Beranda blog Halaman 910

Dialog bersama Warga di Lamandau Kalteng, Mendes Yandri Paparkan Peluang Bisnis Melalui Kopdes Merah Putih

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Mendes PDT Yandri Susanto memaparkan bahwa melalui Kopdes Merah Putih, peluang warga desa sangat beragam untuk berbisnis, dan mencakup berbagai sektor pemenuhan kebutuhan masyarakat desa.

Selain itu, dalam praktiknya, akan banyak peningkatan akses pelayanan Kopdes yang menyediakan berbagai layanan penting, seperti kesehatan, keuangan, dan kebutuhan pokok, yang mungkin sulit diakses sebelumnya.

“Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memiliki komitmen untuk mendorong Kopdes Merah Putih melalui bisnisnya. Maka harapan kami Kopdes ini harus berhasil,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat berdialog bersama warga Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (3/8/2025) malam.

Lebih lanjut, Menteri kelahiran Bengkulu Selatan itu menjelaskan, pihaknya kini tengah fokus pada penyusunan Peraturan Menteri Desa (Permendes) sesuai Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No. 49 Tahun 2025. Yang dalam Peremenkeu itu, Menteri Desa diminta untuk menyusun cara pengisian terkait Kopdes Merah Putih.

Langkah pertama dalam pengisiannya, masyarakat perlu mengunjungi situs pendaftaran resmi, memilih skema koperasi (membangun baru, mengembangkan, atau merevitalisasi), mengisi data koperasi dan desa, mengunggah dokumen, serta melengkapi informasi usaha dan notaris. Setelah itu, tunggu verifikasi dari tim Kopdes.

“Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan Surat Menteri Keuangan No. 49 Tahun 2025, dari Peraturan Menteri Keuangan itu, kami diminta untuk membuat peraturan Menteri Desa, bagaimana cara mengisi Kopdes itu,” papar mantan Anggota DPR RI ini.

“Jadi nanti pengurus Koperasi membuat usulan proposal, mau bisnis LPG, mau bisnis sembako dan lain sebagainya. Itu dibuat proposalnya dan diajukan kepada Kades, lalu diumusyawarahkan dalam Musdesus bersama BPD,” pungkasnya.

Sebelum melakukan dialog bersama ratusan warga desa dan Forkopimda setempat, Mendes Yandri didampingi Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dan Wabup, Abdul Hamid, juga menyempatkan waktunya mengunjungi lokasi Kopdes Merah Putih di desa tersebut.

Ia pun mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Kabupaten dan Pemdes dalam melakukan sejumlah percepatan dan pemanfaatan lahan, demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih itu.

Sebagai informasi, dalam kesempatan itu, Mendes Yandri didampingi Dirjen PDP Kemendes PDT, Nugroho Setijo Nagoro, dan beberapa pejabat tinggi pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Cianjur Hadiri Panen Raya Jagung Hibrida di Desa Cikidangbayabang

Bupati Cianjur, dr. Wahyu, bersama Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yongky Dhilata, menghadiri panen raya dan kegiatan serap jagung hibrida di Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Jumat (1/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Cianjur juga menyalurkan berbagai bantuan alat pertanian modern kepada kelompok tani. Diantaranya adalah kultivator, traktor, combine harvester, seller, dan dryer. Bantuan ini ditujukan untuk mempercepat proses pengolahan hasil pertanian dan mempersiapkan musim tanam selanjutnya dengan lebih optimal.

“Kita berusaha mewujudkan cita-cita dan program kerja Bapak Presiden. Bantuan ini diharapkan bisa mempercepat proses tanam dan panen, serta mendukung keberlanjutan pertanian di Cianjur,” ujar Bupati Wahyu.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Cianjur atas sinergi dan dukungannya dalam mendampingi dan mengayomi masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian.

“Kami dari pemerintah daerah terus bersinergi dengan seluruh pihak, termasuk Polres dan kelompok tani. Apapun yang kita lakukan, tujuannya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Cianjur,” tambahnya.

Bupati Wahyu juga berpesan agar alat-alat yang diberikan bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan baik, demi keberhasilan panen-panen berikutnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Dialog bersama Warga di Lamandau Kalteng, Mendes Yandri Paparkan Peluang Bisnis Melalui Kopdes Merah Putih

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Mendes PDT Yandri Susanto memaparkan bahwa melalui Kopdes Merah Putih, peluang warga desa sangat beragam untuk berbisnis, dan mencakup berbagai sektor pemenuhan kebutuhan masyarakat desa.

Selain itu, dalam praktiknya, akan banyak peningkatan akses pelayanan Kopdes yang menyediakan berbagai layanan penting, seperti kesehatan, keuangan, dan kebutuhan pokok, yang mungkin sulit diakses sebelumnya.

“Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memiliki komitmen untuk mendorong Kopdes Merah Putih melalui bisnisnya. Maka harapan kami Kopdes ini harus berhasil,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat berdialog bersama warga Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (3/8/2025) malam.

Lebih lanjut, Menteri kelahiran Bengkulu Selatan itu menjelaskan, pihaknya kini tengah fokus pada penyusunan Peraturan Menteri Desa (Permendes) sesuai Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No. 49 Tahun 2025. Yang dalam Peremenkeu itu, Menteri Desa diminta untuk menyusun cara pengisian terkait Kopdes Merah Putih.

Langkah pertama dalam pengisiannya, masyarakat perlu mengunjungi situs pendaftaran resmi, memilih skema koperasi (membangun baru, mengembangkan, atau merevitalisasi), mengisi data koperasi dan desa, mengunggah dokumen, serta melengkapi informasi usaha dan notaris. Setelah itu, tunggu verifikasi dari tim Kopdes.

“Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan Surat Menteri Keuangan No. 49 Tahun 2025, dari Peraturan Menteri Keuangan itu, kami diminta untuk membuat peraturan Menteri Desa, bagaimana cara mengisi Kopdes itu,” papar mantan Anggota DPR RI ini.

“Jadi nanti pengurus Koperasi membuat usulan proposal, mau bisnis LPG, mau bisnis sembako dan lain sebagainya. Itu dibuat proposalnya dan diajukan kepada Kades, lalu diumusyawarahkan dalam Musdesus bersama BPD,” pungkasnya.

Sebelum melakukan dialog bersama ratusan warga desa dan Forkopimda setempat, Mendes Yandri didampingi Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dan Wabup, Abdul Hamid, juga menyempatkan waktunya mengunjungi lokasi Kopdes Merah Putih di desa tersebut.

Ia pun mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Kabupaten dan Pemdes dalam melakukan sejumlah percepatan dan pemanfaatan lahan, demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih itu.

Sebagai informasi, dalam kesempatan itu, Mendes Yandri didampingi Dirjen PDP Kemendes PDT, Nugroho Setijo Nagoro, dan beberapa pejabat tinggi pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Bupati Imron Minta Para Camat Tingkatkan Pelayanan dan Komunikasi Publik

Bupati Cirebon, Imron, meminta para camat di wilayahnya untuk memperkuat pelayanan publik dengan meningkatkan kemampuan komunikasi, pemahaman teknologi, serta peran pembinaan terhadap pemerintahan desa. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Camat se-Kabupaten Cirebon di ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (30/7).

Menurut Imron, camat memiliki peran strategis, karena menjadi garda terdepan dalam menjembatani kebijakan pemerintah daerah kepada masyarakat.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur kecamatan, khususnya dalam hal administrasi, teknologi, dan komunikasi publik.

“Camat harus dibekali ilmu, teknologi, dan cara berkomunikasi yang baik agar mampu membimbing pemerintahan desa dan menyelesaikan persoalan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Imron mengusulkan agar beberapa bentuk pelayanan dan perizinan sederhana bisa dilimpahkan ke tingkat kecamatan. Ia mencontohkan perizinan usaha kecil seperti salon atau apotek, yang menurutnya selama ini masih terlalu rumit karena harus melalui dinas teknis di kabupaten.

“Kalau bisa, izin usaha kecil cukup di kecamatan saja, tapi retribusinya tetap masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi pelayanan mudah, PAD tetap jalan,” kata dia.

Ia juga menyinggung soal kualitas sumber daya manusia di tingkat desa yang beragam dan belum semuanya memiliki kemampuan administratif memadai.

Oleh sebab itu, peran camat sebagai pembina desa menjadi sangat penting, termasuk dalam mendampingi perangkat desa dalam mengelola dana dan program-program pembangunan.

Imron juga menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon untuk memperkuat pengawasan tata kelola keuangan desa, sehingga pengelolaan anggaran desa bisa lebih akuntabel dan tepat sasaran.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau akrab disapa Jigus menambahkan, pembinaan terhadap desa harus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling kompleks.

“Pemerintahan desa itu paling bawah, paling kompleks. Maka perlu sinergi antara bupati, camat, dan perangkat desa,” kata Jigus.

Ia mengungkapkan, bahwa saat ini terdapat sekitar 60 desa di Kabupaten Cirebon yang telah berstatus sebagai desa wisata.

Namun di lapangan, menurutnya, belum ada satu pun yang mampu menjalankan program tersebut secara optimal.

“Desa wisata ini banyak yang hanya status. Ke depan perlu ada pendampingan, agar desa bisa menjalankan perannya sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Jigus juga menyinggung pentingnya koordinasi berkala antarcamat dan perangkat kecamatan lainnya, mengingat beragamnya karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat di tiap wilayah.

“Camat harus mengenal karakter wilayah dan warganya. Ada yang petani, buruh, nelayan, dan lainnya. Maka pendekatan dan pembinaan pun harus menyesuaikan,” tambahnya.

“Kami sebagai pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan bahwa setiap kebijakan bisa diterima dan dijalankan dengan baik,” tegasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Palembang Buka Golden Scout IV: Tegaskan Pentingnya Pembinaan Karakter dan Disiplin Generasi Muda

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, secara resmi membuka kegiatan Golden Scout IV Tingkat Penggalang dan Penegak yang digelar di SMP Negeri 45 Palembang, Minggu (3/8/2025).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari jenjang SMP/MTs (Penggalang) dan SMA/SMK/MA sederajat (Penegak) se-Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan wadah strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu menjaga nilai-nilai spiritual dan sosial.

“Saya menyambut baik pelaksanaan Golden Scout IV ini, terlebih kegiatan ini berlangsung dalam suasana menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Ini momentum yang sangat tepat untuk memperkuat nilai kebangsaan di kalangan generasi muda,” ujar Ratu Dewa.

Dalam arahannya, Ratu Dewa menyoroti pentingnya tiga pilar pembinaan karakter yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Golden Scout IV.

Yang pertama, pembentukan karakter sosial dan kepemimpinan, melalui kegiatan yang mendorong peserta untuk bekerja sama, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kelompok.

Kedua penguatan spiritual dan keimanan, dengan menanamkan nilai ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai fondasi moral setiap individu.

Ketiga, disiplin dan etika bermasyarakat, yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga pergaulan sosial yang lebih luas.

“Kegiatan ini harus mampu menumbuhkan pribadi yang tangguh, beretika, santun, serta mampu menjaga perilaku di berbagai lingkungan. Karakter baik itu harus dibentuk sejak dini,” tegas Dewa.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai perlombaan yang diadakan dalam kegiatan ini tidak sekadar mencari juara, tetapi bertujuan membangun semangat kompetitif yang sehat, mempererat solidaritas, dan menumbuhkan dedikasi.

“Kepada para juri, saya titipkan agar penilaian juga mempertimbangkan nilai kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Karena ini adalah bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan harapan agar kegiatan Golden Scout IV menjadi bekal positif bagi peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Kalian adalah generasi harapan bangsa. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Maka dari itu, tanamkan nilai-nilai etika, semangat kebangsaan, serta keimanan dalam diri kalian sejak saat ini,” pesan Ratu Dewa.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kedisiplinan, dedikasi, dan semangat persaudaraan.

“Selamat mengikuti kegiatan Golden Scout IV. Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga dan pembentukan diri menuju pribadi yang unggul dan berintegritas,” pungkas Dewa.

Di acara itu, ditampilkan pula atraksi pencak silat dan anggar.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Taman Harmoni, Tawarkan Wisata Edukasi, Kuliner, dan Keluarga

Taman Harmoni akhirnya diresmikan dan dibuka kembali untuk umum. Taman yang terletak di kawasan Keputih Tegal Timur, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo itu, diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pada Sabtu (3/8) pagi.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, Taman Harmoni memiliki konsep berbeda dari sebelumnya. Tema yang diusung taman ini adalah “Harmony of The World” yakni sesuai dengan visi Kota Surabaya yaitu “Transformasi Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan”.

“Seperti yang selalu saya katakan, bahwa Humanis dan Berkelanjutan itu penting. Kalau kita menjadi kota yang maju, tanpa jiwa yang humanis itu maka akan sia-sia, karena humanis itu memiliki hubungan satu sama dengan lainnya dan hari ini dibuktikan (di Taman Harmoni),” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menyampaikan, taman ini tidak dibangun hanya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemkot) saja. Akan tetapi, Pemkot Surabaya turut menggandeng sejumlah stakeholder untuk pengembangan taman tersebut.

“Hari ini saya sampaikan, kenapa ada Royal Residence, ada Pakuwon, Komunitas Jalak, Kebun Binatang Surabaya (KBS), PLN, hingga Ciputra? itu sejatinya karena ini dibangun dengan rasa gotong royong yang luar biasa oleh seluruh elemen di Kota Surabaya. Terima kasih perusahaan yang telah berinvestasi di Kota Surabaya,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menerangkan, di Taman Harmoni ada berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Mulai dari zona bermain anak, zona edukasi satwa, ada pula area outbound untuk anak-anak.

Di zona taman bermain atau playground dibagi berdasarkan usia, yakni untuk usia 5 tahun ke atas dan 5 tahun ke bawah. Di zona ini, dilengkapi fasilitas edukasi satwa seperti kelinci, ayam kate, dan kuda poni. Di tempat ini anak-anak dapat berinteraksi secara langsung dengan hewan.

Di zona rekreasi dan edukasi, pemkot menyediakan fasilitas seperti flying fox, menunggang kuda dan sebagainya. Di zona lalu lintas, dijadikan tempat untuk sarana edukasi tentang rambu-rambu lalu lintas yang dilengkapi dengan ATV dan sepeda motor mini. Tidak hanya itu, di sisi utara Taman Harmoni juga ada fasilitas kuliner “Pasar Ngisor Pring (Sorpring)”. Di lokasi ini pengunjung dapat menikmati berbagai jenis sajian kuliner jadul hingga kekinian di bawah rindangnya hutan bambu.

Cak Eri mengimbau kepada masyarakat yang akan berkunjung ke Taman Harmoni untuk tidak membawa makanan dan minuman dari luar. Pengunjung hanya diperbolehkan membawa tikar dan membeli makanan dari tenant atau UMKM yang tersedia di dalam Pasar Sorpring, Taman Harmoni.

Sebab nantinya Pemkot Surabaya akan menentukan biaya tiket masuk ke Taman Harmoni. Rencananya, biaya tiket masuk ke Taman Harmoni antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per orang. Jika berbayar, konsepnya adalah membeli voucher kemudian dapat ditukarkan untuk membeli makanan atau menyewa tikar dari UMKM yang berada di Taman Harmoni.

“Tiketnya masih dihitung ya, jadi itu nanti untuk UMKM. Ketika membayar tadi akan mendapatkan voucher itu (ditukarkan) bisa membeli makanan dan minuman untuk membantu UMKM yang ada di sini,” jelas Cak Eri.

Cak Eri menambahkan, taman dengan luas sekitar 8 hektare ini akan terus dikembangkan ke depannya. Pemkot Surabaya akan menyiapkan sejumlah fasilitas lain untuk memudahkan akses wisatawan berkunjung ke Taman Harmoni. Di tahun depan, lanjut Cak Eri, pemkot akan menyiapkan sarana transportasinya hingga melebarkan akses jalan menuju ke Taman Harmoni.

“Ketika ada tempat wisata dan wisatawan yang hadir, maka pemerintah harus hadir. Mulai menyiapkan transportasi hingga jalannya, di 2026 nanti insyaallah dari MERR sampai ke Taman Harmoni ini ada jalan kembar, kita besarkan jalannya,” tambahnya.

Cak Eri turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD Kota Surabaya, stakeholder, dan masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan taman ini. Dirinya berharap, Taman Harmoni bisa dijadikan contoh untuk pengembangan wisata di wilayah Surabaya lainnya.

“Karena akan menjadi contoh, ada Wali Tamannya (stakeholder yang terlibat) dan yang masuk ke dalam taman membantu UMKM-nya untuk bergerak. Dan model ini akan kita jalankan dulu di sini ya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, Tama Harmoni tidak hanya sebagai sarana taman akan tetapi juga sebagai sarana edukasi dan wisata. Dedik menyebutkan, pembangunan atau revitalisasi Taman Harmoni tidak hanya untuk menarik kunjungan wisatawan lokal, akan tetapi juga wisatawan mancanegara ke depannya.

“Bahkan, kemarin sempat ada kunjungan rombongan dari Malaysia. Setelah melihat dari Youtube, mereka berkunjung ke sini meskipun saat itu masih dalam proses pembangunan,” kata Dedik.

Dedik menyampaikan, tema “Harmony of The World” yang diusung kali ini adalah menyatukan berbagai tempat ikonik di dunia dalam satu tempat, mulai dari Asia, Eropa, Australia, Amerika, hingga Antartika. “Di Taman Harmoni ini kita menyatukan enam elemen dari enam benua yang ada di dunia. Jadi setiap zona akan menceritakan, jika di benua Asia, nanti menceritakan ada binatang apa, dan sebagainya,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Tanamkan Semangat Kebangsaan, Bupati Purwakarta Bagikan Bendera Merah Putih

Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta meluncurkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat secara masif hingga tingkat desa.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah hingga kecamatan untuk turut serta dalam gerakan ini.

Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih tersebut diawali Bupati Purwakarta Om Zein bersama Forkopimda membagikan bendera saat kegiatan Purwakarta Run 5K dalam rangkaian memeriahkan Hari Jadi Purwakarta ke-194 dan Kabupaten Purwakarta ke-57, pada Minggu, 3 Agustus 2025 lalu.

“Gerakan pembagian bendera merah putih kepada masyarakat sudah kita mulai. Gerakan ini bukan hanya untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tapi juga sebagai upaya meningkatkan rasa cinta tanah air dan memperkuat nasionalisme di tengah masyarakat,” kata Bupati Purwakarta Om Zein pada Senin, 4 Agustus 2025.

Gerakan Pembagian Bendera Murah Putih di Kabupaten Purwakarta dilakukan berdasarkan Surat Edaran Bupati Purwakarta tanggal 28 Juli 2025 Nomor 400.14.1.1/1685-Kesbangpol/2025.

Surat Edaran Bupati Purwakarta ini menindak lanjuti Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tanggal 15 Juli 2025 Nomor 400.10.1.1/3823/SJ tentang Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025.

“Saya sudah instruksikan kepala perangkat daerah hingga camat untuk membagikan bendera merah putih minimal 100 lembar dan dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ucap Om Zein.

Om Zein menegaskan, sasaran utama adalah warga yang belum memiliki bendera atau yang benderanya sudah tidak layak. Ia pun berharap gerakan ini menjadi momentum penting dalam menanamkan semangat kebangsaan, terutama bagi generasi muda.

“Kita ingin masyarakat Purwakarta merasakan langsung nuansa kemerdekaan, bukan sekadar seremonial, tapi dengan mengibarkan bendera secara serentak, kita tunjukkan kecintaan kita kepada bangsa,” kata Om Zein.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Malang Ajak ASN Wujudkan Pemerintahan Bersih Lewat Pakta Integritas

Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M memberikan arahan pada kegiatan Apel Pagi sekaligus Pembacaan Ikrar Pakta Integritas Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (4/8) pagi. Dalam kesempatan ini, Abah Sanusi, sapaan akrabnya menyerahkan penghargaan ke sejumlah perangkat daerah meliputi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Umum, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang yang telah mendukung suksesnya Rapat Koordinasi Evaluasi CASN Formasi 2024 dan Manajemen Talenta yang diselenggarakan oleh BKN pada 24 Juli 2025 lalu.

Beliau juga mengajak seluruh ASN Pemkab Malang untuk dukung agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, dengan menunjukkan kinerja terbaik sebagai Aparatur Sipil Negara yang berintegritas profesional, beretika, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tampak hadir dalam kegiatan ini, Pj. Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati Malang, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, dan Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Camat se Kabupaten Malang, dan seluruh ASN peserta apel.

“Apel pagi ini menjadi bagian penting dari upaya kita untuk memperkuat etika kerja, integritas, serta komitmen seluruh Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Di sisi lain, Ikrar Pakta Integritas ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan wujud tanggung jawab moral dan profesionalisme kita kepada bangsa, negara, dan masyarakat Kabupaten Malang,” jelasnya saat memberikan arahan.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi dan surat Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK tentang pedoman Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP), kegiatan pembacaan ikrar ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan nilai-nilai reformasi birokrasi di lingkungan daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Malang. Dengan berpedoman pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, ASN Pemkab Malang akan mampu membangun sistem kerja yang bersih dan bebas dari penyimpangan.

Bupati Malang menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang yang berhasil memperoleh dua penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), yaitu: 1. Terbaik III sebagai instansi di wilayah kerja Kantor Regional II BKN dengan Realisasi Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Terbaik untuk periode Februari sampai dengan Juni 2025; dan 2. Instansi Daerah dengan Layanan Pensiun Terbaik di wilayah kerja Kantor Regional II BKN Surabaya. Pencapaian prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, kolaborasi, serta dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

“Ke depan, kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sistem manajemen talenta ASN, yang salah satunya adalah manajemen talenta. Hal ini sesuai dengan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), agar mampu menghasilkan ASN yang bermartabat dan dapat bersaing serta beradaptasi dalam dinamika pemerintahan modern. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran perangkat daerah Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Umum, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang yang telah mendukung suksesnya Rapat Koordinasi Evaluasi CASN Formasi 2024 dan Manajemen Talenta yang diselenggarakan oleh BKN pada 24 Juli 2025 lalu. Ini menjadi bukti nyata semangat kerja kolaboratif lintas sektor yang terus kita bangun,” jelas Bupati Malang.

Abah Sanusi meminta semua ASN untuk dukung agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, dengan menunjukkan kinerja terbaik sebagai Aparatur Sipil Negara yang berintegritas profesional, beretika, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Mari kita jadikan kegiatan hari ini sebagai momentum untuk memperkuat integritas pribadi dan lembaga. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap ikhtiar kita dan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh ASN Kabupaten Malang. Aamiin,” harapnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Sumsel Hadiri Silaturahmi Himpunan Keluarga Ponpes Wali Songo Ngabar Cabang Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menghadiri acara silaturahmi bersama Himpunan Keluarga Pondok Pesantren Wali Songo (HKPWS) Ngabar Cabang Sumatera Selatan yang berlangsung di Ballroom Swarna Dwipa, Sabtu (2/8).

Acara ini diikuti oleh ratusan anggota keluarga besar HKPWS Ngabar Cabang Sumsel dan menjadi momentum penting dengan dilantiknya Pengurus HKPWS Cabang Sumatera Selatan periode 2025–2028.

“Saya ucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Kepengurusan ini kami sambut baik, dan saya mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan pemuka agama atas motivasi, ajaran, serta ujaran kebaikan yang terus disebarkan di Bumi Sriwijaya ini,” ujar Gubernur Herman Deru dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan pentingnya penguatan program keagamaan di Sumatera Selatan, termasuk keberlanjutan program “Satu Desa Satu Rumah Tahfidz”.

“Sumsel sangat luas dengan keberagaman suku dan agama. Program rumah tahfidz menjadi salah satu upaya menjaga nilai-nilai religius. Saya berharap HKPWS dapat mendukung program ini, baik melalui pengasuh maupun pengurus yang terlibat langsung di masyarakat,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak seluruh keluarga besar HKPWS untuk terus mempererat tali silaturahmi dan berdiskusi aktif mengenai pengembangan pendidikan agama di daerah.

“Saya berharap kita dapat terus berdiskusi bagaimana mengembangkan pendidikan agama agar Sumsel tetap menjadi daerah yang religius dan juga mencetak generasi intelektual berlandaskan nilai-nilai agama,” tambahnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten I Setda Provinsi Sumsel H. Sunarto, Kepala Badan Kesbangpol H. Alfajri Zabidi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Herdi Apriansyah, Kadis ESDM Sumsel Hendriansyah serta sejumlah pejabat dan tokoh agama lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Menteri Pariwisata Prioritaskan Keselamatan Masyarakat

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan keselamatan masyarakat, wisatawan, dan pelaku industri pariwisata sebagai prioritas utama yang harus diperhatikan dalam mengatasi dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur, yang saat ini berada dalam status awas.

“Saya mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku wisata untuk terus waspada dengan memantau informasi dan mengikuti arahan resmi dari otoritas terkait,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/8/2025).

Saat ini Kementerian Pariwisata bersama otoritas terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah untuk memantau secara saksama perkembangan situasi.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pelaku usaha pariwisata, termasuk hotel, pemandu wisata, dan operator perjalanan untuk memastikan adanya respons yang cepat dan pelayanan terbaik bagi wisatawan yang terdampak.

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata pun sudah mengaktifkan Tourist Information Center (TIC) dan kanal komunikasi untuk membantu wisatawan yang membutuhkan informasi atau pendampingan lebih lanjut.

Wisatawan yang membutuhkan bantuan informasi dan panduan perjalanan terkini dapat menghubungi hotline informasi pariwisata BPOLBF di +62 811-3879-4555.

“Kami percaya bahwa dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, pariwisata Flores akan pulih kembali dan tetap menjadi destinasi unggulan Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Selain itu, untuk menjaga situasi tetap kondusif, Menteri Pariwisata meminta agar masyarakat atau wisatawan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menunda kunjungan ke destinasi rentan, dan rutin memeriksa perubahan pola operasional penerbangan selama status “Awas” masih diberlakukan.

Hingga saat ini, sejumlah bandara di kawasan Flores dan sekitarnya, seperti Maumere, Ende, Larantuka, hingga Labuan Bajo, mengalami gangguan operasional akibat sebaran abu vulkanik.

“Kami memahami hal ini berdampak langsung pada aktivitas penerbangan dan perjalanan wisata, khususnya di kawasan Flores Timur, Sikka, Ende, dan Manggarai,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti.

Berikut sejumlah informasi pemberangkatan jalur udara dan destinasi yang berhubungan dengan aksesibilitas yang ditutup;

1.⁠ ⁠Bandar Udara Gewayantana Larantuka masih terjadwal. Adapun destinasi yang berhubungan di sekitar Larantuka di antaranya; Pantai Kawaliwu, Pantai Onga Misi, Gereja Katedral Reinha Rosari, dan Istana Raja Larantuka.

2.⁠ ⁠Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Kabupaten Sikka saat ini operasionalnya masih ditutup hingga Minggu, 3 Agustus 2025 pukul 06.00 WITA. Keputusan ini diambil sehubungan adanya deposit abu vulkanik di area sisi udara (airside), yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Adapun destinasi yang berada di sekitar Maumere yaitu Pantai Koka, Gunung Egon, Desa Doka, Pantai Tanjung, Gereja Tua Sikka, Gunung Rokatenda.

3.⁠ ⁠Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende, seluruh penerbangan cancel. Sejumlah destinasi yang berada di sekitar Ende di antaranya Rumah Pengasingan Soekarno, Danau Kelimutu, Taman Renungan, dan Serambi Soekarno.

4.⁠ ⁠Bandar Udara So’a Bajawa hingga saat ini belum ada konfirmasi. Untuk destinasi di sekitar Bajawa seperti Kampung Adat Bena. Wolobobo, Taman Laut 17 Pulau Riung, dan Puncak Gunung Inerie.

5.⁠ ⁠Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng, juga belum ada konfirmasi. Dengan destinasi yang berada di sekitar Ruteng di antaranya Wae Rebo, Rana Mese (Manggarai Timur), Gereja-gereja Tua, Pulau Mules, Kampung Adat Todo, Kampung Adat Ruteng Pu’u.

6.⁠ ⁠Bandar Udara Komodo Labuan Bajo terdapat 23 penerbangan yang cancel.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News