Beranda blog Halaman 886

Lahan Gambut Kritis, BMKG Maksimalkan Hujan Buatan untuk Padamkan Api di Jambi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama 10 hari, sejak 10 hingga 19 Agustus 2025. OMC ini bertujuan mengantisipasi dan menekan risiko kebakaran dengan meningkatkan curah hujan di wilayah rawan, menambah kelembapan tanah, serta menekan potensi penyebaran api, terutama di area gambut yang kritis.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan kebakaran yang terjadi pada lahan gambut dengan kedalaman tertentu, sangat sulit untuk dipadamkan jika hanya melalui upaya operasi darat. Satu-satunya cara yang paling efektif untuk dapat memadamkan titik kebakaran pada lahan gambut adalah dengan siraman air hujan yang dapat dimaksimalkan melalui upaya OMC.

“Penerbangan penyemaian awan pada kegiatan OMC periode 09–19 Agustus 2025 telah mulai dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus 2025. Sebanyak 2 sorti dengan total 1.600 kg dilakukan di wilayah Timur Jambi, di antaranya Kab. Tanjung Jabung Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur, Kab. Batanghari dan Kab. Muaro Jambi,” kata Seto, Selasa (12/8).

Berdasarkan hasil Monitoring Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) pada lahan gambut di Provinsi Jambi tanggal 10 Agustus 2025, kondisi saat ini masih menunjukkan adanya potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasil pemantauan alat ukur TMAT yang tersebar di sisi Timur Jambi, sekitar 30 persen area dalam kategori aman di kisaran 0 hingga -40 cm pada 10 Agustus 2025. Sementara sisanya merupakan wilayah dengan nilai TMAT < – 40 cm.

Lebih rinci, sekitar 60% area berada pada kisaran -40 hingga -60 cm (kategori rawan kebakaran, kelembapan tanah mulai rendah), sekitar 9% area berada pada kisaran -60 hingga -80 cm (kategori sangat rawan kebakaran), dan sekitar 1% area berada di bawah -80 cm (kategori kritis, sangat mudah terbakar).

Sementara itu, Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca Edison Kurniawan menjelaskan kondisi TMAT ini mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan gambut di Jambi mengalami penurunan muka air tanah yang signifikan. Akibatnya, vegetasi dan lapisan gambut menjadi kering dan mudah terbakar.

Berdasarkan data satelit pemantauan hotspot per 9 Agustus 2025, terdeteksi 14 titik panas dengan kepercayaan rendah–sedang di wilayah Provinsi Jambi. Beberapa wilayah dengan sebaran tertinggi di antaranya, Kab. Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Barat.

“Peningkatan jumlah titik api ini sejalan dengan kondisi TMAT yang masih terpantau rendah di beberapa lokasi,” ujar Edison.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi hingga 14 Agustus 2025, masih ada peluang pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Provinsi Jambi. Hal ini sangat mendukung efektivitas pelaksanaan OMC karena peluang keberhasilan akan lebih tinggi ketika awan potensial masih tersedia.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, BMKG terus melakukan upaya penanganan bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hasilnya, terbukti ampuh menurunkan jumlah titik api di sejumlah provinsi yang kerap terdampak bencana karhutla. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto menegaskan bahwa hasil ini tidak lepas dari langkah dini sejak sebelum terjadinya bencana asap karhutla secara masif.

“OMC menjadi salah satu penanggulangan bencana asap karhutla yang paling efektif karena dapat langsung mematikan nyala api, penyebab munculnya kabut asap,” tandas Seto

Sebagai informasi, OMC di Jambi sebelumnya telah dilakukan dalam dua periode, yakni pada 1–10 Juli 2025 dan 25–31 Juli 2025. Kedua operasi ini berhasil mengurangi jumlah titik api di Provinsi Jambi dan sekitarnya.

OMC ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Wirakarya Sakti (WKS) dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Jambi, serta TNI AU. Sementara itu, operasional kegiatan dikendalikan dari Pos Komando (Posko) di Gedung Posko Bencana Provinsi Jambi. Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca ini BMKG didukung oleh TNI AU dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dengan mengerahkan armada pesawat CASA 212-200 beserta 11 crew pesawat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Iqbal Terima Dr. Novrizal Tahar Bahas Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menerima kunjungan Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, Dr. Novrizal Tahar, bersama rombongan di ruang kerjanya, Selasa (12/8/2025). Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB.

Gubernur Iqbal menegaskan, pengentasan kemiskinan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan Program Desa Berdaya di 106 desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem di NTB.

“Kita akan fokus pada program yang langsung menyentuh masyarakat yang tepat sasaran khususnya di wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Untuk itu, kami telah membentuk tim percepatan pengentasan kemiskinan di NTB,” ujar Gubernur Iqbal.

Sementara itu, Dr. Novrizal Tahar mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB yang telah membentuk tim percepatan pengentasan kemiskinan. Ia menilai, Program Desa Berdaya memiliki potensi besar membangun ekosistem ekonomi desa baru yang kuat dalam mendorong percepatan pengentasan kemiskinan.

“Program Desa Berdaya diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing desa, sehingga secara bertahap dapat mengangkat desa dari status kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Novrizal menambahkan, pengentasan kemiskinan menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto, yang diwujudkan melalui program-program keberpihakan seperti MBG, Sekolah Rakyat, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan pangan, dan program lainnya.

“BPPK memiliki peran mengorkestrasi berbagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia, termasuk mendukung kebijakan yang sudah berjalan di NTB,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dorong Ekonomi Berkelanjutan di Papua, Mendes Yandri Harap Program TEKAD Disinergikan dengan Kopdes Merah Putih

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong pertumbuhan ekonomi kampung di tanah Papua, salah satunya dengan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) secara berkelanjutan.

Karenanya, Mendes Yandri berharap program TEKAD bersama Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menyinergikan peluang-peluang bisnis, khususnya di bidang pertanian. Termasuk menjadi penyedia pupuk dan pengepul, hingga memasarkan hasil produksi para petani padi, jagung, maupun ubi-ubian.

“Kami di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal punya program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu atau yang disebut TEKAD. Baru saja kami menanam jagung, itu artinya jagung adalah salah satu andalan daerah ini,” jelas Mendes Yandri saat memberi arahan dalam kunjungan kerjanya ke Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (11/8/25).

“Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, saya harap Kopdes bisa jadi penampung atau pengepul hasil pertanian Program TEKAD di sini,” tutur Mendes Yandri.

Mendes Yandri berharap, Koperasi Desa (Kopdes) dapat membeli hasil produksi pertanian. Kopdes dapat berperan sebagai wadah bagi petani untuk menjual hasil panen mereka secara kolektif, sehingga mereka memiliki kekuatan lebih dalam stabilitas harga pangan di desa, dan menghindari praktik tengkulak.

Menurutnya, dengan menyerap hasil produksi pertanian warga lokal, Kopdes Merah Putih ini diyakini akan turut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, daerah, maupun di level nasional.

“Jadi Bapak Ibu tinggal rajin-rajin lah menanam, kemudian memproduksi sebanyak-banyaknya, nanti pemerintah melalui Kopdes ini akan membeli dengan harga yang bagus. Bisa juga Kopdes Merah Putih ini jadi tempat Bapak Ibu memasarkannya,” papar mantan Anggota DPR RI itu.

Mendes Yandri juga mengimbau para petani agar tidak ragu menanam sayuran sendiri di rumah atau di lahan komunal, sebab hal itu dapat menjadi solusi untuk memastikan ketersediaan bahan pada program makan bergizi gratis, terutama sayuran hijau yang kaya akan vitamin dan mineral.

Keterlibatan petani, pelaku BUM Des dan UMKM dalam rantai pasok program makan bergizi gratis akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat dengan seluas-luasnya.

“Maka tolong tanamlah padi, ubi-ubian, sayur-sayuran. Karena itu nanti dibutuhkan untuk makan bergizi gratis. Insyaallah Bapak Ibu akan mendapat untung yang banyak,” pungkasnya.

Bersama Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, Mendes Yandri tiba di Desa Bumi Raya dan langsung melakukan penanaman jagung, yang didampingi Dirjen PEID Kemendes PDT, Tabrani.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Langkah Serius Pemprov Lampung, Wujudkan Pengelolaan Sampah Modern

Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah serius untuk mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak di wilayah perkotaan. Sebagai bagian dalam mempersiapkan langkah tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggelar Rapat Pengelolaan Sampah Terpadu di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (11/8).

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, dan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Pertemuan ini menjadi titik awal dari upaya kolektif untuk menanggulangi tumpukan sampah, terutama yang ada di Kota Bandar Lampung.

Saat ini volume sampah harian di Bandar Lampung mencapai 800 ton/hari dan 200 ton/hari dari dua Kecamatan Lampung Selatan yang berdekatan dengan Kota Bandar Lampung. Tentunya ini memerlukan penanganan kolaboratif antara Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Lampung Selatan dalam pengelolaan sampah terpadu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah hadir dan berkomitmen dalam penanganan masalah sampah, la menekankan bahwa Bandar Lampung adalah salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat dan terpadat di Indonesia, sehingga permasalahan sampah menjadi isu krusial yang harus segera diselesaikan.

Persoalan sampah bukan lagi masalah lokal, melainkan masalah regional yang membutuhkan solusi bersama.

“Jika tidak ada penanganan yang terintegrasi, kita akan menghadapi krisis lingkungan yang lebih besar. Persoalan sampah ini adalah hal yang memang harus kita tangani bersama-sama,” ujarnya.

Selanjutnya terkait dengan penanganan sampah ini, Gubernur Mirza mengatakan bahwa Pemprov Lampung telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Lampung Selatan untuk fasilitas pengelolaan sampah, tepatnya di Tanjung Sari, Natar.

Fasilitas ini direncanakan akan menjadi pusat pengolahan sampah Modern dari Bandar Lampung dan Lampung Selatan, termasuk juga Pesawaran.

Teknologi yang akan digunakan, seperti Waste to Energy (WTE) atau daur ulang skala besar, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan.

Pembangunan ini menjadi langkah nyata Pemprov Lampung untuk mengubah masalah sampah menjadi potensi ekonomi dan energi baru.

Kolaborasi dalam penanganan sampah ini melibatkan dukungan dari perusahaan Genertec International Holding CO., Ltd dari China yang bekerja sama dengan pihak ketiga. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menteri Pariwisata Apresiasi Keberlanjutan “Tomohon International Flower Festival”

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Tomohon, serta seluruh elemen masyarakat atas dedikasi dan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan event “Tomohon International Flower Festival (TIFF)”.

“Semangat kolaboratif inilah yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam pengembangan event unggulan daerah,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dalam sambutannya, di TIFF 2025, Sabtu (9/8).

TIFF yang merupakan agenda tahunan Kota Tomohon kembali masuk ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Hal ini menandakan TIFF telah menjadi bagian dari KEN selama empat tahun berturut-turut sekaligus memperkuat posisi TIFF sebagai event yang unggul dan berkualitas.

“Peserta berasal dari masyarakat umum, komunitas seni, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta baik dalam maupun luar negeri. Ini menjadikan TIFF sebagai sebuah panggung yang inklusif dan terbuka bagi siapapun yang berkontribusi dalam promosi pariwisata melalui karya seni. TIFF juga telah menciptakan multiplier effect yang berdampak bagi masyarakat langsung,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Adapun sejumlah negara yang berpartisipasi berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Turki, Albania, dan Filipina.

TIFF 2025 dibuka dengan Tarian Kolosal Anak Maesaan Wo Kawangunan. Tarian ini menceritakan tentang sejarah berdirinya Kota Tomohon. Perpaduan antara adat dan budaya yang luhur yang dianugerahk tanah subur yang telah menumbuhkan bunga-bunga yang mempercantik alam Kota Tomohon.

Festival kemudian dilanjutkan dengan agenda utama yaitu parade 30 float flower dan karnival busana berhiaskan bunga segar yang dipadukan dengan seni dan desain inovatif yang melewati jalur protokol Kota Tomohon dan berakhir di Stadion Babe Palar.

Bunga sendiri telah menjadi identitas Kota Tomohon. Seluruh bunga yang ditampilkan dalam parade berasal dari para petani yang ada di Kota Tomohon dan para dekorator juga berasal dari Kota Tomohon.

Kementerian Pariwisata turut berpartisipasi sebagai salah satu peserta parade flower float. Dimana tema yang diangkat adalah budaya ikonik dari Tanah Riau, pacu jalur, sebuah perlombaan perahu tradisional yang bukan hanya adu cepat tetapi juga simbol kekompakan, semangat kolektif, dan warisan budaya.

“Semoga festival ini terus tumbuh sebagai simbol kebanggaan Indonesia. Dari Tomohon kita kirim pesan kepada dunia, inilah Indonesia indah dalam keberagaman, kuat dalam sinergi, besar dalam budaya,” ujar Menteri Pariwisata.

Kementerian Pariwisata dikatakan Menteri Pariwisata Widiyanti akan terus mendukung penguatan tata kelola event daerah seperti TIFF melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan ekosistem kreatif, serta promosi yang lebih luas ke pasar internasional.

Hal ini juga sejalan dengan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Koperasi Merah Putih. Yang diharapkan memperkuat ekosistem pariwisata di daerah.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyampaikan kelestarian Kota Tomohon dengan ribuan bunga yang menawan berkat keterlibatan semua pihak. Hal ini membuktikan kekuatan kolaborasi antara petani, pelaku pariwisata, dan pemerintah daerah.

Yulius berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga para petani bunga mendapat akses teknologi dan pasar internasional, pelaku ekonomi kreatif mendapatkan pelatihan branding, serta infrastruktur pendukung terintegrasi.

“Ini adalah tonggak penggerak pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan festival ini sebagai daya tarik wisata. Kita dorong peningkatan kunjungan mancanegara, perluasan lapangan kerja, serta pertumbuhan UMKM berbasis budaya lokal,” ujar Yulius.

Salah satu pengunjung yang berasal dari Papua Ratna Donggori menyampaikan antusiasmenya terhadap ajang TIFF ke-13. Ratna mengaku sebelumnya ia hanya melihat festival ini melalui televisi atau YouTube. Oleh karena itu secara khusus ia beserta keluarga berkunjung ke Tomohon untuk melihat langsung kemeriahan dari festival bunga Tomohon.

“Semoga TIFF lebih bagus lagi, lebih ramai lagi, partisipasi yang lain bisa diajak untuk ikut menyemarakkan dan meramaikan,” kata Ratna.

TIFF 2025 akan berlangsung selama lima hari mulai 8-12 Agustus 2025 yang akan diisi dengan sejumlah agenda seperti Kongres Citynet Chapter Indonesia, Diplomatic Tour, dan Tourism Trade and Floriculture Expo.

Turut hadir Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi; Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk; para delegasi dari berbagai negara sahabat; serta sejumlah pemangku kepentingan.

Hadir mendampingi Menteri Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pesan Wali Kota untuk Calon Paskibraka Cimahi: Setiap Tetes Keringat Adalah Bagian Pengabdian pada Bangsa

Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara resmi membuka kegiatan Pemusatan Latihan Calon Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi, Senin (11/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang terpilih.

“Atas nama Pemerintah Kota Cimahi, kami mengucapkan selamat atas terpilihnya adik-adik sekalian sebagai Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025. Semoga ananda semua sukses mengikuti pembinaan dan pelatihan Paskibraka hingga tuntas,” ujarnya.

Ngatiyana menekankan bahwa anggota Paskibraka merupakan pemuda-pemudi pilihan yang telah melalui proses seleksi ketat. “Hari ini Kota Cimahi melakukan tahapan pemusatan latihan Paskibraka agar anak-anakku semuanya dapat menampilkan performa yang terbaiknya,” tambahnya.

Kepada para peserta, Ngatiyana menyampaikan empat pesan penting, mulai dari menjaga semangat, menerapkan disiplin tinggi, membangun kebersamaan, hingga menjaga kesehatan fisik dan mental. “Setiap tetes keringat yang kalian keluarkan adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa,” ungkapnya.

Ngatiyana berharap, para peserta mampu memberikan pengaruh positif, baik di lingkungan tempat tinggal masing-masing maupun dalam pergaulan di masyarakat. Tak lupa, Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, pihak sekolah, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses seleksi dan pelatihan para Paskibraka.

“Semoga mereka menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya yang ada di sekolahnya masing-masing,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kebijakan Transportasi Gubernur Pramono Diapresiasi Wamendagri Bima Arya di Forum ASEAN 2025

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir sebagai pembicara di ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) 2025 pada hari kedua kunjungan kerjanya ke Kuala Lumpur, Malaysia. Kehadirannya di forum ini menegaskan keseriusan Jakarta untuk menembus Top 20 Global City pada 2045 dengan menempatkan keberlanjutan (sustainability) sebagai fondasi utama pembangunan kota.

“Hari ini saya ingin membagikan rencana jangka panjang Jakarta untuk menjadi salah satu dari 20 kota global teratas di dunia. Perjalanan ini akan kita tempuh dengan transformasi berkelanjutan, kolaborasi kuat, dan kemajuan bersama, sejalan dengan semangat ASEAN,” ujar Gubernur Pramono, pada Selasa (12/8).

Ia memaparkan, saat ini Jakarta berada di peringkat 74 dalam Kearney’s 2024 Global Cities Index. Untuk naik peringkat, Jakarta telah menyiapkan peta jalan menuju 2045 yang mencakup penguatan sumber daya manusia, transformasi birokrasi, penguatan identitas budaya, komunikasi publik yang transparan, serta pengurangan emisi dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.

Gubernur Pramono menegaskan, peran Jakarta dalam ASEAN Community Vision 2045 diwujudkan melalui berbagai inisiatif prioritas.

“Kami membangun Jakarta Future Festival sebagai platform dialog kebijakan inklusif dan keterlibatan warga. Kami menerapkan gender-responsive governance melalui layanan transportasi umum khusus perempuan seperti bus TransJakarta khusus perempuan, dan program kesehatan komunitas Pasukan Putih yang memprioritaskan layanan kesehatan rumah (home service) bagi lansia. Kami juga mengembangkan balai latihan kerja untuk mencetak tenaga kerja siap pasar, serta memperluas aplikasi JAKI agar layanan publik semakin terhubung dan mudah diakses,” jelasnya.

Gubernur Pramono menutup sambutannya dengan ajakan memperkuat kolaborasi lintas sektor di ASEAN. “Jakarta akan terus memimpin pembangunan nasional dan berdiri sebagai kota yang terkoneksi secara global, di mana tidak ada satu pun yang tertinggal.”

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya, juga hadir memberikan sambutan. Ia memaparkan program keberlanjutan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memberikan apresiasi terhadap kebijakan Pemprov DKI yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum setiap Rabu.

“Kebijakan ini adalah langkah berani untuk mendorong perubahan perilaku demi keberlanjutan. Jakarta memberi contoh nyata bahwa transformasi harus dimulai dari pemerintahan,” ujarnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Viral Pernyataan Semua Tanah Milik Negara, Menteri Nusron Klarifikasi Sampaikan Permintaan Maaf

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang menyebut “semua tanah milik negara” sempat memicu kontroversi di media sosial. Dalam pernyataannya yang terekam dalam sebuah video, Nusron menjelaskan bahwa masyarakat hanya menguasai tanah karena memperoleh hak kepemilikan dari negara.

Ucapannya tersebut mendapat kritik keras dari publik dan memunculkan perdebatan luas. Menanggapi hal itu, Menteri Nusron kemudian menyampaikan permohonan maaf melalui video klarifikasi yang diunggah akun Instagram resmi Kementerian ATR/BPN pada Senin (11/8/2025).

Dalam video tersebut, Menteri Nusron meminta maaf atas ucapannya yang dianggap menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan.

Ia menegaskan bahwa maksud pernyataannya adalah negara berperan mengatur hubungan hukum antara rakyat sebagai pemilik tanah dengan tanah yang dimilikinya, yang kemudian dibuktikan melalui sertifikat.

“Yang benar adalah negaralah yang mengatur hubungan hukum antara rakyat sebagai pemilik tanah dengan tanahnya. Hubungan hukum itu yang kemudian disebut dengan sertifikat,” jelas Menteri Nusron.

Menteri Nusron menekankan, pernyataan mengenai negara sebagai pemilik tanah tidak dimaksudkan untuk meniadakan hak kepemilikan masyarakat.

“Bukan berarti rakyat sama sekali tidak memiliki tanah. Tidak benar,” tegasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Indonesia–Peru Tandatangani IP CEPA yang Rampung Hanya dalam 14 Bulan

Indonesia dan Peru resmi menandatangani tiga dokumen kerja sama strategis dalam kunjungan kenegaraan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra pada Senin, 11 Agustus 2025. Dari tiga dokumen, salah satu dokumen yang ditandatangani yakni persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Peru (IP CEPA) yang dapat memperluas akses pasar dan aktivitas perdagangan kedua negara.

“Saya menyambut dengan sangat hangat penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Peru CEPA, comprehensive economic partnership agreement. Perjanjian ini akan memperluas akses pasar, serta meningkatkan aktivitas perdagangan kedua negara,” ucap Presiden Prabowo dalam keterangan pers bersama Presiden Peru di Istana Merdeka, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengapresiasi keberhasilan penyelesaian perundingan dalam waktu singkat. Menurut Presiden Prabowo, hanya dalam kurun waktu 14 bulan, IP CEPA telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua negara.

“Biasanya perundingan ini memakan waktu bertahun-tahun. Kita, Peru dan Indonesia berhasil dalam 14 bulan kita selesaikan perjanjian ini. Di semua sektor kita akan kerja sama untuk meningkatkan perdagangan di antara kedua negara kita,” tambahnya.

Senada, Presiden Dina Boluarte juga turut menyambut baik penandatanganan IP-CEPA pada kunjungan ini. Presiden Dina Boluarte pun meyakini bahwa persetujuan ini akan membawa manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat kedua negara.

“Ketika berlaku, CEPA akan memperkuat hubungan ekonomi perdagangan, mendorong pertukaran barang, dan menjadi dasar perjanjian masa depan di bidang investasi, jasa, perdagangan elektronik, dan lainnya. CEPA adalah bukti tekad pemerintah kita untuk mendorong perdagangan dan lebih bebas dan memperkuat perekonomian,” kata Presiden Peru.

Selain CEPA, kedua negara juga menandatangani deklarasi bersama pada perayaan 50 tahun hubungan diplomatik. Presiden Dina Boluarte mengatakan bahwa dengan deklarasi ini memuat tekad untuk memperdalam hubungan bilateral dan mengeksplorasi kerja sama baru di berbagai bidang.

“Dengan adanya perjanjian seperti itu, memberikan satu gambaran bahwa kita akan melakukan hubungan lebih baik, dan momen terbaik ke depan untuk bisa kedua negara. Dan ini akan memperkuat momentum positif yang tadi saya katakan untuk masa depan,” ucapnya.

Dokumen lainnya yang turut ditandatangani dalam pertemuan kedua pemimpin negara hari ini yakni memorandum saling pengertian antara Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan Komisi Nasional untuk Pengembangan dan Hidup tanpa Narkoba Republik Peru tentang kerja sama teknis dalam pemberantasan produksi gelap, persiapan, dan perdagangan gelap narkotika, bahan-bahan psikotropika, dan prekursor.

Melalui kesepakatan ini, Indonesia dan Peru berkomitmen berbagi pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik dalam memerangi produksi dan perdagangan ilegal narkotika, psikotropika, serta bahan prekursor yang membahayakan masyarakat.

“Kita sepakat juga kerja sama dalam pemberantasan narkotika, perdagangan ilegal. Ini yang sangat membahayakan kedua negara kita,” ujar Presiden Prabowo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT ke-48, OJK Perkuat Peran Pasar Modal untuk Ekonomi Maju dan Modern

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Pasar Modal Indonesia sebagai pilar pembiayaan pembangunan nasional, mendorong kemandirian dan kedaulatan ekonomi, serta mempercepat transformasi menuju ekonomi yang sejahtera, maju, dan modern.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya pada Peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang mengusung tema “Mewujudkan Ekonomi Mandiri, Berdaulat, dan Maju Bersama” di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin.

“Tema ini menegaskan komitmen kita mendukung program Asta Cita pemerintah melalui penguatan fungsi pasar modal dalam mendor​ong kemandirian ekonomi yang membuka akses kepada masyarakat luas, memperkuat kedaulatan ekonomi nasional, serta mempercepat transformasi menuju ekonomi Indonesia yang sejahtera, maju, dan modern. Tema ini juga sejalan dengan tema hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia tahun ini, bersatu berdaulat rakyat sejahtera, Indonesia maju,” kata Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra memaparkan bahwa sepanjang Semester 1 tahun 2025 ekonomi Indonesia tetap tumbuh sebesar 5,12 persen (yoy) yang mencerminkan kokohnya fondasi ekonomi nasional dengan Pasar Modal Indonesia yang berperan penting dalam menopang stabilitas ekonomi.

“Meskipun pada kuartal kedua dan awal tahun ini pasar modal Indonesia menghadapi tekanan berat, kita tetap mampu menunjukkan resiliensi dan kapasitas adaptasi yang baik. Ini menjadi bukti bahwa infrastruktur pasar modal kita semakin tangguh dalam menghadapi gejolak eksternal, sekaligus mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kepastian,” kata Mahendra.

Hingga 8 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.533,39 atau menguat 6,41 persen (ytd), dengan kapitalisasi pasar naik 9,88 persen menjadi Rp13.555 triliun. Pasar Surat Utang juga tumbuh positif, dengan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 7,42 persen menjadi 421,81.

Aktivitas penghimpunan dana melalui Penawaran Umum tetap positif, dengan 128 pernyataan pendaftaran bernilai total Rp144,78 triliun telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK, termasuk 16 emiten baru. Di sektor pembiayaan UMKM, penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) tercatat mencapai Rp1,64 triliun dari 876 UKM melalui 18 penyelenggara berizin.

Jumlah investor terus meningkat signifikan, mencapai 17,57 juta atau tumbuh 18,15 persen (ytd), dengan mayoritas 54,25 persen berusia di bawah 30 tahun. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana per 7 Agustus 2025 tercatat Rp548,49 triliun atau naik 9,86 persen (ytd), sementara Asset Under Management (AUM) meningkat 4,92 persen menjadi Rp878,59 triliun. Pasar Modal Syariah juga menunjukkan perkembangan signifikan, dengan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 17,96 persen menjadi 254,39 poin dan kapitalisasi pasar syariah tumbuh 24,33 persen menjadi Rp8.485,79 triliun.

Pengakuan internasional terhadap reputasi tata Kelola Emiten Indonesia juga mencatatkan sejumlah prestasi. Dalam ASEAN Corporate Governance Conference & Awards 2025 di Malaysia, Indonesia mencatat kenaikan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard sebesar 9 persen, tertinggi di ASEAN. Sebanyak empat emiten masuk Top 50 ASEAN, termasuk dua emiten perbankan yang menempati posisi 10 besar terbaik dan jumlah perusahaan yang meraih predikat ASEAN Asset Class meningkat dari sembilan menjadi 23 perusahaan.

Sejak beroperasi pada 2023 hingga 8 Agustus 2025, Bursa Karbon Indonesia mencatat 117 pengguna jasa, volume perdagangan 1,59 juta tCO₂ ekuivalen, dan nilai transaksi Rp77,96 miliar. Tahun ini juga menandai perdagangan karbon internasional pertama di Indonesia dengan volume 49.547 tCO₂ ekuivalen. Sementara itu, pengalihan pengaturan dan pengawasan keuangan derivatif ke OJK sejak awal 2025 memperkuat integrasi pengawasan sektor keuangan nasional.

Mahendra juga menyampaikan bahwa dalam menjawab arah kebijakan pasar, OJK bersama seluruh stakeholders di Pasar Modal terus memperkuat tiga pilar utama pengembangan Pasar Modal nasional.

Pertama, peningkatan suplai melalui akselerasi pencatatan perusahaan potensial termasuk UMKM dan startup digital, serta pengembangan instrumen pembiayaan inovatif seperti green bonds, sukuk wakaf, dan securities crowdfunding. Kedua, penguatan permintaan dengan memperluas basis investor ritel domestik, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperluas partisipasi investor institusi. Ketiga, penguatan infrastruktur pasar dan partisipan melalui transformasi digital, perbaikan sistem pengawasan terintegrasi, dan peningkatan kapasitas kelembagaan.

Selanjutnya, dari sisi pengembangan ketentuan, sejak HUT tahun lalu hingga 8 Agustus 2025, OJK telah menerbitkan 18 regulasi (14 POJK dan 4 SEOJK) yang berfokus pada penguatan likuiditas, pengelolaan investasi, pasar syariah, dan keuangan derivatif. OJK juga menerbitkan 8.112 perizinan, menyelesaikan 434 pengaduan, dan menjatuhkan 401 sanksi dengan total denda Rp43,12 miliar.

Pada peringatan HUT ke-48 ini diwarnai dengan peluncuran sejumlah program strategis, antara lain “Sekolah Pasar Modal untuk Negeri” berupa Program Edukasi 30.000 Mahasiswa, Pencanangan Kampus Penggerak Literasi dan Inklusi Pasar Modal, serta partisipasi pasar modal dalam program prioritas pemerintah berupa “Sekolah Rakyat. Selain itu, untuk mendorong partisipasi publik yang lebih luas, diselenggarakan “Capital Market Run” sebagai sarana literasi dan inklusi pasar modal yang sehat dan menyenangkan.

Peringatan HUT Pasar Modal kali ini juga menjadi momentum untuk mengenang tonggak sejarah penting, yakni 10 Agustus 1977, ketika pemerintah secara resmi mengaktifkan kembali Pasar Modal Indonesia setelah sempat terhenti pasang surut sejak masa kolonial. Sejak saat itu, tanggal 10 Agustus ditetapkan dan diperingati setiap tahun sebagai Hari Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

OJK mengajak seluruh pihak, pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, dan masyarakat, untuk bersinergi mewujudkan pasar modal yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing global, sehingga dapat mendukung kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News