Beranda blog Halaman 53

Bappenas dan Kementerian Kebudayaan Perkuat Ekosistem Talenta Seni Budaya Menuju Indonesia Emas 2045

Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Kebudayaan menggelar Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (5/8). Kegiatan bertema “Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat pemahaman kebijakan, komitmen, apresiasi, dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam pengembangan talenta seni budaya Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Manajemen Talenta Nasional (MTN), yakni upaya nasional untuk menemukan, membina, mengembangkan, dan memperkuat talenta secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan pada bidang riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga. Sementara itu, Talent Fest 2026 menjadi ruang diseminasi kebijakan, unjuk karya, pertukaran praktik baik, penguatan jejaring, serta perluasan peluang rekognisi talenta di tingkat nasional dan global.

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti menegaskan, MTN Bidang Seni Budaya merupakan kebijakan strategis untuk membangun ekosistem talenta yang terintegrasi sekaligus memperkuat kontribusi seni budaya terhadap pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

“Manajemen Talenta Nasional hadir sebagai kebijakan terobosan agar proses pengembangan talenta tidak lagi berjalan masing-masing, sektoral, dan parsial, tetapi lebih terukur, terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan. Seni budaya juga tidak hanya relevan dalam memajukan kebudayaan, tetapi menjadi sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Sesmen Teni.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra menekankan pentingnya kesinambungan antara pendataan, pembinaan, fasilitasi karya, peningkatan kapasitas, perluasan akses, dan pemberian apresiasi. Menurutnya, penguatan ekosistem seni budaya mesti sejalan dengan pengembangan talenta seni budaya. “MTN Seni Budaya dirancang sebagai perjalanan talenta yang berkelanjutan dan holistik, bukan sekadar program parsial. Melalui berbagai tahapan, mulai dari pembibitan, pengembangan kapasitas, fasilitasi berkarya, hingga rekognisi internasional, kami ingin memastikan setiap talenta memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh dan menjangkau akses yang lebih luas. Dengan demikian, seni dan budaya menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dirjen Ahmad Mahendra.

Road to Talent Fest 2026 kali ini menghadirkan berbagai talenta binaan MTN melalui pertunjukan Tari Tradisi Betawi Kontemporer oleh Niear Syahrani Putri dan Salsabilla, penampilan Endah N Rhesa, serta kolaborasi Endah N Rhesa bersama penembang macapat Tatik. Selain itu, sineas Khozy Rizal turut berbagi pengalaman mengenai proses kreatif, konsistensi berkarya, dan upaya membawa identitas budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.

Kegiatan ini juga menghadirkan para talenta dan pelaku budaya untuk berbagi inspirasi terkait praktik baik implementasi MTN dalam memperkuat ekosistem talenta seni budaya. Sesi diskusi diisi Ketua Dewan Kesenian Jakarta sekaligus Pendiri Lab Teater Ciputat Bambang Prihadi, musisi sekaligus Tim Ahli MTN Bidang Seni Budaya Aristofani Fahmi, serta penulis, novelis, dan penerjemah Dewi Kharisma Michellia. Diskusi tersebut menyoroti pentingnya kesinambungan pembinaan, keterhubungan program lintas sektor, penguatan peran komunitas, serta perluasan akses talenta terhadap ruang belajar, produksi, apresiasi, dan jejaring profesional.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan workshop melukis bersama Zamrud Setya Negara, seniman rupa, kurator, dan penggerak seni visual Indonesia. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran partisipatif yang mempertemukan praktik artistik dengan semangat pelestarian budaya, sekaligus mendorong masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam proses kreatif.

Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto mengatakan, Road to Talent Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian menuju Talent Fest 2026 sekaligus momentum peluncuran Basis Data Talenta Manajemen Talenta Nasional (BDT-MTN).

“Kami berharap penyelenggaraan Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta menumbuhkan komitmen bersama dalam penyelenggaraan Manajemen Talenta Nasional agar mampu meningkatkan rekognisi talenta seni budaya Indonesia di tingkat global,” pungkas Direktur Didik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Malam Minggu Bersama Warga, Wali Kota Medan Rico Waas Serap Aspirasi di Medan Tembung

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung, Sabtu (8/8/2026) malam. Lewat Sapa Warga yang digelar di Jalan Durung, Kelurahan Sidorejo, Rico Waas duduk mendengarkan dan memberi solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Dalam suasana santai dan terbuka, warga menyampaikan persoalan di lingkungannya, mulai dari drainase, jalan, lampu penerangan, pengangkutan sampah, keamanan lingkungan, layanan administrasi kependudukan, hingga bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Turut hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Medan Citra Effendi Capah, Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi, Kasatpol PP Muhammad Yunus, Kepala Dinas Perhubungan Irsan Idris Nasution, dan Camat Medan Tembung M. Idris.
Nova, warga Jalan Taduan Gang Buntu, mengeluhkan drainase yang dibangun sekitar 40 tahun lalu dan belum pernah diperbaiki. Kondisinya yang kecil membuat air meluap saat hujan hingga menggenangi permukiman. Rico Waas memastikan perbaikannya direalisasikan tahun ini.
Benhard, warga Jalan Taduan, juga meminta perhatian terhadap pengaspalan jalan, lampu penerangan, drainase, serta pengaktifan kembali poskamling. Rico Waas meminta Camat Medan Tembung dan Kepala Dinas SDABMBK mengecek kondisi drainase dan jalan, sekaligus membenahi lampu penerangan di Jalan Taduan dan Jalan Taut.
Terkait persoalan lingkungan, Rico Waas mengingatkan masyarakat ikut menjaga kebersihan karena drainase yang tersumbat sampah dapat memicu luapan dan genangan. Ia juga menargetkan poskamling kembali aktif dan mendorong penambahan anggaran tahun depan untuk membantu penyediaan peralatannya.
Musa Simanjorang kemudian menyampaikan persoalan pelayanan administrasi kependudukan. Menjawab aspirasi tersebut, Rico Waas menjelaskan pengurusan KTP dan kartu keluarga kini sudah dapat dilakukan di kecamatan sehingga masyarakat tidak perlu bolak-balik ke Disdukcapil.
Gomgom Sinaga, warga Jalan Rela, meminta perhatian terhadap jalan, drainase, lampu penerangan, serta bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Rico Waas memastikan Jalan Rela dan Jalan Keruntung akan dikerjakan tahun ini, termasuk pengaspalan dan pelebaran, sedangkan lampu jalan akan dibenahi. Usulan bantuan sosial akan dicek Dinas Sosial.
Terkait layanan kesehatan, Rico Waas mengingatkan masyarakat dapat menggunakan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan sesuai program yang berlaku. Ia juga menyampaikan Pemko Medan akan menggelar Gerakan Pangan Murah di 268 titik untuk menjaga keterjangkauan harga pangan dan mengantisipasi inflasi.
Niko Nadeak menyampaikan penyempitan jalan di kawasan Sering akibat bangunan yang menjorok ke badan jalan serta drainase Gang Sado yang belum tersambung. Rico Waas meminta Kepala Dinas SDABMBK dan lurah segera mengecek persoalan tersebut.
Clara, warga Gang Sado, menyampaikan kebutuhan tambahan ruang sekolah serta bantuan untuk gereja HKBP di Jalan Taduan. Rico Waas meminta pihak sekolah dan rumah ibadah yang membutuhkan bantuan mengajukan proposal untuk diproses sesuai ketentuan.
H. Simanjuntak mengeluhkan drainase yang macet di Jalan Taut sekaligus keterbatasan armada pengangkut sampah. Rico Waas memastikan armada akan ditambah hingga 30 truk dan meminta masyarakat ikut mengawasi pelayanan pengangkutan sampah di lapangan.
Di penghujung Sapa Warga, Rico Waas meminta camat, lurah, dan kepala lingkungan menjadi pengayom yang cepat merespons persoalan masyarakat. Ia juga mengajak warga menyampaikan langsung setiap persoalan agar pemerintah dapat segera menindaklanjutinya.
“Camat, lurah, kepling harus cepat. Masalah apa pun cepat tanggap. Kalau ada masalah, laporkan. Masyarakat juga sampaikan secara langsung,” pesannya.
Rico Waas menegaskan Pemko Medan akan terus membuka diri terhadap aspirasi masyarakat dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang bersama-sama. Menurutnya, Sapa Warga menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Yang masih kurang, mari kita perbaiki bersama. Ini malam minggu yang hangat. Malam mingguan bersama warga Medan Tembung. Setiap aspirasi yang disampaikan, kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-69 Riau, Kepala Daerah se-Riau Satukan Tekad Wujudkan Daerah Maju dan Sejahtera

Semangat persatuan dan kolaborasi mewarnai peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau tahun 2026. Para kepala daerah di seluruh wilayah Riau kompak menyampaikan doa, harapan, dan komitmen untuk bersama-sama membangun Riau yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.

Tampak hadir langsung di Halaman Kantor Gubernur Riau saat Upacara Hari Jadi ke-69 Riau, diantaranya Bupati Rokan Hulu Anton, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Bupati Pelalawan Zukri Misran, Plt Bupati Kuantan Singingi Muklisin, dan Bupati Rokan Hilir Bistamam. Kemudian, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto, Bupati Siak Afni Zulkifli, dan Bupati Bengkalis Kasmarni.

Peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi, mengingat tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks dan membutuhkan kerja sama lintas wilayah.

Sebagai kepala daerah di Ibu Kota Provinsi Riau, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menargetkan Riau dapat tumbuh sejahtera tanpa kemiskinan. Ia berharap pembangunan di Bumi Lancang Kuning semakin pesat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Terbaik untuk Provinsi Riau ke 69, mudah-mudahan jaya selalu, pembangunan semakin pesat dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Riau. Harapannya masyarakat Riau semakin sejahtera dan tidak ada lagi kategori masyarakat miskin,” ujar Agung.

Menurutnya, sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Riau, Pekanbaru siap menjadi motor penggerak dalam mengentaskan kemiskinan dan mempercepat pemerataan pembangunan.

Kemudian, Bupati Pelalawan Zukri Misran yang menyebutkan usia 69 tahun Provinsi Riau adalah bukti perjalanan panjang penuh perjuangan para pendahulu.

“Alhamdulillah hari ini kita memperingati Hari Jadi ke 69. Ini bukan sekedar angka, tapi perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan kebersamaan,” katanya.

Ia menegaskan Pelalawan sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota provinsi siap bersinergi dalam program-program strategis Pemprov Riau.

“Sebagai bagian dari Provinsi Riau, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya melayu, dan bersama-sama membangun Riau agar semakin maju dan sejahtera,” kata Zukri.

Mengusung semangat yang sama dengan tema “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan”, Bupati Rokan Hulu dan Plt Bupati Kuantan Singingi Muklisin kompak menyebutkan bahwa sinergi menjadi kunci dalam mewujudkan Riau gemilang.

“Mari kita perkuat sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan Provinsi Riau yang semakin gemilang, berdaya saing dan sejahtera. Dari Bumi Seribu Suluk, kami siap bergerak bersama untuk Riau yang lebih maju,” tegas Anton.

Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi, Muklisin. Ia menekankan pentingnya menjadikan keberagaman sebagai kekuatan utama.

“Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk terus mempererat persatuan, memperkokoh kebersamaan serta bersama-sama mendorong kemajuan pembangunan demi terwujudnya Riau semakin maju, sejahtera dan bermartabat. Mari kita bergerak bersama, membangun Riau dan mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” ujar Muklisin.

Kemudian, Bupati Rokan Hilir Bistamam berharap Riau terus melaju menjadi provinsi terdepan di Sumatera.

“Semoga Riau terus maju, sejahtera, dan semakin berjaya. Bersatu dalam keberagaman, bersama membangun daerah yang lebih baik untuk masyarakat,” harapnya.

Bupati Bengkalis Kasmarni menitipkan doa agar Riau tetap kokoh dalam jati diri Melayu. “Semoga Riau terus bertumbuh menjadi negeri yang maju, bermarwah, berbudaya dan sejahtera. Dari Bengkalis untuk Riau, mari terus melangkah dan berkontribusi untuk negeri,” katanya.

Sementara itu, Bupati Siak Afni Zulkifli mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan jasa para pahlawan. Karena menurutnya, lahirnya Provinsi Riau diawali dengan semangat perjuangan para pendahulu.

“Lahirnya Provinsi Riau tentu saja tidak lepas dari perjuangan para pahlawan terdahulu. Banyak pahlawan yang lahir dari tanah Riau. Dengan peringatan ini, semoga kita tidak melupakan sejarah yang telah ditinggalkan oleh pendahulu kita,” ucap Afni.

Kompaknya pernyataan kepala daerah ini menunjukkan adanya kesamaan visi dalam membangun Riau. Mulai dari pengentasan kemiskinan, penguatan budaya, hingga peningkatan daya saing daerah menjadi fokus bersama.

Dengan semangat “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan”, para kepala daerah berharap Riau dapat menjadi contoh provinsi yang mampu mengelola keberagaman menjadi kekuatan untuk mencapai kemajuan bersama.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhut Bersama Pangdam V/Brawijaya dan Wagub Jatim Tinjau Langsung Penanganan Kebakaran TN Bromo Tengger Semeru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan langsung penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Minggu (9/8).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan upaya pengendalian kebakaran berjalan optimal sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Kehutanan, TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh unsur terkait dalam menghadapi kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Menhut Raja Juli Antoni menginstruksikan penutupan sementara secara total kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyusul kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.

Penutupan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan seluruh unsur dapat memusatkan perhatian pada upaya pemadaman kebakaran sekaligus mengantisipasi potensi munculnya kebakaran di lokasi lain. Selain itu, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Menginstruksikan Kepala Balai untuk menutup sementara secara total TN Bromo Tengger Semeru. Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain,” ujar Menhut Raja Juli Antoni.

Menhut menegaskan, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam penanganan kebakaran di kawasan TNBTS.

“Yang kedua juga terkait safety, safety first, yang menyangkut nyawa warga negara akibat bencana ini,” tegasnya.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, saat ini tiga helikopter telah dioperasikan untuk mendukung pemadaman dari udara (water bombing), khususnya pada titik-titik api yang berada di kawasan dengan kelerengan dan medan yang sulit dijangkau oleh pasukan darat.

Menhut mengatakan, operasi pemadaman dari udara dilakukan untuk menjangkau titik api yang tidak memungkinkan ditangani secara efektif melalui jalur darat.

“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” kata Menhut Raja Juli.

Sementara itu, pasukan darat tetap melakukan pemadaman secara langsung sekaligus membuat sekat bakar untuk membantu mengendalikan dan mencegah penjalaran api. Menteri juga menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilakukan dalam 10 hari ke depan.

Berdasarkan perkembangan terakhir pada pagi hari 9 Agustus 2026, luas areal yang terdampak kebakaran di kawasan TNBTS diperkirakan mencapai sekitar 520 hektare. Angka tersebut merupakan estimasi sementara dan masih terus diperbarui melalui verifikasi serta pemantauan lapangan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menjelaskan, perkembangan luasan kebakaran saat ini dimana prioritas pemadaman dari udara saat ini difokuskan di kawasan puncak B29 di sisi paling timur. Kendala teknis yang dihadapi selain cuaca adalah ketersediaan air untuk upaya pemadaman.

“Beberapa sudah padam dan dijaga pasukan darat yang melakukan pengawasan. Sedangkan di sisi barat sudah disiagakan tim untuk mengantisipasi,” ujarnya

Untuk memastikan seluruh operasi berjalan terkoordinasi, unsur terkait juga membentuk satuan tugas (satgas) penanganan kebakaran TNBTS dengan menunjuk seorang Incident Commander. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin menjelaskan, Incident Commander bertugas mengoordinasikan seluruh pergerakan dan kebutuhan operasi, baik di darat maupun udara.

“Kita bentuk satgas dengan menunjuk Incident Commander untuk mengoordinir semua pergerakan udara dan darat, termasuk kebutuhan lapangan bisa melalui satgas yang dibentuk,” ujarnya.

Pembentukan satgas ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat dalam operasi, termasuk Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, TNI, POLRI, dan unsur lainnya.

Berdasarkan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) pada 9 Agustus 2026, sebagian wilayah Jawa Timur berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut menjadi perhatian Kementerian Kehutanan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur pengendalian karhutla, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kemudahan terbakar tinggi.

Kementerian Kehutanan bersama seluruh unsur yang terlibat akan terus memantau perkembangan kebakaran dan melakukan pengendalian secara terpadu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Dorong LPM Jadi Motor Percepatan Pembangunan Desa di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus DPP Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) RI di Gedung Merdeka Kota Bandung, Jumat (7/8/2026).

Ahmad Doli Kurnia Tandjung terpilih sebagai Ketua Umum DPP Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) RI periode 2025-2030.

“Saya berharap LPM menjadi penggerak dan mitra kerja Provinsi Jawa Barat dalam melakukan percepatan pembangunan dari desa dan kelurahan, seperti pengerukan sungai, pengaspalan jalan, pembangunan rumah rakyat miskin hingga pemasangan jaringan listrik,” ujarnya.

LPM pun bisa ikut andil dalam percepatan penyaluran pendanaan dari provinsi ke desa. LPM juga diharapkan menjaga pembangunan desa berbasis lingkungan.

Selain itu, KDM -sapaan akrab Dedi Mulyadi- juga berharap LPM dapat meningkatkan perekonomian desa sehingga tidak ada lagi kasus perdagangan manusia karena iming-iming gaji besar di kota atau bahkan di luar negeri.

“Saya mohon maaf. Ada warga Jabar yang bekerja di tempat hiburan di Maumere sebanyak 12 orang. Upah tidak sesuai, ada penganiayaan dan pelecehan. Saya sedang berusaha untuk memulangkan dan pemilik tempat hiburan dalam proses pidana. Kita terus dampingi,” jelas KDM.

KDM juga mengajak warga Jawa Barat untuk mengurangi kebiasaan bermain judi online. Ia sangat menyayangkan kenyataan bahwa perputaran uang judi online di Jabar mencapai Rp2,5 triliun. Demikian juga dengan pinjaman online yang bernilai besar.

Hal lain yang menjadi pesan KDM adalah terkait peredaran tramadol yang sudah mencapai warung-warung di pedesaan.

“Seluruh rakyat harus membuat gerakan yang terstruktur dari pusat sampai daerah untuk melakukan perlawanan. Ini bukan sekedar kriminal namun menjadi masalah global yang dapat melumpuhkan masa depan anak bangsa dan generasi masa depan,” katanya.

Ketua Umum DPP Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyatakan komitmennya menjadikan LPM sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, kemajuan Indonesia harus dimulai dari percepatan pembangunan desa dengan strategi yang tidak lagi sepenuhnya dari atas ke bawah (top-down), melainkan mengedepankan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up) melalui partisipasi masyarakat.

Doli juga mengingatkan berbagai ancaman sosial yang dinilai mulai menggerus kehidupan masyarakat desa. Ia menyebut penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan terhadap anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga LGBT sebagai persoalan yang harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut berpotensi melemahkan masyarakat apabila tidak dicegah sejak dini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Ekraf Dukung AKC Library & Cafe, Dorong Kolaborasi Kuliner dan Literasi

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri grand launching AKC Library & Cafe di Jakarta. Kehadiran Menteri Ekraf mempertegas dukungan pemerintah terhadap konvergensi subsektor kuliner dan penerbitan guna menciptakan ekosistem kreatif berkelanjutan yang mendorong ekonomi lokal sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat.

AKC Library & Cafe merupakan ruang publik berkonsep book club dan kafe kebijakan luar negeri pertama di Jakarta yang diinisiasi oleh diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal. Tempat ini menghadirkan ruang baca, ruang diskusi isu global, serta koleksi buku nonfiksi hasil donasi para tokoh nasional dan diplomat.

“Integrasi antara ruang baca dan sajian kuliner ini merupakan inovasi segar yang mencerminkan masa depan industri kreatif kita. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, nilai tambah produk lokal dapat meningkat secara eksponensial guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Teuku Riefky, Sabtu (8/8).

Sejalan dengan visi tersebut, data Kementerian Ekraf mencatatkan subsektor kuliner sebagai penyumbang kontribusi ekonomi kreatif terbesar mencapai 41,06% dengan pertumbuhan 8,44% pada 2025, serta nilai ekspor sebesar 0,28 miliar dolar AS pada periode Januari–April 2026. Sementara itu, subsektor penerbitan berkontribusi sebesar 5,35% dengan pertumbuhan 3,00% pada 2025, dan nilai ekspor 4,47 juta dolar AS pada periode Januari–April 2026.

Integrasi kedua subsektor ini dinilai strategis dalam memperluas ekosistem ruang baca publik, terutama melalui adopsi tren model bisnis baru berupa library-cafe yang kian diminati masyarakat. Keterlibatan para diplomat dan tokoh nasional dalam acara ini menjadi momentum penting untuk membangun jejaring kemitraan global serta model kolaborasi donasi buku bagi pegiat literasi binaan Kementerian Ekraf.

Integrasi kedua subsektor ini dinilai strategis dalam memperluas ekosistem ruang baca publik, terutama melalui adopsi tren model bisnis baru berupa library-cafe yang kian diminati masyarakat. Keterlibatan para diplomat dan tokoh nasional dalam acara ini menjadi momentum penting untuk membangun jejaring kemitraan global serta model kolaborasi donasi buku bagi pegiat literasi binaan Kementerian Ekraf.Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Kami berharap AKC Library & Cafe dapat menjadi inkubator kreativitas tempat para pelaku industri saling bertukar gagasan dan menciptakan karya nyata, Kementerian Ekraf akan terus mendukung inisiatif serupa demi memperluas akses masyarakat terhadap ruang edukasi yang berkualitas,” ujar Teuku Riefky.

Melalui momentum ini, Kementerian Ekraf menekankan pentingnya penguatan kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat agar ekosistem ekonomi kreatif tumbuh semakin inklusif, adaptif, dan implementatif.

Pendiri AKC Library & Cafe, Dino Patti Djalal, menjelaskan bahwa nama AKC diambil dari akronim ketiga anaknya: Alexa, Keanu, dan Chloe. Tempat ini didesain sebagai ruang yang tenang untuk membaca, menulis, berpikir, serta berdiskusi mengenai isu-isu global dengan koleksi buku nonfiksi yang berasal dari donasi para tokoh nasional, pemikir strategis, hingga diplomat.

“Visi saya benar-benar adalah ingin menjadikan tempat ini sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk datang, berpikir, dan menulis. Mengingat ide membaca dan menulis adalah hal yang indah, kami hadir bukan untuk mencari uang, melainkan agar orang-orang bisa menemukan diri mereka di sini,” tutur Dino Patti Djalal.

“Visi saya benar-benar adalah ingin menjadikan tempat ini sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk datang, berpikir, dan menulis. Mengingat ide membaca dan menulis adalah hal yang indah, kami hadir bukan untuk mencari uang, melainkan agar orang-orang bisa menemukan diri mereka di sini,” tutur Dino Patti Djalal.Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); Menteri Luar Negeri RI Sugiono; serta Wakil Menteri Luar Negeri RI, Armanatha; Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono dan beberapa Duta Besar negara sahabat. Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam agenda tersebut yaitu Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf, Iman Santosa, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sumberrahayu Sleman Kembangkan Budidaya Hidroponik, Targetkan Panen 1,2 Ton Sayuran

Pemerintah Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, mengembangkan budidaya sayuran dan buah dengan sistem hidroponik melalui program ketahanan pangan yang dikelola BUMKal Rahayu.

Program tersebut memanfaatkan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar Rp125 juta. Budidaya dilakukan di tiga green house yang dibangun di Padukuhan Kembangan 2.

Penanaman perdana dilakukan bersama Lurah Sumberrahayu Sigit Tri Susanto, Direktur BUMKal Rahayu Sutopo Sugihartono, Badan Permusyawaratan Kalurahan, perangkat kalurahan, dan dukuh.

Pelaksana program ketahanan pangan, Rudy, mengatakan dua green house digunakan untuk budidaya selada dan sawi, sedangkan satu green house lainnya ditanami melon jenis lavender dan instonan.

“Sayuran dapat dipanen kurang lebih dua minggu, sedangkan melon membutuhkan sekitar 70 hari sejak waktu tanam,” katanya, Rabu (5/8/2026).

Rudy menjelaskan, sistem hidroponik dipilih karena mampu menggunakan air secara lebih efisien. Penggunaan green house juga membantu menjaga kondisi tanaman sekaligus mengurangi risiko serangan hama.

Sebanyak 1.200 tanaman sayuran yang dibudidayakan di dua green house ditargetkan menghasilkan sekitar 1,2 ton setiap masa panen. Sementara itu, 900 tanaman melon diproyeksikan menghasilkan sekitar 1,4 ton buah dalam sekali panen.

Dengan harga melon lavender dan instonan berkisar Rp17.000 hingga Rp20.000 per kilogram, hasil budidaya tersebut juga memiliki potensi ekonomi bagi pengelola dan masyarakat yang terlibat.

“Kami berharap budidaya hidroponik ini berlangsung berkelanjutan. Setelah satu masa panen selesai, bibit baru kembali ditanam sehingga produksi dapat berjalan sepanjang tahun,” ujar Rudy.

Lurah Sumberrahayu, Sigit Tri Susanto, mengatakan pengembangan hidroponik tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pendapatan kalurahan.

“Program ini kami harapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan BUMKal,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kalurahan Sumberrahayu berencana mengembangkan kawasan tersebut sebagai wisata petik. Pengunjung dapat memperoleh sayuran dan buah segar langsung dari lokasi budidaya sekaligus mengenal sistem pertanian hidroponik.

Program tersebut dikelola BUMKal Rahayu dengan melibatkan kelompok tani, Kelompok Wanita Tani, serta petani muda. Kolaborasi itu diharapkan memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ketahanan pangan di Sumberrahayu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Layanan Fertilitas Embria Hadir di RS Azra Bogor, Pemkot Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendukung dan mendorong berbagai pengembangan teknologi kesehatan guna meningkatkan layanan di berbagai rumah sakit di Kota Bogor.

 

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menghadiri launching Layanan Fertilitas Embria by Azra di Arch Hotel, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (9/8/2026).

 

Melalui terobosan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Azra bekerja sama dengan Morula IVF dalam memberikan layanan Fertilitas Embria, diharapkan bisa menjadi salah satu upaya dan solusi bagi keluarga atau pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan.

 

“Jadi ini hebat, teknologi yang luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi solusi bersama. Saya ucapkan selamat dan harapannya ini juga menjadi pilihan bagi masyarakat di luar Kota Bogor,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, ke depan kehadiran klinik dan rumah sakit dengan berbagai layanan kesehatan unggulan dapat menghadirkan layanan medical tourism yang lebih lengkap.

 

Sebab, pelayanan kesehatan tidak hanya sebatas tindakan medis, tetapi juga dapat berupa konsultasi, menjaga kesehatan, serta berbagai program lainnya.

 

“Pada intinya Pemkot Bogor sangat mendukung berbagai inovasi baru untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat,” ungkapnya.

 

Direktur RS Azra Bogor, dr. Irma Rismayanty mengatakan, layanan Embria di Rumah Sakit Azra melengkapi Center of Excellence yang dimiliki RS Azra, yaitu Maternity Center.

 

“Nah, Embria ini ada banyak layanan. Jadi yang pertama bisa mengatasi masalah kesuburan wanita, masalah kesuburan pria, bisa laparoskopi, bisa histeroskopi, bisa inseminasi, dan juga bisa bayi tabung,” ucapnya.

 

Untuk layanan bayi tabung, kata Irma, didukung teknologi canggih dengan laboratorium lengkap yang telah bersertifikasi nasional maupun internasional melalui kerja sama RS Azra dengan Morula IVF.

 

“Nah, dari seluruh rangkaian IVF atau bayi tabung, hampir sebagian besar dilakukan di Rumah Sakit Azra. Nah, hanya tindakan ovum pick up, kemudian embrio transfer, itu dilakukannya di Margonda. Tapi nggak usah khawatir, karena dokternya di Azra sama dokternya di Morula itu sama,” ujarnya.

 

Ia berharap dengan kehadiran layanan baru ini, RS Azra dapat menjadi rumah sakit satelit untuk layanan IVF dari Morula.

 

“Jadi layanan ini tidak hanya untuk Kota Bogor, tapi bisa Kabupaten Bogor, Cianjur, Ciawi, Sukabumi, itu nggak usah perlu jauh-jauh ke luar Kota Bogor. Jadi ke Azra dulu, karena hampir seluruh bagian besar di situ,” ucapnya.

 

Chief Operating Officer PT Morula IVF Indonesia, Sonny Adi Nugroho menyampaikan, kerja sama tersebut menciptakan sinergi dalam memberikan layanan terbaik bagi warga, khususnya pasangan suami istri.

 

“Sehingga dengan kerja sama ini, Morula dan Rumah Sakit Azra memudahkan pasien untuk datang langsung berkonsultasi, kemudian dengan dokter-dokter yang ada di Rumah Sakit Azra,” ucapnya.

 

“Prosesnya bisa lebih cepat dan ditangani dengan lebih mudah. Setelah itu, dengan adanya kerja sama ini, proses-proses kelanjutan sampai ke Morula di Margonda, dan kemudian proses kehamilannya tetap kembali lagi ke Rumah Sakit Azra,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Malang Dorong GM FKPPI Perkuat Kolaborasi untuk Jawab Aspirasi Masyarakat

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menghadiri Penutupan Musyawarah Cabang (Muscab) IX dan Pelantikan Pengurus Cabang 1333 Generasi Muda FKPPI Kota Malang Masa Bakti 2026–2031 di Aula Komlekdam V Brawijaya, Sabtu (8/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wahyu mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dan GM FKPPI untuk merespons berbagai aspirasi serta kebutuhan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Muscab IX Generasi Muda FKPPI Kota Malang. Semoga seluruh rangkaian musyawarah ini menghasilkan keputusan-keputusan terbaik serta melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, dan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab organisasi dengan penuh dedikasi,” harapnya.

Wahyu menegaskan, GM FKPPI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan kondusivitas daerah. Organisasi kepemudaan juga diharapkan mampu menjadi penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Karena itu, dirinya mengajak jajaran pengurus GM FKPPI Kota Malang memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Malang, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan semakin memperkuat upaya pemerintah dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

“Kami siap. Nanti Ketua GM FKPPI Jatim, Pak Agus Soerjanto, sudah menyampaikan agar ada kolaborasi, ada kebersamaan, ada kerja sama yang kita lakukan antara Pemerintah Daerah dengan teman-teman di Kota Malang. Tentunya akan menjadi penguat kami di Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi modal penting untuk menangkap aspirasi secara lebih cepat. Berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat melalui organisasi seperti GM FKPPI dapat menjadi masukan dalam menentukan langkah dan kebijakan pemerintah.

“Bagaimanapun juga, generasi muda FKPPI juga akan menjadi panutan. Tuntutan yang ada di masyarakat, dengan adanya komunikasi ini maka akan lebih bisa mempererat dan pastinya kita akan lebih bisa mewujudkan dan merealisasikan apa yang menjadi titik-titik keluhan di masyarakat Kota Malang,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti kolaborasi tersebut melalui kerja sama konkret. Ia menilai keterlibatan organisasi kepemudaan akan menjadi kekuatan tambahan dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Ada kesulitan dalam merealisasikan, tapi tidak ada kesulitan apabila kita bersama organisasi. Kami berterima kasih atas keterbukaan itu untuk bisa berkolaborasi. Insyaallah, akan ada tindak lanjut tim untuk kerja sama dan tentunya seluruh langkah bisa mewujudkan visi-visi saya untuk menjadi masyarakat Kota Malang yang lebih sejahtera dan menjadi Kota Malang yang berkelas,” tegasnya.

Di sisi lain, Wahyu mengapresiasi peran GM FKPPI sebagai organisasi yang memiliki semangat kebangsaan dan nasionalisme. Nilai-nilai Pancasila, gotong royong, kepedulian sosial, serta bela negara diharapkan terus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepengurusan baru GM FKPPI Kota Malang juga didorong menghadirkan program yang adaptif dan inklusif sesuai perkembangan zaman. Organisasi diharapkan tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu menjadi kekuatan sosial yang mendorong peningkatan kapasitas, kepemimpinan, dan kemandirian generasi muda.

“Selamat mengemban amanah. Semoga kepercayaan ini dijadikan sebagai motivasi untuk berkarya, menguatkan semangat pengabdian, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Malang dan Bangsa Indonesia,” pungkas Wahyu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Khofifah Lepas 1.537 Kontingen Pramuka Jawa Timur ke Jamnas XII 2026 di Cibubur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas 1.537 anggota Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur. Pelepasan berlangsung di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8).

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen dan penyematan atribut kepada perwakilan peserta. Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa seluruh peserta merupakan duta Jawa Timur yang membawa nama baik daerah selama mengikuti Jambore Nasional.

Menurut Khofifah, Jambore Nasional bukan sekadar ajang pertemuan anggota Pramuka dari seluruh Indonesia, melainkan momentum strategis untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menanamkan semangat nasionalisme dan integritas sebagai bekal generasi penerus bangsa.

“Jambore Nasional adalah momentum strategis bagaimana pandu di negeri ini bergandengan tangan membangun persaudaraan, menguatkan persatuan, menguatkan semangat nasionalisme, dan integritas sebagai sebuah bangsa,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Jamnas XII yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, seluruh peserta diharapkan menjaga semangat heroisme dan gotong royong, serta menjaga kesehatan dan kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tuban, Kapten (Purn.) Kacuk Karsono, mengatakan perwakilan kontingen Kabupaten Tuban turut hadir dalam pelepasan Kontingen Daerah Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah.

Selanjutnya, kontingen Pramuka Kabupaten Tuban dijadwalkan mengikuti pelepasan secara resmi oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tuban sebelum bertolak menuju Bumi Perkemahan Cibubur pada 11 Agustus 2026.

Kacuk berharap seluruh peserta asal Tuban dapat mengikuti Jambore Nasional dengan penuh semangat, menjaga nama baik Kabupaten Tuban dan Jawa Timur, serta menjalin persaudaraan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Semoga seluruh kontingen Tuban dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan baik, menjaga disiplin dan kesehatan, serta mampu membawa pulang pengalaman dan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Tuban,” harapnya.

Pada Jambore Nasional XII Tahun 2026, Jawa Timur mengirimkan 1.537 peserta, termasuk Pramuka Berkebutuhan Khusus beserta para pembinanya. Selain mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, Jawa Timur juga akan menghadirkan anjungan daerah yang menampilkan kekayaan budaya dan potensi unggulan Bumi Majapahit kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News