Beranda blog Halaman 4758

HoA Transisi WK Rokan Ditandatangani, Milestone Jaga Produksi Migas Jangka Panjang

HoA Transisi WK Rokan Ditandatangani, Milestone Jaga Produksi Migas Jangka Panjang

Suarapemerintah.id – Hari ini, Senin (28/9), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-75, Heads of Agreement (HoA) Transisi Wilayah Kerja Rokan, sebuah milestone dalam pengembangan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional ke depan, ditandatangani oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI).

“Penandatanganan ini merupakan milestone kita bersama dalam rangka mendukung upaya-upaya untuk menjaga kelangsungan produksi migas dalam jangka panjang. Kami akan terus memonitor pelaksanaan tersebut secara berkala untuk memastikan komitmen seluruh pihak berjalan sesuai kesepakatan dimaksud,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyaksikan penandanganan tersebut secara virtual.

Arifin mengungkapkan, penandatanganan HoA ini merupakan langkah maju untuk mengawal produksi blok Rokan ke depannya. “Kita dapat mengawal kelanjutan investasi di Blok Rokan mulai hari ini sampai sebelum Kontrak Kerja Sama (“KKS”) WK Rokan berakhir. Dengan demikian, kita telah melakukan langkah signifikan untuk mewujudkan harapan dalam rangka optimalisasi produksi blok Rokan dengan baik,” lanjutnya.

Arifin berharap komitmen PT CPI dan SKK Migas serta pihak-pihak terkait dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan yang telah tertuang di dalam perjanjian tersebut dapat merealisasi apa yang telah disepakati bersama dalam memenuhi capaian target produksi dan penerimaan negara sebagaimana yang telah disetujui saat Penetapan Asumsi Makro APBN 2021.

Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial ditemui pada kesempatan yang berbeda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bahu membahu mengawal proses kesepakatan dengan baik dan mendatangkan win-win solution bagi kedua belah pihak.

Mengamini Ego, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa perjanjian ini bersifat win-win bagi kedua pihak karena dengan adanya kejelasan pengembalian investasi maka harapannya produksi WK Rokan tidak menurun. “Ini merupakan cara kami untuk memastikan tingkat produksi dapat terus terjaga pada saat transisi dan masa-masa berikutnya yang tentu saja akan sangat bermanfaat baik bagi Pemerintah maupun kontraktor berikutnya. Dalam jangka pendek, ini adalah salah satu langkah nyata menjaga produksi migas 2021 tidak turun,” tambah Dwi.

Perjanjian memungkinkan PT CPI untuk melakukan kegiatan pengeboran di WK Rokan sebelum berakhirnya masa kontrak di bulan Agustus 2021. Setelah perjanjian ini, PT CPI akan bekerjasama dengan SKK Migas untuk menyelesaikan detil implementasi dalam beberapa minggu mendatang, untuk menunjang dimulainya kegiatan pengeboran.

Acara pendatanganan perjanjian disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Energi dan Sumber Mineral Arifin Tasrif dan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati.

Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak mengatakan bagi PT CPI, WK Rokan merupakan fondasi dari industri energi dan telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk kemajuan negara selama beberapa dekade. “Perjanjian ini merupakan hasil dari kemitraan yang kuat dan kolaboratif dengan Pemerintah Indonesia dan memastikan bahwa blok strategis ini akan terus memegang peranan penting dalam kedaulatan energi di Indonesia untuk tahun-tahun mendatang,” ujar Albert.

INKA Berkolaborasi dengan SMK Binaan di Banyuwangi

Suarapemerintah.id – Banyuwangi, 22 September 2020. Dalam rangka HUT ke-39 , PT INKA (Persero) memberikan bantuan kepada warga Banyuwangi salah satunya berupa pelatihan pengelasan. Pelatihan ini secara diseremonialkan di SMK Ihya ‘Ulumudin, Singojuruh, Banyuwangi, 22 September 2020. Target peserta pada kesempatan kali ini sebanyak 20 orang yang merupakan lulusan dari SMK. 20 orang tersebut pembaca dari perangkat desa setempat yang diharapkan setelah mendapat pelatihan ini mereka mendapat bekal bekerja. Direktur Operasi, I Gede Agus Prayatna mengatakan bahwa dengan pelatihan pengelasan selama 14 hari ini mereka akan mendapat sertifikat dari SMK Binaan yakni SMKN 1 Glagah Banyuwangi.

“Kita men-training warga sekitar workshop INKA di Kalipuro dengan melibatkan SMKN 1 Glagah Banyuwangi sebagai SMK Binaan INKA karena fasilitas dan tenaga pengajar di sana lengkap. Mereka nantinya akan mendapat sertifikat pengelasan dan berkesempatan bekerja di manapun, ”jelas Gede. Pada kesempatan tersebut, PT INKA (Persero) berkolaborasi dengan SMK Ihya ‘Ulumudin untuk meramaikan rangkaian HUT ke-39 INKA melalui lomba video blogging atau Vlog untuk siswa SMK se-Banyuwangi juga dengan penyerahan alat praktikum tahap II, dan juga Bantuan untuk Mushola SMK Ihya Ulumudin serta Masjid SMKN 1 Glagah.

HUT PT INKA (Persero) sebelumnya diawali dengan memberikan CSR berupa alat praktikum tahap I kepada SMK Binaan di Banyuwangi pada tanggal 9 September 2020 di SMKN Glagah yang juga dihadiri Bapak Bupati Banyuwangi. “Pada tahap CSR Saya telah kami serahkan prototipe mobil yang dalam waktu 2 minggu telah dibangun secara gotong royong oleh pengajar dan siswa SMKN Binaan hingga bisa dijalankan. Hal ini menunjukkan kreatifitas yang luar biasa dari sistem pendidikan di SMK Banyuwangi ”, pungkasnya.

Maybank Indonesia dan Maybank Foundation Terus Lanjutkan Program RISE 2.0 secara Daring

Suarapemerintah.id – Meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia tak menyurutkan semangat PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama Maybank Foundation, yayasan yang menangani corporate responsibility (CR) Maybank Group, untuk terus melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan komunitas marjinal bernama  (Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship) RISE 2.0.  Program  pelatihan level Basic dilaksanakan di Pontianak, 21-25 September 2020. Sedangkan pelatihan level Standard dilaksanakan di Palembang dan Lampung, 14–18 September 2020.

Pelatihan RISE 2.0 Level Basic dan Standard ini berlangsung secara daring dengan total peserta sebanyak 25 orang di masing-masing lokasi pelatihan. Para peserta level Basic merupakan para penyandang disabilitas yang belum pernah mengikuti pelatihan dengan berbagai latar belakang usaha seperti penjahit, penjual makanan, toko kelontong, kerajinan tangan, pembuat meubel, jasa kursus pendidikan dan peserta yang mempunyai rencana membuka usaha. Sedangkan peserta level Standard dipilih berdasarkan penilaian saat mereka mengikuti pelatihan dan monitoring di level Basic serta berdasarkan perkembangan usaha yang mereka miliki di beberapa jenis usaha seperti penjahit, toko kelontong, servis elektronik, kerajinan tangan dan usaha kuliner.

Program RISE 2.0 secara daring level Standard di Palembang, Lampung dan level Basic Pontianak ini merupakan kelanjutan dari pelatihan daring RISE di Palembang, Solo, Yogyakarta, Lombok, Lampung dan Jambi dengan menggunakan aplikasi Zoom. Pelatihan daring ini akan dilaksanakan di 25 kota di Indonesia dan menargetkan 4.780 peserta. Pelatihan ini bermanfaat untuk menjangkau lebih banyak para peserta dari daerah pedalaman, memberi pembekalan perubahan pola pikir (mindset), meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk siap memulai dan mengembangkan usaha termasuk keterampilan menjual dan memasarkan produk. Selain itu juga meningkatkan pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan serta mengenalkan para peserta kepada mereka produk dan layanan perbankan.

Setelah level Basic, pelatihan berlanjut ke level Standard dan terakhir level  Premium dengan perbedaan pada kedalaman materi pelatihan, pendampingan (mentoring) dan durasi. Untuk level Standard dan Premium, peserta akan mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi dan pengetahuan digital guna mendukung pengembangan usaha para peserta di era disrupsi dan industri 4.0 masa kini. Kemudian, tersedia juga program pendampingan yang terstruktur, untuk level Standard peserta akan mendapatkan program mentoring dan coaching selama enam bulan, sedangkan untuk level Premium selama 12 bulan. Dalam program mentoring,para peserta akan didampingi mentor secara personal dengan metode face-to-face mentoring jika kondisi sudah memungkinkan, dan telephone mentoring guna memantau dan memacu peserta dalam meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha.

Pelaksanaan program RISE 2.0 yang dimulai sejak awal 2020 ini akan berlangsung hingga 2023 dan menargetkan lebih banyak komunitas penyandang disabilitas dan komunitas marjinal di berbagai wilayah di Indonesia dengan total peserta (level Basic, Standard & Premium) sekitar 7.350 peserta. Program ini secara regional telah diluncurkan pada 26 September 2019 di Manila, Filipina dan akan diperluas cakupan pelatihannya hingga ke enam negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos dan Myanmar.

Program RISE 2.0 dirancang untuk menyempurnakan program RISE tahap pertama, yang terintegrasi dari awal hingga akhir dengan menggunakan pendekatan 3E (Embrace, Embed & Engage). Melalui ketiga pendekatan tersebut, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation akan mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai sarana pelatihan dan mentoring, melakukan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan, tracking sistematis perkembangan usaha dan peningkatan pendapatan peserta, menciptakan basis data online dan marketplace sebagai sarana peserta menjual produk, serta menghubungkan peserta dengan produk, layanan dan teknologi perbankan digital yang dibutuhkan peserta.

Pada awalnya, program pelatihan RISE diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya. Kemudian pada 2016 program ini mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina.Pada program RISE tahap pertama, sebanyak 2.267 peserta penyandang disabilitas dan komunitas marjinal telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian yang berasal dari 17 kota di Indonesia pada 2016 hingga 2019. Keberhasilan dari program RISE tahap pertama ini dapat dilihat dari peningkatan yang signifikan terhadap penghasilan rata-rata per bulan peserta. Pada September 2019 sebanyak 40% dari peserta semula berpenghasilan Rp1.264.782 telah meningkat menjadi Rp5.543.735, atau naik sebesar 338,3% dan makin melesat sebesar 403.7% pada Oktober 2019 dan 60% dari 2.267 peserta secara keseluruhan juga telah memulai usaha atau meningkatkan usaha mereka selama tiga bulan pasca pelatihan.

CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, mengatakan “Pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility (CR) Maybank Indonesia. Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas yang mandiri, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services. Program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Nations Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan.”

Head, Corporate & Brand Communication, Esti Nugraheni mengatakan, “Di tengah pandemi, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, Maybank Indonesia melanjutkan komitmen untuk memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan semangat pantang menyerah, meningkatkan percaya diri, keterampilan hingga kapasitas usaha untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE 2.0.  Dengan melakukan program secara daring, kami berharap program ini tetap dapat membangun sekaligus meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM dan menciptakan komunitas yang mandiri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya.”

Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat mendorong kemandirian dan kemampuan berwirausaha namun juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas yang juga akan mendorong dan menciptakan motivasi usaha bagi masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan multiplier effect. Dalam pelaksanaan program ini, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation menjalin kemitraan dengan People Systems Consultancy.

Testimoni:

Jumroh
Usaha Makanan
Peserta program RISE asal Palembang

“Pelatihan RISE ini sangat bermanfaat sekali karena materi-materinya sangat ingin saya terapkan di usaha. Terutama, materi keuangan yang sangat menarik untuk saya. Sebenarnya, saya sudah menerapkan pengaturan keuangan dalam usaha saya, hanya masih bingung dalam praktiknya. Setelah mendapatkan materi pelatihan mengenai keuangan seakan menjawab pertanyaan saya sehingga saya bisa membuat manajemen keuangan usaha lebih baik lagi. Saya harap dengan ilmu-ilmu dari pelatihan RISE bisa membawa perubahan dalam usaha saya.”

Eko Tirta Mamansya
Usaha Budidaya Ikan dan Bengkel
Peserta program RISE asal Lampung

“Saya sangat terkesan dengan modul Memilih usaha karena di modul tersebut kita diajarkan untuk tidak ikut-ikutan dalam menjalankan usaha. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk saya karena ilmu baru mengenai cara untuk membedakan usaha kita dari para pesaing. Pelatihan ini sangat membantu untuk menentukan langkah kita dalam menjalankan usaha. Kami berharap pelatihan ini bisa berlanjut.

Telkom Dukung PERPAMSI Wujudkan Digitalisasi PDAM Di Indonesia

Suarapemerintah.id –  Pandemi COVID-19 rupanya memberikan dorongan bagi para pelaku usaha dalam melahirkan beragam inovasi. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi mendukung inovasi-inovasi yang muncul dan berupaya untuk dapat berkontribusi melalui pemanfaatan teknologi yang dimiliki agar inovasi tersebut dapat berkembang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satunya adalah kerjasama Telkom dengan PDAM Kabupaten Bandung dalam mengimplementasikan digitalisasi melalui sistem billing terintegrasi, basis data yang terpusat, dan dashboard pengelolaan air. Berlokasi di Pusat Pengolahan Air Minum Tirta Raharja, Cipageran, Cimahi, Jawa Barat telah dilakukan uji coba implementasi solusi Smart Metering dari Telkom. Uji coba ini disaksikan oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Edi Witjara, Direksi Perumda Tirta Raharja, dan jajaran pengurus DPP Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) pada Jumat, (18/9).

Dirut Perumda Tirta Raharja sekaligus sebagai Ketua Umum PERPAMSI, Rudie Kusmayadi mengatakan menyambut baik adanya solusi Smart Metering pengelolaan air tersebut. “Perumda Tirta Raharja tengah menguji-coba sebuah teknologi Smart Metering berbasis IoT dari Telkom dan hasilnya sangat memuaskan,” ungkap Rudi, sambil menunjuk screen dashboard yang menampilkan berbagai data terkait pengolahan air secara terintegrasi.

Rudie menambahkan, “Kami berharap implementasi dapat segera dilakukan bukan hanya di Tirta Raharja tetapi di seluruh PDAM anggota PERPAMSI seluruh Indonesia.”

Direktur Enterprise & Business Service Telkom,  Edi Witjara usai menyaksikan uji coba tersebut menyatakan komitmen untuk mendukung langkah inovasi PERPAMSI dalam hal implementasi Smart Metering berbasis IoT. “Telkom berkomitmen mendukung inovasi PERPAMSI dalam hal pemanfaatan Smart Metering ini. Kami telah menyiapkan berbagai solusi Smart Metering yang menggunakan network LoRaWan dan platform Antares, untuk menjamin keandalan solusi tersebut. Bahkan solusi ini juga bisa untuk layanan utilitas lainnya, seperti gas dan listrik,” jelas Edi yang turut didampingi Executive Vice President Divisi Business Service Telkom, Syaifudin dan Executive Vice President Telkom Regional III Area Jawa Barat, Mohamad Khamdan. Telkom saat ini juga telah berhasil uji coba implementasi penuh (proof of concept) di PDAM Tirta Benteng Tangerang.

PERPAMSI merupakan organisasi bagi perusahaan air minum (PDAM) di seluruh Indonesia yang juga menghimpun badan/lembaga  yang berhubungan erat dengan bidang air minum, seperti Kementerian PUPR, Bappenas, dan lembaga donor untuk PDAM. Jumlah PDAM yang tergabung di PERPAMSI saat ini sebanyak 427 PDAM yang tersebar di hampir tiap kota/kabupaten di Indonesia. Sesuai misinya, PERPAMSI mempunyai fungsi strategis dalam mendorong PDAM untuk mewujudkan kinerja yang unggul.

Diharapkan melalui kerjasama Telkom dengan PERPAMSI yang meliputi layanan berbasis connectivity, managed solution seperti smart meter, leak detector system, pencegahan fraud, monitoring kualitas air maupun command center mampu mendorong PDAM menjadi lebih efisien, maju, dan modern.

Walikota, Wakil Walikota dan Sekkot Denpasar Ikuti Verifikasi Sensus Penduduk 2020

Walikota, Wakil Walikota dan Sekkot Denpasar Ikuti Verifikasi Sensus Penduduk 2020

Suarapemerintah. id – Rangkaian pelaksanaan Sensus Penduduk Tahun 2020 telah memasuki tahapan verifikasi serentak pada Bulan September. Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara turut mengikuti verifikasi berkas pada Rabu (23/9).

Dimana, secara terpisah Walikota Rai Mantra mengikuti verifikasi dari kediaman di Griya Seba Sari, Jalan Cok Agung Tresna, Wakil Walikota Jaya Negara mengikuti verfikasi dari kediaman Puti Penatih Jalan Padma Penatih, dan Sekda Rai Iswara mengikuti verfikasi dari ruang kerjanya di Kantor Walikota Denpasar

Kepala BPS Kota Denpasar, Eman Sulaiman dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini memberikan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Sensus Penduduk Tahun 2020. Sensus penduduk Bulan September merupakan satu rangkaian dengan Sensus Penduduk yang telah dilaksanakan sejak Bulan Februari hingga Bulan Mei. Dimana, akibat pandemi Covid-19 saat ini terjadi perubahan model pelaksanaan sensus. Sehingga yang sebelumnya menggunakan metode wawancara, saat ini dirubah dengan menggunakan sistem verifikasi.

“Terjadi perubahan model yang sebelumnya direncanakan wawancara, saat ini hanya menggunakan sistem verifikasi penduduk, dimana kegiatan ini hanya untuk memastikan keberadaan penduduk, apakah ada perubahan tempat tinggal, ada penambahan jumlah, atau ada pengurangan dan perpindahan penduduk, outputnya adalah data penduduk secara de fakto, sedangkan data de yure sudah ada data administrasi,” ujarnya

Adapun sebanyak 610 petugas yang dilibatkan  tersebar di seluruh wilayah Kota Denpasar. Masyarakat diimbu untuk menyiapkan Kartu Keluarga sebagai data pembanding dalam pelaksanaan verifikasi.

“Petugas sensus akan mendatangi rumah masyarakat untuk menanyakan secara langsung lokasi penduduk berdasarkan data administrasi, dan pelaksanaanya pun tidak terlalu lama dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi sekaligus mendukung pelaksanaan verifikasi sensus penduduk ini yang digelar dengan pola adaptasi kebiasaan baru. Dimana, memang sulit melaksanakan wawancara di masa pandemi Covid-19 saat ini. Namun demikian, dengan pola verifikasi berbasis data administrasi maka keberadaan penduduk dapat disensus dengan maksimal. Selain itu petugas dan masyarakat juga tidak melaksanakan kontak yang terlalu lama.

“Selamat dan sukses dalam melaksanakan Sensus Penduduk Tahun 2020 ini, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, tingkatkan kewaspadaan diri dan jaga kesehatan,” ujar Rai Mantra.

Tim Gabungan Yustisi Denpasar Gelar Operasi Penegakan Disiplin Prokes

Tim Gabungan Yustisi Denpasar Gelar Operasi Penegakan Disiplin Prokes

Beritamedia.id – Dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid 19 dalam tatanan kehidupan baru, Tim Gabungan Yustisi Denpasar yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Dishub, TNI, Polri bersama Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Denpasar secara berkelanjutan melaksanakan operasi penertiban disiplin prokes dan penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Kali ini Rabu (23/9) kegiatan ini dilakukan di Jalan Tukad Pancoran dan Jalan Danau Tamblingan. Hal ini disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat ditemui di Denpasar.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya menemukan 4 orang tanpa menggunakan masker dan 1 orang menggunakan masker tidak pada tempatnya. Dari 4 orang yang tidak menggunakan masker 2 orang langsung di denda sebesar Rp 100 ribu di tempat sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 46 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Sedangkan untuk 2 orang lagi pihaknya hanya memberikan pembinaan karena dua orang tersebut merupakan warga negara asing dan masih anak-anak dibawah umur.

“Karena dibawah umur dua orang anak anak kecil tersebut dan satu orang warga negara asing yang menggunakan masker tidak pada tempatnya diberikan hanya diberikan pembinaan. Dengan cara itu kami harapkan mereka tidak ada yang melanggar kembali,” jelas Sayoga.

Menurut Sayoga kegiatan yang sama pihaknya juga telah melaksankan pada Senin, 21 September berlokasi Jl. WR. Supratman dalam kegiatan tersebut ditemukan 10 orang yang melanggar dan langsung di denda di tempat.

Kegiatan yang sama juga berlangsung pada Selasa 22 September berlokasi di Jalan Sudirman tepatnya depan Kantor Pengadilan Negeri Denpasar. Seperti kegiatan sebelumnya 1 orang pelanggar tersebut juga di denda Rp 100 ribu.

Dalam kesempatan ini Sayoga menegaskan kegiatan ini bukan semata mata mencari kesalahan orang namun untuk mengedukasi masyarakat bahwa disiplin prokes (protokol kesehatan) itu sangat penting, sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah dengan demikian perekonomian bisa kembali normal.

PLN Hadirkan Program Benderang Hingga Ke Daerah 3T

PLN Hadirkan Program Benderang Hingga Ke Daerah 3T

Suarapemerintah.idPT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membangun listrik ke daerah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar) terus diupayakan demi mewujudkan energi berkeadilan hingga pelosok nusantara.

Di Kalimantan Timur, PLN berhasil menghadirkan terang di Desa Bohe Silian, Desa Payung-Payung dan Desa Teluk Harapan, setelah berhasil menyambungkan listrik ke Pulau Maratua. Pulau Maratua adalah salah satu pulau terluar yang teletak di Provinsi Kalimantan Timur. Tersohor dengan keindahan alam bawah lautnya, Pulau Maratua sering disebut sebagai primadona destinasi wisata bahari di Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, mengatakan bahwa listrik PLN untuk Pulau Maratua sudah lama didambakan oleh warga desa. Pasalnya, listrik merupakan elemen yang amat penting untuk menggerakkan roda perekonomian disana yang mayoritas didominasi oleh nelayan dan pelaku wisata.

“Tentu kami sangat gembira dengan masuknya PLN ke Pulau Maratua. Sebagai langkah awal kami mengapresiasi upaya PLN menghadirkan listrik untuk warga Maratua,” tutur Agus

Mewakili masyarakat, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Makmur, yang juga turut hadir dalam peresmian daring ini menyampaikan bahwa listrik sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, sehingga harus diupayakan pemerataannya.

“Dengan teknologi yang terus berkembang, listrik menjadi hal yang paling dibutuhkan. Terlebih, dalam kondisi pandemi saat anak-anak bersekolah dari rumah, kita bekerja dari rumah, semua itu membutuhkan listrik sebagai elemen dasarnya. Jajaran pemerintah daerah harus selalu pro aktif membantu dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan PLN dalam upaya menerangi negeri”, ucap Makmur.

Dengan listrik yang disuplai oleh PLTD Maratua, sedikitnya ada 600 potensi pelanggan yang menikmati listrik PLN untuk menunjang aktivitas mereka sehari-hari.

Untuk melistriki Pulau Maratua, PLN telah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sejauh 18 kms dan jaringan tegangan rendah (JTR) sejauh 15 kilometer sirkuit (kms) serta memasang 8 unit trafo dengan kapasitas 800 kVA.

General Manager PLN UIW Kaltimra, Sigit Witjaksono, menjelaskan bahwa rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur sudah 100%, dengan 77.84% desa telah berlistrik PLN per September 2020.

“Dari 1038 Desa di Kalimantan Timur, 808 desa sudah dilistriki oleh PLN. Dalam melistriki desa-desa terpencil atau 3T, tantangan terbesarnya adalah medan yang sulit. Di Pulau Maratua misalnya, dimana mobilisasi material besar hanya bisa lewat jalur laut, dan dihantam ombak yang tinggi. Namun itu bukan menjadi hambatan bagi kami untuk terus menerangi negeri”, terang Sigit.

Selain di Kutai Timur, PLN juga berhasil menyambungkan jaringan listrik pedesaan untuk Desa Kaubun dan Desa Muara Pantun di Kabupaten Kutai Timur.

Desa Kaubun dapat ditempuh selama 4 jam dari ibukota Kutai Timur, Sangatta. Di desa ini, PLN siap melistriki hingga 901 pelanggan. Demi melistriki Desa Kaubun PLN telah membangun JTM sepanjang 13.7 kms, JTR 14 kms, dan memasang 7 buah travo dengan kapasitas total 500 kVA.

Sementara di Desa Muara Pantun yang berjarak 128 km dari Sangatta. PLN akan menyambung listrik untuk 269 pelanggan. Dengan dukungan 5 unit trafo berkapasitas total 450 kVA, JTM 6.8 kms, JTR 8.8 kms, PLN hadir untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

“Merupakan kebanggaan bagi kami dapat melistriki hingga ke daerah-daerah terpencil. Kami akan terus upayakan pemerataan listrik, sesuai dengan misi PLN untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui ketersediaan listrik,” kata Sigit.

Listrik Menyala di Lembata, Nusa Tenggara Timur

Tak hanya di Kalimantan Timur, melistriki desa-desa terpencil juga dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kali ini 151 Kepala Keluarga Desa Belobatang Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata berhasil menikmati aliran listrik, setelah PLN membangun jaringan listrik ke desanya.

Untuk melistriki Desa Belobatang, PLN membangun JTM sepanjang 8,8 kms, JTR sepanjang 1,4 kms, dan 1 buah gardu dengan kapasitas 50 kVa.

Kepala Desa Belobatang, Paskhalis Demon Udak mengatakan bahwa hadirnya listrik lebih hemat dibandingkan menggunakan lampu pelita yang dulu mereka gunakan.

“Sebelumnya warga menggunakan lampu pelita untuk penerangan di malam hari, dengan biaya setiap bulan sekitar Rp200.000,- namun sejak listrik menyala warga membeli token Rp50.000,- dan sampai sekarang belum beli lagi token. Selain itu untuk kegiatan ibadah di gereja sebelumnya menggunakan genset dengan membeli BBM di Lewoleba Rp. 400.000,- per bulan serta harus mengantri sepanjang 2 kilometer untuk mendapatkan BBM dan hingga sekarang token Rp.200.000,- belum habis digunakan,” lanjut Paskhalis.

Terangnya desa-desa di daerah seluruh Indonesia merupakan wujud kerja nyata PT Perusahaan Listrik Negara dalam mengawal Indonesia Terang.

Waspada, Beredar Akun Palsu Mengatasnamakan Rohidin Mersyah

Waspada, Beredar Akun Palsu Mengatasnamakan Rohidin Mersyah

Suarapemerintah.id – Sejak beberapa pekan terakhir beredar di media sosial Facebook akun palsu yang mengatasnamakan Rohidin Mersyah. Hal ini membuat masyarakat resah karena pembuat akun tersebut sempat melakukan aktifivitas atau intraksi melalui pesan di facebook mengatasnamakan Gubernur Bengkulu .

Kadis Kominfotik Provinsi Bengkulu Jaduliwan mengatakan, pada prinsipnya seluruh pejabat dan jajaran ASN Pemprov Bengkulu mengutuk keras akun palsu yang telah meresahkan masyarakat Bengkulu dan saat ini penelusuran akun tersebut terus dilakukan.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan jika ada akun Facebook, Messenger atau WhatsApp mengatasnamakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang mengajak berkomunikasi bahkan meminta sesuatu.

Dan ini ditegaskan Jaduliwan, jelas merupakan akun palsu yang mengatasnamakan Gubernur Rohidin.

“Atas beredarnya akun yang mengatasnamakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ini, saya meminta masyarakat untuk lebih waspada, apalagi saat ini tahun politik,” jelas Jaduliwan, 25/09/2020.

Sementara itu, untuk mendapatkan informasi jelas terkait Bengkulu Bengkulu Rohidin Mersyah, lanjut Jaduliwan masyarakat bisa mengakses ke website resmi Pemprov Bengkulu seperti ke www.bengkuluprov.go.id atau ke akun official Rohidin Mersyah atau ke akun medsos Media Center Pemprov Bengkulu.

Tiga Penjabat Sementara Bupati Dikukuhkan

Tiga Penjabat Sementara Bupati Dikukuhkan

Beritamedia.id – Untuk mengisi kekosongan jabatan dan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara, Sabtu sore (26/9) Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah, SE mengukuhkan tiga Penjabat Sementara untuk tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, meliputi Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengklu Selatan dan Kabupaten Lebong.

Kekosongan jabatan yang dimaksud, dikarenakan bupati dan wakil bupati di tiga kabupaten tersebut cuti di luar tanggungan negara dan maju sebagai kontestan pemilihan kepala daerah pada 9 Desember mendatang.

“Sesuai undang-undang pengukuhan Penjabat Sementara ini untuk mengisi kekosongan jabatan di tiga kabupaten tersebut. Pengukuhan dilakukan untuk mendorong agar roda pemerintahan tetap berjalan sebagai mana mestinya,” terang Dedy ditemui usai pengukuhan, bertempat di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu.

Dedy menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 para Penjabat Bupati tersebut juga akan bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas Penangangan Covid-19 di wilayah mereka masing-masing.

Untuk diketahui, ketiga Penjabat Sementara Bupati tersebut dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan yang berbeda. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.17-2938 Tahun 2020 menetapkan Isnan Fajri, S.Sos, M.Kes yang sebelumnya Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu sebagai Penjabat Bupati Bengkulu Selatan

Sementara itu, Dr. H. Iskandar ZO, SH, M.Si yang sebelumnya Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu ditunjuk sebagai Penjabat Bupati Bengkulu Utara berdasrkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.17-2950 Tahun 2020 tertanggal 24 September. Sedangkan H. Herwan Antoni, SKM., M.KES., M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu ditetapkan sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Lebong berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.17-2948 Tahun 2020.

Ketiga Penjabat Sementara Bupati ini akan menjabat selama 71 hari, terhitung sejak 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020.

Salah seorang Penjabat Sementara Bupati, Herwan Antoni kepada Media Center menuturkan, dirinya akan berupaya maksimal mengemban amanah ini.

“Ini adalah amanah dan kami akan berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik sesuai tupoksi sesuai undang-undang,” demian Herwan.

Berbincang dengan Dokter Paru, Presiden: Saya Bisa Bayangkan Betapa Berat Tangani Covid-19

Berbincang dengan Dokter Paru, Presiden: Saya Bisa Bayangkan Betapa Berat Tangani Covid-19

Suarapemerintah.id – Sejenak berbincang dengan dr. Faisal Rizal Matondang, Sp.P, seorang dokter paru, membuat Presiden Joko Widodo merasakan betul perjuangan, dedikasi, dan kerja keras yang ditunjukkan para dokter di tengah pandemi Covid-19.

Bahkan, melalui perbincangan itu terungkap bahwa dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tersebut sempat dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Dokter Faisal lagi di mana? Sepertinya sedang tidak bertugas?” tanya Presiden di awal pembicaraan melalui sambungan video yang diunggah di saluran YouTube Sekretariat Presiden, pada Minggu pagi, 27 September 2020.

“Hari ini saya pertama masuk, Pak, setelah saya menjalani perawatan. Saya terkena Covid. Jadi saya sudah menjalani perawatan segala macam,” jawab Faisal.

Dokter Faisal sudah bersiaga menangani pasien Covid-19 semenjak awal mewabah di Indonesia. Kontak erat dengan sejumlah pasien Covid-19 selama bertugas membuatnya sempat terpapar virus penyebab pandemi di setidaknya 215 negara.

Sebelumnya, Dokter Faisal telah menjalani perawatan untuk memulihkan kondisinya. Setelah melalui sejumlah pemeriksaan dan dilakukan tes usap, ia dinyatakan sembuh dan dapat kembali bertugas untuk kembali menolong dan memberikan pengobatan bagi para pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Kemarin rontgen terakhir dan sudah di-swab. Saya dinyatakan sudah boleh bertugas. Jadi hari ini saya baru hari pertama bertugas,” tuturnya.

“Alhamdulillah sudah sembuh. Dokter Faisal, bagaimana penanganan Covid di RSPI Sulianti Saroso?” Presiden melanjutkan perbincangan.

Dokter spesialis paru lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan standar dari Kementerian Kesehatan. Begitu pula dengan sarana dan obat-obatan yang tersedia lengkap.

Namun, ia mengakui bahwa saat ini pihaknya mengalami kekurangan tenaga medis oleh karena lonjakan pasien yang datang.

“Alat medis insyaallah tersedia. Tenaga mungkin masih tetap kurang. Pasien makin bertambah,” ungkapnya.

Faisal juga menjelaskan mengenai kesehariannya saat merawat para pasien. Kebosanan merupakan salah satu hal utama yang dirasakan pasien saat menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit.

Untuk mengatasi hal tersebut, dirinya mengakui memberikan waktu dan atensi yang lebih bagi para pasiennya untuk berbincang dan bercanda meski merasakan keterbatasan dan sesak selama menggunakan masker dan alat pelindung diri lainnya.

“Saya biasa sama pasien-pasien sering agak lama. Di samping periksa, walaupun saya sesak karena tertutup oleh APD, saya suka bercanda-bercanda. Terakhir itu saya kasih semangat buat pasien supaya pasien tetap berpikir positif untuk dapat hasil negatif swab-nya,” ucapnya.

“Saya bisa bayangkan betapa beratnya bertugas menangani Covid ini,” sahut Presiden.

Sang dokter pun menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap berdisiplin menerapkan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari Covid-19 di tengah masyarakat.

“Tetap jaga sesuai protokol kesehatan, pakai masker, mencuci tangan, menghindari berkumpul-kumpul. Mudah-mudahan kita bisa lewati pandemi ini,” ujar Faisal.

Di pengujung perbincangan, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih dan menghargai dedikasi serta kerja keras yang ditunjukkan oleh dokter Faisal beserta dokter-dokter lain dan tenaga medis di seluruh Indonesia untuk memberikan perawatan kepada para pasien Covid-19.

“Saya menyampaikan terima kasih, mengapresiasi yang tinggi, menghargai kerja keras yang tinggi dari para dokter dan tenaga medis yang berjuang,” tandasnya.