Beranda blog Halaman 903

Bupati Karanganyar Rober Christanto Resmi Jadi Dewan Pembina Senkom Mitra Polri

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., secara resmi diangkat menjadi Dewan Pembina Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar. Pengangkatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda “Ngopi Bareng Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar” yang digelar di Komplek Gedung Serbaguna Budi Luhur Mulia, Gemawang Ngemplak, Karangpandan, pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Acara tersebut diadakan dalam suasana hangat dan kekeluargaan sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi mitra Polri dalam mendukung pembangunan Karanganyar menuju “Karanganyar Baru.” H. Rober Christanto menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung langkah Senkom Mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta membangun kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Karanganyar.

Ketua Senkom Mitra Polri Karanganyar juga menyambut baik pengangkatan Bupati sebagai Dewan Pembina, berharap sinergi ini dapat memberikan dampak positif dalam menjaga situasi kondusif dan mendukung program pembangunan di wilayah Karanganyar.

Acara “Ngopi Bareng” ini tidak hanya menjadi momen pengangkatan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan diskusi bersama berbagai elemen masyarakat dalam rangka sesarengan membangun Karanganyar yang lebih maju dan aman.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis, Anak Sekolah di Banyumas Siap Hidup Sehat

Pemerintah Kabupaten Banyumas meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko kesehatan pada siswa dari tingkat SD hingga SMA. Peluncuran program dilakukan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono pada Senin (04/08/25) di SMA N 2 Purwokerto.

​​Program CKG ini merupakan bagian dari tiga prioritas utama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang berfokus pada pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, dr. Widyana Grehatuti, program ini menyasar seluruh siswa usia 7-17 tahun di Banyumas.

​Petugas puskesmas setempat akan mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan. Widyana menjelaskan, untuk siswa SD, pemeriksaan akan dilaksanakan bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

​Tujuan utama CKG adalah meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya perilaku hidup sehat, seperti:

  • ​Membiasakan sarapan sehat dan aktivitas fisik.
  • ​Minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin setiap minggu.
  • ​Edukasi kesehatan secara berkala.

​Jenis Pemeriksaan Sesuai Jenjang Pendidikan
​Jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa, mengacu pada data dari Kementerian Kesehatan RI:

  • ​SD: Pemeriksaan status gizi, tuberkulosis, dan tingkat aktivitas fisik.
  • ​SMP: Skrining talasemia dan gula darah.
  • ​SMA: Skrining kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi, dan anemia remaja.

​Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut baik program ini sebagai langkah awal untuk menciptakan generasi muda yang lebih sehat. Ia menekankan bahwa anak yang sehat dan bergizi baik akan tumbuh menjadi penerus bangsa yang cerdas, kuat, dan tangguh.

​Program ini adalah implementasi dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah pusat dan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan anak-anak di Banyumas mendapatkan akses kesehatan yang layak dan menyeluruh.

​Bupati berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena CKG tidak hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan penyakit yang mungkin belum menunjukkan gejala.

​Selain itu, ia juga mengingatkan para tenaga kesehatan untuk melayani anak-anak dengan tulus.

“Ingatlah bahwa Saudara-Saudara adalah garda terdepan dalam upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Saksikan Penandatanganan Pakta Integritas BUMD, Gubernur Pramono Tekankan Profesionalisme dalam Pengelolaan Perusahaan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyaksikan Penandatanganan Pakta Integritas dan Key Performance Indicator (KPI) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Rabu (6/8). Dalam arahannya, Gubernur Pramono menekankan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan yang tersistem dengan baik di setiap BUMD Jakarta.

“Untuk Key Performance Indicator (KPI), ini tolong betul-betul dijaga. Menurut saya, track record itu menjadi hal yang penting. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi penataan BUMD yang ada di Jakarta,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono berpesan agar jajaran BUMD berorientasi kerja secara profesional. Ia mengimbau BUMD Jakarta dapat go public melalui Initial Public Offering (IPO). Dalam waktu dekat, ada dua BUMD Jakarta yang akan melantai di bursa efek, yaitu Bank Jakarta dan PAM Jaya.

“Saya yakin, saya lihat respons publiknya, dua BUMD ini bisa kita lakukan IPO, kemudian disusul BUMD lainnya. Saya juga mengapresiasi gagasan dan ide di lapangan untuk pengembangan BUMD menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Gubernur Pramono berharap, penataan BUMD ini dapat mendorong Jakarta semakin sejajar dengan kota-kota global lainnya. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan kerja kolosal di setiap jajaran BUMD, dari komisaris, direktur, hingga seluruh pegawai, dalam mewujudkan BUMD yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Saya memberikan kepercayaan sepenuhnya dan berharap mudah-mudahan ini bisa terkelola dengan baik. Sehingga, harapan Jakarta menjadi Top 50 Global City di tahun 2030 bisa kita raih bersama,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Rakor Akselerasi Pembangunan NTT, Gus Ipul Tekankan Data Tunggal dan Strategi Pemberdayaan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan pentingnya penyusunan program yang berpedoman pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta perubahan paradigma dari pemberian bantuan sosial ke pemberdayaan.

Hal ini disampaikan Gus Ipul saat menghadiri secara virtual Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi Program Pemerintah Pusat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rapat yang digelar secara hybrid ini dihadiri oleh berbagai perwakilan Kementerian dan Lembaga serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT.

“Kami ingin mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk kolaborasi antara pusat, daerah, antara kementerian dan lembaga, tapi juga penting untuk mengajak BUMN, lembaga filantropi seperti Baznas dan lain sebagainya, untuk kita ajak bersama-sama menggunakan data yang sama dan berbagi peran dalam rangka memberdayakan keluarga-keluarga, yang kita anggap perlu untuk didampingi dan dibina sampai bisa graduasi atau bisa diwisuda sebagai keluarga yang mandiri dan sejahtera,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Sebagai langkah strategis dalam upaya menghadirkan bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN. Data ini merupakan peleburan dari Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Data tersebut adalah data yang harus jadi perdoman bagi semua Kementerian dan Lembaga termasuk juga Pemerintah Daerah. Saya kira ini adalah pertama kali Indonesia memiliki data tunggal yang harus terus kita lakukan pemutakhiran karena data ini adalah data dinamis,” ujarnya.

Gus Ipul mengajak Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT untuk selalu membantu pemutakhiran data, mengingat DTSEN bersifat dinamis karena setiap hari ada masyarakat yang meninggal dunia, lahir, dan berpindah tempat. Pemutakhiran data penting dilakukan agar data semakin akurat dan bansos tepat sasaran.

“Ini penting untuk kita pahami bersama bahwa Bapak-Ibu sekalian jangan kita sendiri-sendiri, mungkin dulu masih sendiri-sendiri karena datanya juga beda-beda, dulu Kementerian Sosial punya sendiri, Bappenas punya sendiri, Pemerintah Provinsi mungkin NTT juga punya sendiri, Kabupaten/Kota juga punya sendiri, tapi hari ini data kita sudah harus dilebur jadi satu menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional,” urainya.

Selain menekankan acuan satu data, Gus Ipul juga mengajak pemerintah daerah untuk mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bansos untuk lebih berdaya dan mandiri dengan program-program pemberdayaan yang ada.

Kementerian Sosial melalui Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mempunyai target setiap tahun minimal satu pendamping bisa mengraduasi 10 KPM. Target ini diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan secara siginifikan dan KPM menjadi keluarga yang lebih berdaya.

“Kita ingin mengajak mereka yang selama ini menerima Bansos, kecuali yang lansia dan penyandang disabilitas, untuk memiliki semangat yang sama dengan kita, mereka mau untuk bisa menjadi keluarga yang lebih sejahtera. Maka kita harus sadarkan, kita harus ajak, kita harus membangun kesadaran bahwa Bansos itu sementara, berdaya itu selamanya,” katanya.

Gus Ipul menjelaskan pemberdayaan menjadi arah Pembangunan Presiden Prabowo. Hal itu ditunjukkan salah satunya dengan membentuk Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, sehingga pemberdayaan harus diperkuat termasuk di daerah.

“Kalau selama ini adalah social protection heavy, maka kita harus geser juga ke kanan untuk diseimbangkan dengan memperkuat empowering heavy-nya,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan rapat koordinasi ini dalam rangka memastikan seluruh program pemerintah pusat di NTT bisa berjalan dengan baik.

“Acara ini lahir dari beberapa kali ada kunjungan dari Pak Menko atau yang diutus oleh Pak Menko dari Jakarta, baik Menko Polkam, kemarin hadir langsung Menko Pangan dan beberapa wakil menteri yang ada di sini, yang meminta agar berbagai Program Pusat yang ada di NTT ini bisa dikerjakan dalam tahun ini,” urainya.

Rakor ini bertujuan mengindentifikasi strategi percepatan dan hambatan implementasi program regional, meningkatkan kolaborasi pusat dan daerah serta antara kabupaten/kota, merumuskan rencana tingkat tindak lanjut serta pembentukan kelompok kerja atau satuan tugas, dan mewujudkan strategi sinegritas antara program pemerintah pusat dan program pemerintah daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian Transmigrasi Advokasi Lahan Transmigran yang Mengalami Masalah

Saat memberi sambutan dalam ‘Rapat Koordinasi, Advokasi, dan Penguatan Kapasitas Stakeholder Perencanaan Kawasan Transmigrasi’, Kendari, 4/8/2025, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan kepada 120 peserta rapat, tumpang tindih lahan kawasan transmigrasi tidak hanya dengan kawasan hutan namun juga dengan lahan milik pemerintah daerah, perusahaan swasta, PTPN, dan pihak lainnya. Akibat yang demikian maka terjadi berbagai persoalan terkait surat, dokumen, sertipikat, dan legalitas kepemilikan lainnya.

Diceritakan transmigran yang lahannya sudah berstatus SHM, tiba-tiba kawasan transmigrasi dimasukan dalam kawasan lain atau menjadi hak milik pihak lain, akibatnya status SHM menjadi masalah. Hal demikian menyebabkan terjadinya keresahan bagi transmigran sebab mereka sudah berpuluh-puluh tahun menempati kawasan itu. “Hidup mereka menjadi terancam”, ujarnya.

Masalah lahan yang dihadapi transmigran menurut Viva Yoga menjadi tanggung jawab Kementerian Transmigrasi untuk melakukan advokasi. “Hal semacam ini harus kita luruskan”, tegasnya. “Transmigran yang mengalami masalah pertanahan harus diberi bantuan hukum”, tambahnya.

Salah satu kebijakan yang telah dibuat akibat tumpang tindih lahan kawasan transmigrasi dengan kawasan hutan sebenarnya mengacu pada hasil Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Kementerian Transmigrasi yang digelar pada 30 Juni 2025. Dalam Kesimpulan disebut, Komisi V meminta Pemerintah untuk mengeluarkan seluruh kawasan hutan yang berada di kawasan transmigrasi harus dilepaskan status kawasan hutannya.

Selain mengacu pada hasil rapat dengan Komisi V, Kementerian Transmigrasi untuk menuntaskan masalah lahan ditempuh lewat program Transmigrasi Tuntas. Program ini mencari solusi dari masalah dengan mensinergikan kebijakan dengan kementerian lain terutama dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan. “Integrasi kebijakan akan memberikan solusi yang cepat”, ujarnya.

Selain itu meminta kepada Bappenas agar saat penyusunan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kementerian Transmigrasi dilibatkan. “Jangan hanya Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Kehutanan”, ujarnya. Diungkap Kementerian Transmigrasi memiliki 619 kawasan transmigrasi, 153 di antaranya adalah  kawasan prioritas nasional. “Di sinilah pentingnya Kementerian Transmigrasi dilibatkan agar jangan sampai proses kebijakan negara menjadi masalah karena data spasial kurang cukup sehingga menyebabkan kebijakan itu tidak terintegrasi dengan baik”, ujar Wakil Ketua Umum PAN itu.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (purn.) Andi Sumangerukka, Viva Yoga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam rangka untuk merencanakan, mengadvokasi, tentang beberapa persoalan dan memetakan tentang kondisi riel lahan transmigrasi agar proses untuk pencapaian solusi tidak ada masalah terselesaikan dengan baik dan penataan terhadap rencana kawasan transmigrasi terintegrasi dengan kementerian yang lain.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Kemkomdigi & Monash University Perkuat Kolaborasi AI untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Monash University Indonesia memperkuat inisiatif kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) di bidang perlindungan publik, khususnya bagi perempuan dan anak.

Inisiatif ini bertautan pula dengan kegiatan AI for Law Enforcement and Community Safety (AILECS) yang akan diselenggarakan di Indonesia pada April 2026.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan dukungan penuh Kemkomdigi terhadap inisiatif tersebut, yang juga akan membahas terkait penegakan hukum dan kebijakan AI.

“Kami memberikan apreasiasi dan siap bekerja sama dalam penyiapan dan pelaksanaan AILECS tersebut. Kegiatan ini akan menjadi ajang besar yang mampu menarik partisipasi talenta digital muda Indonesia,” ungkapnya saat menerima audiensi Monash University Indonesia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (01/08/2025).

Wamen Nezar Patria pun yakin acara tersebut dapat menghadirkan berbagai kegiatan untuk mendorong pengembangan SDM AI di Indonesia, tidak hanya di sektor hukum dan kebijakan, namun juga di sektor prioritas lainnya.

“Bentuk kegiatannya bisa berupa hackathon atau lokakarya tentang AI di bidang pendidikan, kesehatan, dunia kerja, trasportasi, dan lainnya,” ujarnya.

Sejumlah sektor saat ini memang terdampak oleh perkembangan teknologi AI sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan adopsi AI di di sejumlah sektor terkait.

Presiden Monash University Indonesia Matthew Nicholson pun menjelaskan AILECS merupakan kolaborasi antara Monash University dan Kepolisian Federal Australia, serta melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di berbagai negara secara inklusif.

Penyelenggaraan kegiatan AILECS di Indonesia diharapkan dapat menjadi ajang berkumpul para pengampu kebijakan serta pemangku kepentingan teknologi digital dan internet di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mendiskusikan masa depan pemanfaatan AI di berbagai bidang.

“Akan ada sejumlah diskusi tentang pemanfaatan AI diantaranya pada bidang pendidikan, kesehatan, serta perlindungan hukum bagi perempuan dan anak,” tuturnya.

Sejumlah hal lain yang turut didiskusikan dalam pertemuan tersebut diantaranya adalah inisiatif kerjasama multi-stakeholder antara pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dan sektor privat terkait riset kolaboratif, penguatan kurikulum dan materi ajar, hingga perkuliahan tamu (general lecture) berkala yang menghadirkan para pakar AI nasional maupun mancanegara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Mendikdasmen Menerima Gelar Tokoh Pendidikan dari Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Indonesia di UNM

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Nasional dari Forum Fakultas Ilmu Pendidikan se-Indonesia di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (2/8). Penghargaan kepada Abdul Mu’ti diberikan sebagai apresiasi atas kinerjanya dalam mendorong penguatan pendidikan dasar, pengembangan guru, serta inovasi dalam bidang pendidikan.

Piagam penghargaan ini diserahkan langsung oleh Rektor UNM, Karta Jayadi, dalam peringatan Dies Natalis ke-64 UNM. Kegiatan ini bertepatan dengan penyelenggaraan Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Indonesia (FFIPI) yang dihadiri para dekan dan akademisi dari seluruh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia.

Selepas menerima penghargaan tersebut, Menteri Mu’ti menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, capaian ini merupakan sebuah tanggung jawab moral untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Terima kasih kepada Bapak Rektor Universitas Negeri Makassar dan juga Forum LPTK seluruh Indonesia yang telah memberikan penghargaan ini. Ini adalah hadiah bagi para pendidik di seluruh Indonesia, dan sekaligus tantangan bagi saya untuk terus berdedikasi dan berinovasi dalam menyediakan layanan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya kolaborasi dan spiritualitas dalam menjalankan amanah pendidikan. “Mudah-mudahan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa membimbing dan menuntun kita untuk berkhidmat memajukan umat dan bangsa”.

Karta Jayadi menyampaikan bahwa pemberian gelar Tokoh Pendidikan kepada Abdul Mu’ti merupakan hasil kesepakatan kolektif Forum Fakultas Ilmu Pendidikan Indonesia. “Setiap forum kami selalu menetapkan tokoh pendidikan pilihan, dan dalam forum kali ini, atas kesepakatan bersama seluruh peserta, penghargaan kami anugerahkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti,” jelas Karta.

Pengakuan terhadap peran strategis Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, sebagai tokoh inspiratif di bidang pendidikan nasional juga mengemuka di berbagai kesempatan. Setelah sebelumnya ia menerima penghargaan sebagai salah satu dari 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah dari Suara Merdeka, pada kesempatan berbeda yakni di Kota Malang Menteri Mu’ti kembali menerima penghargaan serupa.

Di sana, ia dikukuhkan sebagai Pendekar Kepala Kehormatan Tapak Suci dalam acara Kejuaraan Dunia Tapak Suci 2025 di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur (1/8). Hal ini menegaskan konsistensinya dalam membentuk generasi berkarakter melalui pendidikan, dakwah, dan budaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan Pendukung Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf oleh BWI Awards

Kementerian ATR/BPN mendapatkan penghargaan dalam acara Badan Wakaf Indonesia (BWI) Awards kategori Pendukung Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf oleh BWI.

Penerimaan penghargaan ini diwakili oleh Wakil Menteri ATR (Wamen)/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, di Jakarta, Selasa (05/08/25).

“Sertipikasi tanah wakaf ini merupakan program prioritas dari Pak Menteri Nusron. Kami dari Kementerian ATR/BPN menerima ini dengan penuh rasa bangga dan berharap bisa meningkatkan ataupun melanjutkan kerja kita untuk percepatan sertipikasi tanah wakaf di seluruh Indonesia,” ujar Wamen Ossy di hadapan awak media usai acara berlangsung.

Wamen Ossy menjelaskan, Kementerian ATR/BPN bersama Kementerian Agama sebelumnya telah melakukan penandatanganan MoU terkait pelaksanaan wakaf. “Langkah yang paling penting adalah validasi data wakaf. Kementerian Agama memberikan data jumlah tempat ibadah di seluruh Indonesia, kemudian dari datanya kita validasi, untuk kemudian kita atur berapa target sertipikasinya per tahunnya,” jelasnya.

Program sertipikasi tanah wakaf ini, juga sejalan dengan tujuan Asta Cita yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Untuk mendukung Asta Cita, tentunya kita ketahui pengelolaan tanah dan tata ruang menjadi sangat penting yang mana prinsipnya adalah harus berkeadilan. Jika pengelolaan tanah wakaf dan rumah ibadah bisa dilakukan dengan baik, harapannya akan meminimalisir sengketa, konflik dan perkara pertanahan dalam hal wakaf dan rumah ibadah,” terang Wamen Ossy.

Oleh karena itu, Wamen Ossy juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki tanah-tanah yang memang diniatkan untuk wakaf ataupun yang sekarang juga sudah berfungsi untuk wakaf dan ibadah, agar segera mengurus sertipikasi tanahnya ke Kantor Pertanahan di Kota/Kabupaten setempat.

“Jangan segan-segan datang ke Kantor Pertanahan untuk diuruskan sertipikat tanah wakafnya. Karena, dari Kementerian ATR/BPN akan menjamin kemudahan dan percepatan legalisasi aset tanah wakaf agar bermanfaat untuk umat,” imbau Wamen Ossy.

Dalam kegiatan ini, penghargaan untuk Kementerian ATR/BPN diserahkan oleh Kepala BWI, Kamaruddin Amin. Kegiatan ini juga dibuka oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani. Turut hadir memberikan sambutan, Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan BWI dari seluruh Indonesia.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mendes Yandri: Kabarharkam Layak jadi Inspirasi Para Santri

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri Komjen Pol Fadhil Imran menyambangi Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun pada Selasa (5/8/25).

Kedatangan keduanya disambut Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah bersama Kapolres Kota Serang, Kabupaten Serang dam Kota Cilegon.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara Polri, pemerintah, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun ketahanan sosial dan keamanan di tingkat desa.

Mendes Yandri mengatakan, sosok Fadhil Imran layak dijadilan contoh dan inspirasi bagi santri.

“Kehadiran Kabarharkam diharapkan bisa menjadi pemacu dan pemicu para Santri untuk terus bekerja keras karena selalu ada jalan jika ingin sukses,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Mendes Yandri mengatakan jika pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan desa.

Program Polri yang menggandeng Pondok Pesantrean itu seiring dengan Program Kementerian Desa PDT yang jadikan Pesantren sebagai benteng untuk melindungi desa dari hal-hal yang tidak baik.

Mendes Yandri menegaskan jika Pondok Pesantren berperan penting dalam membentuk karakter dan mencegah buta aksara Al-Qur’an.

Mantan Anggota DPR RI itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pesantren dan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat desa.

Sementara itu Kabaharkam Polri Komjen Fadhil Imran menekankan pentingnya peran pesantren dalam menjaga stabilitas keamanan dan sosial di masyarakat.

Komjen Fadhil mengapresiasi kontribusi pesantren dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan.

Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun dikenal sebagai pusat pendidikan karakter dan keagamaan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan masyarakat desa.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah berharap kehadiran Kabaharkam Fadhil Imran bisa memberikan motivasi dan penguatan moral bagi jajaran Kepolisian yang bertugas di wilayah Kabupaten Serang.

Bupati Serang yang juga Ketua Yayasan Bai Mahdi berharap kehadiran Kabaharkam bisa lebih memotivasi para Santri dan lebih semangat untuk belajar.

“Termotivasi juga untuk menjauhi hal-hal yang tidak baik termasuk obat-obatan terlarang,” kata Bupati Ratu Zakiyah.

Turut dampingi Mendes Yandri, Dirjen PEID Tabrani dan Inspektur Jenderal Teguh.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Berapi-api, Mendes Yandri Ajak Warga Desa Perang Lawan Narkoba

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Kabaharkam Polri Mohammad Fadil Imran dan Kepala BNN Martinus Hokum membuka Kegiatan Sosialisasi Praktik Baik Desa Bersinar di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak Banten, Selasa (5/8/25) petang

Mendes Yandri mengatakan, Provinsi Banten menurut BNN, telah masuk zona kuning peredaran narkoba.

Olehnya, Mendes Yandri mengajak seluruh warga Banten untuk menyatakan perang terhadap narkoba.

“Oleh karena itu program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) akan terus kami kawal,” kata Mendes Yandri.

Untuk itu, Mendes Yandri telah meminta kepada jajaran Kemendes PDT agar tahun depan, para Kepala Desa dan Perangkat Desa termasuk BPD menjalani tes urine atau anti narkoba.

Pasalnya Kades, BPD dan Perangkat Desa adalah faktor penentu dan contoh di desa.

Alim Ulama, Kalangan Pondok Pesantren, dan sekolah-sekolah juga diminta kontribusinya untuk bersama melawan narkoba dan persempit pergerakan para Bandar Narkoba.

“Jika Kepala Desa, BPD dan seluruh elemen masyarakat desa kompak maka saya menyakini program BNN hingga ke level bawah bisa sukses,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Dengan berapi-api, Mendea Yandri minta seluruh warga negara untuk secara tegas melawan narkoba demi menyelamatkan anak cucu bangsa ini dari bahaya barang haram tersebut.

Mendes Yandri instruksikan seluruh Kepala Deaa, BPD hingga masyarakat desa untuk awasi seluruh keluarga dan warga disekitar kita. Jika ada yang mencurigkan, agar segera laporkan ke Pihak yang Berwajib.

Mendes Yandri juga menyarankan agar program Presiden Prabowo Subianto, Cek Kesehatan Gratis untuk dimaksimalkan untuk mengetahui data kesehatan individu.

Terhitung mulai tahun depan, bakal dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di setiap desa

Sementara itu Kabaharkam Komjen Fadhil Imran mengatakan, Indonesia tidak hanya berperang lawan Narkoba tapi juga menjaga masa depan generasi bangsa

Faktanya Narkoba sudah mulai masuk Desa. Oleh karena itu program Desa Bersinar yang digagas BNN menjadi sangat penting. Untuk itu pentingnya kolaborasi dan ketauladanan.

“Baharkam lewat Bhabinkamtibmas siap jadi mitra strategis BNN namun butuh dukungan dari semua kalangan masyarakat di desa, Pemerintah Desa, BPD hingga masyarakat desa,” kata Jenderal Bintang III ini.

Kepala BNN Komjen Marthinus Hukom mengatakan kehadiran Mendes Yandri, Kabaharkam Komjen Fadhil Imran, BNN, Forkompimda, Polda Banten dan seluruh warga Banten yang hadir memberikan pesan khusus buat para Bandar Narkoba.

“Bahwa Negara tidak akan mundur dan negara serius untuk perang terhadap narkoba,” kata Marthinus.

Komjen Marthinus mengatakan, sindikat narkoba saat ini terhitung menghalangi proses pembangunan manusia yang sedang digalakkan Presiden Prabowo Subianto lewat Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis hingga Koperasi Desa Merah Putih.

“Olehnya kehadiran kita ini sekaligus memastikan jika program pembangunan manusia ini terus berjalan dengan baik,” kata Komjen Marthinus.

Turut hadir Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BNN, Sekda Banten Deden Apriandhi, Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Forkompimda Provinsi Banten, Camat Cibadak Yusuf Atori, Pimpinan APDESI Banten, Kades Tambakbaya Rizky Permana, Para Kades dan Pendamping Desa.

Turut damping Mendes Yandri, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro dan Dirjen PEID Tabrani.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News