Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang akan bertugas di upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sedang digembleng. Sebanyak 54 pelajar SMA/SMK/MA mengikuti pemusatan Pendidikan dan Pelatihan.
Paskibraka tidak hanya memiliki tugas sebagai pengibar bendera, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai generasi muda yang dapat menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. “Menjadi Paskibraka bukan sekadar kemampuan baris-berbaris ataupun menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih. Lebih dari itu, pendidikan dan pelatihan Paskibraka merupakan proses pembentukan mental, karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjadi narasumber bagi Paskibraka di Asrama Haji Islamic Center Sumedang, Minggu (9/8/2026).
Menjadi bagian dari Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang membawa nama baik Kabupaten Sumedang. “Para pengibar bendera adalah generasi yang membawa kehormatan bagi Kabupaten Sumedang. Saya berharap anak-anak bangga karena telah diberikan amanah dan kehormatan menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,” ujar Bupati Dony.
Ia mengapresiasi kerja keras para calon Paskibraka yang telah mengikuti proses seleksi hingga terpilih untuk menjalani pendidikan dan pelatihan. “Kalian telah bekerja keras dan menjadi kebanggaan orang tua. Saya yakin orang tua kalian tersenyum dan bahagia melihat anak-anaknya mendapatkan kesempatan dan amanah ini,” katanya.
Bupati Dony menegaskan, tidak semua siswa mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Paskibraka. Karena itu, kesempatan tersebut harus dijadikan momentum untuk membangun karakter, meningkatkan prestasi, serta membahagiakan orang tua melalui kerja keras dan akhlak yang baik. “Tidak semua siswa mendapatkan kesempatan seperti ini. Jadikan kesempatan ini untuk terus bekerja keras, membangun akhlak, meraih prestasi dan menjadi anak yang membanggakan serta membahagiakan orang tua,” tuturnya.
Bupati meminta para Paskibraka menjadikan pendidikan dan pelatihan tersebut sebagai sekolah kehidupan. Sebab, selain kemampuan baris-berbaris, para peserta juga akan ditempa dengan nilai-nilai kepemimpinan, keteladanan, kerja sama dan kedisiplinan. “Jadikan kegiatan ini sebagai sekolah kehidupan. Di sini kalian dilatih kepemimpinan, keteladanan, kerja sama dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting dalam menghadapi kehidupan di masa depan,” ujarnya.
Bupati Dony berharap pengalaman selama menjadi Paskibraka dapat membentuk karakter peserta menjadi pribadi yang siap mengambil peran di tengah masyarakat. “Paskibraka ini menjadi salah satu proses untuk menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan. Jadilah pemimpin yang mampu meyakinkan orang lain, berkomunikasi dengan baik, demokratis, mampu memotivasi, terbuka, jujur dan amanah,” katanya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News






