Beranda blog Halaman 4715

Wabup Bogor Ikuti Dzikir, Shalawat, dan Tausiyah Pada Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2020

Suarapemerintah.id – Penetapan peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober adalah bukti pengakuan dan penghormatan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan pada acara Dzikir, shalawat, dan Tausiyah Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Bogor tahun 2020, bertempat di Gedung Tegar Beriman, Kamis (22/10).
Lebih lanjut, Iwan Setiawan juga menyampaikan Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 mengangkat tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” artinya dalam kondisi pandemi para santri dituntut untuk meningkatkan kualitas perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari perjuangan untuk memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19.
“Jadikan pola hidup bersih dan sehat sebagai suatu kebiasaan dan kebutuhan yang harus dilakukan di lingkungan pondok pesantren, untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus memberikan teladan yang baik bagi masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.
Selain itu, Iwan Setiawan berharap dengan kegiatan dzikir, shalawat, dan tausiyah ini dapat membangkitkan kesadaran untuk lebih bersyukur dan memperbaiki diri serta membangun masa depan dunia akhirat yang lebih baik.
“Para santri harus bisa membuktikan diri sebagai garda depan dalam mengatasi berbagai persoalan sosial ekonomi, dan tak hanya berkutat di bidang keagamaan saja melainkan harus aktif berperan dalam berbagai kegiatan pembangunan daerah. Semoga harapan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju, nyaman, dan berkeadaban dapat terwujud,” harapnya.

Bupati Bogor Apresiasi 3 Perusahaan Yang Menyerahkan Program TJSL

Suarapemerintah.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melakukan penandatangan dengan PT. Gunung Suwarna Abadi (Summarecon Agung) Tbk, berupa bantuan bus sekolah dan mobil pelayanan kesehatan.
Kemudian PT. Sudamanik berupa program ruang kelas dan pembangunan sarana pra sarana sekolah. Sedangkan PT Samudera Bangun Raya berupa pembangunan badan jalan. Penandatangan tersebut bertempat di Ruang Rapat Bupati Bogor, Komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, pada kamis (22/10).
Dalam sambutannya Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat tentunya dibutuhkan dana yang tidak sedikit, sementara kemampuan daerah dalam anggaran pendapatan belanja daerah sangat terbatas.
“Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan, termasuk dari unsur dunia usaha dan dunia industri yang beroperasi di Kabupaten Bogor,” katanya.
Ia menekankan TJSL perusahaan, merupakan komitmen perusahaan untuk menyelenggarakan kesejahteraan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Dengan diberikannya kesempatan kepada perusahaan untuk berpartisipasi membantu masyarakat, akan tercipta keserasian, harmoni dan kerjasama antara Pemerintah Daerah, kalangan dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat dengan tujuan akhir meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat,” katanya.
Ade Yasin juga mengapresiasi PT.Gunung Suwarna Abadi (Summarecon Agung) Tbk, yang telah memberikan bantuan bus sekolah dan bus pelayanan kesehatan. Selanjutnya PT. Sudamanik, yang telah merehabilitasi dua sekolah di Kecamatan Cigudeg. Serta PT. Samudera Bangun Raya yang telah berpartisipasi dalam memberikan fondasi awal untuk bagian dari jalan lingkar LIPI.
“Semua bantuan ini tentunya bukanlah akhir dari partisipasi TJSL perusahaan, saya harap untuk tahun mendatang aksi ketiga perusahaan ini dapat diikuti oleh perusahaan lainnya dengan memberikan lebih banyak lagi bantuan untuk dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Bogor,” harapnya.

Komisi IV DPR RI Apresiasi Inovasi Co-firing dan FABA di PLTU Ropa

Suarapemerintah.id – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Julie Sutrisno Laiskodat mengapresiasi PLN yang telah melakukan inovasi dengan melakukan Co-Firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa 2×7 Megawatt (MW).

“Ternyata PLN tidak hanya urus listrik. Keberadaan PLTU selain masyarakat butuh listrik, disini PLN dan Pemerintah melihat banyak potensi di daratan flores, khususnya sekitar PLTU Ropa,” tutur Julie.

Dalam program Co-Firing di PLTU Ropa, PLN mengganti bahan bakar berupa batu bara dengan 10 persen biomass yang diperoleh dari TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat).

Program Co-Firing merupakan bagian dari semangat pilar “green” dalam transformasi PLN. Co-Firing merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan energi terbarukan pada rasio tertentu yang tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai spesifikasi teknis.

“Kami terus mendorong penggunaan EBT, demi menyediakan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucap General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko.

PLN juga berharap program ini dapat memberdayakan masyarakat, khususnya untuk memproduksi bahan bakar biomasa.

“Harapan kami, biomass ini dapat diproduksi di sekitar PLTU Ropa, menggunakan bahan baku dari TOSS yang potensinya sangat besar, serta dapat memberdayakan masyarakat berperan dalam mengelola sampah di sumber menjadi energi seperti bahan bakar kompor yang dapat digunakan/kebutuhan rumah tangga lainnya,” tutup Jatmiko.

Selain melakukan co-firing PLTU, dengan menggerakan warga sekitar PLTU, PLN juga melakukan inovasi dengan mengembangkan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi batako, paving blok dan produk bahan konstruksi ringan lainnya.

Alexander Mari Pasopande salah satu Tokoh Masyarakat di lingkungan sekitar PLTU Ropa mengungkapkan bahwa keberadaan PLTU memberikan manfaat kepada masyarakat disekitar PLTU, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah daerah dengan PLN untuk mendorong sirkuler ekonomi masyarakat dimana Bumdes yang merupakan UMKM menjadi tulang punggung pelaksana sinergi tersebut,” ucap Alexander.

Target Pemprov Bengkulu 2021 Seluruh Warga Bengkulu Miliki JKN

Suarapemerintah.id – Menciptakan pemerataan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  bagi seluruh warga di wilayah ini, Pemda Provinsi Bengkulu bersama berbagai element yang tergabung dalam Forum Komunikasi II Tahun 2020 Pemangku Kepentingan Utama Provinsi Bengkulu terus berupaya maksimalkan melakukan berbagai upaya guna mencapai target tersebut.

Demi meringankan beban iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) khususnya untuk peserta Kelas III, pada tahun 2021 mendatang Pemprov Bengkulu menganggarkan Rp 17,6 miliar untuk 733.761 jiwa Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBIJK) yang tersebar di kabupaten/kota. PBIJK ini terdiri dari penduduk yang terdaftar dalam data terpadu fakir miskin dan orang tidak mampu oleh Kementerian Sosial.
Penerima bantuan ini mendapat keringanan pembayaran iuran BPJS Kesehatan karena separuh biaya dibayarkan oleh pemerintah daerah.

Dana tersebut bersumber dari 37,5 persen penerimaan pajak daerah dari pajak rokok sesuai amanat Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2018 tentang JKN dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 128/PMK.07/2018 tentang Tata Cara Pemotongan Pajak Rokok untuk Kontribusi JKN.

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Supran mengatakan, anggaran tersebut sudah dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2021.

“Penduduk Bengkulu ini lebih dari dua juta orang, belum semuanya tercover sebagai peserta BPJS Kesehatan, oleh karena itu kita dorong segera terpenuhi, terutama untuk masyarakat ekonomi lemah. Mudah-mudahan dengan dukungan anggaran pada 2021 mendatang ini bisa direalisasikan dan semua warga Bengkulu memiliki JKN,” ujar Supran saat ditemui usai memimpin rapat di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu siang (21/10).

Untuk diketahui, sebaran jumlah 733.761 jiwa penerima PBIJK ini di Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 43.743 jiwa, Kaur 62.775 jiwa, Mukomuko 56.527 jiwa, Seluma 93.118 jiwa, Kota Bengkulu 91.505 jiwa, Bengkulu Selatan 69.240 jiwa, Bengkulu Utara 122.112 jiwa, Kepahiang 48.757 jiwa, Lebong 37.299 jiwa dan Rejang Lebong 108.685 jiwa.

Selain mendapat keringanan pembayaran iuran BPJS melalui program PBIJK, ada pula peserta yang menerima keringanan iuran dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang anggarannya bersumber dari pemerintah pusat yang ditargetkan sebanyak 23 ribu jiwa dengan anggaran Rp 10,4 miliar.

Sebarannya di Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 1.310 jiwa, Kaur 1.497 jiwa, Mukomuko 2.095 jiwa, Seluma 2.441 jiwa, Kota Bengkulu 4.246 jiwa, Bengkulu Selatan 1.941 jiwa, Bengkulu Utara 3.285 jiwa, Kepahiang 1.743 jiwa, Lebong 1.231 jiwa dan Rejang Lebong 3.211 jiwa.

Guna mencapai target pemenuhan kuota kepesertaan BPJS Kesehatan di Bengkulu ini Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu dr. Siti Farida Hanoum, AAK berharap agar Pemda bersifat tegas kepada perusahaan atau pun pemberi kerja agar mengikutsertakan pekerjanya pada program BPJS.

“Untuk mendukung program ini, kami sangat berharap kepada Pemerintah Daerah agar tegas memberikan teguran kepada perusahaan atau pemberi kerja untuk mengikutsertakan para pekerjanya di BPJS. Kalau mereka membangkang, pemerintah wajib memberikan sanksi, misalnya mencabut izin usaha perusahaan bersangkutan,” demikian Siti.

Rakor Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu

Suarapemerintah.idPelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah mengajak Satuan Tugas Penanganan Covid-19 untuk semakin mengoptimalkan penegakan protokol kesehatan dan penanganan sebagai upaya menekan angka kasus covid-19 yang terus meningkat setiap hari.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19 Provinsi Bengkulu yang digelar di Balai Raya Semarak, Rabu (21/10).

“Kita ingin penanganan ini jangan kendor. Jadi kita lakukan koordinasi lalu membuat daftar inventaris masalah. Kemudian harus ada aksi, maka tim ini harus punya kerja nyata untuk penanganan covid di Provinsi Bengkulu,” tuturnya.

Dalam rakor ini lanjut Dedy, semua menyampaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat maupun di tim itu sendiri. Permasalahan ini akan diurai dan dicari solusinya sebagai langkah untuk perbaikan ke depan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, peran aktif serta dukungan dari satgas kabupaten kota yang mempunyai wilayah kerja hingga ke tingkat RW dan RT sangat diharapkan. Gerak akselerasi juga perlu dipercepat karena kondisi perkembangan kasus covid semakin meningkat. Sinergi antar bidang serta dukungan lintas sektor dalam upaya pencegahan maupun penanganan termasuk pemberian sangsi juga harus semakin diperkuat.

Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap covid-19 sangat berpengaruh pada penegakan disiplin protokol kesehatan. Selain itu disampaikan Herwan, SDM dan sarana prasarana fasilitas pendukung seperti karantina tingkat Kabupaten/kota, Fasilitas Rumah Sakit Rujukan covid-19 dan laboraturium pendukung saat ini masih kurang sehingga menjadi evaluasi dalam Rakor ini.

Disampaikannya lebih lanjut, per tanggal 20 Oktober dari sepuluh Kabupaten/Kota hanya menyisakan 2 kabupaten yang masuk zona hijau yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lebong. Sementara tiga Kabupaten masuk zona Resiko Rendah (zona kuning) yaitu Kabupaten Mukomuko, Kaur dan Bengkulu Tengah. Sementara sisanya yaitu Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kepahiang, Seluma dan Kota Bengkulu berada pada zona resiko sedang (zona oranye).

Menkominfo: Butuh Widyaiswara Andal untuk Transformasi Digital Publik

Suarapemerintah.idMenteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate melantik Rosarita Niken Widiastuti dan Basuki Yusuf Iskandar menjadi Pejabat Fungsional Widyaiswara Utama. Menurut Menteri Kominfo saat ini lembaga yang dipimpinnya membutuhkan widyaiswara andal untuk mewujudkan transformasi digital di sektor publik.

Menurut Menteri Johnny, saat ini Kementerian Kominfo membutuhkan widyaiswara yang andal guna peningkatan kualitas layanan electronic government untuk memastikan transformasi digital di sektor publik berjalan dengan lancar.

“Dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh baik Bu Niken maupun Pak Basuki, saya yakin tugas ini akan diemban dengan baik. Kita sama-sama merancang itu, apalagi Pak Basuki setiap hari urusannya digital talent, apalagi Ibu Niken setiap hari memperhatikan regulasi-regulasinya bahkan memastikan ketersediaan anggarannya, bukan hal yang baru tapi sekarang perannya yang dibutuhkan,” ungkapnya dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Widyaiswara Utama di Ruang Anantakupa Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Mengutip  hasil survei Electronic Development Development Indeks (EGDI) yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menteri Kominfo memberikan gambaran mengenai kesiapan transformasi digital ASN Indonesia. “Indeks ini mengukur kesiapan di tiga aspek melalui pelayanan pemerintahan daring, kualitas infrastruktur telekomunikasi serta kecakapan digital masyarakat,” ungkapnya.

Pada tahun 2020 ini, angka indeks EGDI adalah setara dengan 0,6612 dari skala 1 dan membuat Indonesia berada pada peringkat 88, naik 19 tingkat yang sekarang berada di angka 0,6824 dari skala I. Survei itu menunjukan lebih baik dari rata-rata dunia dan rata-rata ASEAN.  “Kapasitas ini tentunya perlu ditingkatkan lebih lagi bahkan hingga mencapai nilai indeks yang sempurna,” harap Menteri Johnny.

Menteri Kominfo menyatakan momentum kali ini merupakan hal yang luar biasa, dimana negara seharusnya sudah memberikan kesempatan untuk mengisi dan menikmati waktu purnatugas kepada mantan Sekretaris Jenderal dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo itu.

“Tetapi negara tetap memanggil Pak Basuki dan Ibu Niken untuk melanjutkan karyanya. Karena memang ada kekuatan, kewenangan, kelebihan yang secara khusus sebagai guru bagi ASN yang lain,” ujarnya.

Kembangkan Keterampilan ASN

Menurut Menteri Johnny, widyaiswara merupakan jabatan fungsional yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk mengembangkan kapasitas ASN di lembaga-lembaga pelatihan pemerintah. Tugas dan profesi tersebut juga menuntut komitmen yang tinggi, ketangkasan serta kemampuan adaptasi yang mumpuni untuk bergerak seiring dengan perubahan situasi. 

“Apalagi di saat pandemi Covid-19 tuntutan yang paling besar saat Covid-19 adalah kemampuan adaptasi dan kemampuan secara tepat merubah peran situasi. Ini cocok betul, adaptasi dengan situasi yang baru dan mengambil peran yang baru sebagai widyaiswara,” ungkapnya.

Indonesia, lanjut Menteri Kominfo, membutuhkan peran widyaiswara yang cakap untuk mempersiapkan akselerasi bagi terbentuknya SDM telekomunikasi dan SDM digital. Hal itu juga dibutuhkan dalam rangka mendorong akselerasi transformasi digital. 

“Sebagai upaya bersama kita untuk membajak momentum krisis pandemi covid-19 dan mewujudkan Indonesia Maju. Untuk menjamin kebijakan transformatif ini berjalan sesuai target yang telah kita bersama tetapkan, diperlukan peningkatan ASN yang terampil dalam digital dan mampu mengiringi realisasi kebijakan sektor ini,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya keterampilan teknis namun juga perubahan cara berpikir yang taktis dan dinamis serta pengembangan karakter yang adaptif dan kreatif.

“Upaya pengembangan ASN terampil digital juga sejalan dengan salah satu arahan Presiden terkait transformasi digital yakni  menyiapkan talenta digital dilakukan untuk melengkapi upaya percepatan digital lainnya, perluasan infrastruktur, akses internet, pengembangan dan adopsi teknologi digitial, penyiapan regulasi transformasi digital serta penguatan kolaborasi internasional,” tuturnya.

Menteri Kominfo menegaskan era digital merupakan suatu era baru dan tidak terbatas dengan kedaulatan teritorial semata. Menurutnya,  era digital juga menjadi ekstrateritorial. Dalam beberapa tahun ke depan, Kementerian Kominfo akan membangun beberapa fasilitas pendukung transformasi digital.

“Diantaranya Pusat Data Nasional, Pusat Monitoring Telekomunikasi Nasional dan berbagai titik infrastruktur internet. Perkembangan ini mendorong urgensi untuk menyiapkan ASN yang terampil di sektor digital untuk memastikan bahwa infrastruktur teknologi dan regulasi yang disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan  menciptakan ruang-ruang digital yang sehat, yang positif dan yang produktif,” jelasnya.

Apresiasi

Pengangkatan Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama Kominfo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Ahli Utama.

“Saya mengucapkan selamat bertugas dan selamat mengabdi kepada Ibu Rosarita Niken Widiastuti dan Bapak Basuki Yusuf Iskandar untuk jabatan serta tanggung jawab barunya. Mari tetap menjaga profesionalisme dan meningkatkan kolaborasi dalam satu misi dan visi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat dan mandiri,” ujar Menteri Johnny. 

Menurut Menteri Kominfo, penghargaan yang diberikan kepada dua pejabat tersebut perlu dilihat sebagai bentuk penghargaan yang sebelumnya menjalankan pengabdiannya sebagai Sekjen dan Kepala Balitbang SDM Kementerian Kominfo.

“Secara lebih luas pelantikan ini adalah bagian dari upaya kementerian Kominfo untuk mendukung perwujudan masyarakat digital Indonesia, masyarakat di mana ditandai dengan demografi bonus dengan usia produktif masyarakat kita dalam jumlah yang cukup besar,” jelasnya.

Pengangkatan dan Pelantikan Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama Kominfo disaksikan oleh Inspektur Jenderal Doddy Setiadi dan Dirjen SDPPI Ismail. Turut hadir pejabat eselon I Dirjen IKP Widodo Muktiyo, Dirut BAKTI Anang Latif, Staf Khusus Menteri Dedy Permadi, serta Staf Khusus Menteri Philip Gobang .

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Fax : 021-3504024
Twitter @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

Sumber: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Malam Puncak Hari Santri, Wamenag: Jangan Lelah Berkontribusi untuk Bangsa

Suarapemerintah.idWakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan apresiasinya di malam puncak hari santri kepada komunitas pesantren karena selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan dan perbaikan bangsa. Wamenag berharap Kyai, Ustadz Ustadzah dan para santri di pondok pesantren jangan lelah untuk memberikan kontribusinya bagi bangsa.

Harapan ini disampaikan Wamenag pada Santriversay dan Malam Puncak Hari Santri 2020, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Jangan pernah lelah berkontribusi memperbaiki keadaan. Saya percaya selama santri terus berdedikasi untuk kebaikan bangsa, selama itu pula negara tercinta ini aman sentosa,” kata Wamenag, Rabu (21/10).

“Atas nama pribadi dan Kemenag, saya menyampaikan terima kasih kepada Kyai dan santri pondok pesantren atas jasa membangun bangsa,” ujar Wamenag di hadapan ribuan santri se-Indonesia yang menyaksikan melalui sambungan video conference.

Wamenag menuturkan saat ini ada sekitar 3.055 pesantren baru yang telah mendapat izin operasional. Ini menurutnya merupakan peluang komunitas pesantren untuk bisa semakin kuat. “Keberadaannya semoga dapat memperkuat pesantren yang sudah ada lebih dulu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga menyampaikan duka bangsa atas berpulangnya  para kyai dan masyaik. “Kemarin kita dikejutkan dengan telah berpulangnya Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Ahmad Habibullah Zaini dan hari ini kita kehilangan salah seorang pengasuh  Pesantren Gontor Darusssalam. KH Syukri Zarkasyi. Untuk itu mari kita kirimkan Alfatihah,” tandas  Wamenag.

Selanjutnya Wamenag juga membahas peran santri dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia dan Indonesia. Tema peringatan Hari Santri 2020, yaitu Santri Sehat Indonesia Kuat, menurutnya sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Bangsa saat ini sedang dihadapi situasi yang sangat sulit, yakni ancaman Covid-19, tak terkecuali para santri,” kata Wamenag.

“Pesantren adalah entitas yang paling rentan dengan persebaran Covid 19. Karena dengan keterbatasan sarana prasarana serta fasilitas kesehatan yang tak berbanding lurus dengan jumlah santri yang menempati asrama adalah faktor utama deri ancaman penularan virus, ” kata Wamenag.

Tidak hanya itu lanjut Wamenag pola interaksi dan komunikasi yang intens diantara sesama santri yang menjadi sarana bagi santri untuk saling mengenal, juga menjadi sangat mengkhawatirkan karena ancaman virus yang akhirnya memaksa mereka menjaga jarak satu dengan lainnya.

“Kemenag melalui PD Pontren telah berikhtiar membantu dan meringankan beban pondok pesantren dengan memberikan bantuan 2,4 triliun,” ujarnya.

“Jumlah ini tidak sebanding dengan kontrubusi pesantren yang memberikan pendidikan dan pengajaran kepada para santri,” sambung KH Zainut Tauhid Sa’adi.

Namun dijelaskan Wamen inilah ketulusan Kementerian Agama yang menjadi bagian dari pemerintah serta bentuk tangung jawab negara kepada pesantren untuk keluar dari kesulitan ini. “Ikhtiar ini sangat penting karena antusias masyarakat terhadap pendidikan model pesantren sangat tinggi pada tahun 2020 ini,” tandas Wamenag.

Hadir pada malam puncak Hari Santri 2020, Sekjen Kemenag Nizar, Dirjen Pendis Ali Ramdhani, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Staf Khusus Menag Kevin Haikal, Direktur PD Pontren Waryono dan KH Nasdar Farid Maaudi. Santriversary dan Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2020 juga disiarkan secara virtual melalui kanal youtube pendis.

Puisi Sarung Santri di Peringatan Hari Santri 2020

Suarapemerintah.id – Hari ini 22 Oktober 2020 bangsa Indonesia menyambutnya dengan Peringatan Hari Santri. Beragam kegiatan digelar masyarakat Indonesia sebagai bentuk kecintaan akan dunia pesantren dan kaum santri.

Begitu juga dengan budayawan Nasaruddin Anshori yang akrab disapa Gus Nas. Ia pun menorehkan bait-bait puisi dalam menyambut peringatan Hari Santri 2020. Puisi yang ia luncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Santri 2020 itu diberi judul Sarung Santri.

Berikut petikan puisinya:

SARUNG SANTRI

Menjelang 10 November yang menjadi arus balik sejarah tanah air ini Ketika Proklamasi Kemerdekaan terus diuji oleh jiwa pongah Jenderal MallabyKaum santri dengan sarungnya menjelma pagar berduri agar kolonial Belanda tak bisa menjajah lagi Kota Surabaya tak hanya menjadi bara api

Saat takbir dan zikir ratusan ribu santri berhadapan dengan mortir dan lapisan baja Memanjatkan doa Bagimu Negeri Itulah prasasti paling suci dari bongkahan batu-batu sejarah yang telah lama berdebu di negeri iniSaat jihad dan shalawat menjelma tali jagat yang menjadikan Indonesia tetap selamatSatu tekad dan kebulatan hati: Para Kyai dan Santri pantang berkhianat bagi Ibu Pertiwi

Hari ini tanggal 22 Oktober Kukenang kembali ResolusiJihad yang menggemuruh dan sarat makna Ketika jutaan santri sarungan itu begitu tulus mencintai tanah air dan kebangsaaan IndonesiaItulah kenapa Hadratusysyaikh Hasyim Asy’ari pantang berhenti berjuang sebelum bangsa ini benar-benar merdekaDitemani Kyai Wahab Chasbullah para Kyai Khos se Jawa-Madura Pekik takbir digemakan melalui bibir Bung Tomo yang gagah perkasa

Wahai santri-santri millenial dimana pun kini kalian beradaJangan pernah kalian punggungi batu-batu prasasti dan buku sejarah kaum santri di tanah air kita iniSebab tak akan ada Indonesia jika para santri hanya sibuk bersolek dan berpangku tangan sajaDi tanganmu ada Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Jadikan sabar dan shalat itu sebagai pilar peradaban

Berdiri kokoh dalam amukan badai kerakusan dan ketamakanSelamatkan bangsa ini dari darurat narkoba dan syahwat kotor korupsi

Jadikan Kitab Jurumiyah sebagai pedang melawan penjajahJadikan Kitab Imriti sebagai pisau bedah untuk menajamkan ilmu dan pemikiran di dalam diriJadikan Kitab Alfiyah untuk berkhotbah di zaman pongah dan jahiliyyah agar anak-anak bangsa tak saling mencaci

Inilah saatnya kalian bergegas mencari dan menemukan makna keindonesiaan sejati

Sebab Kanjeng Nabi Muhammad sudah mewanti-wanti agar kita jangan pernah berhenti membaca dan mencari ilmu sampai mati

Jadilah pemimpin yang berdiri kokoh di atas kaki Rahmatan Lil ‘AlaminJadilah pedagang yang tak pernah merugi dengan modal kejujuran dan tak pernah ingkar janjiJadilah pendakwah yang tutur katanya menyejukkan dan menunjukkan dalil aqli dan naqli yang pastiJadilah petani nelayan buruh atau profesi apa saja yang memberikan manfaat bagi manusia dan memakmurkan bumi

Wahai Kaum Sarungan setanah air Indonesia Para santri yang berada di kota desa gunung lembah bahkan di mancanegaraJadilah rantai emas bagi Ibu Pertiwi Sebagaimana rumus Mbah Hasyim Asy’ari dalam menjalankan hidup ini

Pada masa muda menjadi Sang Pencari Ilmu Setelah berilmu beriman dan beramal maka jadilah Sang PemberaniTegakkan kebenaran dan ajak berbuat baik dimanapun beradaLalu jadilah Sang Pemimpin bagi diri sendiri dan keluarga serta bagi Nusa dan Bangsa

Sebagai pemimpinan jagalah pikiran dan tindakanRawatlah kata-kata agar tak menjadi fitnah ghibah dan membuat luka bagi sesamaLalu jadilah Sang Pemersatu Jangan pernah menjadi provokator dan menjalankan politik belah-bambu

Kibarkan Bendera Merah Putih dengan Panji Rahmatan Lil ‘Alamin di seluruh bumi dan langit NKRIMerdeka! Merdeka! Merdeka! Allahu Akbar!!!

RPP dan RPMA Pesantren Masuk Tahap Harmonisasi

Suarapemerintah.idKementerian Agama tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Presiden (RPP) tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren dan Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) yang terkait dengan pesantren. Kedua regulasi ini merupakan turunan dari Undang-undang No 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

Menurut Menag, baik RPP maupun RPMA, saat ini sudah memasuki tahap harmonisasi dan uji publik bersama  kementerian/lembaga dan ormas Islam. “Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti dan segera diundangkan,” jelas Menag saat memimpin upacara Peringatan Hari Santri di halaman kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (22/10).

Dikatakan Menag, lahirnya UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat. “Agar undang-undang pesantren lebih implementatif, Kementerian Agama mempersiapkan regulasi turunannya, berupa PP tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren serta beberapa Peraturan Menteri Agama,” kata Menag.

Hari Santri 2020 mengangkat tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Menag mengatakan, isu kesehatan diangkat berdasar fakta bahwa dunia internasional, tak terkecuali Indonesia, saat ini, tengah dilanda pandemi global Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Tema ini adalah jawaban dari komitmen kita bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren. Saya yakin, jika santri dan keluarga besar pesantren sehat, bisa melewati pandemi COVID-19 ini dengan baik. Insya Allah, negara kita juga akan sehat dan kuat,” tandasnya.

Upacara Hari Santri di kantor Kementerian Agama dihadiri secara fisik oleh para pejabat Eselon I. Sementara ribuan peserta dari berbagai daerah yang mengikuti secara virtual.

Peringati Hari Santri, Menag: Santri, Teguh Beragama dan Teladan Bela Negara

Suarapemerintah.id – Indonesia hari ini memperingati Hari Santri Nasional 2020. Momen bersejarah ini diperingati setiap 22 Oktober, sejak tahun 2015, seiring diterbitkannya Keputusan Presiden No 22 tahun 2015 tentang Hari Santri.

Penetapan Hari Santri antara lain didasarkan pada Resolusi Jihad yang dicetuskan dan dibacakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini didukung oleh tokoh-tokoh dari berbagai organisasi Islam lainnya, seperti Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, Matlaul Anwar, dan elemen bangsa lainnya.

Resolusi tersebut lalu mendorong lahirnya perjuangan para santri dari berbagai daerah bersama arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda pada 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Menag Fachrul Razi menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas penghargaannya terhadap perjuangan para santri. Menurutnya, santri adalah teladan dari sikap warga bangsa yang teguh dalam menjalankan ajaran agama sekaligus terdepan dalam bela negara.

“Santri dan para pengasuhnya bukan badan perjuangan yang dibentuk untuk tugas bertempur sebagai alat pertahanan negara. Namun, ketika Santri kemudian bertekad dan terpanggil untuk mengadu jiwa mengusir penjajah dari bumi Indonesia, itu nilai tertinggi yang sangat pantas diberi penghargaan dan diapresiasi,” terang Menag usai memimpin upacara Peringatan Hari Santri di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (22/10).

“Santri menunjukkan bahwa setiap orang harus rela mengorbankan apapun yang dipunyainya demi menjaga tegak dan utuhnya negara dan bangsa tercinta,” lanjutnya.

Sebagai purnawirawan Jenderal TNI, Menag mengapresiasi redaksi Resolusi Jihad. Menurutnya, rumusan resolusi itu mencerminkan kecermatan berfikir yang dilandasi akal sehat dan ajaran agama.

Dalam Resolusi Jihad disebutkan bahwa Muslim yang berada dalam radius 94 km dari kedudukan musuh, hukumnya Fardu ‘Ain (kewajiban personal berlaku untuk semua umat Islam) untuk ikut bertempur, sedangkan di luar radius itu hukumnya Fardu Kifayah (kewajiban yang dapat diwakilkan).

“Angka 94 km diperoleh dari perhitungan jarak tempuh manusia saat itu yang masih memungkinkan mereka untuk menjamak Salat Zuhur dan Ashar. Perhitungan cermat itu, di dalam ilmu militer termasuk bagian dari ‘backward planning’,” tutur menag.

Sikap ini, kata Menag, menunjukkan betapa para santri selalu ingin meneguhkan perjuangannya tanpa mengabaikan kewajiban dan nilai-nilai ajaran agama. Niat baik dilakukan dengan cara-cara yang baik dan konstruktif sesuai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, menjadi rambu-rambu utama yang dipegang teguh. Selama membawa rahmat, itulah bagian dari ajaran Islam.

“Selama didasari niat baik dan konstruktif, insya Allah sejalan dengan perjuangan Islam. Bila dilakukan dengan niat jahat dan destruktif pastilah bukan yang dicontohkan para santri dalam resolusi jihadnya,” pesan Menag.

“Selamat hari Santri. Santri sehat, cerdas, dan amanah, Indonesia kuat,” tandasnya.