Beranda blog Halaman 4807

Akhyar Terima Penghargaan Dari BPS Sumut

Akhyar Terima Penghargaan Dari BPS Sumut

Suarapemerintah.id –   Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir.H.Akhyar Nasution,M.Si menerima penghargaan dari BPS Sumut. Penghargaan ini diberikan atas capaian yang sangat baik pada Sensus Penduduk Online 2020. Kota Medan merupakan Terbaik I dalam kategori Jumlah Penduduk Respon. Penghargaan ini diberikan Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi kepada Akhyar dalam acara Kickoff Sensus Lapangan Sensus Penduduk 2020 di Medan, Selasa (1/9) di Ruang Command Center, kantor wali kota.

Pada acara yang diikuti secara virtual oleh Camat se-Kota Medan itu, BPS Medan juga memberikan penghargaan kepada Kepala Dinas Kominfo Medan, Zain Noval, S.STP., M.A.P. serta Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Zulkarnain Lubis, yang telah mendukung pelaksanaan Sensus Penduduk Online di Medan, pada 15 Februari sampai 29 Mei 2020 lalu. Di samping itu, tiga camat di Medan juga mendapat penghargaan karena meraih capaian jumlah respon penduduk yang tinggi. Ketiganya adalah Camat Medan Belawan, Ahmad, Camat Medan Johor, Zulfachri Ahmadi, dan Camat Medan Baru, Ilyan Chandra Simbolon.

Akhyar mengungkapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan ini. Dia mengatakan, Sensus Penduduk Online telah berlangsung baik dan mulai 1 September ini dilakukan Kegiatan Lapangan Sensus Penduduk September 2020. Akhyar mengimbau, masyarakat Medan ikut menyukseskan Sensus Penduduk ini dengan memberikan data kependudukan yang benar dan valid.

“Kepada warga Medan, mari kita beri data yang benar dan valid, tidak dikurangi, tidak ditambahi agar petugas kita mendapat data yang real tentang  kependudukan dan demografi Kota Medan,” ujarnya. Akhyar juga mengimbau seluruh camat, lurah, dan kepala lingkungan membantu petugas sensus dalam melakukan pendataan.

“Sensus ini merupakan kebutuhan kita semua,” ucap Akhyar. Akhyar juga mengingatkan para petugas agar mematuhi protokol kesehatan saat melakukan pendataan ke rumah-rumah penduduk. Selain itu, para petugas sensus juga diharapkan mengingatkan warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, di antaranya dengan memakai masker, demi mencegah penularan Covid-19.  Sebelumnya, Kepala BPS Medan, Enny Nuryani Nasution menyampaikan, saat melakukan pendataan petugas tetap menerapkan protokol kesehatan. Para petugas wajib menggunakan masker, face shield, sarung tangan, dan membawa hand sanitizer, serta menerapkan physical distancing saat bertemu dengan responden.

“BPS sadar betul, bahwa keberhasilan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 sangat tergantung kepada para petugas dan masyarakat sebagai responden. Dengan demikian, kami berharap masyarakat yakin dan dapat menerima petugas tanpa harus takut akan terpapar Virus Covid-19,” sebutnya seraya berharap masyarakat memberikan informasi yang jujur dan benar.

Peta Persebaran Covid-19 di Kota Malang per 1 September 2020

Beritamedia.id – Berikut disampaikan infografis Peta Persebaran Covid-19 di Kota Malang update per tanggal 1 September 2020;

IMG-20200901IMG-20200901-

Pemkot Beri Stiker kepada Hotel dan Restoran yang Lulus Verifikasi Kelayakan Operasional

Pemkot Beri Stiker kepada Hotel dan Restoran yang Lulus Verifikasi Kelayakan Operasional

Suarapemerintah.id –  Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menerapkan verifikasi penerapan protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 kepada pelaku usaha di bidang pariwisata. Tercatat 68 hotel dan restoran telah mengajukan proses verifikasi kelayakan operasional di era adaptasi kebiasaan baru.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan, proses verifikasi dilakukan untuk mendorong komitmen pelaku usaha restoran dan hotel supaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi juga harus dibarengi dengan peningkatan kesungguhan para pelaku di bidang pariwisata dalam menjalankan protokol kesehatan,” ucapnya saat penyerahan surat keterangan hasil verifikasi kepada pengelola usaha pariwisata di Hotel 101, Selasa (1/9/2020).

Proses verifikasi tersebut juga untuk mengedukasi masyarakat agar memilih restoran dan hotel yang sudah terverifikasi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta ditandai dengan penempelan stiker di bagian front office.

“Ini cara kita melindungi masyarakat supaya masyarakat mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan aktivitas,” ujarnya.

Sementara itu proses kontrol dan monitoring dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 di tingkat kecamatan. Pihaknya juga meminta Tim Gugus Tugas kecamatan untuk melakukan monitoring terhadap toko dan warung.

Dikatakan, proses pengajuan verifikasi dilakukan secara online melalui website Dinas Pariwisata dan tidak dibatasi waktu.

“Karena ini masih awal, secara simbolis baru ada enam hotel yang sudah kami berikan surat keterangan hasil verifikasi dan stiker, namun yang sudah mengajukan banyak,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, kegiatan verifikasi mulai diberlakukan sejak Sabtu (01/08/2020).

Pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, karena daerah lain belum ada yang melakukan proses seperti ini. Ini yang dibutuhkan pelaku pariwisata sebagai salah satu bagian dari promosi destinasi hotel dan restoran.

“Kita mendorong baik hotel bintang dan non bintang agar melakukan verifikasi karena tanpa itu akan sulit menjalankan bisnis di tengah situasi sekarang ini, butuh kesadaran,” tandasnya.

Deddy menyebut, sudah ada 148 hotel dan restoran di DIY yang melakukan proses verifikasi, sementara di tingkat Kota Yogyakarta yang minta diverifikasi sekitar 68 hotel dan restoran bintang dan non bintang, pendataan terus berlanjut.

Menurutnya, sejauh ini pelaku usaha restoran dan hotel sudah berkomitmen untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan baik, nyaman, aman, dan benar.

“Bahkan saat dilakukan proses verifikasi, didapati tamu hotel yang tidak menggunakan masker, langsung ditegur oleh pihak hotel tersebut. Ini bentuk komitmen kita untuk memberikan keamanan bersama,” jelasnya. (Tam)

Jelang Kompetisi liga 2, Pemain PSIM Jalani Rapid Test

Jelang Kompetisi liga 2, Pemain PSIM Jalani Rapid Test

Beritamedia.id – Jelang dimulainya kompetisi liga 2 yang akan dilaksanakan di Riau pertengahan Oktober nanti, seluruh pemain dan staf ofisial PSIM Yogyakarta menjalani rapid test. Dalam rapid test tersebut Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berkesempatan meninjau.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Yogyakarta mengatakan jika maksud digelarnya rapid test tersebut adalah agar seluruh pemain PSIM Yogyakarta dari mulai saat berlatih sampai dimulainya kompetisi liga 2 agar dalam kondisi sehat dan tanpa masalah.

“Karena kita harus mempersiapkan semuanya terumata fisik pemain untuk menghadapi kompetisi liga 2 yang akan dilaksanakan di Riau pertengahan Oktober nanti,” jelasnya di wisma PSIM Yogyakarta, Selasa (1/9/2020).

Walikota berharap dalam rapid test tersebut, seluruh pemain dan ofisial tidak menunjukkan hasil yang reaktif. Namun, lanjutnya, namun jika ada yang reaktif nantinya pemain ataupun ofisial akan dilakukan swab test dan diminta untuk isolasi.

“kami juga telah menyiapkan ruang untuk isolasi” ungkapnya.

Untuk itu, Walikota meminta kepada seluruh pemain dan ofisial agar terus memathui protokol kesehatan.

“Patuilah protokol kesehatan seperti jaga jarak, selalu cuci tangan dengan memakai sabun, dan selalu menggunakan masker,” katanya.

Walikota juga berpesan kepada seluruh supporter PSIM Yogyakarta agar mereka juga  memerhatikan kesehatan. Dengan demikian, ia berharap pandemi segera berakhir dan kompetisi sepak bola dapat kembali bergulir dengan adanya suporter.

“Mungkin memang terasa membosankan untuk mendengarnya. Tetapi saat ini, hal ini yang harus kita lakukan pada situasi seperti ini. Cara ini juga kita tetap terhindar dan tetap sehat. Mengingat pada akhirnya kesehatan lah yang paling penting untuk kita jaga,” tambahnya. (Han)

Infografis: Kenali Istilah Baru Covid-19

Infografis: Kenali Istilah Baru Covid-19

Suarapemerintah.idKementerian Kesehatan RI memperkenalkan beberapa istilah baru dalam penanganan kasus Covid-19 untuk menggantikan istilah-istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya.

Perubahan istilah tersebut dijelaskan pada Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam pedoman tersebut, dikenal 8 jenis istilah kasus yakni Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Kontak Erat, Pelaku Perjalanan, Discarded, Selesai Isolasi, dan Kematian. Istilah Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Kontak Erat, menggantikan istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG) yang digunakan pada pedoman sebelumnya.

Berikut infografis yang telah disusun oleh tim Humas Antara untuk memahami istilah-istilah baru tersebut.

Plt Wali Kota Medan Apresiasi Panen Raya Padi dan Peresmian Galeri Pertanian Modern Perkotaan Kodim 0201/BS

Plt Wali Kota Medan Apresiasi Panen Raya Padi dan Peresmian Galeri Pertanian Modern Perkotaan Kodim 0201/BS

Suarapemerintah.id –  Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir.H.Akhyar Nasution,M.Si mengapresiasi dilakukannya panen raya padi dan peresmian pertanian modern perkotaan yang di inisiasi oleh Kodim 0201/BS. Apresiasi ini disampaikan oleh Plt Wali Kota Medan saat menghadiri acara tersebut di Demplot Pertanian Kodim 0201/BS Jl. Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (1/9). Menurut Plt Wali Kota Medan panen raya yang dirangkaikan dengan urban farming berupa peternakan ini sangat bermanfaat dalam menunjang ketahanan pangan di kota Medan. Apalagi Kodim 0201/BS mampu memanfaatkan lahan terbatas yang ada di tengah kota untuk pertanian dan peternakan.

“Terimakasih kepada Kodim 0201/BS yang sudah menginisiasi kegiatan hari ini, hal ini sangat membantu kita dalam mendukung ketahanan pangan di kota Medan.”kata Plt Wali Kota Medan. Panen raya yang juga dihadiri oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah,MA.MSC, Ketua Persit KCK PD I/BB, Ny. Neneng Irwansyah, dan unsur forkopimda lainya ini tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam panen raya tersebut Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah mengatakan  dalam situasi pandemi covid-19 saat ini Pemerintah mendorong kita untuk dapat memanfaatkan lahan tidur, hal ini juga sebagai persiapan mengantisipasi apabila krisis ekonomi dunia terjadi. Karena itulah diharapkan langkah ini dapat ditiru oleh masyarakat dan stakeholder lainnya.

“Apa yang dilakukan Kodim diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dan instansi lainya untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi pertanian sehingga dapat menjadi penunjang ketahanan pangan.”ujar Pangdam I/BB. Sebelumnya Dandim 0201/BS, Letkol Inf Agus Setiandar,S.IP menjelaskan bahwa lahan demplot milik Kodim 0201/BS ini memiliki luas 8 Ha yang dimanfaatkan Kodim sebagai lahan pertanian.

“Jadi yang kita tanam di lahan ini padi berjenis ciherang dan inpari 32, karena itu yang sesuai ditanam di lahan ini.”jelas Dandim. Selain itu juga, Kodim 0201/BS juga membuat galeri pertanian modern perkotaan agar lahan yang terbatas dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Galeri pertanian modern artinya dikelola dengan system yang lebih modern dengan memanfaatkan lahan yang terbatas.”ujarnya.

Terjadi Klaster Covid-19 Baru Pada Acara Keagamaan di Sanur Kaja, GTPP Kota Denpasar Kembali Ingatkan Dan Jangan Lengah Protokol Kesehatan

Terjadi Klaster Covid-19 Baru Pada Acara Keagamaan di Sanur Kaja, GTPP Kota Denpasar Kembali Ingatkan Dan Jangan Lengah Protokol Kesehatan

Beritamedia.idPerkembangan Covid-19 di Kota Denpasar kembali memunculkan klaster baru penyebaran. Kendati saat ini sudah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, klaster upacara adat keagamaan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.  Dimana, setelah sebelumnya upacara pernikahan, kini upacara pengabenan menjadi klaster penyebaran baru Covid-19 di Kota Denpasat. Karenanya, masyarakat Kota Denpasar diimbau untuk tetap disiplin memperhatikan protokol kesehatan, termasuk saat pelaksanaan upacara keagamaan.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat diwawancarai di Denpasar, Senin (31/8) menjelaskan bahwa tatanan kehidupan normal era baru atau adaptasi kebiasaan baru menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Hal ini lantaran kondisi di lapangan bukanlah normal, melainkan normal baru, dimana protokol kesehatan merupakan kewajiban bagi masyarakat dan semua pihak, termasuk dalam pelaksanaan upacara adat dan keagamaan.

“Kami baru saja menemukan adanya klaster baru upacara keagamaan yakni Ngaben, dimana berdasarkan laporan masih banyak yang tidak menjaga jarak, termasuk tidak menggunakan masker dengan benar, ini tentu sangat berbahaya dan rawan menjadi pusat penyebaran baru, dan saat ini ditemukan kasus positif pada acara Ngaben di wilayah Desa Sanur Kaja,” jelasnya

Lebih lanjut dijelaskan, pada prinsipnya GTPP Covid-19 Kota Denpasar tidak melarang adanya pelaksananaan upacara keagamaan. Namun demikian, penerapan protokol kesehatan harus lebih disiplin lagi. Hal ini dikarenakan banyak yang menjadi carier namun tidak memiliki gejala, inilah yang disebut Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kita tidak tau siapa yang carier, karena mereka tidak bergejala, sehingga kita harus tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan masyarakat,” ujarnya

Pihakya juga turut mengimbau masyarakat agar memahami kondisi saat ini. Dimana, kasus aktif Covid-19 masih ditemukan di lapangan. Bahkan, masih banyak yang belum berhasil di tracing lantaran tidak ditemukan pusat penyebaranya.

“Saat ini situasi belum normal, jadi kehadiran warga dalam suatu kegiatan agar diatur, dan dibatasi dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan guna mendukung penerapan protokol kesehatan, utamanya dalam menjaga jarak aman, selain itu, masker dan cuci tangan juga wajib, ini situasinya belum normal, masyarakat kami harapkan juga bisa memaklumi, karena semakin lama ini tidak tertangani, maka semakin lama kita menuju normal yang sesungguhnya, mari bersama-sama disiplin dan berkontribusi dalam mencegah penyebaran covid 19,” ajaknya. (HumasDps).

Kembali, 1 Pasien Covid-19 Meninggal,19 Orang Sembuh dan Kasus Positif Bertambah 20 Orang

Kembali, 1 Pasien Covid-19 Meninggal,19 Orang Sembuh dan Kasus Positif Bertambah 20 Orang

Beritamedia.id – Kabar duka cita kembali berhembus di tengah penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Setelah sehari sebelumnya terdapat pasien meninggal dunia, kembali tercatat adanya penambahan pasien yang meninggal dunia pada Senin (31/8). Di hari yang sama pula penambahan kasus positif tercataf sebanyak 20 orang, kasus sembuh diketahui bertambah 19 orang.

“Kembali kabar duka, 1 orang pasien Covid-19  jenis kelamin laki-laki usia 68 tahun yang berdomisili di Desa Sanur Kaja dinyatakan meninggal dunia pada 28 Agustus lalu. Kasus positif diketahui bertambah 20 orang yang tersebar di 14 desa/kelurahan, sementara pasien sembuh bertambah 19 orang. Masyarakat diimbau lebih disiplin terapkan protokol kesehatan mengingat kembali ditemukan kasus positif Covid-19 dengan klaster upacara adat keagaman ngaben di Sanur Kaja,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang Press Room Kantor Walikota Senin (31/8).

Dewa Rai merinci bahwa 14 desa/kelurahan yang mencatatkan penambahan kasus positif yakni Desa Ubung Kaja mencatatkan penambahan harian tertinggi sebanyak 3 kasus positif. Desa Pemecutan Kaja, Kelurahan Padangsambian, Desa Padangsambian Kelod, dan Desa Padangsambian Kaja mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing sebanyak 2 orang. Sedangkan 9 desa/kelurahan lainya mencatatkan masing-masing 1 kasus positif. Yakni Desa Dangin Puri Kangin, Desa Sumerta Kaja, Kelurahan Sanur, Kelurahan Peguyangan, Kelurahan Pemecutan, Desa Dangin Puri Kauh, Desa Dauh Puri Kelod, Desa Peguyangan Kangin, dan Desa Sanur Kaja . Sementara sebanyak 30 desa/kelurahan untuk sementara  nihil penambahan kasus positif Covid-19 baru.

Terkait kasus 1 orang pasien positif covid 19 yang dinyatakan meninggal dunia menurut Dewa Rai kronologisnya bermula dari Upacara Pengabenan di Desa Sanur Kaja. Setelah itu, pasien mengalami gejala panas selama 3 hari yang disertai sesak nafas. Pasien diketahui memiliki riwayat Diabetes Militus dan dinyatakan meninggal dunia pada 28 Agustus lalu.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan bahwa angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif covid 19 masih fluktuatif di Kota Denpasar. Dimana, ditengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif covid 19. Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak.   Terlebih saat ini kita bersama-sama sedang bersiap untuk pemulihan ekonomi daerah dan nasional.

Dewa Rai menambahkan bahwa walaupun saat ini kita sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan aktifitas masyarakat yang mulai kembali ke rutinitasnya, namun kasus positif baru di internal keluarga, tempat kerja dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih menunjukan peningkatan. Klaster baru inilah yang patut kita waspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan covid 19 tidak semakin meluas.  Karena dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara. Yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan

Secara kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.627 kasus, sementara itu, jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar menjadi 1.517  (93,25 persen), 18  (1,10 persen) orang meninggal dunia, dan  92  (5,65 persen) orang masih dalam perawatan.  (HumasDps).

Kasus Positif :

1. Desa Ubung Kaja tiga orang perempuan usia 42, 2 dan 29 tahun

2. Desa Pemecutan Kaja seorang laki-laki usia 28 tahun dan seorang perempuan usia 50 tahun

3. Desa Dangin Puri Kangin seorang laki-laki usia 37 tahun

4. Desa Sumerta Kaja seorang laki-laki usia 57 tahun

5. Kelurahan Sanur seorang laki-laki usia 38 tahun

6. Kelurahan Padangsambian dua orang perempuan usia 46 dan 23 tahun

7. Desa Padangsambian Kelod dua orang perempuan usia 50 dan 25 tahun

8. Kelurahan Peguyangan seorang perempuan usia 28 tahun

9. Kelurahan Pemecutan seorang perempuan usia 50 tahun

10. Desa Dangin Puri Kauh seorang laki-laki usia 27 tahun

11. Desa Dauh Puri Kelod seorang perempuan usia 54 tahun

12. Desa Padangsambian Kaja seorang laki-laki usia 45 tahun dan seorang perempuan usia 46 tahun

13. Desa Peguyangan Kangin seorang laki-laki usia 40 tahun

14. Desa Sanur Kaja seorang perempuan usia 78 tahun

Meninggal Dunia

1. Desa Sanur Kaja seorang laki-laki usia 68 dengan riwayat Diabetes Militus meninggal dunia pada 28 Agustus 2020.

Kasus Sembuh : 190 Orang

Kemenkes Beri Santunan 300 Juta Untuk Dokter Yang Gugur

Kemenkes Beri Santunan 300 Juta Untuk Dokter Yang Gugur

Suarapemerintah.id Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi santunan sebesar Rp 300 juta per orang untuk dokter yang gugur dalam perjuangannya melawan virus Covid-19. Tercatat, berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ada 100 dokter yang meninggal dunia karena terpapar virus Covid-19.

Kabra pemberian santunan sebesar 300 juta rupiah tersebut di informasikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes, Abdul Kadir.

Pemberian santunan tersebut merupakan salah satu bentuk cara oleh Kemenkes untuk mengurangi resiko kematian dokter di Indonesia.

Pemerintah, terang Abdul telah menganggarkan Rp5,6 triliun untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani masalah Covid-19.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp1,9 triliun dikelola Kemenkes, dan sebesar Rp3,7 triliun dikelola Kementerian Keuangan.

Selain santunan, Instansi yang dipimpin oleh Terawan tersebut juga akan membuat regulasi dan peraturan yang akan lebih melindugi tenaga medis dalam memerangi virus Covid-19.

Kami akan mengutamakan ketersediaan alat pelindung diri (APD) nakes, serta mendukung pengurangan jam kerja nakes.”tuturnya.

Kemudian, Kemenkes juga akan lebih sering memberikan materi pengetahuan tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) kepada para nakes.

“Kami sudah melaksanakan program pelatihan PPI selama dua hari secara vicon, tiga kali kegiatan dibagi per wilayah yakni Barat, Tengah, Timur, mulai dilakukan hari Rabu pekan ini,” jelas Abdul.

Abdul juga terus  mengingatkan agar semua pihak menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.  “Masyarakat  terus menerapkan protokol kesehatan yang ada dengan selalu pakai masker, jaga jarak fisik dan cuci tangan pakai sabun. Dengan kedisiplinan bersama, ia meyakini pandemi Covid-19 segera berakhir.” ujarnya.

Wali Kota Malang Tinjau Sterilisasi di Puskesmas Kendalkerep dan Puskesmas Gribig

Wali Kota Malang Tinjau Sterilisasi di Puskesmas Kendalkerep dan Puskesmas Gribig

Suarapemerintah.id –  Menyadari rentannya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di area puskesmas sebagai fasilitas kesehatan, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji telah menginstruksikan untuk melakukan penyemprotan desinfektan dan sterilisasi secara berkala di 16 puskesmas yang ada di Kota Malang.

Wali Kota Malang pun turun meninjau langsung proses sterilisasi yang dilakukan secara berkala di Puskesmas Kendalkerep dan Puskesmas Gribig, Senin (31/8/2020) didampingi Plt. Kadinkes Kota Malang Sri Winarni, Kabag Pemerintahan Setda Kota Malang Suprayitno, serta Kabag Humas Setda Kota Malang M. Nur Widianto. Pada kesempatan ini Wali Kota Malang juga melakukan dialog bersama camat, lurah dan kepala puskesmas beserta jajaran.

Dalam arahannya, Sutiaji menekankan agar ada koordinasi secara intensif antara lurah, babinkamtibmas, babinsa dan jajaran puskesmas terkait data penyebaran Covid-19 di masing-masing wilayahnya. “Ini penting dilakukan agar ada kesamaan data diantara para petugas lapangan, sehingga pemantauannya dapat berjalan secara maksimal,” tegas Sutiaji.

Wali Kota Malang juga mengingatkan agar para petugas dan tenaga medis yang ada di puskesmas tetap waspada dan berhati-hati dalam menjalankan tugasnya karena puskesmas adalah sarana kesehatan publik yang berinteraksi langsung dengan pasien.

“Tidak menutup kemungkinan, para pasien yang datang untuk berobat ke puskesmas adalah OTG atau malah membawa virus yang tanpa kita sadari dapat menularkannya pada kita. Tetap jaga kesehatan, tingkatkan imunitas diri dan lakukan prosedur protokol kesehatan secara ketat selama berada di ruang publik,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, para petugas juga menyampaikan beberapa kesulitan dan hambatan yang dialami saat menjalankan tugas, utamanya dalam rangka memberikan pemahaman pada masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan, termasuk juga dalam melakukan pemantauan terhadap para pasien terkonfirmasi positif yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.