Beranda blog Halaman 4818

Kemenparekraf Dukung Penyelenggaraan Adira Finance Festival Kreatif Lokal 2020

Suarapemerintah.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung penyelenggaraan kegiatan “Festival Kreatif Lokal 2020” untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing pelaku usaha UKM ekonomi kreatif dan generasi muda sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Wishnutama Kusubandio dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Festival Kreatif Lokal dengan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance), Kamis (27/8/2020), mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi yang baik antara Kemenparekraf dengan pihak swasta dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif.

“Diharapkan dengan kerja sama ini dapat turut mengembangkan potensi ekonomi kreatif sesuai sumber daya khas di masing-masing daerah sehingga dapat menjadi salah satu pembangun struktur perekonomian daerah serta menjadi daya tarik tersendiri dalam kaitannya dengan mengundang wisatawan dalam maupun luar negeri,” kata Wishnutama.

Ia mengatakan, di masa pandemi COVID-19 ini semua pihak dihadapkan pada tantangan yang berat sehingga membuat kita harus lebih giat dan kreatif dalam menciptakan peluang. Untuk itu pemerintah mendukung produk lokal untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Pemerintah sendiri bersama dengan banyak kementerian/lembaga telah menginisiasi gerakan nasional “Bangga Buatan Indonesia”. Kemenparekraf menjadi yang pertama memulai kampanye itu dengan menggulirkan gerakan #BeliKreatifLokal. Dalam program tersebut, Kemenparekraf memberikan berbagai pendampingan untuk peningkatan kompetensi pelaku UKM ekraf yang diantaranya untuk masuk ke platform digital.

“Dengan transformasi ke digital, pemasaran yang dilakukan UKM akan berjalan lebih cepat dan jangkauannya lebih luas. Sehingga dapat mempercepat perputaran siklus ekonomi, memperbaiki daya beli masyarakat, dan pada akhirnya mendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi,” kata Wishnutama.

“Pandemi Covid-19 telah berdampak pada sektor usaha. Situasi ini mendorong kita untuk bangkit dan berkolaborasi dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Sejalan dengan visi kami yaitu menciptakan nilai bersama untuk meningkatkan kesejahteraan, #FestivalKreatifLokal adalah wujud kepedulian kami untuk membangun pelaku usaha UKM dan generasi muda agar bersama-sama bangkit membangun perekonomian Indonesia. Program ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Kemenparekraf RI #BeliKreatifLokal dan Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan oleh Bapak Presiden,” ujar Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli.

Festival Kreatif Lokal 2020 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka ulang tahun Adira Finance ke-30 yang meliputi dua program acara yaitu Kreatif Lokal Award dan Konser Kreatif Lokal. Kreatif Lokal Award merupakan sebuah apresiasi nyata Adira Finance bagi individu pelaku wirausaha yang telah menunjukan prestasi kinerja mengagumkan dan memberdayakan masyarakat sekitarnya melalui inovasi dan kreativitas sehingga meningkatkan taraf hidup diri dan lingkungannya. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan yaitu Menciptakan Nilai Bersama untuk Meningkatkan Kesejahteraan.

Kreatif Lokal Award merupakan ajang pemilihan calon UKM terbaik yang berasal dari 1000 UKM dari binaan Kemenparekraf RI, konsumen Adira Finance, dan masyarakat umum. Ajang ini mencari 18 brand pemenang dari 6 kategori bidang ekonomi kreatif yang dilombakan yaitu Kuliner, Fashion, Kriya, Fotografi, Video, dan Pertunjukan. Selain modal usaha dengan total ratusan juta rupiah, para pemenang akan mendapatkan business coaching, program pendampingan bersama dengan Kemenparekraf RI, lapak online ekslusif di Bukalapak, serta paparan di media mengenai produk dan usaha mereka. Para pelaku UKM kreatif dapat mendaftarkan sebagai peserta dengan mengunjungi microsite Festival Kreatif Lokal 2020 di alamat .

Pengumuman pemenang Kreatif Lokal Award akan diadakan pada bulan November 2020 bertepatan dengan HUT Adira Finance ke-30. Acara Kreatif Lokal Awarding Night tersebut akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti creative conference dari pembicara ternama, pakar di bidang industri kreatif dan pembicara internasional.

Pada penghujung Festival Kreatif Lokal 2020, akan diadakan Konser Kreatif Lokal pada bulan Januari 2021, dengan rangkaian kegiatan terdiri dari Live Streaming eventOnline Bazzar mengangkat produk para pemenang award, Online Workshop & Talkshow dengan ikon kreatif sesuai dengan kategori, serta Konser Amal bersama artis ternama Indonesia untuk menarik donasi bagi pelaku UKM yang terkena dampak pandemi.

Penyelenggaraan Festival Kreatif Lokal 2020 juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dari Pemerintah maupun swasta. Pihak swasta yang turut mendukung Festival Kreatif Lokal 2020 antara lain: MUFG, Adira Insurance, Adira Finance Syariah, Anteraja, Prasetiya Mulya-ELI dan Daniel Tumiwa selaku Business Growth Facilitator.

“Mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing UKM akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami sangat bangga dapat mendukung Festival Kreatif Lokal, yang bertujuan untuk membuka peluang baru bagi para UKM serta memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan atas aset usaha melalui produk asuransi,” ungkap Donni Gandamana, Direktur Adira Insurance. Program ini sejalan dengan komitmen Adira Insurance untuk mendukung perkembangan perekonomian Indonesia dan industri asuransi pada khususnya. Sejak November 2019, Adira Insurance telah menjadi bagian dari Zurich Indonesia, menyediakan produk dan layanan asuransi konvensional dan berbasis syariah dengan produk utama asuransi untuk kendaraan bermotor yaitu Autocillin dan Motopro.

Sebagai salah satu perusahaan pengiriman barang berbasis teknologi, Anteraja memberikan dukungannya dalam Festival Kreatif Lokal 2020 berupa pengiriman barang bagi para peserta pelaku UKM kreatif. Memiliki cakupan area pelayanan lebih dari 90% di seluruh Indonesia, Anteraja menyediakan jasa pengiriman same daynext day dan regular yang sudah dilengkapi dengan fitur real time tracking, serta penjemputan produk di tempat pengirim atau penjual dalam waktu yang cepat, tanpa minimum barang yang dijemput. “Dengan berpartisipasi dalam Festival Kreatif Lokal, kami berharap dapat ikut membantu membangkitkan kembali perekonomian nasional dengan memberdayakan ekosistem UKM terutama untuk memberikan akses teknologi pengiriman barang yang aman dan terpercaya,” ujar Suyanto Tjoeng, selaku CEO Anteraja.

Sebagai pendukung kegiatan Festival Kreatif Lokal 2020, Adira Finance juga mengadakan Festival Pasar Rakyat yang bertujuan untuk menjaga eksistensi pasar rakyat dengan cara melakukan pengembangan UKM yang ada di dalam pasar melalui digitalisasi, dengan bentuk kegiatan pelatihan virtual dengan topik-topik seperti literasi keuangan, pemasaran dan usaha online. Selain mendukung pengembangan usaha untuk UKM di Festival Pasar Rakyat, Adira Finance berkolaborasi dengan organisasi sosial Gerakan Pakai Masker melaksanakan pemberian masker gratis serta penyuluhan penerapan hidup sehat dan bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan para pedagang serta ekosistem di pasar rakyat di masa pandemi ini.

“Kami berharap rangkaian kegiatan di Festival Kreatif Lokal, menjadi kegiatan berkelanjutan yang dapat membangkitkan ekosistem ekonomi kreatif dan bersama tingkatkan ekonomi Indonesia. Sehingga ke depannya, kami bisa menunjukkan semangat bersama untuk Indonesia bisa terus melaju. Tidak hanya berhasil bangkit dan tumbuh, tapi juga bagaimana kita dapat berkembang ke kancah internasional”, tutup Hafid.

Konten Menarik dan Variatif di Media Sosial, Dodo Sukses Tarik Atensi Ibu-Ibu

Suarapemerintah.idDodorindo Jaya Abadi semakin jauh melangkah di depan meninggalkan kompetitornya dibelakang setelah di nyatakan sebagai pemenang melalui survey Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA)2020. Penghargaan IDPBA 2020 menjadi bukti nyata perusahaan dalam melakukan branding untuk produk andalan di ranah digital.

IDPBA adalah sebuah event yang dihelat oleh TRAS N CO bersama dengan INFOBRAND.ID yang memberikan apresiasi tertinggi kepada pemilik merk dalam mengembangkan dan membesarkan brand di dunia maya.

General Manager PT Dodorindo Jaya Abadi, Jumadi menyebut penghargaan akan menjadi pelecut bagi dirinya dan kawan-kawan di Dodo untuk bisa konsisten memberikan produk dan layanan terbaik secara daring.

Kesuksesan Dodo sebenarnya sudah bisa diprediksi, jika melihat semakin bertambahnya anggaran untuk digital branding. Untuk tahun ini Jumadi menyebut 25% dianggarkan dari total budget marketing dari sebelumnya di angka 20%

Tentu dana bukan berarti apa-apa jika proses eksekusi di lapangan dan daring tidak maksimal. Dalam wawancara langsung dengan jurnalis Beritamedia.id, ia membeberkan resep sukses membangun branding di dunia maya.

Paling utama, menurutnya, adalah bisa menarik atensi konsumen dan masyarakat. Bagaimana caranya? Ia menyebut strategi digital marketing dari Dodo ialah konsisten dalam membuat konten-konten yang menarik dan bervariatif setiap waktunya.

Seperti diketahui perilaku masyarakat dalam dunia digital adalah mendapakan informasi dalam waktu yang cepat. Jadi jika brand tidak bisa menghadirkan informasi tersebut secara berkala dan real time tentu konsumen akan menggerakkan jarinya untuk ‘klilk’ produk lain.

Tentu kontennya juga harus berkaitan dengan kampanye dari produknya. Untuk Dodo, dengan pompa ASI sebagai produk andalannya maka sosok ibu-ibu terutama ibu menyusui menjadi target utamanya.

‘Produk kami sejalan dengan gerakan ASI ekslusif seperti pompa ASI, Kantong ASI dan breast pad. Maka kampanyenya berkaitan dengan para ibu, khususnya, yang memerikan ASI ekslusif tentunya dengan menghadirkan produk produk inovatif dari Dodo,’’jelas Jumadi.

Untuk melakukan counter terhadap berita negatif di internet, Jumadi mempunyai cara yaitu dengan melakukan sinergi offline dan online.

‘’Selalu mengkomunikasikan hal – hal baik untuk ibu dan bunda dan mengkaitkan dengan ketersediaan dan support produk Dodo sesuai dengan tagline Dodo “ Memberi yang terbaik “,’’ujarnya.

Public Expose Live 2020, Percepat Transformasi Digital dan Fokus Pada Profitabilitas Menjadi Strategi Telkom Pertahankan Kinerja Perusahaan

Suarapemerintah.idPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah melewati pertengahan tahun 2020 dengan mencatat pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp66,9 triliun dan laba bersih Rp10,99 triliun. EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) semakin menguat dengan pertumbuhan 8,9% YoY menjadi Rp36,08 triliun dan margin EBITDA yang tumbuh 6,2ppt menjadi 54,0%. Margin laba bersih juga menunjukkan tren yang lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 16,4% dari sebelumnya 16,0%.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan Telkom, Heri Supriadi dalam presentasinya pada kegiatan Public Expose Live 2020 yang berlangsung secara online di Jakarta (27/8). Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid, Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. dan Direktur Keuangan Telkomsel Leonardus Wahyu Wasono. “Dalam kurun enam bulan berjalan tahun ini, Telkom telah memberikan kinerja yang cukup baik meski dihadapkan pada kondisi bisnis yang dinamis dan menantang serta adanya pandemi yang tentunya berdampak terhadap makroekonomi dan penurunan daya beli masyarakat. Hal ini tidak lepas dari kebijakan perusahaan untuk fokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi,” papar Heri.

IndiHome melanjutkan momentum baiknya dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 19,1% YoY menjadi Rp10,4 triliun, yang didukung oleh pertumbuhan pengguna baru dan add-ons. Selanjutnya bisnis digital Telkomsel tumbuh 13,5% YoY menjadi Rp31,9 triliun dan menumbuhkan kontribusinya terhadap pendapatan sebesar 72,4% dari 62,2% tahun lalu. Baik IndiHome maupun bisnis digital Telkomsel saat ini menjadi mesin pendorong pertumbuhan pendapatan bagi Perseroan, khususnya di masa pandemi COVID-19.

Untuk mengembangkan bisnis digital platform, salah satu lini bisnis yang juga menjadi fokus perusahaan adalah data center yang tumbuh cukup kuat. Saat ini Telkom memiliki data center di 22 lokasi dan baru saja melakukan groundbreaking data center tier 3 & 4 yang tahap pertamanya diperkirakan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2021. Sementara itu, untuk mendukung aktivitas bisnis dan memastikan layanan terbaik bagi pelanggan, Telkom terus membangun infrastruktur telekomunikasi, di mana hingga akhir Juni, fiber-based

backbone telah menjangkau 165,850 Km dan jumlah Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel mencapai 228.066 unit.

Selanjutnya, bisnis Digital mencatat kinerja yang semakin baik dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan pendapatan hingga 12% YoY dan kontribusi sebesar 7,6% terhadap total pendapatan Perseroan. Hal ini didorong terutama oleh layanan digital B2C dan digital platform. Pendapatan video OTT yang tumbuh hingga 16% dari periode yang sama tahun lalu menjadi kontributor terbesar pendapatan bisnis digital, diikuti portfolio Internet of Things (IoT) & Machine to Machine (M2M). Untuk mendongkrak porsi pendapatan bisnis digital, perusahaan telah mengembangkan beberapa inisiatif digital, salah satunya menyediakan beragam produk dan solusi digital. Hingga akhir Juni 2020, Telkom mengelola sekitar 152 produk digital aktif dari Amoeba, Indigo, dan Tribe, yang merupakan sarana pengelolaan inovasi perusahaan.

Inisiatif digital lainnya yang dilakukan Telkom adalah pembentukan MDI Ventures pada 2015 yang beroperasi penuh pada 2016. MDI adalah inisiatif modal ventura oleh Telkom, yang menyediakan modal tahap awal (seed capital) hingga modal untuk pertumbuhan (growth capital) bagi perusahaan-perusahaan startup skala kecil dan menengah di Asia Tenggara maupun Global. MDI telah berinvestasi di 43 startup dari 12 negara. Beberapa waktu lalu, MDI telah mengumumkan penyaluran dana investasi baru sebesar USD500 juta dolar untuk mendukung pengembangan startup dan mengembangkan kapabilitas digital perusahaan.

COVID-19 secara tidak langsung mengharuskan Telkom untuk mempercepat upaya transformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital. Pandemi memberikan ruang bagi Telkom dalam melakukan akselerasi digital. Telkom menangkap peluang ini dengan menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung oleh digital connectivity dan digital platform yang kuat. Untuk itu, Telkom secara kontinyu terus melakukan pembangunan infrastruktur yang dianggarkan dari belanja modal perusahaan (capital expenditure), yang akan dimanfaatkan untuk penguatan seluruh lini bisnis baik mobile related business, fixed broadband, dan bisnis lainnya.

Selain itu, adanya pandemi mengharuskan Telkom untuk melakukan tiga hal, yaitu mempercepat proses transformasi, meminimalisasi dampak pandemi terhadap bisnis serta mengakselerasi bisnis platform dan layanan digital, sehingga ke depannya Telkom tetap dapat bertahan dengan memberikan kinerja yang semakin sehat dan profitable,” demikian ungkap Heri.

INOAC Sukses Raih IDPBA 2020 Berkat Layanan Yang Responsif Terhadap Konsumen di Ranah Digital

Suarapemerintah.id PT Inoac Polytechno Indonesia, produsen kasur busa nomor satu di Indonesia terus memperkuat branding dan positioning mereka di masa pandemi ini. Di tahun 2020 ini, brand INOAC, brand andalannya semakin memaksimalkan strategi pemasaran dan komunikasi di ranah digital.

Terbukti dengan fokus dan serius di dunia digital memperkuat posisi INOAC di  industri kasur Indonesia. Indikasi keberhasilan ialah banyak penghargaan yang diraih oleh INOAC salah satunya adalah Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2020.

Event semarak IDPBA adalah event yang diinisiasikan oleh Tras n Co dan INFOBRAND.ID sebagai  bentuk apresiasi tertinggi kepada pemilik brand yang berhasil membangun branding secara digital.

President Director PT Inoac Polytechno, Fuziansyah Bachtar, dalam wawancara secara digital mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi award IDPBA 2020. Penghargaan ini, ujarnya, menjadi penyemangat bagi ia dan timnya di INOAC untuk konsisten menjaga dominasi di ranah digital.

Bachtar mengungkapkan dunia digital bukan hal baru bagi INOAC karena pernah digunakan pada 2015 silam.

“Untuk produk andalan kami, yakni kasur busa yang bisa di vakum. Saat itu kami menggandeng  para blogger dan outputnya sangat baik sekali kepada penjualan”,jelas Bachtar.

Maka ketika kini digital menguasai dan mengubah cara berbelanja konsumen, Bachtar dan tim di INOAC tidak panik dan kaget. Adaptasi di dunia digital yang dilakoni pun berjalan dengan mulus.

Kasur Busa INOAC, Pioner dalam Kasur Busa Yang Bisa di Vakum

Saat ini, INOAC memfokuskan branding di media sosial Facebook dan Instagram. Dua kanal media sosial tersebut dirasa Bachtar yang paling pas dan sesuai untuk mempresentasikan produknya.

Terkait konten, Bachtar menuturkan INOAC menghadirkan konten yang soft selling di media sosial. Ia memilih menampilkan konten yang terkait dengan kesehatan seperti tips tidur yang baik dll.

“Masyarakat sekarang sangat peduli dengan kesehatan, hidup sehat sudah menjadi lifestyle jadi konten seperti ini yang dibutuhkan oleh konsumen”,jelas Bachtar.

Bachtar juga membeberkan kunci kesuksesan berjaya di dunia maya adalah dengan responsif terhadap keluhan atau permintaan konsumen.

Konsumen jaman sekarang, ingin mendapat perhatian yang cepat. Karena mereka merasa mudah menghubungi produsen (lewat media sosial fb dan IG dll) maka akan cepat pula mendapat solusi.

“Kami selalu responsif dan cepat dalam menghadapi konsumen. Kami Reach-out dulu, baru kemudian kami berikan treatment atau solution terbaik untuk mereka. Ujarnya.

Responsif juga menjadi ‘kata sakti’ untuk menangkal dan melawan semua pemberitaan buruk yang diterima INOAC. Bachtar menyebut contoh kasus produk kasur INOAC palsu yang berhasil dan sukses diredam oleh pihaknya.

Caranya, ia menyebut, INOAC akan selalu sounding mengenai informasi kualitas produk INOAC kepada konsumen.

Sementara itu terkait semakin cemerlangnya INOAC di ranah digital, ranah offline buat Bachtar tetap  menjadi  dan mendapat porsi terbesar dalam menyumbang pendapatan atau omzet.

“Tentu masih offline, karena produk kami masih menarik pembeli untuk menjajal langsung. Di online biasanya konsumen buat cek harga dan tipe. Karena itu ini sinergi offline dan online terus kami perkuat”,jelasnya.

Perkembangan teknologi digital yang semakin maju ini juga mendorong INOAC kedepannya untuk menyiapkan layanan terbaru. Layanan terbaru itu adalah rencana penggunaan AI (artificial intelligence) yang berperan sebagai Costumer Service dan akan menjawab semua keluhan dan kebutuhan konsumen secara cepat.

Wawali Jaya Negara Hadiri Karya Pedudusan Alit Pura Pengulun Subak Pagutan Padangsambian Kaja

Suarapemerintah.id – Rahina Buda Wage Warigadian, warga masyarakat Pengempon Pura Pengulun Subak Pagutan Padangsambian Kaja melaksanakan Karya Ngenteg Linggih Lan Pedudusan, Rabu (26/8). Acara ini dihari dan disaksikan langsung Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, yang pada kesempatan ini di dampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN. Bagus Mataram dan Camat Denpasar Barat, AAN. Made Wijaya.

Terlaksannya upacara ini, Wakil Walikota Jaya Negara atas nama Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi kepada warga Pengempon Pura Pengulun Subak Pungutan, karena telah melaksanakan swadarma selaku umat Hindu yakni dharmaning agama dan dharmaning negara.

Menurutnya, Dharmaning Agama telah melaksanakan Karya Pedudusan Alit sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dengan melaksanakan karya ini, Menurut Jaya Negara dampak di dalam Dharmaning Negara tentunya lingkungan berjalan kondusif, masyarakat akan merasa nyaman, damai, tenang maka pemerintahan pun akan berjalan dengan lancar. “Semua itu sangat keterkaitan maka dari itu atas nama Pemkot Denpasar saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada warga Pengempon Yang sudah melaksanakan Serada Bhaktinya kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa,” kata Jaya Negara.

Sementara Manggala Karya, AA. Kompyang Wirawan Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit di Pura Pengulun Subak Pagutan ini diselenggarakan sehubungan dengan telah rampungnya pamugaran bagunan pura, tembok penyengker dan palinggih. Pamugaran ini dilakukan melihat kondisi bangunan Pura dan Palinggih yang belum bagus. Perencanaan pamugaran pura ini sudah dilaksanakan dari lima tahun yang lalu. Oleh karena itu, dari hasil musyarawarah warga Desa dan Pengempon diputuskan untuk melakukan pamugaran dengan biaya yang di dapat dari bantuan Pemerintah Kota Denpasar, Pemprov Bali, Dana Punia dan dari Desa Padangsambian Kaja.

Lebih lanjut dijelaskan, dudanan Karya sudah dimulai sejak  15 Agustus 2020 lalu dengan nuasen karya nancep taring, Yang kemudian dilanjutkan pada soma paing 24 Agustus melaksanakan Mekekelud, Ngalang Dewasa dan Neteg Beras, kemudian pada 26 Agustus puncak karya dan Nyejer selama tiga hari dan Nyineb pada Saniscara Paing 29 Agustus.

“Kami bersama warga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota  Denpasar, krama Pengempon dan semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga pemugaran Pura Pengulun Subak Pagutan ini rampung dikerjakan”, pungkasnya. (ays’/humas.dps).

Tangkal Radikal Melalui Seni, Sekaa Terima Gelogor Carik Terima Bantuan Mensos RI

Suarapemerintah.id – Tangkal Radikal Melalui Seni, Seka Teruna Gelogor Carik, Desa Pemogan menerima bantuan berupa uang pembinaan dari Kementerian Sosial RepubIik Indonesia, Rabu (26/8).

Demikian dikatakan Kepala Desa Pemogan, I Made Suwirya.

Dia menjelaskan, Sekaa Teruna Gelogor Carik bahkan di jalan proyek percontohan tangkal radikal melalui seni. Kata Suwirya, penilaian itu mengacu kepada karakteristik Gelogor Carik sebagai kawasan heterogen.

Warga yang ditinggal di lingkungan ini berasal dari berbagai daerah. Namun, hingga saat ini toleransi di tempat tersebut berjalan dengan baik.

“Dalam situasi heterogen itu, mereka mampu menahan dan  menangkal radikalisme,” ujarnya.

Selain mengandalkan seni sebagai media toleransi, kegaitan olahraga juga ikut memengaruhi kondusifitas lingkungan. Maka, dengan bantuan Kemensos itu, akan digunakan sebagai pembinaan seni dan budaya.

“Ini akan kami salurkan kepada sekaa tabuh anak-anak. Semoga bantuan ini dapat memotivasi mereka tetap eksis berkarya dan menjaga toleransi antara warga,” pungkasnya.

Gedung MDA Denpasar Segera Dibangun

Suarapemerintah.id – Gedung MDA Kota Denpasar akan segera dibangun. Rencananya, peletakan batu pertama akan dilakukan Gubenur Bali, Wayan Koster pada 29 Agustus mendatang.

Itu disampaikan Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Adat Kota Denpasar, AA. Ketut Sudiana, saat diwawancarai Kamis (27/8).

“Pembangunan mulai saat peletakan batu pertama oleh Pak Gubenur pada hari Sabtu, 29 Agustus 2020 dan berlanjut,” terangnya.

Dia mengatakan, proyek pembangunan Gedung MDA Denpasar ditarget rampung pada Desember 2020.

Mengenai titik pembangunan, Pemerintah Kota Denpasar telah menetapkan lahan di dekat Gedung Alaya Dharma Negara, Lumintang, Denpasar.

Sebelumnya, itu merupakan lahan kosong yang digunakan sebagai parkir truk Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar.

“Di sebelah barat gedung Alaya Dharma Negara, tepatnya dekat perempatan Gatsu. Di pojokan ada tanah kosong tempat parkir truk DLHK Denpasar,” ungkapnya.

Gianyar merupakan kabupaten pertama di Bali yang melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Gedung MDA. Sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Gianyar dengan nilai kontrak 3,4 milyar lebih.

Sedangkan kabupaten/kota lainnya seperti Jembrana, Karangasem, Bangli, Denpasar, Tabanan dan Buleleng akan menggunakan bantuan dana dari CSR.

Bupati Gianyar Made Mahayastra yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa sudah sepantasnya lembaga yang dimiliki desa adat harus diperkuat, karena segala sesuatu di Gianyar kuncinya ada di adat.

Mahayastra juga mengucapkan terima kasih atas efektifnya satgas Gotong Royong yang dimiliki desa adat dalam meminimalisir penularan covid 19 di Bali khususnya di Gianyar.  Kominfo/abg

Pemanfaatan Dashboard JKN Bantu Pemda Susun Kebijakan Kesehatan

Suarapemerintah.id – Pemerintah Daerah menyambut positif hadirnya Dashboard Jaminan Kesehatan Nasional JKN sebagai upaya optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kehadiran Dashboard JKN lebih jauh dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan kesehatan di daerah. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, saat membagikan pengalamannya memanfaatkan Dashboard JKN dalam Webinar Pemanfaatan Dashboard JKN oleh Pemerintah Daerah di Ruang Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Rabu (28/8/2020).

“Kami mengapresiasi BPJS Kesehatan telah memfasilitasi kami Pemerintah Daerah mengakses data- data kelolaan Program JKN-KIS khususnya untuk wilayah Kota Malang. Hal ini juga sejalan dan membantu Kota Malang mewujudkan Smart City (Malang 4.0),” kata Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan peraturan wali kota sebagai payung hukum mekanisme pelaksanaan jaminan kesehatan nasional di Kota Malang. Substansi dari payung hukum tersebut akan berfokus pada upaya pencapaian Universal Health Coverage (UHC), kebijakan memfasilitasi pembayaran iuran peserta PBPU dan BP yang terdaftar di kelas 3 yang tidak mampu dan menunggak iuran minimal selama 3 bulan akan ditanggung Pemda melalui APBD (Pajak Rokok, Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau), serta pengembangan pemanfaatan teknologi informasi berbasis digital yang terintegrasi baik di FKTP dan Rumah Sakit (RS).

“Komitmen kami tidak tanggung-tanggung terhadap Program Pemanfaatan Dashboard JKN-KIS. Kehadiran Dashboard JKN kami rasakan mampu mendukung kebijakan tersebut. Misalnya mendukung peningkatan kepesertaan dan kepatuhan iuran, mendukung upaya promotif dan preventif, dan memudahkan dokter/tenaga kesehatan untuk analisis rujukan sehingga dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan tingkat pertama,” ujar Sutiaji.

Sutiaji juga meyakini, jika Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan ataupun stakeholder lain dapat benar- benar memanfaatkan Dashboard JKN, maka sustainibilitas Program JKN-KIS dapat terjamin. Menurutnya data yang disajikan saat ini sudah dapat dimanfaatkan dengan baik dan akan memperkuat kebijakan kesehatan yang lebih akomodatif serta mampu memprediksi kondisi kesehatan wilayah ke depan.

“Misalnya dalam Dashboard JKN saya bisa lihat angka rujukan dari FKTP dan FKRTL, apabila saya melihat ada data anomali maka saya bisa langsung berikan teguran ke FKTP dan mendorong untuk meningkatkan kualitas layanan. Saya juga bisa memberikan reward baik FKTP yang mampu mengendalikan rujukan dan mengoptimalkan program promotif dan preventif. Saya juga harapkan ada peningkatan data misalnya di masa pandemi ini, ada data-data terkait peserta dengan status kesehatan yang memiliki risiko Covid-19 atau komorbid,” kata Sutiaji.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengawasan, Pemeriksaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi mengungkapkan BPJS Kesehatan akan menyediakan data dan informasi secara berkala serta memastikan akurasi data dan informasi yang ada dalam Dashboard JKN. Sampai dengan saat ini sebanyak 420 Pemerintah Daerah sudah mendapatkan hak akses Dashboard JKN, 100 Pemda dalam proses penyelesaian pemberian hak akses.

“Tentu ke depan, diharapkan seluruh Pemda dapat mengakses dan memanfaatkan Dashboard JKN ini. Pemda tentu dapat mengakses data sesuai dengan wilayah kerjanya masing-masing. Dengan Pemanfaatan Dashboard JKN diharapkan dapat membangun ekosistem penyusunan kebijakan berbasis data dan informasi atau evidence-based policy making,” tambah Bayu.

Dashboard JKN memuat data capaian Universal Health Coverage (UHC), profil peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, jumlah kunjungan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), jumlah rujukan peserta FKTP, 10 diagnosa tertinggi di FKTP, jumlah kasus di rumah sakit, data utilisasi penyakit katastropik, serta 10 kasus tertinggi di rumah sakit.

“Kebutuhan informasi lainnya pada Dashboard JKN, agar disampaikan dan didiskusikan dengan BPJS Kesehatan setempat untuk pengembangan selanjutnya. Kami juga melakukan sosialisasi dan peningkatan kapasitas pemanfaatan informasi bagi setiap Pemda,” ujar Bayu.

Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Perlindungan Sosial Kemenko PMK Tubagus Achmad Choesni, mengungkapkan kehadiran Dashboard JKN diharapkan dapat semakin meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program JKN-KIS.

“Dengan informasi yang lengkap dapat mendukung kebijakan daerah. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Dashboard JKN ini. Peran serta Pemerintah Daerah dapat ditingkatkan. Misalnya, perbaikan kualitas layanan di fasilitas kesehatan, pencapaian UHC dan peningkatan promotif dan preventif,” kata Choesni.

Choesni juga mengimbau agar BPJS Kesehatan juga harus memberikan ruang untuk pemerintah daerah untuk melakukan update dan verifikasi data agar kualitas data lebih baik dan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Hari Nur Cahaya Murni mengungkapkan Pemerintah Daerah harus melaksanakan program strategis nasional termasuk Program JKN-KIS dan sudah ditetapkan anggarannya. Menurutnya apabila ada Pemda yang tidak menjalankan program strategis nasional maka akan diberikan teguran.

“Untuk itu, diharapkan Pemerintah Daerah untuk dapat melaksanakan hal tersebut dan dalam perencanaan pembangunan daerah (RPJMD, Renstra PD, Renja PD) memerlukan data yang akurat dan memadai agar seluruh dokumen perencanaan dapat berbasis data dan informasi (evidence based). Dashboard JKN diharapkan akan memperkuat data bagi perencanaan pembangunan kesehatan di daerah secara lebih baik,” ujar Hari. (humasBPJSKesehatan/yon)

Kota Malang Teken PKS Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah

Suarapemerintah.id – Pemerintah Kota Malang menjadi salah satu dari 78 pemerintah daerah yang turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah antara Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJKP), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan 78 Pemerintah Daerah. Berangkat dari evaluasi pelaksanaan dan manfaat dari pelaksanaan PKS pada 7 Pemda pilot, maka pada tahun 2020 dilakukan perluasan PKS dari sisi jumlah pemda yang berpartisipasi, yaitu dari tujuh pemda di tahun 2019 menjadi 78 pemda di tahun 2020 ini.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengikuti kegiatan yang digelar secara virtual ini didampingi Sekda Kota Malang dan Kepala Bapenda Kota Malang di Ruang Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Selasa (26/8/2020).  Penandatangan PKS ini merupakan upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah, serta seiring dengan perkembangan teknologi saat ini dimana pengelolaan perpajakan daerah yang modern perlu segera dilakukan.

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Drs. Astera Primanto Bhakti, M.Tax mengungkapkan tujuan perjanjian kerja sama ini adalah untuk optimalisasi penerimaan pajak. Ini menjadi bagian usaha untuk pelaksanaan pertukaran pemanfaatan data dan informasi perpajakan, data perizinan juga berbagai informasi lain.

“Kami bersyukur hari ini bisa melakukan penandatanganan optimalisasi pungutan pajak pusat dan daerah yang digelar secara virtual,” ucap Astera, Selasa (26/8/2020).

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa mengotimalkan penyampaian data, informasi keuangan daerah serta pengawasan bersama atas kepatuhan wajib pajak. Tujuan lain yang ingin dicapai dari kegiatan ini juga mengoptimalkan pemanfaatan program atau kegiatan peningkatan pelayanan perpajakan kepada masyarakat.

Selain itu kegiatan ini juga untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan serta pengetahuan para aparatur bidang perpajakan, terutama dalam bidang pendampingan dan mendukung suksesnya perpajakan.

Melalui kerja sama ini pemerintah pusat mendapatkan sumber data yang penting bagi pengawasan kepatuhan pajak, antara lain data kepemilikan, omzet usaha, data izin mendirikan bangunan, data usaha pariwisata, usaha pertambangan, usaha perikanan dan usaha perkebunan, dan lain-lain.

Demikian juga pemerintah daerah juga akan menerima data dari DJP untuk kepentingan pengawasan daerah. Pajak merupakan sumber utama penerimaan pemerintah pusat dan daerah yang digunakan bukan hanya untuk pembangunan fisik tetapi juga menolong masyarakat berpenghasilan rendah. (cah/yon)

PLN Hadirkan Listrik di 20 Desa dan 1 Dusun Terpencil di NTT

Suarapemerintah.idPLN terus berupaya melistriki kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) guna mewujudkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sepanjang bulan Agustus, PLN berhasil melistriki 20 Desa dan 1 Dusun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran listrik membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, mulai dari menggerakan roda perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan hingga kesejahteraan. Di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao yang mayoritasnya bermata pencaharian sebagai nelayan, hadirnya listrik memberikan nilai tambah ikan-ikan hasil tangkapan.

“Selama ini hasil tangkapan nelayan hanya dijual dan untuk konsumsi sendiri. Untuk mengawetkan ikan kami harus mencari es batu ke Nembrala, Oenitas atau Dela, dengan harga Rp 1.000,- per batang, atau Rp 200.000,- per boks untuk kebutuhan 2 sampai 3 hari. Sekarang sudah ada listrik kami bisa membuat sendiri es batu dan pengawetan ikan juga menjadi lebih murah,” imbuh Kepala Desa Mbueain, Fedi Ontiel Bobby.

Untuk melistriki 21 lokasi yang ada, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 131,666 Kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 144,15 kms, dan 43 buah gardu distribusi dengan total kapasitas 1.975 kiloVolt Ampere (kVA).
Adapun 21 lokasi tersebut yaitu Desa Mbueain, Desa Oebela dan Desa Kuli di Rote; Desa Kiuoni, Desa Nano, Desa Sabun, Desa Leonmeni, Desa Baus, dan Desa Fatu Manufui di Kabupaten Timor Tengah Selatan; Desa Lukukamaru Kabupaten Sumba Timur; Desa Satar Punda, Desa Satar Punda Barat, Desa Liang Deruk, Desa Nampar Tabang, Desa Satar Kampas, Desa Satar Padut, Desa Mokel, Desa Golo Meni, dan Desa Rana Mbeling di Kabupaten Manggarai Timur; Desa Wokowoe di Kabupaten Nagekeo serta 1 Dusun Kloat di Kabupaten Sikka.
Hingga bulan Juli 2020, rasio elektrifikasi Provinsi NTT telah mencapai 86,13 persen. Sementara hingga bulan Agustus 2020, rasio desa berlistrik telah mencapai 94,33 persen.
“Kami terus berupaya melistriki desa-desa terpencil yang ada di NTT agar keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud,” tutup General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Agustinus Jatmiko.