilayah di Kalsel yang saat ini masih mengalami kenaikan air yang sangat tinggi diantaranya daerah Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala (Marabahan), Kabupaten Banjar (Martapura), Kabupaten Tanah Laut (Pelaihari), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Barabai).

Dalam sambutannya, Direktur Umum & Keuangan Bank Kalteng berharap melalui bantuan yang diberikan, warga masyarakat dapat terbantu dan meringankan beban para korban yang terdampak bencana banjir.

Bank Kalteng juga menyalurkan bantuan CSR sebesar Rp50.000.000 melalui Bank Sulselbar untuk korban bencana gempa bumi di Mamuju-Majene Sulawesi Barat yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di beberapa daerah.

Penyaluran bantuan CSR ini sebagai wujud kepedulian Bank Kalteng untuk meringankan beban para korban bencana.

Presiden Jokowi : Indonesia Berhasil Mengatasi 2 Krisis

Presiden Jokowi : Indonesia Berhasil Mengatasi 2 Krisis

SuaraPemerintah.id – Nada optimis diucapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Indonesia adalah salah satu negara yang bisa mengendalikan dua krisis sekaligus yakni kesehatan dan ekonomi.

Presiden Jokowi lebih lanjut mengatakan saat ini terdapat 215 negara yang mengalami krisis kesehatan dan juga ekonomi dan Indonesia menjadi salah satunya.

“Kita bersyukur, Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik,” kata Jokowi saat memberikan sambutan di Sidang MPL PGI 2021 dalam siaran telekonference, Senin (25/1/2021).

Walaupun begitu, Presiden mengatakan permasalahan krisis belum juga selesai. Sebab pandemi masih berlangsung dan Indonesia pada awal tahun juga alami beberapa musibah. Mulai dari longsong, hingga gempa.

“Pandemi masih berlangsung dan kita masih selalu waspada dan siaga. Beberapa hari yang lalu, Kalimantan Selatan diterpa banjir yang melanda beberapa kabupaten dan kota, tanah longsor di Sumedang, kecelakaan Sriwijaya Air, dan juga gempa di Sulawesi Barat di Mamuju dan Majene,” ungkap Jokowi.

Dia mengatakan seluruh pihak telah mempersipkan berbagai hal untuk menangani bencana tersebut. Yaitu dengan bekerja keras untuk mengurangi bencana resiko serta waspada.

“Semua bencana ini harus kita hadapi dengan tegar dan penuh kesiagaan,” kata Jokowi.

Dia pun memberikan apresiasi pada PGI karena sudah membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak panemi. Serta bisa bekerja sama dengan elemen bangsa.

“Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar PGI di semua tingkatan yang telah membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak pandemi dan bencana, dan juga bergerak bersama-sama dengan elemen bangsa yang lainnya,” ungkap Jokowi.

Sebanyak 162.617 di antaranya merupakan kasus aktif atau masih terpapar Covid-19. Selain itu, ada 27.835 orang yang telah meninggal dunia karena penyakit ini

Di saat yang sama, perekonomian Indonesia juga belum membaik usai resesi. Menkeu Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomipada kuartal IV 2020 minus 2,9 persen-0,9 persen

Cegah Cluster Pengungsi, Pertamina Bagikan Masker di SPBU dan Posko Pengungsian

Cegah Cluster Pengungsi, Pertamina Bagikan Masker di SPBU dan Posko Pengungsian

SuaraPemerintah.id – Bencana alam yang melanda beberapa daerah di Indonesia secara beruntun dalam sepekan belakangan ini, menuntut penanganan pasca bencana dilakukan secara ekstra. Bagaimana tidak, selain dihadapkan pada bencana alam, masyarakat juga masih dalam kondisi waspada Covid-19.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Mamuju pada Selasa (19/1), memberikan arahan agar tidak terjadi cluster Covid-19 baru di tempat pengungsian. Meskipun dalam keadaan panik dan serba terbatas, masyarakat tidak boleh lupa menjaga protokol kesehatan.

Hal itu tentunya tidak luput menjadi perhatian utama Pertamina. Melalui program Pertamina Peduli, selain Pertamina memberikan bantuan logistik kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk membantu pemulihan pasca bencana, Pertamina pun turut membagikan masker kepada seluruh konsumen SPBU di Mamuju dan Majene serta mengerahkan tim medis dari Pertamedika. Hal ini sekaligus dilakukan Pertamina untuk mensosialisasikan protokol Covid-19 dan memberikan pemeriksaan gratis.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa di Mamuju dan Majene masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker. “Kami berupaya bergerak secara masif dengan membagikan masker untuk pengungsi dan konsumen di SPBU di Mamuju dan Majene.”

Seluruh relawan dan operator Pertamina di SPBU juga dilakukan rapid test secara berkala 7 hari sekali dan dilakukan pengecekan kesehatan setiap pagi sebelum bekerja melalui assesment fit to work. Diharapkan hal ini dapat membantu pencegahan cluster baru Covid-19 dalam suasana kebencanaan seperti ini.

PLN Kembali Normalkan Seluruh Gardu Terdampak Pasca Banjir di Kota Manado

PLN Normalkan Seluruh Gardu Terdampak Pasca Banjir di Kota Manado

SuaraPemerintah.id – PLN telah menormalkan kembali seluruh system kelistrikan di wilayah yang sebelumnya padam akibat banjir di kota Manado sejak Jumat (22/01). Penormalan dilakukan setelah PLN memastikan kondisi infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut siap untuk dinyalakan dengan memperhatikan serta memprioritaskan keamanan dan keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, akibat hujan lebat yang melanda menyebabkan beberapa titik di kota Manado terendam banjir sehingga PLN terpaksa menghentikan sementara 805 gardu listrik demi keamanan masyarakat agar tidak terjadi bahaya yang disebabkan oleh sistem kelistrikan.

“Minggu (24/01) pagi pukul 10.00 sistem kelistrikan sudah normal, seluruh gardu terdampak sudah kami nyalakan. Namun kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan hati-hati jika hujan kembali turun,” ujar Leo Basuki, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
Dalam upaya pemulihan tersebut, PLN mengerahkan tim gabungan yang berasal dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manado Utara, ULP Manado Selatan, ULP Amurang dan ULP Paniki. Tidak kurang dari 50 personil bekerja kerjas untuk mengupayakan pemulihan listrik dengan cepat.
“Pasca banjir, tim langsung bergerak cepat untuk mengecek kondisi aset kelistrikan, termasuk di kantor PLN yang ikut terendam banjir. Tim juga secara bertahap melakukan pemulihan di daerah terdampak sesuai dengan SOP,” tambah Leo.
PLN akan terus bersiaga untuk mengantisipasi apabila kejadian serupa terjadi kembali, sehingga pemantauan di beberapa titik terus dilakukan.
Pelanggan dapat menghubungi PLN jika terjadi masalah pada sistem kelistrikan melalui aplikasi smartphone PLN Mobile, yang dapat diunduh di Google Playstore untuk Android atau App Store untuk iOS demi kemudahan layanan kapan saja dan dimana saja, Contact Center PLN 123 dengan cara menekan (kode area) 123, Facebook PLN 123, Twitter @pln_123, atau email PLN di pln123@pln.co.id.

Lawan Covid-19, Daihatsu Donasikan Mobil Klinik ke Kabupaten Karawang

SuaraPemerintah.id – Situasi pandemi virus Corona Covid-19 yang masih belum selesai di Indonesia membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus konsisten untuk mengurangi laju penyebaran penyakit yang berasal dari Cina ini.

Hal tersebut, dibuktikan dengan memberikan donasi satu unit mobil klinik dan informasi kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Serah terima unit Gran Max yang sudah dimodifikasi ini secara langsung dilakukan di Kantor Bupati Karawang, Rabu 20 Januari 2021.

Penyerahan dilakukan oleh Feryanto Setyadi, Executive Officer Karawang Assembly Plant kepada Cellica Nurachdiana, Bupati Karawang.

Mobil Klinik dan Informasi ini memiliki beragam fasilitas seperti kursi dokter dan pasien, wastafel, APAR, dan Tabung Oksigen. Sedangkan untuk media informasinya dilengkapi dengan fasilitas LED TV, sound system, microphone, DVD player, genset, dan tenda awning.

Mobil Klinik dan Informasi yang menggunakan Daihatsu Gran Max memiliki keunggulan bentuk yang slim dan compact sangat cocok digunakan di daerah-daerah terpencil yang sulit diakses

“Kami berharap sumbangan mobil klinik dan informasi berjalan ini dapat memaksimalkan pelayanan tenaga kesehatan baik selama pandemi maupun setelah kondisi normal kembali,” ujar Yoga D. Suryawan, Head of General Affairs Division PT ADM, Senin (25/1/2021).

Mobil Klinik dan Informasi ini dapat digunakan oleh tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dasar kepada pasien.

Selain itu, dapat juga difungsikan untuk memberikan edukasi dan informasi terkait upaya-upaya kesehatan yang harus dilakukan selama masa pandemi Corona Covid-19 ini, dan juga dapat digunakan sebagai mobil untuk menyebarkan vaksin nantinya.

Kontribusi nyata yang sudah dilakukan Daihatsu di Kabupaten Karawang selama masa pandemi antara lain membagikan paket sembako kepada warga, wastafel portable, masker, alat pelindung diri (APD) dan media edukasi berupa poster-poster kesehatan.

Jaga Kualitas Kredit, BRI Jaga Pencadangan Secara Baik & Terukur Selama Pandemi

Jaga Kualitas Kredit, BRI Jaga Pencadangan Secara Baik & Terukur Selama Pandemi

SuaraPemerintah.idPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus menunjukkan komitmennya untuk terus membangkitkan dan menyelamatkan UMKM. Kondisi sulit yang dihadapi UMKM dimasa pandemi Covid-19 ini mendorong BRI untuk melakukan restrukturisasi serta menyalurkan berbagai stimulus, agar kondisi usaha mereka dapat terjaga dan pelaku UMKM dapat segera bangkit.

Hingga 27 Desember 2020, restrukturisasi kredit yang diberikan BRI kepada debitur terdampak Covid-19 mencapai Rp 218,6 triliun, dengan total debitur penerima relaksasi mencapai 2,8 juta. Dari jumlah tersebut, ada 2,72 juta debitur mikro dengan total portofolio Rp 82,85 triliun yang mendapat restrukturisasi dari BRI per November 2020. Pada periode yang sama, ada labih dari 148 ribu debitur mikro dengan nilai kredit Rp3,16 triliun yang berhasil keluar dari kategori berisiko karena mampu membayar kewajibannya.

Pada Triwulan IV 2020, tren restrukturisasi BRI tercatat menurun. Penurunan restrukturisasi terjadi selama tiga bulan berturut-turut. Hal ini menunjukkan telah terjadi recovery bisnis debitur khususnya setelah masa pemberian stimulus yang mereka dapatkan. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kemampuan membayar para debitur UMKM, dan diprediksi akan berlanjut sepanjang 2021.

Tren kenaikan jumlah debitur UMKM penerima restrukturisasi yang berhasil melunasi kewajibannya dan mendapat pembiayaan baru dari BRI telah meningkat signifikan sejak Juli 2020. “Ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi usaha pelaku UMKM, sejalan dengan proses pemulihan ekonomi nasional. BRI berkomitmen melanjutkan pengelolaan restrukturisasi secara baik, bersamaan dengan upaya mendorong agar kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah semakin pulih. Kami konsisten ingin tumbuh dan berkembang bersama UMKM, bahkan di masa krisis sekalipun,” urai Sunarso.

BRI terus memastikan pengelolaan risiko kredit perusahaan berjalan secara terukur agar kinerja perusahaan serta kemampuan debitur membayar kredit terus terjaga. Tata kelola risiko kredit yang terukur dilakukan meski selama pandemi mayoritas debitur BRI dari segmen UMKM mengalami kesulitan.

UMKM adalah segmen yang paling terdampak pandemi Covid-19. BRI fokus melakukan restrukturisasi di segmen ini yang notabenenya adalah tulang punggung perekonomian IndonesiaBRI juga terus mengedepankan aspek kehati-hatian dalam menjalankan operasinya, agar tetap dapat menyalurkan kredit untuk UMKM.

Salah satunya dengan menyediakan pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi pemburukan kualitas kredit yang ditunjukkan dengan rasio rasio Non Performing Loan (NPL) Coverage mencapai lebih dari 200%.

“Rasio kredit bermasalah BRI atau  Loan at Risk (LAR) hingga kuartal III/2020 mencapai 29,77 persen. Angka ini muncul karena BRI banyak melakukan program PEN, salah satunya restrukturisasi terhadap debitur UMKM, ujar Sunarso.

Meski angkanya naik dibanding periode setahun sebelumnya, tetapi pengelolaan LAR BRI tetap dikelola dengan bagus. Hal ini terjadi lantaran sejak beberapa tahun lalu BRI telah secara konsisten menaikkan rasio pencadangan dan kecukupan modal.

Hingga kuartal III/2020, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI tercatat sebesar 20,38 persen. Tingginya rasio kecukupan modal ini menunjukkan terjaganya kemampuan perusahaan untuk menghadapi berbagai potensi risiko di masa depan.

“Pilihan bagi kami agar mencari selamat daripada menumpuk laba yang tinggi sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Karena itu, pendapatan BRI setiap tahun kerap banyak dialokasikan untuk pencadangan, yang manfaatnya terasa ketika masa pandemi ini. Kami sangat berhati-hati mengelola risiko dengan memupuk pencadangan yang tinggi,” ujar Sunarso.

Strategi BRI untuk menjaga keberlajutan bisnis BRI tersebut direspon positif oleh pemegang saham yang dicerminkan dengan kinerja saham BRI menyentuh level tertinggi pada harga Rp4.890/saham atau naik 5,8 persen pada perdagangan 20/10, sehingga kapitalisasi pasarnya menembus Rp 600 triliun, atau lebih tepatnya Rp 603,06 triliun.

“Ini merupakan bukti kepercayaan investor terhadap strategi perseroan dalam menghadapi pandemi yang saat ini masih terjadi. Saham BBRI yang menyentuh rekor tertinggi merupakan sinyal positif bahwa investor memberikan respon positif terhadap penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik oleh BRI. Sustainability itu dihargai lebih tinggi dari pada sekadar membukukan laba yang tinggi,” pungkas Sunarso.

Mulai Transformasi Wakaf, Wapres Tunjuk BSM Jadi Lembaga Penerima Wakaf Uang

SuaraPemerintah.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin telah menetapkan dan menunjuk Bank Syariah Mandiri menjadi Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU).
Selain itu, Wapres yang sekaligus Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menunjuk Mandiri Manajemen Investasi menjadi pengelola dana wakaf.

Penunjukan ini menandai transformasi pelaksanaan wakaf uang modern yang dilakukan dengan menawarkan produk keuangan syariah yaitu Wakaf Uang Berkah Umat.

Ma’ruf menyebut pembenahan tata kelola ini diinisiasi oleh KNEKS dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

“Pembenahan tata kelola pemangku kepentingan wakaf benda bergerak yang dalam kesempatan ini dimulai dengan pembenahan tata kelola wakaf uang sebagai salah satu bentuk wakaf produktif,” jelasnya pada peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah, Senin (25/1).

Ia menambahkan dengan penunjukan pengelola uang wakaf yang profesional dan modern menunjukkan pokok wakaf dapat dijaga agar tidak berkurang atau hilang sehingga dapat memupuk kepercayaan masyarakat luas untuk berwakaf.

Pembenahan itu ia harapkan bisa mendorong pengerahan sumber daya ekonomi, memacu investasi dan kegiatan produktif di masyarakat.

Ia juga berharap pengelolaan yang lebih profesional  dapat menggaet pewakaf (wakif) kelas menengah yang memiliki dana besar seperti korporasi, individu pemilik aset besar, sosialita, hingga para milenial.

Dana yang dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk pembangunan yang berbasis ekonomi syariah yang bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan berdampak pada menurunnya kemiskinan dan ketimpangan.

“Dengan semakin banyak masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan wakaf, diharapkan dapat dikembangkan berbagai program dan kegiatan untuk memberdayakan masyarakat termasuk umat,” pungkasnya.

32.00 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Kaltim, Balikpapan Dapat Jatah 12.200 Dosis Vaksin Covid-19

Balikpapan Mendapat Jatah 12.200 Dosis Vaksin Covid-19

SuaraPemerintah.id – Sebanyak 32.600 dosis vaksin Sinovac untuk Kalimantan Timur tiba di Kargo Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Sabtu (23/1/2021).

Pembagian vaksin ini sesuai dengan surat Kemenkes Nomor :SR.0206/1/20010/2021 tentang distribusi vaksin dan rencana vaksinasi COVID-19 tahap satu termin dua kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, surat ini diteruskan kepada pihaknya. Sehingga, vaksin untuk Kota Balikpapan bertambah menjadi 12.200 dosis, sehingga bisa digunakan untuk 6.068 tenaga kesehatan (nakes) dan 10 tokoh pertama yang mendapatkan vaksin.

Sebelumnya disampaikan, untuk mengetahui apakah nakes termasuk penerima vaksin, nakes akan menerima sms. Namun ternyata untuk mempercepat pemberian vaksin, maka mereka bisa langsung melihat aplikasi yang tersedia.

“Apabila nama tenaga kesehatan tersebut tercantum dan dalam kondisi sehat maka dapat dilakukan vaksinasi,” terang Dio, sapaan Andi Sri Juliarty (23/1/21).

Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Kaltim, Setyo B. Basuki, mengatakan, vaksin ini akan dibagikan kepada 8 kabupaten kota di Kaltim yakni Balikpapan, Bontang, Sangatta, Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara dan Paser.

“Vaksin ini sesuai prosedur langsung dikirim dulu ke Gudang Farmasi Dinkes Provinsi Kaltim, untuk kemudian secepatnya akan dikirim kembali ke 8 kabupaten dan kota yang dimaksud, dimana rencananya akan dikirim pekan depan,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, setelah vaksin disimpan di provinsi, nantinya akan didistribusikan kembali ke Kota Balikpapan. Vaksinasi untuk kota dengan julukan Kota Beriman ini masih menunggu petunjuk Kementerian Kesehatan.

“Nantinya vaksin ini akan kita terima, baru dilakukan vaksinasi. Untuk tanggal pelaksanaan masih menunggu petunjuk,” kata Rizal.

Kemungkinan vaksinasi di Balikpapan akan dilakukan pada bulan Februari. Ini sesuai dengan yang disampaikan beberapa waktu lalu, karena vaksin tahap satu termin pertama yang datang Desember lalu diprioritaskan untuk ibu kota provinsi dan Kota yang berbatasan dengan ibu kota provinsi.

Putus Penyebaran Covid-19, Walikota Batam Ajak Masyarakat Berolahraga Jaga Imunitas

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Walikota Batam Ajak Masyarakat Berolahraga Jaga Imunitas

SuaraPemerintah.idWali Kota Batam Muhammad Rudi mengajak RTRW menjadi pioner penggerak masyarakat untuk andil memutus penyebaran Covid-19. Rudi meyakini kesadaran kolektif dapat mempermudah penanganan pandemi ini.

“Terkait Covid ini, saya titip mari kita sama-sama memutus penyebarannya,” kata Rudi saat menghadiri pelantikan pengurus RW XII dan RT III Perumahan Oma, Baloi Permai Batam Kota, Minggu (24/1/2021).

Sembari vaksinasi yang telah dimulai beberapa waktu lalu, Rudi kembali mengingatkan agar protokol kesehatan (prokes) dapat tetap dilakukan. Salah satu dari prokes yakni menjaga imunitas dengan rajin berolahraga.

“Pak RT RW terpilih ajak masyarakat gerak (olahraga), manfaatkan waktu libur Sabtu Minggu,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya sehat bahkan jadi saran bersilaturahmi antar warga. Ia mengaku dirinya melakukan hal yang sama di sela-sela tugas sebagai walikota dan Kepala BP Batam. “Kalau sering olahraga imun kita naik. Ini adalah salah satu upaya kita terhindar dari penyakit ini,” ujar dia.

Tidak hanya itu, istirahat yang cukup dan pola makan juga perlu diperhatikan. Dengan manajemen waktu yang baik upaya-upaya ini ia yakini dapat dilakukan.

“Makan sehat itu tak perlu mahal. Jangan kira karena saya walikota makannya mahal-mahal seperti daging. Saya bapak ibu suka makan tahu tempe sayur,” terang Rudi.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 memukul aktivitas perekonomian. Hal ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Sisi lain, pendapatan daerah juga terseret alhasil pembangunan terganggu.

Rudi selalu mengingatkan semua elemen masyarakat dalam setiap kegiatan yang ia hadiri, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan sehingga ekonomi kembali menggeliat.

“Covid ini membuat ruang gerak kita terbatas dan ekonomi terganggu. Untuk itu mari kita atasi,” ajak Rudi, beberapa waktu lalu.

Dukung Industri Elektronika, Kemenperin Apresiasi Polri Usung Program Polisi 4.0

Dukung Industri Elektronika, Kemenperin Apresiasi Polri Usung Program Polisi 4.0

SuaraPemerintah.idKementerian Perindustrian mendukung upaya kementerian dan lembaga yang menerapkan teknologi industri 4.0 dalam menopang aktivitasnya agar lebih produktif dan efisien. Misalnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang akan mengimplementasikan program Polisi 4.0. Program Polisi 4.0 ini diusung oleh Komjen Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri terpilih yang telah disetujui oleh DPR.

“Kami merespons positif rencana program Polisi 4.0, karena sejalan dengan program prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0 yang juga akan mendukung sektor industri elektronik dan telematika,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier di Jalarta, Minggu (24/1).

Menurut Taufiek, transformasi digital di Kepolisian bakal memberikan dampak positif terhadap inovasi dan pertumbuhan sektor industri di dalam negeri terutama industri penghasil hardware dan software untuk artificial intelligence (AI).

“Pemanfaatan teknologi AI untuk Kepolisian seperti Automatic License  Plate  Recognition (ALPR)  dapat mengurangi beban Kepolisian dalam memonitor pelanggaran di jalan. Selain itu, pemanfaatan surveillance equipment seperti drone dapat menumbuhkan industri dalam negeri sekaligus membantu Kepolisian dalam tugas mengurangi criminal rate dan memberi pelayanan terhadap masyarakat lebih optimal,” paparnya.

Lebih lanjut, kesiapan Polri ini perlu didukung dengan pelatihan-pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis kompetensi sehingga aplikasi teknologi Kepolisian dapat berlangsung terus dan penyedia di sektor industri terus berinovasi sesuai kebutuhan pelayanan di Kepolisian. “Program ini memberi peluang bagi anak bangsa untuk membuat aplikasi software dan hardware yang sesuai dengan kebutuhan Kepolisian,” tutur Taufiek.

Dirjen ILMATE menyampaikan, industri elektronik dalam negeri siap mendukung Kepolisian mewujudkan Polisi 4.0. Sebab, di era industri 4.0 banyak sekali perkembangan inovasi teknologi industri yang bisa dimanfaatkan Kepolisian. Contohnya Thermal Imaging untuk membantu penglihatan dalam kondisi gelap, aplikasi Biometrik dalam mengungkap fingerprint dan DNA, serta pemanfaatan GPS untuk shots-potter jika terjadi penembakan.

“Selain itu pemanfaatan facial recognition untuk dapat mempercepat identifikasi dan analitik dalam mengungkap sebuah persoalan di lapangan,” imbuhnya. Taufiek pun melihat bahwa kesiapan big data dan cloud yang aman, juga bisa menjadi prioritas sesuai konsep AI yang akan diterapkan Kepolisian.

Peran industri kamera dan robot, menurut Taufiek, juga strategis dimanfaatkan oleh Kepolisian. Dengan melengkapi kamera di lapangan yang terhubung di kantor pusat, akan memberikan efisiensi kerja Kepolisian dan memberi pelayanan masyarakat yang lebih baik.

“Namun demikian, teknologi ini harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan sehingga alokasi anggaran dapat efisien. Pemanfaatan smart ponsel dan smart patroli yang dilengkapi peralatan di atas juga akan memberikan dampak positif bagi industri selain masyarakat,” tegas Taufiek.

Terkait beberapa pihak yang melihat Polisi 4.0 akan mengurangi jumlah personel Polisi, Bawazier justru melihat program tersebut akan menambah jumlah polisi yang profesional dalam pemanfaatan teknologi juga meningkatkan skill Polisi yang ada saat ini. “Selain itu, penambahan tenaga kerja baru selain wirausaha baru di sektor keamanan dan sektor lain,” tandasnya.