Beranda blog Halaman 860

Bupati Lumajang Tegaskan Generasi Muda Wajib Junjung Tinggi Simbol Negara

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa penghormatan terhadap Bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah wujud paling nyata kecintaan kepada bangsa. Ia mengingatkan, simbol negara ini diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pahlawan, sehingga generasi penerus wajib menjunjung tinggi kehormatannya.

Pesan itu disampaikan Bunda Indah dalam amanat upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (25/8). Menurutnya, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mengabaikan sikap hormat saat pengibaran bendera atau menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Kalau bukan kita yang menghormati Merah Putih, lalu siapa lagi? Jangan harap bangsa lain menghormati bendera kita jika kita sendiri tidak melakukannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi kepada petugas upacara, komandan upacara, serta peserta yang tertib. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Satpol PP yang sigap menghentikan kendaraan di jalan saat pengibaran berlangsung. Namun, ia meminta agar masyarakat yang beraktivitas di sekitar alun-alun juga diajak berhenti sejenak untuk ikut menghormati bendera.

Bunda Indah menyoroti fenomena sebagian generasi muda yang masih kurang serius saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Kalau ada anak-anak muda tidak berdiri tegak dengan sikap sempurna saat Indonesia Raya berkumandang, itu sangat memprihatinkan. Lagu kebangsaan adalah identitas bangsa, harus kita hormati,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati menginstruksikan Kesbangpol untuk berkolaborasi dengan TNI dalam memberikan wawasan kebangsaan ke sekolah-sekolah. Langkah ini, menurutnya, penting agar semangat cinta tanah air tumbuh sejak dini.

“Kita harus menanamkan rasa cinta kepada bendera, cinta kepada lagu kebangsaan, dan cinta kepada Indonesia sejak dini. Itu tugas kita bersama agar jiwa nasionalisme tidak luntur di tengah arus zaman,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Surabaya Segera Tertibkan Supeltas, Cak Eri Janji Sediakan Pekerjaan yang Layak

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan penertiban sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) di Kota Pahlawan. Tujuan penertiban ini, adalah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengendara di seluruh ruas jalan Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bahwa pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya akan segera menertibkan supeltas. Penertiban supeltas merupakan bagian dari rencana penertiban penertiban parkir liar di Kota Surabaya.

“Ini memang sudah kita mulai sebenarnya dengan Dishub untuk memetakan (supeltas) yang ada di titik-titik itu. Karena saya juga merasakan, waktu mau belok (putar balik) malah tambah macet,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (22/8/2025).

Wali Kota Eri menyampaikan, dalam waktu dekat ia meminta Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub, Trio Wahyu Bowo untuk memanggil seluruh supeltas yang ada di Kota Surabaya. Dirinya ingin, seluruh supeltas itu untuk didata, dan akan diberi intervensi pekerjaan yang lebih layak.

“Kalau itu (supeltas) orang Surabaya, kasih pekerjaan yang layak. Kan kami punya Padat Karya, jadi kita akan tarik ke situ, kita sosialisasi itu dan sekarang sudah mulai berjalan,” ujar Wali Kota Eri.

Tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga khawatir dengan warganya yang setiap harinya bekerja sebagai supeltas. Menurutnya, penghasilan sebagai supeltas tidak mencukupi bila digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kadang saya juga miris, kenapa wargaku ada yang seperti itu, lalu hidupnya bagaimana? Pendapatannya berapa? Disamping itu, juga mengganggu orang lain, kadang ada (yang meminta uang) kemudian orang itu tidak terima, lalu tambah macet,” sebut Cak Eri.

Cak Eri menegaskan, saat ini bersama Dishub Surabaya segera melakukan sosialisasi. Selain itu, Cak Eri berharap, ada peran serta masyarakat untuk menyampaikan kepada pemkot jika masih menemui supeltas atau parkir liar di Surabaya.

Dirinya menambahkan, fenomena supeltas dan parkir liar masih menjadi konsen utama pemkot dalam melakukan penataan Kota Surabaya yang lebih baik ke depannya. “Karena memang kami konsentrasinya ke sana (supeltas dan parkir liar),” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Cirebon Pastikan Manajemen Talenta ASN Tingkatkan Pelayanan Publik

Bupati Cirebon Imron menegaskan peluncuran manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) dapat menciptakan pejabat yang berkompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi moralitas dalam memberikan pelayanan publik.

Menurut Imron, sistem baru tersebut menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam mewujudkan reformasi birokrasi berbasis meritokrasi. Ia menegaskan, seluruh proses pengisian jabatan nantinya berbasis data, sehingga lebih tepat sasaran.

“Harapannya, ASN kita semakin unggul, jujur, dan berintegritas. Dengan begitu, masyarakat tidak akan kecewa terhadap pelayanan publik,” kata Imron pada saat peluncuran di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, penerapan manajemen talenta memudahkan proses mutasi, rotasi, hingga promosi jabatan. Semua proses tersebut tidak lagi memerlukan izin atau seleksi terbuka, melainkan langsung berdasarkan pemetaan kompetensi yang sudah ada.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho menjelaskan, pelaksanaan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Cirebon mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) setelah melalui tujuh kali pendampingan teknis.

“Prosesnya sangat detail, mulai dari pengisian kertas kerja hingga asesmen. Dengan hasil ini, Cirebon resmi menerapkan manajemen talenta untuk pengelolaan ASN,” kata Ade.

Ia menilai sistem tersebut penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kepastian pengembangan karier ASN.

Dengan penilaian berbasis kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin, peluang terbuka bagi seluruh pegawai.

“Budaya kerja yang kompetitif diharapkan tumbuh, sehingga setiap ASN bisa berkarier sesuai prestasi dan kompetensinya,” ujarnya.

Sekretaris Utama BKN RI, Imas Sukmariah, menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan jantung dari sistem merit.

Melalui mekanisme ini, pengisian jabatan dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan bebas dari praktik kolusi maupun nepotisme.

“ASN dipetakan melalui asesmen potensi dan kompetensi, kemudian dimasukkan dalam sembilan kotak klasifikasi. Dari situ dapat diketahui siapa yang siap duduk di jabatan strategis,” katanya.

Ia menambahkan, BKN menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) untuk memetakan potensi ASN. Di Kabupaten Cirebon, sekitar 4.300 dari total 8.000 lebih PNS sudah mengikuti asesmen tersebut.

Menurutnya, implementasi manajemen talenta tidak hanya bermanfaat di daerah, tetapi juga dapat mendukung mobilitas talenta ASN antarwilayah sesuai kebutuhan nasional.

“Sampai saat ini, hampir 80 instansi pemerintah sudah menerapkan manajemen talenta. Kami berharap semua pemerintah daerah segera menyusul,” tutur Imas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Melalui Fun Bike, Bupati Bogor Serahkan 442 Sepeda untuk Anak-Anak Desa Malasari

Bupati Bogor Rudy Susmanto menggelar kegiatan rangkaian kegiatan fun bike l di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, pada Sabtu (23/8). Agenda yang dikemas dalam Bupati Bogor Cup Tour Malasari Halimun Salak 2025 ini meliputi Road Bike, Mountain Bike, Fun Bike, serta lomba konten video dan fotografi. Bazar UMKM Lokal sebagai upaya peningkatakan ekonomi masyarakat, serta layanan kesehatan untuk masyarakat.
Kegiatan Road Bike dimulai dari Stadion Pakansari dan finis di Desa Malasari, sedangkan Fun Bike berlangsung meriah di Lapangan Citalahab. Acara juga semakin semarak dengan awarding peserta Road Bike, undian door prize, hiburan rakyat, serta pelayanan masyarakat dan tour.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyerahkan 442 unit sepeda kepada masyarakat Desa Malasari. Menurutnya, kehadiran sepeda akan memberikan manfaat besar, khususnya bagi anak-anak sekolah.
“Alhamdulillah hari ini kita bagikan 442 sepeda. Sebelumnya, masyarakat Malasari sulit menikmati sepeda karena kondisi jalan rusak. Sekarang jalannya sudah kita perbaiki sehingga anak-anak bisa berangkat sekolah dengan sepeda. Ini bukti nyata perhatian pemerintah,” ungkap Rudy Susmanto.
Selain itu, Pemkab Bogor juga menyiapkan bus jemputan sekolah khusus untuk anak-anak Desa Malasari yang akan mulai beroperasi pada September mendatang.
“Ini bentuk perhatian pemerintah agar anak-anak kita tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan baik,” tambahnya.
Bupati Bogor menyampaikan, bahwa event-event seperti ini kami laksanakan di Malasari agar tercipta pemicu pertumbuhan ekonomi. Desa Malasari punya sejuta potensi, berada di kawasan perkebunan teh peninggalan era kolonial Belanda, serta keindahan alam Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Momentum ini harus kita manfaatkan,” jelas Bupati Bogor.
Untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat, Pemkab Bogor juga menjajaki kolaborasi dengan PT Sumi Asih dalam penataan kawasan perkebunan teh agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata dunia yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Bupati Bogor kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang merata.
“Sesuai dengan tagline Kuta Udaya Wangsa, pusat kebangkitan bangsa. Saat kami bicara membangun Kabupaten Bogor, maka dari Malasari untuk Kabupaten Bogor, dari Kabupaten Bogor untuk bangsa Indonesia. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung. Mari bersama membangun Bogor yang lebih maju, adil, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kepala SKPD se-Kabupaten Bogor, serta Dirut PDAM.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

KKP Ringkus Kapal Ikan Ilegal Filipina Berukuran 754 GT di Samudera Pasifik

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap satu Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Filipina berukuran jumbo, yang diduga kuat melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 717 Samudra Pasifik bagian utara Papua. Ini merupakan tangkapan terbesar dalam satu dekade terakhir, baik ukuran kapal maupun jaringnya.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono (Ipunk) saat memimpin langsung operasi pengawasan di atas KP Orca 04 pada Senin (18/08), mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Fishing Vessel (FV) Princess Janice-168 berukuran 754 GT tidak memiliki dokumen perizinan berusaha subsektor penangkapan ikan dari Pemerintah Indonesia.

“Kapal dan alat tangkapnya jumbo, saat beroperasi luasnya bisa mencapai sekitar dua kali lapangan bola, dengan tangkapan bisa 400 ton ikan dalam sekali operasi, dan ikan tangkapannya didominasi baby tuna,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan fisik menemukan kapal diawaki 32 (tiga puluh dua) orang berkewarganegaraan Filipina. Selain itu, kapal menggunakan alat penangkapan ikan jaring pukat cincin (purse seine) modern yang berdimensi besar dengan panjang tali ris sekitar 1,3 kilometer.

Pihaknya menurunkan Kapal Pengawas (KP) Orca 06 yang didukung oleh KP Orca 04 serta pesawat pengawasan (airborne surveillance), untuk menangkap kapal ikan jumbo berbendera Filipina tersebut. Proses hukum selanjutnya akan dilakukan di Pangkalan PSDKP Bitung.

“FV Princess Janice-168 diduga kuat melanggar ketentuan undang-undang perikanan sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar,” jelas Ipunk.

Saat bersamaan KP Orca 06 berhasil menertibkan dan mengangkat 10 rumpon yang dipasang oleh nelayan Filipina, dan diduga kuat merupakan satu kesatuan usaha dengan FV. Princess Janice-168. “Rumpon-rumpon ini merupakan tempat berkumpulnya ikan untuk ditangkap oleh kapal penangkap ikan,” papar Ipunk.

Dari penangkapan FV. Princess Janice-168 dan penertiban rumpon, maka valuasi potensi kerugian yang dapat diselamatkan mencapai Rp 189,5 miliar.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pihaknya menentang praktik illegal unreported unregulated fishing keras tidak sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Untuk itu, pihaknya menggencarkan patroli untuk mengawasi kegiatan penangkapan ikan di wilayah laut yuridiksi Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Gusnar Serahkan Bantuan Rp10 Juta untuk Masjid Smankab

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk pengembangan Masjid A.A. Wahab di SMA Negeri 1 Kabila pada acara Milad ke-60 sekolah tersebut, Jumat (22/8). Bantuan ini disalurkan melalui Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Kabila.

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar menitipkan dua pesan penting kepada pihak sekolah. Pertama, ia mendorong agar masjid dapat lebih dimakmurkan dengan melibatkan siswa untuk melaksanakan ibadah, termasuk puasa sunnah Senin-Kamis.

“Kita ajak anak-anak berpijak kepada risalah agama dan kita mulai tanamkan sekarang. Jadi karakter itu semakin hari semakin kuat,” ujar Gusnar.

Pesan kedua yang disampaikan Gusnar yakni soal kebersihan lingkungan sekolah, khususnya fasilitas toilet. Menurutnya, kebersihan toilet menjadi cerminan kualitas suatu komunitas.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diserahkan merupakan dukungan awal untuk kemajuan SMA Negeri 1 Kabila. Sekaligus motivasi agar sekolah tersebut menjadi pelopor bagi SMA lain di Gorontalo.

“Bantuan ini ala kadarnya saja dulu. Nanti dua tantangan tadi supaya dilaksanakan agar SMA Negeri 1 Kabila menjadi pelopor bagi SMA-SMA lain,” kata Gusnar.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kabila, Yusman Yusuf, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki visi spiritual, berkarakter, dan lestari yang sejalan dengan program pemerintah.

“Kami telah mencanangkan program agar 90 persen siswa dan guru melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Alhamdulillah, setiap pelaksanaan sholat dhuha, dzuhur, dan ashar, masjid selalu penuh bahkan sampai di selasar,” ungkap Yusman.

Menurut Yusman, program tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga almarhum A.A. Wahab yang telah menghibahkan tanah untuk masjid sekolah. Ia berharap dukungan dari pemerintah dan masyarakat dapat semakin memakmurkan masjid sekaligus membentuk karakter religius bagi siswa.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Garut Sambut Baik Rencana Pembangunan Pelabuhan di Pantai Cidora ‎

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mendampingi Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Ridwan Mulyana, melaksanakan pengecekan wilayah untuk pembangunan pelabuhan yang berlokasi di Pantai Cidora, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kamis (21/8).

Ridwan Mulyana menyatakan bahwa Pantai Cidora memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pelabuhan. Ia menambahkan bahwa Garut memiliki peluang besar untuk membangun pelabuhan yang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan.

‎”Dari sisi lokasi dan kedalaman, potensinya ada, namun hal ini harus didukung dengan studi kelayakan yang komprehensif,” ujar Ridwan.

‎Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut baik inisiatif ini. Ia melihat, ada potensi besar yang bisa dihasilkan dari pembangunan pelabuhan ini, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal.

‎”Karena mereka mendapatkan akses untuk mendarat perahunya, dan juga bisa berlayar ke tempat lebih jauh, dan yang terpenting adalah menjual produk-produk mereka,” ungkapnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan menindaklanjuti arahan dari Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI untuk menyiapkan kelengkapan administrasi dan studi yang dibutuhkan.

‎”Sehingga ini secara faktual tentu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk dijadikan sebagai salah satu alternatif pelabuhan laut di Jawa Barat selatan,” tandasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Bogor Optimis Perekonomian Desa Malasari Tumbuh jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Bupati Bogor Rudy Susmanto optimis perekonomian Desa Malasari, terus tumbuh dan berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia. Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Bupati Bogor Cup Tour Malasari Halimun Salak 2025 yang digelar di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten.Bogor, Sabtu (23/8/2025).

Rudy menegaskan, Desa Malasari bukan hanya menyimpan potensi wisata alam yang indah, tetapi juga memiliki nilai historis penting sebagai lokasi pengibaran Bendera Merah Putih pertama di Kabupaten Bogor.

“Ini kedua kalinya kami hadir di sini, Desa Malasari betul-betul menjadi penyemangat bagi kami. Inilah momentum kebangkitan bersama membangun bangsa dari Kabupaten Bogor,” katanya.

Sejak enam bulan menjabat, Rudy bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung merealisasikan pembangunan jalan yang selama Indonesia merdeka belum pernah terbangun.

Pembangunan jalan sekitar 18 kilometer itu merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terpencil, dan menjadi kunci bagi kemajuan Desa Malasari dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, proses pembangunan jalan sudah berjalan. Kini anak-anak bisa berangkat sekolah dengan sepeda. Ke depan, percepatan pembangunan infrastruktur, baik jalan, pendidikan, maupun kesehatan, akan terus kita lakukan,” ucapnya.

Rudy juga menyoroti persoalan akses pendidikan bagi anak-anak di Malasari. Ia menceritakan pengalaman salah seorang warga yang setiap hari harus menempuh perjalanan jauh untuk mengantar anak-anaknya ke sekolah.

Sebagai solusi, Pemkab Bogor berkomitmen menyiapkan bus khusus jemputan sekolah mulai bulan depan.

“Kami ingin memastikan anak-anak Desa Malasari bisa melanjutkan sekolah dengan baik,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Rudy menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam Malasari. Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak menurutnya bukan hanya aset Kabupaten Bogor, tetapi juga aset dunia.

“Keindahan Malasari harus kita jaga bersama. Siapapun yang datang ke sini wajib ikut melestarikan lingkungan,” katanya.

Rudy menerangkan, Pemkab Bogor juga tengah menjalin komunikasi dengan pihak swasta untuk menata kawasan perkebunan teh peninggalan kolonial agar lebih tertata dan bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.

Rudy membandingkannya dengan kawasan Puncak di era 1960-an yang kini menjadi salah satu ikon wisata Jawa Barat.

“Jika ditata sejak awal dengan baik, Malasari bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia yang tak kalah dengan daerah lain di Indonesia,” ucapnya.

Rudy menjelaskan, ada dua agenda besar yang sudah masuk kalender event kejuaraan nasional di Kabupaten Bogor. Yang pertama adalah Tour de Malasari dan yang kedua adalah Bogor Run, keduanya sudah juga masuk dalam kalender event kejuaraan nasional yang akan diselenggarakan rutin di Kabupaten Bogor. Event ini bisa menjadi ajang promosi wisata Kabupaten Bogor, salah satunya Desa Malasari.

“Dengan semangat Kuta Udaya Wangsa, Pusat Kebangkitan Bangsa, kita ingin membangun Kabupaten Bogor untuk bangsa Indonesia. Dari Malasari untuk Kabupaten Bogor, dan dari Kabupaten Bogor untuk Indonesia,” ujarnya.

Upaya ini pun disambut bahagia oleh masyarakat desa Malasari, salah satunya Abah Burhan yang mengapresiasi atas kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi, yang dinilai konsisten menepati janji pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan.

Perbaikan jalan yang selama ini dinantikan warga mulai terwujud, sehingga aksesibilitas semakin terbuka.

“Sekarang mobilitas warga jauh lebih lancar. Jalan penghubung dari Desa Malasari menuju Kabupaten Sukabumi yang dulu sulit dilalui, kini mulai terbuka,” katanya.

Burhan menambahkan, kehadiran pimpinan daerah di pelosok desa dinilai membawa energi baru bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat “Bogor Istimewa Menuju Gemilang” yang bukan sekadar slogan.

“Tetapi telah diwujudkan melalui program nyata, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, maupun pelayanan masyarakat,” ucapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPK Perkuat Hubungan dengan Brunei Darussalam

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Isma Yatun, didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam, Achmad Ubaedillah, melaksanakan rangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi Brunei Darussalam pada kunjungan kerja ke Brunei Darussalam. Pertemuan tersebut meliputi courtesy meeting dengan Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam, Dato Seri Setia Haji Erywan bin Pehin Datu Pekerma Jaya Haji Mohd. Yusof, serta pertemuan dengan Auditor General Brunei Darussalam, Dato Paduka Haji Yusop bin Haji Mahmud. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pemeriksaan Organisasi Internasional, Kusuma Ayu Rusnasanti, dan Koordinator Fungsi Politik – Minister Counsellor KBRI Brunei Darussalam, Bonnie Sastranegara.

Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam menjadi wadah untuk meneguhkan hubungan bilateral Indonesia dan Brunei yang telah lama terjalin, baik dalam kerangka politik, ekonomi, pendidikan, maupun budaya. Ketua BPK menyampaikan perkembangan peran BPK di tingkat global serta harapan untuk terus memperkuat sinergi bersama Brunei Darussalam dalam mendorong akuntabilitas dan tata kelola yang baik di tingkat internasional.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Auditor General Brunei Darussalam, Ketua BPK menekankan pentingnya mempererat kerja sama kelembagaan antar Supreme Audit Institution (SAI), termasuk melalui kerangka ASEANSAI, ASOSAI, dan INTOSAI. Kedua lembaga juga membahas peluang kerja sama masa depan di bidang peningkatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan untuk menghadapi tantangan akuntabilitas publik.

Pada kedua pertemuan tersebut, Ketua BPK juga menyampaikan kiprah sebagai auditor eksternal di berbagai organisasi internasional. BPK berharap untuk terus mendapatkan dukungan dari mitra-mitra strategis, termasuk Brunei Darussalam, dalam pencalonan sebagai Anggota United Nations Board of Auditors (UN BOA) periode 2026-2032.

Kedua pertemuan tersebut menegaskan komitmen untuk memperkokoh persahabatan sekaligus memperluas kerja sama di berbagai bidang. Ketua BPK meyakini bahwa eratnya hubungan dengan Brunei Darussalam tidak hanya akan memperkuat peran kelembagaan masing-masing, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas kawasan dan tata kelola global yang lebih baik.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Khofifah Turun Langsung ke Sumenep Tangani KLB Campak

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun langsung menangani Kasus Luar Biasa (KLB) Campak yang terjadi di Kabupaten Sumenep pada Sabtu (23/8/2025).

Gubernur Khofifah menggelar Rapat Teknis penanganan KLB Campak di Kantor Bupati Sumenep, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan dan menjenguk anak-anak penderita campak yang tengah dirawat di RS Moh. Anwar Sumenep.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyaksikan langsung proses vaksinasi MR kepada sepuluh orang anak di Pendopo Kab. Sumenep.

Turut didampingi Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim dan jajaran Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kab. Sumenep, Gubernur Khofifah memerintahkan agar penanganan KLB Campak di Sumenep harus dilakukan kerja secara terpadu dan terintegrasi oleh semua elemen dan sektor baik vertikal maupun horizontal cepat dan masif.

“Secara vertikal, Kemenkes RI dan Pemprov Jatim telah hadir langsung. Bahkan ada institusi Internasional yaitu UNICEF dan WHO. Secara horizontal, ada Bupati, Wakil Bupati dan berbagai institusi lain, termasuk jajaran TNI/Polri,” jelas Khofifah.

“Dari Dandim, Polres sampai dengan Babinsa Bhabinkamtibmas jadi semua harus terpadu, terintegrasi,” imbuhnya.

Kerja terpadu dan terintegrasi ini diperlukan guna percepatanan penanganan KLB Campak di Kab. Sumenep. Ditambah, akan dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi Campak Rubela secara masal dan masif pada 25 Agustus – 14 September 2025 mendatang.

Sosialisasi terhadap pentingnya vaksinasi Campak Rubela diharapkan dapat dilakukan secara masif hingga lini terbawah di masyarakat. Oleh sebab itu, kerjasama sama semua elemen yang bersatu padu disebutnya sebagai salah satu indikator suksesnya ORI.

“Ini bekerjanya di lini paling bawah, oleh karena itu kami mohon semua elemen bersatu padu menyampaikan pesan ini kepada masyarakat,” ucap Gubernur Jatim.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kab. Sumenep hingga Agustus 2025, tercatat 17 kasus meninggal akibat penyakit Campak. Dari jumlah itu 16 diantaranya terkonfirmasi tidak pernah menjalani imunisasi, sedangkan satu lainnya tidak lengkap imunisasi.

Oleh sebab itu, kejadian tersebut diharapkannya bisa menjadi pembelajaran bersama bagi masyarakat, tokoh masyarakat hingga ulama, akan pentingnya imunisasi Campak Rubela bagi anak-anak.

“Kita ingin generasi penerus nantinya semua sehat batin dan lahirnya. Oleh karena itu rencana ORI atau vaksinasi masif dan massal di tanggal 25 besok, bersama kita menyampaikan sosialisasi dan pesan kepada masyarakat supaya memaksimalkan capaian dari vaksinasi yang akan dilakukan,” pesan Khofifah.

“Tempatnya bisa di Puskesmas, Puskesmas Pembantu hingga Posyandu,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Pemprov Jatim telah mengirimkan 9.825 vial vaksin MR atau Measles and Rubella dari Kementerian Kesehatan ke Dinas Kesehatan Sumenep guna menyukseskan pelaksanaan ORI yang akan dimulai Senin (25/8) mendatang.

“Mari kita sampaikan pesan-pesan ini dengan suasana yang bisa diterima oleh masyarakat umum. Kita punya tugas bersama-sama memberikan layanan tercepat guna membantu proses penanganan dari kasus kasus campak yang sedang terjadi di Sumenep,” pungkasnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RS Muh. Anwar Dr. Anita mengatakan bahwa peningkatan jumlah kasus Campak di Kab. Sumenep kebanyakan diakibatkan kurangnya pengetahuan dari masyarakat tentang pentingnya pencegahan atau preventif dari Campak itu sendiri.

Karena campak itu disebabkan oleh virus maka masyarakat diharapkan bisa melakukan vaksinasi di Campak Dasar dan Campak Booster.

Untuk itu, ia mengaku senang dan berterima kasih atas kehadiran Gubernur Khofifah beserta jajaran guna percepatan penanganan KLB Campak di Sumenep termasuk mendukung Vaksinasi masal pada Senin (25/8) mendatang.

Kaitan kondisi terkini di RS Muh. Anwar Sumenep, tercatat enam belas orang anak pasien campak yang dipastikan kondisinya stabil. “Alhamdulillah enam belas orang anak pasien campak kondisinya sudah stabil dan Insya Allah hari ini akan ada dua orang yang dipulangkan,” ungkapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News