Beranda blog Halaman 4793

Selangkah Lagi IAIN Jadi UIN

Selangkah Lagi IAIN Jadi UIN

Beritamedia.id – Selangkah lagi transformasi (perubahan) status kelembagaan Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) bakal terwujud.

Hal itu ditegaskan Rektor IAIN Bengkulu Prof. Sirajuddin yang mengakui perubahan status IAIN menjadi UIN hanya menunggu Surat Keputusan dari Presiden Repulik Indonesia Joko Widodo.

“Saat ini hanya menunggu dari Menteri Pendayagunaan Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) yang meminta prakarsa tersebut untuk dapat segera disetujui dan ditandatangani Presiden Joko Widodo,” tutur Prof. Sirajuddin, saat ditemui di ruangannya, Senin (7/9).

Lebih lanjut diungkapkannya, terkait seluruh persyaratannya, telah dilakukan pembahasan ulang dan telah direvisi sesuai dengan apa yang dipersyaratkan untuk melakukan konversi dari IAIN menjadi UIN.

“Insya Allah tidak ada lagi kendala dalam persyaratannya, tinggal lagi MenpanRB meneruskan izin prakarsanya ke presiden, sehingga presiden dapat mengeluarkan Perpres-nya dalam waktu dekat ini, kita doakan saja,” sebut Sirajuddin.

Sedangkan untuk nama UIN Fatmawati Seokarno yang diusulkan oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dijelaskannya, sudah diajukan dan hanya menunggu SK dari presiden saja, apakah nanti namanya UIN Fatmawati Soekarno atau UIN Fatmawati.

“Nanti kita lihat dari SK Presiden yang mana akan disetujui apakah UIN Fatmawati Soekarno atau UIN Fatmawati, mudah-mudahan tidak berubah seperti yang kita usulkan yaitu UIN Fatmawati Soekarno, karena kita hanya mengusulkan saja,” ujarnya.

Sirajuddin menegaskan, perubahan status dari IAIN menjadi UIN tersebut dalam waktu dekat keinginan dan harapan tersebut dapat segera terwujud.

“Insya Allah kita targetkan akhir tahun ini dapat terwujud,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah terus mengupayakan untuk pengembangan status kelembagaan maupun perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu.

Di mana, saat ini seperti Polda Bengkulu telah naik dari Type B menjadi Type A yang sekarang dipimpin oleh Kapolda dengan pangkat Inspektur Jenderal (bintang dua).

Naiknya status kelembagaan maupun perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu tersebut, dimaksudkan oleh Gubernur Rohidin agar Provinsi Bengkulu dapat setara dengan provinsi lainnya.

Di samping menaikan status juga diharapkan dapat berdampak pada naiknya ekonomi Provinsi Bengkulu.

Untuk transformasi IAIN ke UIN, Gubernur Rohidin telah melakukan koordinasi dengan beberapa kementrian terkait seperi Menko PMK, KemenpanRB dan juga Kemenag RI yang menghasilkan rekomendasi untuk mewujudkan IAIN menjadi UIN Fatmawati Soekarno.

Peningkatan Kelembagaan, Giat Gubernur Rohidin Dorong Kemajuan Bengkulu Lebih Cepat

Peningkatan Kelembagaan, Giat Gubernur Rohidin Dorong Kemajuan Bengkulu Lebih Cepat

Suarapemerintah.id – Peningkatan kelembagaan maupun Instansi sangat penting untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang berhasil mendorong lembaga – lembaga pemerintah maupun pendidikan naik tingkat, guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Sehingga dapat mempercepat kemajuan sebuah daerah.

Hal yang sama juga disampaikan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu Prof. Sirajuddin. Bahwa penguatan kelembagaan di suatu daerah akan banyak memberikan dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Saya kira ini adalah suatu kemajuan untuk mengejar ketertinggalan dengan provinsi lain dan itu sangat besar dampaknya terhadap pengembangan SDM, termasuk dampak ekonomi yang akan berimbas ke sana,” jelas Prof. Sirajuddin.

Salah satu peningkatan kelembagaan yang didorong oleh Pemprov Bengkulu adalah peningkatan Polda Bengkulu dari yang sebelumnya Tipe B menjadi Tipe A, lalu ada peningkatan Korem 041 Gamas Bengkulu juga resmi naik menjadi Tipe A, menyusul Pangkalan TNI AL (Lanal) Bengkulu serta proses konversi IAIN Bengkulu menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Sementara itu juga dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, bahwa banyak perubahan yang terjadi diantaranya adalah struktur kelembagaan Polda Bengkulu sejak di tetapkan menjadi Tipe A.

“Yang jelas untuk struktur berubah, kepangkatan termasuk Kapolda dari bintang satu menjadi bintang dua, dari Brigjen menjadi Irjen, Wakapolda dari Kombes menjadi Brigjen, lalu pejabat utama yang dulu setingkat Kabid AKBP sekarang semua sudah Kombes,” jelas Kombes Pol Sudarno.

Perkembangan zaman yang semakin cepat dan dinamis juga menuntut Instansi untuk semakin meningkatkan kemampuan serta pelayanannya. Peningkatan Polda Bengkulu tentu memberikan dampak positif diantaranya peningkatan kemampuan personil Polda Bengkulu.

“Karena juga tantangan di lapangan juga mengalami peningkatan sehingga tingkat profesionalisme personil diharapkan juga meningkat, baik pelayanan kepada masyarakat yang sifatnya administratif seperti misalnya di Samsat maupun pelayanan di bidang pelayanan hukum,” papar Kombes Pol Sudarno.

Salah satu trobosan yang baru – baru ini dilakukan adalah Samsat Virtu dan Samsat Drive Thru yang merupakan kolaborasi Pemprov Bengkulu melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Ditlantas Polda Bengkulu, serta PT Jasa Raharja.

Samsat Virtu dengan slogan “Urusan Gampang Nian” merupakan tindak lanjut layanan di luar jam kerja, yang bisa melayani pukul 15.00 – 21.00 WIB. Sehingga ini memungkinkan masyarakat leluasa membayar kewajiban pajak kendaraannya tanpa mengganggu aktivitas jam kerja.

“Polisi itu selain penegakan hukum, pelayanan perlindungan kepada masyarakat, Polisi juga melakukan pelayanan seperti juga penerbitan SIM, STNK, BPKB, contohnya sekarang pembayaran Samsat bisa secara virtual, itulah bentuk – bentuk peningkatan pelayanan yang memudahkan masyarakat, jadi lebih baik, lebih mudah, lebih cepat dan tidak ada pungutan – pungutan selain pungutan resmi,” pungkasnya.

Terima Audiensi Dari CEO Raja Sayur, Plt Wali Kota Medan Harap Aplikasi Raja Sayur Dapat Membantu Ekonomi Masyarakat

Terima Audiensi Dari CEO Raja Sayur, Plt Wali Kota Medan Harap Aplikasi Raja Sayur Dapat Membantu Ekonomi Masyarakat

Suarapemerintah.id – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si menerima audiensi dari CEO Raja Sayur di Kantor Wali Kota Medan, Senin (7/9).

Raja Sayur sendiri merupakan sebuah aplikasi yang menyediakan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat.

Dalam audensi yang tetap menerapkan protokol kesehatan ini, CEO Raja Sayur, Risdianto,SE menjelaskan bahwa dirinya berkeinginan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui aplikasi.

“Jadi di aplikasi Raja Sayur ini menampung banyak produk pilihan yang dibutuhkan oleh masyarakat.”kata Risdianto.

Selain itu aplikasi Raja Sayur ini juga membantu para UMKM kecil yang ada di dalam-dalam gang agar semakin mudah dijangkau oleh masyarakat melalui aplikasi.

“Konsepnya juga kami buat agar pelaku UMKM yang ada di lorong-lorong gang dapat diberdayakan dan semakin mudah dijangkau oleh konsumen.”ujarnya.

Kedepannya Risdianto berharap dapat bekerjasama dengan Pemko Medan sehingga pelaku UMKM yang saat ini menjadi binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Medan dapat memasarkan produknya di aplikasi raja sayur tersebut.

Menanggapi penjelasan tersebut, Plt Wali Kota Medan mengatakan sebagai startup di Kota Medan diharapkan aplikasi ini segera di launching dan dikembangkan sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat Kota Medan.

“Secepatnya aplikasi ini harus di persiapkan agar dapat membantu ekonomi masyarakat kota Medan, apalagi dimasa pandemic saat ini ekonomi masyarakat sedang turun drastis.”ujar Plt Wali Kota Medan.

Jangan Sampai Identitas Melayu Hilang Dari Medan

Suarapemerintah.id – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M. Si., menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Melayu Indonesia di kantor wali kota, Senin (7/9). Akhyar berharap para mahasiswa ini tetap menjaga identitas Melayu agar tidak hilang dari Medan.

Akhyar didampingi Kadis Kebudayaan Medan, O.K. Zulfi, Kadis Pendidikan Adlan, dan Sekretaris Dinas Kominfo Medan, Mansursyah, S.Sos., MAP., mengatakan, para pegiat Himpunan Mahasiswa Melayu Indonesia dapat memberikan masukan kepada Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan tentang ekspresi budaya Melayu yang dapat ditampilkan di Medan.

“Medan asalnya Tanah Deli. Jangan sampai identitas Melayu hilang dari Medan. Berikanlah masukan ekspresi budaya apa yang dapat ditampilkan di Medan,” ucap Akhyar seraya mengatakan, budaya itu bukan sekadar tari-tarian saja, namun juga dapat berwujud dalam bentuk-bentuk kebudayaan lainnya.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Mahasiswa Melayu Indonesia, Ahmad Tamami, menyampaikan kepada Akhyar tujuan kedatangan mereka untuk mempererat jalinan silaturrahim dengan Pemko Medan. Selain itu mereka juga melaporkan kepada Plt Wali Kota bahwa 12 September mendatang mereka akan menggelar focus group discussion yang bertajuk “Strategis Pembangunan Daerah Dalam Tinjauan Falsafah Bangsa Melayu”.

Akhyar mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Dia mengharapkan, diskusi terarah ini menghasilkan pemikiran-pemikiran yang dapat diterapkan untuk kemajuan Medan.

Pada saat itu, Akhyar juga menyampaikan pandangan tentang pentingnya mengembangkan jiwa entrepreneurship di kalangan generasi muda. Dengan berakarnyajiwa ini, maka modal bukan lagi hal utama dalam berusaha.

“Yang utama dalam berbisnis, adalah jiwa entreprenurship. Setelah itu ide, jaringan, dan kepercayaan,” pesan Akhyar dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana keakraban tersebut.

Buka Rakor MUI Kota Medan, Plt Wali Kota Medan Ajak Ulama Menjadi Suri Tauladan Bagi Masyarakat dalam Mencegah penyebaran Covid-19

Buka Rakor MUI Kota Medan, Plt Wali Kota Medan Ajak Ulama Menjadi Suri Tauladan Bagi Masyarakat dalam Mencegah penyebaran Covid-19

Suarapemerintah.id – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si secara resmi membuka rapat koordinasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan dengan MUI Kecamatan se-kota Medan di kantor MUI Kota Medan, jalan Nusantara, Senin (7/9).

Dalam rakor yang tetap menerapkan protokol kesehatan ini Plt Wali Kota Medan mengajak para ulama yang hadir agar dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat luas dalam upaya mencegah penyebaran covid-19 di kota Medan. Mengingat pandemi covid-19 sangat mempengaruhi banyak hal baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Bahkan Untuk kota Medan sendiri, sebut Plt Wali Kota Medan angka positif sudah mencapai 4000-an, dimana sekitar 2000-an sudah sembuh.

“Berdasarkan angka penularan dan kematian wabah ini masih sangat membahayakan bagi masyarakat, jadi apabila ada gejala-gejala penularan yang dirasakan segera ke Rumah Sakit agar virus didalam tubuh tidak berkembang dan dapat segera di tangani.”kata Plt Wali Kota Medan.

Apalagi covid-19 ini jelas Plt Wali Kota Medan lagi sudah menulari semua kalangan masyarakat, karenanya masyarakat di minta agar tetap menjaga dirinya dari bahaya covid-19 dengan wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Saya mengajak para ulama untuk menjadi suri tauladan bagi masyarakat luas dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga penularan covid-19 di kota Medan dapat ditekan.”ajak Plt Wali Kota Medan.

Sebelumnya Ketua MUI Kota Medan, Prof.Dr. M.Hatta mengatakan rapat koordinasi ini merupakan agenda rutin yang harus digelar minimal satu tahun sekali. Dalam rakor ini dibahas mengenai dua hal diantaranya yaitu mengenai kesepakatan bersama tentang covid-19 dan tentang pelaksanaan Pilkada Kota Medan tahun 2020.

Hatta beranggapan para ulama harus bisa menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19 di kota Medan.
Selain itu Hatta juga meminta kepada para ulama agar ikut mensukseskan pelaksanaan Pilkada kota Medan tahun 2020 dengan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya secara tetap dan menghindari golput. Dengan begitu Hatta berharap akan muncul pemimpin terbaik untuk kota Medan kedepannya.

Wali Kota Malang Resmikan Griya Barnes, Wadah Ekonomi Kreatif Warga Bareng Tenes

Wali Kota Malang Resmikan Griya Barnes, Wadah Ekonomi Kreatif Warga Bareng Tenes

Suarapemerintah.id – Kehadiran kampung tangguh di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini sangat dibutuhkan. Di dalamnya diantaranya harus ada ketangguhan sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas. Dari sini, keberadaan pelaku UMKM harus terus dikuatkan dan hendaknya disinergikan dengan instansi terkait yang dalam hal ini adalah Dinas Koperasi, Perindustian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang sehingga akan turut menguatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

Beberapa hal itu disampaikan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat meninjau pameran produk UMKM dan meresmikan Griya Bareng Tenes (Barnes) di RW 2 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang, Minggu (06/09/2020). Disampaikan pria berkacamata itu bahwa semua produk ekonomi kreatif yang dipamerkan kali ini sudah cukup bagus dan bernilai jual tinggi.

Seperti aneka makanan dan minuman yang memanfaatkan tanaman toga di lingkungan kampung. “Ini bisa menjadi contoh bagi RW lain. Maka diperlukan berbagai penguatan, libatkan perguruan tinggi sehingga nantinya bisa low cost tapi hight quality,” imbuhnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, tidak menutup kemungkinan dan bahkan dari produk UMKM ini bisa menembus pasar ekspor. Masa pandemi ini membuat kita harus berpikir keras dan kreatif. “Mari himpun semua kekuatan kecil, dan jangan terpaku dengan modal usaha hingga sarana penunjang lain,” ajaknya.

“Sekarang eranya sudah serba digital, dan manfaatkan peluang ini sebaik mungkin yaitu dengan memanfaatkan pasar daring. Sudah banyak contoh seseorang yang memutar haluan menjadi pelaku UMKM dan sukses. Yang terpenting dan kuncinya adalah, apakah kita mau berusaha dan bangkit,” pesan Sutiaji.

Diresmikannya Griya Barnes disambut antusias warga, khususnya anggota Dasa Wisma RW 2 Kelurahan Bareng. Pasalnya, mereka nantinya akan terwadahi dengan baik, yakni produk UMKM serta produk ekonomi kreatif warga setempat. Warga dapat berproduksi, melakukan promosi dan penjualan produk secara bersama serta tertata dengan baik.

Seperti yang disampaikan salah satu anggota Dasa Wisma Mawar 3, Ninis Okta Rumiawati. Menurut perempuan berhijab ini, pihaknya beserta anggota yang lain selama ini memang menunggu keberadaan wadah khusus untuk menampung hasil kreativitas warga. “Potensi kampung dan juga warga sejauh ini cukup baik, sehingga memang harus terwadahi secara optimal,” tandasnya. (say/yon)

Rayakan Hari Pelanggan Nasional Dimasa Pandemi, BNI Lakukan Ini

Rayakan Hari Pelanggan Nasional Dimasa Pandemi, BNI Lakukan Ini

Suarapemerintah.id – Setelah setengah tahun berperang melawan Covid-19, pertemuan menjadi begitu istimewa walau hanya lewat layar gadget. Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, jajaran Direksi BNI menyapa nasabah secara virtual.

Di dalam sesi tersebut, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar berinteraksi langsung dengan para nasabah, memberikan apresiasi atas kepercayaan nasabah terhadap layanan BNI sekaligus memberikan edukasi terkait digitalisasi perbankan yang telah BNI lakukan.

“BNI ingin hadir lebih dekat dengan nasabah. Tentunya menjadi tantangan bagi kami, bagaimana kami hadir untuk memberikan layanan serta solusi finansial kepada nasabah di era adaptasi kebiasaan baru ini,” ujar Royke.

BNI ingin menjadikan Harpelnas tahun ini sebagai momentum spesial untuk memposisikan BNI sebagai bank yang selalu hadir dalam hidup nasabah dengan fitur, kemudahan dan berbagai solusi finansial bernilai tambah. BNI berkeinginan untuk terus melayani dengan sepenuh hati serta memberikan pengalaman menarik dan berkesan bagi nasabah setiap harinya.

“Ekselensi layanan kepada nasabah merupakan salah satu langkah BNI dalam meningkatkan kualitas bisnisnya, sehingga pasti akan berujung pada peningkatan kinerja korporasi yang memuaskan. Kami ada karena nasabah serta terus memberikan layanan terbaik merupakan komitmen kami,” jelas Royke.

Masa pandemi Covid-19 merupakan masa yang berat bagi setiap orang. Belum ada yang dapat memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Salah satu yang dapat kita lakukan adalah membiasakan diri dalam segala aspek kehidupan dengan kebiasaan baru berdasarkan protokol kesehatan, termasuk dalam melayani nasabah.

Teristimewa dalam rangka Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2020, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memberikan kemudahan transaksi perbankan, berbagai promo spesial, serta menggelar acara virtual bagi nasabah. Nasabah terus menginsipirasi dan mengisi semangat BNI untuk memberikan yang terbaik di era adaptasi kebiasaan baru ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir, mengatakan bahwa nasabah BNI tetap dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman melalui e-channel BNI. Untuk melakukan pembukaan rekening secara digital, nasabah dapat  memanfaatkan fasilitas BNI Sonic dan Pembukaan Rekening Digital sehingga tidak perlu lagi mengantri di kantor cabang.

BNI Mobile Banking juga terus berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi Nasabah. Saat ini, BNI Mobile Banking telah dilengkapi dengan sistem biometrik sehingga nasabah semakin mudah saat log in. Dengan biometrik, nasabah cukup tersenyum ke layar smartphone atau menempelkan jari ke smartphone-nya. Pastikan terlebih dahulu bahwa sistem face recognition dan fingerprint sudah diaktifkan pada smartphone-nya.

Melalui BNI Mobile Banking, nasabah juga dapat melakukan berbagai macam transaksi seperti transfer, top up e-wallet, pembayaran listrik dan air, pembelian pulsa, tarik tunai tanpa kartu, hingga investasi juga bisa melalui aplikasi BNI Mobile Banking.

“Dengan jaringan mesin ATM di seluruh Indonesia, BNI memberikan solusi bagi nasabah yang tidak membawa kartu debit BNI saat akan bertransaksi tarik tunai. Aplikasi BNI Mobile Banking telah diperlengkapi dengan fitur BNI Mobile Tunai, sehingga penarikan tunai di mesin ATM dapat dilakukan tanpa kartu (cardless),” ujar Ronny.

Ronny menambahkan, BNI telah menjadi pionir dalam menyediakan fitur transaksi melalui asisten virtual. BNI Call Virtual Assistant yang berbasis Artificial Intelligence dapat menerima perintah suara dari nasabah untuk melakukan transaksi. Selain itu, untuk mengajukan kredit seperti KPR BNI atau BNI Griya dari mana saja dan kapan saja, nasabah dapat mengakses e-Form.

“Dari sekian banyak inovasi tersebut, BNI tetap memberikan yang terbaik bagi nasabah yang masih membutuhkan layanan di cabang. Dengan protokol kesehatan yang diterapkan dari ketika memasuki hingga meninggalkan banking hall, BNI menjamin keamanan nasabahnya,” ujarnya.

Promo Harpelnas 2020

Ronny juga mengatakan, “hari istimewa tidak akan lengkap tanpa adanya promo spesial bagi para nasabah setia BNI. BNI menyiapkan beragam promo diskon hingga Rp 750 ribu dengan menggunakan Kartu Debit BNI dan Kartu Kredit BNI di berbagai merchant antara lain Tokopedia, Shopee, Blibli, Matahari, Pizza Hut, Indomaret, Coldstone, Traveloka, Tiket.com ditambah program cicilan 0% dengan Kartu Kredit BNI di merchant e-commerce pilihan. Tentunya promo lainnya masih banyak lagi, informasi lengkapnya dalam diakses pada aplikasi BNI Experience.”

Selain itu, ada pula promo untuk pembukaan rekening digital, migrasi dan upgrade Kartu Debit BNI, serta suku bunga KPR mulai dari 4,74% fixed selama 1 tahun untuk pengajuan BNI Griya.

Untuk menciptakan hubungan yang lebih erat dengan pelanggan setia, BNI juga akan mengadakan Lomba Video di media sosial dengan hadiah yang menarik sebagai bentuk interaksi yang lebih dekat. Informasi lebih lanjut, pantau akun Instagram resmi BNI @bni46.

Wakil Walikota Yogyakarta Imbau Masyarakat Jangan Lengah

Wakil Walikota Yogyakarta Imbau Masyarakat Jangan Lengah

Suarapemerintah.id – Wakil Walikota Yogyakarta, yang juga merupakan ketua gugus tugas penanganan covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan lebih waspada terhadap penyebaan covid 19, hal tersebut dikarenakan banyak ditemukan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Ia menjabarkan yang dimaksud OTG adalah seorang yang telah terpapar covid-19 namun tidak menunjukkan gejala-gejala sudah terpapar covid-19.

“Sekarang yang terpapar covid-19 sudah tidak seperti dulu, kalau dulu banyak yang menunjukkan gejala seperti sesak nafas, badan panas, tetapi sekarang banyak juga ditemukan OTG, sudah terpapar tetapi tidak menunjukkan gejala sama sekali,” katanya saat menghadiri acara Ngluwihi Mbagehi warga RW 04 Janturan.

Ia mengungkapkan jika kasus di Kota Yogya semakin tinggi, pada akhir bulan Juli jumlah total kasus positif covid-19 tidak sampai 40 kasus. “Namun selama bulan Agutus hingga awal September mencapai 180 kasus. Artinya ada peningkatan di bulan Agustus ini, dan sebagian besar dari kasus tersebut adalah OTG ,” katanya.

Wawali menyampaikan, dengan adanya OTG ditakutkan dapat menyebarkan covid-19 tanpa disadari untuk itu dirinya menegaskan agar masyarakat tidak terlena dan harus tetap menegakkan protokol kesehatan selama pandemi masih ada.

“OTG itu tidak merasakan gejala tetapi dapat menularkan covid-19 kepada orang lainnya, masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Saat ini Pemkot Yogyakarta terus melakukan pengendalian penyebaran covid-19 dengan berbagai cara satu diantaranya adalah dengan cara melakukan tracing dan melakukan rapid tes diberbagai lokasi. (Han)

Perpanjang WFH, Menkominfo: Terapkan 4M dan Tetap Produktif

Perpanjang WFH, Menkominfo: Terapkan 4M dan Tetap Produktif

Suarapemerintah.id Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak sivitas Kementerian Kominfo untuk tetap bekerja produktif dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia juga mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan 4M agar mengatasi pandemi dengan tuntas.

Menteri Johnny menyatakan bangsa dan negara memanggil seluruh sivitas Kementerian Kominfo untuk fokus memutus rantai penyebaran Covid-19 dan menggerakkan ekonomi digital yang dinamis. 

“Sambil tetap produktif dalam menjalankan tugas dan fungsi pokok Kementerian Kominfo yang lain secara optimal. Saya juga menekankan bahwa Covid-19 memang berbahaya, namun tidak akan membuat Kominfo melambat,” tegasnya dalam tayangan podcast dari Jakarta, Minggu (06/09/2020).

Menurut Menteri Kominfo, kebijakaan penerapan bekerja dari rumah atau _work from home_ (WFH) yang diambil untuk karyawan di kantor pusat merupakan upaya memutus penularan Covid-19. 

“Sejak tanggal 28 Agustus tahun 2020 ini kita bekerja dari rumah demi memutus penularan Covid-19 di lingkungan kantor Kominfo,” ujarnya. 

Penerapan kebijakan itu diambil menyusul teridentifikasinya beberapa karyawan positif Covid-19. Sampai hari ini, tercatat sebanyak 49 karyawan Kementerian Kominfo positif Covid-19. Sebanyak 18 orang telah sembuh dan tidak ada yang dilaporkan meninggal. 

Kepada karyawan yang tengah menjalani pemulihan, Menteri Johnny menyapa dan menyampaikan pesan semangat agar tidak lelah berjuang untuk sembuh. 

“Saya menyampaikan simpati yang sangat mendalam kepada rekan-rekan Kominfo yang sedang dalam masa pemulihan dari Covid-19. Saya juga ingin mengingatkan bahwa anda tidak sendiri, saya dan jajaran pimpinan kominfo ada persamaan dan sekalian, sehingga jangan sungkan menghubungi atasan atau kolega jika anda perlu bantuan,” ungkapnya.

Terapkan 4M

Dalam tayangan podcast, Menteri Kominfo mengajak seluruh sivitas untuk menerapkan protokol kesehatan. “Bagi sahabat-sahabat yang sehat, saya berharap situasi ini menjadi pengingat untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara lebih disiplin,” tegasnya.

Menteri Johnny juga mengingatkan agar Covid-19 tidak boleh dianggap enteng. “Tetapi bukan berarti Covid-19 tidak bisa kita lawan. Covid-19 bisa di atasi dengan tuntas asalkan kita semua mau bergotong-royong mematuhi protokol kesehatan 3M,” tegasnya.

Menteri Kominfo menegaskan akan selalu mengulang pesan menerapkan protokol kesehatan agar bisa dilaksanakan secara disiplin. “Mungkin ada semua sudah bosan mendengarnya, tapi saya sampaikan sekali lagi, sampai benar-benar dihafal dan dilaksanakan secara disiplin,” ungkapnya. 

Menurut Menteri Johnny merinci pendekatan 4M.  Pertama, adalah memakai masker dengan benar setiap keluar rumah. “Pastikan masker menutup area hidung, area mulut hingga. Hindari menyentuh bagian luar masker dan jangan turunkan masker masker ke dagu. Masker adalah senjata penting kita untuk melawan penularan Covid-19. Dan akan jauh lebih baik jika dibarengi dengan penggunaan face shield,” paparnya. 

Adapun mengenai M kedua, Menteri Kominfo menyebutkan sebagai mencuci tangan dengan sabun secara teratur sebelum memegang area mata, area hidung dan mulut secara langsung. Termasuk ketika hendak mengganti dan memasang masker kembali.

“M ketiga, menjaga jarak antara satu setengah meter hingga dua meter. Hindari pula sentuhan ketika berinteraksi dengan orang lain,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Johnny juga menekankan 1 M lagi yaitu menjauhi kerumunan yang berpotensi menularkan Covid-19. “Ini menjadi catatan penting karena didalamnya juga terdapat imbauan untuk menunda kunjungan ke tempat-tempat ramai jika tidak diperlukan,” tuturnya.

Perpanjang WFH

Menteri Kominfo mengingatkan selain protokol kesehatan, seluruh sivitas Kementerian Kominfo tetap menjaga semangat dan imunitas tubuh.

“Di atas semua itu mari jaga semangat dan jaga imunitas! Karena saat ini imunitas tubuh menjadi benteng pertahanan utama dari tubuh kita untuk melawan Covid-19,” ujarnya.

Secara khusus, di tengah bekerja dari rumah, Menteri Johnny mengimbau agar sivitas Kominfo dapat meningkatkan aktivitas yang menyehatkan, makanan bernutrisi dan berdoa kepada Tuhan.

“Lakukan hal-hal yang menyehatkan badan dan menyegarkan pikiran. Sebisa mungkin perbanyak asupan nutrisi, berolahraga secara teratur dan senantiasa bersikap optimis. Dan sebagai umat beriman, kita hendaknya selalu panjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai iman dan kepercayaan kita masing-masing,” imbaunya. 

Dengan melaksanakan semua hal itu, Menteri Kominfo menyatakan setiap civitas kementerian akan memiliki kontribusi dalam pengendalian Covid-19 serta membantu tenaga kesehatan.

“Dengan menjalankan kesemuanya di atas, kita sedang berkontribusi pada pengendalian Covid-19. Sekaligus menghargai kerja keras tenaga kesehatan di garis depan, yang sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Menteri Johnny menyatakan, guna mengendalikan penularan Covid-19 di Kantor Pusat Kementerian Kominfo, penutupan sementara diperpanjang hingga 11 September 2020. 

“Sahabatku sekalian, saya sekaligus ingin menggumumkan bahwa penutupan Kantor Pusat Kominfo diperpanjang sampai tanggal 11 September 2020 ini. Dan akan mulai bekerja lagi pada tanggal 14 September 2020, selanjutnya akan kita terus evaluasi keadaannya,” ujarnya.

Selama penutupan sementara kantor pusat, Menteri Kominfo akan berkantor di rumah dinas Widya Chandra dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya sendiri setiap hari tetap berkantor di rumah dinas Widya Chandra. Dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dibantu oleh para staf yang juga disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Menurut Menteri Kominfo, pandemi Covid-19 bukan jadi halangan untuk menjalankan tugas dengan semangat. “Justru harus mendorong Kominfo semakin akseleratif dan produktif. Mendukung arahan Presiden Bapak Joko Widodo kesehatan pulih, ekonomi bangkit! Dengan semangat api tak kunjung padam kita pergi! Salam sehat!” tandasnya.

 

Kemenag: Penceramah Bersertifikat Bukan Sertifikasi Profesi

Kemenag: Penceramah Bersertifikat Bukan Sertifikasi Profesi

Suarapemerintah.idKementerian Agama dalam waktu dekat akan menyelenggarakan program penceramah bersertifikat. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan bahwa program ini bukanlah sertifikasi profesi.

“Penceramah bersertifikat ini bukan sertifikasi profesi, seperti sertifikasi dosen dan guru. Kalau guru dan dosen itu sertifikasi profesi sehingga jika mereka sudah tersertifikasi maka harus dibayar sesuai standar yang ditetapkan,” jelasnya di Jakarta, Senin (07/09).

“Kalau penceramah bersertifikat, ini sebenarnya kegiatan biasa saja untuk meningkatkan kapasitas penceramah. Setelah mengikuti kegiatan, diberi sertifikat,” sambungnya.

Penceramah bersertifikat, kata Kamaruddin, seperti program peningkatan kapasitas penyuluh agama dan penghulu yang dilalukan Dirjen Bimas Islam. Saat ini tercatat ada sekitar 50ribu penyuluh dan 10ribu penghulu di Indonesia. Untuk mengoptimalkan layanan, mereka secara bertahap ditingkatkan kapasitasnya di bidang literasi tentang zakat, wakaf, moderasi beragama. Setelah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas, mereka mendapatkan sertifikat.

“Jadi ini sertifikasi biasa yang tidak berkonsekuensi apa-apa. Jadi bukan sertifikasi profesi sehingga ini tidak berkonsekuensi wajib atau tidak. Bukan berarti yang tidak bersertifikat tidak boleh berceramah; atau yang boleh berceramah hanya yang bersertifikat. Sama sekali tidak begitu,” tegas Kamaruddin.

“Ini hanya kegiatan biasa yang ingin memberikan afirmasi kepada penceramah kita, ingin memperluas wawasan mereka tentang agama dan ideologi bangsa. Jadi ini bukan sertifikasi, tapi penceramah bersertifikat,” lanjutnya.

Kamaruddin menambahkan, penceramah bersertifikat berlaku untuk penceramah semua agama. Namun, program ini tidak bersifat wajib atau mengikat. Dalam pelaksaannya, Kemenag berperan sebagai fasilitator dan koordinator.

Program ini juga akan melibatkan sejumlah lembaga lain, antara lain Lemhanas, BNPT, BPIP, serta ormas dan majelis agama. Menurut Kamaruddin, Lemhanas memiliki otoritas untuk menjelaskan dan memberi penguatan wawasan penceramah tentang ketahanan negara. BPIP akan memperkaya perspektif tentang Pancasila sebagai dasar negara. Sementara BNPT, akan menjelaskan  dinamika yang terjadi di kancah global maupun nasional tentang potensi destruktif terhadap perkembangan agama di Indonesia.

“Untuk Bimas Islam, target tahun ini 8.200 penceramah. Kemenag mengajak MUI bisa ikut memberikan materi,” tandasnya.