Beranda blog Halaman 740

Menkeu Sampaikan Capaian Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Bidang Ekonomi

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan sejumlah capaian positif dalam satu tahun kepemimpinan, terutama di bidang ekonomi. Fundamental ekonomi kuat, stabilitas makroekonomi terjaga, dan kesejahteraan meningkat menjadi catatan penting selama periode tersebut. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta pada Kamis (16/10).

Pada Triwulan II-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil tinggi di 5,12%, salah satu tertinggi di antara negara G20. Menkeu optimistis kinerja ekonomi nasional akan terus membaik hingga akhir tahun.

“Jadi ini semua sebagian angka pertumbuhan triwulan kedua. Saya yakin triwulan ketiga akan turun sedikit, tapi enggak apa-apa. Triwulan keempat tumbuhnya akan lebih cepat,” ungkap Menkeu.

Inflasi juga terjaga rendah di 2,65% (yoy) dengan defisit APBN hanya di 1,56% dari PDB. Masing-masing termasuk yang terendah di antara negara G20. Menkeu menjelaskan, pencapaian ini tidak lepas dari strategi pengelolaan kas negara melalui penempatan Rp200 T di Bank Himbara yang bertujuan produktif mendukung aktivitas ekonomi.

“Dampaknya ke perekonomian beda. Karena tadi di sistem yang tadinya kering mulai ada uang yang cukup, anda hajar lebih jauh. Itu yang menimbulkan optimisme di ekonomi,” tandas Menkeu.

Dari sisi perdagangan, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut, dengan pertumbuhan 45,8% sepanjang Januari hingga September 2025.

Indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,76% pada Februari 2025, terendah sejak krisis 1998. Sementara angka kemiskinan turun menjadi 8,47% pada Maret 2025, yang merupakan capaian terendah sepanjang sejarah.

Pasar modal pun merespons positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.257,86 pada 10 Oktober 2025. Menurut Menkeu, hal ini mencerminkan keyakinan pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

“Walaupun sekarang ada koreksi naik sebentar-sebentar ya, tapi yang perlu diperhatikan adalah perbaikan ekonomi yang akan kita ciptakan ke depan, bukan cuman sesaat. Kita perbaiki pondasi ekonominya dengan serius, dengan betul-betul. Saya akan mengerahkan seluruh pengetahuan saya yang ada yang sudah belajar selama berapa tahun,” pungkas Menkeu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenperin Tetapkan Standar dan Akreditasi Kawasan Industri Lewat Permenperin 26/2025

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat upaya membangun ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan melalui penetapan standar kawasan industri. Langkah ini tertuang pada Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Kawasan Industri dan Akreditasi Kawasan Industri. Regulasi ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri, yang menegaskan pentingnya kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NKRI.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa penerapan standar dan akreditasi kawasan industri merupakan langkah strategis untuk mendorong efisiensi, produktivitas, dan profesionalisme pengelolaan kawasan. “Melalui penerapan standar ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kawasan industri memiliki kualitas layanan, infrastruktur, dan pengelolaan lingkungan yang memenuhi standar, sehingga mampu menarik minat investor dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menperin di Jakarta, Sabtu (18/10).

Permenperin 26/2025 memuat tiga aspek utama yang menjadi indikator standar kawasan industri, yaitu infrastruktur kawasan (bobot 50%), pengelolaan lingkungan (bobot 25%), serta manajemen dan layanan kawasan (bobot 25%). Penilaian dilakukan oleh Komite Kawasan Industri, dan kawasan yang memenuhi nilai minimal 150 akan memperoleh status “terakreditasi” dengan sertifikat dari Kemenperin. Standar ini sekaligus menjadi salah satu Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU) Kawasan Industri.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menegaskan, penerapan standar kawasan industri ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan tata kelola kawasan industri yang teritengrasi, modern dan berwawasan lingkungan. “Standar kawasan industri akan menjadi panduan bagi pengelola untuk memastikan seluruh aspek infrastruktur, lingkungan, dan layanan berjalan efisien, transparan, dan sesuai prinsip keberlanjutan,” ungkap Tri dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Permenperin Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Kawasan Industri dan Akreditasi Kawasan Industri di Jakarta, (14/10).

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri lebih dari 173 pengelola kawasan industri eksisting, termasuk kawasan industri proyek prioritas nasional, serta perwakilan dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan mitra pembangunan internasional seperti UNIDO serta Swiss Secretariat for Economic Affairs (SECO). Para peserta mendapatkan pemaparan teknis mengenai aspek standar kawasan industri, mekanisme akreditasi kawasan industri, penetapan status kawasan industri yang teraktreditasi, pemantauan dan evaluasi serta pengawasan dan pengendalian standar kawasan industri.  

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Aide Memoire antara Kemenperin dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) sebagai bagian dari inisiatif Global Eco-Industrial Parks Programme (GEIPP) Indonesia – Phase II yang disaksikan oleh Deputi Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Mathias Domenig. Melalui kerja sama ini, akan dibentuk Eco-Industrial Park Center yang berfungsi sebagai center of excellence untuk peningkatan kapasitas pengelola kawasan industri dalam penerapan prinsip industri hijau di Indonesia.

Penerapan standar dan akreditasi kawasan industri diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola kawasan industri serta mendorong terciptanya kawasan yang efisien, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Dorong Generasi Muda Pahami Peran dan Tanggung Jawab dalam Kehidupan Berbangsa

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru Sarjana dan Magister Tahun Ajaran 2025/2026, serta Wisuda Sarjana sekaligus Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Tahun 2025. Mengawali orasinya, Presiden memberikan penghargaan atas kepemimpinan Rektor UKRI, Sufmi Dasco Ahmad yang dinilai berhasil mengembangkan universitas secara berkelanjutan. 

“Karena itu harus saya memberi penghargaan kepada kepemimpinan Profesor Sufmi Dasco Ahmad, beliau berhasil memimpin pengembangan universitas ini dengan baik,” kata Presiden di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (18/10). 

Dalam orasinya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam kehidupan manusia terdapat tiga peran utama yang menentukan jalannya kegiatan dan organisasi, yakni pemimpin, pengikut, dan mereka yang belum memahami perannya. Kepala Negara mengingatkan agar generasi muda mampu mengenali posisi dan tanggung jawabnya dengan baik.

“Saudara harus berani jadi pemimpin yang baik atau pengikut yang baik. Tapi jangan tidak mengerti peran saudara dan kadang-kadang peran itu berbeda pada saat yang beda. Ada saatnya menjadi pemimpin, ada saatnya pemimpin itu menjadi pengikut yang setia. Jadi setiap kegiatan manusia itu keberhasilan dan kegagalan ditentukan juga oleh pemimpin,” ucapnya. 

Presiden kemudian menjelaskan bahwa kunci dari kepemimpinan yang efektif dan mampu mengatasi kesulitan masyarakat terletak pada empat prinsip dasar. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi yang harus dipegang teguh oleh setiap pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik.

“Yang utama adalah menggunakan akal sehat, itu yang pertama. Kedua, bertindak atas perhitungan yang teliti. Ketiga, perhitungan yang teliti harus didasarkan atas kebenaran. Kalau ini ditaati, tinggal yang terakhir adalah kepribadian akhlak,” ujar Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan capaian pemerintahannya selama hampir satu tahun memimpin Republik Indonesia sejak dilantik pada 20 Oktober tahun lalu.

“Saya berani berdiri di hadapan seluruh rakyat Indonesia dengan percaya diri karena kita telah buktikan kepada seluruh bangsa dan seluruh dunia bahwa kita dapat menghasilkan apa yang kita janjikan kepada rakyat,” katanya.

Kepada para wisudawan/wisudawati UKRI, Presiden berpesan agar mereka tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian akademik yang telah diraih. Kepala Negara mengingatkan bahwa setiap kesulitan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang akan memperkuat kemampuan generasi muda dalam menghadapi masa depan.

“Perjalanan perjuangan hidupmu baru mulai, baru mulai. Tadi saya senang pemberi pidato menyampaikan bahwa kalian sebagai anak muda harus berani menatap masa depan dengan tantangannya bahwa hidup tidak gampang, hidup penuh perjuangan, penuh tantangan, penuh kesulitan,” pesannya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Hadiri Sidang Senat Terbuka dan Dies Natalis UKRI Tahun 2025

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru Sarjana dan Magister Tahun Ajaran 2025/2026, serta Wisuda Sarjana sekaligus Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Tahun 2025. Acara berlangsung dengan khidmat di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (18/10). 

Rangkaian acara diawali dengan diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Setelah itu, Ketua Senat UKRI secara resmi membuka Sidang Senat Terbuka yang menandai dimulainya acara akademik tahunan yang menjadi momen penting bagi para mahasiswa baru dan wisudawan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Rektor UKRI, Sufmi Dasco Ahmad dan pembacaan surat keputusan penetapan mahasiswa baru dan wisuda sarjana tahun akademik 2025. Selanjutnya, prosesi penyematan secara simbolis dilakukan oleh Presiden Prabowo kepada perwakilan mahasiswa baru dan wisudawan terbaik tahun 2025. 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang tertib dan baik. Kepada para wisudawan, Presiden mengingatkan bahwa ilmu bukanlah untuk diri sendiri dan pembelajaran harus tetap berlanjut sampai kapan pun.

“Belajar tidak boleh berhenti. Begitu saudara terima gelar saudara sudah pintar, tidak. Saudara terima gelar baru awal dari perjalanan yang jauh,” ucap Presiden.

Sementara itu, Rektor UKRI dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2025 UKRI melepas 521 wisudawan/wisudawati yang telah menyelesaikan studi di berbagai disiplin ilmu.

“Angka ini bukanlah sekadar statistik semata, melainkan cerminan dari ketekunan, inovasi, dan semangat gotong royong yang telah dihayati oleh setiap individu dibalik toga berwarna hitam marun ini,” ucap Rektor UKRI.

Sidang senat terbuka diakhiri dengan prosesi wisuda bagi 521 sarjana baru UKRI dengan penyampaian ijazah dan ucapan selamat kepada para wisudawan/wisudawati sebelum akhirnya sidang senat terbuka ditutup secara resmi oleh Ketua Senat. Momen wisuda ini menandai awal langkah baru mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Audit Keamanan Bangunan Pesantren di Seluruh Indonesia

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi didampingi Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menghadiri rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar, Jumat (17/10), di Kantor Kemenko PM, Jakarta.

Dalam pernyataannya usai rapat, Menko PM menyampaikan bahwa satu fokus pembahasan yaitu mengenai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait keamanan gedung dan bangunan pesantren yang ada di Indonesia.

“Fokus pembicaraan kita hari ini adalah menindaklanjuti perhatian dan perintah Presiden akan kerawanan-kerawanan yang terjadi di gedung dan bangunan pesantren-pesantren di Indonesia. Sekaligus mengantisipasi agar para siswa santri yang sedang belajar di berbagai pesantren di seluruh Indonesia ini mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan proses pembelajaran tetap berlangsung,” ujar Muhaimin.

Menko PM mengatakan, pemerintah akan melanjutkan audit dan pengecekan terhadap bangunan pondok pesantren yang masuk dalam kategori rawan.

“Menteri Pekerjaan Umum akan melanjutkan proses audit dan pendampingan pesantren-pesantren yang rawan, terutama ancaman ketidaknyamanan belajar karena keamanan gedung. Selain audit, akan dibantu proses perizinan yang harus diurus dengan berbagai mekanisme yang akan lebih disempurnakan,” ujarnya.

Tak hanya pesantren, Menko PM menyatakan bahwa pemerintah juga akan membantu rehabilitasi bangunan-bangunan yang terkait dengan kegiatan keagamaan, termasuk tempat ibadah dan lembaga pendidikan lainnya.

“Selain pesantren kita juga memberlakukan langkah-langkah ini semua kepada semua bentuk yayasan pelayanan publik keagamaan, tempat-tempat ibadah, panti asuhan, lembaga-lembaga pelayanan pendidikan, kegiatan-kegiatan keagamaan yang melibatkan publik dan kerawanan-kerawanan akan fasilitas dan gedung,” tandas Muhaimin. 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Program Magang Pemerintah Buka Jalan Karier bagi Lulusan Baru

Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi yang diluncurkan oleh pemerintah, Jumat (17/10), mendapat sambutan hangat dari para lulusan baru di Indonesia. Program yang menjadi bagian dari paket ekonomi nasional ini tak hanya memberi pengalaman kerja, tetapi juga membuka jalan bagi lulusan baru untuk mengenal dunia industri secara langsung.

Bagi Aisyah dan Azzahra, dua peserta program magang tahun ini, kesempatan tersebut menjadi langkah penting untuk menapaki karier profesional. Seperti Aisyah, lulusan dari Jurusan Psikologi, Universitas Negeri Jakarta, menjadi salah satu peserta yang lolos ke program magang di salah satu perusahaan elektronik.

“Tentunya saya melihat dari benefit-nya ya. Karena melalui program magang ini tidak hanya sekadar bekerja, tapi juga di sini kan kita belajar gitu ya. Apalagi dengan benefit yang diberikan dari uang saku sampai juga jaminan kesehatan, jaminan kematian dan sebagainya,” ucapnya.

Proses pendaftaran yang dilakukan secara daring melalui portal SIAPkerja ID di laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan juga berjalan cukup lancar baginya.

“Alhamdulillah sih kemarin saat mendaftarkan lumayan lancar ya. Mungkin pas disinkronisasi data aja kita butuh waktu, tapi setelahnya lancar. Setelah itu saya dapat kabar untuk melakukan interviu lalu langsung offering,” tuturnya.

Bagi Aisyah, program ini bukan sekadar kesempatan sementara, tetapi batu loncatan menuju masa depan yang lebih baik. Ia pun berharap program serupa dapat terus diperluas untuk membantu lulusan baru menghadapi tantangan dunia kerja.

“Saya berharap dari sini saya bisa banyak belajar dan banyak mengembangkan pengetahuan saya, keterampilan saya sehingga nantinya bisa meneruskan karier saya ke dunia yang lebih baik,” lanjutnya.

Sementara itu, Azzahra, lulusan Administrasi Perkantoran, Universitas Indonesia, berhasil diterima sebagai peserta magang di salah satu perusahaan penyiaran. Baginya, program magang ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan generasi muda.

“Aku melihat program ini sebagai kesempatan yang diberikan pemerintah untuk lulusan baru seperti aku untuk langsung terjun ke dunia industri yang profesional. Jadi aku juga mau ikut serta dalam kesempatan yang sudah pemerintah berikan,” kata Azzahra.

“Harapannya semoga aku bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih paham tentang dunia kerja. Aku juga jadi makin adaptif, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap tanggung jawab aku ke depannya,” tambahnya.

Kebijakan yang merupakan program prioritas nasional ini mencerminkan kepedulian Presiden Prabowo terhadap generasi muda, khususnya para lulusan baru, agar mereka memiliki kesempatan nyata untuk memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja. Transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja merupakan fase penting yang harus difasilitasi dengan baik agar tidak terjadi kesenjangan keterampilan dan kesempatan kerja.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Hadir untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Sebagai bagian dari program paket ekonomi, pemerintah mengumumkan program pemagangan lulusan perguruan tinggi yang ditujukan para lulusan baru di Indonesia. Program ini diberikan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja produktif di berbagai sektor. 

“Pemerintah memberikan bantuan dalam program magang lulusan perguruan tinggi. Tujuannya agar memberikan pengalaman kerja bagi para lulusan baru (fresh graduate) baik itu di dunia usaha, industri, dan BUMN. Termasuk lembaga pemerintah dan Bank Indonesia,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Kantor Pos Cikini, Jakarta, pada Jumat (17/10).

Menko Ekon menyampaikan bahwa program magang ini dimulai dengan gelombang pertama sebanyak 20 ribu peserta. Selanjutnya, pada bulan November, pemerintah akan membuka gelombang kedua dengan peningkatan jumlah peserta. 

“Peserta magang ini gelombang pertama sebanyak 20 ribu orang dan ini sudah dibuka dan mulai bekerja tanggal 20 Oktober ini. Kemudian bulan depan akan dibuka kembali dan ditingkatkan menjadi 80 ribu peserta magang,” ujar Airlangga.

Melalui program ini, setiap peserta magang akan menerima uang saku bulanan sesuai standar daerah, serta jaminan kehilangan pekerjaan dan jaminan kematian. Menurut Menko Ekon, hingga hari ini sebanyak 1.666 perusahaan telah menyiapkan sejumlah posisi kerja bagi para pelamar program magang.

“Posisi yang ditawarkan adalah 26.181 lowongan. Dan jumlah pelamarnya adalah 156.159 orang. Nah ini dalam proses ini nanti beberapa perusahaan dan penerima beserta beberapa rektor hadir di sini. Baik UI, UNJ, Universitas Pancasila, dan Universitas Negeri,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri PKP Siapkan 8.000 Kuota Rumah Subsidi dan Targetkan Serapan Rp1 Triliun KUR di Jember

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meninjau langsung kawasan Perumahan Bersubsidi Villa Bintaro Asri di Jalan Semangka, Glisat, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (18/10/2025). Dalam kunjungan ke perumahan bersubsidi sebanyak 500 unit tersebut Menteri Ara didampingi oleh Bupati Jember H. Muhammad Fawait, Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Menteri Ara mengapresiasi kualitas hunian yang dibangun oleh pengembang, mulai dari aspek bangunan hingga lokasi yang strategis. “Terima kasih, pengembangnya bagus, airnya bagus, bangunannya bagus, dekat pasar, dekat sekolah. Penerima manfaatnya juga beragam, ada sopir truk, anggota TNI, satpam, pengrajin tempe, staf notaris, karyawan swasta, hingga pedagang sembako. Ini adalah potret Indonesia yang diinginkan Presiden Prabowo, di mana seluruh rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki rumah,” ujar Menteri Ara.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara juga mengapresiasi peran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan berupa pembebasan BPHTB dan PBG, serta dukungan perbankan yang aktif dalam pembiayaan rumah subsidi melalui BTN, BRI, dan Mandiri. “Karena itu untuk tahun depan saya perintahkan BP Tapera siapkan 8000 kuota FLPP untuk Jember,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Ara menekankan pentingnya mendorong serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Kabupaten Jember. Ia menargetkan serapan KUR bisa mencapai Rp1 triliun, mengingat potensi pasar di Jember sangat besar dengan jumlah penduduk mencapai 2,6 juta jiwa dan tingkat realisasi rumah subsidi yang termasuk tertinggi secara nasional.

“Saya yakin ada ratusan UMKM yang terlibat di sektor ini, mulai dari developer, toko bangunan, kontraktor, hingga UMKM rumahan. Semua bisa menikmati fasilitas KUR dengan bunga hanya 6 persen per tahun karena disubsidi 5 persen oleh pemerintah. Saya ingin banyak pengusaha baru naik kelas dari UMKM menjadi menengah ke atas. Itulah ukuran keberhasilan pembangunan,” tegas Menteri Ara.

Menteri Ara juga mendorong penguatan ekosistem industri perumahan di Jember, termasuk pengembangan industri bahan bangunan lokal agar rantai pasok tidak bergantung dari luar daerah, sehingga ekonomi masyarakat semakin tumbuh.

“Saya berharap tahun depan pertumbuhan ekonomi tertinggi ada di Jember, sekaligus penurunan angka kemiskinan tertinggi juga dari Jember. Itulah tugas negara dan perbankan, melayani rakyat lewat rumah subsidi dan KUR,” pungkasnya.

Bupati Jember H. Muhammad Fawait mengatakan, akan mendukung penuh penyerapan rumah subsidi sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah. “Kami akan support penuh dengan duduk bersama dengan para pengembang untuk menyerap 8000 kuota rumah subsidi yang telah dipercayakan Pak Menteri,” uajrnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Luncurkan BLT Kesra Rp300 Ribu untuk 35 Juta Keluarga Mulai 20 Oktober 2025

Pemerintah meluncurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) yang menyasar sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM), yang berada pada desil 1 hingga 4 berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, pemberian BLT tambahan kepada KPM masing-masing sebesar Rp300 ribu selama tiga bulan ini dapat dilakukan pemerintah karena adanya pengalihan atau efisensi anggaran dari kegiatan-kegiatan nonproduktif. Bantuan ini di luar BLT reguler yang selama ini disalurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial kepada 20,88 juta KPM.

“Efisiensi itu kan kita mengurangi belanja-belanja yang sekiranya tidak produktif untuk kemudian itu bisa direalokasi ke kegiatan-kegiatan yang jauh lebih produktif. Termasuk juga pada saat akhir tahun kemudian kita evaluasi, ternyata kita memiliki kemampuan fiskal untuk merealokasi sehingga kita bisa membantu saudara-saudara kita di desil 1 hingga desil 4,” ujar Mensesneg usai peluncuran BLT Kesra di Kantor Pos Cikini, Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Penyaluran BLT Kesra akan dimulai pada Senin (20/10/2025) dan dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dann PT Pos Indonesia.

Program Magang Nasional
Selain peluncuran BLT tambahan, pada kesempatan itu pemerintah juga meluncurkan Program Magang Nasional. Pada tahap pertama, program terobosan pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja ini akan diikuti oleh 20 ribu lulusan perguruan tinggi maksimal 1 tahun atau fresh graduate.

“Ini kan bagian dari upaya kita memang bagaimana kita berusaha untuk mencari jalan keluar dengan menciptakan lapangan pekerjaan, dengan membuka kesempatan kepada adik-adik (fresh graduate),” kata Mensesneg.

Melalui program ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk bekerja di berbagai perusahaan swasta, BUMN, serta lembaga pemerintah dan Bank Indonesia.

“Kita coba dengan idenya adalah programnya magang. Jadi (peserta magang) supaya sudah bisa memiliki pengalaman. Kalau kemudian pekerjaan bagus mungkin bisa langsung lanjut di perusahaan tersebut,” kata Mensesneg.

Lebih lanjut, Mensesneg menyampaikan bahwa pada bulan November mendatang pemerintah juga akan segera gelombang II Program Magang Nasional, dengan jumlah peserta yang jauh lebih banyak.

“Akan kita jalankan di bulan depan November, untuk tambahan 80.000 (peserta),” ujarnya.

Seluruh peserta program akan menerima uang saku bulanan dengan besaran yang disesuaikan dengan standar upah minimum daerah kabupaten/kota, serta memperoleh perlindungan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dan jaminan kematian (JKM), tanpa adanya potongan dari uang saku yang diberikan pemerintah. Hingga saat ini, tercatat 1.668 perusahaan telah mendaftar dan menyiapkan posisi kerja dalam program tersebut, dengan total 26.181 lowongan yang tersedia dan 156.159 pelamar yang telah mendaftar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BLT Kesra, Wujud Komitmen Pemerintah Hadir bagi Rakyat Kecil

Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) yang baru saja diluncurkan pemerintah menjadi angin segar bagi masyarakat kecil di berbagai daerah. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu tetapi juga menumbuhkan kembali rasa optimisme bagi masyarakat

Salah satu penerima bantuan, Wiwik, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah yang telah menyalurkan BLT Kesra. Dengan penuh haru, ia menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran menteri yang telah menginisiasi program ini.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih saya sebanyak-banyaknya sama Bapak Presiden khususnya, bapak menteri-menteri, dan bapak-ibu sekalian yang membantu saya,” ucapnya.

Bagi Wiwik, bantuan ini bukan sekadar uang tunai, melainkan wujud nyata kepedulian negara terhadap rakyat dan kehadiran BLT Kesra menjadi penopang penting bagi kebutuhan sehari-hari.

“Khusus Bapak Presiden semoga seterusnya seperti ini membantu kami yang sangat kekurangan,” tuturnya.

Dalam ucapannya, Ia turut menyelipkan doa dan ucapan selamat kepada Presiden Prabowo yang berulang tahun pada hari ini. Meski belum berkesempatan bertemu langsung, Wiwik mengaku bangga dan terharu karena merasa diperhatikan oleh pemimpinnya.

“Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun Bapak Presiden. Semoga diberikan keberkahan, selalu dalam lindungan Allah Swt.,” katanya.

Program BLT Kesra dirancang pemerintah sebagai bagian dari paket ekonomi nasional untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Melalui BLT Kesra, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat dan memastikan bahwa kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News