Beranda blog Halaman 4795

Salurkan Bantuan, Wamenag Bicara Fungsi Rumah Ibadah Menjalin Ukhuwah

Salurkan Bantuan, Wamenag Bicara Fungsi Rumah Ibadah Menjalin Ukhuwah

Suarapemerintah.id – Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi menyerahkan bantuan pembangunan Musalla Al Amin di Secang, Magelang. Bantuan sebesar Rp35juta tersebut diserahkan Wamenag kepada Ketua Takmir Musalla, Rofii.

Hadir mendampingi Wamenag, Kepala Kanwil Kemenag Musta’in Ahmad, Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Magelang Fathurahman, beserta jajarannya. Hadir pula, Kepala Desa Karang Kajen Endang Suryani, para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Wamenag berpesan bahwa rumah ibadah, termasuk masjid dan musalla, tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah mahdhah. Pada zaman nabi Muhammad, masjid juga menjadi tempat menjalin ukhuwah bagi masyarakat sekitarnya.

“Masjid menjadi tempat bertemunya warga masyarakat. Tempat menjalin ukhuwah, khususnya bagi masyarakat di wilayah tersebut,” kata Wamenag di Magelang, Sabtu (05/09).

Pada zaman Rasulullah, kata Wamenag, jika salah seorang sahabat tidak terlihat salat berjamaah di masjid, Rasulullah menanyakanya. Jika ternyata sakit, Rasul bersama para sahabat menjenguknya.

“Ini hanya mungkin jika masjid berfungsi sebagai penjalin ukhuwah,” kata Wamenag.

Fungsi lain dari masjid adalah tempat pembinaan umat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

“Dalam Al Qur’an disebutkan, sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,” ungkap Wamenag.

“Saya berharap, masjid ini tidak hanya bagus secara fisik, tetapi juga kita mampu memakmurkannya,” tandasnya.

Sebelumnya, Wamenag meninjau Masjid al Mutaqin di Secang. Masjid ini telah mendapat bantuan sebesar Rp50juta. Bantuan itu digunakan untuk membangun tempat wudlu.

Meski Pandemi, Wamenag Minta Layanan Masyarakat Tetap Maksimal

Suarapemerintah.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Agama untuk tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal di masa pandemi ini.

“Dalam masa pandemi ini, Saya berharap pelayanan terhadap masyarakat tetap dilakukan secara maksimal,” demikian disampaikan Wamenag dalam acara Pembinaan ASN Kementerian Agama Kabupaten Magelang yang mengambil tempat di MTsN 4 Magelang, Sabtu (05/09).

“Tentu pelayanan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Pelayanan dalam masa pandemi ini tentu membutuhkan kreatifitas dan inovasi cara. “Yang sudah dilakukan misalnya pendaftaran nikah secara online atau pembelajaran kepada siswa-siswi madrasah secara daring,” ungkap Wamenag.

Hadir sebagai peserta pembinaan para Kepala KUA, para Penghulu, para Kepala Madrasah, serta para pejabat dilingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Magelang. Hadir juga, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Muharam Marzuki dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Musta’in Ahmad beserta jajarannya.

Selain di Magelang, Wamenag juga memberikan pembinaan kepada ASN Kankemenag Kabupaten Temanggung di MAN 1 Temanggung.

Di hadapan para Penyuluh, Kepala KUA, dan Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Temanggung, Wamenag mengingatkan pentingnya mengetahui kebenaran informasi yang beredar di masyarakat. Menurutnya, limbah informasi sangat berbahaya, seperti hoax, ujaran kebencian, fitnah yang beredar di masyarakat.

“Menjadi tugas jajaran Kementerian Agama untuk terus mengedukasi masyarakat bagaimana memilah informasi yang benar,” pesannya.

Menang atas Masalah

Suarapemerintah.id – Shalom. Saudara yang saya kasihi dalam Kristus. Hari ini saya akan menyampaikan firman dengan judul “Menang Atas Masalah”.

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yakobus 1:2-4)

Kita tahu, pandemi Covid-19 telah merebak ke seluruh dunia dan menimbulkan krisis kesehatan, krisis ekonomi dan hal-hal yang lain. Tetapi, di tengah masalah yang sedang dialami, kita  harus percaya bahwa sikap hati yang ada di dalam itu lebih penting daripada kondisi yang dihadapi di luar. Alkitab menjanjikan kebahagiaan bahkan di tengah pencobaan ketika kita memiliki sikap hati yang tepat.

Kalau saudara pada hari ini sedang mengalami masalah dan pergumulan, apapun bentuknya, bagaimana kita bisa menang?

Ada tiga kunci yang saya lihat dari pembacaan Alkitab. Pertama, kita harus punya sikap yang optimis. Ayat 2 tadi berkata: “….anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan”.

Tidak ada kehidupan yang tanpa masalah. Dunia ini bukanlah taman untuk bermain, tetapi sebuah medan untuk berjuang. Orang Kristen yang mengharapkan kehidupan yang gampang, yang mudah, akan menjadi kecewa, karena Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup yang tanpa masalah. Tetapi, percayakah saudara bahwa sikap kita terhadap persoalan itu jauh lebih penting daripada besarnya persoalan itu sendiri.

Kalau kita memiliki cara pandang yang tepat terhadap masalah, maka kita akan berkemenangan. Tetapi, kalau cara pandang kita keliru tentang masalah itu, kita akan mengalami kekalahan.

Ada dua belas orang pengintai yang pernah melihat kondisi tanah Kanaan. Sepuluh orang yang pesimis dan negatif mereka berkata, “musuhnya besar-besar, mereka pasti menelan kita sampai habis”. Hanya dua orang yang optimis,  Yosua dan Kaleb, yang berkata memang musuhnya besar, tapi Tuhan kita lebih besar daripada masalah itu.

Saudara sekalian. Orang yang optimis berbeda dengan orang yang pesimis. Orang yang pesimis adalah orang yang selalu melihat kesempitan di tengah kesempatan. Sedangkan orang yang optimis adalah orang yang selalu bisa melihat kesempatan di tengah kesempitan. Orang percaya adalah orang yang melihat bahwa kesempitan manusia adalah kesempatan Allah untuk menyatakan kuasaNya.

Saudara sekalian. Orang yang pesimis selalu melihat dari sisi yang negatif dan buruk. Tetapi, di tengah kesulitan ini, kalau engkau memandang ada Tuhan yang selalu menyertai kita, maka sikap yang optimis itu akan memberikan kemenangan bagi kita.

Kedua, supaya menang atas masalah, kita harus memiliki pikiran yang mengerti. Ayat yang keempat tadi menunjukkan kepada kita bahwa iman yang sejati ternyata harus diuji. Ujian beda dengan pencobaan. Pencobaan itu berasal dari setan. Tujuannya destruktif, ingin menghancurkan kehidupan kita. Sedangkan ujian diijinkan Tuhan. Tujuannya positif untuk membangun kita. Seorang anak tidak akan pernah naik kelas kalau dia tidak lulus ujian. Kalaupun dia sedang diuji, guru pasti sudah mempersiapkan sehingga anak itu bisa menjawab semua soal.

Nah, kalau hari-hari ini saudara merasa hidupnya sedang diuji lalu merasa bahwa Tuhan berdiam diri, ingat rumusnya, bahwa guru selalu berdiam diri ketika ujian sedang berlangsung. Tapi, guru diam bukan karena dia jahat. Guru diam di tengah ujian yang sedang dihadapi karena dia percaya engkau bisa mengatasinya. Karena dia telah memperlengkapi kita dengan pemahaman supaya kita bisa muncul lebih dari orang yang menang.

Saudara. Iman kita sedang ditempa oleh Tuhan dan kita harus mengerti kesulitan adalah proses untuk mendewasakan dan menyempurnakan kita, membuat kita lebih bernilai. Kalau di sini ada sekeping baja yang harganya Rp100.000,-, kalau itu dijadikan sebagai tapal kuda, maka dia bisa dijual dengan harga Rp500.000,-. Kalau itu dibuat menjadi pisau lipat eksklusif, harganya bisa Rp1.000.000,-. Kalau baja tadi diproses lebih lama, lebih sulit, lebih rumit dan menjadi per arloji yang merk nya adalah Rolex, harganya bisa puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Jadi, kalau hari-hari ini saudara sedang di proses oleh Tuhan, bertekunlah, no cross no crown, no paint no gaint. Lihat atlet juara dunia, dia harus sungguh-sungguh berlatih, tidak jalan-jalan ke sana-sini, tidak tidur-tiduran. Itulah yang pada akhirnya akan membuat dia menjadi seorang juara. Jadi, kesulitan harus kita pahami, mengerti sebagai proses pembentukan supaya kita makin matang, makin dewasa di dalam Tuhan.

Kalau kita belum paham, Yakobus 1:5 tadi berkata: “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.”

Kita harus minta hikmat Ilahi sehingga kita sadar bahwa kesulitan ini adalah proses untuk membentuk kita lebih dari  pemenang.

Poin terakhir atau ketiga agar kita bisa menang atas masalah adalah memiliki hati yang percaya. Yakobus 1:6-8, berkata: “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”

Jadi, ada tiga langkah untuk mengatasi masalah sehingga kita berkemenangan. Pertama, sikap yang optimis. Kedua, pikiran yang mengerti. Ketiga, hati yang percaya. Di tengah kesulitan yang berat tetaplah punya hati yang beriman, percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, percaya bahwa Dia selalu memelihara kita, percaya dan jangan kuatir.

Bimbang atau kuatir berasal dari kata Yunani merimnau yang artinya ditarik kedua arah yang berlawanan sehingga akibatnya kita dicekik di tengah-tengah. Itulah kondisi seseorang yang selalu kuatir. Aduh kuatir kena covid, aduh kuatir jangan-jangan kita bangkrut.

Apakah dengan kekuatiran kita bisa memperpanjang kehidupan kita? Malah memperburuk orang yang kuatir. Imun tubuhnya makin lemah.

Karena itu, yakinlah Tuhan beserta kita. Bahkan, di tengah lembah bayang maut sekalipun, gada dan tongkat Tuhan selalu ada untuk memberikan kemenangan bagi kita. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Yesus yang memberikan kekuatan kepadaku.

Pencobaan yang kita alami itu biasa, tidak melebihi kekuatan kita. Allah akan memberikan jalan keluar supaya kita bisa mengatasinya. Kesulitan diijinkan Tuhan untuk mendewasakan kita supaya kita lebih bergantung kepada Tuhan. Kalau kita sungguh-sungguh mengandalkan Dia, kemenangan Tuhan akan berikan. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. Amin

Bangga Membawa Perubahan

Bangga Membawa Perubahan

Suarapemerintah.id – Manusia adalah makhluk sosial. Manusia senantiasa berhubungan satu dengan yang lain. Dalam hidup keseharian tentu banyak tantangan yang dihadapi, baik berupa imbauan, nasihat, atau petunjuk. Kendati demikian, tidak mudah memberikan nasihat atau petunjuk kepada sesamanya, apalagi terhadap kenalan, sahabat sekalipun saudara, yang paling dekat.

Ada sebuah anekdot yang mungkin bisa menjadi inspirasi, berjudul “Seorang Pemburu Menangkap Seekor Burung”. Kata burung: “Tuan yang mulia, engkau telah makan banyak lembu dan domba; engkau telah memotong banyak unta, dan itu semua belum puas laparmu. Memakan saya pun tidak akan puaskan engkau. Biarkan saya pergi dan saya akan memberi tiga nasihat kepadamu. Semoga engkau mengerti entah aku ini bijaksana atau bodoh, saya akan memberi engkau satu dari nasihat-nasihat itu ketika saya masih berada dalam genggaman tanganmu, nasihat yang kedua dari atas atap rumahmu, dan nasihat yang ketiga akan saya sampaikan dari atas pohon. Biarkan saya pergi, karena engkau akan menjadi orang yang beruntung dari ketiga nasihat ini.”

Pemburu itu pun setuju. Lanjut burung: “Nasihat yang pertama, dari dalam genggaman tanganmu, adalah ini: Jangan percaya suatu kemustahilan ketika engkau mendengarnya dari siapapun”.

Setelah burung menyampaikan nasihatnya yang pertama, dari dalam genggaman tangan pemburu itu, ia terbang ke atas atap rumah. Katanya: Nasihat yang kedua adalah ini: “Jangan meratapi apa yang sudah berlalu dari padamu, jangan menyesalinya”.

Masih dari atas atap, burung meneruskan, “Di dalam tubuh saya tersembunyi sebutir permata yang besar dan mahal seberat 5 kg. Sebenarnya, perhiasan itu adalah rejekimu dan keberuntungan anak-anakmu. Engkau telah kehilangan, tidak tergantung padamu untuk mendapatkannya”.

Mendengar ini, pemburu itu mulai menangis dengan keras. Kata Burung: “Bukankah saya memperingatkan engkau, jangan ada kepedihan atas apa yang sudah berlalu. Sesuatu yang sudah berlalu dan hilang, mengapa engkau meratap? Apakah engkau tidak mengerti nasihat saya”.

Bagaimana dengan nasihat saya yang pertama kepadamu. “Jangan percaya pernyataan yang mustahil. Berat badan saya saja tidak mencapai 5 kg, bagaimana mungkin mutiara seberat 5 kg ada di dalam tubuh saya?”

Kata pemburu: “Tolong berikan saya nasihat ketiga”. “Tidak”, kata Burung, “melihat engkau tidak menggunakan nasihat pertama dan kedua, memberi engkau nasihat ketiga akan sia-sia!”

Memberi nasihat kepada orang bodoh yang malas sama dengan menabur benih di atas tanah yang tandus. Ya Penasihat Agung, jangan berikan benih kebijaksanaan kepada orang bodoh.

Santo Matius dalam Injilnya tentang menasihati sesama saudara, jika ia berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatkannya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawahlah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

Tidak mudah orang percaya tentang hal-hal yang telah diperbuat tanpa ada saksi mata. Agak sulit meyakini seseorang melakukan kebaikan tanpa ada bukti. Orang sering menasihati tetapi tidak mau mendengarkannya. Tetapi kita yakin semua butuh proses. Apa yang kita berikan entah itu menasihati, memberi petunjuk, pasti akan menyesal di kemudian hari.

Sebagaimana Injil Matius, cerita burung yang tertangkap ini, memberikan pelajaran berharga: jangan pernah menyesali apa yang sudah berlalu, pikirkan tentang sikap waspada untuk kebutuhan yang sekarang. Lebih lanjut, Santo Matius menegaskan sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Semoga dengan menerima nasihat dari sahabat, saudara, teman, sebagaimana burung menasihati pemburu, hati kita semakin bahagia karena kita bangga bisa merubah seseorang.

Optimalkan Potensi Batubara, Pemerintah India Lirik Kolaborasi Teknologi Hasil Temuan Tekmira

Suarapemerintah.id – Teknologi Gasifikasi Batubara Bawah Permukaan atau Underground Coal Gasification (UCG) yang tengah dikembangkan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang tekMIRA) Kementerian ESDM mulai dilirik oleh sejumlah pihak. Salah satu yang tertarik adalah Kementerian Batubara (Ministry of Coal) India.

“Peeyush Kumar selaku Direktur Teknologi Kementerian Batubara India meminta Tekmira untuk berkolaborasi dengan melakukan supervisi pengembangan serta ujicoba UCG di dua lokasi di daerah West Bengal dan Rahigajt,” seperti dikutip akun resmi Instagram @blu.tekmira dalam pertemuan virtual hari ini, Sabtu (5/9).

Implementasi teknologi UCG sendiri diharapkan akan berkontribusi dalam menambah ketersediaan energi, konservasi sumberdaya alam dan pengurangan biaya energi.

Teknologi ini dinilai cocok untuk diterapkan di Indonesia maupun India. Apalagi kedua negara tersebut mempunyai kesamaan dalam proporsi cadangan energi fosil yaitu mempunyai cadangan batubara jauh lebih besar dibandingkan cadangan minyak dan gas.

c-IMG-20200905-WA0003.jpg

Guna menindaklanjuti kerja sama ini, tekMIRA akan melakukan evaluasi dan membuat tahapan pengembangan UCG setelah Kementerian Batubara India mengirimkan data-data geologi terkait rencana lokasi UCG.

Metode teknologi UCG sendiri dengan melakukan proses gasifikasi di bawah tanah melalui dua buah sumur bor. Satu sumur berfungsi sebagai media untuk injeksi udara/oksigen dan yang satu lagi berfungsi sebagai sumur produksi. Teknologi ini dapat mengurangi permasalahan lingkungan, mengoptimalkan pemanfaatan batubara yang tidak ekonomis dan sangat memungkinkan untuk menutupi kekurangan pasokan energi yang berasal dari minyak dan gas bumi (migas).

Detailnya, teknologi ini akan mengekstrak dan mengkonversikan batubara di bawah permukaan menjadi synthesis gas (Syngas) secara insitu.Teknologi unkonvensional ini tidak memerlukan penggalian batuan penutup dan lapisan batubara terlebih dahulu.

Selain dapat dimanfatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, teknologi non-konvensional ini juga menghasilkan syngas untuk berbagai keperluan seperti bahan kimia industri petrokimia (amonia, methanol, dan sebagainya) dan pembuatan BBM/BBG sintentis dan bahan kimia industri. UCG juga menghasilkan karbondioksida (CO2) sebagai bahan enhance oil recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak nasional. UCG. Biaya produksi syngas UCG lebih murah dibandingkan impor LNG.

c-20200905_181350.jpg

Teknologi UCG membantu perusahaan batubara dalam menggunakan batubara lapisan dalam, yang secara ekonomi tidak layak ditambang. Biaya modal dan operasionalnya lebih rendah dibandingkan gasifikasi batubara di permukaan. Perusahaan pun dapat mengurangi dampak lingkungan serta biaya reklamasi dan paskatambang karena tidak merubah bentang alam.

Sebagai informasi, Puslitbang tekMIRA telah melakukan uji coba di Sumatera Selatan dan pada tahun 2019 melakukan pra-fs implementasi tekniologi UCG di Kalimantan Timur. Kajian ini meliputi unsur geologi, hidrologi, hidrogeologi, geoteknik dan keekonomian, hingga nilai cadangan batu bara. Kajian dilanjutkan tahun ini dengan melakukan konstruksi delapan sumur pemantauan air tanah dan diharapkan pada tahun 2023 fasilitas UCG komersial pertama di Indonesia beroperasi. (NA)

Pilkada Di Tengah Pandemi, Menko Polhukam: Rp 5 Trilliun untuk Penunjang Protokol Kesehatan

Suarapemerintah.id – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD mengingatkan protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan ketat dan disiplin saat pelaksanakan Pilkada langsung 09 Desember 2020 nanti.

Seperti diketahui, Pilkada serentak kali ini berlangsung di tengah Pandemi Covid-19. Untuk membantu jalannya protokol kesehatan saat pilkada, kata Menko Polhukam, pemerintah telah menggelontorkan anggaran tambahan mencapai Rp 5 triliun.

“Tak kurang Rp 5 triliun tambahan dana. Kita sudah carikan dana dan sudah terpenuhi. Ini digunakan membiayai perlengkapan dan persiapan tambahan sebagai penunjang pelaksanaan Pilkada 2020 yang sesuai protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” kata Mahfud saat menyampaikan keynote speech dalam webinar bertajuk Pilkada dan Konsolidasi Demokrasi Lokal yang diselenggarakan oleh MMD Initiative, Sabtu (5/9).

Hadir dalam webinar ini, Peneliti Utama LIPI Prof Siti Zuhro, Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, Peneliti ICW Donal Fariz, dan Direktur Perludem Khoirunnisa. Selain itu, lebih dari 150 peserta webinar antusias mengikuti diskusi soal pilkada serentak ini.

Kembali ke Menko Polhukam, dia mencontohkan, serangkaian protokol kesehatan yang akan dilaksanakan saat Pilkada langsung Desember nanti.

Di antaranya, jumlah pemilih di TPS nanti dibatasi. Selain itu, waktu mencoblos akan terjadwal dan tidak serentak pada jam yang sama. Ini bertujuan mencegah terjadinya kerumunan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena pemilih yang datang serempak.

“Jadi pencoblosan ditentukan jamnya. Setiap warga ada jadwalnya masing-masing. Sehingga tak ada yang berdesak-desakan,” tambah Mahfud yang juga Dewan Pembina MMD Initiative ini.

Selanjutnya, seluruh petugas TPS dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan seluruh pemilih akan diberi sarung tangan.

“Nanti digunakan saat memilih. Selesai mencoblos sarung tangannya dibuang, disediakan tempat untuk ini. Tentu saja tetap harus memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan. Nanti di TPS disediakan tempat cuci tangan dan ada pula tenaga medis jika sewaktu-waktu diperlukan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, Pilkada serentak 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Sebelumnya, pemungutan suara pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat pandemi Covid-19, pencoblosan diundur hingga 09 Desember 2020.

Sementara itu, Direktur MMD Initiative Asmai Ishak mengungkapkan, perlu ditinjau impelementasi justice and democracy di Indonesia melalui Pilkada serentak yang telah berlangsung beberapa kali ini. Apalagi, pemilihan langsung kali ini dalam kondisi yang berbeda, yakni di tengah keprihatinan pandemi Corona Covid-19.

Melalui webinar ini, Asmai berharap ada masukan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu meningkatkan kontribusi dan partisipasi, atau keterlibatan masyarat dalam Pilkada langsung di tengah pandemi Desember nanti.

“Dan harapannya Pilkada meski dalam kondisi pandemi melahirkan pemimpin lokal yang dibutuhkan daerah. Kondisi pandemi jangan sampai semakin memperparah dan membelokkan tujuan Pilkada langsung, yakni demokrasi berkualitas, yang berkeadilan dan berkeadaban. Semoga webinar ini bermanfaat dan menyajikan solusi,” kata Asmai.

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Wisata Bengkulu Kembali Menggeliat

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, Wisata Bengkulu Kembali Menggeliat

Suarapemerintah.id – Sejak diberlakukannya new normal, tampak animo masyarakat provinsi Bengkulu untuk mengunjungi objek – objek wisata seakan tidak terbendung. Beberapa objek wisata seperti Rumah Kediaman Bung Karno dan Benteng Marlborough tampak ramai dikunjungi para wisatawan.

Sejak dibuka kembali 5 Juli lalu, kedua objek wisata tersebut ramai di kunjungi wisatawan. Namun masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Pihak pengelola wajib menyiapkan tempat cuci tangan dan pengecekan suhu badan sebelum memasuki objek wisata.

Menilik sebentar sebelum di berlakukannya new normal, masyarakat diwajibkan mengikuti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan laju penyebaran virus Covid-19, bekerja dari rumah (work from home) dan tidak melakukan aktifitas di luar rumah selama masa pandemi.

Dijabarkan salah satu praktisi pariwisata Krishna Gamawan
bahwa minat masyarakat mengunjungi objek – objek wisata, tentu menguatkan kembali perekomian masyarakat di sekitar objek wisata tersebut yang turun akibat hantaman Covid-19.

“Alhamdulillah pada rame ya, kita harapkan bisa membantu perekonomian masyarakan disekitar destinasi, tentu saja secara mutlak harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Baik dari sisi pengelola dan juga pengunjung,” papar Krishna.

New normal memberikan harapan serta semangat baru untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Namun ia menambahkan bahwa adanya kekhawatiran akan terpapar virus Covid-19 menjadi momok tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung ke lokasi wisata.

“Ada harapan dan semangat yang kembali muncul pada teman – teman pelaku patiwisata lokal disekitar destinasi, namun perlu memaksimalkan protokol kesehatan serta kehadiran aparat dalam menegakkan protokol kesehatan di lokasi destinasi,” paparnya.

Dukungan pemerintah sendiri dirasa sangat diperlukan dalam menampung animo masyarakat yang haus akan pariwisata di samping memberikan rasa aman bagi masyarakat dengan menegakkan disiplin protokol kesehatan yang berlaku.

“Tetap semangat dalam menghadapi masa – masa sulit ini, terus berkreasi dan optimis. Kita bersama – sama dengan pemerintah dalam memaksimalkan penerapan protokol kesehatan di destinasi. Jangan sampai karena lalainya kita destinasi ini kembali ditutup,” harap Krishna.

Progres Tol Bengkulu – Lubuklinggau Sudah 30 Persen

Progres Tol Bengkulu – Lubuklinggau Sudah 30 Persen

Suarapemerintah.id – Bangkit dari pandemi Covid-19 Bengkulu terus berbenah, salah satunya dapat dilihat dari progres pembangunan insfrastruktur yang ada di daerah ini. Sebut saja pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Bengkulu – Lubuklinggau. Dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu Mulyani, pengerjaan jalan tol ini sudah mencapai 30 persen.

“Berdasarkan informasi yang kita peroleh dari pihak pengembang, progres pembangunan jalan tol seksi 1 per akhir Agustus 2020 sudah mencapai 30 persen,” ungkap Mulyani kepada Media Center, Sabtu (5/9).

Dari progres tersebut salah satunya adalah pembangunan overpass. Overpass sendiri merupakan bangunan penghubung jalan yang terpotong oleh jalan tol, posisinya berada di atas jalan tol.

Tol yang menghubungkan Bengkulu – Lubuklinggau ini merupakan proyek strategis nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang digarap oleh PT. Hutama Karya Insfrastruktur (HKI). Tol ini sendiri merupakan Tol Sirip Trans Sumatera Bengkulu – Lubuklinggau yang ruasnya akan terbentang mulai dari Kota Bengkulu melintasi Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, dan berakhir di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan.

Panjang totalnya mencapai 95,8 kilometer yang pembangunannya terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 dari Kota Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17,6 kilometer, seksi 2 dari Taba Penanjung – Kepahiang sepanjang 23,7 kilometer dan seksi 3 dari Kabupaten Kepahiang – Lubuklinggau sepanjang 54,5 kilometer.

Pembangunan tahap pertama meliputi wilayah Betungan, Selebar, Bengkulu menuju Taba Penanjung, Bengkulu Tengah dan ditargetkan akan mulai beroperasi di awal tahun 2021 mendatang.

Keberadaan tol ini akan mampu memberikan pengaruh positif pada berbagai sektor. Kelancaran transportasi akan memudahkan akses logistik, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menunjang geliat pariwisata di Bumi Rafflesia.

Bisnis Hotel di Bengkulu Menuju Normal

Bisnis Hotel di Bengkulu Menuju Normal

Suarapemerintah.id – Di masa Pandemi Covid-19 menuntut bisnis perhotelan memutar otak. Seperti yang terjadi pada bisnis hotel di provinsi Bengkulu.

Sebagai sebuah langkah strategis, semuanya pihak manajemen berlomba-lomba mencari cara beradaptasi dan berinovasi agar bisnisnya terus bisa berjalan.

Seperti yang dilakukan Mercure Hotel Bengkulu. Sebagai hotel berbintang yang baru berdiri beberapa bulan sebelum Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi global, tentu menjadi pukulan besar bagi pihak pengelola hotel.

Dikatakan oleh Marketing Communication Manager Mercure Bengkulu Dian, (05/09), bahwa hotel Mercure berhasil melakukan adaptasi dan inovasi untuk tetap bisa berjalan.

“Perhotelan tentu terkena dampak yang cukup signifikan, tapi kita tidak pernah mengambil langkah menutup hotel. Dari kita sendiri, ada beberapa strategi untuk menaikkan pendapatan dengan cara menghadirkan promo untuk pelanggan setia kita,” ungkap Putri saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Putri menambahkan, selain promosi, hotel juga melakukan kampanye pemulihan (Recovery Campaign). “Di mana kita juga sudah mendapatkan sertifikat ALLSAFE didapatkan oleh Mercure. Sertifikat ini dirancang untuk keamanan semua tamu dan karyawan. Jadi, pengunjung kita sekarang sudah percaya diri untuk membooking room hotel kita saat ini,” jelasnya.

Berbeda dengan Hotel Mercure, ILa Dian Luvita selaku Executive Secretary and Public Relations Hotel Santika Bengkulu mengatakan untuk tingkat hunian Hotel Santika Bengkulu selama  Covid-19 sempat melakukan langkah tidak beroperasi (Temporary Close Down) selama lebih kurang 2,5 bulan terhitung 1 April 2020 dan re-opening pada tanggal 16 Juni 2020.

“Selain karena bisnis yang turun drastis dikarenakan pembatasan sosial (PSBB) yang diberlakukan di beberapa daerah yang menjadi source bisnis, kami juga mengikuti anjuran pemerintah untuk membantu pencegahan penyebaran Covid-19 pada saat itu,” ungkap Dian.

Dian juga menjelaskan untuk sekarang tingkat hunian hotel sudah berangsur membaik terutama di bulan Agustus kemarin, dikarenakan sudah mulai diperbolehkan kembali untuk mengadakan kegiatan di hotel dengan pemberlakuan protokol kesehatan.

“Meskipun kalau dibandingkan dengan kondisi pada waktu normal masih cukup jauh penurunannya. Mayoritas tamu kami didominasi dari tamu lokal sekitaran Bengkulu (Sumatera) dan tamu yang bepergian dengan kendaraan pribadi karena jumlah penerbangan yang berkurang. Karena sebagian besar tamu memilih perjalanan darat untuk menghindari kontak dengan orang banyak dipesawat,” kata Dian.

Diakhiri penjelasannya, mereka berharap kepada Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama bersemangat mengahadapi pandemi Covid-19 ini agar seluruh sektor dapat beroperasi dengan normal dan juga pengunjung yang datang ke Provinsi Bengkulu kembali bisa menikmati keindahan Bumi Rafflesia tercinta ini.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan Gelar Apel Bersama Sekaligus Launching Batalion Jalak Cakti

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan Gelar Apel Bersama Sekaligus Launching Batalion Jalak Cakti

Suarapemerintah.id – Satpol PP Kota Medan menggelar apel bersama sekaligus launching Batalion Jalak Cakti di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (5/9). Apel yang diikuti oleh ratusan personil Satpol PP Kota Medan ini di pimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Medan, M. Sofyan, Sos.

Dalam amanatnya Sofyan menjelaskan apel ini merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap bulannya sekaligus di launchingnya pembentukan batalion Jalak Cakti yang memiliki filosofi burung yang jinak namun memiliki paruh yang keras dalam mematuk.

“Batalion jalak cakti ini artinya Satpol PP Kota Medan bertugas dengan cara yang humanis dalam melaksanakan penegakan peraturan daerah akan tetapi tetap tegas dalam mengambil sikap.”jelas Sofyan.

Dengan terbentuknya batalion Jalak Cakti ini, Sofyan berharap seluruh personil Satpol PP Kota Medan semakin bersemangat dalam menjalankan tugas menegakkan peraturan daerah. Apalagi saat ini Kota Medan tengah dilanda virus covid-19 karena itu Satpol PP Kota Medan diminta harus terus semakin bersemangat menjalankan tugas melakukan razia masker terhadap masyarakat sehingga penularan covid-19 di Kota Medan dapat dicegah.

“Kita harus tetap semangat melakukan razia protokol kesehatan sesuai dengan Perwal Kota Medan no 11 tahun 2020 dan Perwal Kota Medan no 27 tahun 2020, itu yang menjadi landasan kita bekerja agar tidak ada lagi penularan covid-19 di Kota Medan.”kata Sofyan.

Disamping itu, Sofyan juga mengingatkan bahwa saat ini tengah memasuki tahapan Pilkada Kota Medan tahun 2020, karena itu seluruh anggota Satpol PP Kota Medan diminta agar tetap netral. Artinya siapa pun nantinya yang menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan tetap harus di dukung.

“Seluruh aparatur Satpol PP harus bersikap netral dalam Pilkada tahun 2020 jangan ada yang ikut kedalam politik, sehingga nantinya siapapun yang terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan harus tetap kita dukung agar pembangunan di Kota Medan semakin baik dan semakin maju.”Pesan Sofyan.

Terakhir Sofyan mengingatkan kepada seluruh personil agar tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas sehingga tugas-tugas yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan patroli bersama.