Beranda blog Halaman 4766

LKBN Antara Pertahankan Sertifikat ISO Manajemen Mutu 9001:2015

LKBN Antara Pertahankan Sertifikat ISO Manajemen Mutu 9001:2015

Suarapemerintah.idPerum LKBN Antara berhasil mempertahankan Sertifikat ISO Manajemen Mutu 9001:2015 setelah menjalani Surveillance Audit secara virtual dua hari berturut-turut tanggal 21 dan 22 September 2020.

“Audit Ulangan kali ini diadakan di tiga tempat, yaitu Biro Jawa Timur dan Biro Sulawesi Selatan pada tanggal 21 September dan di Kantor Pusat pada tanggal 22 September,” kata GM Manajemen Strategis dan Riset Perusahaan Iswahyuni, Selasa.

Ditambahkannya, di Kantor Pusat Direktorat  yang diaudit adalah Pemberitaan, Komersil kemudian Divisi Teknologi Informasi dan Wakil Manajemen Mutu yang secara ex-officio ada d i Divisi Manajemen Strategis dan Riset Perusahaan.

Sertifikasi ini dilakukan oleh WQA, sebuah badan sertifikasi yang berpusat di Inggris.

Perum LKBN Antara memperoleh Sertifikasi ISO Manajemen Mutu pertama kalinya pada tahun 2008.

Dengan memiliki sertifikat ISO Manajemen Mutu berarti Perusahaan bertekad untuk memberikan produk yang standar dan berkualitas melalui prosedur ataupun Standard Operating Procedure (SOP) yang setiap tahunnya ditinjau, kata Iswahyuni.

Para Redaktur Pelaksana, Sapto H Purnomo, Teguh Priyanto dan Saptono, GM TI Purnomo dan GM Manajemen Strategis dan Riset Perusahaan selaku Wakil Manajemen Mutu beserta para manager di lingkungan Kantor Berita Antara mengikuti pembukaan Audit  Surveillance ISO 9001:2015 di Kantor Pusat Jakarta Selasa, 22 September yang dilakukan secara virtual.

Akhyar Buka Rakor Community Tuberkulosis Care Aisyiyah Medan

Akhyar Buka Rakor Community TB Care Aisyiyah Medan

Suarapemerintah.id – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si. membuka Rapat Koordinasi Community Tuberkulosis (TB) Care Aisyiyah Kota Medan dengan Camat se-Kota Medan di Gedung Serba Guna Dharma Wanita Kota Medan, Jalan Rotan Medan, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (23/9).

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi bersama dalam menanggulangi dan menangani masalah Tuberkulosis di Kota Medan. Diharapkan, hasil koordinasi yang dikakukan dapat memberi hasil signifikan dalam upaya menekan angka kasus TB di ibukota Provinsi Sumut.

Turut hadir dalam rapat ini Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi, Plt Kabag Agama Setdako Medan Agus Maryono, Ketua Aisyiyah Kota Medan Kholisani Nasution, Ketua TB Care Aisyiyah Hj. Indarsih, para kader TB Care Aisyiyah.

Dalam arahannya, Akhyar mengucapkan terima kasih kepada Aisyiyah Kota Medan yang ikut serta berperan membantu Pemko Medan dalam menanggulangi masalah TB di Kota Medan. Untuk itulah, agar penanganan berjalan optimal, Akhyar menghimbau kepada para camat, lurah hingga kepling untuk meningkatkan koordinasi dengan para kader TB Care Aisyiyah sehingga masalah TB dapat teratasi dengan baik.

“Atas nama Pemko Medan, kami mengucapkan terima kasih untuk partisipasi, kepedulian dan kontribusi Aisyiyah Kota Medan dalam menangani masalah TB. Sebab, permalasahan ini memang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatasi, salah satunya lewat upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi,” kata Akhyar.

K3S Denpasar Dukung Kegiatan Down Syndrome Yayasan POTADS PIK Bali

Suarapemerintah.id –   Dalam mendukung keberadaan anak-anak Down Syndrome dan ikut serta dalam sosialisasi “Hari Sindrom Down Sedunia” yang jatuh setiap tanggal 21 Maret,  Yayasan Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome PIK Bali melakukan tatap muka langsung dengan Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S)  Kota Denpasar, Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Selasa (22/9) di Kediamannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua K3S Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan Pemerintah Kota Denpasar melalui K3S selalu mendukung setiap kegiatan dan pendidikan anak Down Syndrome agar mereka dapat diterima dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. “Selain orang tua dan keluarga, Pemerintah juga terus berupaya menghilangkan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas termasuk anak-anak disabilitas intelektual Down Syndrome”, ujarnya.

Lebih lanjut Ny. Selly Mantra mengharapkan kepada anak pengidap Down Syndrome di Kota Denpasar untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan ruang kreatifitas melalui K3S bersama Pemkot Denpasar.

“Keberhasilan anak-anak sangat ditentukan oleh peran, perawatan, pengasuhan, serta penerimaan yang disertai cinta dan kasih sayang orang tua beserta keluarga”, pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua POTADS PIK Bali, Selfisina Gass mengatakan POTADS selalu ingin berbagi rasa bahwa kita di dunia tidak sendirian dititipi anak dengan Down Syndrome. Kita dapat saling bertukar pikiran dan saling mendukung para orang tua dalam membesarkan anak-anak kita.

“Sudah barang tentunya partisipasi serta dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung setiap kegiatan anak-anak Down Syndrome sangat diharapkan dan serta nantinya dapat bekerjasama dalam permasalahan Down Syndrome”, ujarnya.

Wujud Sinergitas Pemkot Denpasar dan TNI Sekda Rai Iswara Buka Program TMMD

Wujud Sinergitas Pemkot Denpasar dan TNI Sekda Rai Iswara Buka Program TMMD di Desa Kesiman Kertalangu

Suarapemerintah.id – Pembukaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 TA 2020 di Desa Kesiman Kertalangu Kecamatan Denpasar Timur oleh Kodim 1611/Badung dilaksanakan pada Selasa (22/9) di Wantilan Gong Perdamaian Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Dalam kesempatan tersebut hadir Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara bersama Komandan Kodim 1611/ Badung Kolonel Inf. Made Alit Yudana, Kapolresta Denpasar, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA. Gede Agung Suyoga, Perwakilan Kodam IX Udayana, Kejaksaan Negeri Denpasar serta unsur terkait lainnya.

Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara yang membacakan sambutan Gubernur Bali mengatakan pelaksanaan TMMD yang ke 109 ini membuktikan bahwa keberadaanya sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat. “Saya memandang program TMMD ini merupakan salah satu upaya efektif mewujudkan tujuan pembangunan desa sebagaimana diamanatkan dalm pasal 78 UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.  Rai Iswara menambahkan dukungan Pemkot Denpasar terhadap program TMMD dimulai dari perencanaan sehingga di masukkan dalam APBdes. “Melihat koordinasi yang telah terjalin kami optimis program ini dapat berjalan dengan baik,” kata Rai Iswara.

Sementara Komandan Kodim 1611/ Badung Kolonel Inf. Made Alit Yudana  mengatakan program TMMD di Desa Kesiman Kertalangu meliputi perabatan jalan ulun carik sampai dengan depan Pura Khayangan Banjar Kerta Jiwa dengan Panjang 150 meter, lebar 1,2 meter dengan volume 180 meter persegi.

Perabatan galian subak sampai dengan empelan subak embung Banjar Kerta Jiwa dengan Panjang 350 meter, lebar 1,2 meter dengan volume 420 meter persegi. Total seluruh perabatan meliputi luas 500 meter, lebar 2,4 meter dengan volume 600 meter persegi. Selain itu dilaksanakan Penyenderan aliran subak sampai dengan empelan subak Banjar Kerta Jiwa dengan Panjang 700 meter, lebar atas 0,40 meter, lebar bawah 0,60 meter, tinggi 2 meter dan volume 563 meter persegi.

“Selain itu dilaksanakan program bedah rumah meliputi 10 unit rumah dan juga kegiatan non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi seperti penyuluhan dan sosialisasi keagamaan, penyuluhan bela negara, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan tentang terorisme dan paham radikalisme, penyuluhan lingkungan hidup dan kehutanan dan penyuluhan tentang pertanian.

Personil yang dilibatkan adalah tenaga tetap lapangan satuan setingkat kompi gabungan dari unsur TNI, Polri dan Pemkot Denpasar sebanyak 150 orang, tenaga pendukung kegiatan fisik dari Desa Kesiman Kertalangu berjumlah 50 orang, tenaga pendukung tidak tetap dari Pemkot, serta Organisasi Kemasyarakatan dan komponen masyaraklat lainnya.

Kegiatan Pra TMMD dilaksankaan bertahap dan berkelanjutan dari 4 Agustus sampai 9 September 2020, dan dilanjutkan dari 22 September sampai 21 Oktober yang dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia  bertujuan meningkatkan peran TNI sesuai dengan UU No 34 Tahun 2004 bahwa TNI membantu pemerintah melaksanakan pembangunan daerah dan kemanunggalan TNI dengan rakyat itu mutlak agar terciptanya keamanan, solidaritas dan kinerja pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Pemkot Denpasar Bahas Kerjasama Pariwisata dan Ekraf Dengan Brighton and Hove City

Pemkot Denpasar Bahas Kerjasama Pariwisata dan Ekraf Dengan Brighton and Hove City

Suarapemerintah.id –  Sebagai upaya untuk meningkatkan promosi pariwisata dan sinergi pengembangan ekonomi kreatif, Pemkot Denpasar kembali memaksimalkan kerjasama antar kota (sister city) dengan Brighton and Hove City, Inggris. Hal ini tertuang saat pelaksanaan Reunion Meeting bersama Brtisih Embassy dan British Council yang dipimpin Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra secara virtual pada Selasa (22/9).

Hadir dalam kesempatan tersebut secara virtual Country Director British Council, Hugh Moffets, Director English, Education, and Society British Council Indonesia, Colm Dawnes beserta jajaran. Hadir pula jajaran Pemkot Denpasar yakni Kadis Pariwisata Pemkot Denpasar, MA. Dezire Mulyani, Kadis Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, Kabag Kerjasama Denpasar Setda Kota Denpasar, Laxmy Saraswati, serta Ketua Harian Bekraf Denpasar, Putu Yuliartha.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas dilaksanakannya reunion meeting antara Pemerintah Kota Denpasar dengan perwakilan Brtisih Embassy dan British Council. Dimana, rapat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas kunjungan Pemkot Denpasar ke Brighton and Hove City, Inggris tahun 2019 lalu.

“Kota Denpasar memiliki kesamaan dengan Brighton and Hove City, Inggris, seingga dirasa sangat tepat untuk saling bertukar ide untuk mendukung kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif, hal ini juga mengingat kedua kota ini memiliki kemiripan baik dari segi budaya dan geografis,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Rai Mantra bahwa kedepan kerjasama ini dapat terus dimaksimalkan. Terlebih di masa pandemi ini untuk saling mendukung pemulihan perekonomian. Hal ini mengingat sektor ekonomi kreatif dapat menjadi sektor andalan baru untuk mendukung kemajuan pariwisata berkelanjutan.

“Di Kota Denpasar kami memiliki Dharma Negara Alaya Art and Creative Hub sebagai ruang berkreatifitas termasuk menciptakan start up bussines bagi anak muda yang dapat membantu menghidupkan perekonomian kota, mengingat Kota Denpasar adalah pusat bergeraknya sektor perdagangan, pariwisata dan pendidikan,” kata Rai Mantra

“Dan kami berharap melalui Reunion ini dapat menjalin rencana untuk bersama saling memperkenalkan satu sama lain, salah satunya Event Denpasar Festival 2020 sebagai ruang bagi insan ekonomi kreatif di Denpasar untuk mengeksplorasi diri, dan kami siap untuk berkolaborasi saling memperkanalkan potensi daerah dan bertukar ide kreatif,” pungkas Rai Mantra.

Dalam sambutannya Senior International of International officer Sussex University,  Mr. John Sanders menyambut baik pelaksanaan reunion meeting ini. Dimana, kerjasama yang telah dibahas sebelumnya diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana, utamanya dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pihaknya juga menyampaikan potensi pendidikan yang ditawarkan untuk Kota Denpasar sangat besar dan berpeluang untuk para pemuda yang hendak memperdalam Bahasa Inggris.

“Denpasar Festival 2020 kami harapkan dapat menjadi peluang kerjasama, utamanya dalam Program Cheevening dan Joint, dan kami juga sangat berkesan ketika program english for denpasar telah terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Satpol PP Kota Yogya Lakukan Operasi Penegakan Protokol Kesehatan

Satpol PP Kota Yogya Lakukan Operasi Penegakan Protokol Kesehatan

Suarapemerintah.id –  Memasuki hari ke empat Operasi Penegakan Protokol Kesehatan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta bersama instansi terkait difokuskan pada pengendara roda dua yang tidak menaati protokol kesehatan. Operasi yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Malioboro, Selasa malam (22/9) menjumpai masih banyak pengendara roda dua yang tidak menggunakan masker saat berkendara.

“Bukan kita menakut-nakuti tetapi dari sisi aturan kita diberikan wewenang untuk menjalankan tugas ini, dan kalau kita tidak lakukan, banyak sekali pelanggaran yang akan muncul . Untuk saat ini kita lebih spesifik ke pengendara roda dua,” ungkap Perwira Pengendali, Bernadus Bayu laksmono.

Bayu menambahkan, masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum mendapatkan sanksi teguran lisan, sanksi tertulis ataupun sanksi sosial. Beberapa diantaranya adalah masyarakat yang menggunakan helm full face.

“Temuan-temuan yang kita dapati kebanyakan pengendara roda dua dengan memakai jenis helm full face, kebanyakan dia tidak memakai masker. Kemudian ada juga masker yang tidak dipakai dengan semestinya,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan, berbagai upaya edukasi sudah dilakukan oleh Pemerintah, namun sampai saat ini masih ada yang melanggar. Menurutnya, sebenarnya masker untuk melindungi hidung dan mulut sehingga pihaknya lakukan upaya edukasi dan menyebarluaskan informasi. Namun, kini saatnya untuk  lebih menegakkan aturan.

Pemerintah sudah melakukan gerakan 4M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan, dimana gerakan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan masyarakat dapat mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Yang banyak kita temui adalah mereka yang sudah merasa memakai masker, namun kita melihat pemakaian masker tidak pas, misalnya tidak menutupi hidung dan mulut. Kita tidak melihat jenis maskernya namun diwajibkan memakai masker saat berkendara,” imbuh Bayu.

Strategi Pemkot Yogya Dalam Pengembangan Inovasi dan Percepatan Program Digitalisasi

Strategi Pemkot Yogya Dalam Pengembangan Inovasi dan Percepatan Program Digitalisasi

Suarapemerintah.id – Perkembangan teknologi dalam bentuk layanan digital telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan masyarakat dan roda pemerintahan.

Variasi perkembangan layanan digital di Indonesia menunjukkan akselerasi yang sangat cepat yang pada akhirnya menumbuhkan peluang-peluang ekonomi baru sekaligus tantangan yang menyertainya.

Kecepatan perkembangan layanan digital ini direspon cepat oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dalam berbagai bentuk kebijakan.

Dalam rangka memberikan respon yang tepat dalam menyusun strategi yang terarah guna mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari perkembangan layanan digital di wilayah Kota Yogyakarta, Pemkot Yogya, Bank Indonesia dan Bank BPD DIY telah melaksanakan kerja sama dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengembangkan berbagai program digitalisasi daerah (DD) yang mencakup elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETP) dan digitalisasi ekonomi dan keuangan di wilayah Kota Yogyakarta

Salah satu bentuk konkrit dari kerja sama tersebut adalah dengan menyelenggarakan focus group discussion (FGD) tentang sinergi pengembangan, inovasi dan percepatan program digitalisasi daerah untuk menyamakan persepsi terkait digitalisasi daerah ke seluruh dinas pengumpul pendapatan.

Kegiatan ini diadakan selama 2 hari sejak Selasa (22/9/2020) hingga hari ini, Rabu (23/9/2020) di hotel Harper. Dimana hari pertama membahas tentang Elektronifikasi Transaksi Pemerintah dan hari kedua membahas tentang digitalisasi daerah.

FGD kali ini dihadiri Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dan juga para pejabat Pemkot Yogya serta para pelaku usaha yang bergerak di bidang ekonomi digital.

Menurut Wawali di era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19 membawa dampak yang signifikan pada perkembangan transformasi digital

“Transaksi belanja online akan mengalami peningkatan pesat, hal ini disebabkan pasar yang berorientasi mobile akan terus meningkat lebih dari 64% dari populasi menggunakan smartphone,” bebernya.

Untuk itu, lanjutnya rencana tindak lanjut elektronifikasi Pemkot Yogya adalah melakukan penyediaan Infrastruktur pendukung elektronifikasi transaksi serta penyediaan regulasi terkait percepatan implementasi digitalisasi/elektronik transaksi Pemkot Yogya untuk optimalisasi PAD di semua Organisasi Perangkat Kerja Penghasil Pendapatan

“Selain itu kami juga rutin melakukan edukasi terkait digitalisasi kepada masyarakat untuk penyiapan dan penguatan Kapasitas SDM terkait digitalisasi di Kota Yogya,” jelasnya.

Wawali menambahkan untuk mendukung transaksi non tunai di Kota Yogya, Pemkot Yogya juga menjalin dengan beberapa mitra seperti PT Gojek Indonesia.

“Secara keseluruhan transaksi dari 6 pasar di Kota Yogya menunjukkan peningkatan sebesar 33% jika dibandingkan sebelum bekerjasama dengan Gojek,” bebernya.

Pasar yang transaksinya cukup mendominasi, lanjutnya, adalah Pasar Kranggan, sedangkan pasar yang masih perlu ditingkatkan lagi transaksinya adalah Pasar Legi Patangpuluhan.

Wawali berharap melalui kegiatan ini Kota Yogya dapat melakukan akselerasi elektronifikasi transaksi pendapatan seperti retribusi dan pajak menggunakan chanel pembayaran non tunai seperti QRIS.

Selain itu, kemarin juga dilakukan launching program SEMAR (Smart Traditional Market). Program SEMAR ini adalah hasil kolaborasi dengan Beringharjo.co.id dan Pemkot Yogyakarta.

Melalui program ini, dilakukan rekrutmen dan training relawan untuk membantu pedagang pasar tradisional berdagang secara online.

Tugas dari relawan ini adalah mendata produk, mengkurasi, foto produk, desain grafis, desain produk, dan kemasan digital marketing, digital branding dan supply chain management sehingga bisa menjadi jejaring online yang kuat.

Ke depan, beringharjo.co.id ini juga akan mengarah ke marketplace yang menghubungkan produk-produk pasar atau offline store agar diperdagangkan secara online.

Presiden Instruksikan Percepatan Pembangunan Pelabuhan Patimban

Suarapemerintah.id – Presiden Joko Widodo menginstruksikan dilakukannya percepatan pembangunan Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kehadiran pelabuhan utama baru tersebut akan berperan penting bagi pertumbuhan dan perdagangan di wilayah Jawa Barat.

Hal tersebut dikemukakan Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai Percepatan Proyek Strategis Nasional Patimban melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 22 September 2020.

“Pelabuhan Patimban ini memiliki peran yang penting dan strategis dalam pertumbuhan dan perdagangan di wilayah Jawa Barat dan dikembangkan saling mengisi dengan (pelabuhan) Tanjung Priok,” ujarnya.

Pantai Utara Jawa yang telah terhubungkan dengan sarana jalan tol ke depannya harus dapat menjadi sebuah super koridor ekonomi. Pembangunan pelabuhan Patimban akan menjadi salah satu kunci untuk dapat mewujudkan hal tersebut sehingga kawasan-kawasan industri, pariwisata, dan sentra pertanian akan saling terhubung.

“Dengan Pelabuhan Patimban ini akan terbangun segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi, yaitu Pelabuhan Patimban, Airport Kertajati, juga kawasan di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai sebuah kawasan industri, saling terkoneksi dan saling mendukung satu dengan yang lain sehingga memiliki daya saing terutama untuk produk-produk ekspor dan lebih khusus lagi di bidang otomotif,” imbuh Presiden.

Terkait percepatan pembangunan tersebut, Kepala Negara meminta jajarannya untuk sekaligus memperhatikan dampak sosial ekonomi bagi para nelayan setempat. Presiden meminta agar apabila terdapat nelayan setempat yang mungkin terdampak oleh pembangunan tersebut, pihaknya dapat bersegera bergerak dan memberi bantuan kepada para nelayan tersebut.

“Tolong dilihat betul, kalau memerlukan dukungan sarana dan prasarana untuk kapal misalnya bagi para nelayan yang terdampak ini agar KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) bisa memberikan bantuannya kepada para nelayan,” tuturnya.

Selain itu, pembangunan Pelabuhan Patimban ini juga harus diikuti dengan model pengembangan pelabuhan utama yang terkonsolidasi. Nantinya, tiap-tiap pelabuhan utama sudah harus memiliki segmen tersendiri yang dapat saling mengisi antara satu pelabuhan dengan pelabuhan lainnya.

“Patimban, Tanjung Priok, dan 28 pelabuhan utama lainnya harus betul-betul terkonsolidasi sehingga arah ke depan pengembangannya itu menjadi konkret dan jelas, mempunyai segmen yang saling mengisi. Kita harapkan agar konsolidasi ini dapat mempercepat pertumbuhan sentra-sentra ekonomi regional, juga memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik, membuat produk-produk ekspor kita semakin efisien dan kompetitif,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada November 2019 lalu, Presiden Joko Widodo telah meninjau perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban yang merupakan proyek pembangunan bertahap dan jangka panjang dengan nilai investasi sebesar Rp29 triliun hingga Rp50 triliun.

Total luas area pelabuhan Patimban secara keseluruhan mencapai 654 hektare. Dari jumlah tersebut, 300 hektare di antaranya akan diperuntukkan bagi peti kemas dan terminal kendaraan. Adapun untuk kapasitas pelabuhannya nantinya akan mencapai sebesar 7,5 juta TEUs.

Dengan kapasitas tersebut, Pelabuhan Patimban ini nantinya akan menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia yang disiapkan untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor.

Presiden Mengingatkan Peran PBB Pada Sidang Majelis Umum ke 75 PBB

Presiden Mengingatkan Peran PBB Pada Sidang Majelis Umum ke75 PBB

Suarapemerintah.id – Pada 75 tahun yang lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dibentuk agar perang dunia II tidak terulang kembali dan agar dunia bisa lebih damai, stabil, dan sejahtera. Perang tidak akan menguntungkan siapapun. Tidak ada artinya sebuah kemenangan dirayakan di tengah kehancuran, dan tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di tengah dunia yang tenggelam.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan peran PBB saat ini. Pidato tersebut disampaikan secara virtual seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 23 September 2020.

“Di usia PBB yang ke-75 ini, kita patut bertanya, apakah dunia yang kita impikan tersebut sudah tercapai? Saya kira jawaban kita akan sama. Belum,” kata Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, saat ini konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia. Kemiskinan dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan. Prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional kerap tidak diindahkan, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

“Kita semua prihatin melihat situasi ini. Keprihatinan kita menjadi semakin besar di saat pandemi Covid-19. Di saat seharusnya kita semua bersatu padu bekerja sama melawan pandemi, yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam,” paparnya.

Presiden Jokowi memandang bahwa seharusnya semua negara bersatu padu dan selalu menggunakan pendekatan win-win pola hubungan antarnegara yang saling menguntungkan. Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 sangat luar biasa baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi.

“Kita juga paham virus ini tidak mengenal batas negara. No one is safe until everyone is,” ungkapnya.

“Jika perpecahan dan rivalitas terus terjadi, maka saya khawatir pijakan bagi stabilitas dan perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna. Dunia yang damai, stabil, dan sejahtera semakin sulit diwujudkan,” imbuhnya.

Dukungan bagi Palestina

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia bertekad untuk terus berkontribusi bagi perdamaian dunia sesuai amanah konstitusi. Menurutnya, Indonesia akan terus memainkan peran sebagai bridge builder, sebagai bagian dari solusi.

“Secara konsisten, komitmen ini terus dijalani Indonesia, termasuk saat Indonesia duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. Spirit kerja sama akan selalu dikedepankan Indonesia spirit yang menguntungkan semua pihak, tanpa meninggalkan satu negara pun. No one, no country should be left behind,” tegasnya.

Persamaan derajat inilah yang ditekankan oleh Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno, saat Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 yang menghasilkan Dasasila Bandung. Hingga kini, prinsip Dasasila Bandung masih sangat relevan, termasuk penyelesaian perselisihan secara damai, pemajuan kerja sama, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

“Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di Konferensi Bandung yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaannya. Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina, untuk mendapatkan hak-haknya,” ungkapnya.

Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia bersama negara ASEAN akan terus menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Pada hari jadinya yang ke-53, 8 Agustus 2020 yang lalu, ASEAN kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Spirit kerja sama dan perdamaian inilah yang kemudian didorong Indonesia ke kawasan yang lebih luas, kawasan Indo-Pasifik, melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific,” tandasnya.

Presiden Jokowi Menyerukan Tiga Pemikiran Dalam Sidang Majelis Umum Ke75

Presiden Joko Widodo menyerukan tiga pemikiran dalam pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pidato tersebut disampaikan secara virtual seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 23 September 2020.

Suarapemerintah.idPresiden Joko Widodo menyerukan tiga pemikiran dalam pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pidato tersebut disampaikan secara virtual seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 23 September 2020.

Pertama, Presiden Joko Widodo menyerukan agar PBB senantiasa berbenah diri, melakukan reformasi, revitalisasi, dan efisiensi. Menurutnya, PBB harus dapat membuktikan bahwa multilateralisme itu menghasilkan, termasuk pada saat terjadinya krisis.

“PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global. Dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat PBB agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif, sejalan dengan tantangan zaman,” kata Presiden

“PBB bukanlah sekadar sebuah gedung di kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus. Indonesia memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan terhadap PBB dan multilateralisme. Multilateralisme adalah satu-satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan,” imbuhnya.

Kedua, Presiden Joko Widodo mendorong agar kepemimpinan global kolektif harus diperkuat. Dalam hubungan antarnegara dan internasional, setiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Namun, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa semua negara memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia.

“Di sinilah dituntut peran PBB untuk memperkokoh collective global leadership. Dunia membutuhkan spirit kolaborasi dan kepemimpinan global yang lebih kuat untuk mewujudkan dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Ketiga, Presiden Joko Widodo mendorong agar kerja sama dalam penanganan Covid-19 diperkuat, baik dari sisi kesehatan maupun dampak sosial ekonominya. Menurutnya, vaksin akan menjadi game changer dalam perang melawan pandemi.

“Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau. Untuk jangka yang lebih panjang, tata kelola ketahanan kesehatan dunia harus lebih diperkuat. Ketahanan kesehatan dunia yang berbasis pada ketahanan kesehatan nasional akan menjadi penentu masa depan dunia,” paparnya.

Dari sisi ekonomi, Presiden Joko Widodo memandang bahwa reaktivasi kegiatan ekonomi secara bertahap harus mulai dilakukan dengan melakukan koreksi terhadap kelemahan-kelemahan global supply chain yang ada saat ini. Aktivasi ekonomi harus memprioritaskan kesehatan warga dunia.

“Dunia yang sehat, dunia yang produktif harus menjadi prioritas kita. Semua itu dapat tercapai jika kita semua bekerja sama, bekerja sama, dan bekerja sama. Mari kita memperkuat komitmen dan konsisten menjalankan komitmen untuk selalu bekerja sama,” tandasnya.