Beranda blog Halaman 756

Kota Madiun Gelar Upacara Khidmat Peringati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur

Suasana khidmat mewarnai upacara peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur di Kota Madiun, Senin (13/10). Wali Kota Madiun Dr. Maidi bertindak sebagai inspektur upacara yang berlangsung di halaman Balai Kota Madiun tersebut. Kegiatan diikuti jajaran Forkopimda, kepala OPD, ASN, serta perwakilan organisasi masyarakat.

Mengusung tema “Jawa Timur Terus Bertumbuh”, upacara peringatan diawali dengan pembacaan sejarah singkat Provinsi Jawa Timur. Ini menggambarkan perjalanan panjang delapan dekade penuh perjuangan dan kemajuan.

Wali Kota Dr. Maidi tak hanya memberikan amanat, namun juga membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur. Di antaranya, bahwa usia 80 tahun merupakan cerminan kerja keras dan semangat kebersamaan masyarakat Jawa Timur. “Delapan dekade ini menjadi bukti bahwa Jawa Timur mampu tumbuh menjadi provinsi yang berdaya saing, berkarakter, dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Gubernur Jawa Timur.

Dr. Maidi juga menambahkan bahwa Kota Madiun turut menjadi bagian penting dalam pembangunan Jawa Timur. Melalui berbagai kebijakan yang mendorong daya guna dan hasil guna, Kota Madiun berhasil menekan angka kemiskinan, serta mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) setiap tahunnya.

“Kita patut bersyukur atas kemajuan ini. Wajah pembangunan yang inklusif telah nyata terlihat di Kota Madiun. Mari kita terus bergerak bersama mewujudkan impian Indonesia dengan semangat Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh,” seru wali kota.

Dalam kesempatan tersebut, Orang nomor satu di Kota Madiun itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Forkopimda dan OPD atas kerja sama yang solid. Terutama setelah Kota Madiun meraih Penghargaan Rupabumi Tingkat Provinsi. Wali kota pun berpesan agar prestasi tersebut tidak membuat cepat puas.

Upacara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan penghargaan yang di raih Kota Madiun. Di antaranya Juara I Rupabumi tingkat Provinsi Jawa Timur kategori pemerintah kota, Juara I Kategori Kelurahan Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur tahun 2025, Terbaik III Kategori DPMPTSP Kabupaten/Kota Investment Award 2024, Pelaksana Program Surveilans terbaik dan Pelaksana Program Kesehatan Lingkungan Terbaik tahun 2024 di raih oleh Dinas Kesehatan Kota Madiun.

“Selamat Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur. Dengan semangat Jatim tangguh, terus bertumbuh mari kita jadikan momentum ini sebagai pijakan untuk terus melangkah menatap masa depan,” pungkasnya.

 

Wali Kota Batam Amsakar Serahkan Insentif bagi Tokoh Agama Periode III Tahun 2025

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan secara simbolis insentif bagi tokoh agama yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), Persatuan Mubaligh Batam (PMB), dan Badan Musyawarah Guru Al-Qur’an (BMGQ) periode III tahun 2025.

Penyerahan dilakukan dalam dua kesempatan berbeda. Pertama, bersama tokoh agama Kecamatan Batam Kota dan Nongsa di Masjid Tunwirun Naja (Tanjak), Senin (13/10/2025). Kemudian, dilanjutkan bersama tokoh agama Kecamatan Batu Ampar dan Lubuk Baja di Masjid Baitulmakmur Sei Jodoh.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina umat serta berperan penting mewujudkan visi Batam sebagai Bandar Madani.

“Kita sudah mengonkretkan visi ini. Masyarakat madani bukan hanya slogan, tetapi nilai yang terus kita hidupkan bersama. Kami harapkan tokoh agama menjadi bagian dalam mengonsepkan Kampung Madani yang telah dirancang bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Gerakan Masyarakat Madani (GMM),” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami berharap tokoh agama dapat meluruskan yang bengkok dan membetulkan informasi yang salah. Kami akan terus berikhtiar memberikan yang terbaik untuk Batam,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan berbagai program rencana pembangunan Batam baik bersumber APBD maupun anggaran Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Dalam mewujudkan ini, kami butuh dukungan dari semua pihak, termasuk dari tokoh agama,” katanya.

Sementara itu, perwakilan tokoh agama, Deden Sirajudin, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para tokoh agama serta komitmen menjalin silaturahmi yang berkelanjutan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Wali Kota Batam yang terus memberikan perhatian melalui insentif ini. Dengan silaturahmi seperti ini, program-program pemerintah dapat tersampaikan, dan tokoh agama bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan Batam,” tutur Deden.

Ia menegaskan, IPIM, PMB, dan BMGQ akan terus mendukung langkah Pemerintah Kota Batam dalam membangun daerah yang berdaya saing dan religius.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Makan Siang Bersama Warga Binaan, Menteri Agus Sampaikan Harapan untuk Bangkit

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, makan siang bersama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Palembang, Senin (13/10). Acara ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan juga upaya Menteri Agus untuk lebih dekat dengan warga binaan serta mendengar keluhan dan masukan mereka.

Menteri Imipas menyapa langsung warga binaan dan mengajak mereka untuk berdiskusi. Warga binaan sebanyak 516 orang yang hadir terlihat senang dan antusias menyambut kedatangan Menteri Agus.

“Saya dikasih masukan apa yang bisa saya kerjakan. Selagi saya diberi amanah, apa yang harus saya lakukan untuk bisa lebih bermanfaat untuk warga binaan dan pemasyarakatan. Keberadaan kami, baik yang di pemasyarakatan maupun imigrasi, adalah untuk melayani,” terang Menteri Agus.

Dalam amanatnya, Menteri Agus juga menekankan pentingnya sikap taubat dengan merefleksi atas usia hidup yang semakin pendek. Menteri Agus menilai bahwa penjara bukanlah cobaan, melainkan buah dari perbuatan yang sudah dilakukan di masa lalu.

Menteri Imipas menjelaskan introspeksi dan kepekaan dalam mengambil hikmah dan pelajaran adalah hal penting bagi warga binaan.

“Tidak ada keledai yang jatuh di lubang yang sama. Apakah kita lebih bodoh dari keledai? Semoga ibu-ibu warga binaan tidak mengulangi lagi kesalahan dan menjadi bagian dari pemakai atau pengedar narkoba yang merusak generasi bangsa,” pesan Menteri Imipas.

Menteri Imipas pun membuka dialog dengan warga binaan. Ia membuka ruang dialog untuk mengerti perasaan dan kebutuhan mereka. Salah satu warga binaan pun bergegas mengangkat tangan sesaat Menteri Imipas menpersilahkan untuk bertanya.

“Ada kekhawatiran dan ketakutan dari kami, apakah kami bisa diterima oleh masyarakat di luar sana? Kami mohon kepada Bapak Menteri, beri kami satu atau dua kalimat pamungkas agar kami bisa lebih percaya diri saat nanti melangkah keluar,” tutur seorang warga binaan.

Merespon pertanyaan tersebut, Menteri Imipas menatap teduh warga binaan.

“Setiap kita pernah melewati perjalanan hidup, dan kalau kita terlalu mendengarkan kata orang, hal itu hanya akan mengganggu perjalanan kita. Kita semua punya aib, tapi kita juga punya kebaikan. Sepanjang ibu punya tujuan, ibu tekuni tujuan itu,” tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama. Setelah itu, Menteri Agus bersama rombongan pun meninjau langsung produk karya warga binaan seperti batik, songket, serta kerajinan tangan.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kunjungi LPKA Palembang, Menteri Imipas Tekankan Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Anak Binaan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, melaksanakan kunjungan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang, Senin (13/10).

Kunjungan kerja ini merupakan upaya Menteri Imipas dalam memastikan hak pendidikan bagi anak binaan di LPKA Palembang dipenuhi dengan baik.

Dalam kunjungannya, Menteri Imipas beserta jajaran disambut oleh penampilan baris-berbaris pramuka oleh anak binaan. Hal tersebut merupakan salah satu implementasi pembinaan kemandirian yang ada di LPKA Palembang. LPKA Palembang juga terus berupaya untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak binaan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agus pun menyempatkan diri untuk berdialog dengan salah satu guru pengajar.

”Muridnya di sini sudah ada berapa bu? Bagaimana bu mengajarnya di sini? Mohon anak binaan kami diberikan pendidikan yang terbaik ya bu,” ujar Menteri Agus saat berdialog dengan salah satu guru pengajar yang ada di LPKA Palembang.

Dalam rangka memenuhi hak pendidikan tersebut, LPKA Palembang hingga saat ini telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, dan juga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Banyuasin untuk mendirikan sekolah filial. Sekolah kelas jauh yang merupakan bagian dari sekolah induk tersebut menyediakan akses pendidikan lebih mudah bagi anak binaan di LPKA. Sekolah filial LPKA Palembang pun telah mengakomodir berbagai jenis jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, dan SKB. Guru-guru dari berbagai sekolah induk, turut mengajar di LPKA.

Guru Pengajar tersebut memaparkan bahwa hingga saat ini telah tercatat sebanyak 58 anak binaan yang mengenyam pendidikan di sekolah filial LPKA Palembang. Guru tersebut juga menjelaskan bahwa antusiasme anak binaan dalam mengikuti pendidikan cukup tinggi.

Menteri Imipas turut meninjau produk hasil karya anak binaan. LPKA memberikan bekal keterampilan terhadap anak binaan dalam rangka menyelenggarakan program pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Hasilnya, anak binaan mampu menghasilkan produk-produk kerajinan tangan, seperti selendang dan lukisan.

Kunjungan kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap akses pendidikan anak binaan. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus berkomitmen untuk memenuhi hak pendidikan bagi anak binaan dalam berbagai jenjang pendidikan. Kemenimipas juga terus berupaya dalam menyelenggarakan program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang dapat menjadi bekal pada saat kembali di tengah masyarakat.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemkab Cirebon Resmikan 30 Desa Wisata untuk Dorong Ekonomi Lokal

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Anugerah Desa Wisata Kabupaten Cirebon 2025 di Lapangan Desa Matangaji, Kecamatan Sumber. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (8/10) ini, menetapkan secara resmi 30 desa wisata.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat desa sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mugni mengatakan, kegiatan ini merupakan program prioritas pemerintah daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Amin, sektor pariwisata dan UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Kegiatan seperti ini akan terus diagendakan, karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari total 60 desa wisata yang ada, banyak yang sudah menunjukkan inovasi dalam mengelola potensi desanya.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono menjelaskan, pengembangan pariwisata di Kabupaten Cirebon membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Selain itu, Syafrudin juga menyoroti potensi sektor transportasi di Kabupaten Cirebon yang dinilai mampu menunjang wisata.

“Tantangan memang banyak, tapi kami percaya dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, pariwisata desa bisa menjadi sumber pendapatan asli desa yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Mochamad Syafrudin, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menggerakkan sektor pariwisata.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak bisa dilakukan secara individual.

“Tidak bisa sendiri. Semua pihak harus bersinergi, dari pemerintah, pelaku usaha, sampai masyarakat,” katanya.

Ia berharap desa wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mendorong inovasi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Cirebon.

“Desa wisata harus jadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Brimob Hadirkan Bus Sekolah Gratis di Tasikmalaya

Satuan Brimob Polda Jawa Barat menghadirkan inovasi layanan sosial berupa “Bus Sekolah Gratis” bagi pelajar di pelosok Kabupaten Tasikmalaya. Program ini diresmikan di Kampung Maribaya, Kecamatan Cineam, sebagai solusi keterbatasan akses transportasi yang selama ini menjadi kendala utama anak-anak bersekolah.

Bus dinas Brimob kini disulap menjadi kendaraan antar-jemput pelajar. Layanan tersebut mencakup rute dari Cineam hingga Terminal Cibeureum, sehingga siswa-siswi bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa khawatir soal biaya maupun jarak tempuh.

“Program Bus Sekolah Gratis ini merupakan wujud nyata kepedulian Satbrimob Polda Jabar terhadap masyarakat, khususnya para pelajar,” ujar Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Donyar Kusumadji pada Senin (13/10).

Ia menambahkan, keberadaan bus ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menumbuhkan semangat belajar anak-anak di daerah pelosok.

“Kami ingin hadir tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” lanjut Donyar.

Menurutnya, Sat Brimob Polda Jabar berkomitmen untuk terus hadir membangun masyarakat yang cerdas, aman, dan sejahtera melalui pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan sehari-hari warga.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pendidikan Jadi Poros Utama Pembangunan Riau, Gubernur Abdul Wahid Dorong SDM Unggul

Ilmu pendidikan merupakan bagian dari perubahan dan perkembangan daerah. Sehingga, kemajuan Riau di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi dari seberapa tinggi kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan.

Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Riau menempatkan pendidikan sebagai poros utama pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya di Gedung Student Center UR, Kampus Bina Widya, Pekanbaru, Senin (13/10).

“Dalam kerangka pembangunan daerah, Pemerintah Provinsi Riau menempatkan pendidikan sebagai poros utama perubahan. Kami meyakini, kemajuan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya alam yang kita miliki, tetapi dari berapa tinggi kualitas sumber daya manusia yang kita bangun,” katanya.

Abdul Wahid menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh sivitas akademika Universitas Riau atas dedikasinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Terlebih tema milad saat ini adalah 63 Tahun Universitas Riau Berdampak untuk Negeri.

Menurutnya, tema bukan sekadar ungkapan rasa syukur, tetapi juga merupakan pernyataan tanggung jawab moral dan intelektual. Ia menambahkan, semangat memberi dampak dan kebermanfaatan telah menjadi napas Universitas Riau selama enam dekade lebih.

“Selama enam dekade lebih, Universitas Riau telah menjadi pusat ilmu, pusat peradaban, dan penggerak perubahan bagi masyarakat. Sebagai alumni saya menyadari betul banyak nilai-nilai yang tumbuh di kampus ini,” jelasnya.

Diterangkan, Universitas Riau tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sarjana, tetapi juga sebagai institusi yang membentuk karakter dan menumbuhkan semangat pengabdian. Terlebih berbagai alumni kini telah berkiprah di setiap sektor, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun lembaga sosial.

“Kampus Unri tidak hanya mencetak sarjana tetapi melahirkan insan yang berpikir, berakhlak, dan berkontribusi untuk negeri. Hari ini, kita menyaksikan bagaimana alumni Universitas Riau telah menempati posisi-posisi penting di berbagai bidang, baik pemerintahan maupun swasta. Ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Riau telah berdampak luas dan nyata,” terangnya.

Selain itu, Abdul Wahid juga menuturkan melalui kebijakan Riau Cerdas dan gerakan besar 1 Rumah 1 Sarjana, ia ingin memastikan tidak ada keluarga di Riau yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan biaya. Satu sarjana dalam satu rumah adalah simbol perubahan yang membawa ilmu, harapan, dan masa depan.

“Program ini lahir dari keyakinan bahwa pendidikan adalah jembatan kemerdekaan sejati, dan Universitas Riau menjadi menuju mitra strategis dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut. Kami ingin anak-anak Riau berani bermimpi tinggi, dan Universitas Riau menjadi ruang tempat mimpi itu tumbuh,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Sematkan Satyalancana Karya Satya, Gubernur Khofifah Ajak ASN Pemprov Jatim Jaga Integritas

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (13/10). Pada kesmepatan itu, Gubernur Khofifah mengajak untuk tetap menjaga integritas demi kemajuan Jawa Timur.

Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia yang diberikan kepada ASN yang telah melaksanakan tugas secara terus menerus selama 10, 20, atau 30 tahun, dengan menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kerajinan, dan kedisiplinan.

Diketahui dari situs Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, bahwa penyematan tanda kehormatan biasanya dilakukan setiap tanggal 17 Agustus, Hari Besar Nasional dan Hari Ulang Tahun Instansi. Namun demikian penyematan kali ini merupakan pertama kalinya dilakukan pada momen Hari Jadi Provinsi Jatim.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas para ASN, serta mengajak seluruh aparatur untuk menjaga integritas dan memperkuat sinergi demi kemajuan Jawa Timur.

Penyematan dilangsungkan dalam tiga sesi, yakni Sesi I dengan penerima 240 ASN, Sesi II dengan penerima 230 ASN, dan Sesi III dengan penerima 211 ASN. Selain penerima tanda kehormatan, agenda ini turut dihadiri beberapa kepala perangkat daerah di Pemprov Jatim termasuk Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin.

Pada Sesi III, delapan ASN dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur turut menerima tanda kehormatan. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, termasuk Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memperkenalkan filosofi kerja baru yang diusung dalam peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, yaitu “JATIM BISA”.

Kata ‘Bisa’ pada filosofi kerja tersebut, diterangkan Khofifah merupakan singkatan dari Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif.

“Berdaya, karena Jawa Timur memiliki sumber daya manusia, infrastruktur, dan konektivitas yang luar biasa. Inklusif, karena pembangunan harus melibatkan semua pihak dan berprinsip no one left behind. Sinergis, karena kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memperkuat hasil kerja. Dan Adaptif, karena perubahan zaman menuntut aparatur untuk cepat menyesuaikan diri dengan dinamika baru,” terang Khofifah.

Gubernur pun mengajak ASN untuk menerapkan filosofi tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, karena menghadapi berbagai macam kelompok masyarakat.

“Mari kita terus berdaya, inklusif, sinergis, dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman. Jagalah komunikasi yang bijak, bangun kebersamaan, dan kuatkan integritas agar Jawa Timur terus tangguh dan bertumbuh,” pesan Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya komunikasi berbasis data dalam pelayanan publik. Ia mencontohkan perlunya koordinasi antar lembaga untuk menghindari kesalahpahaman, termasuk dalam isu status jalan di sejumlah daerah.

Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian dari proses perbaikan kinerja, dan pemerintah perlu bersikap terbuka dalam merespons dinamika yang terjadi.

Dengan tanda kehormatan yang disematkan ini, Gubernur Khofifah juga berpesan agar seluruh ASN Jawa Timur dapat memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan integritas, karena hal itulah yang menjadi kunci maupun fondasi dasar dalam menjaga kepercayaan publik dan mempercepat kemajuan daerah.

“Kita punya banyak kekuatan dan kemampuan di Jawa Timur ini. Yang harus kita jaga adalah kebersamaan dan integritas. Karena itulah yang akan menjadi pondasi bagi pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.

Menutup sambutannya, Khofifah pun mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan pengabdian sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi masyarakat dan bangsa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Rudy Susmanto Targetkan 570 Dapur MBG, Sebagian Sudah Beroperasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan komitmen penuh dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemerintah Pusat. Hal ini ditegaskan Bupati Bogor, Rudy Susmanto usai mengikuti Rapat Konsolidasi Regional bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Senin (13/10).

Bupati Bogor hadir didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Kepala BGN RI, Dadan Hindayana memberikan sejumlah arahan kepada para Kepala Daerah, meliputi Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dari Provinsi Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta pada rapat konsolidasi tersebut.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Pemkab Bogor menyambut positif kegiatan konsolidasi ini, dan mengambil langkah-langkah strategis di daerah. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Bogor telah mempersiapkan 238 titik lokasi untuk pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dari 238 titik lokasi tersebut, lebih dari 100 dapur sudah beroperasi, dan saat ini kami sedang dalam proses verifikasi 90 dapur lainnya. Target kami adalah 570 dapur MBG di Kabupaten Bogor,” tandas Rudy.

Rudy menambahkan, selain aspek operasional, Pemkab Bogor juga menaruh perhatian besar pada kualitas dan aspek lingkungan. Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup juga telah mempersiapkan proses sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk dapur-dapur tersebut.

“Permasalahan limbah juga menjadi perhatian, kami juga sudah membahas dengan dua pihak terkait mengenai pengolahan sampah dari masing-masing dapur,” jelas Rudy.

Rudy menambahkan, Pemkab Bogor siap menyukseskan program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, demi meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Indonesia.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, Dadan Hindayana menjelaskan, Rapat Konsolidasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pelaksanaan dan tata kelola MBG terutama dalam menjaga kualitas gizi dan keamanan pangan.

“Kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan sangatlah penting, agar program MBG ini berjalan maksimal,” ujar Dadan.

Ia menambahkan, karena program MBG menyasar berbagai kalangan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, anak dalam kandungan, hingga peserta didik, sebagai bentuk investasi dalam mencetak generasi sehat dan kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Medan Rico Waas Tinjau dan Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Medan Labuhan

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengunjungi para korban banjir di Kecamatan Medan Labuhan yang mengungsi di SD Negeri 060950 Jalan Kolonel Yos Sudarso dan Masjid Al-Ikhlas Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Pekan Labuhan, Minggu (12/10).

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, antara lain Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Yunita Sari, Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Gibson Panjaitan, serta Camat Medan Labuhan Khairun Nasyir Tambusai.

Posko pertama yang dikunjungi adalah SD Negeri 060950 di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Lingkungan III. Meski cuaca telah cerah, banjir belum surut di sekitar sekolah tersebut. Dengan menggulung celana, Rico Waas berjalan menerobos genangan air untuk menemui para pengungsi yang ditempatkan di lantai dua bangunan sekolah.

Di lokasi, Wali Kota menyapa warga satu per satu dan menyambangi ruang-ruang kelas yang dijadikan tempat pengungsian. Berdasarkan data BPBD Medan, terdapat 160 jiwa pengungsi di sekolah ini, terdiri dari orang tua, dewasa, dan anak-anak.

Dengan penuh empati, Rico Waas berdialog dengan para pengungsi untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan mereka. Ia menegaskan kepada jajarannya agar memastikan seluruh kebutuhan dasar warga, seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, terpenuhi dengan baik. Wali Kota juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan selama berada di pengungsian.

Sebagai bentuk kepedulian, Rico Waas menyerahkan secara langsung bantuan logistik dari BPBD Medan kepada para pengungsi. Bantuan tersebut antara lain nasi bungkus, beras, selimut, teh, gula, handuk, air mineral, dan mi instan.

Usai dari SD Negeri 060950, Wali Kota beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Titi Pahlawan, Lingkungan VII, Kelurahan Martubung. Posko ini menampung sekitar 250 jiwa, mulai dari orang tua, dewasa, hingga anak-anak. Seperti di lokasi sebelumnya, Wali Kota juga menyerahkan bantuan logistik dan menyampaikan dukungan moril kepada warga.

Camat Medan Labuhan, Khairun Nasyir Tambusai, melaporkan bahwa banjir di wilayahnya berdampak pada dua kelurahan, dengan total 1.444 KK atau 4.510 jiwa terdampak.

Banjir yang melanda Kota Medan sejak Sabtu (11/10/2025) disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak malam hari. Curah hujan tersebut menyebabkan meningkatnya debit air sungai sehingga terjadi luapan dan genangan di kawasan permukiman. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan meluas ke berbagai kelurahan di tujuh kecamatan.

Berdasarkan data BPBD Medan, banjir melanda tujuh kecamatan dan 17 kelurahan, yakni Kecamatan Medan Maimun (Kelurahan Aur, Hamdan, Kampung Baru, Titi Rantai); Kecamatan Medan Johor (Gedung Johor, Kwala Bekala); Kecamatan Medan Polonia (Sari Rejo, Polonia); Kecamatan Medan Labuhan (Pekan Labuhan, Martubung); Kecamatan Medan Selayang (Beringin); Kecamatan Medan Petisah (Sei Mati, Petisah Tengah, Anggrung); Kecamatan Medan Baru (Suka Raja)

Total wilayah terdampak mencakup 3.181 unit rumah, dengan 3.599 kepala keluarga dan 10.391 jiwa. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sebanyak 69 orang dievakuasi, terdiri dari lansia, anak-anak, balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Data dari BPBD juga menunjukkan lokasi pengungsian lainnya selain di Kecamatan Medan Labuhan, yaitu Kecamatan Medan Johor, di Masjid MDTA Muttaqin Kelurahan Kwala Bekala, menampung 350 pengungsi dan Kecamatan Medan Selayang, di Masjid Al-Qamar Kelurahan Beringin, menampung 85 pengungsi.

BPBD Kota Medan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops–PB) segera melakukan berbagai langkah tanggap darurat, mulai dari evakuasi warga, pendataan wilayah terdampak, pemantauan cuaca dan debit air, hingga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kenaikan debit air secara tiba-tiba.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News