Beranda blog Halaman 764

Herzaky Klarifikasi Pemberitaan Menko AHY yang Seolah-olah Bakal Tindak Tegas Ponpes yang Tak Punya Izin Bangunan

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Herzaky Mahendra Putra, memberikan klarifikasi terkait beredarnya potongan berita dan unggahan di media sosial yang menampilkan pernyataan seolah-olah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akan menindak tegas pondok pesantren yang tidak memiliki izin bangunan.

Berikut klarifikasi dari Herzaky Mahendra Putra :

Sehubungan dengan beredarnya potongan berita dan unggahan di media sosial yang menampilkan pernyataan seolah-olah “AHY bakal tindak tegas pondok pesantren yang tak punya izin bangunan”, kami perlu menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

1. Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan sama sekali tidak mencerminkan konteks sebenarnya dari sikap serta arahan Bapak Menko AHY.

Bapak Menko AHY tidak pernah menyampaikan pernyataan bernada penindakan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren.

2. Fokus utama pemerintah justru adalah memastikan keselamatan dan kelayakan bangunan pendidikan, termasuk pesantren, agar tidak membahayakan peserta didik dan tenaga pengajar.

Dalam konteks tersebut, upaya pemerintah adalah mendorong dan membantu lembaga pendidikan keagamaan untuk melengkapi aspek perizinan dan standar keselamatan bangunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan — bukan menindak, apalagi menutup pesantren.

3. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dalam memastikan setiap lembaga pendidikan memiliki fasilitas yang aman, layak, dan legal.

4. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh potongan informasi atau narasi yang menyesatkan.

Klarifikasi resmi akan disampaikan melalui kanal komunikasi Kemenko Infra dan pihak terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan untuk meluruskan pemberitaan dan memastikan bahwa setiap langkah pemerintah tetap berorientasi pada pendidikan yang aman, tertib, dan berkeadilan bagi semua.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menko AHY Pastikan Terus Kawal Pembangunan Infrastruktur Jawa Bagian Selatan

Pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Pulau Jawa disebut terus berjalan. Pemerintah menyatakan infrastruktur terus dikawal pembangunannya.

“Ini juga harus terus kita kawal pembangunannya. Inilah semangat dari pemerataan pembangunan antarwilayah,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kawasan Jembatan Pandansimo Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis, 9 Oktober 2025.

Jembatan Pandansimo menjadi salah satu infrastruktur yang telah selesai dibangun dan siap diresmikan. Selain itu, di kawasan selatan Yogyakarta secara bertahap mulai terhubung melalui jalur lintas selatan.

Sementara Jawa Tengah bagian selatan juga diwacanakan ada tol, yakni Tol Jogja-Cilacap. Menko AHY mengatakan proyek tersebut dalam proses kajian.

“(Proyek tol Jogja-Cilacap) itu masih tahap pengkajian,” kata Menko AHY.

Ia merasa masih ada persepsi Jawa bagian selatan tertinggal dibanding Jawa bagian utara. Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen dalam pemerataan pembangunan infrastruktur demi pemerataan roda perekonomian.

“Kami meyakini bahwa keadilan dan juga keseimbangan pembangunan antar wilayah ini penting untuk dikembangkan bersama,” ungkap Menko AHY.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menko AHY Minta PUPR Cek Kualitas Bangunan Pesantren di Seluruh Indonesia

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil menyusul tragedi robohnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan banyak korban jiwa.

Menurut Menko AHY, insiden tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar lebih memerhatikan kualitas dan standar teknis bangunan, terutama untuk fasilitas publik seperti pesantren, sekolah, dan rumah sakit.

“Kita harus benar-benar mengambil pelajaran berharga dari pondok pesantren di Sidoarjo yang roboh. Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar memastikan konstruksi bangunan sesuai standar teknik dan keselamatan,” ujar Menko AHY saat meninjau proyek infrastruktur di Gunungkidul, Kamis (9/10/2025).

Menko AHY menegaskan, pemerintah harus memastikan seluruh bangunan publik dibangun sesuai standar keselamatan konstruksi, mengingat banyak fasilitas sosial berdiri di kawasan rawan bencana atau tanpa pengawasan teknis yang memadai.

“Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan. Inilah yang harus menjadi gerakan bersama dalam membangun infrastruktur yang berkualitas dan aman,” tegasnya.

Menko Infrastruktur itu menyebut akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian PUPR dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan serta audit teknis terhadap bangunan publik.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang dan memastikan fasilitas pendidikan maupun keagamaan di seluruh Indonesia memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sesuai regulasi.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, dari sekitar 2.000 pondok pesantren di Indonesia, hanya sekitar 50 pesantren yang telah memiliki standar teknis berupa PBG. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kepatuhan terhadap regulasi bangunan aman dan laik fungsi.

Pemerintah berkomitmen memperkuat pembinaan teknis serta menyiapkan panduan konstruksi sederhana bagi lembaga pendidikan keagamaan agar mampu membangun sarana ibadah dan pendidikan yang aman, berkualitas, dan tahan lama.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Sri Sultan Hamengkubuwono X Apresiasi Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Masyarakat Gunungkidul

Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, memberikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) atas komitmennya memberikan kepastian hukum atas tanah di Indonesia. Di momen Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat yang berlangsung di Gunungkidul, D.I. Yogyakarta pada Rabu (08/10/2025), ia mengakui pentingnya sertipikat tanah sebagai alas hak atas tanah masyarakat Gunungkidul.

“Saya atas nama pemerintah daerah berterima kasih pada penyerahan sertipikat sebagian warga masyarakat Gunungkidul. Saya kira Bapak/Ibu bisa memahami arti pentingnya sertipikat itu bukti kekayaan aset yang ada pada satu keluarga, seperti Bapak/Ibu semua,” ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X di hadapan masyarakat Gunungkidul.

Dengan sertipikat yang diserahkan oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan ini, Gubernur D.I. Yogyakarta berharap masyarakat Gunungkidul bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya. “Semoga saja dengan sertipikat, Bapak/Ibu bisa punya kepastian hukum di dalam menguasai sebidang tanah,” tuturnya.

Pada kegiatan Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat ini, tidak hanya masyarakat yang menerima sertipikat tanah, Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta juga menerima 25 Sertipikat Hak Pakai. Sertipikat Hak Pakai tersebut digunakan sebagai Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

JJLS merupakan jalur yang menghubungkan lima provinsi yang ada di Pulau Jawa, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat dan Banten. Di Yogyakarta, JJLS melewati tiga kabupaten, salah satunya Kabupaten Kulonprogo.

Sebagai pihak yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta untuk menerima sertipikat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral D.I. Yogyakarta, Anna Rina Herbranti, menyatakan rasa terima kasihnya kepada jajaran Kementerian ATR/BPN dan Kantor Pertanahan Kabupaten Gunungkidul.

“Ini kerja sama yang baik antara Dinas, pemerintah daerah di D.I. Yogyakarta dan BPN Gunungkidul,” ungkap Anna Rina Herbranti.

Sertipikat yang diserahkan untuk Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta itu, merupakan hasil dari pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum yang telah rampung dan telah ditindaklanjuti dengan penerbitan sertipikat. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gunungkidul, Supriyanta pun mengatakan bahwa hal itu terwujud juga berkat kolaborasi baik dari seluruh pihak terkait.

“Sudah rampung, jalannya juga sudah dilalui,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Dampingi Menko AHY Serahkan Sertipikat di Gunungkidul, Wamen Ossy: Ini Wujud Nyata Kolaborasi

Kementerian ATR/BPN bersinergi dengan banyak pihak untuk mendorong percepatan pendaftaran tanah di Indonesia. Kolaborasi itu salah satunya menghasilkan sertipikat tanah, termasuk sertipikat yang diserahkan Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan, di Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (08/10/25).

“Penyerahan sertipikat ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, dalam memperkuat kepastian hukum atas tanah,” ungkap Wamen Ossy saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam penyerahan sertipikat di Desa Kelor, Kabupaten Gunungkidul.

Di Desa Kelor, Wamen Ossy bersama Menko AHY dan Gubernur D.I. Yogyakarta menyerahkan sejumlah sertipikat hasil dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pengadaan tanah untuk pembangunan kepentingan umum, serta sertipikat tanah wakaf. Terdapat 100 Sertipikat Hak Milik, 25 Sertipikat Hak Pakai milik Pemerintah Provinsi D.I Yogyakarta, dan 3 sertipikat tanah wakaf.

Wamen Ossy menilai, sertipikat yang merupakan bentuk kepastian hukum atas tanah ini adalah fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Semoga masyarakat yang menerima sertipikat ke depannya dapat merasakan manfaat dan keberkahan dari tanah yang dimilikinya,” harapnya.

Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengimbau warganya untuk bukan hanya menjaga, namun juga memanfaatkan sertipikat yang baru diterima dengan bijaksana.

“Jadi, betul-betul sertipikat itu disimpan yang baik, kalau tidak terpaksa sekali, _ojo didol_ ataupun _digadeke_. Sertipikat jangan sampai hilang. Saya hanya pesan itu. Saya kira Bapak/Ibu bisa memahami arti pentingnya, sertipikat itu bukti kekayaan aset yang ada pada satu keluarga,” ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Menko AHY juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga dan tidak sembarangan meminjamkan sertipikat agar terhindar dari kejahatan pertanahan. “Sertipikat Hak Milik ini benar-benar sesuatu yang berharga dan secara resmi negara menyatakan Bapak/Ibu adalah pemegang hak atas tanah yang saat ini sudah dimiliki. Jangan sembarangan dipinjamkan atau nanti jatuh ke pihak tidak bertanggung jawab,” pesannya.

Sebagai informasi, Provinsi D. I. Yogyakarta memiliki luas wilayah sekitar 317 ribu hektare, dengan lebih dari 3,1 juta bidang tanah. Hingga saat ini, 91,68% atau 2,87 juta bidang tanahnya telah terdaftar. Pada tahun 2026 mendatang, jumlah bidang tanah yang bersertipikat diharapkan bertambah signifikan karena program PTSL masih akan berjalan.

Hadir pada kesempatan ini, turut hadir Tenaga Ahli Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi D.I Yogyakarta, Sepyo Achanto; Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi D.I Yogyakarta; Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Hadir pula perwakilan dari Kemenko IPK dan Kementerian Perumahan Umum; serta prwakilan Forkopimda Kabupaten Gunungkidul.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mendes Tandatangani Keputusan Bersama, Kolaborasi K/L Percepat Pembangunan Fisik KDMP

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto didampingi Wamendes PDT Ahmad Riza Patria menandatangani Keputusan Bersama tentang Percepatan Pembangunan Fisik dan Operasionalisasi Gerai dan Pergudangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Kemenkop Jakarta, Kamis (9/10/25).

Selain Mendes, keputusan bersama tersebut ditandatangani Menteri Koperasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara, dan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

Ditandatanganinya keputusan bersama ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian/Lembaga untuk mempercepat tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terbukanya lapangan kerja melalui KDMP. Selain itu, pengadaan alat transportasi untuk memastikan KDMP beroperasi juga masuk dalam prioritas yang tengah digalakkan pemerintah.

“Keputusan bersama ini untuk menyejahterakan rakyat di desa. Ini program mulia dari Pak Prabowo mesti kita kawal bersama. Niatnya sangat baik kami mengajak semua unsur di desa untuk memulai program dimulainya pembangunan fisik dan gerai,” kata Mendes Yandri dalam sambutannya.

Seperti diketahui, pembentukan KDMP telah berjalan di desa dan kelurahan seluruh Indonesia berjumlah 81.853 koperasi. Berikutnya, pembangunan fisik baik kantor maupun gerai dan gudang menjadi poin penting yang harus segera diselesaikan agar setiap unit usahanya bisa beroperasi dan manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat.

Jika beberapa hal ini berhasil dilaksanakan maka Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan melalui koperasi akan terwujud. Mendes Yandri pun meminta para pihak khususnya dari desa/kelurahan baik aparat pemerintahan maupun masyarakat luas untuk mendukung langkah ini dengan serius mewujudkan operasionalisasi koperasi sesuai aturan yang telah ditetapkan.

“Dalam waktu dekat akan segera kita lakukan pembangunan fisik di desa seluruh Indonesia plafon Rp3 M. Spek dan lainnya sudah kita tentukan. Kami minta dukungan semua pihak terutama kepala desa, BPD, seluruh warga,” ujarnya.

KDMP terwujud sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan memastikan potensi desa dan kelurahan di setiap sudut Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Program yang diharap langsung dirasakan manfaatnya oleh pemerintah ini juga didukung oleh seluruh K/L dengan pengawasan langsung oleh Satgas.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Hadiri HUT Kabupaten Serang ke-499, Ini Pesan Mendes Yandri

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Serang pada Rabu (8/10/2025) pagi.

Rapat Paripurna itu beragendakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kabupaten yang dipimpin oleh Ratu Rachmatu Zakiyah ini.

Mendes Yandri mengucapkan Selamat kepada Kabupaten yang telah berdiri sejak tahun 1526 tersebut.

“Membangun Serang harus kolaborasi, kerjasama dan kekompakan untuk menuju Kabupaten Serang Bahagia,” kata Mantan Wakil Ketua MPR ini.

Dalam pandangan Mendes Yandri, masih ada sejumlah persoalan yang dihadapi oleh Kabupaten Serang, namun dengan kekompakan dan optimisme maka bisa ditemukan solusi dari berbagai persoalan itu.

“Selamat Ulang Tahun Kabupaten Serang ke-499,” kata Mendes Yandri.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah mengatakan, HUT Kabupaten Serang ke 499 kali ini bertemakan Sinergi dan kolaborasi menuju Serang Bahagia, agar semua masyarakat dapat merasakan kebahagiaannya.

Menurutnya, tanpa ada sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, tidak mungkin Kabupaten Serang bisa terwujud kebahagiaannya yang sesuai dengan yang diinginkan.

“Program sehebat apapun, kalau tidak ada dukungan dari masyarakat tidak mungkin menjadi Kabupaten Serang yang kita idam-idamkan ini bisa bahagia. Saya mengajak kepada semuanya, untuk bersama-sama memberikan manfaat yang baik kepada semua masyarakat,” kata Bupati Ratu.

Bupati Ratu juga memberikan penghargaan ASN Pemkab Serang yang berprestasi.

Setelah itu, Mendes Yandri bersama Bupati Ratu, dan Ketua DPRD Serang Bahrul Ulum menerima puluhan pendemo, yang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Serang.

Diketahui, aliansi mahasiswa yang tergabung dari organisasi HMI, BEM UNIBA, dan BEM UPI, menggelar aksi demonstrasi dan berhasil menjebol gerbang utama Pendopo Bupati Serang.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Hari Jadi ke-499, Bupati Ratu Zakiyah Paparkan Misi Pembangunan Kabupaten Serang 5 Tahun ke Depan

Bupati Serang Ratu Zakiyah mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan ‘Kabupaten Serang Bahagia’ telah menetapkan misi yang menjadi pilar pembangunan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas lima tahun ke depan.

Hal ini dipaparkan Bupati Ratu Zakiyah saat menyampaikan Perayaan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Serang dalam rangka Memeringati Hari Jadi ke – 499 Kabupaten Serang Tahun 2025 di Gedung DPRD pada Rabu, 8 Okotber 2025.

Adapun enam misi Pembangunan tersebut meliputi, pertama meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau SDM Kabupaten Serang yang unggul, sejahatera dan berdaya saing dengan memperkuat nilai – nilai keluarga dan pemberdayaan perempuan. Kemudian kedua meningkatkan kualitas infrastruktur wilayah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.

”Selanjutnya yang ketiga mewujudkan Kabupaten Serang yang produktif, dengan menciptkan iklim investasi untuk memperluas kesempatan kerja berbasis potensi lokal dan berwawasan lingkungan,” ungkapnya.

Sedangkan misi keempat, lebih lanjut Bupati Ratu Zakiyah mengungkapkan, akan mewujudkan Kabupaten Serang sebagai pelopor swasembada pangan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Kelima mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, handal dan berorientasi pada pelayanan publik prima.

”Kemudian ke enam mewujudkan kemajuan hidup yang selaras dan harmonis, dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan bagi masyarakat Kabupaten Serang,”ucapnya.

Menurut Bupati Ratu Zakiyah, bahwa enam pilar tersebut adalah jalan untuk mencapai kebahagiaan.

”Ini adalah pekerjaan besar yang tidak bisa diemban oleh pemerintah semata, yang mana perlu kerja bersama, kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media dan agen perubahan,” katanya.

Bupati Ratu Zakiyah mengajak bagi penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang, bahwa tahun 2025 menjadi tahun yang harus lebih fokus untuk dapat menyelesaikan berbagai sasaran-sasaran pembangunan yang akan diamanatkan dalam RPJMD Kabupaten Serang 2025 – 2029.

”Alhamdulillah bersama DPRD Kabupaten Serang, kami berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Serang bahagia,”ujarnya.

Disisi lain, Bupati Ratu Zakiyah menyebutkan jika melihat indikator makro pembangunan, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) atas sinergi berbagai pihak Kabupaten Serang mampu menunjukkan angka pembangunan yang cukup baik. Seperti angka kemiskinan terbuka Kabupaten Serang mengalami penurunan pada tahun 2024 sebesar 0,76 poin menjadi 9,18 persen.

”Sedangkan angka kemiskinan Kabupaten Serang mengalami penurunan pada tahun 2024 sebesar 0,34 poin menjadi 4,51 persen, dan menunjukkan angka terendah ketiga di Provinsi Banten,”paparnya.

“Adapun peningkatan atau pertumbuhan indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2024 yang dicapai Kabupaten Serang, terjadi pertumbuhan sebesar 0,65 poin dengan angka IPM 73,28 poin,”paparnya.

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Serang dalam rangka Memeringati Hari Jadi ke – 499 Kabupaten Serang Tahun 2025 di Pimpin Ketua DPRD Bahrul Ulum, hadari para wakil ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Serang. Turut hadir juga Menteri Desa dan Pembangunan Darah Tertinggal (Mends PDT), Yandri Susanto.

Kemudian hadir mewakili Gubernur Banten Andra Soni yakni Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusuma, Mantan Bupati Sernag Ahmad Taufik Nuriman, Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Lalu Atharussalam Rais dan Tubagus Entus Mahmud Sahiri, dan Sekda Zaldi Dhuhana dan para kepala OPD serta unsur Forkopimda Kabupaten Serang.

Pada momen itu juga, diberikan secxara simbolis yang diberikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprestasi di tingkat Provinsi sampai Nasional. Pemberian penghargaan juga diberikan kepada Unsur Forkopimda Kabupaten Serang.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Tanpa Jarak, Bupati Ratu Zakiyah Bagikan Satu Per Satu Bantuan Sembako kepada Warga

Bupati Serang Ratu Zakiyah sangat dekat dengan masyarakat tanpa sekat atau batasan. Hal ini terbukti saat Ratu Zakiyah membagikan satu per satu paket sembako kepada puluhan warga.

Pembagian sebanyak 500 paket sembako tersebut dalam program Bhakti Sosial (Baksos) pada Rangkaian menyambut Hari Jadi ke-499 Kabupaten Serang pada 8 Oktober 2025 mendatang di Halaman Kantor Kecamatan Kopo pada Senin, 6 Oktober 2025.

Didampingi Asisten Daerah (Asda) II, Febrianto, Staf Ahli Bupati, Rahmat Setiadi, Kepala Diskoumperindag, Adang Rahmat, Kepala Dinkes, Rahmat Fitriadi, dan Kepala DKBPPPA, Encup Suplikah, Kepala BKPSDM Surtaman dan Kepala DKPP, Suhardjo Ratu Zakiyah memberikan bantuan paket sembako secara simbolis di atas panggung, dan dilanjutkan acara bersama.

Bupati terus tersenyum membagikan satu per satu paket sembako kepada warga penerima dari 5 kecamatan yang tengah duduk tanpa harus berdiri. Ekspresi warga pun terlihat kagum dengan diberikannya bantuan secara langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Serang tersebut.

Bupati Ratu Zakiyah mengaku keinginannya sendiri membagikan paket sembako satu per satu agar bisa lebih dekat kepada masyarakat, dan mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat.

”Saya dari kemarin memang maunya seperti ini, jadi saya bertemu langsung dengan masyarakat, langsung berbagi dengan masyarakat,”ujarnya.

Selain membagikan paket sembako, Bupati Ratu Zakiyah juga mohon doa kepada seluruh warga agar Kabupaten Serang semakin sejahtera, semakin banyak perubahan.

”Tentunya (Kabupaten Serang) semakin baik lagi,”ucapnya.

Dikatakan Bupati Ratu Zakiyah, kegiatan Bhakti Sosial atau Baksos dalam menuju Hari Jadi ke-499 Kabupaten Serang yang bertemakan ‘Sinergi dan kolaborasi menuju Serang Bahagia’. Karenanya tanpa adanya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, dari seluruh elemen masyarakat, tidak mungkin Kabupaten Serang dapat terwujud sesuai dengan yang diinginkan.

”Program sehebat apapun kalau tidak ada dukungan dari masyarakat tidak mungkin menjadi Kabupaten Serang yang kita idam-idamkan,” katanya.

Oleh karena itu, Bupati Ratu Zakiyah mengajak untuk terus bersinergi, berkolaborasi dalam rangka membangun Kabupaten Serang yang lebih baik di masa-masa yang akan datang.

”Hari Jadi ke 499 Kabupaten Serang, semoga memberikan manfaat bagi manusia yang lain,”harapnya.

Usai membagikan sembako, Bupati Ratu Zakiyah meninjau pemasangan alat KB yang dibuka DKBPPPA, pelayanan pajak Bapenda, pelayanan cek kesehatan gratis (CKG), khitanan massal, dan meninjau stand-stand UMKM. Tampak, masyarakat pun terlihat antusias.

Camat Kopo, Kabupaten Serang Imron mengatakan untuk bantuan paket sembako yang dibagikan sebanyak 500 paket, khitanan massal sebanyak 70 anak, dan pengobatan gratis yang terdaftar sebanyak 200 orang.

”Untuk Kecamatan Kopo ada 10 desa, kemudian ada 5 kecamatan mulai dari Cikande, Jawilan, dan Kibin,”ujarnya.

Imron bersyukur antusias masyarakat menghadiri kegiatan baksos dalam rangkaian Hari Jadi ke 499 Kabupaten Serang karena dibuka juga bazar murah.

”Jadi masyarakat selain ada yang dapat bantuan dan juga dapat membelanjakan uangnya untuk bazar murah. Mudah-mudahan momentum ini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Tinjau SMA Pradita Dirgantara, Menko AHY: Sekolah Unggulan Adalah Infrastruktur Masa Depan Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan dukungan terhadap pencanangan program strategis Sekolah Garuda di seluruh Indonesia. Hal tersebut diutarakan Menko AHY saat menghadiri peresmian Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara, Yogyakarta, yang merupakan salah satu sekolah unggulan di Indonesia, Rabu (08/10/2025).

Menurut Menko AHY, SMA Pradita Dirgantara menjadi salah satu dari 12 sekolah yang menjalani transformasi menuju Sekolah Garuda. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan sekolah baru yang akan terus diperkuat dan dikembangkan di masa mendatang.

“Ini sebuah visi besar dan juga kebijakan yang strategis yang dicanangkan dan dijalankan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto. Kami tentunya ingin menjadi bagian untuk memberikan penguatan bahwa dengan berbentuknya Sekolah-Sekolah Garuda ini, maka kita bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,” ujar Menko AHY.

Ia menegaskan, kehadiran Sekolah Garuda menjadi langkah nyata dalam meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas, terutama di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Melalui sekolah unggulan ini, generasi muda Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi tantangan global dan membawa perubahan nyata bagi kemajuan bangsa.

“Kita ingin anak-anak kita, generasi penerus bangsa kita semakin siap menghadapi tantangan global dan membawa perubahan dan kemajuan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Menko AHY yang hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan sejumlah pejabat daerah juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para siswa SMA Pradita Dirgantara. Ia menilai, kecerdasan, keberanian, serta inisiatif yang ditunjukkan para siswa menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar menuju masa depan yang lebih baik.

“Kalau didorong oleh pemerintah dengan berbagai kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas SDM, insya Allah Indonesia punya masa depan yang semakin baik ke depan,” ungkapnya.

Terkait pengembangan infrastruktur Sekolah Garuda, Menko AHY menjelaskan bahwa sebagian besar merupakan transformasi dari sekolah yang sudah ada, namun akan terus diperkuat dari sisi fasilitas dan sarana dasar pendidikan.

“Yang sifatnya transformasi dari kondisi existing sebagian besar masih sangat baik, tapi tentu terus kita lakukan penguatan sana-sini termasuk fasilitas infrastruktur dasarnya, baik untuk belajar mengajar, riset, maupun pembinaan karakter. Kita harus menyiapkan infrastruktur yang juga mendukung ke sana,” jelasnya.

Sementara untuk sekolah baru, seluruh infrastruktur akan disiapkan secara menyeluruh agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan modern dan pembentukan karakter generasi muda yang unggul.

Menko AHY juga menegaskan bahwa peresmian 12 sekolah transformasi dan 4 sekolah baru ini menjadi bagian dari upaya strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Saya adalah salah satu ambasador untuk menceritakan program besar ini, karena ini adalah milik kita semua. Harapannya, semakin banyak anak muda yang punya kesempatan belajar di sekolah dan kampus terbaik, lalu kembali ke Indonesia untuk membangun negeri yang kita cintai ini,” pungkas Menko AHY.

Untuk informasi, Program Sekolah Garuda hadir melalui dua skema. Pertama sekolah garuda baru yang dibangun dari 0 (nol) di wilayah dengan akses pendidikan terbatas. Kedua, sekolah garuda transformasi yang memperkuat SMA atau MA dan guru agar para siswanya mampu menembus perguruan tinggi terbaik dunia.

Pengenalan di 16 titik Pengenalan serentak Sekolah Garuda hari ini terdiri atas 12 titik Sekolah Garuda Transformasi dan 4 titik lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru.

Sebanyak 12 Sekolah Garuda Transformasi meliputi SMAN 10 Fajar Harapan, Aceh; SMA Unggul Del, Sumatera Utara; MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan; SMAN Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta; SMA Cahaya Rancamaya, Jawa Barat.

Lalu SMA Taruna Nusantara, Jawa Tengah; SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah; SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur; SMAN Banua BBS, Kalimantan Selatan; MAN Insan Cendekia Gorontalo, Gorontalo; SMAN Siwalima Ambon, Maluku; dan SMA Averos Sorong, Papua Barat Daya.

Empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru yang juga turut dikenalkan terdapat di Belitung Timur; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; dan Bulungan, Kalimantan Utara.

Dalam kegiatan ini turut hadir Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang, Nazib Faizal, serta Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Rachmat Kaimuddin.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News