Beranda blog Halaman 611

BNN Gelar Evaluasi Menyeluruh IBM dan Pemenuhan SNI

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) menyelenggarakan Evaluasi Operasionalisasi Unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) serta Evaluasi Capaian Output Pelaksanaan Asistensi dan Bimbingan Teknis pada Lembaga Rehabilitasi Target Reguler Tahun 2025 sesuai Standar SNI 8807:2022. Kegiatan evaluasi ini berlangsung secara hybrid, baik daring maupun luring, pada Senin (8/12).

Evaluasi IBM digelar untuk menilai pelaksanaan program secara menyeluruh. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 252 Unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) beroperasi di berbagai daerah, terdiri dari 207 Unit IBM Berkelanjutan, 24 Unit IBM Berkelanjutan Mandiri, 11 Unit IBM Baru di wilayah prioritas dan 10 Unit IBM Baru Mandiri. Salah satu fokus evaluasi adalah melihat kesesuaian antara target yang telah ditetapkan dengan capaian tahap perkembangan unit-unit tersebut, sehingga BNN dapat mengidentifikasi kemajuan, tantangan, serta faktor pendorong dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaan program IBM di lapangan.

Sementara itu, evaluasi capaian output pelaksanaan asistensi dan bimbingan teknis pada lembaga rehabilitasi terkait pemenuhan SNI 8807:2022 dilakukan untuk memotret secara mendalam proses pelaksanaan, mengukur ketercapaian output, serta mengidentifikasi sejauh mana peningkatan layanan telah terwujud setelah 6 bulan masa pembinaan yang dilakukan.

Selain Direktorat PLRKM BNN, evaluasi ini diikuti oleh perwakilan Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI), lembaga mitra, serta 34 BNN Provinsi dan 173 BNN Kabupaten/Kota. Kegiatan ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai hambatan serta merumuskan solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan selama program berlangsung.

BNN menekankan bahwa keberhasilan program IBM maupun pemenuhan standar layanan rehabilitasi sesuai SNI 8807:2022 tidak terlepas dari sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, lembaga mitra, serta masyarakat. Oleh karenanya, BNN mendorong seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan komitmen, dan berperan aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program agar kualitas layanan rehabilitasi dapat semakin optimal dan merata di seluruh wilayah.

Kepala BNN Hadiri CND KE-68 DI Wina, Indonesia Sorot Ancaman Narkotika Sintetis

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, menghadiri persidangan ke-68 The Commission on Narcotic Drugs (CND) yang berlangsung pada 4–5 Desember 2025 di United Nations Headquarters, Wina. Pada kegiatan ini Kepala BNN didampingi Direktur Kerja Sama, R.M. Aria Teguh Mahendra Wibisono, Direktur Narkotika, Ruddi Setiawan, Plt. Direktur Intelijen, Adri Irniadi serta Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol, Didik Hariyanto.

Sidang ini membahas perkembangan implementasi tiga Konvensi Internasional Pengendalian Narkotika, tren global narkotika sintetis, rekomendasi teknis WHO, serta dinamika geopolitik yang memengaruhi arah kebijakan narkotika internasional.

Dalam agenda pembahasan implementasi konvensi, UNODC memaparkan lonjakan signifikan jumlah New Psychoactive Substances (NPS) secara global, dari 254 jenis menjadi lebih dari 1.400 jenis dalam satu dekade terakhir, termasuk 168 opioid sintetis yang telah terdeteksi. Tren ini selaras dengan meningkatnya peredaran designer precursors dan kelompok zat sintetis baru seperti nitazenes, yang kini menjadi perhatian utama negara-negara anggota.

Dalam laporan yang dipresentasikan, WHO melalui Expert Committee on Drug Dependence (ECDD) merekomendasikan dua jenis nitazenes untuk dimasukkan ke Schedule I Konvensi 1961, serta MDMB-Fubinaca ke Schedule II Konvensi 1971. Sementara itu, perdebatan juga mengemuka terkait status daun koka, dengan rekomendasi WHO agar tetap berada di Schedule I, posisi yang didukung Indonesia.

Kepala BNN RI menegaskan pentingnya kesiapan nasional dalam menghadapi ancaman narkotika sintetis. Indonesia memerlukan penguatan kapasitas laboratorium, sistem deteksi dini, dan standar toksikologi yang memadai guna mengantisipasi masuknya narkotika jenis baru, serta mendukung model class-based scheduling bagi zat sintetis berisiko tinggi.

Dalam sidang juga membahas perkembangan implementasi Resolusi 68/6 mengenai pembentukan Panel Ahli Independen beranggotakan 19 pakar internasional. Hingga sesi ini, 15 kandidat ahli telah mendapatkan persetujuan, sementara beberapa kelompok regional masih berproses untuk mencapai konsensus.

Panel ini akan berperan penting dalam menyusun analisis ilmiah yang menentukan arah kebijakan global terkait narkotika dan prekursor. Dinamika geopolitik turut memengaruhi jalannya persidangan, mulai dari perdebatan mengenai operasi anti-narkotika, keberatan negara terhadap kandidat panel dari kawasan tertentu, hingga sorotan negara-negara Asia dan Afrika terkait penanganan opioid sintetis.

Delegasi Indonesia, dalam hal ini BNN mendapatkan apresiasi atas posisi yang tegas, konsisten, dan konstruktif dalam mendukung rekomendasi WHO, serta komitmen pada peningkatan kapasitas laboratorium nasional.

Kepala BNN RI menyampaikan bahwa Indonesia akan terus berperan aktif dalam forum internasional untuk memastikan setiap kebijakan global berbasis ilmiah, berimbang, dan memperhitungkan kepentingan keamanan kesehatan publik. Indonesia juga menegaskan perlunya respons nasional yang lebih adaptif terhadap ancaman sintetis, khususnya nitazenes dan prekursor desainer yang berkembang sangat cepat di berbagai kawasan dunia.

Pembangunan Tower Emergency Hampir Rampung di Bireuen

Di tengah cuaca ekstrem dan medan berat yang memaksa kabel melintasi aliran sungai, upaya memulihkan pasokan listrik Aceh terus dipacu. Tim Siaga Bencana Kementerian ESDM di Kabupaten Bireuen memastikan dua jalur Tower Emergency segera beroperasi setelah progres pembangunan fisik mencapai sekitar 87 persen.

Pekerjaan difokuskan pada dua jalur kritis, yakni Bireuen-Arun dan Bireuen-Peusangan. Menurut Ketua Tim Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, struktur menara untuk kedua jalur sudah berdiri dan tim teknis kini berada pada tahap penting penarikan kabel (stringing). “Tower emergency sudah berdiri dan proses penarikan kabel sedang berjalan,” kata Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi di Jakarta, Minggu (7/12).

Rudy menyebut kondisi cuaca dan topografi menjadi kendala utama. Lokasi yang menuntut kabel melintasi sungai serta hujan deras yang kerap mengguyur membuat pengangkutan material dan pengerjaan lapangan harus disesuaikan demi keselamatan tim. “Jika hujan deras, pekerjaan dihentikan untuk mengutamakan keselamatan,” tambah Rudy.

Kementerian ESDM terus berkomunikasi intensif dengan PT PLN (Persero). Tim di lapangan akan mengejar target operasional listrik sesuai arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo. “Operasional tower darurat diupayakan paling lambat dapat berfungsi pada hari Sabtu (6/12),” jelas Rudy.

Untuk mengatasi kebutuhan jangka pendek pada jaringan distribusi, PT PLN telah menempatkan genset ke beberapa wilayah terdampak, termasuk Takengon, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah. Prioritas penyaluran genset difokuskan pada fasilitas vital seperti rumah sakit dan instalasi PDAM agar layanan publik tetap berjalan saat pasokan transmisi belum sepenuhnya pulih.

Kementerian juga menyiagakan Tim Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) di tiga titik bencana untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana dan menindaklanjuti kendala teknis di lapangan. “Kami terus koordinasi dan monitor, Tim DJK berada di lokasi untuk mendorong percepatan pemulihan,” pungkas Rudy. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BNPB Salurkan Bantuan Kementerian LH dan PAN-RB Menuju Sumatra

BNPB kembali menerima bantuan untuk penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengirimkannya melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Sabtu (6/12).

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menerima secara simbolis bantuan yang diserahkan oleh Sekretaris Utama Kementerian LH Rosa Vivien Ratnawati. Bantuan Kementerian LH terdiri dari dua palet barang yang tiba di gudang Lanud pada Sabtu kemarin (6/12). Bantuan tersebut berupa pangan dan non-pangan, seperti minyak goreng, biskuit, makanan olahan, susu, beras, obat-obatan, sedangkan bantuan non-pangan terdiri pembalut, popok, perlengkapan mandi, ibadah dan kebutuhan dasar lain.

Di samping pengiriman melalui udara, sisa bantuan Kementerian LH akan dibawa melalui kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara itu, Kementerian PAN-RB juga memberikan bantuan pangan dan non-pangan kepada masyarakat terdampak tiga provinsi di Sumatra. Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan oleh beberapa pejabat di lingkungan Kementerian  PAN-RB kepada Deputi Sistem dan Strategi.

Bantuan pangan yang disalurkan berupa makanan kaleng, biskuit dan makanan bayi, sedangkan bantuan non-pangan meliputi perlengkapan mandi, pembalut, popok bayi, pakaian baru, selimut, handuk dan sarung.

Deputi Raditya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada kementerian dan lembaga yang telah memberikan sumbangsih, berupa bantuan kepada saudara-saudara yang terdampak bencana, di Provinsi Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat.

“Sekecil apa pun bentuk solidaritas yang kita berikan kepada masyarakat terdampak akan berpengaruh pada keberlangsungan hidup mereka. Kami tidak hanya mengirimkan logistik, tetapi juga menghadirkan harapan,” ujar Deputi.

Selanjutnya BNPB akan mencatat bantuan dan selanjutnya mengirimkan bantuan kemanusiaan ini menuju tiga wilayah terdampak, baik melalui udara dan laut. Operasional penerimaan bantuan untuk korban bencana ini didukung oleh klaster logistik nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo: Integritas Negara Tidak Boleh Goyah Saat Musibah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dalam setiap upaya penanganan dan pemulihan bencana di tanah air. Dalam arahannya terkait penanganan dan pemulihan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Presiden meminta seluruh pejabat untuk melihat setiap musibah dari perspektif yang lebih besar.

“Kita harus melihat perspektif yang lebih besar. Jadi kita harus tahu bahwa kalau ada cobaan kita harus lihat juga masalah bangsa yang lebih besar,” ucap Presiden dalam arahannya di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh yang berlokasi di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (07/12/2025).

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa bencana yang terjadi menjadi pengingat bahwa seluruh kemampuan dan sumber daya harus dikelola dengan baik demi kepentingan rakyat.

“Saya ingatkan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan,” katanya.

Kepala Negara pun mengingatkan jajarannya untuk memastikan tidak ada penyelewengan dalam proyek maupun program yang berada di bawah tanggung jawab mereka. Tidak hanya itu, Presiden menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi siapapun yang mencoba mengambil keuntungan di tengah penderitaan masyarakat.

“Saya tidak mau ada pihak-pihak yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya diri. Saya akan tindak sangat keras,” tegasnya.

Dalam arahannya, Presiden juga menginstruksikan jajarannya untuk mencatat dan menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku terhadap setiap indikasi kecurangan.

“Jangan ada mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat. Jadi kepolisian, semua pihak periksa. Pemda, catat kalau ada yang nakal-nakal, lipatgandakan harga dan sebagainya,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Laporkan Kondisi Listrik ke Presiden, Menteri Bahlil: Minggu Malam, 93% Listrik Nyala di Aceh

Pemerintah memastikan pasokan listrik ke daerah terdampak bencana hidrometeorologi dapat segera kembali normal. Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia hadir langsung di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, untuk memastikan listrik kembali menyala di pekan ini.

Kepada Presiden Prabowo, Bahlil melaporkan progres pemulihan tenaga listrik. Ia mengatakan bahwa pada Minggu malam 93 persen pelanggan di Provinsi Aceh akan kembali mendapatkan aliran listrik.

“Seluruh Aceh, 93% malam (Minggu) ini semua Aceh nyala,” ujar Bahlil kepada Presiden Prabowo di Bireuen, Minggu (7/12).

Presiden Prabowo mengapresiasi upaya Kementerian ESDM untuk pemulihan aliran listrik di Provinsi Aceh. Ia mengatakan bahwa Pemerintahan yang baru berjalan satu tahun ini telah dipilih untuk mengatasi kesulitan.

“Terima kasih, alhamdulillah. Ya ini, musibah, tantangan yang kita coba. Ini pimpinan baru satu tahun, presiden baru satu tahun, gubernur satu tahun, bupati satu tahun, tapi kita dipilih untuk mengatasi kesulitan,” ujar Presiden.

Pada kesempatan berbeda, Bahlil menyampaikan bahwa pada hari Minggu malam, sebagian besar pasokan listrik sudah kembali normal, menggunakan tegangan tinggi. Sebelumnya, sebagian aliran listrik masih menggunakan tegangan rendah.

“Insya Allah malam ini, semuanya sudah bisa normal. Dan kita sudah memakai gardu induk ya. Sekarang kan sebagian masih memakai tegangan rendah. Tapi mulai malam ini, insya Allah kita semua sudah pakai tegangan tinggi semua,” jelas Bahlil.

Secara rinci, progres pemulihan ketenagalistrikan di Provinsi Aceh, hingga hari Minggu siang, berjalan dengan baik. Dari 323 penyulang yang terdampak, 197 di antaranya sudah menyala. Untuk gardu distribusi, dari 14.916 yang terdampak, 10.837 sudah beroperasi normal. Sementara dari 374,1 Megawatt (MW) beban listrik yang terdampak, sudah pulih 254,22 MW. Dari 1.519.999 pelanggan terdampak bencana, 1.061.106 di antaranya susah menikmati listrik kembali.

Untuk membantu pemulihan listrik sementara, PT PLN (Persero) telah mengirimkan sejumlah genset ke Kabupaten Takengon Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah, dengan prioritas penggunaan untuk Rumah Sakit dan penyaluran air bersih. Sementara, progres pembangunan menara transmisi darurat (tower emergency) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Bireuen-Arun mencapai 89% dan SUTT Bireuen-Peusangan juga sudah 89%.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Percepatan Pemulihan Akses, Presiden Prabowo Tinjau Pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane di Bireuen

Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, ruas vital penghubung Bireuen-Takengon di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Minggu (7/12). Dengan bentang 30 meter, jembatan sementara tersebut menjadi urat nadi penting untuk memulihkan kembali akses darat yang terputus akibat banjir besar dan derasnya arus sungai.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung meninjau titik konstruksi yang berada tepat di tepi aliran sungai. Presiden menyaksikan dari dekat operasi alat berat, mulai dari ekskavator hingga loader yang bekerja tanpa henti memperkuat pondasi dan timbunan batu gajah sebagai oprit jembatan.

“Ini kita lihat salah satu jembatan Bailey yang dikerjakan. Mereka kerja terus, diharapkan satu minggu sudah bisa buka dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi yang menuju Bener Meriah dan Takengon,” ujar Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah mengerahkan seluruh kemampuan untuk memastikan akses logistik dan pergerakan masyarakat segera pulih.

“Semua usaha kita kerahkan. Nanti semua jembatan kita akan perbaiki. Mudah-mudahan 1 sampai 2 minggu. Karena masalahnya adalah tembus ini baru kita bisa kerja yang lain,” lanjut Presiden Prabowo.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden juga menerima laporan rinci mengenai kerusakan infrastruktur lain, termasuk kerusakan bendungan dan area persawahan warga.

“Jadi tadi dilaporkan Bendungan-bendungan juga banyak yang jebol. Nanti PU ya segera akan memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi dan sudah dilaporkan ke saya. Petani-petani tidak usah khawatir. Kalau sawahnya rusak, mereka akan balik memperbaiki,” tegas Kepala Negara.

Kunjungan tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah untuk menghadirkan negara di tengah rakyat serta memastikan bahwa pemulihan berlangsung cepat, terukur, dan berpihak kepada masyarakat terdampak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dukung Layanan Kesehatan, Pemerintah Kirim Genset 250 KWH ke Takengon

Pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan vital di wilayah terdampak bencana di Aceh. Pada Sabtu (6/12), sebuah genset listrik berkapasitas 250 kWh diangkut menuju Rumah Sakit di Takengon, Aceh Tengah menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Sabtu (06/12/2025) melalui helikopter BNPB, telah diangkut Genset listrik 250 KWH untuk Rumah Sakit di Aceh Tengah, Takengon,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.

Takengon merupakan salah satu wilayah yang akses daratnya belum sepenuhnya pulih.

“Takengon, Aceh Tengah, adalah salah satu kabupaten yang jalan daratnya terputus akibat longsor dan jembatan putus di berbagai jalur,” ungkap Seskab.

Pemerintah melalui PLN dan Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan percepatan perbaikan infrastruktur kelistrikan dan jalur transportasi darat. Upaya tersebut dilakukan secara simultan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat kembali terpenuhi.

“PLN dan Kementerian PU terus memperbaiki seluruh gardu listrik dan terus memberikan pasokan listrik serta membuka jalur darat secepat mungkin,” tulis Seskab.

Pengangkutan genset ini diharapkan dapat memperkuat operasional rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak dan membutuhkan penanganan segera. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan di seluruh wilayah terdampak bencana melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo: Solidaritas dan Sinergitas Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas sinergitas seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak bencana. Apresiasi tersebut disampaikan dalam arahannya pada rapat terbatas yang berlangsung di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh yang berlokasi di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12).

Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa kekompakan seluruh unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

“Semua pejabat, semua petugas saya lihat di lapangan sepertinya semua bersatu, kompak, kerja semua untuk rakyat, untuk segera memulihkan keadaan,” ucap Presiden.

Bencana yang melanda sejumlah wilayah, menurut Presiden merupakan cobaan sekaligus ujian bagi bangsa Indonesia. Namun, Kepala Negara menegaskan bahwa pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai musibah besar sebelumnya telah membentuk ketangguhan nasional.

“Dengan kerja sama, kekompakan, kita mampu menghadapinya. Dan kita buktikan kita kerja tanpa lelah. Saya lihat sendiri di lapangan, saya tanya para prajurit-prajurit ada yang sudah 7 hari, 8 hari ada yang bekerja, terima kasih,” katanya.

Terkait penyaluran bantuan, Presiden Prabowo mendorong agar manajemen penyaluran bantuan diperhatikan secara lebih teliti. Presiden menegaskan bahwa obat-obatan termasuk dalam kebutuhan prioritas yang harus segera dipenuhi dan dipastikan tiba tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan sampai ada yang dibutuhkan rakyat tidak sampai, saya kira obat-obatan harus segera, prioritas. Segala kebutuhan bisa segera saja obat-obatan itu,” tegasnya.

Selain kebutuhan medis, Presiden menyoroti pemenuhan kebutuhan pakaian bagi warga terdampak. Tidak hanya melalui program khusus penyediaan pakaian untuk wilayah bencana, Presiden turut mendorong partisipasi publik melalui donasi pakaian layak pakai.

“Nanti bisa digerakkan katakanlah kelompok-kelompok masyarakat yang mau menyumbang pakaian-pakaian mereka yang masih bagus. Saya kira bisa ini kita tunjukkan gotong royong kita, solidaritas sosial kita,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden mengajak seluruh pihak untuk menghadapi masa pemulihan ini dengan semangat positif dan kepercayaan diri. Presiden pun menyampaikan akan terus memantau perkembangan di wilayah terdampak.

“Saya hanya mau beri moril, saya hanya mau tahu, dengar langsung apa yang dibutuhkan sehingga bisa ada keputusan cepat. Jadi mungkin ratas-ratas kita nanti di daerah-daerah susah,” kata Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

PAN Salurkan Rp5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa sampai hari ini PAN menggalang dana sebesar Rp5 miliar untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Sampai hari ini telah terkumpul dana Rp5 miliar murni hasil penggalangan internal dari keluarga besar PAN, mulai dari Fraksi DPR RI, DPP, DPW, sampai DPD. Semua bergerak cepat” ujar Putri.

Ia menegaskan bahwa kader PAN di daerah terdampak sudah dan terus turun langsung untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. “Kami ingin pastikan bantuannya tepat sasaran. Anggota DPR dari dapil terdampak dan Ketua DPW setempat sudah berada di lapangan sejak hari2 awal bencana” jelasnya.

Putri menyebut bahwa saat ini PAN telah mendirikan puluhan titik dapur umum, bantuan sembako, logistik darurat, dan ambulans yang siap siaga untuk evakuasi darurat. Penyaluran dilakukan melalui struktur PAN di daerah bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan dan pemerintah setempat.

“Saat ini fokus kami hanya pada kerja nyata untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kesehatan dan keselamatan mereka menjadi prioritas kita” tutup Putri.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News