Beranda blog Halaman 54

Paskibraka Sumedang 2026 Mulai Digembleng, Bupati Dony Tekankan Karakter dan Kepemimpinan

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang akan bertugas di upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sedang digembleng. Sebanyak 54 pelajar SMA/SMK/MA mengikuti pemusatan Pendidikan dan  Pelatihan.

Paskibraka tidak hanya memiliki tugas sebagai pengibar bendera, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai generasi muda yang dapat menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. “Menjadi Paskibraka bukan sekadar kemampuan baris-berbaris ataupun menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih. Lebih dari itu, pendidikan dan pelatihan Paskibraka merupakan proses pembentukan mental, karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjadi narasumber bagi Paskibraka di Asrama Haji Islamic Center Sumedang, Minggu (9/8/2026).

Menjadi bagian dari Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang membawa nama baik Kabupaten Sumedang. “Para pengibar bendera adalah generasi yang membawa kehormatan bagi Kabupaten Sumedang. Saya berharap anak-anak bangga karena telah diberikan amanah dan kehormatan menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,” ujar Bupati Dony.

Ia mengapresiasi kerja keras para calon Paskibraka yang telah mengikuti proses seleksi hingga terpilih untuk menjalani pendidikan dan pelatihan. “Kalian telah bekerja keras dan menjadi kebanggaan orang tua. Saya yakin orang tua kalian tersenyum dan bahagia melihat anak-anaknya mendapatkan kesempatan dan amanah ini,” katanya.

Bupati Dony menegaskan, tidak semua siswa mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Paskibraka. Karena itu, kesempatan tersebut harus dijadikan momentum untuk membangun karakter, meningkatkan prestasi, serta membahagiakan orang tua melalui kerja keras dan akhlak yang baik. “Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan seperti ini. Jadikan kesempatan ini untuk terus bekerja keras, membangun akhlak, meraih prestasi dan menjadi anak yang membanggakan serta membahagiakan orang tua,” tuturnya.

Bupati meminta para Paskibraka menjadikan pendidikan dan pelatihan tersebut sebagai sekolah kehidupan. Sebab, selain kemampuan baris-berbaris, para peserta juga akan ditempa dengan nilai-nilai kepemimpinan, keteladanan, kerja sama dan kedisiplinan. “Jadikan kegiatan ini sebagai sekolah kehidupan. Di sini kalian dilatih kepemimpinan, keteladanan, kerja sama dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting dalam menghadapi kehidupan di masa depan,” ujarnya.

Bupati Dony berharap pengalaman selama menjadi Paskibraka dapat membentuk karakter peserta menjadi pribadi yang siap mengambil peran di tengah masyarakat. “Paskibraka ini menjadi salah satu proses untuk menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan. Jadilah pemimpin yang mampu meyakinkan orang lain, berkomunikasi dengan baik, demokratis, mampu memotivasi, terbuka, jujur dan amanah,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Festival Halal 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Ternate Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

Pemerintah Kota Ternate mendukung penuh pelaksanaan Festival Halal 2026 yang resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Aula Kantor Wali Kota Ternate, Sabtu (8/8/2026).

Wali Kota Ternate yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Muslim Gani, hadir bersama Pimpinan Wilayah Hidayatullah Maluku Utara dan para pelaku UMKM se-Kota Ternate.

“Industri halal adalah bagian penting dari ekonomi dunia. Ternate dan Indonesia Timur memiliki potensi besar sebagai pusat produk halal, kuliner, dan ekonomi kreatif,” kata Muslim Gani.

Pemkot berkomitmen menghadirkan produk UMKM yang memenuhi standar halal, berkualitas, dan bernilai tambah.

“Festival ini bukan hanya ajang promosi, melainkan juga literasi, konsultasi, dan penguatan kapasitas UMKM kita agar bisa naik kelas,” jelasnya.

Ketua Panitia, La Ode Ilman, dari LPH Maluku Utara menyebut antusiasme pelaku usaha melebihi target. Dari rencana 280 pendaftar, tercatat 800 pelaku usaha mendaftar.

“Kami siapkan workshop pendamping halal, pameran UMKM, pasar keuangan syariah, dan layanan konsultasi gratis,” ungkapnya.

Dengan tema “UMKM Halal dari Lokal ke Global”, Pemkot Ternate berharap UMKM lokal dapat memanfaatkan momentum sertifikasi halal untuk memperluas pasar hingga ke luar daerah.

Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan peninjauan stan UMKM oleh Wagub Malut dan jajaran di Landmark Ternate.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Papua Dorong Kopi Lokal Jadi Komoditas Unggulan, Bidik Pasar Nasional dan Internasional

Pemerintah Provinsi Papua mendorong pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Papua ke tingkat nasional dan internasional.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata, komunitas kopi, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan Festival Kopi Papua.
Menurut Aryoko, Festival Kopi Papua tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi dan menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor kopi.
“Festival ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Di balik setiap cangkir kopi Papua tersimpan kisah tentang kerja keras para petani, dedikasi pengolah, kreativitas para barista, serta semangat pelaku UMKM yang terus berinovasi,” kata Aryoko.
Ia mengatakan kopi Papua memiliki karakter dan cita rasa khas karena tumbuh di kawasan pegunungan yang subur. Potensi tersebut perlu dijaga dan dikembangkan melalui peningkatan kualitas produksi, penguatan kapasitas petani, penerapan teknologi pascapanen, peningkatan standar mutu, serta perluasan akses pemasaran.
Pemprov Papua, lanjut Aryoko, berkomitmen menjadikan sektor kopi sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendampingan UMKM, penguatan kelembagaan petani, dan promosi produk unggulan daerah.
Komitmen tersebut juga akan diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas kopi, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Melalui pengembangan sektor kopi, pemerintah berharap tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat perekonomian desa, serta mengangkat nama Papua di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Aryoko berharap Festival Kopi Papua dapat terus dikembangkan sebagai wadah yang mempertemukan inovasi, investasi, edukasi, dan kolaborasi. Pengembangan sektor kopi diharapkan mampu mendorong lahirnya petani muda, pelaku UMKM yang tangguh, produk kopi berkualitas ekspor, serta destinasi wisata berbasis kopi.
“Saya berharap Festival Kopi Papua tidak berhenti sebagai ajang promosi semata, tetapi menjadi ruang bertemunya inovasi, investasi, edukasi, dan kolaborasi,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Launching Muktamar VIII ICMI 2026 di Maluku, Pemprov Dorong Penguatan Riset dan Inovasi

Mewakili Gubernur Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, menghadiri Launching Muktamar VIII Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Peresmian Sekretariat Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Maluku, di Sekretariat MPW ICMI Maluku, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Transformasi Cendekiawan Muslim untuk Indonesia Berdaya, Bermutu dan Berkelanjutan” dan dihadiri Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama jajaran pengurus ICMI, Forkopimda Provinsi Maluku, sekretaris kota Ambon, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, cendekiawan, akademisi, serta tokoh masyarakat.

Membacakan sambutan Gubernur Maluku, Sadali menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Launching Muktamar VIII ICMI sekaligus menyambut kedatangan Ketua Umum MPP ICMI dan rombongan di Kota Ambon.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan selamat datang di Kota Ambon kepada Bapak Prof. Dr. Arif Satria dan rombongan. Semoga kunjungan ini memberikan kesan yang baik sekaligus semakin mempererat hubungan antara ICMI dengan masyarakat Maluku,” ujar Sadali.

Ia mengatakan, Launching Muktamar VIII ICMI bukan sekadar kegiatan seremonial menuju pelaksanaan Muktamar, tetapi menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan kekuatan intelektual, memperkuat sinergi, serta membangun optimisme bahwa Maluku siap berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional ICMI.

Menurutnya, sebagai organisasi yang menghimpun para cendekiawan muslim, ICMI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai kebijakan pembangunan.

“Di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar,” katanya.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Sadali, memandang ICMI sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, serta nilai-nilai keagamaan yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Karena itu, Pemprov Maluku berharap ICMI dan BRIN dapat memberikan perhatian dan dukungan dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di daerah.

“Sebagai provinsi kepulauan, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengatasi berbagai keterbatasan geografis sekaligus mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Sadali menjelaskan, riset yang aplikatif dan inovatif diharapkan mampu melahirkan rekayasa kebijakan maupun teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas daerah, memperluas investasi, menciptakan nilai tambah komoditas unggulan, serta pada akhirnya memperkuat kapasitas fiskal Provinsi Maluku.

“Kami berharap BRIN bersama ICMI dapat menjadikan Maluku sebagai salah satu daerah prioritas dalam pengembangan inovasi berbasis potensi kepulauan melalui pendampingan, kolaborasi, penguatan kapasitas SDM, hingga hilirisasi hasil-hasil penelitian yang benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian Sekretariat MPW ICMI Maluku. Sekretariat baru ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus ruang bersama bagi para cendekiawan muslim di Maluku untuk berdiskusi, melahirkan gagasan, serta menghadirkan solusi bagi pembangunan daerah.

“Rumah baru berarti semangat baru. Kami berharap fasilitas sekretariat ini dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pengurus, badan otonom, dan kader muda ICMI untuk berdiskusi serta berkarya,” ujar Sadali.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk ICMI, dalam mendorong transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera serta menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat atas Launching Muktamar VIII ICMI Tahun 2026 dan peresmian Sekretariat MPW ICMI Maluku. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses serta memberikan manfaat besar bagi kemajuan organisasi, pembangunan daerah, dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhut Pastikan Penanganan Karhutla Bromo Diperkuat Water Bombing dan Pasukan Darat

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah melakukan langkah maksimal untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Raja Juli saat meninjau langsung penanganan Karhutla di kawasan Bromo, Minggu (9/8/2026).

Menhut mengatakan, pemerintah pusat telah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga sebagai langkah menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan memasuki puncaknya pada Agustus 2026.

“Secara nasional Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas. Kami dikumpulkan tanggal 28 Juli dan berbagai kementerian, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf TNI, BMKG, BNPB, pemerintah, all out dalam mengantisipasi El Nino yang disebut El Nino Godzilla ini,” ujar Menhut Raja Juli.

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut meningkatkan potensi terjadinya Karhutla sehingga pemerintah terus memperkuat koordinasi dan langkah mitigasi di berbagai daerah.

“Agustus ini memasuki puncaknya. Dari pemerintah kami terus berkoordinasi untuk menyelesaikan dan mengantisipasi Karhutla ini serta mengimbau kepada masyarakat, partisipasi masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Menhut.

TNBTS Ditutup Sementara

Sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan kebakaran, Menhut Raja Juli mengatakan dirinya telah menginstruksikan Kepala Balai TNBTS untuk menutup sementara kawasan taman nasional secara total.

Penutupan dilakukan agar seluruh sumber daya yang ada dapat difokuskan untuk pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran ke titik lainnya.

“Saya sudah instruksikan kepada Kepala Balai untuk menutup sementara secara total Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tujuannya agar semua bisa fokus memadamkan api dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran di titik lainnya,” jelas Menhut.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan proses pemadaman berjalan efektif, terutama di kawasan yang sulit dijangkau oleh personel di darat.

30 Water Bombing Dikerahkan

Untuk mempercepat proses pemadaman, pemerintah menyiapkan operasi water bombing. Sebanyak 30 water bombing dijanjikan akan dikerahkan untuk membantu memadamkan titik-titik api yang berada di lokasi sulit dijangkau pasukan darat.

“Hari ini dijanjikan akan bisa sebanyak 30 water bombing dan titik-titik api bisa dipadamkan, terutama di klerengan yang memang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” ungkap Menhut Raja Juli.

Selain menggunakan dukungan udara, operasi pemadaman juga dilakukan oleh pasukan darat. Salah satu strategi yang dilakukan adalah pembuatan sekat bakar untuk mencegah api merambat ke wilayah lain.

“Pasukan darat juga terus melakukan sekat bakar. Ada enam kilometer di beberapa tempat,” katanya.

Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan

Di tengah kondisi cuaca yang kering, pemerintah juga menghadapi keterbatasan dalam melakukan operasi modifikasi cuaca. Raja Juli menyebut operasi tersebut tidak memungkinkan dilakukan dalam 10 hari ke depan.

“Operasi modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan dalam 10 hari ke depan. Secara matematis, secara teknokratik dihitung hampir mustahil 10 hari ke depan ada operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah akan mengoptimalkan strategi pemadaman yang tersedia, khususnya melalui kombinasi water bombing dan pengerahan pasukan darat.

“Jadi kita betul-betul mengandalkan water bombing dan pasukan darat,” tegas Raja Juli.

Pemerintah juga terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla. Partisipasi publik dinilai penting, terutama dalam mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.

Penanganan Karhutla Bromo pun kini diarahkan tidak hanya untuk memadamkan titik api yang sudah muncul, tetapi juga mencegah kebakaran meluas serta mengantisipasi munculnya titik-titik baru di kawasan TNBTS.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Sumedang Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah, SDN Ambit Kini Lebih Layak dan Nyaman

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan melalui berbagai program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satunya melalui program revitalisasi sekolah yang kini dirasakan langsung oleh para siswa dan guru di SD Negeri Ambit, Kecamatan Situraja. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumedang, saya haturkan terima kasih kepada Pak Presiden. Program ini sangat terasa manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para siswa, guru, dan orang tua,” ujarnya.

Selain revitalisasi sekolah, Dony menyebut pemerintah pusat juga terus menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, pembangunan dan penyediaan sarana pendidikan yang layak harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mendapatkan tempat belajar yang baik, tetapi juga dukungan kesehatan dan gizi yang memadai.

“Pemerintah menyediakan sekolah dengan fasilitas yang bagus, kemudian MBG juga disalurkan. Kalau masih ada kekurangan-kekurangan, tentu akan kita perbaiki dan sempurnakan ke depannya,” kata Dony.

Dony juga berpesan kepada pihak sekolah agar hasil revitalisasi tersebut dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia meminta seluruh warga sekolah memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan, merawat bangunan, serta memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang. “Jaga kebersihannya, pelihara bangunan ini dengan baik. Kemudian tingkatkan terus kualitas mengajarnya. Dengan begitu, kita berharap lahir anak-anak yang berprestasi, berakhlak baik, memiliki daya saing, dan mampu mencapai cita-citanya,” katanya.

Revitalisasi SD Negeri Ambit diharapkan tidak berhenti pada pembaruan fisik bangunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak diharapkan mampu menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi Sumedang yang unggul dan berdaya saing.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Lestari Moerdijat Desak Revisi UU TPPO, Kejahatan Perdagangan Orang Berkembang Jadi Perbudakan Modern

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong revisi UU TPPO untuk memperkuat sistem perlindungan warga negara di tengah berkembangnya modus kejahatan perdagangan orang di era digital.

Di tengah kompleksitas modus kejahatan yang semakin modern, revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan langkah fundamental untuk membangun sistem perlindungan warga negara yang menyeluruh.

“Praktik TPPO telah berkembang melampaui perdagangan perempuan dan anak ke bentuk-bentuk perbudakan modern. Fenomena ini harus dijawab dengan langkah nyata yang segera. Kompleksitas modus kejahatan tersebut menjadi alasan kuat untuk merevisi undang-undang TPPO,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8).

Menurut Lestari, kejahatan TPPO tidak lagi hanya menyasar kelompok rentan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi, banyak korban yang direkrut melalui media sosial justru berasal dari kalangan terdidik, lulusan S-1 dan S-2, terutama di bidang teknologi informasi.

Hal itu, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak menjamin seseorang terbebas dari jeratan TPPO.

Rerie mengungkapkan bahwa data dari berbagai lembaga menunjukkan urgensi pembaruan regulasi ini.

Revisi UU TPPO untuk Memperkuat Perlindungan Korban

Sepanjang 2025, Jaringan Nasional (Jarnas) Anti TPPO menangani sekitar 300 kasus perdagangan orang dari berbagai daerah di Indonesia dengan korban lintas usia, termasuk anak-anak berusia 13 hingga 17 tahun.

Selain itu, Polri juga mencatat telah mengungkap 353 kasus TPPO pada periode yang sama dengan total 1.114 korban.

Bahkan, LPSK mencatat telah memberikan perlindungan kepada 1.175 korban TPPO sepanjang 2024 hingga Mei 2026.

Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu mendorong agar sejumlah hal krusial harus diakomodasi dalam revisi UU TPPO untuk membangun sistem perlindungan yang utuh.

Hal krusial itu antara lain, ujar dia, revisi UU TPPO harus mengamanatkan pembentukan satu data nasional TPPO dengan standar identifikasi yang jelas.

Karena, tambah Rerie, saat ini setiap instansi seperti Polri, Imigrasi, Kementerian PPPA, dan BP2MI memiliki data sendiri-sendiri. Akibatnya, korban tidak tertangani dengan baik.

Selain itu, tegas Rerie, harus ada standar operasional prosedur nasional terkait identifikasi korban di semua sektor, memperkuat mekanisme pelacakan aset hasil kejahatan TPPO, perkuat perlindungan korban saat sebagai saksi dan perlindungan korban di luar negeri, serta penguatan SDM aparat terkait yang menangani kasus TPPO.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa revisi UU TPPO harus memperluas definisi TPPO, memperberat sanksi bagi sindikat, dan memperkuat tanggung jawab platform digital untuk menutup akun perekrut.

“Sudah saatnya Indonesia mengevaluasi dan merevisi UU Nomor 21 Tahun 2007 agar mampu menjawab tantangan kejahatan perdagangan orang di era digital,” pungkas Rerie.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pulihkan Akses Bireuen-Takengon, Wapres Gibran Cek Langsung Progres Pembangunan Jembatan Teupin Mane

Tinjau Jembatan Selain Jembatan Krueng Tingkeum, masih dalam agenda kerjanya di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming juga meninjau pembangunan Jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kamis (06/08/2026). Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan infrastruktur pascabencana berjalan sesuai rencana, sehingga konektivitas dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih.

 

Pada kesempatan tersebut, Wapres meninjau langsung progres pembangunan sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai kondisi di lapangan. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan optimal serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang aman, andal, dan layak digunakan.

 

Selain itu, Wapres turut menyoroti pentingnya kualitas pembangunan agar infrastruktur mampu bertahan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana di masa mendatang.

 

“Kita cuma pengen antisipasi. Kalau nanti musim hujan, kesapu lagi, kan, sedih,” ujar Wapres.

 

Wapres juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap diiringi dengan perhatian terhadap mutu pekerjaan, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnain.

 

“Arahan Pak Wapres tadi, semoga ini lebih cepat dan dengan mutu yang cukup,” ungkapnya usai mendampingi Wapres selama peninjauan.

 

Lebih lanjut, Zulkarnain menjelaskan bahwa pembangunan kembali jembatan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan konektivitas wilayah yang sempat terputus akibat bencana.

 

“Jembatan ini kemarin akibat bencana alam, maka terputus untuk akses dari Bireuen ke Takengon. Sekarang kita lagi membangun kembali jembatan ini,” jelasnya.

 

Ia optimistis pembangunan konstruksi yang telah mencapai sekitar 45 persen, dengan target penyambungan struktur pada akhir Agustus dapat difungsionalkan sesuai target pada Oktober 2026, sehingga masyarakat segera kembali menikmati akses transportasi yang lebih aman.

 

“Insya Allah jembatan ini kita bisa sambung di Agustus akhir dan nanti kemudian di Oktober insya Allah kita sudah bisa fungsionalkan,” tandasnya.

 

Wapres pun mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan jembatan. Menurut Wapres, semangat gotong royong tersebut menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan, namun penyediaan infrastruktur yang aman dan layak tetap merupakan tanggung jawab negara.

 

Turut hadir pada kesempatan ini antara lain Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bireuen Mukhlis, dan Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kasus Pasien BPJS Viral, Puan Maharani Desak Pemerintah Evaluasi Pelayanan Rumah Sakit

Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan (nakes) kepada pasien BPJS Kesehatan yang belakangan tengah menjadi perhatian publik. Selain soal empati kepada pasien, Puan pun menyoroti soal sistem pelayanan kesehatan yang dikeluhkan oleh pasien tersebut.

 

“Dalam peristiwa yang sedang menjadi sorotan masyarakat, sebenarnya persoalan yang muncul bukan hanya soal nirempati sejumlah oknum nakes saja, tapi juga tentang sistem dan pelayanan kesehatan itu sendiri yang harus digarisbawahi,” kata Puan dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

 

Seperti diketahui, publik tengah diramaikan dengan aksi sejumlah nakes yang mencela pasien BPJS Kesehatan karena mengeluhkan fasilitas perawatan di rumah sakit. Insiden ini berawal dari curhatan pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan di media sosial pada 22 Juli lalu melalui akun Threads @yurizaltrich.

 

Pasien tersebut mengaku sudah menunggu selama delapan jam namun tak kunjung mendapat kamar rawat inap, meski tak menyebut rumah sakit tempatnya menjalani perawatan.

 

Unggahan Yurizal pun viral dan dibanjiri komentar bernada menghina di mana sejumlah akun yang menuliskan komentar hinaan diduga berprofesi sebagai dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lain berdasarkan informasi yang tercantum di profil media sosial mereka.

 

Kasus ini semakin ramai dibicarakan setelah seorang saudara Yurizal menyatakan pasien meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Banyak masyarakat kemudian menyoroti sikap kasar dan bernada bully para nakes yang menulis komentar hinaan di postingan Yurizal.

 

Terkait hal ini, Puan menyayangkan respons dan komentar dari sejumlah nakes tersebut. “Pelayanan kesehatan jangan sampai kehilangan empati, karena ini menyangkut kemanusiaan dan sistem pelayanan publik. Tenaga kesehatan harus berempati kepada pasien, termasuk pasien BPJS,” tuturnya.

 

Puan juga menggarisbawahi tentang pelayanan rumah sakit yang dikeluhkan pasien. Ia mendorong Pemerintah untuk mengevaluasi sistem pelayanan kesehatan nasional.

 

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran untuk evaluasi dan perbaikan pelayanan kesehatan terhadap pasien BPJS. Negara harus memastikan tidak ada pasien yang merasa ditinggalkan,” ungkap Puan.

 

Puan menilai rentetan peristiwa yang dimulai dari keluhan pasien atas lambatnya pelayanan rumah sakit, komentar bullying oknum-oknum nakes di media sosial, sampai kemudian pasien meninggal dunia, telah melampaui persoalan pelayanan di satu rumah sakit maupun perilaku individu.

 

“Peristiwa ini menyentuh hal yang paling mendasar dalam pelayanan kesehatan, yaitu kepercayaan masyarakat bahwa Negara akan hadir ketika seseorang berada dalam kondisi paling rentan,” sebut Puan.

 

Ketika seorang pasien yang sedang berjuang mendapat perawatan menghadapi keterlambatan layanan dan kemudian menjadi objek komentar yang merendahkan martabatnya, kata Puan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya citra profesi dalam layanan kesehatan.

 

“Ini juga tentang kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan nasional,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

 

Puan mendorong Pemerintah untuk menjadikan kasus ini sebagai momentum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Baik dari aspek kapasitas rumah sakit, fasilitas dan sistem kesehatan nasional, hingga budaya pelayanan yang dibangun di seluruh fasilitas kesehatan.

 

“Pelayanan kesehatan tidak cukup diukur dari tersedianya tenaga medis, tempat tidur, maupun pembiayaan melalui JKN, tetapi juga dari kemampuan sistem memastikan setiap pasien diperlakukan secara cepat, manusiawi, dan bermartabat tanpa membedakan latar belakang maupun status kepesertaannya,” papar Puan.

 

Karena itu, Puan mendorong Pemerintah melakukan evaluasi nasional terhadap standar pelayanan pasien gawat darurat dan manajemen ketersediaan tempat tidur rumah sakit. “Termasuk memastikan adanya sistem informasi kapasitas layanan yang terintegrasi secara nasional sehingga pasien tidak lagi menghadapi ketidakpastian ketika membutuhkan perawatan segera,” ujarnya.

 

Puan juga meminta Pemerintah menetapkan standar nasional budaya pelayanan kesehatan yang menjadikan empati, penghormatan terhadap martabat pasien, serta akuntabilitas pelayanan sebagai bagian yang dievaluasi secara berkala. “Karena dalam profesi pelayanan publik seperti di fasilitas kesehatan, pendekatan personal dan sistem layanan sama pentingnya dengan standar klinis,” jelas Puan.

 

Sementara mengenai aksi bullying dan nirempati nakes, Puan menilai Pemerintah bersama organisasi profesi perlu memastikan setiap dugaan pelanggaran etik diproses secara transparan meski sejumlah nakes yang dimaksud telah menyampaikan permohonan maaf.

 

“Perlu ada investigasi lebih mendalam, apakah ada dampak dari pasien karena di-bully di media sosial. Dan harus ada penyelidikan terhadap pelaku untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa profesi di sektor layanan kesehatan memiliki mekanisme koreksi yang tegas,” terangnya.

 

Usai kasus ini viral, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan akan menyelidiki dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh dokter melalui media sosial. Tak hanya itu, para nakes yang sempat berkomentar kasar kepada Yurizal ramai-ramai menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

 

“Permintaan maaf merupakan bentuk tanggung jawab moral, namun negara tetap perlu memastikan bahwa setiap pelanggaran etika yang merendahkan martabat pasien ditindaklanjuti melalui pembinaan maupun penegakan kode etik sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Puan.

 

Puan menyebut, pelayanan kesehatan adalah salah satu wajah paling nyata tentang kehadiran Negara bagi rakyatnya. “Tidak boleh ada masyarakat yang kehilangan harapan ketika mencari pertolongan medis. Negara harus memastikan setiap orang yang datang ke fasilitas kesehatan memperoleh pelayanan yang cepat, bermartabat, dan penuh empati,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan dari SD hingga SMA

Pemerintah terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia. Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku pelajaran yang digunakan peserta didik, sekaligus upaya membangun budaya membaca sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap pembaruan buku ajar berawal dari kunjungan Kepala Negara ke sejumlah sekolah. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran yang digunakan para siswa dan menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian.

“Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Seskab Teddy, setelah mempelajari buku-buku pelajaran yang digunakan di Indonesia, Presiden Prabowo kemudian menginstruksikan agar dilakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.

“Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik,” ungkap Seskab Teddy.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada sejumlah aspek yang dinilai strategis. Selain penguatan karakter kebangsaan, Kepala Negara juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi, serta peningkatan kemampuan berbahasa asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

“Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris,” kata Menteri Pras.

Tidak hanya dari sisi materi, Presiden Prabowo juga menginginkan agar kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan. Buku ajar diharapkan memiliki tampilan yang lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

“Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pras juga mengungkapkan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap dunia pendidikan tidak terlepas dari kebiasaan membaca yang telah ditanamkan sejak kecil dalam lingkungan keluarganya. Menurutnya, budaya membaca secara rutin menjadi salah satu nilai yang kini ingin kembali digalakkan di lingkungan pendidikan nasional.

“Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua,” ujar Menteri Pras.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News