Beranda blog Halaman 4843

Mahasiswa Doktoral UII Teliti Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag

Suarapemerintah.id – Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan implementasi Lima Nilai Budaya Kerja (NBK) sejak tahun 2015 sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi dan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi. Kelima nilai tersebut adalah integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.

Penerapan lima nilai budaya kerja ini menarik perhatian Moehammad Reza Arfiansyah, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Islam Indonesia (UII). Tidak tanggung-tanggung, Reza menjadikan kajiannya ini sebagai riset disertasi dengan judul “Implementasi Perilaku Kerja Berbasis Nilai Budaya Kerja (NBK) pada Kementerian Agama Republik Indonesia: Analisis dengan Pendekatan Modifikasi Theory of Planned Behaviour (TPB)”.

Hasil penelitian disertasi ini berhasil dipertahankan dalam Promosi Doktor dan Ujian Terbuka yang dilakukan secara daring, Senin, 27 Juli 2020. Reza memaparkan temuan penelitiannya di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Amir Mu’allim, MIS. (Promotor), Prof. Dr. Sri Indrastuti, M.M. (Co-Promotor 1), Dr. Zainal Mustafa EQ, M.M. (Co-Promotor 2), Prof. Dr. H. Siswoyo Haryono, M.M., M.Pd., Prof. Dr. Muafi, M.Si., Drs. John Suprihanto, MIM., Ph.D., dan Ketua Sidang Prof. Dr. Jaka Sriyana, S.E., M.Si. (Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII).

Dengan menggunakan analisis Theory of Planned Behaviour (TPB) yang dimodifikasi, Reza mengatakan bahwa penelitian yang dilakukannya bertujuan memprediksi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi niat kepatuhan ASN di Kemenag dalam menerapkan perilaku kerja berbasis NBK. Sampel penelitian ini adalah para pejabat eselon III di 34 Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia.

Menurut temuan Reza, ada tiga variabel yang mempengaruhi perilaku kerja berbasis NBK di Kemenag, yaitu budaya organisasi, peer reference, dan spiritualitas. Namun, ketiga variabel tersebut hanya dapat mempengaruhi perilaku kerja berbasis NBK jika dimediasi oleh niat kepatuhan (compliance intentions). Tanpa adanya niat kepatuhan, maka ketiganya tidak akan mempengaruhi perilaku kerja. Artinya, niat kepatuhan merupakan prediktor utama perilaku kerja. Dari ketiga variabel tersebut, spiritualitas merupakan faktor yang paling kuat mempengaruhi niat kepatuhan.

“Dengan demikian, untuk mengoptimalkan perilaku kerja berbasis NBK adalah dengan cara meningkatkan dan menguatkan spiritualitas dan niat kepatuhan ASN di Kemenag,” tegas Reza.

Lebih lanjut, konsultan dan pemilik lembaga 26Red Coaching & Consulting ini mengenalkan model Human REALsource (HRs) sebagai perspektif baru untuk menguatkan spiritualitas dan niat. Perilaku kerja berbasis NBK dapat dipertahankan secara konsisten dan kontinyu melalui management by heart yang fokus pada pemberdayaan Human REALsource (HRs). Management by heart adalah praktik manajemen yang dilaksanakan dengan hati menggunakan value HRs dengan melibatkan peran Tuhan dalam semua aspek manajerial.

Temuan penelitian ini mendapatkan apresiasi dan pujian dari tim penguji karena keunikannya dan kebaruannya. Dalam berita acara yang dibacakan ketua sidang, disertasi ini mendapatkan nilai “A”. Promovendus, Moehammad Reza Arfiansyah, S.Sos., M.M., CPC., dinyatakan lulus sebagai Doktor ke-180 Universitas Islam Indonesia dan Doktor Ilmu Ekonomi ke-63 Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII.

Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Dr. H. Saefudin, M.Ed., yang mengikuti pelaksanaan ujian terbuka secara daring turut menyampaikan selamat dan memberikan apresiasinya atas temuan penelitian ini. Ia berharap temuan ini dapat memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan perilaku kerja berbasis NBK di Kemenag.

2.519 Peserta Ikuti Ujian Daring UM-PTKIN UIN Walisongo

Suarapemerintah.id Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dengan Sistem Seleksi Elektronik (SSE), 3-5 Agustus 2020. Ada 2.519 peserta yang ikut ambil bagian dari 2.526 pendaftar pada UM-PTKIN UIN Walisongo.

Secara nasional, UM-PTKIN dengan SSE ini diikuti 132.929 atau 85% dari total pendaftar yang mencapai 155.982 orang.

“Sistem Seleksi Elektronik menurut saya sesuai dengan apa yang saat ini dikembangkan oleh UIN Walisongo dengan smart and green campus,” kata Rektor Universitas Islam UIN Walisongo Semarang Imam Taufiq saat memantau pelaksanaan UM-PTKIN di kampus Jrakah, Rabu (05/08).

Meski kali pertama kali diselenggarakan, UIN Walisongo siap dengan UM-PTKIN berbasis SSE. Sebab, kampus ini sedang melakukan transformasi digital dalam pelayanan akademik, administrasi dan kemahasiswaan.

“Para mahasiswa UIN Walisongo sejak awal akan terbiasa melakukan proses layanan akademik secara digital dan sistem seleksi elektronik menjadi awal yang baik untuk mahasiswa,” lanjut Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Walisongo ini.

Senada dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Walisongo Mukhsin Jamil mengatakan UM-PTKIN SSE memaksa PTKI untuk memperkuat infra struktur IT termasuk menyiapkan sumber daya manusianya.

“Ini langkah yang sudah semestinya dilakukan Kementerian Agama menyambut industri 4.0 yang serba digital”, katanya.

Mukhsin menyadari saat ini tidak semua wilayah di Indonesia terjangkau internet dengan baik yang kadang menyulitkan mahasiwa. Belum lagi soal tingkat ekonomi masyarakat berbeda-beda terutama penyediaan kuota data internet.

Ditanya kesiapannya menyambut mahasiswa baru, Mukhsin Jamil memaparkan UIN Walisongo telah dan sedang melakukan penguatan infrastruktur IT, agar mahasiswa dan dosen mudah dalam melakukan pembelajaran daring.

Uin juga menyediakan e-learning untuk pembelajaran jarak jauh yang disebut Walisongo e-learning untuk proses PBM dan Mikrosof Akun 365 untuk proses belajar mengajar.

Menurut Data UM-UIN Walisongo, secara umum animo masyarakat untuk belajar di UIN Walisongo terus meningkat setiap tahun.

Prodi-prodi yang cukup diminati ada di hampir semua fakultas, seperti Ekonomi Syariah, Teknologi Informasi, Pendidikan Agama Islam, Psikoogi dan Kesehatan, KPI, Ilmu Al Quran dan Tafsir dan juga Arsitektur Islam.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori saat melakukan monitoring dan evaluasi mengatakan pelaksanaan UM-PTKIN pada UIN Walisongo berjalan lancar, infrastruktuktur IT juga memadai dan sumber daya manusianya siap.

Turut memantau juga, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Adnan dan Ketua PTIPD UIN Walisongo Lulu Choirunnisa.

Menag Apresiasi Pendaftar Ujian Masuk PTKIN Meningkat

Suarapemerintah.id – Jumlah peserta yang mendaftar ujian masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus meningkat. Pendaftar ujian masuk PTKIN tahun 2018 berjumlah 103.444 orang, tahun 2019 berjumlah 122.981 orang, dan tahun 2020 sebanyak 155.982 orang.

“Kita perlu bersyukur, di tengah pandemi ini, ujian masuk PTKIN yang dilakukan secara online tadinya kita membayangkan peminatnya menurun, namun ternyata jauh bertambah dari tahun sebelumnya,” ujar Menag Fachrul Razi saat melakukan monitoring Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang dilakukan secara daring, di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (06/08).

“Dan lebih senang lagi, yang mendaftar tidak hanya berasal dari lulusan Madrasah Aliyah tapi juga dari selolah umum dengan jumlah yang hampir seimbang. Kita bisa melihat bahwa PTKIN diminati oleh siswa yang memimpikan masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.

Dikatakannya, pelaksanaan ujian masuk PTKIN secara online ini tentu merupakan pengalaman pertama karena adanya pandemi covid-19.

“Ada beberapa kendala akan menjadi catatan, dan pandemi covid-19 membawa hikmah besar, karena kita dipaksa untuk lebih optimal lagi memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka memudahkan urusan dalam dunia pendidikan,” katanya.

Ketua Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN Mahmud yang juga Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengatakan, jumlah pendaftar yang mengikuti ujian masuk PTKIN tahun ini berjumlah 132.929 peserta.

“Tingkat partisipasi hari pertama ujian masuk PTKIN dengan SSE tanggal 3 Agustus 2020 mencapai 87,5 persen. Ssementara, hari kedua pada 4 Agustus 2020 partisipasinya mencapai 88 persen,” ujar Mahmud.

Tampak hadir selain Rektor UIN Banten Fauzul Iman, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Arskal Salim, sejumlah rektor PTKIN, Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Banten A. Bazari Syam, dan civitas akademika UIN Banten.

5.612 Mahasiswa IAIN Tulungagung Dapat Keringanan UKT

Suarapemerintah.id – Kebijakan afirmasi terhadap mahasiswa terdampak pandemi diterapkan IAIN Tulungagung. Lebih lima ribu mahasiswa menerima keringanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil tahun akademik 2020/2021.

“Sampai penutupan pendaftaran pada 31 Juli 2020, 5.612 mahasiswa terverifikasi akan mendapat keringanan UKT,” terang Raktor IAIN Tulungagung Maftukhin di Tulungagung, Jumat (07/08).

Kebijakan afirmatif ini sejalan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) atas Dampak Bencana Wabah Covid-19 yang terbit pada 12 Juni 2020.

Kebijakan keringanan pembayaran UKT mahasiswa IAIN Tulungagung selanjutnya disampaikan melalui Pengumuman Nomor 2497/In.12/06/2020 tanggal 19 Juni 2020 tentang Registrasi Mahasiswa Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021.

Keringanan diberikan kepada mahasiswa yang tidak sedang menerima beasiswa, orang tua/wali bukan ASN/TNI/Polri, serta belum menerima keringanan UKT sebelumnya.

Kebijakan ini, kata Maftukhin, disambut antusias mahasiswa. Tercatat, ada 5.405 mahasiswa mengajukan keringanan UKT.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.493 mahasiswa disetujui untuk menerima keringanan UKT berdasarkan empat kategori, yakni mahasiswa yang orang tua atau walinya meninggal dunia, mengalami pemutusan hubungan kerja, mengalami penutupan tempat usaha, dan pendapatannya menurun secara signifikan.

“Dari 3.493 yang disetujui, 168 mahasiswa mendapatkan keringanan berupa pembayaran UKT sebesar Rp 0 dan 3.325 mendapatkan penurunan 1 grade di bawah tarif UKT yang dibayar pada semester sebelumnya,” jelas Maftukhin.

Selain itu, lanjut Maftukhin, untuk mahasiswa yang hanya menyelesaikan tugas akhir, IAIN Tulungagung memberikan keringanan UKT kepada mahasiswa yang tinggal menyelesaikan tugas akhir. Mereka diberi keringanan berupa UKT sebesar Rp0.

Hal ini tertuang pada pengumuman Rektor No: 2600/In.12/06/2020 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Bagi Mahasiswa Yang Hanya Menempuh Tugas Akhir pada Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021.

“Keringanan ini diberikan kepada mahasiswa S1 yang akan menyelesaikan tugas akhir pada semester ganjil tersebut,” jelasnya.

“Tercatat ada 2.119 mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir yang mengajukan keringanan,” sambungnya.

“Sehingga, jumlah penerima keringanan UKT terdampak Covid-19 mencapai 5.612 mahasiswa,” katanya lagi.

Irma Fuadatun Nisak, mahasiswi Jurusan Hukum dan Tata Negara Islam yang sedang menyelesaikan skripsinya  mengaku sangat terbantu dengan keringanan ini.

“Sangat senang, akhirnya bisa lebih fokus pada skripsi dan kami juga lega tidak membebani orang tua untuk membayar UKT lagi,” ujar mahasiswi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum ini.

Pegadaian Internalisasi AKHLAK, Wujudkan BUMN Untuk Indonesia

Suarapemerintah.id – PT Pegadaian (Persero) resmi internalisasi Insan Pegadaian ber-AKHLAK yang menjunjung tinggi nilai-nllai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif, sebagai standar nilai perilaku yang menjadi pedoman dalam berbudaya kerja dalam mewujudkan spirit BUMN Untuk Indonesia.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menyatakan bahwa Pegadaian merupakan salah satu BUMN yang proaktif dan berkomitmen menerapkan   nilai AKHLAK. Nilai-nilai tersebut yang digagas oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan telah ditetapkan sebagai pedoman budaya kerja seluruh BUMN dibawah naungan Kementerian BUMN sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor : SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020.

 “AKHLAK adalah pedoman dalam berbudaya kerja yang dibangun oleh Kementerian BUMN dalam rangka mensejahterakan masyarakat dengan tujuan umum untuk kepentingan bangsa dan negara, serta mempunyai tujuan khusus untuk kepentingan perusahaan itu sendiri,” kata Kuswiyoto, pada acara “Launching INSAN PEGADAIAN ber-AKHLAK” di Kantor Pusat PT Pegadaian dihadapan pejabat dan seluruh karyawan Pegadaian melalui webinar,  Senin (03/08/2020).

Kuswiyoto menambahkan, Pegadaian memiliki modal utama yaitu kepercayaan dari nasabah dan masyarakat, dengan implementasi core values AKHLAK, diharapkan Pegadaian dan sumber daya manusianya dapat terus bertahan dan maju ditengah disrupsi teknologi yang sedang terjadi.

Pada kesempatan yang sama, Alex Denni, Deputi bidang SDM, Teknologi & Informasi Kementerian BUMN mengatakan bahwa saat ini kita sedang berada di era yang disruptif. Dunia sedang mencari keseimbangan baru melalui teknologi. Banyak perusahaan global yang bertahan karena sistem budaya kerja yang adaptif pada disrupsi.

“Untuk menghadapi perubahan yang cepat dan disruptif, tidak ada cara lain uang harus ditempuh oleh BUMN selain menjalankan transformasi. Transformasi yang terpenting  adalah orang-orang di dalam perusahaan, yang meliputi cara berfikir, cara bekerja dan cara berbicaranya,” tambah Alex Denni.

Kegiatan peuncuran dan internalisasi budaya AKHLAK semakin lengkap dengan penampilan Direktur ESQ, Ary Ginanjar sebagai narasumber Ary Ginanjar mengatakan bahwa dalam sebuah organisasi harus memiliki tujuan dan nilai. Tujuan diibaratkan sebagai alat kompas, sedangkan nilai diibaratkan sebagai jangkar. Oleh karena itu, bila suatu perusahaan tidak memiliki tujuan dan nilai organisasi, maka perusahaan tersebut akan  terombangambing.

Sumber: Pegadaian

Tekiro Raih Top Brand Award untuk Ke 6 Kalinya, Bukti Kepercayaan Konsumen

Suarapemerintah.id – Sebagai bukti kepercayaan konsumen di Indonesia, Tekiro Tools kembali mendapatkan Top Brand Award untuk kategori Handtools yang ke 6 kalinya. Penghargaan diberikan pada Selasa (04/07) di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan yang diserahkan langsung oleh Handi Irawan, CEO Frontier Group kepada Stephanus Santoso, Wakil Presiden Direktur Tekiro Tools.

Top Brand Award didasarkan oleh  hasil survei independen yang dilakukan Frontier Group dengan melibatkan 12.000 responden di 15 kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Manado dan Denpasar.

Ada 3 parameter untuk mengukur sebuah merek menjadi Top Brand. Pertama adalah Top of Mind Awareness, yaitu merek yang pertama kali disebut responden ketika sebuah kategori produk disebutkan. Kedua, Last Used, atau merek yang terakhir digunakan dalam satu re-purchased cycle. Terakhir ada Future Intention, yaitu merek yang ingin dipakai konsumen di masa mendatang.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk dapat selalu memberikan yang terbaik ke konsumen dan para dealer di seluruh Indonesia. Kami berterima kasih atas segala bentuk kepercayaan yang diberikan sehingga Tekiro Tools masih bisa menerima penghargaan untuk yang ke 6 kalinya,” ujar Stephanus Santoso – Wakil Presiden Direktur Tekiro Tools.

Untuk memperluas pangsa pasarnya, saat ini Tekiro Tools juga telah merambah pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara. Hal ini menjadi tantangan bagi Tekiro Tools untuk dapat selalu menciptakan perkakas-perkakas yang berkelas internasional. Sebagai perkakas terpercaya Tekiro juga terus melengkapi varian produknya untuk beberapa segmen  industri, otomotif, bangunan hingga rumah tangga.

Pemerintah Beri Stimulus Rp 600.000 Untuk Pekerja

Suarapemerintah.id Pemerintah terus memberikan stimulus-stimulus kepada rakyatnya untuk memulihkan perekonomian. Terbaru adalah program yang disebut ‘bantuan gaji’ untuk para pekerja terutama pegawai swasta. Jadi, nantinya pekerja tersebut akan menerima bantuan sebesar Rp 600.000 setiap bulannya.

Kepastian hadirnya program ini disampaikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Ia menjelaskan program bantuan gaji sedang tahap finalisasi.

Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan di bulan September 2020 ini. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ada penetapan syarat bagi pekerja untuk bisa menerima stimulus ini yakni pegawai swasta bergaji di bawah Rp 5 Juta per bulan.

Bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan akan di program ini akan dijalankan pada September 2020 mendatang dan lakukan selama 4 bulan. Namun pemerintah akan memberikannya langsung per 2 bulan kepada masing-masing rekening pekerja tersebut“,jelasnya.

Adanya bantuan ini diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat sehingga bisa menggerakkan perekonomian Indonesia agar cepat pulih.

Menag Minta Realisasi Anggaran Kemenag Pada Oktober Capai 75 Persen

Suarapemerintah.id – Menteri Agama Fachrul Razi meminta jajarannya mempercepat  realisasi program dan anggaran tahun 2020. Menag harap pada Oktober mendatang sudah mencapai 75 persen.

Hal ini disampaikan Menag saat memimpin rapat Pelaksanaan Percepatan Penyerapan Anggaran tahun 2020 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Hadir, Plt Sekjen Nizar Ali, serta para pejabat eselon I dan II Kemenag. Rapat juga membahas alternatif pemanfaatan atau realokasi anggaran.

“Soal penyerapan anggaran ada dua yang harus dicapai bersama. Pertama bagaimana anggaran bisa terserap lebih cepat dan kedua terkait anggaran yang tidak terpakai agar dapat kita bahas untuk dialihkan ke mata anggaran lain. Apakah kemudian dialihkan untuk menyelesaikan proyek yang mangkrak atau menyelesaikan honor penyuluh serta selisih tukin guru dan dosen,” kata Menag, Rabu (05/08) petang.

“Saya minta Jumat mendatang pembahasan anggaran ini sudah harus tuntas ke mana anggaran akan diarahkan kemudian kita laporkan ke Kementerian Keuangan dan Komisi VIII DPR RI,” sambung Menag.

Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag, Ali Rokhmad dalam rapat tersebut menjelaskan realisasi anggaran berdasarkan jenis belanja per 3 Agustus 2020 sebesar 48,28 persen. Sedangkan realisasi anggaran berdasarkan jenis belanja tertinggi adalah pada belanja bansos sebesar 60,26 persen.

Ia menambahkan, Kemenag juga sudah mengusulkan anggraan 2020 untu membayar tunggakan tunjangan profesi guru dan kekurangan honor penyuluh agama non PNS yang nilainya mencapai 598 miliar. Terkait penyuluh agama, Menag dalam rapat tersebut menekankan untuk penambahan penyuluh keagamaan di Papua pada tahun ini.

Plt Sekjen Nizar menyatakan sesuai Instruksi Presiden bahwa pada tahun ini pejabat eselon I dan II tidak menerima gaji ke 13 dan 14. Kondisi ini harus disikapi secara cermat, karena anggaran yang akan dialihkan dan berasal dari rencana gaji ke 13 dan 14 tersebut mencapai Rp757 miliar.

“Anggaran ini harus direalokasi ke mata anggaran lain ke kegiatan paling mendesak dan penting. Kepada pejabat eselon I agar memberikan afirmasi kepada sekretaris untuk segera melakukan realokasi anggaran sesuai arahan Pak Menteri,” tandas Plt Sekjen.

Resmi Diteken, Pemerintah Siapkan Paket Konkrit BBM ke BBG Untuk Nelayan dan Petani

Suarapemerintah.id – Pasalnya, Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran dan Petani Sasaran Tahun Anggaran 2020 telah diteken Selasa (4/8) pagi ini. Penandatangan tersebut disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial.

“Ini program yang sangat mulia karena membantu saudara-saudara kita meningkatkan taraf perekonomian mereka. Salah satu program yang betul-betul menyentuh masyarakat, sesuai dengan amanat Presiden di era pandemi,” kata Ego di Ruang Strategis Gedung Ibnu Sutowo, Direktorat Jenderal Migas.

Total anggaran, sambung Ego, dari program ini mencapai Rp290 miliar yang akan didistribusikan sebanyak 25.000 paket konkit untuk nelayan sasaran di 17 provinsi, 42 kabupaten/kota dengan pagu anggaran Rp210,5 miliar. Ke 17 provinsi tersebut adalah Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Sedangkan paket konkit untuk petani sasaran akan dibagikan sebanyak 10.000 paket di 6 provinsi, 24 kabupaten/kota dengan pagu anggaran Rp 79,5 miliar. “Jumlah tersebut merupakan paralel dari hasil Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR pada Juni 2020 lalu, di mana disepakati dilakukan refocusing anggaran dan Kementerian ESDM diminta menjalankan program pendistribusian konverter kit (konkit) untuk nelayan dan petani sasaran,” kata Ego.

Ego menekankan semua pihak untuk tetap menjaga prinsip integritas dalam menjalankan program tersebut, mengingat program ini berdampak langsung kepada masyarakat yang kurang mampu. “Saya minta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan seluruh pihak agar betul-betul menjaga pelaksanaan program ini karena uangnya dari rakyat (APBN) dan akan digunakan untuk rakyat. Dalam proses bertata negara, kita juga diaudit oleh banyak instansi seperti BPK dan BPKP. Demikian juga Pertamina dalam melaksanakannya, tentu harus prudent. Program ini harus kita amankan,” tegas Ego Syahrial

Ego optimis pelaksanaan pembagian program konversi BBM ke BBG akan berjalan lancar kendati perekonomian nasional sedang lesu akibat pandemi Covid-19.

“Kita diminta untuk dapat menjalankan program pendistribusian konkit nelayan dan petani sasaran dalam waktu yang sangat sempit yaitu kurang lebih 4 bulan. Dengan segala tahapan yang telah dilakukan bersama oleh Ditjen Migas dan PT Pertamina (Persero), tahap persiapan pelaksanaan telah dapat dilalui bersama sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal itu memberikan optimisme bagi pimpinan Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero) dapat menyelesaikan seluruh kegiatan pendistribusian konkit nelayan dan petani sasaran sesuai jadwal,” papar Ego.

Dalam kesempatan tersebut, PT Pertamina menyatakan kesiapannya melaksanakan tugas dari Pemerintah dalam penyediaan dan pendistribusian paket konkit untuk nelayan dan petani sasaran.

“Bagi Pertamina, kami siap menjalankan tugas dari Pemerintah. Sebagai BUMN, apapun kondisinya (tugas) harus kita jalankan dan semoga ini memberikan manfaat juga bagi Pertamina,” kata Direktur marketing Sub Holding Commercial and Trading, Jumali.

Sebagai informasi, tahun 2020 ini merupakan tahun ke-5 untuk kegiatan pendistribusian konkit nelayan dan tahun ke-2 untuk kegiatan pendistribusian konkit petani dilaksanakan oleh Ditjen Migas.

Hingga tahun 2019, telah dibagikan 60.859 paket konkit nelayan dan 1.000 paket konkit petani yang telah didistribusikan oleh Ditjen Migas melalui penugasan kepada PT Pertamina (Persero) sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Hargas LPG untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran.

Sementara untuk tahun 2021, rencananya akan dibagikan total 50.000 paket untuk nelayan dan petani dengan anggaran Rp435,75 miliar.

Bupati Banyuwangi Yakini Pabrik Kereta Api PT INKA (Persero) Mampu Gerakkan Ekonomi

Suarapemerintah.id – Bupati Abdullah Azwar Anas yakini bahwa keberadaan pabrik kereta api PT Stadler INKA Indonesia (SII) di Banyuwangi, Jawa Timur, akan membuka lapangan kerja serta dapat menggerakkan ekonomi lokal.

“Ini akan membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal dan mempercepat pemulihan ekonomi warga Banyuwangi yang juga terdampak akibat pandemi COVID-19,” katanya di sela-sela kunjungannya ke lokasi pabrik kereta api di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Selasa.

Industri kereta api itu dikembangkan PT SII yang merupakan perusahan kongsi antara BUMN PT INKA (Persero) dan perusahaan kereta api dunia Stadler Rail Group dari Swiss.

Ia mengatakan pabrik di Banyuwangi akan menjadi pabrik kereta terbesar di Asia Tenggara dengan investasi mencapai Rp1,6 triliun dan fokusnya menggarap pesanan ekspor kereta ke Asia, Australia, dan Afrika.

“Alhamdulillah, industri kereta api ini kembali berjalan terus setelah sempat tertunda karena pandemi. Dari penjelasan manajemen PT INKA (Persero), pembangunan fisik tuntas Oktober 2020, dilanjutkan instalasi mesin, uji operasi, commissioning, ditargetkan beroperasi tahun depan,” ujarnya.

Menurut Azwar Anas, penciptaan lapangan kerja baru diperlukan sebagai upaya pemulihan ekonomi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

“Bersama sektor pertanian, pariwisata, perikanan, UMKM dan sebagainya, kehadiran industri kereta api ikut mendorong pemulihan ekonomi, dan bahkan bukan hanya ekonomi lokal, tapi juga nasional berkaitan dengan daya saing ekspor industri manufaktur Indonesia,” ujarnya.

Harapan keberadaaan industri kereta itu, lanjut dia, banyak tenaga kerja Banyuwangi terserap, terlebih di Banyuwangi sudah ada sejumlah SMK dan Politeknik Banyuwangi yang memiliki jurusan yang cukup relevan dengan kebutuhan perkeretaapian.

Ia juga mengingatkan seluruh proses pengembangan industri kereta api menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

“Harus produktif dan aman dari COVID-19,” katanya.

Di industri kereta api itu, katanya, juga akan dibangun museum perkeretaapian sebagai lokasi wisata baru.

“Kami ingin INKA tidak hanya sekadar industri, tapi juga membawa kekayaan peradaban dan kebudayaan daerah. Adanya museum akan menjadi destinasi wisata teknologi dan edukasi. Semuanya masih dalam proses,” tuturnya.

Direktur Operasional PT INKA (Persero) I Gede Agus Prayatna mengemukakan bahwa saat ini progres pembangunan “workshop” pabrik kereta api Banyuwangi mencapai 93 persen.

Akibat pandemi, katanya, target awal yang harusnya rampung pada Agustus 2020, kini mundur hingga Oktober 2020.

“Proses pembangunan memang sempat terhenti selama tiga bulan akibat pandemi, makanya target kami juga mundur. Selain itu, suplai beberapa komponen dari Jakarta dan Surabaya juga terhenti karena pandemi,” kata dia.

Ia menambahkan untuk gedung-gedung pendukung dan fasilitas lainnya, seperti instalasi listrik dan air compressor serta pemenuhan mesin-mesin produksi ditarget rampung pada 2021.

“Kami targetkan pabrik mulai produksi tahun depan (2021, red.). Kami mulai menyerap lapangan kerja secara masif pada tahun depan, saat beroperasi. Jika kemudian pesanan ekspor terus berdatangan, tentu jumlah tenaga kerja yang terserap semakin banyak,” ujarnya.

Sumber: Inka