Beranda blog Halaman 635

Sonny Danaparamita Salurkan Bantuan Jaring, Alat Tangkap Baru Kepada Nelayan Banyuwangi

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyalurkan bantuan jaring sebagai alat tangkap baru kepada sejumlah kelompok nelayan di Banyuwangi.

Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat pesisir yang sebelumnya disampaikan kepada dirinya terkait kondisi alat tangkap yang sudah tidak layak.

“Kami menindaklanjuti keluhan para nelayan terkait jaring yang sudah tidak layak digunakan. Bantuan ini kami ajukan melalui mitra kerja agar dapat segera disalurkan. Harapannya, bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan mereka,” ujar Sonny Danaparamita, dikutip Rabu (26/11).

Bantuan tersebut diterima oleh lima kelompok nelayan, yaitu Putra Nelayan (Muncar), Samudra Indah (Muncar), Andaan Makmur (Muncar), Putra Baru (Muncar), serta 17 Nelayan Pecemengan (Blimbingsari).

Kehadiran alat tangkap baru ini diharapkan membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas nelayan, khususnya pada musim tangkap yang sedang berlangsung.

Penyaluran jaring di wilayah Muncar dilakukan melalui Koordinator GARASI (Griya Rajut Aspirasi), Prayogi Adi Pratama, yang mewakili Rumah Aspirasi Sonny T. Danaparamita.

Melalui program ini, Sonny Danaparamita menegaskan komitmennya untuk terus menampung aspirasi masyarakat dan mengawal pemenuhannya melalui dukungan kerja bersama pemerintah dan mitra program.

Sementara itu, Nasikin, Ketua Kelompok 17 Nelayan Pecemengan Blimbingsari, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima kelompoknya sebagai solusi atas kesulitan alat tangkap yang mereka hadapi selama ini.

“Terima kasih kepada Pak Sonny Danaparamita atas perhatian dan bantuan jaring baru ini. Sudah lama kami memiliki kendala alat tangkap yang rusak. Dengan alat ini, kami bisa kembali melaut dengan lebih baik,” ucapnya.

Program bantuan alat tangkap ini diharapkan tidak hanya memperbaiki dukungan sarana bagi nelayan Banyuwangi, namun juga memperkuat sektor perikanan rakyat yang menjadi tulang punggung perekonomian pesisir selatan daerah tersebut.

Melalui dukungan berkelanjutan, kelompok-kelompok nelayan diharapkan semakin mampu meningkatkan daya saing, kemandirian, dan kesejahteraan bersama.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

BAKN DPR RI Soroti Lambatnya Penyaluran KUR

Wakil Ketua BAKN DPR RI, Herman Khaeron, menegaskan pihaknya tengah mendalami tata kelola Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai belum optimal. Padahal, KUR menjadi program strategis pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas dengan bunga rendah, 6% untuk UMKM dan 3% untuk super mikro.

“Target KUR Rp300 triliun per tahun. Tapi realisasi hingga Oktober baru 60 persen, jauh dari harapan,” kata Herman Khaeron, Jumat (28/11/25).

Ia menyebut rendahnya penyerapan mirip dengan masalah subsidi pupuk yang juga tidak tepat sasaran.

Herman Khaeron menilai ada persoalan sistemik dalam penyaluran program subsidi pemerintah.

Selain itu, ia menyoroti aturan yang melarang ASN menerima KUR. Menurutnya, kebijakan ini tidak adil karena banyak ASN bergaji kecil yang punya usaha sampingan.

“UMKM itu tidak mengenal profesi,” tegasnya.

BAKN juga menemukan masalah teknis akibat sistem penyaluran berbeda-beda antara bank dan kementerian.

Herman Khaeron mendorong integrasi sistem dengan Dukcapil agar verifikasi lebih cepat.

Ia memberi catatan khusus pada BTN dan BSI. BTN diminta fokus pada pembiayaan perumahan rakyat, sementara BSI perlu menyiapkan skema KUR syariah yang lebih tepat.

“Ke depan akses KUR harus mudah, sederhana, tanpa agunan, agar benar-benar membantu usaha masyarakat,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Tingkatkan Konsumsi Ikan di Pati, Firman Soebagyo Bersama KKP Gelar Safari Gemarikan

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Firman Soebagyo, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Safari Gemarikan sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, pada Jumat, (28/11/25).

Program ini menjadi bentuk ikhtiar pemerintah dan DPR RI dalam menangani desa dengan kategori stunting tinggi.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa; Muspika Wedarijaksa; Anggota DPRD Pati, Nanda Prasetya; dan Kepala Desa Bumiayu, Karyadi.

Kepala Desa Bumiayu, Karyadi, menyampaikan bahwa penerima manfaat dari Safari Gemarikan terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, keluarga dengan balita stunting, lansia, serta warga kategori fakir miskin.

“Terima kasih untuk program dari Bapak Firman Soebagyo dan KKP ini, karena mayoritas masyarakat Bumiayu memang membutuhkan dukungan untuk makan ikan. Hari ini ada 500 paket bantuan, dan Insya Allah mencukupi. Data penerima manfaat untuk kategori fakir miskin jumlahnya 380, ditambah kategori stunting semuanya total hampir 480 yang terdata di kami,” ungkap Karyadi.

Sementara itu, Kepala DKP Pati, Hadi Santosa, menyebut bahwa pemerintah saat ini kembali menggalakkan program gemar makan ikan dengan slogan Ayo Makan Ikan, Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045.

“Kita berterima kasih pada Pak Firman Soebagyo sebagai anggota DPR Pusat. Masyarakat Pati bisa menikmati ikan yang banyak proteinnya untuk tubuh. Terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan juga anak-anak. Jadi ini memang bagus sekali dan semoga program ini bisa berlanjut dan bisa dinikmati oleh seluruh warga masyarakat Pati,” ujarnya.

Program Bersifat Stimulus

Anggota DPR RI, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa program ini bersifat stimulus.

“Program ini merupakan program stimulus yang diharapkan setelah diberikan, ibu-ibu rumah tangga menyadari pentingnya asupan makanan yang bergizi bagi keluarga,” tuturnya.

Firman menerangkan bahwa konsumsi ikan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan, terutama kandungan omega, meningkatkan kecerdasan otak, mencegah stunting, serta memberikan edukasi agar masyarakat membudayakan makan ikan.

“Kabupaten Pati ini bukan sentra peternakan, tetapi penghasil ikan yang besar di Jawa Tengah. Oleh karenanya, program ini sangat tepat,” terang anggota DPR RI asal Pati tersebut.

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Meskipun kami tetap meminta kepada pemerintah agar ada evaluasi, karena masih kita temukan program makan bergizi yang belum memenuhi apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden. Kalau saya pribadi mengusulkan melibatkan ibu-ibu PKK di tingkat desa sampai kecamatan karena itu mungkin jauh lebih efektif sehingga bisa menekan terjadinya kemungkinan keracunan,” usulnya.

Erna, salah satu ibu penerima manfaat, mengaku senang menerima bantuan paket Gemarikan dari pemerintah melalui aspirasi anggota DPR RI Firman Soebagyo. Ia berharap anaknya semakin terbiasa mengonsumsi ikan setelah mengikuti program ini.

“Saya berusaha menyajikan ikan lebih sering karena proteinnya bagus sehingga anak semakin menyukainya,” ungkap Erna sambil menggandeng anaknya yang masih balita.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Duka Bersama Sumatera, Nevi Zuairina Sampaikan Kepedulian dan Doa untuk Korban Banjir Bandang

Ketua Pimpinan Wilayah ALPPIND Sumatera Barat sekaligus Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menyampaikan rasa duka yang mendalam dan keprihatinan atas musibah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera termasuk di Sumatera Barat.

Bencana ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

“Atas nama pribadi, keluarga besar ALPPIND, dan Fraksi PKS, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang kehilangan orang tercinta. Semoga para korban memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Hj. Nevi Zuairina.

Ia juga mendoakan para warga yang hingga saat ini masih terdampak agar diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT. Menurutnya, masyarakat Sumatera Barat memiliki ketangguhan yang telah teruji dalam menghadapi berbagai bencana alam. Namun dalam situasi seperti ini, dukungan nyata dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun berbagai komponen masyarakat sangat dibutuhkan.

Sebagai bagian dari Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan berbagai kementerian termasuk BUMN, Hj. Nevi Zuairina menekankan pentingnya langkah cepat dan koordinatif dalam pemulihan ekonomi warga. Ia mendorong BUMN terkait untuk segera mengoptimalkan bantuan logistik, pelayanan darurat, serta memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar dan stabil di daerah bencana.

“Pemulihan ekonomi pascabencana harus menjadi fokus bersama. Akses kebutuhan dasar, suplai bahan pokok, dan pendampingan untuk pelaku UMKM di daerah terdampak perlu segera diaktifkan kembali agar masyarakat tidak mengalami kesulitan berlarut-larut,” tegasnya.

Sebagai Ketua PW ALPPIND Sumbar, Hj. Nevi juga mendorong seluruh jaringan perempuan ALPPIND di kabupaten/kota untuk terjun membantu masyarakat, terutama perempuan, anak, dan lansia yang merupakan kelompok paling rentan dalam situasi krisis. Ia menegaskan pentingnya solidaritas, gotong royong, serta gerakan kemanusiaan yang terkoordinasi.

“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan seluruh elemen ALPPIND bergerak cepat membantu warga. Semoga Allah SWT melindungi seluruh masyarakat Sumatera Barat dari bencana susulan dan memberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” tutup Hj. Nevi Zuairina.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Korban Meninggal Agam 74 Jiwa Akibat Bencana Cuaca Ekstrem

Sebanyak 74 orang meninggal dunia di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, akibat bencana cuaca ekstrem. Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan tim gabungan hingga hari ini, Sabtu (29/11).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Agam, jumlah korban meninggal dunia per 28 November 2025, pukul 20.00 WIB sebanyak 74 orang yang tersebar di 5 kecamatan. Di Kecamatan Palembayan, sebanyak 27 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut 21 orang sudah teridentifikasi nama korban, sedangkan 6 lain masih dalam proses identifikasi.

Sementara itu korban lain teridentifikasi di wilayah Kecamatan Palembayan dari Kampung Tangah korban meninggal yang teridentifikasi sebanyak 7 orang, Kampung Tanggah Timur 9 orang dan Subarang Ala 17 orang.

Di kecamatan lain, dengan rincian Kecamatan Malalak 10 orang, Tanjung Raya 2 orang, Palupuh 1 orang dan Matur 1 orang. Korban meninggal dunia di wilayah tersebut sudah teridentifikasi nama oleh petugas.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Agam merilis 78 orang lainnya masih belum ditemukan. Jumlah korban hilang di Kecamatan Palembayan sebanyak 69 orang, sedang di Kecamatan Malalak 7 orang dan Tanjung Raya 2 orang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Helikopter dan Pesawat BNPB Kirimkan Bantuan Logistik ke Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Aceh Tengah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan logistik menggunakan helikopter dan pesawat ke Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Aceh Tengah pada Sabtu (29/11).

Helikopter BNPB diberangkatkan melalui Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Pada sortie pertama helikopter ini memuat bantuan dengan total seberat 588 kilogram. Adapun rinciannya berupa 60 koli sembako dan 10 koli makanan siap saji. Direncanakan pengiriman hari ini akan dilakukan sebanyak dua sortie.

Lebih lanjut, pesawat jenis Cessna Caravan PK-SNG juga diterbangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Provinsi Aceh. Bantuan ini akan mendarat di Bandara Rembele yang terletak di Kabupaten Bener Meriah. Pada sortie pertama, membawa bantuan logistik dan peralatan berupa Indomie 50 karton, Eprokal 5 karton, Naraga 7 karton, Genset 2 unit, Starlink  2 unit dan BBM  20 liter untuk nantinya didistribusikan ke Kabupaten Bener Meriah.

Untuk sortie kedua, bantuan berupa Familly food 20 dus, Hygen kit 10 dus, selimut 1 karung, Kelambu 1 karung, Sarung 1 karung, Tanggo 3 dus, Pembalut 3 dus, popok bayi 1 dus dan perlengkapan telkom 4 koli.

Lebih lanjut, untuk Aceh Tengah sortie pertama bantuan logistik berupa Indomie 50 karton, Eprokal 5 karton, Naraga 10 karton, Genset 1 unit dan Starlink 1 unit. Untuk sortie kedua, Beras 2 karung, Familly food 20 dus, Hyegen kit 10 dus, selimut 1 karung, Kelambu 1 karung, Sarung 1 karung, Tanggo 3 dus, Pembalut 3 dus dan popok bayi 1 dus.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Kirim 11 Helikopter untuk Percepatan Penanganan Bencana

Pemerintah terus memperkuat upaya percepatan penanganan bencana di wilayah terdampak melalui dukungan sarana udara berskala besar. Sebanyak 11 helikopter telah dikerahkan dari Jakarta menuju wilayah terdampak.

“Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/11/2025).

Seskab mengungkapkan bahwa sebanyak sembilan helikopter telah berada di lokasi sejak 26 November 2025. Helikopter tersebut secara simultan menjalankan operasi distribusi bantuan serta pemantauan dampak bencana.

“Sembilan helikopter sudah berada di lokasi sejak tanggal 26 November 2025 dan dua helikopter tambahan telah terbang ke Aceh dari Jakarta pagi ini,” katanya.

Seluruh helikopter tersebut difokuskan untuk operasi distribusi logistik secara terus-menerus, terutama menuju daerah-daerah terdalam dan kawasan yang akses daratnya terputus. Seluruh operasi udara dilakukan dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kondisi cuaca sebagai pertimbangan utama.

“Helikopter-helikopter ini terbang di lokasi sekitar bencana untuk terus-menerus mendistribusikan logistik, terutama di daerah terdalam serta di daerah yang jalur daratnya terputus. Serta terus memperhatikan faktor cuaca sebagai pertimbangan utama dalam upaya penanganan bencana ini,” tandas Seskab.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BNPB Upayakan Distribusi Logistik Peralatan Via Jalur Darat, Laut dan Udara ke Aceh

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan upaya distribusi logistik dan peralatan melalui jalur darat, laut dan udara menuju ke beberapa wilayah di Provinsi Aceh. Adapun upaya penanganan ini dilakukan dari beberapa titik yang terbagi dua yakni melalui Banda Aceh dan Medan.

Direncanakan pengiriman yang jalur daratnya terputus akan dilakukan melalui laut. Adapun rencana pengiriman jalur laut dengan menggunakan kapal express bahari untuk wilayah Lhokseumawe, Langsa, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang pada hari ini Sabtu (29/11).

Sedangkan untuk wilayah yang belum bisa diakses darat dan laut, BNPB akan menggunakan moda transportasi udara dengan mengerahkan pesawat caravan dan helikopter. Saat ini sudah terdapat helikopter milik TNI AU, TNI AL, TNI AD serta dua helikopter BNPB.

Untuk jalur darat sudah di berangkatkan kemarin (28/11) dengan tujuan Pidie Jaya, Pidie, Bireun, Aceh Besar dan Aceh Barat. Dalam tahap awal ini, masing2 lokasi tersebut akan dikirimkan bantuan berupa sembako 200 paket, makanan siap saji 200 Pouchhygene kit 100 Paket, kasur lipat 200 pcs, alat kebersihan 100 paket, selimut 100 pcs dan matras 100 Pcs. Selain itu, di beberapa daerah juga dikirim perlengkapan seperti starlink, genset dan perahu LCR.

Hingga berita ini diturunkan, proses distribusi bantuan logistik dan peralatan masih terus dilakukan dari berbagai cara mulai dari jalur darat, laut dan udara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo: Negara Harus Hadir dan Berpihak pada Kelompok Rentan

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya percepatan eksekusi kebijakan serta penyelesaian masalah secara konkret bagi masyarakat, khususnya kelompok paling rentan. Arahan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI), Jumat (28/11) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta.

Presiden menekankan bahwa meskipun pemetaan ekonomi nasional telah menunjukkan arah yang kuat, tantangan selanjutnya berada pada implementasi lapangan yang harus berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Tadi peta sudah baik, sudah benar, tapi saya ingatkan sekarang adalah pelaksanaannya, sekarang adalah execution, sekarang adalah how to solve the problem, how to bring solution as fast as possible to the people.” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa rakyat paling miskin membutuhkan tindakan cepat dan nyata dari pemerintah. Menurutnya, kelompok ini harus segera merasakan keberpihakan negara melalui langkah-langkah konkret yang melindungi dan memperkuat mereka.

“Rakyat kita yang paling miskin, rakyat kita yang paling bawah tidak bisa menunggu, dia harus dapat segera aksi-aksi yang membela mereka,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para menteri dan pimpinan lembaga yang dinilainya telah bekerja keras dan menunjukkan capaian nyata selama lebih dari satu tahun pemerintahan. Salah satunya, Kepala Negara memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta jajarannya dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis.

“Kita sudah mencapai, kalau tidak salah hari ini lebih dari 44 juta penerima manfaat anak-anak kita di seluruh Indonesia. Ibu-ibu hamil, anak-anak usia dini, tiap hari menerima makan. Sudah 2 miliar makanan, sudah kita produksi dan sudah kita sampaikan ke penerima manfaat,” ungkap Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut menunjukkan pemerintah berada pada jalur yang tepat. Namun, Kepala Negara menilai masih ada kekurangan yang harus disempurnakan melalui kerja bersama, saling mengisi, dan memperkuat sinergi di seluruh sektor.

We are on the right track. Banyak kekurangan, ya kita perbaiki bersama. Saling mengisi, saling membantu. Sinergi, persatuan, rekonsiliasi,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo pun menekankan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas membutuhkan persatuan seluruh elemen bangsa. Presiden juga menilai bahwa persatuan dan kerja bersama adalah kunci untuk mengatasi kesulitan rakyat.

“Semua unsur, semua partai, semua suku, semua agama, semua stakeholder dari mana pun. Yang besar, yang menengah, yang kecil, swasta. Kita bersatu, bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat menuju Indonesia Emas,” tutur Presiden. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Ekonomi Indonesia Makin Menjanjikan dan Munculkan Optimisme

Memasuki satu tahun masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perekonomian Indonesia bergerak ke arah yang semakin positif dan menjanjikan, meskipun dunia tengah dihadapkan pada ketidakpastian global. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Graha Bhasvara Icchana, Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11).

Dalam forum strategis yang mempertemukan para pemimpin ekonomi nasional tersebut, Presiden Prabowo merespons pemaparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia yang menyingkap data komprehensif mengenai penguatan ekonomi nasional selama satu tahun terakhir.

“Tadi paparan dari Menteri Koordinator Perekonomian dan paparan dari Saudara Gubernur BI, saya kira secara objektif, secara jujur bisa kita terima sebagai dua paparan yang sangat komprehensif, sangat lengkap, sangat detail, dan mencerminkan, dan memberi kepada kita gambaran kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya cukup menjanjikan, cukup menenangkan di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian,” tegas Presiden.

Presiden menegaskan bahwa tren positif ekonomi tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi besar seluruh pemangku kebijakan ekonomi, baik pemerintah pusat maupun daerah, serta lembaga keuangan dan sektor strategis.

“Saya katakan Ini adalah tadi sinergi dan kerja sama yang cukup baik di antara pengelola-pengelola perekonomian kita. Saya merasa sangat dibantu oleh tokoh-tokoh kunci dalam pengelolaan ekonomi kita, saya terima kasih saya mendapat suatu takdir yang baik, saya dibantu oleh orang-orang yang hebat yang membantu Saya sehingga yang kita capai ini adalah hasil kita semua,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian positif ekonomi merupakan bagian dari komitmen membangun pemerintahan yang bersih dan adil, serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas tertinggi.

“Saya terima kasih kepada Menko Perekonomian, saya terima kasih kepada Menteri Keuangan, saya terima kasih kepada Gubernur BI, saya terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri, kepada Menko-Menko, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Investasi, Danantara, Ketua DEN, Saya merasa hasil kerja sama kita sudah membuktikan kepada rakyat,” tuturnya.

PTBI 2025 resmi ditutup dengan optimisme bahwa Indonesia siap melangkah menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, lebih merata, dan lebih berkelanjutan di tahun mendatang.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News