Beranda blog Halaman 830

Bupati Ipuk Sambut Pembukaan Jalur Gumitir, Ingatkan Pengendara Tetap Berhati-hati

Jalur Gumitir yang sempat ditutup total lebih sebulan sejak 24 Juli bisa kembali dilewati kendaraan mulai Kamis (4/9) pukul 00.00 WIB. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut dibukanya jalur utama dan satu-satunya penghubung Banyuwangi-Jember ini dengan penuh rasa syukur.

Menurutnya, jalur tersebut sangat vital bagi kelancaran transportasi masyarakat. Selama jalan nasional ini ditutup, arus ekonomi dan logistik terhambat karena kendaraan harus memutar cukup jauh melewati Situbondo.

“Alhamdulilah kita bersyukur jalur Gumitir sudah bisa dilewati. Mudah-mudahan transportasi masyarakat, ekonomi, logistik, dan sebagainya lebih cepat dan lancar kembali,” kata Ipuk, Kamis (4/9).

Meski begitu, Ipuk mengingatkan para pengendara agar selalu berhati-hati. Sebab, risiko kecelakaan tak hanya dipengaruhi infrastruktur tetapi juga faktor kelalaian manusia.

“Walaupun jalur sudah diperbaiki, saya pesan tetap waspada. Apalagi saat malam hari atau kondisi hujan, mohon selalu hati-hati,” imbau Bupati Ipuk.

Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Javid Hurriyanto mengatakan, pembukaan jalur pada 4 September masih bersifat fungsional. Kendaraan bisa melintas, tetapi pekerjaan lanjutan terus dilakukan sampai masa kontrak habis hingga 31 Desember.

“Prinsipnya, yang kemarin kita tutup kini kita buka kembali. Meski begitu, ada pekerjaan minor yang tetap harus diselesaikan sesuai kontrak kerja hingga 31 Desember,” ujar Javid.

Javid menegaskan, titik longsoran di KM 233+500 dan KM 235+650 jalur Gumitir sudah aman dilalui. Pekerjaan penguatan badan jalan dengan bore pile telah rampung lebih cepat pada 17 Agustus. Termasuk pengaspalan di titik longsoran sudah rampung.

Semula, jalur Gumitir dijadwalkan kembali dibuka pada 24 September. Namun percepatan pekerjaan di lapangan memungkinkan jalur vital tersebut bisa difungsikan lebih awal atau sekitar 20 hari dari rencana.

“Kenapa kemarin ditutup, karena alat berat untuk pekerjaan bore pile menutup penuh badan jalan. Jadi kendaraan tidak bisa melintas,” sambung dia.

Alat berat sudah dipindahkan setelah pekerjaan bore pile rampung, sehingga badan jalan bisa terbuka kembali. Mobilitas dari Banyuwangi menuju Jember dan sebaliknya bisa kembali lancar seiring berfungsinya jalur strategis tersebut.

Meski demikian, pengguna jalan diminta tetap berhati-hati. Petugas akan berjaga di lapangan untuk mengatur lalu lintas selama masa open traffic fungsional.

“Karena operasional penuh kami target Desember. Selama itu kami harap pengendara hati-hati dan mengikuti arahan petugas,” pintanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkab Bogor Lakukan Peningkatan Jalan di Kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, menghadiri rapat kerja sama peningkatan ruas jalan Kabupaten Bogor yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Kegiatan ini berlangsung di Direktorat Perencanaan Konservasi, Kementerian Kehutanan, Kota Bogor, Kamis (4/9).

Ajat menegaskan, pentingnya pembangunan yang berbasis konservasi dan kolaborasi lintas sektor. Ia menjelaskan, kawasan Halimun Salak telah lama dirancang sebagai pusat pertumbuhan baru di sektor pariwisata, selain kawasan Pangrango.

“Sejak awal tahun 2000-an, Pemerintah Kabupaten Bogor telah berupaya mengalihkan beban wisata dari Pangrango ke Halimun Salak dengan pendekatan yang lebih lestari,” katanya.

Ajat menekankan, konsep Geopark Halimun Salak bukan hanya pelestarian alam, tetapi juga menyangkut pemberdayaan masyarakat sekitar. Proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan dari Malasari ke perbatasan wilayah diharapkan mampu membuka akses tanpa merusak ekosistem yang ada.

Pembangunan ini juga didorong agar memiliki payung hukum yang jelas serta dilakukan secara bertahap dengan prinsip kehati-hatian.

Ajat juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan, khususnya dalam hal konservasi satwa seperti elang jawa, yang saat ini sedang dalam proses pelepasliaran sebagai bagian dari program pelestarian.

“Program ini tidak hanya menciptakan manfaat ekonomi melalui pariwisata, tetapi juga menjadi komitmen nyata dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup,” ucapnya.

Ajat juga menekankan, pembangunan kawasan ini bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi bagaimana menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat konservasi alam, demi generasi mendatang.

Direktur Perencanaan Konservasi Ahmad Munawir menjelaskan, rencana kerja sama pembangunan sembilan ruas jalan yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Ia mengatakan, Ini merupakan langkah penting dan strategis, mengingat ini adalah pertama kalinya kami menerima usulan kerja sama untuk sembilan ruas jalan sekaligus dalam satu usulan, yang tentu membutuhkan telaah teknis dan administratif secara menyeluruh.

“Perlu kami sampaikan bahwa sebagian besar ruas jalan tersebut sudah eksisting sejak sebelum perluasan kawasan taman nasional pada tahun 2003–2004. Saat itu, kawasan Halimun yang awalnya seluas 40.000 hektare diperluas menjadi 116.000 hektare, hingga akhirnya ditetapkan menjadi sekitar 87.000 hektare,” ujarnya.

“Banyak infrastruktur publik yang sudah ada sebelumnya kini berada dalam kawasan konservasi, termasuk jalan-jalan yang diusulkan untuk kerja sama ini,” katanya.

Sesuai regulasi yang berlaku, terutama Undang-Undang Cipta Kerja dan turunannya seperti PP Nomor 24, infrastruktur milik pemerintah yang digunakan untuk kepentingan publik dapat difasilitasi melalui skema kerja sama dan tidak dikenakan biaya kompensasi.

“Ini tentu berbeda dengan aset milik swasta. Karena itu, sangat penting untuk segera memayungi secara hukum keberadaan dan peningkatan jalan-jalan ini melalui skema kerja sama, agar tidak terjadi konflik di lapangan seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ucapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi inisiatif dan keseriusan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mengajukan permohonan kerja sama secara resmi, dan kami dari Direktorat siap menindaklanjuti proses ini, dengan catatan masih dibutuhkan beberapa informasi tambahan dari pihak teknis terkait sejarah pembangunan jalan dan status aset.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan tidak hanya memudahkan proses perencanaan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat upaya konservasi di kawasan Halimun Salak.

“Kerja sama ini bersifat jangka panjang (10 tahun) dan dapat diperpanjang, sehingga dapat menjadi fondasi kuat bagi sinergi pembangunan dan pelestarian lingkungan ke depan,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Imron Turun Langsung Bantu Anak Yatim Piatu Sakit di Tengah Tani

Bupati Cirebon Imron meninjau sekaligus memberikan bantuan kepada seorang anak yatim piatu yang tengah sakit di Desa Kemlaka Gede, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Kamis (4/9).

Dalam kunjungannya, Imron datang bersama sejumlah kepala perangkat daerah, camat, hingga perangkat desa untuk memastikan kondisi kesehatan anak bernama Sarli yang kini berusia delapan tahun.

Imron mengatakan, kedatangannya berawal dari informasi yang beredar di media sosial mengenai anak tersebut yang disebut belum mendapatkan bantuan.

“Ternyata setelah kami cek, Sarli sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, termasuk memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS),” kata Imron.

Ia menjelaskan, meski fasilitas kesehatan tersedia dan biaya pengobatan ditanggung negara, Sarli mengalami kendala psikologis, karena sering menolak diajak berobat.

“Anak ini dulu bisa berjalan, namun setelah jatuh kondisinya menurun hingga sekarang tidak bisa berjalan. Kalau dibawa ke rumah sakit, sering meronta dan menangis,” ujarnya.

Menurut Imron, kondisi ini memerlukan peran aktif keluarga maupun kerabat terdekat untuk merayu dan mendampingi agar Sarli bersedia menjalani perawatan medis.

“Kalau keluarganya mengajak, merayu dengan sabar, anak ini bisa lebih tenang. Jangan sampai tidak dibawa berobat, karena bisa bertambah parah,” ucap Imron.

Bupati Imron juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung pengobatan Sarli, namun tetap membutuhkan kerja sama dari pihak keluarga.

“Kami dari pemerintah siap membantu, tinggal bagaimana keluarga bisa memastikan anak ini dibawa berobat secara rutin,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa pun selama ini sudah berperan aktif membantu keluarga Sarli, baik melalui program kesehatan maupun kepedulian sosial masyarakat sekitar.

Selain meninjau, Imron menyerahkan bantuan untuk meringankan beban keluarga yang kini merawat Sarli setelah orang tua kandungnya meninggal dunia.

“Anak ini sekarang dirawat oleh bibinya. Kami ingin hadir untuk memastikan bahwa ia tidak sendirian dan mendapat perhatian dari pemerintah,” katanya.

Imron berharap kunjungan tersebut dapat menjadi dorongan moral bagi keluarga dan masyarakat, agar lebih peduli terhadap kondisi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Ahmad Luthfi Minta Karang Taruna Ikut Kawal Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Desa

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta kepada Forum Pengurus Karang Taruna, untuk ikut mengawal pengentasan kemiskinan dan potensi yang ada pada tiap desa/ kelurahan di provinsi ini.

Hal itu disampaikan Luthfi saat mengukuhkan Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2030, di Grhadika Bhakti Praja Semarang, Senin (8/9/2025).

Menurut Luthfi, Karang Taruna bisa menjadi tulang punggung kegiatan yang ada di desa/ kelurahan. Apalagi, saat ini di Jawa Tengah terdapat 5.960 organisasi Karang Taruna, yang tersebar dari tingkat provinsi hingga desa/ kelurahan. Keberadaannya dinilai efektif menjalankan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

“Ini menjadi potensi masyarakat kita, dari masyarakat untuk masyarakat. Ini dapat dilakukan oleh Karang Taruna. Nantinya bersama-sama mengeksplorasi pembangunan di Jawa Tengah,” katanya.

Ditambahkan, banyak hal yang dapat dilakukan oleh Karang Taruna dalam mendukung perkembangan ekonomi, potensi desa, dan pembangunan desa. Di mana salah satu ujungnya adalah penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

Luthfi menyebutkan, kondisi terkini angka kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2025 mencapai 9,48 persen, atau mengalami penurunan 0,10 persen poin dibanding September 2024 yang mencapai 9,58 persen. Butuh keterlibatan Karang Taruna untuk terus menurunkan angka kemiskinan tersebut.

“Karang Taruna harus ikut serta mengawal potensi desa dan pengentasan kemiskinan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah, I Gede Ananta Wijaya Putra, menyatakan siap menjalankan pesan Gubernur Ahmad Luthfi. Langkah awal yang dijalankan adalah melakukan konsolidasi seluruh Forum Pengurus Karang Taruna di Jawa Tengah, mulai tingkat provinsi, kabupaten/ kota, sampai tingkat desa/ kelurahan.

“Setelah itu kita konsolidasikan dan sosialisasi terkait apa yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, bahwa kita akan mengentaskan kemiskinan dan masalah sosial yang ada di desa,” bebernya.

Dijelaskan, pada Oktober 2025 nanti, juga akan diselenggarakan Rakerda untuk seluruh pengurus. Rakerda tersebut akan merumuskan program-program yang akan diturunkan sampai tingkat desa/ kelurahan.

“Intinya Karang Taruna hadir untuk bisa membantu menuntaskan permasalahan sosial yang ada di Jawa Tengah, agar lebih baik dan lebih hebat lagi bersama Gubernur Ahmad Luthfi,” ujar Ananta.

Masih Berlangsung, Wali Kota Ajak Pegawai Pemkot Depok Dukung Gerakan Wakaf Buku ASN 2025

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengajak seluruh pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mendukung gerakan Wakaf Buku ASN 2025. Gerakan ini merupakan program milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bagian dari gerakan literasi untuk Jawa Barat yang cager, bager, bener, pinter, dan singer.

Dalam hal ini, Supian Suri menjelaskan, Wakaf Buku ASN 2025 menjadi salah satu upaya penting untuk memenuhi kebutuhan bacaan di taman-taman bacaan yang ada di Kota Depok.

Mengingat, tidak semua taman bacaan memperoleh dukungan dari perpustakaan.

“Kami mengajak seluruh ASN di Kota Depok, meskipun mungkin bukan yang rajin membaca, untuk berkenan mewakafkan buku-buku yang dimiliki, termasuk buku yang belum sempat dibaca,” ujarnya saat apel pagi di Balaikota, pada Senin (08/09/25).

“Buku-buku ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat yang ingin menambah wawasan,” sambungnya.

Supian Suri menegaskan bahwa partisipasi ASN dalam program ini tidak hanya untuk kontribusi bagi literasi masyarakat, tetapi juga sebagai amal ibadah yang bermanfaat bagi banyak pihak.

“Semoga melalui wakaf buku ini, literasi masyarakat Kota Depok terus meningkat, sekaligus menambah pengetahuan dan pemahaman kita sebagai ASN, sehingga berdampak positif dalam menjalankan tugas yang diamanahkan,” tutupnya.

Diketahui, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok menggelar Gerakan Wakaf Buku ASN 2025 berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Depok Nomor 481.3/508/Huk/2025 tentang Gerakan Wakaf Buku Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2025.

Kegiatan ini mengajak instansi, organisasi, dan seluruh lapisan masyarakat untuk berbagi manfaat melalui sumbangan buku.

Buku-buku yang terkumpul akan disalurkan ke perpustakaan, taman bacaan masyarakat (TBM), sekolah, kelurahan, maupun komunitas yang membutuhkan.

Gerakan Wakaf Buku ASN 2025 sendiri telah dibuka sejak Juli dan akan berlangsung hingga September 2025.

Pelayanan dilakukan setiap hari kerja mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB di Gedung Perpustakaan Kota Depok lantai 1.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mensos Tinjau SRMP 14 Batu: Fasilitas Ditingkatkan, Potensi Siswa Dipetakan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Batu yang berlokasi di UPT Perlindungan & Pelayanan Sosial Petirahan Anak Batu, Jawa Timur, Senin (8/9).

Didampingi Wali Kota Batu, Nurochman, Gus Ipul melihat langsung jalannya proses belajar mengajar serta mengecek sarana dan prasarana termasuk asrama siswa. Dari hasil pemantauan secara umum semua sudah baik.

“Ibu Kepala Sekolah, para guru, wali asuh, wali asrama, semuanya telah bekerja dengan satu kolaborasi yang baik. Ini adalah salah satu contoh di mana kita bisa memulai pembelajaran yang kita laksanakan sesuai dengan rencana,” ujar Gus Ipul.

SRMP 14 Batu mulai beroperasi sejak 14 Juli 2025 dengan total 150 siswa, 12 guru, serta dua asrama (putra dan putri). Meski menghadapi sejumlah tantangan, seperti homesick di awal masa tinggal, kekurangan guru maupun wali asrama, serta sarana yang belum lengkap, semua dapat diatasi secara bertahap.

Selain melakukan peninjauan, Gus Ipul juga memaparkan asesmen talent DNA yang digunakan untuk memetakan potensi siswa. “Sehingga anak-anak sekolah rakyat ini bisa bekerja di bidang engineer, kesehatan. Sehingga guru-guru dan Kepsek bisa punya pegangan (pedoman) dalam membimbing anak-anak,” jelasnya.

Hasil asesmen tersebut, misalnya, terlihat pada Naira, siswi kelas 7C yang bercita-cita menjadi dokter. Hasil talent DNA menunjukkan Naira memiliki sikap berhati-hati, kritis, dan perhatian. Ada juga Love Sebening Wahid, dengan hasil asesmen talent DNA: mudah bergaul, tulus, kompetitif, problem solver, visioner, kolektor, dan personalisasi.

“Setiap orang yang dilahirkan memiliki potensi dan jeniusnya masing-masing. Maka kurikulum di SR ini kurikulum yang disesuaikan, custom ibaratnya. Tidak ada tes akademik yang ada talent mapping,” kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan ini Gus Ipul juga berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat untuk menggali pengalaman mereka selama belajar dan tinggal di asrama. Farel, putra seorang perajin tahu dari Turen, mengungkapkan kebahagiaannya belajar di Sekolah Rakyat.

“Senang, karena banyak teman,” ucapnya singkat saat ditanya Gus Ipul. Putra Abidzar (Abi), siswa lain yang bercita-cita menjadi TNI, menuturkan pengalamannya di asrama. “Makan tiga kali sehari dan ada snack,” kata Abi, yang juga sempat melantunkan azan di hadapan Gus Ipul.

Dalam ruang kelas, Gus Ipul menyadari ada kursi kosong. Kepala Sekolah SRMP 14 Batu, Yuliana, menjelaskan bahwa siswa tersebut sakit. “Kami memantau jika ada siswa-siswi yang sakit, berdasarkan laporan dari guru atau wali asrama dari siswa,” jelasnya. Gus Ipul memastikan pemenuhan sarana bagi siswa dan guru secara bertahap.

“Ya, jadi setiap siswa nanti akan mendapatkan laptop dan gurunya juga. Masih dalam proses pengadaan sekarang. Kemudian dapat seragam 8 set, ini sudah dibagi yang untuk seragam SMP biru putih, nanti akan dapat pramuka, dapat baju lab, kemudian dapat baju olahraga, baju tidur, kemudian ada baju almamater. Ada 8 set seragam untuk anak,” terangnya.

Terkait waktu distribusi, Gus Ipul menambahkan akan tiba dalam waktu singkat. “Diharapkan September ini sudah selesai, Insya Allah sudah sampai di tempat. Paling lambat akhir September tiba, semua sekolah mudah-mudahan sudah sampai di tempat. Termasuk baju almamaternya,” ucapnya.

Gus Ipul menambahkan, tidak hanya siswa, para guru juga akan memperoleh hak yang sama. “Guru sama, guru juga dapat seragam, laptop. Ya sesuai dengan ketentuan. Sudahlah Insya Allah hak-haknya guru, hak-haknya kepala sekolah akan diberikan,” ujarnya. SRMP 14 Batu saat ini masih menggunakan gedung sementara. Gus Ipul memastikan pembangunan gedung permanen segera dilaksanakan.

“Nanti akan dibangun gedung permanen ya, yang sesuai arahan presiden nanti gedung itu akan bisa menampung 1 ribu siswa, SD, SMP, dan SMA. Yang dilengkapi dengan asrama guru, asrama tenaga kependidikan yang lain, sarana olahraga, aula, dan juga yang penting adalah kelas-kelas yang memang sesuai kebutuhan,” urainya.

Terakhir, Gus Ipul juga menyampaikan perkembangan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo di seluruh Indonesia. “Insya Allah September ini akan beroperasi lagi 65 titik sekolah rakyat. Jadi secara keseluruhan di tahun ini insya Allah nanti ada 165 titik dengan kapasitas hampir 16 ribu siswa. Gurunya lebih dari 2 ribu, lalu tenaga kepedidikannya lebih dari 4 ribu,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali kota Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Mitra Kios Warga

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedawang untuk berperan sebagai pusat distribusi barang kebutuhan sehari-hari bagi kios-kios kecil milik warga di gang-gang pemukiman. Hal itu disampaikan Agustina saat mendampingi kunjungan Staf Khusus Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ambar Pertiwiningrum, di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Minggu (7/9).
“Satu hal yang saya pesankan kepada teman-teman di Koperasi Merah Putih ini, supaya mereka menjadi agen, jadi pusatnya kulak dari kios-kios yang ada di gang-gang. Supaya semuanya hidup,” ujar Agustina. Dirinya menegaskan bahwa koperasi hadir bukan untuk bersaing dengan kios warga, tetapi menjadi mitra agar usaha kecil tetap berjalan.
“Supaya pemilik kios di gang-gang itu juga tidak resah, adanya koperasi bukan menjadi pesaing justru sebagai mitra,” tambahnya.
Agustina juga memandang bahwa aktivitas di Koperasi Merah Putih Gedawang sudah berjalan, hanya menurutnya membutuhkan promosi agar semakin berkembang.
“Ini hanya perlu tambahan promosi sedikit, itu saja. Setelah itu, wah nanti barang akan bisa habis terus,” ujar Agustina disambut tawa warga.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koperasi, Ambar Pertiwiningrum, memberikan apresiasi terhadap kiprah KKMP Gedawang. Menurutnya, koperasi ini menunjukkan kreativitas dan kemandirian meskipun baru berdiri sekitar 1,5 bulan. “Saya lihat Gedawang ini bisa kita sampaikan juga bahwa koperasi Kelurahan Merah Putih berjalan tanpa ada pembiayaan dari bank. Artinya, tidak ada hal yang tidak mungkin koperasi di tingkat kelurahan berjalan asal pengurusnya kreatif,” ungkap Ambar.
Ia menyebut, keberadaan koperasi di tingkat kelurahan penting untuk memperkuat masyarakat, terlebih karena kelurahan tidak memiliki dana desa. “Caranya memperkuat salah satunya adalah dengan menjadikan masyarakat sebagai anggota koperasi. Insyaa Allah kalau semua berangkat dengan aturan yang benar, jalannya juga akan lancar,” katanya.
Pihaknya juga mengapresiasi pengurus koperasi yang cukup kreatif, salah satunya layanan pengantaran. “Tadi saya tanya apakah ini juga ada delivery-nya? Ada. Nah, dengan masyarakat di sini otomatis  mereka pun akan tergerak menjadi anggota. Nanti barang-barang apapun, sayur dan sebagainya bisa dititip di sini. Apalagi banyak perumahan,” imbuh Ambar.
Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawang saat ini mengelola usaha gerai sembako, penjualan gas LPG, kedai es teh jumbo, frozen food, hingga layanan Laku Pandai bersama Bank Jateng. Pengurus koperasi juga mentargetkan 500 anggota di kelurahan tersebut guna penguatan permodalan.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, KKMP Gedawang diharapkan menjadi model koperasi kelurahan yang tidak hanya menggerakkan ekonomi anggota, tetapi juga menghidupi kios-kios kecil di lingkungannya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemhan dan Komisi Informasi Pusat Perkuat Sinergi untuk Keterbukaan Informasi di Sektor Pertahanan

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang dipimpin Ketua KIP, Donny Yoesgiantoro, di ruang kerja Wamenhan, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (4/9). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan KIP dalam mendorong keterbukaan informasi di sektor pertahanan, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi badan publik lainnya.

Ketua KIP Donny Yoesgiantoro, menjelaskan rencana KIP untuk membentuk klaster badan publik, termasuk klaster pertahanan dan keamanan. KIP juga meminta dukungan Kemhan untuk melibatkan Unhan RI dalam tim kerja dan uji publik untuk metodologi klasterisasi ini.

Ketua KIP turut mengapresiasi Kemhan yang dinilai sangat “informatif” dan berhasil mengurangi daftar informasi yang dikecualikan pada tahun 2024, sebuah cerminan dari peningkatan keterbukaan di lingkungan kementerian.

Selain itu, KIP menyampaikan bahwa mereka akan mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada akhir September 2025 dengan tema “Keterbukaan Informasi dalam Mendukung Pertahanan dan Keamanan.” KIP berharap Menteri Pertahanan atau Wamenhan dapat menjadi pembicara utama (Keynote Speech) dalam acara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wamenhan Donny Ermawan menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan klasterisasi dan komitmen Kemhan untuk terus meningkatkan indeks keterbukaan informasi publik.

Wamenhan menegaskan kesiapan Kemhan, khususnya Unhan, untuk menyediakan fasilitas bagi kegiatan KIP, termasuk penyusunan klasterisasi dan penilaian kepatuhan badan publik. Wamenhan menyetujui bahwa tidak semua informasi dapat dibuka ke publik, sesuai dengan pengecualian yang diatur dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi, seperti data pertahanan dan jumlah alutsista.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Peresmian Kuil Shri Raja Rajesvari, Bobby Nasution Ajak Umat Hindu Siapkan SDM Anti-Narkoba

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak umat Hindu untuk menjadi cermin kebaikan bagi masyarakat, antara lain dengan turut menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan menghindari Narkoba. Juga menjaga kerukunan antarsesama dan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk Sumut yang lebih baik lagi.

Hal ini disampaikan Bobby Nasution pada acara peresmian dan penyucian (Maha Kumba Abisegam) Kuil Shri Raja Rajesvari Amman di Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Kamis (4/9/2025). “Kita harapkan dengan adanya kuil ini dapat menjadi arah pembangunan di Sumut, dalam mencetak SDM unggul yang menghindari Narkoba, serta menjaga kerukunan antarsesama,” ucap Bobby Nasution.

Menurut Bobby, hal ini sesuai dengan arah tujuan Indonesia Emas 2045, yang merupakan pekerjaan rumah bersama, baik pemerintah, pemuka agama dan juga masyarakat. Pemuka agama diharapkan mampu mewujudkan itu semua dan kuil ini menjadi pusat untuk mensejahterakan umat Hindu.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat atas peresmian kuil ini. Saya kembali mengingatkan untuk terus saling menjaga, menssuport dan menyukseskan, serta membantu antara sesama terutama bagi umat Hindu. Terus menjaga kerukunan antara sesama baik di keluarga juga di lingkungan kita,” katanya.

Ketua Yayasan Shri Raja Rajesvari S Siwaji Raja menyampaikan terima kasih pada Gubernur Sumut Bobby Nasution yang telah hadir dan meresmikan Kuil Shri Raja Rajesvari Amman. Ia mengatakan, pemugaran kuil ini bukan kepentingan pribadi, namun untuk kepentingan umat Hindu.

“Atas nama umat Hindu, kami ucapkan terima kasih pada Bapak (Gubernur-red) yang telah hadir dan meresmikian kuil ini, karena Bapak merupakan Gubernur semua suku dan agama. Umat Hindu besar di sini dan berdampingan dengan agama lainnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) I Ketut Budiasa kesempatan itu menyampaikan hal yang sama, memberikan apresiasi pada Pemprov Sumut yang telah memberikan perhatian pada umat Hindu.

“Atas nama Parisada kami ucapkan terima kasih pada Pemprov Sumut, atas perhatian selama ini pada umat. Kembali kami juga meminta pada Pak Gubernur untuk dapat melibatkan umat Hindu dalam pembangunan di Sumut,” katanya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Bawean

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan berupa ribuan paket sembako dan logistik kebutuhan pokok bagi masyarakat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (6/9).

Bantuan ini diberikan sebagai respons atas lonjakan harga pangan di Bawean akibat terhambatnya distribusi logistik karena gelombang laut tinggi. Didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekdaprov Jatim sekaligus Kepala BPBD Adhy Karyono, serta jajaran perangkat daerah dan unsur TNI, penyaluran bantuan dipusatkan di Pondok Pesantren Hasan Jufri, Kecamatan Sangkapura.

Khofifah menegaskan, pembagian bantuan ini tidak hanya bersifat kemanusiaan, tetapi juga strategi Pemprov Jatim untuk menjaga keterjangkauan harga di wilayah kepulauan.

“Ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan. Kami ingin memastikan masyarakat Bawean tidak terbebani kenaikan harga akibat gelombang yang tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlambatan distribusi selama hampir sepekan membuat stok logistik menipis dan harga bahan pokok melonjak tajam. “Bisa dibayangkan hampir semingguan suplai logistik sangat berkurang karena tingginya gelombang laut. Hingga kemarin terkonfirmasi harga telur sampai Rp60 ribu per kilo, harga daging ayam Rp80–90 ribu per kilo,” kata Khofifah.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras Bulog 10 ton, minyak goreng 1 ton, gula 1 ton, telur 1 ton, daging ayam frozen 750 kilogram, aneka bumbu dapur, 4.135 paket sembako Mayapada, serta Bright Gas 12 kilogram sebanyak 50 tabung. Selain itu juga diserahkan alat bantu mobilitas untuk lansia dan penyandang disabilitas, bantuan sosial PKH Plus, bantuan kemiskinan ekstrem, hingga tali asih bagi Tagana dan TKSK.

Khofifah menyampaikan apresiasi atas sinergi pemerintah daerah bersama TNI, BPBD, dan Bulog dalam mempercepat distribusi bantuan. “Terimakasih Bapak Pangkoarmada 2 dan Dankodaeral V atas semua supportnya. Sangat cepat responnya, kami minta bantuan kapal dan dikirim kapal perang KRI Surabaya 591. Terimakasih semua telah bergerak dalam aksi solidaritas kemanusiaan bagi saudara-saudara kita di Bawean. Mudah-mudahan berkah barokah,” tuturnya.

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menambahkan, arahan Gubernur sangat jelas agar bantuan segera tiba sebelum awal pekan. “Ibu Gubernur berpesan kepada kami, jangan sampai hari Senin, kalau bisa hari Sabtu sudah dibagikan. Karena beliau tidak ingin masyarakat Bawean terganggu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News