Beranda blog Halaman 712

Jangan Takut Bermimpi! Dispora Kaltim Ajak Pemuda Bergerak dan Berkolaborasi

Dalam semangat menuju Hari Sumpah Pemuda, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Kadispora Kaltim), Muhammad Faisal mengajak generasi muda terus bergerak menggapai cita-cita.

“Kita tidak mau pemuda hanya diam. Pemuda harus bergerak, saling kompak, jangan sendiri-sendiri. Saling berkolaborasi dan membangun networking,” kata Kadispora Kaltim.

Hal itu disampaikan Kadispora Kaltim saat menjadi narasumber dalam tapping program Talkshow Ngapeh di Studio TVRI Kalimantan Timur, Senin (27/10/25) sore.

Kadispora Kaltim juga menyinggung Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kaltim yang terus naik dan masuk lima besar nasional sebagai bukti perkembangan positif.

Kaltim disebutnya sedang mengalami lompatan besar di era digital. Momentum ini diharapkan menjadi ruang pemuda untuk belajar, berkarya dan mempromosikan potensi daerah.

Di tempat yang sama, Muhammad Fikri Al Hafidh berbicara dari sisi pengalaman pribadi sebagai Pemuda Berprestasi 2023. Ia menegaskan, generasi muda tidak akan mampu menyelesaikan tantangan sendirian.

“Pemuda Kaltim punya banyak mimpi, tapi sering berhenti karena masalah finansial dan rasa-ragu. Usia 16-30 itu penuh kebimbangan, satu cita-cita berubah ke yang lain, akhirnya banyak yang tidak selesai,” ujarnya.

Fikri memilih membangun komunitas belajar bahasa Inggris untuk membantu sesama anak muda. Menurutnya, banyak pemuda Kaltim yang cerdas, namun gagal di tingkat nasional karena kemampuan bahasa Inggris yang masih terbatas.

“Kolaborasi itu modal utama. Kami bikin ruang bicara bahasa Inggris, dan ternyata banyak yang tertarik tapi kekurangan wadah,” tambahnya.

Baik Faisal maupun Fikri sepakat, pemuda harus bergerak bersama, dan saling menguatkan. Semangat ini menjadi pesan kuat dari Kaltim untuk seluruh pemuda Indonesia. Berani bergerak, kolaborasi, dan jangan takut bermimpi besar.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud: Ajak Pemuda Kaltim Jadi Penentu Sejarah Bangsa

Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman GOR Kadrie Oening, Sempaja, Selasa (28/10/25). Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna, mengusung tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Dalam kesempatan ini, Gubernur Rudy Mas’ud membacakan sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan panggilan untuk mewujudkan nilai persatuan dan semangat kebangsaan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat kebersamaan, pengabdian dan cinta tanah air. Generasi muda harus menjadi pelopor perubahan dan menjunjung tinggi persatuan di tengah tantangan zaman,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud.

Gubernur Rudy Mas’ud menekankan pentingnya ketangguhan dan keberanian pemuda Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.

“Bangsa ini percaya masih ada pemuda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Kita butuh patriot yang gigih, berempati, dan mencintai tanah air dengan tindakan nyata. Berdirilah tegak saat badai datang, jangan takut bermimpi besar, dan jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah, tetapi penentu sejarah berikutnya,” tegasnya penuh semangat.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi generasi muda, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada para Pemuda Pelopor Terbaik se-Kaltim. Mereka berasal dari berbagai bidang, seperti seni budaya, pendidikan, inovasi teknologi, kriya, dan kuliner — menunjukkan luasnya kiprah pemuda dalam membangun daerah.

Momentum peringatan Sumpah Pemuda ini turut dimanfaatkan Gubernur Rudy Mas’ud untuk memberikan motivasi kepada atlet-atlet muda Kalimantan Timur yang akan berlaga di ajang nasional mendatang.

“Berjuanglah dengan semangat juang para pemuda 1928. Bawa nama baik Kaltim dan jadilah inspirasi bagi generasi muda lainnya,” pesannya.

Melalui peringatan semangat Sumpah Pemuda ke-97, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengajak seluruh pemuda di Bumi Etam untuk terus menjaga persatuan, memperkuat karakter, dan menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Kendal Tinjau Pembangunan Jembatan di Kartikajaya

Untuk memastikan pembangunan jembatan Sungai Lingen di Desa Kartikajaya berjalan dengan baik, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meninjau progres Pembangunan jembatan tersebut, Jumat (24/10).

Bupati menyampaikan, pihaknya terus berupaya untuk memperbaiki infrastruktur, untuk mempermudah akses warga dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Katanya ini sudah diusulkan sembilan tahun lalu. Dan akhirnya jembatan penghubung antardusun RW 01 ke RT 02 ini kita prioritaskan,” ujar bupati.

Terkait anggaran, bupati menuturkan, anggaran yang dikucurkan dalam pembangunan tersebut sebesar Rp1,2 miliar, dengan panjang jembatan 18 meter dan lebarnya 5 meter.

Sementara itu, Kepala Desa Kartikajaya, Budi Hartono menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kendal, karena telah merealisasikan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat. Menurutnya, dengan adanya pembangunan jembatan tersebut, nantinya bisa memudahkan akses bagi masyarakat Desa Kartikajaya, karena sebelumnya jembatan dibuat dari bambu yang disusun.

“Alhamdulillah jembatan yang kami usulkan selama sembilan tahun sudah mulai dilakukan pembangunan. Tentunya dengan adanya pembangunan jembatan beton akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama sebagai akses untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Kudus Gerak Cepat Tangani Persoalan Sampah

Untuk meningkatkan kinerja pihak terkait dalam menangani permasalahan sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyerahkan bantuan 26 bentor bagi 18 desa/kelurahan dan 1.320 tempat sampah untuk Desa Gamong.

“Pemerintah kabupaten akan terus memberikan dukungan, baik sarana, pembinaan, maupun edukasi agar pengelolaan sampah di tingkat desa bisa mandiri dan berkelanjutan,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, pada penyerahan bantuan dan penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025, di halaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) kabupaten setempat, Jumat (24/10).

Bupati menyampaikan, dengan makin kompleksnya permasalahan sampah di Kabupaten Kudus, dibutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, dalam pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga ke hilir.

“Permasalahan sampah harus diselesaikan bersama-sama oleh pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder ikut berperan aktif mengelola sampah, sejak dari sumbernya,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas PKPLH Kudus, Sulistyowati menjelaskan, penyerahan bantuan serta penghargaan Adiwiyata ini merupakan bentuk dukungan konkret bagi desa dan sekolah.

“Bantuan bentor dan tempat sampah ini diharapkan dapat memperkuat operasional pengelolaan sampah di tingkat desa. Selain itu, penghargaan Adiwiyata menjadi apresiasi bagi sekolah, yang konsisten menanamkan nilai cinta lingkungan kepada peserta didik,” terangnya.

Kepala Desa Gamong, Nuryanto menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkab Kudus terhadap pengelolaan lingkungan di desa.

“Bantuan tempat sampah ini sangat membantu desa kami, dalam upaya mengurangi volume sampah dan menggerakkan masyarakat, agar lebih sadar pentingnya memilah dan mengelola sampah. Kami siap mendukung program pemerintah, dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Magelang Luncurkan ‘Jempol’, Angkot Gratis untuk Pelajar ke Sekolah

Sejumlah pelajar menyambut baik kehadiran program “Jempol” (Jemput Pelajar Kota Magelang), yakni layanan angkutan umum gratis dari Pemerintah Kota Magelang, yang bertujuan memudahkan akses pelajar ke sekolah, sekaligus meringankan beban orang tua.

Panji, siswa SMP Negeri 5 Kota Magelang, mengaku senang dengan hadirnya layanan tersebut, karena tidak lagi harus diantar jemput orang tuanya setiap hari.

“Iya, senang, kalau berangkat atau pulang sekolah nggak perlu diantar jemput orang tua,” kata remaja asal Perumahan Ngembik, Magelang Utara, itu di sela peluncuran “Jempol”, di Terminal Tipe C Magersari, Jumat (24/10).

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, dalam sambutannya menyampaikan, program ini tidak hanya sebatas kebijakan transportasi, namun juga menjadi solusi atas berbagai tantangan sosial perkotaan.

“Kami ingin anak-anak bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman, mudah, dan tanpa terbebani biaya transportasi,” tegasnya.

Menurut Damar, dalam lima tahun terakhir jumlah angkutan umum di Kota Magelang menurun drastis, hingga tersisa 146 unit pada 2024. Sementara itu, kepemilikan kendaraan pribadi meningkat signifikan, menyebabkan rasio kepadatan jalan mencapai 88,38 persen. Kondisi tersebut memicu kemacetan, polusi, dan meningkatnya biaya hidup keluarga.

Sebagai langkah solusi, Pemkot Magelang menghadirkan program “Jempol”, dengan menyiapkan 27unit angkot yang melayani delapan jalur utama, melintasi sekolah-sekolah di seluruh wilayah kota. Setiap armada dilengkapi stiker identitas program dan perangkat GPS, sehingga pergerakannya dapat dipantau secara real time oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Setelah jam sekolah berakhir, angkot diperbolehkan mengangkut penumpang umum, agar aktivitas ekonomi pengemudi tetap berjalan.

“Saya minta seluruh armada bersih, bebas rokok. Termasuk supir tidak boleh merokok. Angkutan ini kan fasilitas publik,” tegas Damar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi memastikan, seluruh armada dalam program “Jempol” siap beroperasi. Pada tahap awal, layanan menggunakan 27unit angkot eksisting yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi.

Seluruh armada beroperasi dengan sistem swakelola, bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan yang menaungi penyelenggara angkutan umum perkotaan. Biaya operasional harian sebesar Rp144.000 per unit, sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kota Magelang melalui APBD, dengan total anggaran Rp280,84 juta, serta dukungan CSR dari Bank Jateng, Bank Magelang, dan TKL senilai Rp108 juta.

“Jam operasional disesuaikan dengan aktivitas belajar, yaitu hari Senin sampai Jumat, pukul 05.30–07.00 untuk mengantar siswa dan pukul 13.30–15.00 untuk menjemput pulang,” jelas Candra.

Selain memanfaatkan trayek eksisting, Dishub juga menyiapkan jalur khusus (rerouting) agar layanan dapat menjangkau seluruh sekolah di wilayah kota. Setiap kendaraan dilengkapi stiker identitas program“Jempol”, serta GPS untuk pemantauan rute dan waktu operasional.

Candra menegaskan komitmen Pemkot Magelang dalam menjaga keberlanjutan program ini, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Kalsel Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Persatuan di Hari Sumpah Pemuda ke-97

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat juang dan nasionalisme generasi muda Indonesia. Upacara peringatan ini digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan dihadiri jajaran pejabat serta perwakilan pelajar.

Amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia dibacakan oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhamad Muslim.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa meskipun dunia bergerak cepat dan penuh tantangan, pemuda Indonesia tidak boleh takut untuk menghadapi perubahan.

“Setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani,” ujar Muslim, Banjarbaru, Selasa (28/10/2025).

Ia menegaskan bahwa kualitas-kualitas inilah yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Menpora melalui sambutannya juga mendorong agar pemuda Indonesia menjadi agen perubahan — bukan sekadar pelengkap sejarah, melainkan pencipta sejarah baru.

Selain itu, generasi muda diharapkan memiliki semangat patriotisme, kegigihan, empati, serta cinta tanah air yang diwujudkan melalui tindakan nyata. “Pemuda Indonesia harus tetap berdiri kokoh ketika badai datang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Febriadin Hapiz, turut mengajak para pemuda Banua untuk terus mengembangkan diri sesuai semangat Sumpah Pemuda.

“Terus jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kami berharap pemuda menjadi garda terdepan dalam membawa bangsa ini menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kreativitas dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman agar generasi muda tidak tertinggal di era digital yang serba cepat.

Senada dengan itu, Jelita, siswi SMAN 11 Banjarmasin, berharap pemuda Indonesia semakin bersemangat menanamkan nilai-nilai Pancasila dan menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

“Tujuannya agar Indonesia menjadi lebih maju dan anak mudanya semakin berjiwa semangat,” ungkapnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini diharapkan dapat memperkuat tekad generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Ombudsman RI Dukung Penambahan MinyaKita dalam Program Bantuan Pangan 2025

Ombudsman RI mendukung penuh langkah pemerintah dalam menambahkan minyak goreng MinyaKita sebagai bagian dari program bantuan pangan periode Oktober-November 2025. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kepatuhan terhadap penegakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng MinyaKita yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, dalam Rapat Pembahasan Penggunaan Aplikasi SIMIRAH pada Penyaluran MinyaKita untuk Bantuan Pangan, yang digelar pada Senin (27/10) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan, dan berbagai instansi terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, Yeka memberikan sejumlah masukan agar penambahan bahan pokok seperti MinyaKita disertai dengan pengaturan yang jelas dalam regulasi penyaluran bantuan pangan oleh Bapanas.

“Ombudsman RI menyambut baik upaya pemerintah menambah komoditas bantuan pangan, karena hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menegakkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yeka.

Namun demikian, Yeka juga mengingatkan perlunya mitigasi risiko agar keseimbangan pasar tetap terjaga, mengingat pelaksanaan kebijakan HET sering kali menghadapi tantangan di lapangan.

“Yang terpenting, apabila keputusan sudah ditetapkan pemerintah, pelaksanaannya harus tetap berlanjut dengan dukungan regulasi yang tepat dan mekanisme pengawasan yang efektif,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Andi Afdal, menyampaikan bahwa penambahan komoditas bantuan pangan menjadi angin positif bagi masyarakat. Namun, ia juga menekankan pentingnya dukungan kelembagaan dari Ombudsman RI dalam pelaksanaan kebijakan ini.

“Kami akan meminta Ombudsman RI memberikan dukungan dan saran secara tertulis sebagai bekal dalam pelaksanaan program tersebut ke depannya,” ujar Andi.

Sementara itu, Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional, Indra Wijayanto, menjelaskan bahwa distribusi minyak goreng akan menggunakan Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) yang dikelola oleh Kementerian Perindustrian. Melalui sistem ini, penyaluran akan dilakukan secara terintegrasi mulai dari produsen, Perum Bulog, distributor, hingga pengecer, dengan pengawasan berlapis dari berbagai instansi.

Indra juga memaparkan bahwa pada tahun 2024 bantuan pangan diberikan kepada 22 juta penerima manfaat, sementara pada tahun 2025 jumlahnya menjadi 18 juta penerima manfaat.

“Penyaluran tahap pertama telah dilakukan dengan menyalurkan beras 10 kilogram kepada 18,3 juta masyarakat sebagai bagian dari stimulus ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Indra menyampaikan bahwa penyaluran tahap kedua pada Oktober-November 2025 akan tetap berupa beras 10 kilogram, namun ditambah dengan minyak goreng MinyaKita sebanyak 2 liter per bulan. Program ini melibatkan koordinasi lintas kementerian, antara lain Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Bapanas, dan Kementerian Pertanian.

Penambahan komoditas MinyaKita dalam bantuan pangan diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan nasional menjelang akhir tahun 2025.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kikis Pengangguran, Pemprov Jateng Terus Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

Untuk mengikis angka pengangguran dan kemiskinan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan berbagai upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat meresmikan dan meninjau pabrik PT Formosa Industrial Park, di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Senin (27/10).

Sejumlah upaya yang dilakukan di antaranya optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi, penyediaan kawasan industri, dan sebagainya.

Luthfi menjelaskan, kehadiran pabrik tekstil PT Formosa Industrial Park di bawah naungan Korrun Group itu, akan menambah daya serap tenaga kerja di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Jepara. Tercatat, Korrun Group telah menyerap sekitar 20 ribu tenaga kerja di Jawa Tengah.

“Terima kasih atas dibukanya PT Formosa di bawah Korrun Group, yang berinvestasi sangat luar biasa di Jawa Tengah. Ini adalah perusahaan yang sangat luar biasa, dengan sistem padat karya,” kata Luthfi.

Ditambahkan, investasi yang ditanamkan Korrun Group tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk meningkatkan investasi. Terutama, investasi padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Dengan begitu, mampu menyerap tenaga kerja, sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan, yang ditargetkan bisa di bawah sembilan persen.

“Dengan besarnya investasi yang ditanamkan dari dalam dan luar negeri, minimal pengurangan pengangguran juga akan tercapai,” bebernya.

Menurut Luthfi, kehadiran Korrun Group di Jepara akan meningkatkan pendapatan asli daerah. Di mana produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Sebagai informasi, geliat investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan tren postif. Hingga triwulan III 2025, capaian nilai investasi di provinsi ini sudah mencapai Rp66,13 triliun, atau 84,42 persen dari target tahunan penanaman modal. Dari jumlah itu, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 326.462 orang.

Sementara itu, Founder Korrun Group, Fan Jinsong mengatakan, Korrun Group merupakan perusahaan global dan go public. Produk utamanya adalah pakaian, tekstil, tas, dan koper, yang melayani produk-produk terkenal di dunia.

Korrun Group sudah memiliki lima pabrik produksi di Indonesia. Empat di antaranya ada di Jawa Tengah dengan jumlah karyawan mencapai sekitar 20 ribu orang, termasuk PT Formosa yang merupakan pabrik terbaru milik Korrun Group.

“Kami berencana meningkatkan investasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, dengan memperluas kapasitas produksi. Kami berharap jumlah karyawan kami dapat meningkat sampai 40 ribu atau 50 ribu orang,” katanya.

Jinsong juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, atas dukungan yang diberikan untuk mengembangkan investasi di wilayahnya. Dia juga bangga dengan seluruh karyawan Korrun Group di Indonesia, karena kecerdasan, kerja keras, dedikasi, serta sikap terbuka dalam mendukung peningkatan besar manajemen dan efisiensi operasional perusahaan.

“Karyawan adalah aset berharga kami di Indonesia. Kami ingin mengembangkan perusahaan ini bersama masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gus Ipul Cek Penyaluran Bansos di Bandung, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Mensos Gus Ipul) meninjau penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kantor Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (27/10).

Gus Ipul hadir di lokasi pukul 08.00 WIB. Ia berdialog dengan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan melihat langsung penyaluran bansos serta melakukan ground checking Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Saya dan rombongan ingin bertemu dengan Bapak dan Ibu sekalian, untuk memastikan bahwa bantuan sosial kita ini diterima oleh mereka yang berhak dan juga penyalurannya lancar,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan pemerintah memiliki macam-macam bantuan dari berbagai Kementerian, salah satunya dari Kemensos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Sembako, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Pak Presiden itu punya perhatian yang luar biasa terhadap keluarga-keluarga yang memang membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ujarnya. Pada kesempatan ini, Gus Ipul juga memastikan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) dengan total nilai Rp31,54 triliun difokuskan untuk KPM di desil 1 sampai 4 DTSEN.

“Jadi Bapak dan Ibu sekalian siapa yang menerima ini? Yang menerima adalah mereka yang berada di Desil 1, 2, 3, dan 4 (DTSEN),” jelasnya.

Bantuan ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto Untuk Program Perlindungan Sosial Tahun 2025 melalui Kementerian Sosial untuk tiga bulan yaitu Oktober, November dan Desember, sebagai bagian dari strategi stimulus ekonomi. “Penebalan bansos dari Presiden sebanyak Rp 900 ribu untuk 3 bulan, per bulannya Rp 300 ribu,” ujarnya.

BLTS akan menjangkau 35,04 juta KPM. Jika dihitung dengan rata-rata empat anggota per keluarga (ayah-ibu dan 2 anak), bantuan ini diperkirakan menyentuh 140 juta jiwa.

Gus Ipul menambahkan, penyaluran bansos saat ini sudah mengacu pada DTSEN sesuai dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2025.

Mengingat data yang dinamis, Gus Ipul berharap peran aktif pemerintah daerah dan masyarakat dalam pemutahiran data, agar bantuan dapat tepat sasaran “Sekarang data tunggal dan datanya ini kita mutakhirkan terus, kita perbaiki terus,” ungkapnya.

Kepada para penerima manfaat, Gus Ipul juga mengajak para KPM untuk menjadi keluarga yang lebih mandiri dan berdaya. Ia menekankan bansos hanya bersifat sementara.

“Ke depan saya ingin ajak Bapak-Ibu sekalian, terutama yang masih usia-usia produktif ini. Mari kita tidak hanya berpikir tentang menerima Bansos. Bapak-Ibu sekalian harus berpikir bagaimana pindah ke program pemberdayaan,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan agar bansos digunakan untuk kebutuhan, dan tidak di gunakan hal yang tidak sesuai peruntukannya. “Apalagi untuk main judol (judi online), bansos kok dibuat main judol, itu sudah jelas di luar peruntukannya dan melanggar ketentuan,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 orang KPM, salah satunya Siti Mariani dari Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Ia mengatakan sudah menerima bantuan sembako selama setahun. Siti sapaan akrabnya, adalah seorang janda, suaminya sudah lama meninggal. Ia mengaku sangat terbantu dengan bantuan sembako yang diterima.

“Bantuannya bermanfaat untuk beli sembako, beli kebutuhan, makanan, vitamin. Kebantu dengan adanya bantuan ini,” ujar Siti.

Turut hadir pada acara ini Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Kepala Kanwil Kemenag Jabar Dudu Rohman, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Yorisa Sativa, dan Camat Batununggal Latief.

Dalam kesempatan ini, masing-masing KPM mendapat bantuan Rp 600.000 untuk bantuan sembako. Untuk bantuan PKH berbeda beda sesuai komponen masing masing KPM.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Perangi Narkoba, Bareskrim Polri Luncurkan Hotline Pengaduan dan Libatkan Partisipasi Publik

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengambil langkah signifikan dalam memperkuat pemberantasan narkoba dengan meresmikan hotline pengaduan 24 jam. Saluran ini dibuka untuk menerima laporan dari masyarakat terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Indonesia. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam melibatkan partisipasi publik memerangi narkoba yang menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si., menjelaskan bahwa hotline ini dihadirkan sebagai saluran cepat tanggap. Tujuannya adalah memfasilitasi masyarakat yang memiliki informasi penting terkait jaringan, distribusi, maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar mereka.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Komjen Pol. Syahardiantono, menggarisbawahi pentingnya peran kolektif.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat langsung menghubungi dua kanal utama:

Direktorat Narkoba: 0823-1234-9494 (aktif 24 jam)

Propam Polri (Pelanggaran Internal): 0813-1917-8741

Selain menjadi sarana pelaporan, hotline ini juga difungsikan sebagai kanal komunikasi dua arah antara masyarakat dan aparat penegak hukum untuk mempercepat respons terhadap kasus narkoba.

Bareskrim Polri berharap masyarakat tidak ragu melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan narkotika, baik di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, maupun ruang publik. Langkah kolaboratif ini sejalan dengan semangat “Bersama Perangi Narkoba”, yang menempatkan seluruh elemen bangsa sebagai bagian dari barisan perlawanan terhadap peredaran gelap narkotika.

“Kami ingin memastikan Polri hadir dan responsif. Namun, keberhasilan pemberantasan narkoba hanya bisa terwujud jika masyarakat ikut peduli dan berani melapor,” tutup Kabareskrim, menegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya slogan, melainkan gerakan nasional—dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk keselamatan bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News