Beranda blog Halaman 640

Pemkab Tanah Laut Gelar Sosialisasi UU Perlindungan Data Pribadi, Tegaskan Pentingnya Keamanan Data

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian menggelar Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) pada Selasa (25/11/2025) di Aula Perencanaan Bapperida Tanah Laut. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Direktorat Intelkam Polda Kalimantan Selatan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan, seluruh SKPD Tanah Laut, serta Kepala Bidang Statistik dan Persandian sebagai perwakilan Dinas Kominfo.

Kepala Dinas Kominfo Tanah Laut yang diwakili Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Andri Setiawan, membuka kegiatan dengan menekankan bahwa keamanan data merupakan tanggung jawab seluruh instansi pemerintah. Ia mengingatkan peserta agar tidak hanya memahami materi sosialisasi, tetapi juga menerapkannya ketika kembali ke lingkungan kerja.

“Tanyakan bagaimana cara mengamankan data di kantor masing-masing sepulang dari sini. Mohon disampaikan kepada rekan-rekan di kantor, ingatkan mereka untuk lebih berhati-hati. Mari kita buat warga dan pemilik data merasa aman dan percaya kepada pemerintah,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa di era digital hampir seluruh proses pemerintahan bergantung pada data, mulai dari pembuatan KTP, perizinan, hingga penyaluran bantuan sosial. Karena itu, setiap data yang disimpan oleh instansi pemerintah merupakan aset bernilai tinggi sekaligus rentan disalahgunakan bila tidak dikelola dengan benar.

“Kita sering mendengar berita tentang kebocoran data, penipuan online, atau penyalahgunaan data pribadi untuk pinjaman online. Kita tidak ingin hal itu menimpa warga Kabupaten Tanah Laut. Karena itulah pemerintah menetapkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap instansi pemerintah, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga desa, memegang banyak data pribadi milik warga, sehingga diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam mengelolanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian Agama Raih Penghargaan sebagai Lembaga Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Umat 2025

Kementerian Agama mendapatkan Anugerah Inklusi Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Digital kategori Lembaga Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam acara Detikcom Awards 2025.

Mengusung tema ‘Apresiasi Karya Insan Nusantara, Merajut Indonesia Gemilang’, detikcom Awards 2025 berlangsung di The Westin Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). Penghargaan ini dianugerahkan atas upaya dan inovasi Kemenag dalam pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis wakaf dan zakat, terutama dalam program Kampung Zakat, yang memberdayakan ekonomi umat langsung di tengah masyarakat.

Penghargaan diterima Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin. Sekjen Kamaruddin mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penganugerahan ini. Dia juga memaparkan terkait pemberdayaan dana umat yang memiliki potensi yang sangat besar.

“Hari ini, Kementerian Agama mendapatkan penghargaan dari detikcom, atas upaya dan capaian dalam pemberdayaan ekonomi umat. Terima kasih atas penghargaan ini. Memang sejauh ini, potensi dana umat, khususnya zakat itu sangat besar, sejauh ini dana yang sudah dikelola Baznas dan juga lembaga zakat lainnya itu mencapai 51 triliun, ini sangat berpotensi dan harus diberdayakan,” tuturnya.

Hadir menyaksikan, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Staf Khusus Menag bidang Pengambangan SDM dan Media Ismail Cawidu, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.

Sekjen Kamaruddin juga menuturkan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekedar apresiasi, tetapi juga sebagai motivasi bagi Kementerian Agama untuk terus berinovasi dalam pemberdayaan ekonomi umat.

“Penghargaan ini, selain menjadi prestasi atau achievement, juga menjadi motivasi bagi Kementerian Agama untuk terus mengambil langkah-langkah positif untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan, khususnya pemberdayaan ekonomi umat”, terangnya.

Ajang detikcom Awards 2025 didedikasikan khusus kepada individu, badan usaha, dan unsur pemerintah yang telah menjejak prestasi dan dampak berarti bagi negeri. Penghargaan menyasar pada karya, tata kelola dan pencapaian gemilang dari berbagai bidang. Pagelaran ini turut dihadiri oleh Jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, serta beberapa tokoh nasional.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Nasaruddin Umar Dianugerahi sebagai Tokoh Kerukunan Nasional 2025

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima Anugerah Kontribusi Sosial, Budaya, dan Perlindungan Masyarakat kategori Tokoh Kerukunan Nasional dalam ajang detikcom Awards 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Menag dalam memperkuat harmoni antar umat beragama, memajukan dialog lintas iman di Indonesia, dan gagasannya terkait konsep trilogi kerukunan.

Penghargaan diterima langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hadir mendampingi, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Staf Khusus Menag bidang Pengambangan SDM dan Media Ismail Cawidu, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.

Menag menegaskan bahwa kerukunan adalah fondasi utama pembangunan nasional. Menurutnya, tidak mungkin ada kesejahteraan tanpa kerukunan, karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi. Ia juga mengingatkan bahwa ketika harmoni terganggu, iklim investasi pun turut terdampak, sehingga penting bagi kita untuk menjaga kerukunan.

“Sekali lagi saya ingatkan, kerukunan adalah syarat mutlak untuk tercapainya kesejahteraan suatu bangsa”, tegas Menag, Selasa (26/11/2025).

Menag juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama hadir sebagai perwujudan negara dalam merealisasikan kerukunan tersebut nyata di tengah masyarakat. “Kewajiban kami, Kementerian Agama, untuk bertanggung jawab ikut serta menciptakan ketenangan, kerukunan, kedamaian.”, ujarnya.

Menag menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan miliknya secara pribadi, tetapi hasil kerja kolektif seluruh elemen bangsa dalam menjaga kerukunan nasional. Menurutnya, capaian kerukunan yang sudah dicapai oleh masyarakat Indonesia saat ini adalah hasil dari dukungan para masyarakat juga.

“Kementerian Agama sudah mendapatkan empat penghargaan dari berbagai lembaga. Ini membuktikan apapun capaian yang kita raih adalah buah dari kerja sama masyarakat Indonesia yang menjadikan toleransi sebagai budaya untuk menciptakan kerukunan”, ujar Menag.

Penghargaan ini diberikan berbarengan dengan penghargaan yang diterima Kementerian Agama pada kategori lain, yaitu  Anugerah Inklusi Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Digital kategori Lembaga Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Umat, menandai komitmen kuat Kemenag dalam reformasi layanan publik, pemberdayaan umat, serta penguatan toleransi di Indonesia.

Ajang detikcom Awards 2025 didedikasikan khusus kepada individu, badan usaha, dan unsur pemerintah yang telah menjejak prestasi dan dampak berarti bagi negeri. Penghargaan menyasar pada karya, tata kelola dan pencapaian gemilang dari berbagai bidang. Pagelaran ini turut dihadiri oleh Jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, serta beberapa tokoh nasional.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Hari Guru Nasional 2025, Menteri Mu’ti: Guru Hebat, Kunci Indonesia Kuat

Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 berlangsung khidmat di Balai Kota Surabaya, Selasa (25/11), dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bertindak sebagai pembina upacara. Mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” upacara dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan perwakilan pemerintah daerah. Pada kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti tampil mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan udeng dan kain khas Bali sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia.

Dalam amanatnya, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pemerintah terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru.

“Tahun 2025, Pemerintah memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi guru yang belum berpendidkikan D.IV/S.1 untuk melanjutkan studi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk 12.500 guru,” ujar Menteri Mu’ti.

Ia mengatakan, bahwa Pemerintah memberikan berbagai pelatihan antara lain Pendidikan Profesi Guru, up-grading guru Bimbingan Konseling, Bimbingan Konseling untuk guru-guru non-Bimbingan Konseling, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta peningkatan kompetensi lainnya.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, Pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah perbulan untuk guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu kali gaji pokok untuk guru-guru ASN. Bagi guru honorer diberikan insentif sebesar 300.000 rupiah per bulan. Semua tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening guru,” tuturnya.

Menteri Mu’ti mengungkapkan, bahwa Pemerintah menyadari berbagai insentif dan tunjangan untuk guru belum sebagaimana yang diharapkan. Tetapi, ucap Menteri Mu’ti, Pemerintah berkomitmen untuk berbuat yang lebih baik.

“Tahun 2026, kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa dibuka untuk 150.000 guru. Tunjangan guru honorer dinaikkan dari 300.000 rupiah menjadi 400.000 rupiah. Tugas administratif guru dikurangi, kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam, ada satu hari belajar guru dalam sepekan,” katanya.

“Kebijakan tersebut dimaksudkan agar guru dapat lebih fokus melaksanakan tugas utama sebagai pendidik profesional, melaksanakan tugas pembelajaran, membimbing, dan meningkatkan kualitas diri,” lanjut Menteri Mu’ti.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan dukungan serta apresiasi terhadap pelayanan dan perlindungan untuk guru.

“Alhamdulillah, tadi sangat luar biasa pesan Pak Menteri, bagaimana penghormatan pada seorang guru, baik untuk kesejahteraan guru. Kita menjadi apa pun hari ini, itu adalah karena jasa seorang guru. Karena itulah hormati guru sampai kapan pun, seperti kita menghormati orang tua kita,” ujar Wali Kota Eri.

Menteri Mu’ti mengungkapkan bahwa di era digital dan dunia global, tugas guru semakin berat. Guru dihadapkan pada tantangan kehidupan yang semakin hedonis dan materialistis dimana kebahagiaan dan penghargaan atas manusia dihargai sebatas kepemilikan dan kesenangan material.

Ia menambahkan, bahwa Guru juga dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang kian tinggi, dan apresiasi yang rendah. “Ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum. Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid,” tegasnya.

Untuk melindungi para guru, ujar Menteri Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

“Isi kesepahaman antara lain penyelesaian damai (restorative justice) bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik,” ucapnya.

Menutup amanatnya, Menteri Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Bapak dan Ibu guru atas semua dharma bhakti yang tak ternilai dengan materi. “Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmu kualitas sumber daya manusia, masa depan bangsa dan negara. Selamat Hari Guru 2025. Guru hebat, lndonesia kuat,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menag Dorong Penguatan Gagasan Prabowo untuk Islam Global, Indonesia Harus Jadi Produsen

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya Indonesia mengambil posisi sebagai produsen gagasan Islam global, bukan sekadar konsumen. Pesan itu ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Konferensi Internasional di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rabu (26/11/2025).

Dalam pidatonya, Menag menyoroti meningkatnya perhatian dunia terhadap Indonesia, terutama setelah berbagai pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang perdamakan Gaza yang viral dan mendapat tindak lanjut di banyak negara Muslim.

“Indonesia saat ini memiliki posisi penting karena Presiden kita, Pak Prabowo, menjadi perhatian internasional. Deklarasi beliau ditindaklanjuti hampir di semua negara Muslim. Kita jangan sampai hanya menjadi konsumen atas pemikiran-pemikiran mereka (negara Muslim Timur Tengah), justru kita harus menjadi produsen,” ujar Menag.

Menurut Menag, Indonesia perlu menyiapkan pedoman konseptual dan muatan akademik untuk memperkuat gagasan-gagasan Presiden di level global. “Untuk menjadi produsen pemikiran ala Pak Prabowo, kita perlu memberikan pedoman dan muatan untuk menerjemahkan pernyataan-pernyataan beliau di luar negeri agar lebih konsepsional, dan matang,” tegasnya.

Ia menilai keberanian dan ketegasan Presiden Prabowo memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memimpin arus pemikiran Islam global. “Pernyataan-pernyataan beliau di luar negeri membuat kita bangga sebagai orang Indonesia. Berbeda dengan tokoh-tokoh masa lalu seperti Muammar Khadafi atau Saddam Hussein yang vokal tanpa konsep, Pak Prabowo tegas, konsepsional, dan terukur,” ujarnya.

Menag menambahkan bahwa Kementerian Agama bergerak proaktif agar gagasan Presiden tidak justru dipanen oleh negara lain. “Kita ingin menjadi konseptor dan produsen gagasan, sementara negara lain menjadi pengguna. Pak Prabowo tentu tidak mungkin memerinci semuanya, kitalah yang harus mengisi ruang-ruang itu. Dengan demikian, pernyataan Presiden akan memiliki landasan akademik, konseptual, dan operasional yang kuat,” jelasnya.

Konferensi Bahas Islam Indonesia Sebagai Solusi Tantangan Global

Konferensi internasional ini mengusung tema “Why Indonesia as a New Center of Muslim Civilization? Reassessing the Role of Indonesian Islam in Shaping the World Future in a Post-War Era.” Salah satu narasumber utama adalah Greg Barton, Profesor Politik Global Islam dari Universitas Deakin, Australia.

Rektor UINSA, Akhmad Muzakki, menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan momen penting untuk mempromosikan Islam Indonesia sebagai solusi bagi tantangan global.

“Kita membahas proposal penting untuk mengusung Islam Indonesia sebagai solusi atas problem dunia hari ini,” ujar Muzakki. Ia menyebut acara International Conference on Indonesian Islam ini dihadiri lebih dari 2.500 peserta, bahkan totalnya diperkirakan mencapai 3.000 orang.

“Hadir pula 10 perwakilan pemerintahan negara sahabat di Surabaya, 192 pimpinan PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) dari Kopertais Wilayah IV Jatim, serta mahasiswa internasional,” jelasnya.

Acara diakhiri dengan Deklarasi Surabaya for Global Peace and Harmony, yang dibacakan bersama perwakilan mahasiswa internasional.

Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Konjen Amerika Serikat Luther Gove, Konjen Tiongkok Tan Dayou, Konsulat Kehormatan Maroko Jamal Ghozi, Stafsus Menag Ismail Cawidu, Koordinator Penasehat Ahli Menag Nur Syam, Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar, serta Rektor UIN Madura Saiful Hadi.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kemdiktisaintek Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan melalui Program Tendik Berdampak 2025

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, menyelenggarakan Seminar Nasional Tenaga Kependidikan (Tendik) Berdampak 2025 pada Selasa (25/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Program Tendik Berdampak 2025 yang bertujuan memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan kualitas layanan tenaga kependidikan (tendik) perguruan tinggi di Indonesia.

Program ini terdiri dari seminar nasional, pembelajaran modul digital, serta workshop dan benchmarking, dengan fokus peningkatan kemampuan teknis, manajerial, dan sosiokultural tendik. Tahun ini, seminar mengusung tema “Kecerdasan Buatan (AI) dan Pelayanan Prima”, sebagai respons terhadap percepatan transformasi digital pendidikan tinggi.

Seminar dibuka oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, bersama Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani. Dalam sambutannya, Dirjen Khairul menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tendik untuk mendukung mutu layanan pendidikan tinggi.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural tenaga kependidikan dapat semakin meningkat untuk menghasilkan tendik yang efisien, efektif, dan akuntabel dalam kinerja, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi kita,” ujar Dirjen Khairul.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani menekankan pentingnya kesiapan tendik dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Di angkatan pertama ini, kita mendorong adaptasi tenaga kependidikan terhadap teknologi guna memulihkan layanan prima pada pendidikan tinggi yang efisien, efektif, dan akuntabel,” jelas Direktur Sri Suning.

Program ini turut didukung oleh Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) sebagai mitra penyelenggara yang menyediakan modul pembelajaran digital. Direktur ICE Institute, Rahayu Dwi Riyanti mendorong peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan optimal.

“Kami berharap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini, memilih mata kuliah yang tepat, dan mengikuti program dengan motivasi tinggi agar hasilnya tidak sia-sia,” ujar Rahayu.

Dalam pemaparannya, Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Syukron Abu Ishaq Alfarozi, menjelaskan bahwa AI pada dasarnya merupakan sistem data yang dirancang untuk menjalankan kemampuan yang dimiliki manusia.

“AI sebenarnya berasal dari data. AI tidak harus menyerupai manusia, namun ketika sebagian pengetahuan manusia ditransformasikan ke dalam sistem, kemampuan itu sudah dapat dikategorikan sebagai AI,” ujar Syukron.

Syukron menjelaskan bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas karena mampu menangani berbagai pekerjaan yang bersifat berulang. Namun, pemanfaatannya perlu diseimbangkan dengan kemampuan analisis dan evaluasi luarannya.

“AI tetap memiliki potensi salah. Jika tidak memiliki kemampuan analisis dan evaluasi terhadap luarannya, kita akan mudah bergantung, yang berdampak pada menurunnya kapasitas berpikir kritis,” jelas Syukron.

Widyaiswara Madya pada Pusdiklat Kepemimpinan dan Manajerial Kementerian Keuangan, Budi Setiawan memaparkan bahwa pelayanan yang baik harus memberikan nilai tambah dan menunjukkan komitmen untuk bekerja melampaui harapan.

“Pelayanan yang baik perlu ditopang unbelievable energi dan nilai. Prinsip ini berangkat dari keyakinan bahwa bekerja adalah ibadah, sehingga layanan tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna tetapi juga menjadi upaya untuk memberikan yang terbaik melebihi yang diharapkan,” ujar Budi.

Program Tendik Berdampak 2025 dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu Seminar Nasional, Pembelajaran Modul Digital, dan Workshop serta Benchmarking. Sejumlah perguruan tinggi yang turut mendukung kegiatan ini, yaitu Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Pertanian Bogor (IPB)

Program ini semakin menegaskan komitmen Kemdiktisaintek menghadirkan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional, kompeten dan inovatif dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran dan administrasi kampus berfungsi optimal sehingga mampu mewujudkan visi Diktisaintek Berdampak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bulan Mutu Nasional 2025 Resmi Dibuka, Sesjen Kemdiktisaintek Tegaskan Standar sebagai Fondasi Inovasi

Rangkaian Bulan Mutu Nasional 2025 resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Togar M. Simatupang, pada Rabu (26/11). Acara yang digelar oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran inovasi dan teknologi dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, lembaga standardisasi, hingga pelaku industri. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan pentingnya standardisasi bagi pembangunan ekosistem inovasi di Indonesia.

Dalam sambutannya mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sesjen Togar menekankan bahwa inovasi tidak dapat berkembang tanpa adanya standar yang jelas dan konsisten. Standar disebutnya sebagai pondasi yang memastikan industri mampu naik kelas dan meninggalkan fase imitasi.

“Inovasi tidak akan terjadi tanpa standar, kita harus belajar memenuhi standar agar keluar dari fase imitasi. Sinergi berbasis standar adalah kunci untuk menciptakan industri nasional yang berdaya saing,” tegas Sesjen.

Harapan untuk Kolaborasi Berkelanjutan
Sesjen Togar menambahkan, Bulan Mutu Nasional 2025 merupakan lebih dari perayaan tahunan, tetapi harus menjadi gerakan kolektif nasional untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem industri yang inovatif, mandiri, dan kompetitif secara global.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, serta lembaga standardisasi, Indonesia diyakini mampu mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

Sesjen Kemdiktisaintek menyampaikan apresiasi kepada BSN di bawah kepemimpinan Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono beserta seluruh pemangku kepentingan atas penyelenggaraan kegiatan strategis ini. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan rekomendasi konkret, langkah-langkah strategis, serta kerja sama berkelanjutan antarinstansi.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan langkah nyata dan memperkuat budaya mutu serta mobilisasi inovasi nasional,” ujar Sesjen Togar.

Dengan tema “Identifikasi Produk Inovasi dan Teknologi untuk Mendukung Industri Nasional Berdaya Saing”, Bulan Mutu Nasional 2025 diharapkan mampu menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian industri Indonesia di tengah persaingan global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Herman Khaeron: Demokrat Harus Hadir di Semua Tingkatan

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bekasi menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Sabtu (15/11) lalu. Rakercab tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, dan disaksikan para pengurus partai baik di tingkat provinsi maupun daerah.

Dalam kesempatan itu, Herman Khaeron menyampaikan bahwa Rakercab harus menjadi momentum untuk menyusun langkah-langkah positif ke depan, baik untuk konsolidasi internal maupun dalam meningkatkan peran Partai Demokrat di tengah masyarakat.

“Rakercab ini merupakan momentum untuk merencanakan langkah-langkah konkret, langkah-langkah positif ke depan, apa yang bisa dilakukan oleh Partai Demokrat baik untuk konsolidasi internal maupun kontribusinya kepada rakyat,” ujarnya usai kegiatan Rakercab DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi.

Herman Khaeron juga menegaskan bahwa sesuai hasil Rakernas pada 25 Februari 2025, seluruh mesin partai di semua tingkatan harus terus bergerak memperluas kontribusi bagi masyarakat, sebagaimana instruksi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Arahan ketua umum, mesin partai ini jangan diam, mesin partai ini harus bergerak terus dalam arti memperluas kontribusi kepada rakyat,” ungkapnya.

Selain itu, Herman Khaeron mengingatkan bahwa partai harus menjadi wadah aspirasi masyarakat. Ia mendorong agar kantor partai di setiap tingkatan berfungsi sebagai pusat penampungan aspirasi rakyat. Untuk itu, ia telah menginstruksikan para kader membuka rumah aspirasi di berbagai wilayah.

“Kami sudah instruksikan, baik itu di kabupaten, kecamatan, desa, hingga RW, untuk membuka ruang aspirasi yang dapat dikolaborasikan di semua tingkatan, baik dengan provinsi maupun pusat,” imbuhnya.

Herman Khaeron menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas seluruh kader dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

“Terpenting, seluruh kader terus menjaga kekompakan dan soliditas demi menghadapi tantangan politik ke depan,” pungkasnya.

Kegiatan Rakercab turut dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat H. Anton Sukartono Surato, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi H. Romli, anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi Demokrat, Pengurus Anak Cabang (PAC), serta sejumlah organisasi massa dan organisasi sayap partai.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menteri Rini Tegaskan Penguatan Kebijakan Kelembagaan dan Tata Laksana Menuju RPJMN 2025–2029

Memasuki awal pelaksanaan RPJMN 2025–2029, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memperkuat arah kebijakan dan strategi program kerja tahun 2026, khususnya pada bidang Kelembagaan dan Tata Laksana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyusunan kebijakan pemerintah selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik.

Hal tersebut disampaikan Menteri PANRB Rini Widyantini dalam Rapat Koordinasi Internal Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Selasa (25/11/2025), di Jakarta.

“Perlu investasi waktu dan energi lebih dalam menyusun perencanaan dan menentukan arah kedepan yang lebih visioner dan tepat sasaran, karena apa yang akan kita lakukan akan berpengaruh pada kualitas pemerintahan dan layanan yang dirasakan masyarakat,” ujar Menteri Rini.

Strategi perencanaan di bidang kelembagaan dan tata laksana yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada hasil dibutuhkan untuk memastikan setiap kegiatan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan organisasi dan berdampak pada masyarakat. Rini menyampaikan tiga strategi penguatan di bidang tata laksana.

Penguatan di bidang tata laksana yang dimaksud meliputi kebijakan pemetaan kelembagaan dan peningkatan tata kelola instansi pemerintah, penguatan proses bisnis instansi pemerintah, termasuk proses bisnis tematik untuk mendukung pencapaian program prioritas sebagai shared outcomes.

Menteri PANRB menegaskan bahwa penyusunan perencanaan di bidang kelembagaan dan tata laksana saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Mulai dari penajaman sasaran indikator, penyesuaian regulasi, hingga kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi anggaran di tengah kebijakan refocusing.

Selain itu, meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik memaksa pemerintah menyusun rencana kerja yang lebih inovatif dan tepat sasaran.

Rini berpesan agar para jajarannya melakukan perubahan paradigma saat bekerja. Paradigma teknokratis dalam menjalankan roda birokrasi harus diperkuat dalam merumuskan kebijakan dan menghadapi tantangan-tantangan kedepan.

“Birokrat harus fokus ke pemikiran teknokratis, buat kebijakan yang berakar pada evidence, data dan rasionalitas yang mampu menjawab kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang,” jelasnya.

Pencapaian target organisasi diwujudkan melalui konsolidasi dan koordinasi dengan unit kerja lainnya dengan mengutamakan integritas. Konsep agile organization kemudian dapat menjadi terobosan dalam memberi keleluasaan dan penilaian objektif bagi pegawai agar mencapai target organisasi.

Perubahan paradigma berikutnya berupa pola koordinasi orkestrasi, mengimplementasikan rencana, dan perubahan egosistem menjadi ekosistem. Sebagai contoh, Sekretariat Kedeputian bukan sebatas memiliki peran adminstrasi di dalam organisasi, melainkan sebagai orkestrator yang membuat proses bisnis dan memastikan jalannya kinerja di kedeputian agar perencanaan berjalan menjadi implementasi nyata.

“Kedeputian Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana juga bisa menjadi living lab, bukan hanya merumuskan kebijakan tapi juga contoh penerapan, evaluasi, dan continuous improvement atas kebijakan yang telah diterbitkan,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sonny Danaparamita Bantu Kelompok Nelayan Banyuwangi dengan Alat Tangkap Baru

Upaya memperkuat sektor perikanan terus dilakukan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita Pada Senin (24/11/25), Sonny menyalurkan bantuan jaring kepada sejumlah kelompok nelayan di wilayah Banyuwangi sebagai tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan masyarakat pesisir.

Total terdapat lima kelompok nelayan yang menerima bantuan tersebut. Yakni Putra Nelayan (Muncar), Samudra Indah (Muncar), Andaan Makmur (Muncar), Putra Baru (Muncar) dan 17 Nelayan Pecemengan (Blimbingsari)

Dalam kesempatan tersebut, Sonny Danaparamita menjelaskan, kondisi alat tangkap yang banyak mengalami kerusakan menjadi perhatian utama. Para nelayan sebelumnya menyampaikan kebutuhan tersebut dalam berbagai pertemuan.

“Kami menindaklanjuti keluhan para nelayan terkait jaring yang sudah tidak layak digunakan. Bantuan ini kami ajukan melalui mitra kerja agar dapat segera disalurkan. Harapannya, bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan mereka,” ujarnya.

Penyaluran bantuan di wilayah Muncar dilakukan oleh Koordinator GARASI (Griya Rajut Aspirasi), Prayogi Adi Pratama, mewakili rumah aspirasi Sonny T. Danaparamita.

Sementara itu, Nasikin, Ketua Kelompok 17 Nelayan Pecemengan Blimbingsari, mengapresiasi bantuan alat tangkap yang disampaikan langsung oleh Sonny Danaparamita.

“Terima kasih kepada Pak Sonny Danaparamita atas perhatian dan bantuan jaring baru ini. Sudah lama kami memiliki kendala alat tangkap yang rusak. Dengan alat ini, kami bisa kembali melaut dengan lebih baik,” ujarnya.

Bantuan alat tangkap ini diharapkan menjadi dorongan bagi nelayan Banyuwangi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan perikanan di pesisir selatan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News