Beranda blog Halaman 4808

Ini Pesan Wali Kota Malang Saat Sensus Penduduk 2020

Ini Pesan Wali Kota Malang Saat Sensus Penduduk 2020

Suarapemerintah.id –  Kick Off Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) dilaksanakan secara serentak secara daring, Senin (31/8/2020). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan rompi bersama dengan Wali Kota dan Bupati se- Jawa Timur secara daring.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa Sensus Penduduk 2020 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik secara offline merupakan pintu untuk merapikan seluruh data kependudukan yang akan membawa manfaat ke depannya.

“Basis yang sudah mengikuti SP online 6-jutaan paling tidak akan menjadi input awal. Trennya digitalisasi akan terus dikembangkan sehingga verifikasi dan validisasi data relatif akan bisa lebih mudah dilakukan secara online pada akhirnya,” terangnya.

Khofifah pun berharap Jawa Timur dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam SP 2020 ini. “Harapan Pak Presiden untuk punya satu data Indonesia ini luar biasa, pasti Jawa Timur juga harus memberikan kontribusi yang signifikan dalam hal ini,” imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menitipkan pesan kepada petugas pendata untuk turut menyadarkan warga masyarakat akan pentingnya protokol aman Covid-19. “Misi kita semua untuk menyadarkan masyarakat. Begitu masuk diingatkan, ibu bapak tolong kita memakai protokol Covid-19. Ini titip pesan kami karena panjenengan langsung berhadapan dengan masyarakat,” tuturnya dalam vicon yang digelar di NCC  Balai Kota Malang, Senin (31/8/2020).

Kick Off Sensus Penduduk 2020 Kota Malang merupakan kelanjutan dari sensus penduduk yang diselenggarakan BPS secara online beberapa bulan lalu. Kota Malang berada pada urutan ke-4 se-Jawa Timur, dimana 36 persen masyarakatnya berpartisipasi dalam pengisian data yang dapat membantu sensus ke depannya yang dilakukan secara langsung.

“Kami berikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah melakukan secara mandiri untuk mencatat dirinya sendiri yang telah dipandu oleh BPS,” ucap Wali Kota Malang.

Wali Kota Malang menyampaikan dua hal mengenai pengumpulan data Sensus Penduduk 2020. Pertama mengenai keuletan petugas pendata, menurutnya pendata harus jeli, sabar, dan telaten dalam aktualisasi data yang disajikan oleh pemberi data.

Kemudian keterbukaan dari masyarakat Kota Malang dalam memberikan informasi. Wali Kota Malang pun meminta agar masyarakat Kota Malang untuk memberikan informasi sebaik mungkin. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan satu data seperti apa yang diharapkan oleh Presiden Republik Indonesia. (NH/EM)

BNI dorong Ekosistem Kelautan dan Perikanan dari Hulu ke Hilir

BNI dorong Ekosistem Kelautan dan Perikanan dari Hulu ke Hilir

Suarapemerintah.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem Kelautan dan Perikanan dari hulu ke hilir. Hal tersebut dibuktikan dengan dukungan BNI pada kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Maritim dan Investasi dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Dalam kaitan ini, BNI hadir memberikan solusi layanan perbankan dari hulu ke hilir kepada ekosistem perikanan yang diinisiasi oleh Kemenko Bidang Maritim dan Investasi tersebut.

Penandatanganan MoU antara Kemenko Bidang Maritim dan Investasi dengan Perindo tersebut dilaksanakan di Jakarta, Senin (31 Agustus 2020). BNI sebagai salah satu bank BUMN mendukung penuh kerjasama tersebut dengan semangat memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor Kelautan dan Perikanan.

Peran BNI dalam kegiatan ini diwujudkan dengan memberikan literasi keuangan yang berkelanjutan, mulai dari pembukaan rekening bagi nelayan, bantuan permodalan baik pada UMKM, maupun korporasi yang tergabung dalam ekosistem Kelautan dan Perikanan, hingga pendampingan kepada Nelayan dan Pedagang Ikan, serta seluruh UMKM yang terlibat dalam ekosistem Kelautan dan Perikanan.

Pada bagian hulu, peran BNI diwujudkan dengan memberikan dukungan permodalan bagi Korporasi seperti Perum Perindo beserta mitra nelayan binaannya, sehingga pasokan ikan bagi masyarakat dapat terpenuhi. Demikian juga dengan dukungan digitalisasi, Nelayan tidak perlu takut kesulitan mencari ikan, dapat memenuhi seluruh kebutuhan melautnya, dan setelah kembali dari melaut telah ada pembeli yang siap mengambil hasil tangkapan Nelayan.

Pada bagian hilir, BNI juga berkomitmen memberikan bantuan permodalan dan pendampingan bagi Agen46 selaku agen Lakupandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) BNI serta UMKM yang berminat untuk bergabung menjadi outlet penjual ikan di seluruh Indonesia secara digital. Langkah ini diperlukan guna lebih memperkenalkan produk-produk hasil perikanan kepada masyarakat serta mendukung program Gemarikan dan Pasar Laut Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, BNI proaktif mendorong program pemulihan ekonomi nasional, salah satu upayanya adalah dengan menggarap ekosistem di sektor Kelautan dan Perikanan. “Besarnya potensi sektor Kelautan dan Perikanan akan dapat meningkatkan literasi keuangan serta mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, BNI sebelumnya juga sudah menggarap sub sektor Kelautan Perikanan bidang pengolahan, penangkapan, budidaya, dan garam rakyat,” ujarnya.

Herry menambahkan, BNI akan terus mengawal pemberdayaan pelaku usaha sektor Kelautan dan Perikanan. Berbagai inovasi telah BNI lakukan, mulai dari kerjasama dengan start up atau fintech yang bergerak di sektor Kelautan dan Perikanan untuk membentuk closed loop ecosystem, pembentukan klaster-klaster UMKM sektor Kelautan dan Perikanan, menghubungkan hasil tangkapan nelayan ke pasar e-commerce dan pasar ekspor. BNI juga menginisiasi sinergi antar lembaga, hingga penggunaan BNI Move atau Mobile Innovation for SME Ecosystem untuk mempermudah akses permodalan secara digital. Aplikasi ini menjadi harapan baru bagi para pelaku UMKM termasuk yang di pelosok, agar tetap survive dan semakin berhasil di tengah pandemi ini,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pula penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI pada UMKM yang menjadi outlet penjual ikan di daerah Jabodetabek. KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI tahun 2020, dimana hingga 31 Juli 2020 KUR yang disalurkan BNI mencapai Rp 9,76 triliun yang menyentuh 257.616 penerima KUR di seluruh Indonesia.

Eastspring Investments Indonesia Kerjasama dengan Maybank Indonesia

Eastspring Investments Indonesia bekerja sama dengan Maybank Indonesia Berikan Alternatif Solusi Investasi

Suarapemerintah.id – PT Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia), salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia menjalin kerja sama strategis untuk distribusi produk reksa dana dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia).

Melalui kerja sama ini, produk Eastspring Indonesia yang akan ditawarkan Maybank Indonesia kepada nasabah bank, meliputi Reksa Dana Saham Eastspring Investments Alpha Navigator, Reksa Dana Pendapatan Tetap Eastspring Investments Yield Discovery dan Eastspring Investments IDR High Grade serta Reksa Dana Pasar Uang Eastspring Investments Cash Reserve.

Hadir dalam seremoni penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2020, Head Segmentation, Maybank Indonesia, Glant Saputra Hadi dan Presiden Direktur, Eastspring Indonesia, Alan J. Tangkas Darmawan di Jakarta.

Press realese

“Kami menyambut dengan gembira kerjasama pemasaran produk reksa dana bersama Maybank Indonesia. Melalui sinergi antara prestasi produk reksa dana unggulan kami dan jaringan nasabah Maybank Indonesia, kami yakin keempat Reksa Dana Eastspring Indonesia tersebut akan mampu memberikan manfaat terbaik dan nilai tambah bagi para nasabah Maybank Indonesia khususnya dalam memenuhi kebutuhan perencanaan investasi mereka mulai saat ini hingga di masa mendatang,” ungkap Alan.

Glant menyampaikan masyarakat masa kini makin memahami pentingnya berinvestasi untuk jaminan masa depan khususnya dalam berinvestasi untuk hari tua. “Untuk membantu masyarakat Indonesia agar siap memasuki masa pensiun kelak, dibutuhkan manajer investasi yang dapat mengelola reksa dana secara profesional serta didukung agen penjual yang akan menyalurkan kepada investor berbagai pilihan produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasinya,” paparnya.

Eastspring Investment telah beroperasi di Asia lebih dari 25 tahun. Eastspring Indonesia berdiri sejak 2011, merupakan salah satu perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan Rp 80,07 triliun per 30 Juni 2020 serta terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kerja sama antara Maybank Indonesia dan Eastspring Indonesia juga merupakan bagian dari kontribusi Maybank Indonesia untuk menjaga iklim investasi dalam negeri seiring dengan melonjaknya jumlah nasabah dan minat masyarakat berinvestasi telah mendorong Maybank Indonesia untuk terus membangun kerja sama konstruktif dengan perusahaan-perusahaan manajemen investasi kredibel di Indonesia. “Maybank Indonesia akan terus berupaya memberikan solusi alternatif investasi bagi masyarakat, tentunya dengan tetap memperhatikan service quality.” tutup Glant

Tentang PT Eastspring Investments Indonesia

PT Eastspring Investments Indonesia (“Eastspring Indonesia”) adalah salah satu perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan mencapai lebih dari Rp 80,07 triliun per 30 Juni 2020, meliputi reksa dana dan diskre. Dengan didukung oleh profesional yang berkualitas dan berpengalaman di bidang manajemen investasi dan reksa dana, Eastspring Indonesia berkomitmen penuh untuk menyediakan jasa keuangan berkualitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan investasi nasabah.

Sejak memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada bulan April 2012, Eastspring telah menerbitkan 15 (lima belas) produk reksa dana, yaitu 2 (dua) Reksa Dana Saham, 3 (tiga) Reksa Dana Pendapatan Tetap, 1 (satu) Reksa Dana Pasar Uang, 4 (empat) Reksa Dana Syariah dan 5 (lima) Reksa Dana Proteksi. Produk reksa dana Eastspring dipasarkan oleh mitra-mitra distribusi terkemuka seperti Standard Chartered, CTBC Indonesia, Bank BCA, Commonwealth, DBS Indonesia, HSBC, Invisee, Mandiri Sekuritas, Phillip Sekuritas Indonesia, Bank Permata, Ajaib, Tanam Duit, Bibit, Moduit dan Bareksa.  Informasi lainnya dapat diperoleh di eastspring.co.id

Tentang Eastspring Investments

Eastspring Investments adalah manajer aset berbasis di Asia yang mengelola lebih dari USD 220 miliar per 30 Juni 2020 aset atas nama klien institusional dan ritel. Beroperasi di Asia sejak 1994, Eastspring Investments adalah bisnis manajemen aset Asia milik Prudential plc, grup jasa keuangan internasional, dan memiliki salah satu jejak terluas di seluruh kawasan*. Kami menyediakan solusi investasi di berbagai kelas aset termasuk ekuitas, pendapatan tetap, solusi multi aset, dan alternatif serta berkomitmen untuk memberikan hasil investasi berkualitas tinggi bagi klien kami dalam jangka panjang. Eastspring Investments adalah penandatangan Principles for Responsible Investment (PRI) yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebuah program sukarela yang mendorong praktik terbaik dalam masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Informasi lainnya dapat diperoleh di eastspring.com

Tentang PT Bank Maybank Indonesia

Maybank Indonesia merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan regional maupun internasional Grup Maybank. Maybank Indonesia menyediakan serangkaian produk dan jasa komprehensif bagi nasabah individu maupun korporasi melalui layanan Community Financial Services (Perbankan Ritel dan Perbankan Non-Ritel) dan Perbankan Global, serta pembiayaan otomotif melalui entitas anak yaitu WOM Finance untuk kendaraan roda dua dan Maybank Finance untuk kendaraan roda empat. Maybank Indonesia juga terus mengembangkan layanan dan kapasitas Digital Banking melalui Mobile Banking, Internet Banking, Maybank M2U (mobile banking berbasis internet banking) dan berbagai saluran lainnya.

Per 30 Juni 2020, Maybank Indonesia memiliki 368 cabang termasuk cabang Syariah yang tersebar di Indonesia serta satu cabang luar negeri (Mumbai, India), 21 Mobil Kas Keliling dan 1.493 ATM termasuk CDM (Cash Deposit Machine) yang terkoneksi dengan lebih dari 20.000 ATM tergabung dalam jaringan ATM PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, CIRRUS, dan terhubung dengan 3.500 ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei. Hingga akhir Juni 2020, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp105,8 triliun dan memiliki total aset senilai Rp164,1 triliun.

Peringati Sewindu UUK DIY Seniman Yogya Gelar Pameran

Peringati Sewindu UUK DIY Seniman Yogya Gelar Pameran

Suarapemerintah.id –  Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA, menghadiri Peringatan Sewindu Undang-Undang Keistimewaan (UUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan pembukaan pameran seni yang diselenggarakan di Grahatama Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip DIY, pada Senin (31/8/2020).

Pameran ini menampilkan karya seniman Yusman berupa 7 patung presiden Republik Indonesia dan relief-relief perjuangan para pejuang Yogya.Selain patung terdapat juga karya lukis dan foto dari para seniman-seniman Yogya.

Berbagai karya seni tersebut merupakan karya-karya para maestro, dan juga para seniman dari komunitas-komunitas seni, seperti Ikatan Istri Seniman Yogyakarta (IKAISO), Sanggar Bambu, Sanggar Dewata, Komunitas Seni Sakato, Asosiasi Pematung Indonesia (API), dan Ikatan Pematung Indonesia (IPI).

Rangkaitan kegiatan Sewindu UUK DIY akan digelar selama sebulan, dengan berbagai rangkaian acara seperti pagelaran Gending Keistimewaan, Tari Keistimewaan dan Theme Song Peringatan Sewindu UUK DIY.

Peringatan Sewindu UUK DIY dibuka oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pada peringatan UUK DIY tersebut, Sri Sultan Hamengku Bowno X memaparkan sejarah panjang perjalanan keistimewaan DIY.

Menurutnya, status istimewa yang melekat dalam diri Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan bagian integral dalam sejarah pendirian negara-bangsa Indonesia. Peran besar Yogyakarta di saat negara ini mengalami masa kritis pada awal revolusi kemerdekaan telah terukir secara nyata dalam bingkai sejarah nasional Indonesia.

Kontribusi yang diperankan oleh Yogyakarta ini jelas tidak terlepas dari pilihan sadar Sultan Hamengku Buwono IX dan Adipati Paku Alam untuk menjadi bagian dari Republik Indonesia. Pilihan yang diambil oleh keduanya tidak lain adalahupaya melindungi simbol-simbol negara-bangsa di masa awal kemerdekaan dan usaha untuk menjaga kebinekaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sri Sultan Hamengku Buwono X juga berpesan, bahwa peringatan Sewindu UUK DIY merupakan ajang untuk merefleksikan kembali semangat keistimewaan DIY. Semangat keistimewaan DIY harus mewujud dalam berbagai aspek kehidupan, dimana pejabat harus menjadi pelayan yang baik, dan bagi masyarakat bagaimana sikap-sikap perjuangan, kesederhanaan, dan semangat gotong royong, semangat-semangat melebur dalam kebersamaan menjadi kekuatan.

“Kita sebagai bangsa jangan membedakan agama dan asal-usul. Karena dalam karakter perjuangan 1946-1949 itu kita guyup rukun dari semua etnik yang ada di Yogya, tanpa membedakan asal-usul dan agama,” tegas Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Pameran ini diikuti oleh para Maestro seni, seperti Edi Sunarso, Saptono, Kasman KS, Tino Sidin, Aning Prayitno, Edi Sunaryo, Joko Pekik, Suwaji, Nasirun, Dr. Suwarno Wisetrotomo, MM, Dr. Sri Margana, dan masih banyak maestro-maestro seni lainnya,” jelas Yusman.

Yusman­­, seniman yang juga penggagas pameran inimengatakan, pameran ini dilakukan untuk menumbuhkan semangat keistimewaan bagi generasi muda, serta upaya untuk merevitalisasi kekompakan seniman di masa perjuangan RUUK pada tahun 2007-2012 silam.

Terkait penyelenggaraan pameran seni, Tazbir SH, M.Hum, selaku ketua penyelenggaramengatakan acara ini akan digelarselama sebulan(31 Agustus sampai dengan 30 September 2020). Selama sebulan penuh acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti peluncuran karya-karya (buku, lagu, gendhing, tari), diskusi, bedah buku, foto, serta promosi wisata keistimewaan.

“Dengan digelarnya Peringatan Sewindu UUK DIY ini, mari kita rawat, kita jaga keistimewaan ini. Mari kita jadikan Yogya ini betul-betul istimewa dalam tiga, istimewa dalam pendidikan, istimewa dalam budaya, dan istimewa dalam pariwisata.Nah, itu tiga poin penting yang harus dijaga, karena ketiga hal tersebut adalah pilarnya Yogyakarta.

Jika dalam tiga hal ini kita istimewa maka kita memiliki daya tarik yang kuat. Saat ini memang kita sudah kuat, tapi kita berharap bisa lebih kuat dari sekarang, mengingat saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti wabah virus Covid-19, dimana hal itu sangat berimbas pada sektor pariwisawta kita. Maka dari itu kita harus pelan-pelan dan berusaha keras menyiasati agar dunia pariwisata kita bangkit kembali,”tegasTazbir. (Muc)

Presiden Jokowi Serahkan Banpres Produktif Usaha Mikro untuk para Pelaku Usaha di Yogyakarta

Presiden Jokowi Serahkan Banpres Produktif Usaha Mikro untuk para Pelaku Usaha di Yogyakarta

Suarapemerintah.id – Supoyo, seorang pedagang soto di Daerah Istimewa Yogyakarta, kebingungan ketika menerima panggilan dari Bank Rakyat Indonesia. Meski mengalami kesulitan dan penurunan omzet saat pandemi datang, ia merasa tidak memiliki utang atau pinjaman yang menyebabkan dirinya menerima panggilan tersebut.

Tak lama ia yang tinggal di daerah Bantul tersebut segera mengetahui bahwa dirinya merupakan salah satu penerima Banpres Produktif Usaha Mikro, program bantuan modal dari Presiden Joko Widodo untuk meringankan beban para pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak pandemi.

“Saya jualan soto, lantas adanya pandemi itu sepinya enggak karu-karuan. Artinya kita pilih istirahat daripada enggak balik modal. Untungnya setelah berapa lama kemudian saya mulai bangkit lagi kira-kira seminggu lalu. Lantas saya dipanggil BRI. Saya bingung, tidak punya utang kok dipanggil BRI. Ada apa ini? Ternyata saya dikasih tahu bahwa saya dapat bantuan dari Presiden,” ujarnya mengisahkan.

Supoyo menjadi salah satu perwakilan pelaku usaha mikro dan kecil yang hadir di Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Jumat, 28 Agustus 2020, untuk menerima Banpres Produktif Usaha Mikro dari Presiden Joko Widodo bersama 29 orang perwakilan lainnya. Sementara sejumlah ratusan pelaku usaha mikro dan kecil lainnya dari Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti acara tersebut secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia ini berdampak luas bagi banyak sektor kehidupan, tidak hanya pada urusan kesehatan, tapi juga berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian.

“Kondisi sulit seperti ini dialami tidak hanya negara kita, tapi juga dialami oleh 215 negara di dunia. Negara yang kaya dan besar, kena. Negara yang sedang di tengah, juga kena. Negara yang miskin juga kena. Negara kecil juga kena. Semuanya kena,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, banyak pelaku usaha yang salah satunya berasal dari usaha mikro dan kecil yang amat terpukul oleh dampak yang ditimbulkan oleh pandemi. Kepala Negara mencermati kondisi dan keluhan-keluhan tersebut sehingga mengeluarkan bantuan khusus berupa modal kerja yang dapat digunakan mereka untuk tetap menjalankan usahanya.

“Pemerintah, karena pandemi Covid ini, telah mengeluarkan semua jurus. Ada yang namanya BLT Desa, bansos tunai, subsidi listrik digratiskan untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen untuk 900 VA, bantuan sembako, subsidi bunga, kemarin kita keluarkan subsidi gaji. Sekarang kita berikan yang namanya Banpres Produktif Usaha Mikro,” tuturnya.

Melalui bantuan tersebut, para pelaku usaha mikro dan kecil akan menerima bantuan untuk dipergunakan sebagai modal kerja sebesar Rp2,4 juta. Program bantuan ini akan terus diberikan kepada total 12 juta orang pelaku usaha mikro dan kecil hingga nanti di bulan September.

“Tapi ingat ini harus dipakai untuk modal usaha. Karena kondisinya seperti ini saya tahu ada yang omzetnya biasanya Rp500 ribu sekarang tinggal Rp300 atau Rp200 ribu. Memang kondisinya tidak mudah,” imbuh Presiden.

Presiden berharap agar bantuan yang murni merupakan hibah tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya sehingga berbagai usaha mikro dan kecil yang dijalankan oleh para penerima bantuan tersebut dapat segera kembali meningkat.

Atas bantuan yang telah diterima dari Presiden tersebut, Supoyo bersama penerima bantuan lainnya menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Presiden Joko Widodo dalam kesempatan itu.

“Saya berterima kasih atas bantuan Bapak Presiden. Mudah-mudahan ada hikmahnya, bisa untuk tambahan modal, semoga nanti (usaha kami) bisa lebih besar lagi,” ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Penjelasan Tentang Pegadaian, Usaha Gadai Dan Pergadaian

Penjelasan Tentang Pegadaian, Usaha Gadai Dan Pergadaian

Suarapemerintah.id – Kesal Tak Dipinjami Uang, Mantan Karyawan Pegadaian Merampok Tempat Kerjanya. Begitu berita di beberapa media baik daring, cetak, maupun televisi pada hari Selasa, 25 Agustus 2020. Usut punya usut, kasus perampokan tersebut terjadi di perusahaan gadai swasta bernama Pusat Gadai Indonesia di Jalan Maulana Hasanudin, Batuceper, Kota Tangerang.

Dari pemberitaan ini dapat diketahui bahwa sebagian masyarakat termasuk kalangan pers masih terdapat kerancuan dalam memahami istilah Pegadaian, Usaha Gadai, dan Pergadaian. Mereka menganggap, semua perusahaan yang bergerak dalam bisnis gadai disebut sebagai Pegadaian.

Padahal tidak, Pegadaian merupakan nama brand (merk) PT Pegadaian (Persero), perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berstatus perusahaan perseroan yang melakukan bisnis sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 31/POJK.05/2016.

Bahkan nama dan logo Pegadaian telah tercatat sebagai hak atas karya intelektual PT Pegadaian (Persero) sejak tahun 2009 dan telah diperpanjang pada tahun 2019 untuk 10 tahun ke depan. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo di Jakarta, Kamis (27/08/2020).

“Dalam POJK 31 tahun 2016 tersebut dinyatakan bahwa pengertian Usaha Pergadaian adalah segala usaha menyangkut pemberian pinjaman dengan jaminan barang bergerak, jasa titipan, jasa taksiran, dan/atau jasa lainnya, termasuk yang diselenggarakan berdasarkan prinsip syariah”, jelas Amoeng.

Berdasarkan data yang ada di Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) sampai dengan Agustus 2020 terdapat 49 perusahaan gadai swasta yang telah mengnatongi Surat Izin Usaha Gadai dari OJK selaku regulator. Selebihnya sekitar 80 perusahaan sedang mengurus perizinan.

Dengan mencermati hal di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah Pergadaian adalah nama dari sebuah industri atau usaha yang bergerak dalam bisnis gadai, sedangkan Pegadaian adalah brand (merk) milik PT Pegadaian (Persero) salah satu perusahaan BUMN yang melakukan usaha dalam bisnis yang sama.

Tim Advokasi Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama Menghadiri Sidang Gugatan

Suarapemerintah.id – Tim Advokasi Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama Setjen dan Kanwil Kemenkumham Jabar menghadiri sidang gugatan Habib Bahar Smith di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung melalui Gugatan Perkara No.73/G/PTUN/BDG tanggal 31/08. Sidang kali ini adalah agenda pembuktian (surat) yang diajukan oleh Kemenkumham. Tim Advokasi mengajukan 11 (sebelas) Alat Bukti menyandingi 8 (delapan) Alat Bukti yang telah diajukan oleh Kuasa Hukum Penggugat (KHP). “Dengan ini kami sampaikan bukti,” kata Taufik kepada majelis Hakim.

Namun Majelis Hakim menganulir 1 (satu) Alat Bukti yang diajukan Kuasa Hukum Penggugat dan minta dikoreksi terlebih dahulu dalam daftar bukti karena kekeliruan dalam pengetikan nomor.

Pada sidang selanjutnya KHP berencana akan mengajukan Bukti Tambahan yang dikoreksi dan Saksi Fakta sebanyak 3 (tiga) orang.

Ketua Majelis Hakim menutup persidangan, setelah menetapkan sidang selanjutnya pada hari Senin, 7 September 2020.

Modul Best Practice Sebagai Dasar Pembuatan Kurikulum

Modul Best Practice Sebagai Dasar Pembuatan Kurikulum

Suarapemerintah.id – Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama, Dr. Pagar Butar Butar ketika membahas modul best practice sebagai dasar pembuatan kurikulum di lantai 5 gedung Sekretariat Jenderal, 31/8.

Dihadapan seluruh pejabat administrator dan pengawas serta penulis modul best practice Biro Humas, Hukum dan Kerja Sama Pagar mengatakan bahwa best practice sebagai suatu cara paling efisien dan efektif untuk menyelesaikan suatu tugas, berdasarkan suatu prosedur yang dapat diulangi yang telah terbukti manjur untuk banyak orang dalam jangka waktu yang cukup lama.

Lebih jauh Pagar mengatakan bahwa modul ini menjadi dasar untuk penyusunan kurikulum. “Ini dasar makanya harus disusun dengan sistematika yang sudah ada dan sesuai dengan data yang disampaikan,” kata Pagar.

Sebagaimana diketahui Kemenkumham dengan program Corpu yang digawangi oleh BPSDM Kemenkumham berusaha menyusun modul-modul yang diambil dari keberhasilan dan pengalaman pelaksanaan tugas masing-masing unit utama.

Biro Humas sendiri menyusun 3 modul, yaitu Tentang Kehumasan, Advokasi Hukum dan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri

Tiga Kerangka Agama Hindu

Suarapemerintah.id – Umat Hindu yang berbahagia. Mimbar Hindu kami ini membahas Tiga Kerangka Agama Hindu yang diyakini oleh Umat Hindu di Nusantara. Tiga Kerangka Agama Hindu itu meliputi ajaran Tattwa (filsafat), Etika (susila), dan Upacara (ritual)

Tattwa Adalah cara kita melaksanakan ajaran agama dengan mendalami pengetahuan dan filsafat agama. Dalam mendalami ajaran tatwa ini, umat Hindu mencari kebenaran secara mendalam sampai pada inti dari ilmu pengetahuan rohani. Mereka mempergunakan kemampuan jnana/kemampuan logika secara mendalam dengan mengambil obyek pengetahuan tentang  Ketuhanan, alam semesta (jagat raya), dan juga diri manusia.

Dalam Ketuhanan Hindu dikenal Brahma Atma Akyam, Aham Brahman Asmi. Maksudnya Tuhan/Brahman dan Atma yang ada pada manusia adalah Tunggal. Brahman adalah Sumber dari Atma yang ada dalam setiap mahkluk hidup yang memberikan energi setiap ciptaan sehingga mempunyai energi hidup.

Dalam budaya Jawa, Brahman sering disebut dengan Sangkan Paraning Dumadi, Sang Hyang Widhi. Sering diistilahkan juga dengan Witing Dumadi. Witing dari kata Uwit berarti pohon dan Dumadi berarti kejadian. Maka, Sanghyang Widhi  disebut dengan sumber kejadian dari segala kejadian termasuk alam semesta ini.

Bagaimana dengan Etika?  Etika Adalah cara kita beragama dengan mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan sehari-hari agar sesuai dengan ajaran agama. Dalam budaya Jawa, Etika sering disebut dengan “Memayu Hayu”, maksudnya dalam berperilaku seorang yang beragama hendaknya didasari dengan ajaran “Gawe Karyenaking Sanes”. Maksudnya, dalam berperilaku yang didasari atas pikiran, perkataan, dan perbuatan haruslah harmonis dan menuju pada kerahayuaning jagat, demi keharmonisan dan kedamaian.

Adapun Upacara, adalah kegiatan keagamaan dalam bentuk ritual Yadnya, yang dikenal dengan Panca Yadnya: Dewa, Rsi, Pitra, Manusa, dan Bhuta Yadnya. Bicara tentang ritual Hindu, maka yang nampak adalah berbagai yadnya yang dilakukan masyarakat/umat Hindu Bali. Namun, bila ditelisik lebih lanjut, masyarakat di sejumlah kawasan nusantara juga masih melaksakan ritual tersebut.

Misalnya masyarakat Jawa, hingga saat ini masih melangsungkan upacara agama Hindu, sejak bayi dalam kandungan sampai upacara kematian. Contoh lainnya adalah rangkaian upacara hari Raya Nyepi di Banten. Di sana selalu menggunakan gunungan sebagai wujud sedekah laut dan sedekah bumi, untuk memayu hayuning bawana. Itu dilakukan demi keharmonisan dan keserasian alam semesta, sekaligus sebagai ungkapan yang tulus iklas terhadap alam semesta yang telah memberikan kebahagiaan manusia. Ritual yang sama bahkan juga dilakukan masyarakat Sunda Wiwitan.

Ajaran Tri Kerangka Agama itu bisa diibaratkan seperti telur. Telur itu sempurna jika ketiga bagiannya sempurna, yaitu: kuning telur, putih telur, dan kulit telur. Ketiganya tidak bisa dipisahkan, ada dalam satu kesatuan yang saling melengkapi. Jika dipanaskan dengan tepat dan baik oleh sang induk ayam, maka akan menetas atau lahirlah anak ayam sebagai tujuan akhir dari diciptakannya telur.

Perdana, Sarjana Ma’had Aly Alhikamus Salafiyah Diwisuda

Suarapemerintah.id – Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah (MAHS) Babakan Ciwaringin Cirebon untuk kali pertama menggelar wisuda tingkat Marhalah Ula (Sarjana). Wisuda digelar di Aula Ijtima Al Ulama Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Wisuda ke-1 ini diikuti 40 wisudawan. Hadir dalam prosesi pengukuhan, seluruh pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin, Mudir Ma’had Aly Arwani Syaerozie, serta Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono.

“Ma’had Aly Alhikamus Salafiyah Babakan Ciwaringin akan selalu melestarikan dan mengembangkan khazanah keilmuan pesantren. Sebab, Ma’had Aly merupakan Perguruan Tinggi Islam Berbasis Pesantren,” ujar Mudir Ma’had Aly Babakan Ciwaringin Arwani Syaerozie di Ciwaringin, Minggu (30/08).

“Alhamdulillah Ma’had Aly ini melalui rekomendasi Kemenag dan MUI, kini menjadi Ma’had Aly rujukan untuk bidang Maqasid Al Syariah,” imbuhnya.

Direktur PD Pontren Waryono mengapresiasi perkembangan dan kemajuan MAHS. Dirinya berharap pencapaian tersebut bukan hanya pada aspek rekognisi atau pengakuan, tapi juga pengembangan potensi.

“Saya bangga Ma’had Aly Babakan Ciwaringin dijadikan referensi untuk studi banding bagi Ma’had Aly lainnya. Tetapi, saya berharap ini bukan hanya sekadar rekognisi belaka,” tutur Waryono.

Dikatakan Waryono, eksistensi pesantren belum dilihat oleh stakeholders sehingga santri masih dianggap terbelakang. “Saya juga santri. Saya juga alumni pesantren sini. Saya melihat pesantren ini belum diakui keberadaanya oleh stakeholders. Sehingga ini menjadi amanah buat saya untuk memperkenalkan pesantren kepada stakeholders di segala bidang,” terangnya.

Waryono berharap para pengasuh dapat bersinergi dalam menjalankan program pengembangan “pesantren.“Saya berharap pesantren bisa bersinergi program dengan kita,” pungkasnya.