Beranda blog Halaman 912

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Senin 4 Agustus 2025: Cerah Berawan Dominasinya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca cerah hingga berawan akan mendominasi wilayah Jakarta sepanjang hari ini, Senin, 4 Agustus 2025.

Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG, cuaca pagi hari di Jakarta diprakirakan cukup bersahabat. Wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara akan diselimuti langit cerah berawan. Sementara itu, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diperkirakan berawan.

Memasuki siang hari, cuaca cerah akan menyinari beberapa wilayah ibu kota. Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat diprediksi akan mengalami cuaca cerah. Adapun wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur akan mengalami kondisi cerah berawan.

Menjelang sore hingga malam hari, awan mulai menyelimuti hampir seluruh wilayah Jakarta. BMKG memprakirakan cuaca berawan merata di enam wilayah administratif DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.

Pada malam hari, cuaca berawan diprediksi masih bertahan di Kepulauan Seribu dan Jakarta Barat. Sedangkan wilayah lainnya seperti Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan.

Secara umum, suhu udara di Jakarta hari ini berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara berada di rentang 55 hingga 93 persen.

Prakiraan cuaca Jakarta ini dapat menjadi acuan bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Meskipun cuaca terpantau kondusif, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

OJK dan Bappebti Tuntaskan Peralihan Pengawasan Aset Keuangan Digital

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memperkuat sinergi dalam pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital melalui penandatanganan addendum Berita Acara Serah Terima (BAST) terkait peralihan tugas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto.

Penandatanganan addendum BAST dilakukan oleh Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, dan Deputi Komisioner Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Luthfy Zain Fuadi, serta disaksikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, bertempat di Kantor OJK, Rabu (30/7).

Penandatanganan addendum BAST ini menegaskan kelanjutan proses peralihan tugas pengawasan aset keuangan digital yang dimulai pada 10 Januari 2025. Selain menjalankan amanat Undang-undang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK), addendum ini juga memperluas ruang lingkup pengawasan OJK, termasuk terhadap derivatif aset kripto.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi dalam sambutannya menyampaikan bahwa langkah ini merupakan penguatan dasar-dasar ekosistem aset keuangan digital nasional serta bentuk sinergi erat antara OJK dan Bappebti.

“Penandatanganan addendum BAST hari ini bukan semata proses administratif, tetapi merupakan momentum strategis untuk memperkuat fondasi ekosistem aset keuangan digital nasional,” ujar Hasan.

Hasan menambahkan, pengembangan ekosistem aset digital nasional perlu tetap memperhatikan aspek kehati-hatian, pengelolaan risiko, serta pelindungan konsumen, agar tidak menimbulkan ancaman terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

“Kita tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, pengelolaan risiko, serta pelindungan konsumen dalam kerangka pengaturan aset keuangan digital termasuk derivatif aset kripto, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menyampaikan pentingnya aspek keamanan dalam pengawasan aset digital.

“Yang paling penting adalah keamanan. Karena aset kripto berbasis teknologi terbuka seperti blockchain, maka keamanan tetap harus menjadi prioritas utama, selain efisiensi,” kata Tirta.

Tirta juga menegaskan dukungan Bappebti terhadap pelaksanaan tugas dan wewenang OJK dalam pengawasan aset keuangan digital serta derivatif aset kripto sesuai dengan amanat UU P2SK.

“Ke depan, kami akan terus mendukung pelaksanaan pengawasan oleh OJK sesuai dengan perjanjian kerja sama yang ada. Jika diperlukan koordinasi lanjutan, kami siap untuk terus bekerja sama,” ujarnya.

Penandatanganan addendum BAST ini memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri bahwa fungsi pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk derivatif aset kripto, telah sepenuhnya beralih dari Bappebti ke OJK.

OJK dan Bappebti berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan memberikan dukungan kepada seluruh pemangku kepentingan agar proses peralihan tugas ini berjalan lancar, aman, dan memberikan perlindungan optimal bagi pelaku industri maupun konsumen di sektor aset keuangan digital.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

BPK Dorong Penguatan Akuntabilitas Keuangan di Perwakilan RI

Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK), Nyoman Adhi Suryadnyana menekankan pentingnya akuntabilitas anggaran dan kinerja dalam mendukung diplomasi Indonesia di luar negeri. Hal ini disampaikan dalam kegiatan orientasi Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI, yang digelar di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta, Selasa (29/7).

Dalam sambutannya, Anggota I BPK menegaskan bahwa pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, termasuk di lingkungan Kemlu dan Perwakilan RI, tidak semata-mata bertujuan menemukan kesalahan, melainkan memberikan rekomendasi perbaikan yang konstruktif. Pemeriksaan BPK menjadi bagian dari upaya membangun sistem tata kelola yang transparan, efisien, dan selaras dengan tujuan pembangunan nasional.

“Kami tidak semata-mata mencari temuan atau kesalahan, tetapi yang lebih utama adalah memberikan rekomendasi perbaikan yang konstruktif untuk memperkuat akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas penggunaan sumber daya dan keuangan negara,” ujar Anggota I BPK.

Anggota I BPK turut menyampaikan beberapa temuan umum yang kerap berulang di Perwakilan RI, seperti pengelolaan kas dan pertanggungjawaban belanja yang belum tertib, penatausahaan Barang Milik Negara (BMN) yang belum akurat dan mutakhir, serta pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum optimal. Termasuk pula kendala dalam proses pemindahtanganan, pemusnahan, dan penghapusan BMN di luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Anggota I BPK mendorong para pimpinan Perwakilan RI untuk tidak hanya fokus pada fungsi diplomasi dan perlindungan WNI, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap tata kelola keuangan. Terutama, terhadap temuan berulang yang menunjukkan adanya inefisiensi penggunaan sumber daya.

“Selain menjalankan tugas utama di bidang diplomasi dan perlindungan WNI, kami berharap Bapak/Ibu juga dapat memberikan perhatian yang serius terhadap aspek tata kelola dan akuntabilitas di Perwakilan, khususnya temuan yang berulang karena ini adalah wujud inefiensi penggunaan sumber daya,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Anggota I BPK menyampaikan kembali komitmen BPK untuk terus membangun sinergi dengan jajaran Kemlu dan Perwakilan RI serta memperkuat kualitas pemeriksaan melalui pendekatan berbasis risiko.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara I (Dirjen PKN I) Sarjono, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemlu, L. Amrih Jinangkung, serta para pejabat struktural di lingkungan BPK dan Kemlu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Lampung Perpanjang Program Pemutihan Pajak Kendaraan hingga Oktober

Bandar Lampung Pemerintah Provinsi Lampung resmi memperpanjang program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga 31 Oktober 2025. Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat Lampung yang sejak awal menunjukkan antusiasme tinggi dalam memanfaatkan program keringanan pajak tersebut.

Sebelumnya, program pemutihan PKB telah berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2025, dengan animo masyarakat yang luar biasa. Banyak pemilik kendaraan di berbagai kabupaten/kota berbondong-bondong mendatangi kantor Samsat dan gerai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk melunasi tunggakan pajaknya tanpa dikenai sanksi denda.

Menanggapi tingginya partisipasi dan permintaan masyarakat dari berbagai kalangan, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melalui unggahan di akun Instagram resminya @mirzajihan, mengumumkan bahwa program pemutihan ini akan diperpanjang selama tiga bulan ke depan, mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025.

“Atas permintaan dan dorongan dari berbagai lapisan masyarakat, kami memutuskan untuk memperpanjang program pemutihan pajak kendaraan bermotor. Ini adalah kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan,” ujar Jihan dalam unggahan tersebut pada Minggu (27/7/2025).

Wagub Jihan juga memastikan bahwa program ini tidak hanya diperpanjang, tetapi akan disertai dengan berbagai kemudahan layanan demi kenyamanan wajib pajak. Salah satu fasilitas unggulan yang ditawarkan adalah mutasi kendaraan dari luar daerah ke dalam wilayah Provinsi Lampung tanpa dikenai pajak kendaraan tahun pertama.

“Insya Allah akan ada kemudahan layanan lainnya yang mendukung program ini. Ayo manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tambahnya.

Jihan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah melalui kepatuhan membayar pajak kendaraan. la menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

“Bayarkan pajak kendaraan Anda melalui seluruh kantor Samsat dan gerai Bapenda di wilayah Lampung. Bersama kita wujudkan Lampung yang lebih sejahtera, untuk Lampung Maju menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Khofifah Apresiasi Buku Jurnalistik Penanganan Bencana dari TIMES Indonesia

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi dari TIMES Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (30/7).

Dalam pertemuan tersebut, TIMES Indonesia menyampaikan rencana rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, salah satunya peluncuran buku berjudul Discover Disaster. Buku ini merupakan karya jurnalistik yang mendokumentasikan penanganan bencana di Jawa Timur selama periode 2019 hingga 2024.

Gubernur Khofifah menyambut baik rencana peluncuran buku tersebut dan menilai hal itu sebagai kontribusi penting dalam mendokumentasikan rekam jejak penanganan bencana di daerah.

“Terima kasih atas kunjungan rekan-rekan TIMES Indonesia. Saya menyambut baik rencana peluncuran buku rekam jejak penanganan bencana di Jawa Timur. Ini merupakan kontribusi penting dalam mendokumentasikan upaya, kolaborasi, dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana,” ujar Khofifah.

Selain membahas peluncuran buku, TIMES Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap program ketahanan pangan yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

CEO TIMES Indonesia, Khoirul Anwar menyampaikan apresiasi atas sambutan Gubernur Khofifah dalam audiensi tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atas waktu dan sambutan hangatnya. Audiensi ini menjadi momen penting bagi kami untuk menyampaikan undangan HUT ke-10 TIMES Indonesia serta rencana peluncuran buku Discover Disaster. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat sinergi antara media dan pemerintah dalam membangun ketangguhan daerah,” ungkap Khoirul.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Cimahi Gelar Pembekalan untuk 100 Pengajar Al-Qur’an, Ini Tujuannya

Pemerintah Kota Cimahi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Cimahi menggelar kegiatan Pemberian Arahan Peningkatan Wawasan bagi Pengajar Al-Qur’an Gelombang I Tahun 2025 pada Rabu (30/7) bertempat di Mall Pelayanan Publik Kota Cimahi. Kegiatan ini ditujukan bagi para pengajar Al-Qur’an di Kota Cimahi yang menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat. Sebanyak 100 orang pengajar mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga pendidik keagamaan di wilayahnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menekankan pentingnya perubahan orientasi pembinaan keagamaan, dari sekadar fokus pada lomba atau ajang MTQ menjadi upaya yang lebih substansial untuk memperkuat peran para pengajar Al-Qur’an.

“Kita ingin para asatid dan pengajar ngaji ini benar-benar mampu mentransfer ilmu sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat, khususnya generasi muda Cimahi yang hari ini hidup di tengah gempuran disrupsi teknologi dan tantangan degradasi moral,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menyampaikan harapan agar para pengajar Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan teknis membaca saja, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

“Saya ingin mereka ini ter-upgrade skill-nya, kapasitas dan kadar keilmuannya meningkat, sehingga bisa menyajikan pembelajaran Al-Qur’an secara lebih menarik, terutama bagi anak-anak dan remaja,” tambahnya. Pembekalan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi Qur’ani yang kuat secara moral dan spiritual.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata, Pemerintah Kota Cimahi juga tengah merancang peningkatan insentif bagi para guru ngaji. Rencananya, peningkatan akan dilakukan baik dari segi nilai maupun jumlah penerima manfaat, sehingga lebih banyak pengajar dapat merasakan dukungan langsung dari pemerintah. Upaya ini selaras dengan visi Kota Cimahi sebagai kota yang religius dan berkarakter, dengan menjadikan para pengajar Al-Qur’an sebagai mitra strategis pembangunan mental spiritual masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Palembang dan BI Sumsel Bahas Sinergi Kendalikan Inflasi dan Dorong Ekonomi Digital

Wali Kota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi, menerima kunjungan jajaran pimpinan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (31/7).

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Palembang dan BI dalam pengendalian inflasi serta penguatan ekonomi daerah.

Menurut Ratu Dewa, Bank Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan daerah, khususnya terkait pengelolaan sektor UMKM dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok.

“Kita menyambut baik inisiatif BI untuk menjalin kerja sama yang lebih konkret. Ini penting demi menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Palembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan transaksi non-tunai juga menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan. Pemkot Palembang berharap sistem pembayaran digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dapat diterapkan lebih luas, terutama di kawasan wisata dan pusat UMKM.

“Transaksi digital bukan hanya efisien, tapi juga bisa menekan peredaran uang palsu serta mempermudah pelacakan transaksi,” kata Dewa.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa penggunaan QRIS terus meningkat dan mulai dikenal luas oleh masyarakat.

“Digitalisasi menjadi salah satu fokus kami. Kami mendorong masyarakat dan pelaku usaha, khususnya UMKM, agar beradaptasi dengan sistem pembayaran non-tunai,” ujarnya.

Bambang juga menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah sangat penting dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi dan memperluas inklusi keuangan di daerah.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan Palembang dapat menjadi kota yang semakin tangguh secara ekonomi dan adaptif terhadap perkembangan digital.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Hasto Tegaskan Komitmen Reformasi Tata Kelola Pemerintahan Yogya

Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan akuntabel. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam kegiatan Management Oversight (MO) Semester I Tahun 2025 yang diselenggarakan di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (31/7).

Hasto menyampaikan pentingnya memahami filosofi kerja Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang bekerja dengan “dua kaki”: pengawasan dan pembinaan. Menurutnya, fungsi pengawasan tidak bisa berjalan optimal jika dominasi kekuasaan terlalu tinggi.

“Kalau pengawasan dikerjakan dalam suasana ketakutan, ya tidak jadi ngawasi. Maka saya berusaha tidak menjadi pemimpin yang terlalu dominan, supaya pengawasan internal kita bisa jalan dengan baik,” tegas Hasto.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan, dari pola lama yang birokratis menuju pendekatan new public management. Menurutnya, pemerintah saat ini harus mulai berperilaku seperti entitas profesional dan kewirausahaan yang fleksibel dalam merespons kebutuhan publik.

“Reformasi manajemen sektor publik sudah menjadi keniscayaan. Pemerintah tak bisa lagi hanya menjadi pelaksana kebijakan yang kaku. Kita harus adaptif, bekerja sama dengan masyarakat, dunia usaha, dan komunitas untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Hasto menyebut transformasi new public management, di mana pemerintah harus bersikap adaptif, profesional, dan terbuka terhadap kemitraan. Sebagai contoh, Wali Kota menyebut program bedah rumah dan penataan kawasan Kota Baru yang lebih banyak melibatkan pihak swasta. Menurutnya, tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan fleksibilitas tata kelola tanpa melanggar prinsip akuntabilitas dan legalitas.

“Pemerintah hari ini tidak bisa bekerja sendiri. Kalau mau jujur, kontribusi pemerintah dalam menyelesaikan masalah itu paling 30%. Sisanya, masyarakat dan swasta yang punya peran besar,” ungkap Hasto.

Di sisi lain, Inspektur Inspektorat Kota Yogyakarta, Fitri Paulina Andriani, memaparkan capaian pengawasan selama Semester I 2025. Kegiatan pengawasan meliputi audit kinerja, reviu HPS, audit sistem keamanan informasi, hingga evaluasi manajemen risiko dan zona integritas di perangkat daerah.

“Penguatan kompetensi terus kami dorong melalui pelatihan, bimtek, hingga in house training. Praktik profesional pengawasan juga ditingkatkan dengan pendekatan berbasis risiko, evaluasi kendali mutu, dan pelaporan tindak lanjut yang terintegrasi,” imbuhnya.

Fitri juga menyoroti pentingnya peran Dewan Pengawas BUMD dalam memastikan akuntabilitas kinerja direksi, serta perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk swasta dan komunitas, dalam menyukseskan program strategis daerah seperti pengelolaan sampah, pengendalian inflasi, dan penurunan stunting.

Selain itu, pihaknya mengungkapkan saran strategis untuk penguatan pengawasan, antara lain: peningkatan sinergi antar perangkat daerah, evaluasi perencanaan program agar selaras dengan mandat kebijakan pusat, serta percepatan tindak lanjut hasil pengawasan (TLHP) dari BPK dan BPKP.

“Kami ingin Inspektorat tidak hanya menjadi pengawas, tetapi mitra strategis dalam membangun tata pemerintahan yang berkeadaban, adaptif, dan responsif,” pungkas Fitri.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemda Purwakarta Siarkan Rapat Dana Desa Secara Live, Tingkatkan Transparansi Publik

Saat ini, pemerintah daerah banyak yang memanfaatkan media sosial untuk menyiarkan rapat-rapat resminya secara langsung. Hal ini, dianggap sebagai langkah yang strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh jajaran Pemda Purwakarta. Melalui Youtube Live Diskominfo Purwakarta Channel (@diskominfopwk) dan TikTok Live om zein || Saepul Bahri Binzein (@omzein_bupatiaing) jajaran pemerintahan yang dipimpin Bupati Om Zein itu juga menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Dana Desa tahun 2025 dan Penyelarasan Program Pembangunan Infrastruktur tahun 2026.

Bertempat di Aula Janaka, Setda Purwakarta, rakor dengan para kepala desa itu sudah dilakukan sebanyak dua sesi pada hari yang berbeda. Hari ini, Rabu 30 Juli 2025, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein didampingi Sekda Purwakarta Norman Nugraha dan sejumlah pejabat lainnya kembali menggelar rakor yang sama yang dihadiri para kades dari Kecamatan Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa dan Kiarapedes.

“Rapat koordinasi ini dalam rangka memastikan efektivitas penggunaan Dana Desa, menyelaraskan program pembangunan, dan mempersiapkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang efektif dan berkelanjutan sesuai dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta,” kata Bupati Om Zein.

Menurutnya, dalam rakor ini juga disampaikan capaian fisik dan non-fisik dari program-program yang telah didanai Dana Desa 2025; seperti jalan desa, bangunan sekolah, rutilahu, irigasi, program dan kegiatan di bidang kesehatan, serta fasilitas umum lainnya, termasuk kendala yang dihadapi dan solusi yang telah dilakukan.

“Kita juga bahas rencana-rencana pembangunan infrastruktur desa Tahun 2026 dengan mempertimbangkan hasil evaluasi Dana Desa 2025 dan kebutuhan masyarakat. Rakor ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret untuk perbaikan pengelolaan dana desa dan penyusunan program pembangunan infrastruktur yang lebih baik,” kata Om Zein.

Lebih jauh, Om Zein juga mengungkapkan bahwa siaran langsung atau live rapat resmi Pemda di media sosial dari sisi transparasi bertujuan agara asyarakat dapat langsung mengikuti jalannya rapat, keputusan yang diambil, dan argumen yang disampaikan.

Dari sisi akuntabilitas, Pemda juga telah menunjukkan keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan kinerja mereka. Hal ini untuk penguatan partisipasi publik. Meskipun tidak secara langsung berinteraksi dalam rapat, masyarakat dapat merasa lebih terlibat dan mendapatkan informasi secara real-time.

“Masyarakat tidak perlu datang ke lokasi rapat untuk mengetahui apa yang dibahas. Mereka bisa menonton dari mana saja dengan perangkat yang terhubung internet dan dari sisi dokumentasi, siarang langsung atau live dapat tersimpan dan dapat diakses kembali di kemudian hari, berfungsi sebagai arsip publik,” demikian Om Zein.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

‎Bupati Garut Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Beras Tepat Sasaran dan Dukung Stabilitas Harga ‎

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hari ini melakukan monitoring penyaluran Bantuan Pangan Beras di Aula Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Kamis (31/7).

‎Kegiatan ini bertujuan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan serta menjaga stabilitas harga komoditas pokok.

‎Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menjelaskam bantuan pangan beras ini sebagai bentuk perhatian pemerintah. ‎”Beras itu barang pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat dan menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

‎Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga beras agar tidak terlalu mahal, sehingga tidak memberatkan masyarakat, namun juga tidak terlalu murah agar petani tidak merugi.

‎”Sehingga harga beras itu harus dijaga pada tingkat yang menguntungkan petani tetapi tidak membebankan kepada masyarakat,” tegasnya.

‎Pemerintah melakukan operasi pasar melalui bantuan beras ini kepada kelompok masyarakat yang terdampak kenaikan harga beras, menyadari bahwa tidak semua masyarakat memiliki kondisi ekonomi yang sama.

‎Bupati menegaskan bahwa bantuan ini diberikan hanya kepada mereka yang terdampak, dengan jatah 10 kg per keluarga setiap dua bulan.

‎”Semua juga butuh, tapi yang kira-kira terpengaruh dan tidak semua mendapatkan, namun sebagian saja,” jelasnya.

‎Total ada 227.969 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Garut, dengan total 4.559 ton beras yang dibagikan oleh Bulog. Bupati berharap pembagian pangan beras ini dilakukan pada siang hari dan dikontrol dengan adanya saksi.

‎”Hari ini pembagian beras harus tepat sasaran/penerima dengan aturan pemerintah pusat didasari 39 indikator yang memadai layak ke dalam data terpadu sosial ekonomi nasional,” pungkasnya.

‎Kepala Bulog (Kabulog) Kabupaten Garut, Dadan Irawan, menyampaikan bahwa bantuan pangan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam rangka meringankan beban ekonomi masyarakat, dan Perum Bulog diamanatkan untuk melaksanakan penyaluran bantuan ini.

‎Ia mengapresiasi sinergi yang luar biasa dari Bupati Garut dan jajaran.

‎”Karena kalau tidak ada kerja sama, support dan dukungan, tentunya program ini tidak akan berjalan dengan lancar,” kata Dadan.

‎Ia menambahkan bahwa kegiatan monitoring ini untuk memastikan penyaluran bantuan pangan berupa beras tepat sasaran dan tepat waktu. Dadan berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat penerima KPM.

‎Sementara itu, Kepala Desa Talagasari, Riki Ismail Barokah, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Garut di Desa Talagasari.

‎Ia menjelaskan, jumlah KPM di Desa Talagasari yang mendapatkan beras sebanyak 849 KPM, dengan total 1.658 karung beras.

‎”Jumlah penduduk kami hampir kurang 15.000 penduduk terbagi Kepala Dusun, 17 RW, 74 RT Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora,” jelasnya.

‎Ia berharap, acara ini berjalan lancar dan membawa keberkahan serta dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News