Beranda blog Halaman 863

Merdeka Run 8.0K Meriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Istana Kepresidenan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Merdeka Run 8.0K dalam rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Merdeka Run ini menjadi momentum perayaan kemerdekaan melalui olahraga yang melibatkan ribuan masyarakat dari berbagai lapisan.

“Pertama-tama tentunya kami atas nama panitia mewakili semua teman-teman panitia sekali lagi menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang luar biasa dalam seluruh rangkaian hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80,” ujar Menteri Pras dalam keterangannya kepada awak media.

“Kita pengen sehat untuk membangun Indonesia, untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Semua harus sehat,” lanjutnya.

Merdeka Run menghadirkan dua kategori utama yakni kategori umum sejauh 8.0K dan kategori family sejauh 4.5K. Keduanya terbuka bagi masyarakat luas untuk ikut serta yang menjadikan momen ini bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga perayaan kebersamaan dalam semangat kemerdekaan.

Sebelum pelaksanaan, suasana makin meriah dengan adanya atraksi udara dari helikopter yang melintas dengan membawa giant flag bergambar logo resmi HUT ke-80, disusul fly pass pesawat tempur F16 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penampilan ini disambut meriah para peserta lari dan masyarakat yang telah memenuhi kawasan sekitar Istana Merdeka sejak pagi hari.

Tepat pukul 06.30 WIB, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo secara resmi melepas para peserta lari. Kategori umum 8.0K menjadi yang pertama dilepas, diikuti kemudian oleh kategori family 4.5K.

Untuk kategori family run 4.5K, rute dimulai dari depan Istana Merdeka, melintasi kawasan patung kuda, berputar di Bundaran HI, dan kembali ke Istana Merdeka sebagai garis finis. Sementara itu, kategori umum 8.0K membawa peserta melewati jalur lebih panjang mulai dari Istana Merdeka menuju Bundaran HI, melintasi kawasan Sudirman hingga BNI City, lalu kembali menuju Istana Merdeka.

Masyarakat yang ikut serta tampak antusias menikmati setiap momen, baik dalam berlari maupun menyaksikan suasana kemeriahan. Banyak peserta turut hadir dengan mengenakan atribut bernuansa merah putih. Bahkan beberapa mengenakan kostum yang menambah semarak suasana HUT ke-80.

Melalui Merdeka Run, pemerintah ingin menegaskan semangat peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara khidmat, tetapi juga melalui aktivitas yang menyatukan masyarakat dalam energi positif. Olahraga juga dipilih sebagai sarana untuk mendorong gaya hidup sehat dan aktif bagi masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dari Lari Sehat hingga Kostum Kreatif, Merdeka Run 8.0K Hadirkan Warna Kemerdekaan

Ribuan masyarakat berbaur dalam kemeriahan Merdeka Run 8.0K yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025 di sekitar Istana Merdeka, Jakarta ini menunjukkan bahwa semangat olahraga mampu mempersatukan bangsa dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjadi salah satu peserta yang menuntaskan rute 8.0K bersama masyarakat lainnya. Melihat antusiasme masyarakat mengikuti Merdeka Run, Menkes kembali mengingatkan pentingnya olahraga bagi kesehatan tubuh.

“Kita harus olahraga minimal 30 menit setiap hari, 5 hari seminggu sampai wafat. Itu akan menjaga tekanan darah, gula darah, sama lemak darah kolesterol darah kita normal. Insya Allah gak bakal kena stroke, kena jantung. Jadi jangan lupa ya, hidup sehat-sehat selalu, olahraga lari murah,” ucap Menkes.

Tak kalah antusias, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid turut berlari dalam kategori family 4.5K. Meski ini merupakan pengalaman pertamanya, tetapi Menteri Meutya merasa gembira karena bisa menuntaskan rute bersama masyarakat.

“Happy banget karena tadi rame-rame, jadi nggak terlalu kerasa capeknya karena animo masyarakatnya bagus banget. Dari anak kecil sampai tadi ada orang yang sudah berusia juga ikutan,” kata Menkomdigi.

Tidak hanya para menteri, banyak cerita menarik juga muncul dari masyarakat yang turut serta. Al, salah satu peserta kategori family 4.5K mengaku menjadikan Merdeka Run sebagai ajang mengisi bulan Kemerdekaan dengan berolahraga. “Seru banget. Jarang ada yang kayak gini. Ini baru yang pertama nih. Apalagi momennya tepat 80 tahun,” katanya.

Di antara ribuan peserta, ada pula yang tampil unik saat Merdeka Run. Seperti pelari kategori 4.5K, Mut yang hadir dengan kostum bernuansa merah putih dari bahan daur ulang plastik, kertas, dan kardus dengan harapan untuk Indonesia makin jaya di HUT Ke-80 ini. “Buat sehat aja ya saya, trus biar Indonesia lebih maju lagi, lebih jaya lagi,” ucap Mut.

Selain penuh kegembiraan, Merdeka Run juga melahirkan catatan prestasi. Pandu berhasil merebut juara pertama kategori umum putra 8.0K dengan catatan waktu 25 menit 14 detik. Sementara untuk kategori umum putri, juara pertama diraih oleh April. Kedua pelari ini pun menunjukkan energi muda yang lahir dari semangat kemerdekaan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Tegas Hadapi Penambangan Liar, Aparat Diminta Tak Ragu Bertindak

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik penambangan ilegal di tanah air. Ia menekankan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu, siapapun pihak yang terlibat kegiatan terlarang tersebut.

Sejalan dengan arahan Presiden, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan akan menindak tegas pelaku penambangan ilegal.

“Penegakan hukum akan dilakukan kepada siapapun yang melakukan pelanggaran tanpa pandang bulu seperti apa yang disampaikan Presiden. Siapapun yang melakukan pelanggaran hukum dan saya selaku pembantu Presiden harus melakukan hal yang sama, kalau komandan sudah bilang A, jangan ada gerakan tambahan, kita juga A,” tegas Bahlil pada program wawancara ekslusif di TV One, Jakarta, Jumat (22/8) malam.

Bahlil kemudian menjelaskan, aktivitas tambang ilegal terbagi menjadi dua kategori, yaitu di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan. Penambangan liar di dalam kawasan hutan umumnya dilakukan tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) atau dengan melampaui luasan izin yang diberikan. Sementara itu, penambangan ilegal di luar kawasan hutan terjadi ketika pelaku tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Untuk mengantisipasi pelanggaran kegiatan pertambangan yang berkaitan dengan hutan, Presiden telah membentuk Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025,” ungkap Bahlil.

Dalam aturan tersebut, Satgas PKH diberi mandat menegakkan hukum atas pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan, termasuk perambahan ilegal, penyalahgunaan lahan, serta melakukan reforestasi dan penguasaan kembali kawasan yang disalahgunakan. Satgas ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan, dengan Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Kapolri sebagai wakil ketua. Anggotanya melibatkan tujuh menteri, salah satunya Menteri ESDM.

Instruksi Presiden mengenai penindakan tambang ilegal, tegas Bahlil, diharapkan menjadi pedoman jelas bagi seluruh jajaran pemerintahan dan aparat penegak hukum. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan untuk ragu atau takut dalam memberantas jaringan penambangan ilegal dari hulu hingga hilir, demi menjaga kedaulatan sumber daya alam serta keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wapres Tegaskan Proyek IKN Lanjut Sebagai Simbol Pemerataan Pembangunan

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming secara tegas menyebutkan bahwa proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berlanjut di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menepis kabar yang beredar bahwa proyek IKN dihentikan.

“Jadi IKN ini bukan hanya sekadar membangun istana, tetapi juga simbol, sekali lagi, simbol pemerataan pembangunan yang tidak lagi Jawa Sentris,” tegasnya saat memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Pangalangok Jilah di Keramat Patih Patinggi, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (23/8).

Sebagai bukti, Wapres menyampaikan bahwa dirinya baru saja mengunjungi IKN pada bulan lalu dan memastikan pembangunannya berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Termasuk pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif yang akan segera dikerjakan.

“Saya yakinkan sekali lagi, saya tegaskan sekali lagi, yang namanya IKN pasti akan dilanjutkan dan diselesaikan pembangunannya,” tegasnya lagi.

Untuk itu, Wapres meminta masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, termasuk informasi seputar pembangunan IKN. Ia mengingatkan agar berita-berita yang belum jelas kebenarannya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang.

“Tolong dipilah dulu, tolong disaring dulu. Kalau baca berita tidak yakin ini benar atau tidak, tanyakan dulu ke tokoh agama, tanyakan dulu ke tokoh adat. Jadi jangan sampai nanti tersulut emosi karena berita-berita yang tidak benar,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo kepada seluruh masyarakat Mempawah, serta memohon doa agar Presiden senantiasa diberikan kelancaran dalam mengemban tugas kenegaraan.

“Bapak Ibu, salam hangat dari Bapak Presiden, semoga Bapak Ibu sehat semua. Dan kita doakan juga Bapak Presiden sehat selalu untuk menjalankan tugas-tugasnya,” pungkas Wapres.

Sebagai informasi, sebelum bertolak ke Mempawah, Wapres terlebih dahulu meninjau wilayah terdampak gempa bumi di Poso, Sulawesi Tengah dan memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat setempat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gus Ipul Lapor ke Presiden 165 Sekolah Rakyat Beroperasi Tahun Ini

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan total Sekolah Rakyat rintisan yang akan beroperasi pada tahun ini mencapai 165 titik. Sebanyak 100 titik di antaranya telah mulai jalan sejak Juli dan Agustus 2025.

“Bapak Presiden yang kami hormati, Insya Allah pada tahun 2025 ini akan berdiri 165 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 100 titik di antaranya sudah beroperasi dan 65 titik berikutnya akan bersiap pada September ke depan,” kata Gus Ipul kepada Presiden Prabowo dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh 154 kepala sekolah, 2.221 guru serta para pimpinan kementerian/lembaga terkait.

Kepada para peserta pembekalan, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo. Program ini bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan yang bermutu.

“Bapak Presiden yang saya hormati sesuai dengan arahan Bapak Presiden, Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah. Ini adalah strategi besar Bapak Presiden untuk memutus mata rantai kemiskinan, memperluas akses pendidikan dan menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” jelas Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan, para guru dan kepala sekolah yang hadir dalam pembekalan ini telah melalui seleksi ketat. Sebab, mereka menjadi ujung tombak penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

“Guru dan kepala sekolah adalah kunci utama. Mereka berperan sebagai empathic leader, seorang pemimpin yang mewakili empati, yang memiliki empati, memahami, merasakan dan merespons emosi siswa dan seluruh tenaga kependidikan,” ungkap Gus Ipul.

“Mereka juga siap menjadi orang tua kedua dari siswa di Sekolah Rakyat. Para guru dan kepala sekolah juga sebagai role model dan kompas moral bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” sambungnya.

Selain itu, Gus Ipul juga melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa para guru dan kepala sekolah telah mendapatkan pembekalan, baik secara luring dan daring dari berbagai narasumber berkompeten. Sehingga mereka memiliki bekal ilmu untuk mendidik serta membentuk karakter para murid Sekolah Rakyat yang baik dan unggul.

“Para guru dan kepala sekolah ini siap mengantarkan siswa lulusan Sekolah Rakyat menjadi generasi yang pintar, berkarakter dan terampil. Mereka akan siap melanjutkan ke jenjang perguru pendidikan tinggi atau mereka juga siap bekerja dan berwirausaha dengan keterampilannya, dengan karakternya mereka akan siap menjadi agen perubahan untuk keluarga dan lingkungannya,” jelas dia.

“Juga tentu mereka siap menjadi pemutus mata rantai kemiskinan di Indonesia sebagaimana yang diharapkan oleh Bapak Presiden. Ini adalah bentuk nyata negara berpihak kepada wong cilik melalui Sekolah Rakyat. Dari Sekolah Rakyat, mimpi anak-anak yang semula tak terlihat, kini mulai tumbuh bersemi,” lanjut Gus Ipul.

Gus Ipul pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang bersedia hadir dan memberikan arahan kepada ribuan guru dan kepala sekolah secara langsung.

“Bapak Presiden yang saya hormati, kami sekali lagi ingin mengucapkan syukur yang luar biasa Bapak bisa menghadiri kegiatan pembekalan guru dan kepala Sekolah Rakyat secara langsung. Hari ini kita membuat sejarah kecil yang sedang kita tulis, 2.296 guru dan 155 kepala sekolah rakyat dari seluruh penjuru negeri berkumpul untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan Presiden RI. Mereka yang akan menjadi ujung tombak strategi bangsa ini memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang memanusiakan,” ulasnya.

Selain para guru dan kepala sekolah, hadir dalam dalam kegiatan ini Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar; Menteri Agama Nasaruddin Umar; Menko Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan; Mensesneg Prasetyo Hadi; Mendagri Tito Karnavian; Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto; Kapolri Listyo Sigit Prabowo; Menteri Agama Nasaruddin Umar; dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini serta tamu undangan lain.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenko PMK Gerak Cepat: Identifikasi Masalah, Dampingi Keluarga Balita Raya

Staf Khusus Menko PMK Bidang Mobilisasi Sumberdaya Bencana, Mochammad Luthfie Beta mengunjungi kediaman almarhumah Raya 3 tahun 9 bulan, balita yang meninggal akibat diagnosa infeksi meningitis TB dan helmintiasis di Desa Cinaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat malam (22/8/2025).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Menko PMK Pratikno, pasca Rapat Tingkat Menteri terkait penanganan penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan balita yang digelar pada Jumat pagi, serta Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sehari sebelumnya.

“Malam ini pukul 19.38 kami tiba dari Jakarta atas arahan Pak Menko PMK. Kami diberi tugas untuk meninjau langsung dan mengidentifikasi kejadian yang dialami balita Raya,” ujar Luthfie Beta.

Luthfie menyampaikan, kasus penyakit yang menimpa almarhumah Raya menjadi alarm penting bahwa masalah kesehatan anak tidak bisa dianggap sepele. Situasi ini tidak boleh terulang kembali, karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

“Pemerintah pusat ingin memastikan hadir di setiap permasalahan yang ada di masyarakat, karena kalau masyarakat tidak kuat, bangsa ini pun tidak akan bisa apa-apa,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Luthfie meninjau kondisi rumah keluarga almarhumah yang memprihatinkan dan kurang layak huni. Rumah berdiri di lahan rawan longsor dengan fasilitas sanitasi yang tidak layak, rumah yang minim sirkulasi udara, serta berdekatan dengan kandang ternak. Menurutnya, hal tersebut perlu segera dibenahi.

“Langkah ke depan, rumah ini akan dibongkar dan dibangun secara permanen termasuk  WC Komunal dan sanitasi layak yang bersumber dari dana Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Namun karena lahannya labil dan rawan bencana, kami sarankan ada pertimbangan serius sebelum pembangunan. Dari sisi sanitasi juga harus dibenahi, termasuk pemindahan kandang ternak,” jelasnya.

Luthfie menambahkan, pembangunan rumah akan dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar, melibatkan aparat Masyarakat, TNI/Polri secara swakelola, serta memperhatikan aspek legalitas lahan tempat rumah yang akan dibangun. Rencana awal, rumah sehat sederhana berukuran 7 X 5 m². Selain itu, perlu mitigasi rawan longsor dengan pembangunan talud (dinding penahan tanah) dan perbaikan akses jalan menuju rumah.

Ia juga menyoroti kondisi keluarga korban. Ayah dan ibu Raya saat ini masih menjalani perawatan di RS Bandung, sementara kakak almarhumah (7) mengalami gangguan kesehatan dan perlu pendampingan berkelanjutan, baik dari sisi gizi maupun pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir perwakilan Kemendukbangga, camat, kepala desa, perwakilan TNI/Polri, dan perangkat daerah setempat untuk menindaklanjuti langkah penanganan. Kemenko PMK juga menyerahkan bantuan berupa 25 paket sembako serta peralatan sekolah.

Kehadiran Kemenko PMK secara cepat bukan hanya untuk menyampaikan duka cita, tetapi juga memastikan adanya solusi nyata dengan membangun rumah yang lebih layak, memperbaiki sanitasi, serta menata lingkungan agar sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Fokus Tuntaskan Pascabencana di 11 Daerah, Prioritaskan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian pascabencana di 11 daerah yang memiliki riwayat bencana parah.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Flores Timur serta Pemutakhiran Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), di Ruang Rapat Kantor Kemenko PMK, pada Kamis (21/8/2025).

Menko PMK mengingatkan bahwa sebagian besar daerah tersebut masih menghadapi pemulihan pascabencana, sementara dokumen R3P yang berlaku 3 tahun telah habis masa berlakunya.

“Kita sepakat ini perlu ditindaklanjuti agar penanganan pascabencana di 11 daerah ini bisa segera tuntas semaksimal mungkin, sebisa mungkin dengan segala keterbatasan yang ada,” ujar Pratikno.

Sebanyak 11 kabupaten/kota yang masuk dalam daftar bencana lama adalah Kabupaten Alor, Donggala, Ende, Karo, Lebak, Lembata, Majene, Mamuju, Rote Ndao, Sigi, dan Kota Palu.

Menko PMK menjelaskan, BNPB bersama Kemenkeu akan melakukan verifikasi lapangan, termasuk _scoring_ kebutuhan, untuk menentukan besaran bantuan hibah bagi masing-masing daerah. Mekanisme pendanaan akan dilakukan melalui hibah ke daerah dan dimungkinkan di _top-up_ melalui program sektoral kementerian teknis.

“Walaupun bencananya telah lama, tetapi penyelesaian perumahan, infrastruktur, akses pendidikan, kesejahteraan, dan mata pencaharian masyarakat harus tetap kita pikirkan,” tegasnya.

Kepala BNPB Suharyanto menambahkan, bencana di 11 daerah tersebut sangat besar sehingga rehabilitasi dan rekonstruksi belum sepenuhnya selesai. Ia mencontohkan bencana erupsi Gunung Sinabung yang memaksa ribuan warga direlokasi, namun masih menyisakan kebutuhan infrastruktur tambahan.

“Ini sudah lewat 3 tahun, tapi masih ada hal yang belum tuntas. Makanya mereka mengajukan dukungan. Supaya punya payung hukum, dan kekurangan akan didukung melalui kemenkeu yang akan memberikan hibah,” ungkap Kepala BNPB.

_*Pelajaran dari Erupsi Gunung Lewotobi, Pemerintah Dorong Perubahan Pola Penanganan Bencana_

Sementara itu, terkait penanganan erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, Menko PMK memastikan pemerintah bergerak cepat merumuskan solusi. Diketahui, Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri tercatat kembali erupsi pada 17 Agustus 2025. Status gunung masih berada pada Level IV (AWAS) sejak 17 Juni 2025, dengan potensi mengganggu penerbangan, permukiman, hingga risiko banjir lahar saat hujan lebat.

Sejumlah langkah penanganan telah berjalan, mulai dari pembangunan hunian sementara, antisipasi potensi gangguan transportasi, operasi modifikasi cuaca bila diperlukan. Kemudian, di lapangan, BPBD bersama TNI-Polri dan relawan terus mengevakuasi warga dari zona rawan, mendistribusikan logistik darurat, serta mengaktifkan posko di wilayah terdampak.

“Pasca erupsi Gunung Lewotobi, kita akan mempercepat pembangunan hunian tetap, jalan akses, serta fasilitas pendukung lainnya. Lokasi relokasi juga langsung dipetakan agar masyarakat bisa segera kembali beraktivitas di tempat yang aman,” jelasnya.

Menko PMK menegaskan bahwa momentum erupsi Gunung Lewotobi harus menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki tata kelola penanggulangan bencana di Indonesia. Menurutnya, regulasi dan sistem yang ada perlu terus dievaluasi agar penanganan tidak hanya reaktif, tetapi juga lebih presisi dan terukur.

“Supaya ke depan nanti kita harapkan proses penanganan bencana menjadi lebih cepat. Mungkin kita bisa evaluasi apa yang selama ini menata regulasi, menata tata kelola sehingga penanganan pascabencana bisa lebih efektif, lebih cepat, lebih efisien,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut hadir Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan bupati/wali kota terdampak bencana.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi titik awal terwujudnya harapan baru bagi anak-anak bangsa. Dalam arahannya kepada para guru dan kepala Sekolah Rakyat pada Jumat, 22 Agustus 2025, Kepala Negara menyampaikan bahwa dalam waktu yang tidak lama sebanyak 100 lebih Sekolah Rakyat telah beroperasi.

“Tapi kita buktikan, yang tidak pernah diduga hari ini 100 sekolah sudah berdiri, sudah beroperasi, sudah kelihatan gagah-gagah semua ini. Banyak senyumnya, saya lihat mata mereka penuh dengan percaya diri. Saya terima kasih, dan tadi saya besar hati testimoni dari beberapa siswa yang masuk program ini,” ujar Presiden di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.

Presiden Prabowo menekankan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sebagian rakyat yang masih berjuang menikmati arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Sekolah Rakyat, menurut Presiden, menjadi jawaban untuk mewujudkan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya dalam mengakses pendidikan.

“Yang jelas kita sudah mulai melihat titik-titik harapan. Kita sudah melihat cerahnya anak-anak yang mungkin tadinya risau apa yang akan terjadi,” ucapnya.

Kepada para guru dan kepala sekolah rakyat, Presiden pun menitipkan pesan mendalam agar terus menjalankan tugas mulia mendidik generasi penerus bangsa. “Bina anak didikmu, didik mereka dengan baik. Beri harapan kepada mereka, bantu mereka, buat mereka gembira. Jangan buat mereka pesimis, buat mereka gembira. Bangsa Indonesia berani dan harus gembira,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, yang telah mendukung terwujudnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan perbaikan sekolah di daerah.

“Kita akan mencapai cita-cita kebangkitan bangsa Indonesia. Jangan pernah ragu, jangan pernah menyerah, jangan pernah kecil hati, jangan pernah melecehkan pemimpin-pemimpin kita sendiri. Jangan pernah menghina orang tua kita sendiri,” ujar Presiden.

Menutup arahannya, Presiden kembali mengingatkan kepada para siswa tentang pentingnya penghormatan terhadap orang tua dan guru sebagai fondasi pembentukan karakter anak bangsa. “Hormati orang tuamu, cintai orang tuamu, cium kaki ibumu. Jangan pernah kau rendah hati karena bapakmu kerja keras. Jangan sekali kau sedih karena orang tuamu masih belum makmur sekarang. Mereka, mereka bekerja keras untuk kalian. Hormati orang tuamu, cintai orang tuamu, hormati guru-gurumu,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Tekankan Perbaikan Menyeluruh Sistem Pendidikan Nasional

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat bangsa. Semua jenjang pendidikan, mulai dari dasar hingga perguruan tinggi, disebut harus dibenahi agar mampu menyiapkan generasi pengelola kekayaan nasional. Hal ini disampaikan Kepala Negara dalam acara pengarahan kepada guru dan kepala Sekolah Rakyat di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, pada Jumat, 22 Agustus 2025.

“Tidak hanya di 1, 2, 3 bidang, semua sekolah dasar harus kita perbaiki. Semua sekolah menengah harus kita perbaiki. Semua sekolah vokasi harus kita perbaiki. Semua perguruan tinggi harus kita perbaiki,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran pendidikan secara bersih dan tepat sasaran. Presiden Prabowo mencontohkan praktik kebocoran anggaran di negara lain, yang harus diantisipasi agar tidak terjadi di Indonesia.

“Anggaran kita besar tapi masih besar pula kebocoran-kebocoran. Saudara-saudara di daerah-daerah lebih tahu masalah ini dari pada kami-kami di Jakarta. Kalian yang merasakan, selalu Anda dengarkan anggarannya sekian, tapi kok sampai di saya sekian hangusnya di mana? menghilangnya di mana? saudara-saudara ini harus kita perbaiki, harus kita perbaiki,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh dilakukan secara bertahap dan terbatas. Kepala Negara menilai, Indonesia tidak memiliki banyak waktu karena dunia saat ini tengah berlomba-lomba memajukan sistem pendidikannya, sehingga seluruh jenjang pendidikan harus segera diperbaiki.

“Tidak bisa kita tunggu, tidak bisa kita katakan yah kita mulai aja dulu dengan 10 sekolah, nanti kalau 10 sekolah berhasil, kita tambah lagi 30 sekolah. Maaf dunia tidak seperti itu, dunia sekarang berlomba-lomba, dunia tetangga-tetangga kita berlomba-lomba. Kita tidak punya banyak waktu karena itu salah satu upaya kita memperbaiki pendidikan kita,” tegas Presiden.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Layanan SIM Keliling Polda Metro Jaya, Ini Lokasi dan Syarat Perpanjangan Hari Sabtu

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali membuka layanan SIM Keliling untuk mempermudah masyarakat dalam memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) pada Sabtu ini (23/8). Tersedia lima titik lokasi yang tersebar di wilayah Jakarta, sehingga warga bisa memilih lokasi terdekat untuk melakukan perpanjangan masa berlaku SIM.

Melalui akun resmi X (Twitter) TMC Polda Metro Jaya, berikut daftar lokasi SIM Keliling hari ini:

  • Jakarta Timur: Mal Grand Cakung

  • Jakarta Utara: LTC Glodok

  • Jakarta Selatan: Kampus Trilogi Kalibata

  • Jakarta Pusat: Kantor Pos Lapangan Banteng

  • Jakarta Barat: Lobby Selatan Mal Ciputra

Layanan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Syarat Perpanjangan SIM Keliling

Masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas ini wajib membawa dokumen persyaratan, antara lain:

  • Fotokopi KTP yang masih berlaku

  • Fotokopi SIM lama dan SIM asli

  • Bukti cek kesehatan

  • Bukti tes psikologi

Perlu dicatat, layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih aktif. Bagi pemilik SIM yang sudah habis masa berlakunya, diwajibkan untuk membuat permohonan SIM baru di kantor Satpas.

Sementara itu, perpanjangan SIM B tidak bisa dilakukan di layanan SIM Keliling karena dokumen tersebut diperuntukkan bagi kendaraan dengan berat lebih dari 3,5 ton. Pemilik SIM B harus mengurus perpanjangan di kantor Satpas.

Biaya Perpanjangan SIM

Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, biaya perpanjangan SIM adalah:

  • Rp80.000 untuk SIM A

  • Rp75.000 untuk SIM C

Dengan adanya layanan SIM Keliling ini, Polda Metro Jaya berharap masyarakat dapat lebih mudah memperpanjang dokumen berkendara tanpa harus mengantre panjang di kantor Satpas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News