Beranda blog Halaman 837

Wali Kota Andi Harun Apresiasi Sekolah Maitreyawira Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengapresiasi langkah Yayasan Pendidikan Cahaya Maitreya dalam membangun Sekolah Maitreyawira di Jalan DI Panjaitan, Samarinda. Menurutnya, kehadiran sekolah ini menunjukkan kesamaan frekuensi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

“Artinya mempunyai frekuensi yang sama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Terima kasih telah berkontribusi di bidang pendidikan dengan menambah sarana pendidikan kita yang unggul,” ucap Wali Kota Andi Harun saat menerima audiensi pengurus yayasan di Ruang Tamu Balai Kota, Selasa (2/9/2025).

Menurut Wali Kota Andi Harun, keberadaan Sekolah Maitreyawira dapat menjadi alternatif baru yang menambah kualitas sarana pendidikan di kota ini.

“Selain menambah pilihan sekolah, kehadiran Sekolah Maitreyawira juga akan melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ini sejalan dengan arah pembangunan pendidikan kota Samarinda,” ucap Wali Kota Andi Harun.

Sekolah yang mengusung konsep unggul dan terpadu ini dirancang melayani pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA. Selain menerapkan kurikulum nasional, Sekolah Maitreyawira menghadirkan keunikan dengan menyediakan makanan vegetarian bergizi bagi seluruh siswa serta menghadirkan galeri peradaban dunia satu keluarga, sebuah konsep yang tergolong langka di Indonesia.

Ketua Yayasan Pendidikan Cahaya Maitreya Samarinda, Pdt Hendri Suwito, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah telah berjalan hampir dua tahun sejak peletakan batu pertama oleh Wali Kota pada 19 November 2023. Sekolah ini ditargetkan rampung dan diresmikan pada tahun 2028 dengan kapasitas hingga 2.000 siswa.

“Luas bangunannya sekitar 12 ribu meter persegi dengan lima lantai. Dari seluruh lahan, 60 persen digunakan untuk gedung dan 40 persen untuk penghijauan. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 25 persen,” jelas Hendri yang juga Ketua Buddhist Centre Samarinda.

Direktur Pendidikan Sekolah Maitreyawira, Metta Virya, menuturkan bahwa sekolah ini berpegang pada visi Terwujudnya Keindahan Kodrati Manusia.

Misinya antara lain menanamkan pendidikan moral dan budi pekerti sebagai dasar karakter positif, mendidik anak agar mengasihi alam serta hidup harmonis dengan lingkungan, serta membangun generasi sehat, cerdas, dan bahagia yang menghormati kemuliaan hidup semua makhluk.

Selain itu, sekolah juga menanamkan sikap berbakti kepada orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara, serta menumbuhkan nilai menghargai keberagaman dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika demi mewujudkan dunia satu keluarga.

Dengan motto “Antusias Bekerja, Antusias Bersosialisasi dengan Sesama, Antusias Mengasihi Kehidupan,” Sekolah Maitreyawira diharapkan menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya mengedepankan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter positif, lingkungan yang harmonis, serta penghormatan terhadap martabat semua makhluk hidup.

Dalam audiensi itu, Wali Kota Andi Harun didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Asli Nuryadin, serta jajaran Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun masa depan pendidikan Samarinda.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Minta Maaf, Menag Jelaskan Upaya Pemerintah Sejahterakan Guru

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait potongan video pernyataannya yang sempat menimbulkan tafsir berbeda mengenai profesi guru.

“Saya menyadari bahwa potongan pernyataan saya tentang guru menimbulkan tafsir yang kurang tepat dan melukai perasaan sebagian guru. Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada niat sedikit pun bagi saya untuk merendahkan profesi guru. Justru sebaliknya, saya ingin menegaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia, karena dengan ketulusan hati merekalah generasi bangsa ditempa,” ujar Menag, Rabu (3/9/2025).

Menag menambahkan, dirinya pun seorang guru. “Puluhan tahun hidup saya, saya abdikan di ruang kelas, mendidik mahasiswa, menulis, dan membimbing. Karena itu, saya sangat memahami bahwa di balik kemuliaan profesi ini, guru tetap manusia yang membutuhkan kesejahteraan yang layak,” imbuhnya.

*Komitmen Negara untuk Guru*

Menag menegaskan bahwa pemerintah, khususnya melalui Kementerian Agama, terus berkomitmen menghadirkan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. Berbagai langkah nyata terus dilakukan. Tahun ini, misalnya, sebanyak 227.147 guru non-PNS menerima kenaikan tunjangan profesi. Jika sebelumnya mereka memperoleh Rp1,5 juta per bulan, kini jumlahnya bertambah Rp500 ribu sehingga menjadi Rp2 juta per bulan.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada peningkatan kompetensi. Saat ini lebih dari 102 ribu guru madrasah dan guru pendidikan agama tengah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan. Bila ditotal, sepanjang 2025 ada 206.411 guru yang menjalani program penting ini. Padahal, pada 2024 hanya 29.933 yang ikut PPG. Artinya ada kenaikan hingga 700% pada tahun ini. PPG bukan sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi syarat utama bagi guru untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Dalam tiga tahun terakhir, Kementerian Agama juga telah membuka jalan lebih luas bagi para pendidik honorer. Sebanyak 52 ribu guru honorer berhasil diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Semua ini adalah bentuk nyata perhatian negara bagi peningkatan kesejahteraan sekaligus penguatan kapasitas para guru,” ujar Menag penuh keyakinan.

Di akhir pernyataannya, Menag kembali menegaskan bahwa guru adalah profesi yang bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa.

“Bagi saya, guru bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan jiwa. Dan karena kemuliaannya itulah negara wajib hadir memperhatikan kesejahteraannya. Mari kita bersama menjaga martabat guru, sebab dari tangan merekalah masa depan bangsa lahir dan tumbuh,” pungkas Menag Nasaruddin Umar.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pesan Menag pada Pejabat Pengadaan Barjas: Transparan dan Jangan Ada Monopoli

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi pesan khusus kepada para pejabat pengadaan barang dan jasa (barjas). Menag minta proses pengadaan harus dilukakan secara transparan dan tidak boleh ada monopoli.

Pesan ini disampaikan Menag dalam rapat koordinasi bersama para pimpinan satuan kerja Kementerian Agama dan pejabat fungsional Pengadaan Barang/Jasa se-Indonesia. Rapat digelar secara hybrid dan dipusatkan di kantor Kemenag, Jakarta.

Hadir mendampingi Menag, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Staf Ahl;i Menag Faisal, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, para Tenaga Ahli Menag, Kepala Biro Umum Aceng Abdul Azis, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.

Menag menegaskan agar tidak ada monopoli dalam pengadaan barang dan jasa. Semua proses harus bekerja sama dengan Inspektorat Jenderal untuk menjaga transparansi.

“Untuk masalah pengadaan barang dan jasa, mohon bekerja sama dengan Itjen agar meminimalisir adanya penyelewengan. Jangan sampai ada monopoli tertentu dalam kepentingan apapun,” tegas Menag di Jakarta, Selasa (2/9/25).

Menag juga menekankan efisiensi serta profesionalisme dalam tata kelola birokrasi, khususnya dalam pengelolaan layanan dan fasilitas di lingkungan Kemenag. “Kepala biro harus punya sense mana yang cukup, mana yang berlebihan. Jangan ada pemborosan. Kendaraan dinas, anggaran, hingga sumber keuangan non-APBN harus tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” sebutnya.

Menag juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung kinerja birokrasi yang lebih efisien. Menurut Menag, efisiensi itu bukan hanya soal uang, tetapi bagaimana kita menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien waktu, biaya, tempat, dan juga tenaga.

“Kita harus menuju paperless office. Arsip dan laporan harus digital agar hemat waktu, hemat tempat, dan terkoordinasi dengan baik. Tidak perlu sampai laporan dengan bertemu langsung, kalau bisa harus berbasis sistem,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Internet Gratis untuk Semua, Pemprov Kaltim Targetkan 841 Desa Terkoneksi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mempercepat program internet gratis untuk semua.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Halo Kaltim di RRI Pro 1 Samarinda, bersama Guru Besar Informatika Unmul, Hamdani dan Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, Selasa (3/9/2025).

Faisal menjelaskan, setiap desa akan mendapatkan satu titik akses internet gratis, dengan prioritas awal di kantor desa.

“Kantor desa menjadi pusat layanan publik. Jika sudah baik, barulah berpindah ke puskesmas, sekolah, atau ruang publik,” katanya.

Menurutnya, Pemprov Kaltim memprioritaskan jaringan fiber optik karena kualitas dan efisiensinya. Jika tidak memungkinkan, akan digunakan jaringan wireless Orbit Telkomsel. Sebagai alternatif terakhir, satelit Starlink dipilih, khususnya untuk desa yang belum memiliki jaringan listrik, yang akan didukung panel surya.

Untuk tahun ini, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sekitar Rp12 miliar dengan target 716 desa melalui anggaran murni dan 125 desa lewat anggaran perubahan.

Anggaran ini guna mendukung pengadaan jaringan di 841 desa. Dari jumlah tersebut, 441 desa sudah terpasang hingga akhir Agustus 2025. Pemasangan tersebar di beberapa kabupaten, antara lain:
• Berau: 58 dari 100 desa
• Kutai Barat: 64 dari 190 desa
• Kutai Kartanegara: 117 dari 193 desa
• Kutai Timur: 85 dari 139 desa
• Mahakam Ulu: 4 dari 50 desa
• Paser: 90 dari 139 desa
• Penajam Paser Utara: 23 dari 30 desa

“Target kami Oktober nanti 700 desa sudah terpasang. Layanan internet gratis ini dibayarkan Pemprov Kaltim untuk lima tahun ke depan, bukan hanya tahun ini,” tegas Faisal.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov juga menyiapkan program literasi digital dan creative hub di desa-desa, agar masyarakat dapat memanfaatkan internet untuk promosi UMKM, pariwisata, serta kegiatan produktif lainnya. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Rudy Mas’ud Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu di Forum Jasa Konstruksi Kaltim 2025

Gubernur Kalimantan Timur, H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan pentingnya kualitas dan ketepatan waktu dalam pembangunan infrastruktur di Benua Etam. Hal itu ia sampaikan saat membuka Forum Jasa Konstruksi Kaltim 2025 di Pendopo Lamin Etam, Rabu (3/9/2025).

“Atas nama Pemprov, saya apresiasi forum ini sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi seluruh masyarakat jasa konstruksi. Apalagi Kaltim kini menjadi episentrum pembangunan nasional dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata Gubernur Rudy Mas’ud.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan sekadar kuantitas, tetapi harus berkualitas dan sesuai prinsip OTOBUS – On Time, On Budget, On Scope.

“Jangan sampai muncul persoalan karena proyek molor atau tidak sesuai standar. Komitmen kita adalah membangun infrastruktur dasar yang strategis dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud.

Kepala DPUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda menambahkan, forum ini bertujuan menampung aspirasi masyarakat jasa konstruksi, membahas kebijakan pusat, sekaligus merumuskan rekomendasi bagi daerah. Forum juga menghadirkan berbagai unsur, mulai dari asosiasi perusahaan, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi, hingga para tenaga kerja konstruksi.

Namun, tantangan besar masih dihadapi. Berdasarkan data BPS 2024, jumlah pekerja sektor konstruksi di Kaltim mencapai 147.736 orang. Tetapi, tenaga kerja konstruksi (TKK) kompeten baru tercatat 27.071 orang. Artinya, masih ada gap kompetensi hingga 81,67 persen pekerja yang belum bersertifikat.

“Ini PR kita bersama. Forum seperti ini penting untuk menyatukan langkah, memastikan tenaga kerja kita kompeten, proyek tepat sasaran, dan infrastruktur Kaltim benar-benar berkualitas,” tutupnya. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kian Tangguh, Kabupaten/Kota se-Kaltim Sudah Miliki Tim CSIRT

Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di tingkat daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi.

Kehadiran tim ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap potensi insiden siber yang dapat mengganggu pelayanan publik maupun sistem pemerintahan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Kaltim, Muhammad Faisal menuturkan saat ini, Kaltim telah memiliki sembilan tim CSIRT yang terbentuk di kabupaten/kota. Dengan adanya tim tersebut, koordinasi penanganan insiden siber dapat berjalan lebih terstruktur, sekaligus memudahkan kolaborasi antar daerah maupun dengan pemerintah pusat.

“Masih ada 1 Kabupaten yaitu Penajam Paser Utara PPU, informasi terakhir SK-nya sudah keluar, Harapannya segera disegerakan agar Kaltim memiliki 10 tim CSIRT di seluruh kabupaten/kota,” ujar Kadis Kominfo pada Sosialisasi Security Awareness Keamanan Siber yang berlangsung di Ruang Aula, Inspektorat Daerah Kaltim, Rabu (3/9/2025).

Sejak 2021, Provinsi Kalimantan Timur telah lebih dulu membentuk CSIRT dan menjadi provinsi ke-13 di Indonesiayang memiliki tim tanggap insiden keamanan siber.

Ke depan, seluruh CSIRT kabupaten/kota di Kaltim akan dilaunching secara resmi agar dapat beroperasi optimal dan terintegrasi.

Selain di tingkat daerah, pembentukan CSIRT juga diharapkan dapat diperluas ke perangkat daerah (OPD). Dengan begitu, aparatur memiliki pemahaman dan kesadaran lebih kuat mengenai pentingnya keamanan informasi, serta dapat mengutamakan langkah-langkah pencegahan dan penanganan insiden siber.

“Jika CSIRT sudah menyeluruh, maka tidak hanya pemerintah yang terlindungi, tetapi juga masyarakat bisa mendapatkan edukasi langsung terkait keamanan informasi digital,” tambahnya. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Sosialisasi Keamanan Siber, Diskominfo Kaltim Ajak Aparatur Waspada Ancaman Digital

Dalam upaya memperkuat pertahanan digital dan meningkatkan kesadaran aparatur sipil negara (ASN) terhadap ancaman siber, Diskominfo Provinsi Kaltim menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Security Awareness Keamanan Siber yang berlangsung di Ruang Aula, Inspektorat Daerah Kaltim, Rabu (3/9/2025).

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat menuntut pemerintah daerah untuk beradaptasi dengan transformasi digital. Pemerintah dituntut untuk beradaptasi dengan transformasi digital, mulai dari pelayanan publik berbasis elektronik, pengelolaan data, hingga komunikasi antarinstansi.

“Keamanan informasi adalah bagian penting dari transformasi digital. Kita tidak bisa lengah, harus tetap siaga dan terus melakukan peningkatan,” tambahnya.

Menurutnya, sinergi adalah kunci utama, di mana setiap pihak harus terlibat aktif, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Pihaknya terus berupaya membangun sinergi antarperangkat daerah dalam menjaga keamanan informasi. Program edukasi seperti Go to School dan Go to Campus juga tengah dikembangkan untuk menyebarkan kesadaran keamanan informasi kepada masyarakat luas.

“Percuma saja jika layanan digital sudah maju, tetapi keamanannya bocor. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan budaya sadar keamanan informasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Teknologi Komunikasi dan Informatika Diskominfo Kaltim Bambang Kukilo Argo Suryo menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan ASN terhadap penggunaan perangkat digital, aplikasi, dan jaringan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Kami ingin menumbuhkan budaya security awareness yang berkelanjutan di lingkungan perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota,” jelas Bambang.

Peserta kegiatan ini adalah para pengelola TIK dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim, serta perwakilan dari Diskominfo pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Narasumber yang dihadirkan dalam sosialisasi ini berasal dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yaitu: Manggala Informatika Ahli Pertama Fauzan Budi Setiawan, Analis Kebijakan Ahli Pertama Siti Rahmawati. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Rudy Mas’ud: Peringatan Maulid Nabi Momentum Perkuat Akhlak dan Persatuan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M dan istighosah yang digelar di Masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim, Selasa (2/9/2025) malam, menjadi ajang muhasabah bersama. Ratusan jamaah memadati masjid, mengikuti rangkaian acara mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, tausiyah, hingga doa bersama.

Acara dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, para alim ulama, tokoh masyarakat dan seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim.

Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh pihak yang hadir. Baginya, peringatan Maulid Nabi tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan tahunan atau ritual formal, melainkan sarana muhasabah yang membawa pesan mendalam.

“Pembangunan fisik seperti infrastruktur dan ekonomi memang penting. Tapi tanpa dibarengi pembangunan moral dan spiritual, kemajuan itu tidak akan membawa keberkahan,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud.

Gubernur Rudy Mas’ud menekankan bahwa nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, seperti kasih sayang, kejujuran, amanah, dan semangat persaudaraan, harus menjadi fondasi dalam membangun Kalimantan Timur.

Orang nomor satu di Bumi Etam pun mengaitkan pesan ini dengan visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas, yang menargetkan lahirnya generasi muda berkarakter kuat, unggul dan berdaya saing global.

Lebih jauh, Gubernur Rudy Mas’ud mengajak semua pihak baik pemerintah, tokoh agama, maupun masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

“Dengan persatuan, kita bisa menjaga Kaltim agar tetap aman, damai, dan bermartabat,” tambahnya.

Acara juga dirangkai dengan doa bersama yang dipimpin langsung Gubernur, memohon keselamatan dan keberkahan bagi Kaltim dan seluruh negeri.

“Semoga Allah menjadikan negeri ini aman, tenteram dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Istighosah Bersama, Gubernur Rudy Mas’ud Doakan Kaltim Aman, Damai Serta Dijauhkan Dari Perpecahan

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Harum), memimpin istighosah sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Mu’minin, Pemprov Kaltim, Selasa (2/9/2025) dengan harapan agar Kaltim senantiasa dalam keadaan aman, damai dan diberkahi.

Gubernur Rudy Mas’ud mengajak seluruh hadirin untuk memohon perlindungan dan keberkahan bagi Kalimantan Timur, sekaligus memimpin doa bagi kesejahteraan rakyat dan pimpinan daerah.

“Dengan istighosah ini, kita memohon agar Kalimantan Timur selalu dalam keadaan aman, damai, terhindar dari bencana, dijauhkan dari perpecahan, serta diberi keberkahan dalam setiap langkah kita. Izinkanlah saya memimpin doa untuk kita semua,” ucap Rudy Mas’ud.

Doa yang dipimpin Gubernur Rudy Mas’ud mencakup permohonan keselamatan, kemakmuran, serta bimbingan bagi para pemimpin daerah.

“Ya Allah, Ya Tuhan Kami, jadikanlah negeri kami ini negeri yang aman, tenteram, murah rezeki, penuh keberkahan, dan negeri-negeri kaum muslimin seluruhnya. Bimbinglah para pemimpin kami kepada hal-hal yang Engkau cintai dan ridai. Satukanlah hati-hati kami, damaikanlah perselisihan di antara kami, tunjukkanlah kami jalan keselamatan, jauhkan kami dari fitnah yang tampak maupun tersembunyi,” doa Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya bersyukur dan berperan aktif dalam ketaatan kepada Allah SWT.

“Lindungilah negeri kami dan para pemimpinnya, dan jadikanlah negeri ini selalu berada dalam pengawasan dan perlindungan-Mu. Amiin Ya Rabbal’alamiin,” lanjutnya.

Gubernur Rudy Mas’ud menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan malam itu. Ia berharap peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta menjadikan akhlak mulia sebagai landasan setiap langkah pembangunan di Kalimantan Timur.

“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai pengingat bahwa setiap langkah kita harus berlandaskan akhlak mulia. Dengan kebersamaan dan doa, InsyaAllah Kalimantan Timur akan semakin maju, sejahtera dan bermartabat di bawah lindungan Allah SWT,” pungkasnya.

(JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Wali Kota Madiun Ajak OPD Kerja Bakti dan Cek Poskamling

Wali Kota Madiun Dr. Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun kembali gowes pagi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Madiun, Selasa (2/9). Berangkat dari Jalan Merpati, rombongan keliling kota mengecek fasilitas umum (fasum) di Kota Madiun.

Tak sekadar gowes cek fasum, Dr. Maidi beserta rombongan juga ikut kerja bakti di Kantor DPRD Kota Madiun.

“Hari ini (2/9) kita kerja bakti. Insya Allah kantor DPRD sudah bersih dan dapat digunakan kembali,” ujar wali kota.

Dr. Maidi menjelaskan, kerja bakti melibatkan Tim 90, tenaga upahan, dan sejumlah perwakilan dari organisasi masyarakat (ormas). Fokusnya, membersihkan sampah hingga pecahan kaca dampak kericuhan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Menurut dia, kerja bakti perlu dilakukan untuk membantu DPRD agar bisa kembali melakukan aktivitas pemerintahan seperti biasanya.

“Semua kegiatan normal. Termasuk kegiatan dewan normal. Kegiatan pemerintahan normal semua,” ujarnya.

Seusai kerja bakti, wali kota melanjutkan gowes. Dia ingin mengecek langsung kesiapan sarana dan prasarana poskamling. Di sela gowes, Dr. Maidi membagikan makanan, minuman, dan buah kepada masyarakat yang dijumpai. Kebanyakan tukang becak dan driver ojek online (ojol).

Tidak sekadar menyapa dan membagikan makanan-minuman, dia juga menitip pesan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kota Madiun agar tetap aman dan nyaman.

“Poskamling sudah kita aktifkan semua. Camat dan lurah harus memantau perkembangan situasi di wilayah mereka. Mari masyarakat bersama-sama kita menjaga Kota Madiun tercinta ini,” pungkas Dr. Maidi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News