Beranda blog Halaman 615

BMKG Perkuat Koordinasi Layanan Meteorologi Jelang Nataru 2025/2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat koordinasi dan kesiapan layanan meteorologi menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui Rapat Koordinasi Teknis Meteorologi dan Persiapan Posko Nataru 2025/2026 yang dibuka secara resmi oleh Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada Rabu (3/12). Kegiatan ini menegaskan komitmen kelembagaan BMKG dalam memastikan layanan informasi cuaca berjalan optimal, terpadu, dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama Nataru.

Rakornis dihadiri oleh Plt. Sekretaris Utama BMKG Guswanto, Deputi Bidang Infrastruktur MKG Michael Andreas Purwoadi, jajaran Pejabat Tinggi Pratama, Kepala Balai Besar MKG Wilayah I–V, serta Kepala UPT Koordinator National Digital Forecast (NDF) BMKG. Kehadiran unsur pimpinan ini mencerminkan soliditas organisasi dalam mengonsolidasikan kesiapan operasional dan menyelaraskan langkah antar-unit kerja di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Kepala BMKG menekankan bahwa penguatan layanan meteorologi merupakan bagian integral dari dukungan BMKG terhadap kelancaran transportasi, logistik, dan aktivitas publik. Ia memastikan bahwa sistem layanan BMKG telah dipersiapkan secara berlapis agar informasi yang disampaikan tetap andal, konsisten, dan mudah dipahami.

“Prioritas kami adalah menghadirkan layanan meteorologi yang pasti, tenang, dan dapat dipercaya. Informasi harus membantu masyarakat beraktivitas dengan nyaman dan aman, bukan menimbulkan kekhawatiran,” ujar Faisal.

Kepala BMKG juga menegaskan bahwa komunikasi publik menjadi elemen penting dalam pelayanan kelembagaan. Penyampaian informasi harus dilakukan secara proporsional, terverifikasi, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna layanan.

“Kami ingin informasi yang keluar dari BMKG menjadi rujukan utama yang menenangkan, mencerahkan, dan memberi kepastian. Untuk itu, seluruh jajaran diminta menjaga satu suara dan satu standar dalam menyampaikan informasi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo melaporkan bahwa Rakornis mengusung tema “Meteorologi Siap Menguatkan Konektivitas dan Keselamatan Transportasi” sebagai wujud kesiapan BMKG mendukung aktivitas lintas moda selama periode Nataru melalui layanan meteorologi yang kuat dan terintegrasi.

Rakornis ini juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi kesiapan SDM, keandalan perangkat, serta penguatan sistem informasi, termasuk optimalisasi peran National Digital Forecast sebagai tulang punggung layanan prakiraan cuaca nasional.

Menutup arahannya, Faisal mengajak seluruh jajaran untuk menjaga profesionalisme, integritas, dan semangat pelayanan dalam mengemban mandat kelembagaan.

“Kita adalah satu organisasi. Kekuatan BMKG terletak pada soliditas internal, kompetensi, dan dedikasi seluruh insan BMKG dalam melayani masyarakat,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Pemprov NTB Pastikan Stok Beras dan Minyak Tetap Terkendali

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Ketahanan Pangan memastikan stok beras dan minyak aman. Salah satu upaya tersebut dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian GPM pada awal Desember digencarkan untuk menekan fluktuasi harga kebutuhan pokok yang mulai menunjukkan kenaikan.

“Memasuki Desember, komoditas yang paling banyak diburu masyarakat adalah beras dan minyak. Untuk cabai, bawang, dan tomat terjadi perubahan harga, namun stok masih aman,” ujarnya di Lapangan Banteng, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Rabu (3/12).

Aidy menambahkan, rangkaian GPM akan terus dilaksanakan hingga menyongsong Tahun Baru sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT NTB ke-67.

Program GPM selama ini dinilai efektif meredam lonjakan harga di berbagai kecamatan. Pemerintah Provinsi NTB memastikan kegiatan serupa akan terus diperluas terutama di wilayah yang jauh dari akses pasar dan rawan inflasi, mengingat akhir tahun merupakan periode konsumsi tinggi.

Salah satu warga Lingsar, Ibu Jamilah, mengaku terbantu dengan adanya GPM di daerahnya.

“Ini sangat membantu. Tidak perlu ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok. Harganya juga lebih terjangkau meski selisihnya hanya dua ribu. Kami berharap kegiatan seperti ini terus digelar,” ujarnya.

Polda NTB juga turut memberikan stimulasi melalui pembagian donat dan aneka minuman kepada anak-anak sekolah sehingga produk UMKM yang dihadirkan dalam kegiatan GPM kali ini ludes terjual.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Polri Apresiasi Masyarakat dan Relawan Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana

Bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus disalurkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai relawan. Hingga hari ini, bantuan masih terus dikirimkan untuk menjangkau semua titik di tiga provinsi terdampak tersebut.

Pada hari ini pun disalurkan bantuan logistik dari masyarakat melalui penerbangan dari Lapangan Udara Mako Poludara Baharkam Polri menuju Kualanamu, Sumatera Utara. Bantuan ini dikirimkan oleh masyarakat relawan, di antaranya Ferry Irwandi dan Jovial Da Lopez.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan makanan, pakaian, dan perlengkapan mandi dengan total 2.639 Kg. Polri pun mengapresiasi atas peran masyarakat dalam kepedulian terhadap korban terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor.

“Polri mengapresiasi peran aktif masyarakat dengan bahu-membahu menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yag tersampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkap Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (4/12).

Menurut Komjen Pol Dedi, peran serta masyarakat menjadi wujud kepedulian terhadap sesama dan akan semakin memaksimalkan penanganan bencana alam yang tengah terjadi. Sinergitas semua pihak menjadi kekuatan dalam percepatan penanganan bencana ini.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan relawan, di antaranya Bang Ferry Irwandi dan Bang Jovial Da Lopez atas kontribusinya terhadap bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” jelas Wakapolri.

Lebih lanjut ditegaskan Wakapolri bahwa Polri juga telah membuka posko bencana secara terpusat dan di daerah. Posko ini sebagai wadah untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan dari masyarakat kepada korban terdampak bencana alam di berbagai wilayah terdampak bencana dan bisa dihubungi melalui call center 081298420098 dan Posko pengiriman bantuan Polri di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. 08113864906

Wakapolri menegaskan bahwa Polri terus memperkuat langkah cepat penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melalui pengaktifan sejumlah posko logistik di titik-titik strategis.

“Seluruh jajaran telah kami gerakkan. Di Aceh, dua posko utama sudah beroperasi, di bawah kendali Polda Aceh dan posko terpadu BNPB di Lanud Banda Aceh. Sementara di Sumatera Barat, satu posko logistik Polda Sumbar telah siap melayani kebutuhan masyarakat. Untuk Sumatera Utara, tiga posko—Polda Sumut, Kualanamu, dan Silangit—kami pastikan siaga penuh,” ujar Wakapolri.

Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan posko-posko ini memastikan distribusi bantuan, koordinasi lintas instansi, dan respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak dapat berjalan efektif.

“Fokus kami adalah kecepatan, ketepatan, dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan tanpa hambatan. Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan maksimal bagi warga yang terdampak,” tegas Wakapolri.

Di sisi lain, Ferry Irwandi mengungkap bahwa pemberian bantuan kemanusiaan ini bekerja sama dengan Polri dan Kitabisa. Bantuan ini pun akan terus disalurkan secara bertahap.

“Kita menuju Pulau Sumatera sekarang dengan 2,6 ton bantuan tahap awal, nantu menyusul lagi, menyusul lagi. Semangat semuanya!” dikutip dari media sosial @kitabisa dan Ferry Irwandi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenperin Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pelepasan bantuan dilakukan hari ini di Jakarta sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas pemerintah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Bantuan yang dikirimkan terdiri atas kebutuhan dasar seperti paket sembako, air minum, pakaian layak pakai, perlengkapan kebersihan, serta dukungan logistik lainnya. Selain bantuan barang, Kemenperin juga menyalurkan bantuan uang tunai yang dihimpun dari pejabat dan pegawai sebagai bentuk gotong royong internal.

Pengumpulan donasi internal ini telah mencapai satu truk muatan bantuan barang dan dana tunai yang akan disalurkan melalui satuan kerja Kemenperin di daerah untuk mendukung operasional dapur umum dan kebutuhan mendesak lainnya.

“Kami memahami bahwa bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini memiliki skala yang cukup besar, sehingga masyarakat di daerah terdampak tentu membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Hari ini kami mengirimkan sebagian bantuan terlebih dahulu sebagai tahap awal, dan akan ada pengiriman berikutnya yang kami susulkan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kegiatan pelepasan bantuan bencana banjir di Jakarta, Rabu (3/12).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku industri yang turut memberikan dukungan baik dalam bentuk barang maupun dana tunai. “Banyak bantuan dari perusahaan manufaktur yang sudah disalurkan, baik melalui Kemenperin maupun lembaga lain. Yang terpenting adalah adanya panggilan kepedulian untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” ungkapnya.

Salah satu bantuan yang dikirimkan hari ini adalah AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Pedesaan) untuk penyulingan air, kendaraan multifungsi berbasis teknologi manufaktur nasional yang dapat menyediakan air bersih.

“AMMDes penyulingan air sangat relevan dengan kebutuhan wilayah terdampak, mengingat persoalan air bersih menjadi kendala utama. Hari ini dikirim satu unit, dan kami sedang berkoordinasi dengan produsen untuk mempercepat penambahan unit berikutnya. Semua barang bantuan yang kami kirim akan kami pastikan bahwa barang tersebut adalah produk industri dalam negeri,” jelas Menperin.

Dari sisi industri, laporan sementara menunjukkan bahwa kawasan industri di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara umum tidak mengalami kerusakan berarti dan masih dapat beroperasi. Kendala justru dialami beberapa pabrik di luar kawasan industri akibat masalah akses serta gangguan utilitas, terutama pasokan air dan listrik.

“Pemerintah berkomitmen mempercepat pemulihan utilitas dan akses agar aktivitas masyarakat dan industri dapat kembali normal,” tegasnya.

Untuk mendukung ketepatan distribusi bantuan, Kemenperin juga bekerja sama dengan TNI yang menyiapkan pesawat angkut menuju tiga wilayah terdampak. Sementara itu, bantuan uang tunai yang dihimpun akan digunakan satuan kerja di daerah untuk memperkuat operasional dapur umum dan pemenuhan kebutuhan harian masyarakat terdampak secara cepat.

Kemenperin berharap kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan berbagai pihak dapat mempercepat pemulihan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Ketua MPR RRT Wang Huning

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Huning di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/12). Rangkaian penyambutan berlangsung dengan penuh kehormatan sejak kendaraan resmi Ketua MPR RRT memasuki gerbang utama Istana Merdeka.

Kedatangan Wang Huning di serambi kanan Istana disambut oleh penampilan Tari Pa’gellu Toraja dari 12 penari dan pemusik sebagai bentuk penghormatan dan perwujudan kekayaan budaya Indonesia. Setelah turun dari kendaran, Ketua MPR RRT menuju beranda utama Istana Merdeka untuk selanjutnya disambut dengan jabat tangan erat oleh Presiden Prabowo.

Kedua pemimpin kemudian menuju ruang kredensial untuk mengabadikan momen dalam sesi foto bersama. Setelahnya, Ketua MPR RRT melakukan penandatanganan buku tamu sebagai simbol kehormatan dan persahabatan diplomatik kedua negara.

Usai penandatanganan, Presiden Prabowo memperkenalkan delegasi Indonesia yang hadir untuk mengikuti pertemuan. Tampak hadir yakni Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, dan Wakil Duta Besar Indonesia untuk RRT Irene.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tête-à-tête antara Presiden Prabowo dan Wang Huning. Pertemuan empat mata tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama strategis antara Indonesia dan RRT.

Setelah tête-à-tête, Presiden Prabowo kemudian memperlihatkan sejumlah pemberian untuk menjadi kenang-kenangan dari kunjungan Ketua Wang ke Indonesia. Tidak hanya itu, Kepala Negara turut memperlihatkan foto bayi panda yang diberi nama Satrio Wiratama atau Rio yang berarti berjuang mulia, yang berani, dan berbudi luhur.

Selanjutnya, kedua pemimpin melakukan working lunch bersama dengan delegasi masing-masing. Rangkaian kunjungan kehormatan Wang Huning menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperdalam hubungan bilateral Indonesia dan RRT yang dapat memberikan dampak nyata bagi rakyat kedua negara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Perkuat Data BPS untuk Pemerataan Renovasi Rumah BSPS Mulai 2026

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Penajam Paser Utara, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Kepala BPS serta Anggota DPR Komisi V menghadiri pertemuan di Wisma Mandiri 2 Lantai 21 untuk membahas penyempurnaan data dan pemerataan program renovasi rumah melalui BSPS di seluruh Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari BPS, pemerintah ingin memastikan agar data baru termasuk data kemiskinan dan kondisi rumah dari Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar utama penyusunan target renovasi rumah.

“Papua dan Nusa Tenggara memiliki persentase penduduk miskin tertinggi. Ini harus menjadi perhatian khusus. Pemerintah pusat harus menunjukkan keberpihakan kepada wilayah yang sangat tertinggal, termasuk Papua dan NTT,” tegas Menteri PKP.

Ia juga menyoroti bahwa sejumlah wilayah perkotaan seperti Jakarta Utara (peringkat 6), Jakarta Selatan (10), dan Jakarta Barat (18) termasuk dalam 100 kabupaten/kota dengan gini ratio tertinggi, yang menunjukkan ketimpangan signifikan dan perlu diintervensi.

Menteri PKP menegaskan bahwa mulai tahun 2026, tidak boleh ada satu kabupaten pun yang tidak mendapatkan program renovasi rumah. Ia menyebut langkah ini sebagai perubahan besar dalam mendistribusikan bantuan sosial negara, yang memastikan pemerataan dan keadilan bagi seluruh daerah.

Gubernur Papua Barat mengungkapkan bahwa ketidakakuratan data selama ini turut disebabkan oleh keterbatasan petugas statistik di lapangan. Ia meminta pendataan ke depan memastikan seluruh desa terjangkau agar tidak merugikan daerah.

Di akhir pertemuan, Menteri PKP Maruarar Sirait juga melaporkan penanganan bencana. Ia menugaskan tiga Dirjen di Sumatera Barat, di Sumatera Utara, dan Pak Indra di Aceh untuk menentukan lokasi relokasi yang aman. Saat ini tersedia 430 stok rumah di Medan dan 140 unit di Bandung yang siap dimanfaatkan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menhan Sjafrie Hadiri Trilateral Meeting Indonesia–Australia–PNG di Papua Nugini

Menteri Pertahanan RI (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja Papua Nugini pada Rabu (3/12) untuk menghadiri Indonesia–Australia–PNG Ministers’ Trilateral Meeting. Dalam kunjungan tersebut Menhan menekankan bahwa pertemuan trilateral perdana ini memiliki arti strategis dalam memperkuat kerja sama pertahanan antara ketiga negara.

Menhan Sjafrie hadir didampingi sejumlah delegasi utama, termasuk Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini serta Wakil Panglima TNI, bersama jajaran pejabat Kemhan. Menhan Sjafrie mengutarakan apresiasi dan rasa terima kasih atas undangan Menteri Pertahanan Papua Nugini, Billy Joseph, serta Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, dalam Pertemuan Trilateral Menteri Pertahanan Indonesia–Australia–Papua Nugini.

Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa hubungan baik antarnegara tetangga harus terus dipupuk melalui dialog dan pertemuan intensif. “Semakin sering kita saling mengunjungi, semakin kuat rasa kekeluargaan di antara kita,” ujar Menhan Sjafrie.

“Kami memahami pentingnya pertemuan ini. Dari sini, kita dapat meningkatkan dan mengembangkan kerja sama antara Indonesia, Australia, dan Papua Nugini,” tambah Menhan RI.

Menhan Sjafrie juga meyakini bahwa Pertemuan Trilateral Menteri Pertahanan pertama ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat dialog pertahanan, meningkatkan kerja sama praktis, serta memberikan kontribusi nyata bagi keamanan kawasan. “Semoga pembahasan kita hari ini membuka jalan bagi keterlibatan yang lebih erat dan terbangunnya kepercayaan strategis untuk kebaikan negara-negara kita dan kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas,” ungkap Menhan Sjafrie.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Firman Soebagyo Soroti Masalah Produksi dan Distribusi Pangan di Sumatera Selatan

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengikuti kunjungan kerja Komisi IV ke Kantor Gubernur Sumatera Selatan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah terkait persoalan ketahanan pangan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Firman menegaskan bahwa agenda serap aspirasi ini diarahkan untuk menggali berbagai hambatan yang selama ini menyebabkan persoalan carut-marut pangan, seperti distribusi beras yang beberapa waktu lalu sempat terganggu akibat perbedaan kebijakan, persoalan harga, hingga isu pemalsuan.

“Kami mendengarkan berbagai masukan dari daerah, termasuk persoalan yang berkaitan dengan Bulog, produksi pangan, alih fungsi lahan, serta perlindungan dan pemberdayaan petani. Semua regulasinya sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana pelaksanaannya diperkuat,” ujar Firman di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV ke Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/12).

Ia menyoroti bahwa Undang-Undang Alih Fungsi Lahan (UU 41/2009) dan UU Perlindungan serta Pemberdayaan Petani sudah mengatur aspek penting terkait produksi. Namun di lapangan, masih banyak kebijakan yang belum dilengkapi petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat.

Firman menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian, khususnya terkait perbaikan irigasi dan infrastruktur pendukung produksi. “Kalau hulunya tidak diperbaiki, hilirnya tidak akan maksimal. Ini perlu konsistensi agar target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo dapat terwujud secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa anomali cuaca seperti banjir, kekeringan, dan perubahan pola musim akan terus menjadi tantangan serius bagi produksi pangan nasional.

Terkait perlindungan petani dan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, Firman menyampaikan bahwa penguatan regulasi akan dibahas bersama dalam proses revisi UU Pangan. Selain itu, ia menilai perlu adanya insentif yang jelas dan menguntungkan agar sektor pertanian kembali diminati.

Pada aspek distribusi, Legislator Dapil Jawa Tengah III ini menilai pentingnya penguatan kelembagaan Bulog. Ia mengusulkan transformasi Bulog menjadi lembaga sui generis agar memiliki kewenangan khusus yang lebih kuat dalam menjamin stabilitas pasokan dan distribusi beras. Penggilingan-penggilingan padi skala menengah yang sempat berhenti diharapkan dapat kembali berfungsi bekerja sama dengan Bulog.

“Ke depan, beras untuk kebutuhan masyarakat idealnya 67 persen dikelola Bulog, sementara beras premium tetap oleh swasta. Ini untuk mempermudah tata kelola distribusi,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Firman menutup dengan pesan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir, agar Indonesia tidak bergantung pada produk impor di tengah jumlah penduduk yang besar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mentan Amran Lepas 207 Truk Bantuan Bencana Banjir Sumatra

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas 207 truk bantuan logistik senilai Rp34,8 miliar, bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kementan peduli bersama mitra strategis. Bapak Presiden telepon, kami laporkan ke beliau bahwa ini bantuan totalnya Rp75 miliar. Hari ini kita berangkatkan senilai Rp34,8 miliar dalam bentuk barang yang dibutuhkan saudara-saudara kita yang terdampak,” kata Mentan Amran pada Kamis (4/12).

Mentan Amran menyebutkan bahwa bantuan pada pagi ini meliputi beras, minyak goreng, gula, air mineral, susu, sosis, mie instan, sarden, kopi, teh, pakaian, pembalut, hingga telur. Sebagian besar merupakan barang kebutuhan siap saji yang dibutuhkan para pengungsi pada fase tanggap darurat.

Seluruh bantuan dikonsolidasikan dari cadangan pemerintah, kontribusi pegawai Kementan, serta partisipasi mitra usaha.

“Kami ucapkan terima kasih kepada jajaran Kementan dan mitra. Ada yang menyumbang beras 25 ton. Kemudian minyak goreng yang kita berangkatkan hari ini 35 ton, gula 38 ton, susu 1.780 dus, air mineral 2.480 dus. Masih banyak lainnya sesuai kebutuhan sekarang,” terangnya.

Pengiriman dilakukan melalui dua jalur: laut menggunakan kapal perang TNI AL, dan udara menggunakan Hercules A-1333 yang terbang hari ini dari Bandara Halim menuju Padang. Tiga truk berisi tiga ton bantuan diberangkatkan terlebih dahulu melalui jalur udara untuk menjangkau titik-titik yang paling membutuhkan.

“Kemarin di lapangan kami melihat langsung di Tapanuli Tengah, masih ada kebutuhan tambahan beras. Kami sudah ACC 5.000 ton di tempat pengungsian, dan kami siapkan cadangan tiga kali lipat dari kebutuhan agar tidak ada satu orang pun kekurangan beras,” ujar Mentan Amran.

Bantuan yang telah disalurkan sebelumnya meliputi Rp3 miliar untuk masyarakat Tapanuli Tengah serta paket bantuan pangan untuk Aceh senilai Rp67,5 miliar berupa 5.000 ton beras dan Rp7,16 miliar minyak goreng. Total bantuan yang telah dan sedang dikirim mencapai Rp107,6 miliar.

“Saudara-saudara kita di daerah terisolasi memang harus dijangkau pakai helikopter. Tapi kemarin kami melihat sendiri: mereka antre rapi, mengambil satu-satu tanpa syarat KTP. Itu sebabnya distribusi harus cepat dan tanpa birokrasi yang menghambat,” kata Amran.

Untuk memastikan operasi berjalan 24 jam, Kementan–Bapanas menugaskan Satgas gabungan di tiga provinsi. Seluruh satuan kerja di tiga provinsi tersebut ditetapkan sebagai posko bantuan resmi Kementan–Bapanas.

“Stok nasional aman. Cadangan beras kita 3,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Beras sudah berada di provinsi masing-masing, tinggal diambil begitu ada permintaan dari gubernur atau wali kota,” tambah Mentan Amran.

Mentan Amran menutup dengan menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini harus dijalankan tanpa jeda.

“Saudara-saudara kita tidak punya waktu menunggu. Ini darurat. Kami siap 24 jam, dan semua tim yang ditugaskan tetap di lapangan sampai distribusi selesai,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hj. Nevi Zuairina Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Sumatera Barat yang sedang menghadapi musibah.

Pada kegiatan penyaluran bantuan yang berlangsung di Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, ia menyampaikan bahwa solidaritas dan kebersamaan adalah fondasi kekuatan masyarakat Sumbar dalam bangkit dari bencana alam.

Bantuan yang disalurkan melalui lembaga sosial dan para relawan lokal ini ditujukan untuk membantu warga yang terdampak langsung.

Hj. Nevi menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat dari Sumatera Barat II, sudah menjadi amanah baginya untuk hadir dan memastikan masyarakat mendapatkan dukungan nyata saat menghadapi kesulitan.

Ia menyampaikan bahwa setiap bencana membawa duka dan kerugian, namun Sumbar selalu mampu bangkit berkat budaya gotong royong yang kuat.

“Masyarakat Sumbar, termasuk di Kabupaten Agam, memiliki ketabahan luar biasa. Bantuan ini memang tidak dapat menggantikan seluruh kerugian, namun saya berharap dapat menjadi penguat semangat bahwa kita menghadapi musibah ini bersama-sama,” ujar Hj. Nevi Zuairina.

Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan dasar dan beberapa barang penunjang bagi warga yang masih berada dalam masa pemulihan.

Politisi PKS ini memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, para tokoh nagari, dan relawan yang bekerja keras memastikan distribusi bantuan berlangsung cepat dan tepat sasaran.

Selain bantuan langsung, legislator perempuan PKS ini juga menyoroti pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur di Kabupaten Agam, terutama akses jalan, fasilitas umum, dan jaringan vital yang terdampak.

Menurutnya, pemulihan ini sangat penting agar aktivitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada usaha harian dapat kembali berjalan normal.

Ia menyampaikan akan terus mengawal berbagai kebutuhan masyarakat Agam dan wilayah Sumbar lainnya pada tingkat pusat, termasuk memastikan alokasi anggaran penanggulangan bencana dapat dimanfaatkan secara optimal. Nevi juga mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat saling membantu.

“Mari kita jaga kebersamaan, terus mendoakan keselamatan daerah kita, dan memastikan setiap langkah pemulihan berjalan dengan aman, cepat, dan berpihak pada masyarakat,” tutup Hj. Nevi Zuairina.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News