Beranda blog Halaman 633

Bahas RUU Hak Cipta, Yanuar Arif Kritisi Mandat LMKN dalam Pembangunan SLIM

Anggota Baleg DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyampaikan sejumlah kritik konstruktif terkait mandat kelembagaan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), progres pembangunan Sistem Informasi Lagu dan Musik (SILM), hingga persoalan somasi terhadap pelaku usaha.

Dalam rapat tersebut, Yanuar menilai bahwa LMKN belum menjalankan tugas utama yang bersifat mandat dalam peraturan pelaksana, yaitu pembangunan SILM. Ia menilai ketiadaan pembahasan mengenai SILM dalam paparan LMKN menjadi indikator lemahnya fondasi pengelolaan royalti saat ini.

“LMKN ini tugasnya cuma tiga, yaitu memungut, menghimpun, dan mendistribusikan. Tapi tugas utama yang mandatori dalam PP, yakni pembangunan SILM, justru tidak muncul dalam paparan ini. Saya cari beberapa kali, tidak ada kata SILM sama sekali,” ujarnya dalam Rapat Kerja Baleg di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11).

Yanuar menyebut bahwa tanpa sistem informasi terpadu, mekanisme penarikan royalti akan terus menimbulkan kegaduhan, baik bagi UMKM, industri perhotelan, hingga sektor-sektor yang memanfaatkan karya musik dalam layanan komersial.

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyoroti urgensi pembenahan tata kelola royalti musik nasional dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan LMKN. RDPU ini digelar dalam rangka harmonisasi Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dengan menghadirkan LMKN sebagai narasumber.

Dalam kesempatan yang sama, Politisi Fraksi PKS ini juga mempertanyakan maraknya somasi LMKN kepada pelaku usaha seperti hotel atau kafe. Ia menegaskan perlu ada kejelasan terkait atribusi kewenangan lembaga tersebut.

“Apa dasar LMKN melakukan somasi? Siapa yang memberikan mandat? Sementara Undang-Undang Hak Cipta itu ranahnya keperdataan antar para pihak, jauh dari aspek pidana. Pidana pun hanya untuk pembajakan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan somasi berpotensi menimbulkan ketakutan bagi UMKM. Maka dari itu, ia menilai moratorium somasi yang sebelumnya disepakati harus benar-benar dijalankan hingga revisi UU Hak Cipta rampung.

Yanuar juga meminta LMKN menjelaskan besaran potensi royalti nasional yang sebenarnya dapat dihimpun dan didistribusikan secara adil. Ia menilai nilai yang selama ini dilaporkan belum menggambarkan total potensi ekonomi royalti di Indonesia.

Selain itu, ia mengkritisi mekanisme penarikan royalti berbasis jumlah kursi (seat-based charging). Menurutnya, pendekatan tersebut sudah tidak relevan dalam era digitalisasi yang memungkinkan perhitungan lebih presisi melalui SILM.

“Kalau ada hubungan keperdataan langsung antara pencipta dan pengguna, di mana posisi LMKN? Misalnya Bang Haji Rhoma Irama membebaskan lagunya untuk diputar. Mengapa tetap harus dipungut?” ujarnya.

Melihat kompleksitas persoalan, Yanuar menyampaikan gagasan perlunya pembentukan badan khusus di bawah negara untuk mengelola royalti secara transparan dan adil bagi semua pemangku kepentingan.

“Kalau SILM ini memang butuh biaya besar, negara harus hadir. Bahkan sistem ini bisa menjadi PNBP. Badan ini bisa mengelola proses transaksi, pendaftaran hak cipta, performa, hingga distribusi royalti,” jelasnya.

Ia menilai keberadaan badan tersebut akan memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang proporsional bagi pencipta, performer, produser, serta UMKM yang selama ini merasa terbebani.

Menutup pernyataannya, Yanuar menegaskan bahwa revisi UU Hak Cipta harus memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem musik nasional. Ia meminta LMKN memperbaiki tata kelola internal sebelum melangkah lebih jauh.

“Nah ini jadi catatan kita semua. Banyak pihak mengeluh: pencipta, performer, produser. Semoga dalam perumusan lebih detail nanti kita bisa lebih tajam,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Nasir Djamil Harapkan Presiden Tetapkan Banjir Besar sebagai Bencana Nasional

Anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, mengharapkan Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status bencana nasional atas musibah banjir besar yang melanda sejumlah provinsi di Indonesia. Menurutnya, langkah ini sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya para korban yang kini menghadapi kondisi yang semakin parah dan memprihatinkan.

Nasir menjelaskan bahwa di Aceh dan beberapa daerah lain, banjir telah menyebabkan banyak keluarga terjebak, akses darat terputus, dan distribusi bantuan belum mampu menjangkau seluruh titik terdampak. Informasi yang tersebar luas di berbagai platform media sosial juga menggambarkan kondisi lapangan yang mengkhawatirkan, baik dari aspek keselamatan warga maupun kerusakan infrastruktur.

“Banjir besar ini telah menelan korban jiwa, memicu penyakit kulit, memadamkan arus listrik di berbagai wilayah, dan mengakibatkan kerugian material serta immaterial yang tidak terhitung. Di Aceh, banjir akhir tahun ini merusak banyak barang elektronik dan kendaraan bermotor warga,” ujar Nasir.

Ia menilai bahwa penanganan bencana akan terhambat apabila pemerintah pusat belum menetapkan status bencana nasional. Putusnya jalur darat di sejumlah wilayah mengakibatkan kelangkaan kebutuhan pokok yang memperparah kondisi warga, khususnya yang mengungsi dan tidak dapat dijangkau secara cepat oleh bantuan daerah.

Nasir menegaskan bahwa kondisi banjir kali ini telah memenuhi indikator yang diatur dalam regulasi kebencanaan Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, serta Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dalam Keadaan Tertentu, penetapan bencana nasional dapat dilakukan apabila terdapat korban dalam jumlah besar, kerugian material yang signifikan, cakupan wilayah terdampak yang luas lintas daerah, terganggunya fungsi pelayanan publik dan pemerintahan, serta menurunnya kemampuan daerah dalam menangani bencana. Melihat situasi banjir yang terjadi di banyak provinsi, menurut Nasir, kondisi tersebut telah dengan jelas memenuhi unsur-unsur yang disebutkan dalam peraturan tersebut.

“Jika tidak segera ditetapkan sebagai bencana nasional, saya khawatir jumlah korban akan terus bertambah. Dengan kerendahan hati, saya meminta dan mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan status tersebut. Negara dan pemerintah pusat harus hadir, turun tangan, dan menyalurkan bantuan yang lebih besar serta terkoordinasi,” tegas anggota Fraksi PKS itu.

Nasir menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, dan karena itu ia meyakini bahwa Presiden Prabowo tidak akan ragu mengambil langkah luar biasa demi melindungi masyarakat yang saat ini terdampak banjir besar di berbagai daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Bogor dan DPRD Tetapkan Persetujuan Penguatan Layanan Publik dan Ketertiban Daerah

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama DPRD Kabupaten Bogor resmi menyepakati tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna DPRD, Jumat (28/11).

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa ketiga Raperda tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan ketertiban umum, serta menjamin pemenuhan hak bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.

Adapun tiga Raperda yang disetujui bersama tersebut meliputi, Raperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Raperda Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat. Dan Raperda Pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Rudy Susmanto menjelaskan bahwa persetujuan Raperda perubahan susunan perangkat daerah ini penting untuk memastikan struktur organisasi Pemerintah Kabupaten Bogor tetap sesuai dengan kebutuhan daerah serta perkembangan regulasi nasional.

Menurutnya, penataan kembali perangkat daerah harus mampu menciptakan organisasi yang lebih ramping, efisien, namun tetap produktif dalam memberikan pelayanan publik.

“Keberadaan Perda ini akan memperkuat langkah-langkah pemerintah dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas dan menumbuhkan budaya disiplin di tengah masyarakat. Peraturan ini diperlukan agar Kabupaten Bogor semakin kondusif dan stabil. Ketertiban umum adalah pondasi bagi terciptanya ruang hidup yang harmonis bagi seluruh warga,” jelas Rudy.

Ia melanjutkan, Raperda ketiga yang disetujui bersama yaitu tentang Pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Bupati menegaskan bahwa regulasi ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan menjadi komitmen Pemkab Bogor dalam memastikan seluruh warga memperoleh perlakuan yang adil dan setara.

“Raperda ini akan menjadi dasar hukum penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas serta memperkuat perlindungan dari segala bentuk diskriminasi dan eksploitasi. Ini bukan hanya regulasi administratif, tetapi wujud penghormatan kita terhadap hak-hak penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Rudy mengapresiasi pimpinan dan seluruh anggota DPRD, khususnya panitia khusus yang telah membahas ketiga Raperda tersebut secara mendalam hingga siap ditetapkan. Ia menegaskan bahwa penyelesaian tiga produk regulasi ini adalah bukti harmonisasi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD yang telah bekerja keras. Sinergi ini harus terus terjaga demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang semakin maju dan inklusif,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mualem Gelar Rapat Darurat Penanganan Banjir Aceh Utara, Perintahkan Percepatan Bantuan

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menggelar rapat koordinasi penanganan bencana banjir bersama Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil (Ayahwa), di Pendopo Bupati Aceh Utara, Minggu (30/11) malam.

Rapat tersebut digelar untuk mempercepat langkah penanganan darurat, terutama distribusi bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

Dalam arahannya, Mualem meminta seluruh pihak bekerja maksimal untuk menangani bencana banjir ini agar kebutuhan masyarakat yang terdampak segera terpenuhi.

“Kita harus bekerja sama dan ikhlas dalam menangani musibah ini. Bantuan sudah datang ke Aceh Utara, baik melalui jalur laut maupun udara. Bantuan ini segera kita salurkan,” kata Mualem.

Ia juga meminta data terbaru terkait jumlah pengungsi, desa terdampak, serta situasi akses transportasi, listrik, dan komunikasi yang masih terputus di beberapa wilayah.

“Saya minta data terbaru terkait dampak bencana di Aceh Utara, agar semua penanganan tepat sasaran,” katanya.

Selain Aceh Utara, Mualem juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan korban banjir di kabupaten/kota lainnya di Aceh, termasuk memastikan dukungan logistik dan evakuasi berjalan tanpa hambatan.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menegaskan bahwa kondisi warga terdampak masih sangat memprihatinkan di sejumlah titik yang belum terjangkau bantuan.

“Kita harus proaktif membantu masyarakat. Karena masih ada masyarakat yang kekurangan logistik,” kata Ayahwa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wujud Solidaritas, Wagub Rano Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatera

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, melepas pendistribusian bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, pada Minggu (30/11). Kegiatan yang dilaksanakan di Markas Komando Lintas Laut Militer, Jakarta Utara, itu berjalan lancar.

Pada kesempatan itu, Wagub Rano menyampaikan duka cita mendalam dan keprihatinan atas bencana yang menimpa saudara-saudara di Sumatera dan Aceh. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga terdampak.

“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan empati dan kepedulian yang mendalam kepada saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan ini merupakan wujud gotong royong dan rasa kemanusiaan warga Jakarta. Kami berharap dukungan yang dikirimkan hari ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan di wilayah yang terdampak.” tuturnya.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, paket sandang, perlengkapan keluarga, tandon air bersih, selimut, kasur lipat, bantal, air mineral, serta kebutuhan dasar lainnya.

Menurut Wagub Rano, kolaborasi lintas lembaga adalah kunci dalam mempercepat penyaluran bantuan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan cepat dan tepat. “Solidaritas seperti ini menunjukkan kekuatan kita sebagai bangsa. Ketika pemerintah, lembaga, TNI, dan masyarakat bergerak bersama, kita dapat menghadirkan pertolongan lebih cepat dan tepat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali menambahkan, proses pengiriman bantuan kemanusiaan dikirimkan menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari Jakarta menuju Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ketiga kapal tersebut adalah KRI Dr. Soeharso, KRI Semarang, dan KRI Teluk Gilimanuk. Selain itu, sejumlah tenaga kesehatan juga dikerahkan untuk memberikan pelayanan dan pertolongan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Bantuan logistik, bahan kontak, serta perlengkapan pendukung seperti alat berat dan perahu karet akan dikirimkan ke wilayah terdampak. Nantinya, kapal-kapal ini akan berpencar menuju beberapa titik, termasuk Lhokseumawe, Nias, Sibolga, dan Langsa,” tegas Muhammad Ali.

Pemprov DKI Jakarta melalui BPBD DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi antarinstansi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga pemerintah, BUMD, sektor swasta, dan masyarakat.

Berikut rincian bantuan kemanusiaan yang disalurkan:
1. BPBD DKI Jakarta
• Kidsware: 1.000 paket
• Family Kit: 1.000 paket
• Paket Sandang: 1.000 paket
• Air Mineral: 1.000 dus
• Selimut: 1.000 lembar
• Kasur Lipat: 1.000 unit
• Bantal: 1.000 unit

2. BNPB
• KDO Mobil Water Treatment: 2 unit

3. PT Trias
• Susu UHT Ultra Milk: 20 dus
• Shampo Zinc: 6 dus
• Sabun: 5 dus
• Susu SGM: 6 dus
• Mi/Pop Mie: 54 dus
• Energen: 12 dus
• Snack: 27 dus
• Pembalut: 5 dus
• Popok/Pampers: 10 dus

4. Bantuan Warga (Bapak Ahuat)
• Mi instan: 100 dus
• Air Mineral: 100 dus

5. MRT Jakarta
• Beras: 1.000 kg
• Gula: 200 pcs
• Tepung: 200 kg
• Minyak goreng: 200 pcs

6. Inorateks
• Selimut: 50 lembar
• Jaket: 768 buah

7. JakPro
• Beras: 155 bal
• Gula: 4 bal
• Tepung: 5 bal

8. JIEP
• Beras: 40 bal
• Gula: 10 bal

9. Sarana Jaya
• Beras: 30 bal
• Gula: 10 bal
• Tepung: 4 bal + 15 pcs

10. Food Station
• Beras: 40 bal

11. PT Tourisindo
• Minyak goreng: 240 pcs
• Beras: 40 bal
• Gula: 10 bal

12. Cemani Toka
• Beras: 24 bal

13. PAM Jaya
• Toren air: 20 unit
• Sensor air otomatis: 20 unit

14. Keluarga Roestandi
• Beras ukuran 2,5 kg: 20 karung
• Sarden: 24 pcs
• Mi instan: 12 dus
• Baju layak pakai: 2 dus
• Pembalut: 8 pcs
• Popok/pampers: 7 pcs
• Susu bayi: 7 pcs
• Sabun cair: 1 karton
• Antangin: 48 pcs
• Minyak telon: 12 pcs
• Minyak kayu putih: 12 pcs
• Balsem: 6 pcs

15. Taman Impian Jaya Ancol
• Sarung: 500 pcs
• Selimut: 500 pcs

16. Bank Jakarta
• Beras 5 kg: 403 pcs
• Gula pasir 1 kg: 571 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 487 pcs

17. Transjakarta
• Beras 5 kg: 403 pcs
• Gula Pasir 1 kg: 571 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 487 pcs

18. PalJaya
• Beras 5 kg: 200 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 300 pcs
• Gula pasir 1 kg: 200 pcs

19. Jamkrida
• Beras 5 kg: 135 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 365 pcs
• Gula pasir 1 kg: 428 pcs

20. Darma Jaya
• Beras 5 kg: 403 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 487 pcs
• Gula pasir 1 kg: 571 pcs

21. Pasar Jaya
• Beras 5 kg: 403 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 487 pcs
• Gula pasir 1 kg: 571 pcs

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kapolri Tegaskan Personel dan Logistik Dikerahkan ke Lokasi Terisolir Bencana Sumatera

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan komitmennya dalam menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait dengan penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).

Sigit menegaskan, Korps Bhayangkara langsung merespons cepat mengerahkan kekuatan yakni, personel, sarana-prasarana, helikopter, pesawat hingga kapal untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah.

Hal itu ditekankan Sigit saat menggelar rapat koordinasi penanganan bencana bersama sejumlah stakeholder terkait di Medan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025), malam.

Jajaran Polri sesuai arahan Presiden menindaklanjuti dengan menurunkan bantuan untuk operasi kemanusiaan, kata Sigit dalam jumpa pers.

Sigit memastikan, personel telah diterjunkan ke titik terdampak musibah tersebut. Selain itu, kata Sigit, personel hingga bantuan juga difokuskan untuk masuk ke wilayah yang paling parah atau hingga terisolasi usai bencana alam.

Mulai dari turunkan personel untuk masuk ke wilayah-wilayah yang terisolir kemudian kita menurunkan sarpras, baik pesawat, helikopter, kapal untuk bisa bantu kirimkan logistik yang diperlukan oleh masyarakat utamanya di wilayah terputus, jalurnya yang tidak bisa dimasukin, maka kita kerahkan bantuan melalu jalur udara, ujar Sigit.

Sigit menuturkan, kekuatan yang dikerahkan baik dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran. Dalam hal ini, seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk memaksimalkan bantuan dan penanganan bencana alam.

Kita turunkan untuk memaksimalkan, dukungan kita terhadap operasi ini, mungkin kita juga akan gelar operasi kemanusiaan, sehingga kemudian terkait kebutuhan personel, kebutuhan dukungan bantuan peralatan, sarpras, logistik bisa kita maksimalkan untuk membantu di 3 wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar, tutup Sigit.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Polri Kirim Ribuan Paket Kebutuhan dan Peralatan SAR ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Polri memberangkatkan dua pesawat CN dan Fokker dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe, membawa berbagai jenis bantuan logistik dan peralatan penyelamatan untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa pengiriman logistik ini merupakan tindak lanjut instruksi negara untuk merespons cepat situasi darurat.

“Atas perintah Bapak Presiden kepada Bapak Kapolri, Polri diminta segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana. Instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini,” ujarnya.

Bantuan yang diberangkatkan hari ini mencakup kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu.

“Untuk masing-masing daerah, Polri menyiapkan paket kebutuhan anak dan ibu sebanyak 1.500 pcs, termasuk pakaian, tas sekolah, obat-obatan, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, pelampung, serta air mineral,” jelas Trunoyudo.

Selain kebutuhan dasar, Polri juga mengirimkan peralatan pertolongan dan pendukung operasi SAR dalam jumlah besar.

Untuk Polda Aceh, bantuan terdiri dari 20 unit perahu karet, 220 pelampung, 10 tenda peleton, 2 tenda dokas, 200 fieldbed, 2.000 MTP, hingga portable solar generator dan Techno WiFi.

Sementara Polda Sumut menerima 10 perahu karet, 60 pelampung, 500 jas hujan, 7 tenda peleton, 300 fieldbed, 3.000 MTP, 1.000 pack masker, 3 genset, serta 500 nasi cepat saji dan 4 unit wontek.

Untuk Polda Sumbar, peralatan yang dikirim mencakup 3 perahu karet, 18 pelampung, 5 senso, 10 tenda peleton, 300 fieldbed, 2.000 MTP, 200 skop runcing, hingga 100 ponco coklat.

Trunoyudo menegaskan bahwa kelengkapan logistik tersebut disesuaikan dengan kebutuhan lapangan yang berkembang.

“Semua unsur kami kerahkan—dari Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, hingga Forensik DVI dan Kedokteran Polri—untuk memastikan bantuan yang dikirim benar-benar tepat guna,” katanya.

Untuk mendukung pendistribusian ke lokasi yang sulit dijangkau, Polri juga menggerakkan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, Pingwin 5011, serta kapal bantuan dari Polda Riau, dan helikopter dari berbagai polda di Indonesia.

Sebagai tambahan dukungan kebutuhan harian warga, Polri telah mengoperasikan 28 dapur lapangan yang tersebar di 22 polda, siap melayani penyediaan makanan bagi masyarakat terdampak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Polri Siapkan Perangkat Starlink di Lokasi Bencana, Warga Akhirnya Bisa Terhubung Kembali dengan Keluarga

Setelah empat hingga lima hari terputus dari jaringan komunikasi akibat bencana, masyarakat di wilayah terdampak akhirnya dapat kembali menghubungi keluarga mereka. Polri melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan akses komunikasi darurat dapat dipulihkan secepat mungkin.

Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, Mabes Polri telah mengirimkan total 8 perangkat Starlink ke wilayah terdampak bencana dengan rincian yaitu 2 unit di Aceh, 4 unit di Sumatera Utara dan 2 unit di Sumatera Barat.

Salah satu unit di Aceh telah dioperasikan oleh Tim Bid TIK Polda Aceh yang dipimpin Ipda Edi Amran bersama dua personel lainnya di Desa Tingkem, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun. Mereka memasang dan mengaktifkan akses WiFi Starlink, yang langsung dimanfaatkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka yang sebelumnya tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.

“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” ujar Ipda Edi Amran dari lokasi bencana.

Kehadiran layanan komunikasi ini disambut haru dan rasa syukur oleh para pengungsi. Salah satu warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyampaikan langsung testimoninya:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada pihak Polri yang sudah menyediakan WiFi kepada kami warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen Aceh yang sedang mengungsi. Saya bisa menelpon seluruh keluarga saya yang beberapa hari tidak bisa dihubungi. Alhamdulillah hari ini saya sudah terkoneksi dengan keluarga kami di luar. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Polri. Semoga Polri semakin sukses ke depan. Terima kasih.”

Langkah cepat Polri dalam memulihkan konektivitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan kemanusiaan yang krusial, membantu masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan mendapatkan informasi penting selama masa tanggap darurat. Akses WiFi Starlink ini akan terus dioperasikan hingga kondisi komunikasi di wilayah terdampak kembali pulih.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemensos Terus Salurkan Bantuan Bencana untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) senilai total Rp 19.099.409.350. Pengiriman dilakukan melalui gudang Kemensos, sentra, dan dinas sosial setempat sebagai upaya mempercepat distribusi bantuan di wilayah terdampak.

“Bantuan terus kami kirimkan sesuai kebutuhan, kami juga terus berusaha agar bantuan bisa sampai lokasi dengan cepat,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Minggu (30/11).

Update bantuan Kemensos per hari ini pukul 17.00 WIB, menyalurkan bantuan berupa logistik bufferstock dan bahan natura dapur umum senilai Rp19 miliar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni di Aceh, Sumut dan Sumbar.

Adapun di Aceh, bantuan senilai Rp3,14 miliar telah disalurkan berupa 3.450 paket makanan siap saji, 1.440 makanan anak, 400 paket lauk pauk, serta 570 lembar kasur, 3.450 selimut, 1.410 paket family kit, 308 paket kids ware, dan 220 sandang dewasa. Pengiriman tenda juga dilakukan, termasuk 350 tenda gulung, 30 tenda keluarga portable, dan 30 tenda serbaguna.

Bantuan tersebut menjangkau Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya, serta PDB Provinsi Aceh yang menjangkau wilayah tingkat provinsi.

Untuk Sumut, total bantuan mencapai Rp7,80 miliar. Bantuan mencakup 28.280 makanan siap saji, 3.000 paket makanan anak, 2.000 paket lauk pauk siap saji, 2.800 family kit, 2.140 kids ware, 500 sandang dewasa, 5.300 sandang anak , 1.464 lembar kasur, 3.968 selimut, dan 1.900 tenda gulung serta 14 tenda serbaguna. Selain itu juga 200 dus mi instan dan 400 dus air mineral.

Terdapat tujuh titik bantuan meliputi: Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Sibolga, Tapanuli Utara, Langkat, dan Tapanuli Selatan serta Sentra Bahagia Medan yang menjangkau wilayah provinsi.

Sementara Sumbar, bantuan disalurkan mencapai Rp3,64 miliar, meliputi empat titik yakni Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan dan Dinas Sosial Provinsi Sumbar (wilayah provinsi).

Bantuan terdiri dari 4,4 ton beras reguler, 5.758 makanan siap saji, 3.640 makanan anak, 1.180 family kit, 850 kids ware, 1.235 kasur, 1.225 selimut, serta 1.230 tenda gulung. Pengiriman ini juga menyertakan 40 tenda keluarga, 10 tenda serbaguna, 10 lampu emergency portable, dan 3 unit dapur umum lapangan.

Selain logistik, Kemensos memproses bantuan bahan natura melalui dapur umum dan dapur mandiri senilai sekitar Rp4,5 miliar dengan kapasitas produksi sekitar 88.000 bungkus per hari di 28 titik yang tersebar di Sumbar, Sumut, dan Aceh. Jumlah layanan akan terus ditambah sesuai perkembangan kondisi lapangan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menko PMK dan Kepala BNPB Pastikan Percepatan Penanganan Darurat Tapteng dan Tapsel

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Pratikno bertolak ke Kabupaten Tapanuli Tengah pada Minggu (30/11) untuk memastikan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah berjalan dengan baik.
Setibanya di Tapanuli Tengah, Kepala BNPB bersama Menko PMK menuju GOR Pandan di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah untuk berkoordinasi terkait percepatan penanganan darurat banjir dan longsor dengan Pemerintah Daerah setempat. Pada kesempatan itu, hadir Sekda Tapanuli Tengah dan Walikota Sibolga.
Kepada Suharyanto dan Praktikno, Pemerintah Daerah Tapanuli Tengah melaporkan kendala yang dihadapi dalam upaya penanganan darurat saat ini berupa matinya jaringan listrik. Ketiadaan jaringan listrik ini yang membuat kontak masyarakat kepada sanak saudara terputus. Pemulihan jaringan listrik di Tapanuli Tengah membutuhkan sarana helikopter untuk menjangkau kerusakan-kerusakan di daerah terpencil.
Merespon hal tersebut, Suharyanto langsung menghubungi Direktur Utama PLN dan berkomitmen untuk memfasilitasi tim teknisi PLN dengan helikopter untuk menuju ke titik kerusakan di lokasi yang jauh.
“Kami ada heli di bandara Pinangsori dan bandara Silangit, nanti silakan sampaikan kepada timnya, BNPB akan siapkan helinya untuk kegiatan perbaikan listrik”, kata Suharyanto dalam sambungan telepon bersama Direktur Utama PLN.
“Yang penting, perbaikan jaringan listrik ini harus segera karena ketiadaan listrik sangat berpengaruh pada suplai air bersih, internet, hingga distribusi BBM”, tegas Suharyanto.
Usai berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,  Kepala BNPB dan Menko PMK melanjutkan perjalanan ke wilayah terdampak di Tapanuli Selatan.
Suharyanto dan Pratikno menyaksikan sendiri, kerusakan rumah-rumah, peralatan, dan kendaraan akibat banjir di Desa Hotagodang, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Tampaknya kondisi pascabanjir di wilayah ini cukup masif. Arus deras air membawa material lumpur dan batang kayu ke wilayah permukiman warga.
Di posko lapangan, Kepala BNPB menyampaikan agar tim darurat memprioritaskan wilayah tersebut untuk melakukan pembersihan dengan menurunkan alat berat khusus untuk membersihkan kayu-kayu besar.
Tapanuli Tengah merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor yang cukup parah. Data yang dihimpun oleh BNPB per Minggu (30/11) pukul 17.00 WIB, jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di sini yaitu 73 orang meninggal dunia, 104 orang dalam pencarian, dan 508 orang mengalami luka-luka.
Saat ini, Tapanuli Tengah telah dapat dijangkau melalui akses udara dari Tapanuli Utara. Jalur darat menuju Tapanuli Tengah melalui Terutung-Sibolga belum dapat diakses karena di beberapa titik, material longsor masih menutupi badan jalan.
Sementara itu, pemutakhiran data korban pada wilayah terdampak banjir dai Tapanuli Selatan yaitu 52 jiwa meninggal dunia, 48 orang dilaporkan hilang, dan 58 orang butuh perawatan.
Suharyanto mejelaskan, meskipun dampak bencana di Tapanuli Selatan cukup besar namun situasi telah kondusif. Akses jalan darat dapat dilewati. Jaringan listrik, internet, air masih berjalan.
Kepala BNPB memprioritaskan wilayah tersebut untuk melakukan pembersihan dengan menurunkan alat berat khusus untuk membersihkan kayu-kayu besar.
Percepatan penanganan darurat, baik operasi pencarian dan pertolongan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pemulihan akses transportasi dan komunikasi menjadi fokus BNPB saat ini.
Hari ini (30/11), BNPB kembali mendistribusi bantuan logistik dan permakanan untuk masyarakat di wilayah terdampak banjir dan longsor.
Untuk Tapanuli Tengah, sembilan unit genset dan starlink telah diterbangkan dari bandara Silangit ke Pinansori. Bantuan permakanan di-drop dari udara. Perlatan ini guna mendukung percepatan pemulihan jalur komunikasi yang sempat terputus saat itu.
Untuk Tapanuli Selatan, selain logistik permakanan, BNPB akan mengirimkan 100 chainshow. Hal ini berdasarkan permintaan Bupati Tapanuli Selatan yang membutuhkan alat pemotong kayu untuk kegiatan pembersihan lingkungan pascabanjir.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News