Beranda blog Halaman 913

Gubernur Pramono Susur Ciliwung, Evaluasi Pengendalian Banjir dan Kampanye Kebersihan Sungai

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyusuri Sungai Ciliwung aliran Kanal Banjir Barat, pada Kamis (31/7). Gubernur Pramono memantau langsung kondisi sungai sekaligus mengevaluasi fungsi pengendalian banjir Ibu Kota. Dengan menggunakan perahu karet, Gubernur Pramono, bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, bertolak dari Pintu Air Manggarai sampai Stasiun BNI City. Perjalanan ditempuh selama 30 menit menyusuri sungai sepanjang sekitar tiga kilometer.

“Secara detail, kami melihat dan mengukur, apakah yang bisa dilakukan ketika sedang tidak hujan. Kemarin setelah dari Waduk Pluit, sekarang menyusuri jantung utamanya pengaturan banjir yang ada di Jakarta ini. Mudah-mudahan dengan koordinasi yang lebih rapi, kita bisa mengendalikan banjir lebih baik lagi,” ungkapnya, didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah dan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum.

Gubernur Pramono memaparkan, banjir kiriman, curah hujan tinggi, dan banjir rob terkadang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta harus bersiap sebelum memasuki musim hujan. “Tentunya, kami tidak mau menyerah dengan kondisi lapangan yang seperti ini. Maka, saya meminta kepada jajaran terkait, terutama Asisten Pembangunan, agar sepanjang sungai ini nanti dirapikan dan dikelola dengan baik. Dengan begitu, bisa dijadikan tempat warga menikmati kota pada akhir pekan,” tegasnya.

Gubernur Pramono menuturkan, pengelolaan lebih lanjut akan diatur oleh Jakarta Experience Board (JXB) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta di sektor pariwisata. Diharapkan, area Dukuh Atas makin tertata dengan baik dan rapi. “Ini kan tempat premiumnya Jakarta, maka perlu diatur secara baik. Saya meyakini, mudah-mudahan dengan terobosan-terobosan yang kita lakukan, ini akan membuat Jakarta menjadi semakin menarik bagi siapapun yang akan ke Jakarta atau bagi warga Jakarta sendiri,” harapnya.

Terakhir, Gubernur Pramono mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat kebersihan bantaran sungai di Jakarta. “Ini butuh kolaborasi bersama masyarakat. Dengan persiapan yang lebih baik, mempersiapkan infrastruktur dan menjaga lingkungan, kita bersama-sama bersiap menghadapi potensi banjir,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bobby Nasution Respon Langsung Aspirasi Warga Pakpak Bharat Soal Jalan Rusak

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan komitmennya untuk membangun infrastruktur jalan, sarana pendidikan hingga membantu para pedagang kecil. Hal itu disampaikannya pada acara peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Pakpak Bharat, yang berlangsung di Lapangan Alun-alun Kecamatan Salak, Senin (28/7) sore.

Di sela-sela sambutannya pada acara perayaan Hari Jadi yang dihadiri ribuan masyarakat, yang dirangkai dengan Pesta Oang-oang dan peresmian Gedung Perpustakaan tersebut, Bobby langsung menerima aspirasi langsung dari masyarakat yang mengikuti kegiatan itu.

“Saya tidak akan berpanjang lebar, karena masyarakat di sini mau menikmati hiburan. Mungkin tidak banyak yang bisa saya berikan. Tetapi kalau sebelumnya saya di Kabupaten Samosir, kasi kado untuk masyarakat . Sekarang untuk Pakpak Bharat, kira-kira bapak ibu mau kado apa? Yang diperlukan di sini,” ujar Bobby Nasution, meminta masyarakat naik ke panggung utama.

Sontak warga yang antusias menantikan dan menyaksikan kedatangan Gubernur di tempat itu, naik dan menyampaikan langsung aspirasi masyarakat, apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan di kabupaten ini. Seperti diutarakan seorang warga L Bancin, agar ada pembangunan (perbaikan) infrastruktur jalan penghubung menuju Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas). Sebab dalam beberpaa kilometer, kondisinya rusak parah.

“Tadi informasi dari Pak Bancin, untuk jalan akses menuju Kabupaten Humbahas, tahun ini kita kerjakan. Tetapi beberapa kilometer dulu, sebagian. Nanti kita tuntaskan tahun depan, mengingat waktunya tidak memungkinkan,” sebut Bobby, menjawab aspirasi masyarakat.

Selain itu, menurut Bobby, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga akan memperbaiki fasilitas di SMA Negeri I Salak, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak. Langkah itu sebagaimana program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

“Semoga dengan upaya perbaikan ini, Pakpak Bharat menjadi lebih maju dan berkembang. Dan yang terpenting, perekonomian bapak ibu lebih baik, dan masyarakatnya sejahtera. Jika perekonomian baik, maka juga bisa menyumbang untuk Sumatera Utara,” jelas Bobby, yang hadi bersaa Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu.

Pada kesempatan itu, Bobby Nasution juga memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM berupa steling jualan dan kursi. Termasuk juga tambahan modal berjualan, seperti harapan warga setempat Suriani Boangmanalu.

Usai sambutan, Bobby Nasution juga mendatangi dan menyapa masyarakat yang mengikuti perayaan tersebut. Dilanjutkan dengan peresmian Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Pakpak Bharat di lokasi yang sama.

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor yang hadir bersama Wakil Bupati Mutsyuhito Solin menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas kedatangan dan komitmen Gubernur Bobby Nasution untuk membawa pembangunan yang berarti bagi masyarakat di daerah ini.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kami, karena sejak 22 tahun lalu kabupaten ini berdiri, baru kali ini di momentum peringatan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat, ini baru pertama kali Gubernur hadir. Juga terima kasih Bapak Kepala Daerah tetangga seperti Bupati Samosir, Bupati Toba dan Wakil Bupati Tapanuli Utara. Terima kasih sekali lagi kepada Bapak Gubernur, Bobby Nasution, yang membawa hadiah untuk masyarakat,” sebut Franc.

Sedangkan L Bancin, warga setempat yang menyampaikan aspirasinya, mengaku senang dan terharu. Mengingat ia yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum, mengaku harus berjibaku dengan kondisi jalan yang rusak parah hingga beberapa kilometer. Selain masalah waktu, juga biaya perawatan kendaraan yang sering rusak akibat kondisi jalan buruk.

Selanjutnya usai perayaan, Bobby Nasution menyempatkan berkunjung ke SMA Negeri I Salak dan menyapa para siswa sekolah yang sudah menunggu kedatangannya.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Sumut Yudha Pratiwi Setiawan, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alex Sinulingga dan Kepala Dinas Perpustakaan Sumut Desni Maharani Saragih

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov NTB Dukung Pelestarian Permainan Tradisional Anak

Pemerintah Provinsi NTB memberikan dukungan penuh atas pelestarian permainan tradisional anak-anak. Hal ini disampaikan oleh Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia saat mengisi acara seminar bertajuk “Nilai Penting Permainan Rakyat & Olahraga Tradisional Bagi Anak” yang digelar di Expo Dekranasda, Halaman Epicentrum Mall, Senin, (28/7).
Seminar ini diselenggarakan oleh Pemprov NTB bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi sebagai bagian dari Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025.
Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo yang didampingi oleh isterinya Cynthia Riza. Sebelum seminar digelae Bunda Sinta, sapaan Ketua TP PKK NTB mendampingi Wamen Giring bersama istri menyempatkan diri mencoba berbagai permainan tradisional yang disediakan di lokasi kegiatan. Keduanya tampak antusias berbaur dengan peserta dan pengunjung.
Dalam sambutannya Bunda Sinta menyambut baik perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap NTB, terutama dalam mendukung upaya pelestarian permainan tradisional anak-anak.
“Kami ingin memang menghidupkan kembali sehingga pada saat FORNAS ini ada, maka kami merasa ini adalah waktu yang sangat tepat untuk kita memajukan kembali,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelestarian permainan tradisional dapat menjadi sarana untuk menjawab tantangan sosial yang dihadapi generasi muda NTB saat ini. Tak lupa, Sinta menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Wamen dan istri.
Sementara itu, Wamen Giring dalam arahannya menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi wajah bangsa dan negara Indonesia. Giring menyampaikan kekagumannya terhadap NTB, terutama setelah melihat perkembangan yang terjadi di bawah kepemimpinan Gubernur, Wakil Gubernur, dan Ketua TP PKK NTB.
“NTB akan mendunia dan semakin sejahtera, dan kami di Kementerian Kebudayaan sangat siap berkolaborasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pendirian Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga tersendiri untuk pertama kalinya dalam sejarah 79 tahun kemerdekaan Indonesia, dan menyebutnya sebagai gagasan luar biasa dari Presiden Prabowo Subianto.
“Ini membuktikan bahwa Bapak Presiden adalah orang yang sangat mencintai kebudayaan dan menginginkan adanya kementerian yang 24 jam memikirkan kemajuan kebudayaan, memberikan perlindungan, kelestarian, kemanfaatan, dan pemberdayaan,” jelasnya.
Wamen Giring menambahkan bahwa Presiden berpesan agar kebudayaan menjadi etalase terdepan dari kemajuan bangsa.
“Oleh karena itu, museum, galeri, festival budaya, sanggar tari, sanggar lukis, film, musik, harus menjadi etalase terdepan dari proses kemajuan dan perlindungan kebudayaan,” tegasnya.
Ia juga berharap agar agenda FORNAS, yang menampilkan permainan tradisional, bisa menjadi program tahunan yang lebih besar lagi di masa mendatang.

“Kami yakin permainan tradisional itu ada dalam ingatan kita, selalu ada di hati kita,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati Buka Workshop Bahasa Isyarat untuk Nakes

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka Workshop Keterampilan Dasar Bahasa Isyarat Penyandang Disabilitas Tuli Bagi Naskes Fasyankes Kota Kediri. Acara berlangsung di Ballroom Lotus Garden, Rabu (30/7). Pada workshop ini menghadirkan narasumber dari Dewan Pengurus Daerah Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (DPD GERKATIN) Provinsi Jawa Timur.

“Kesehatan merupakan hak dasar setiap orang tanpa terkecuali. Komunikasi menjadi faktor yang penting untuk menghindari kesalahpahaman yang bisa menimbulkan kurang tepatnya diagnosa dan penanganan. Maka seluruh fasyankes Kota Kediri harus bisa menjalin komunikasi yang baik agar mampu memberi tindakan yang tepat sasaran tanpa terkecuali dengan teman-teman disabilitas bisu tuli,” ujarnya.

Mbak Wali menjelaskan harus disadari bahwa selama ini ada sekat dalam komunikasi dengan teman-teman bisu dan tuli. Sebab banyak tenaga kesehatan belum menguasai bahasa isyarat. Tidak sedikit pula pasien dengan disabilitas bisu tuli merasa resah jika harus mendatangi layanan publik yang belum mengakomodasi bahasa isyarat. Adanya workshop ini memperkuat komitmen dan langkah Pemkot Kediri untuk menjadikan seluruh unit pelayanan di Kota Kediri semakin inklusif bagi masyarakat, tanpa diskriminasi, dan tercipta good and clean governance. Sesuai dengan program Sapta Cita ke-6 yaitu, Pemerintahan Cepat Tepat. Beberapa waktu lalu pun, Pemkot Kediri juga telah melaksanakan pelatihan etika petugas layanan dalam memberikan pelayanan pada kelompok rentan/disabilitas.

Mbak Wali kota kediri vinanda Buka Workshop Keterampilan Dasar Bahasa Isyarat Penyandang Disabilitas Tuli Bagi Naskes Fasyankes, Langkah Kediri Menuju Kota Ramah Disabilitas

“InsyaAllah dengan berbagai upaya ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kita pada kelompok rentan/disabilitas di seluruh unit pelayanan di Kota Kediri. Bonusnya hasil pembinaan pelayanan publik ramah kelompok rentan di Kota Kediri dapat terus meningkat. Seperti visi misi Pemerintah Kota Kediri salah satunya kota ramah disabilitas,” jelasnya.

Wali kota termuda ini menekankan kepada seluruh peserta agar ilmu yang didapat dari workshop ini disebarluaskan kepada teman sejawat dan lingkungan. Serta dipraktekkan langsung saat berjumpa dengan pasien bisu tuli. Lalu value layanan ini juga bisa disebarluaskan melalui sosial media. Agar teman-teman disabilitas tidak ragu atau malu datang sendiri ke fasyankes. “Tadi saya tanya beberapa peserta belum bisa bahasa isyarat. Nah, ini adalah suatu kendala yang harus dicarikan solusi salah satunya melalui acara ini. Selamat belajar untuk seluruh peserta. Semoga ikhtiar kita ini dapat memberi manfaat yang lebih banyak untuk masyarakat,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fajri Mubasysyir menambahkan workshop ini merupakan komitmen Pemkot Kediri dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 150 tenaga kesehatan dari rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik utama, klinik pratama, labkesda, dan dinas kesehatan. Dimana pada tahun sebelumnya workshop serupa telah dilaksanakan dan diikuti tenaga kesehatan dari Puskesmas.

Mbak Wali kota kediri vinanda Buka Workshop Keterampilan Dasar Bahasa Isyarat Penyandang Disabilitas Tuli Bagi Naskes Fasyankes, Langkah Kediri Menuju Kota Ramah Disabilitas

Turut hadir, Ketua DPD GERKATIN Provinsi Jawa Timur Maskurun, perwakilan IDI Kota Kediri, dan tamu undangan lainnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Bogor Ajak Kobarkan Semangat Kemerdekaan di Seluruh Lini Masyarakat

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk menghidupkan kembali semangat kemerdekaan di seluruh lini kehidupan.

Ajakan ini tidak hanya diwujudkan melalui pemasangan bendera Merah Putih di rumah dan lingkungan, tetapi juga dengan menghias ruang kerja, tempat usaha, dan fasilitas publik dengan nuansa merah putih yang membangkitkan nasionalisme.

Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Bogor Nomor 200.1.2.3/1023-Bakesbangpol, yang merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400.40.1.1/3823/SJ tentang Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025.

Dalam edaran tersebut, Bupati Bogor secara resmi menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, perangkat kecamatan, desa, dan masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih secara masif dan terkoordinasi mulai tanggal 1 hingga 17 Agustus 2025.

Instruksi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung gerakan nasional untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan.

Bupati Bogor mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, mulai dari perangkat daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga keluarga di rumah tangga untuk ikut serta mengobarkan semangat merah putih, sebagai simbol cinta tanah air. Mari kita wujudkan lingkungan yang bersih, tertib, dan bernuansa merah putih sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan.

Gerakan dilakukan dengan prinsip edukatif, yaitu mendorong masyarakat memasang bendera Merah Putih di rumah masing-masing sejak 1 hingga 31 Agustus 2025, terutama bagi warga yang belum memiliki bendera.

Bupati Bogor menginstruksikan kepada para Camat untuk melaksanakan pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat di wilayah masing-masing, yang diawali dengan kegiatan pencanangan bersama Forkopimcam, pemerintah desa/kelurahan, serta melibatkan tokoh masyarakat, agama, pemuda, perempuan, dan pelaku usaha.

Selain itu, para Camat bersama perangkat desa, RW, dan RT diharapkan memantau serta mengedukasi masyarakat yang belum memasang bendera Merah Putih, dengan pendekatan yang persuasif dan membangun.

Sementara itu, Perangkat Daerah, RSUD, dan BUMD diminta turut membagikan minimal 200 bendera Merah Putih berukuran 90 x 60 cm, serta memasang bendera pada seluruh kendaraan dinas jabatan maupun operasional, sebagai bentuk partisipasi dalam menyemarakkan Hari Kemerdekaan.

Beberapa perangkat daerah seperti Disdagin, Dinkop UMKM, Disdik, Diskominfo, Disbudpar, Disnaker, dan Dinkes, juga dihimbau mengajak mitra binaannya seperti pelaku UMKM, dunia usaha, lembaga pendidikan, media, dan fasilitas kesehatan untuk berperan aktif dalam gerakan ini.

Melalui gerakan ini, Bupati Bogor berharap tercipta suasana kemerdekaan yang meriah dan semarak di seluruh penjuru wilayah serta tumbuhnya kembali semangat persatuan, gotong royong, dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis Pariwisata Lewat Business Matching di Malaysia

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya memperluas jejaring bisnis industri pariwisata dan memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan Indonesia melalui kegiatan business matching yang kali ini akan di gelar di tiga kota di Malaysia yakni Penang, Ipoh, dan Kuala Lumpur, pada 29-31 Juli 2025.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Made Ayu Marthini menjelaskan upaya memperluas jejaring bisnis industri pariwisata dan memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan Indonesia melalui kegiatan business matching di tiga kota di Malaysia yakni Penang, Ipoh, dan Kuala Lumpur, pada 29-31 Juli 2025.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (31/7/2025) menjelaskan business matching ini akan menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha pariwisata Indonesia dengan travel agent, tour operator, dan mitra industri setempat.

“Pemilihan tiga kota ini bukan tanpa alasan. Kuala Lumpur merupakan pusat industri perjalanan dan wisata outbound terbesar di Malaysia, sementara Penang dan Ipoh memiliki potensi pertumbuhan pasar yang sangat menjanjikan. Ketiganya mewakili wilayah utama di Malaysia Barat yang dapat membuka peluang kerja sama promosi pariwisata yang lebih luas,” ujar Ni Made Ayu Marthini.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui skema pemasaran kolaboratif antara Kementerian Pariwisata bersama DPD ASITA Jawa Barat. Dan melibatkan 25 pelaku industri pariwisata Indonesia (seller) yang telah terkurasi berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk kesiapan produk, kapasitas promosi, serta potensi kerja sama dengan mitra industri pariwisata di Malaysia.

“Kami berharap para seller dapat memanfaatkan momentum untuk bertemu dengan rekan bisnis potensial dan membangun jejaring baru. Rekan bisnis tersebut nantinya dapat menjadi mitra kerja yang akan menjembatani untuk transaksi langsung dengan publik Malaysia, khususnya saat mengikuti pameran pariwisata di Malaysia, baik yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata maupun secara mandiri,” ujar Ni Made Ayu Marthini.

“Hal tersebut penting karena menjadi salah satu syarat untuk mengikuti pameran pariwisata di Malaysia adalah memiliki mitra lokal yang terdaftar sebagai anggota Malaysian Association of Tour & Travel Agents (MATTA),” kata Ni Made Ayu Marthini.

Malaysia sendiri menjadi salah satu pasar prioritas bagi pariwisata Indonesia, karena kedekatan geografis, kemiripan budaya, dan tingginya potensi kunjungan wisatawan. Sehingga harapannya dapat memberikan dampak langsung untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia.

Dalam agenda business matching, Kementerian Pariwisata akan memperkenalkan tiga produk pariwisata utama, yaitu affordable luxury tourism, unique interest tourism, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Kemudian, wisata kebugaran (wellness tourism), wisata bahari (marine tourism), dan wisata gastronomi (gastronomy tourism) juga menjadi salah satu segmen unggulan dalam paket wisata yang akan dipromosikan, sejalan dengan tren minat wisatawan terhadap pengalaman perjalanan yang lebih personal dan berkelanjutan.

“Kami optimistis kegiatan ini akan semakin membuka peluang kerja sama konkret antara pelaku industri pariwisata kedua negara serta meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional serta penguatan branding Wonderful Indonesia di pasar Malaysia,” kata Ni Made Ayu Marthini.

Ketua DPD ASITA Jawa Barat, Daniel Nugraha, menambahkan masing-masing kota di Malaysia memiliki kekuatan tersendiri. Seperti Penang dikenal sebagai pusat health tourism, Ipoh sebagai kota wisata kuliner, dan Kuala Lumpur sebagai pusat jaringan bisnis dan agen perjalanan internasional.

Selain itu, ketiga kota tersebut juga memiliki aksesibilitas yang baik yang dapat memudahkan wisatawan menuju Indonesia, khususnya ke destinasi di Jawa Barat.

“Karenanya kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang benchmarking showcase pariwisata Malaysia yang dapat diamati, dipelajari, dimodifikasi, dan diaplikasi oleh pelaku industri pariwisata di Indonesia,” kata Daniel.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pj Gubernur Papua Agus Fatoni Salurkan Bantuan Vitamin dan Susu di Puskesmas Kosiwo

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Agus Fatoni bersama Pj. Ketua TP PKK Tyas A. Fatoni meninjau langsung Puskesmas Kosiwo. Dalam kesempatan ini, Fatoni memberikan sejumlah bantuan berupa vitamin hingga susu untuk anak-anak.

“Kami ke sini juga membawa bantuan dari Pemprov dan pkk berupa kelambu 44.000, susu dan nutrisi sebanyak 1.000 buah, vitamin A, vitamin B untuk balita, ibu hamil dan vitamin untuk remaja putri,” ucap Fatoni di Puskesmas Kosiwo, Distrik Kosiwo, Kepulauan Yapen, Papua, Kamis (31/07/2025).

Fatoni berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kosiwo.

“Dengan harapan ini dapat bermanfaat bagi semua dan membuat kita semua semakin sehat dan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sehat, cerdas dan berkarakter,” kata Fatoni.

Melalui kesempatan ini, Fatoni juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga iklim kondusif yang ada di Papua. Hal ini tentunya guna mendukung pembangunan berjalan semakin baik, ekonomi yang maju dan menuju Papua yang sejahtera.

“Juga kita harus jaga kondisi yang kondusif ini agar ini bisa terus berlangsung, terus kita tingkatkan agar pembangunan berjalan dan aktivitas berlangsung dengan baik, ekonomi baik dan menuju Papua sejahtera,” jelas Fatoni.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy mengatakan Kepulauan Yapen terdiri dari 17 distrik dan seluruhnya memiliki fasilitas Puskesmas.

“Bapak bisa menyaksikan fasilitas ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kosiwo agar bisa berobat dengan baik,” kata Benyamin.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Bupati Bekasi Dukung Aplikasi Jaga Desa, Perkuat Pengawasan Dana Desa Berbasis Digital

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman, menghadiri peluncuran aplikasi real time Monitoring Village Management Funding Desa atau yang dikenal dengan “Jaga Desa”, bertempat di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, pada Selasa (29/7) malam.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini diawali dengan Penandatanganan Naskah Kerja Sama dan Komitmen Bersama, yang merupakan simbol kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat sistem pengawasan penggunaan Dana Desa, serta menjamin bahwa setiap rupiah yang digunakan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat desa.

Bupati Bekasi menyampaikan bahwa peluncuran aplikasi Jaga Desa sangat selaras dengan konsep “Desa Presisi” yang saat ini tengah digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak harus dimulai dari desa, melalui pendekatan berbasis data yang akurat dan aktual.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini tengah mendorong sinkronisasi pembangunan dengan pendekatan Desa Presisi. Saya berharap Kabupaten Bekasi bisa menjadi contoh bahwa pembangunan yang relevan dan nyata itu dimulai dari desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Bekasi juga menegaskan pentingnya membangun sistem pendataan dan pemantauan berbasis teknologi digital, agar proses perencanaan hingga evaluasi pembangunan bisa dilakukan secara objektif, terukur, dan berkelanjutan. Dengan data yang kuat dari desa, pembangunan daerah akan berjalan lebih tepat sasaran dan efisien.

“Kami terus mengupayakan bahwa pembangunan desa harus berjalan dengan optimal dan melakukan pengembangan dari berbagai sisi, kemudian dievaluasi bersama agar apa yang menjadi rencana bisa terukur objektif,” katanya.

Selaras dengan arahan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Bupati Ade juga menekankan perlunya mengembalikan marwah desa sebagai pusat kebijakan pembangunan berbasis masyarakat.

Menurutnya, perangkat desa dan kepala desa harus diberdayakan secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan kompleksitas sosial ekonomi di wilayahnya.

“Desa harus dipandang sebagai entitas yang strategis. Kepala desa tidak boleh hanya menjadi pelaksana administratif. Mereka harus menjadi pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara menyeluruh. Maka dari itu, budaya kerja dan kapasitas aparatur desa juga harus terus diperkuat,” tuturnya.

Aplikasi Jaga Desa adalah sistem digital berbasis real time yang dirancang untuk memantau dan mengelola penggunaan Dana Desa secara transparan dan akurat. Sistem ini memungkinkan setiap Kepala Desa dan pemerintah daerah memantau alur penggunaan dana, progres pembangunan, hingga pelaporan keuangan secara langsung dan sistematis.

Turut hadir dalam peluncuran ini Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Gubernur Jawa Barat, Bupati dan Walikota dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, termasuk unsur dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat serta Kepala Kejaksaan Negeri dari berbagai daerah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wali Kota Depok Terima Audiensi Capaska 2025, Apresiasi Semangat dan Dedikasi Para Peserta

Wali Kota Depok, Supian Suri menerima audiensi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Depok Tahun 2025 di Aula Teratai, Lantai 1 Balai Kota Depok, Kamis (01/8).

Dalam kesempatan tersebut, Supian Suri menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas semangat serta dedikasi para Capaska yang telah menjalani proses latihan dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anak-anak hebat ini yang sudah berlatih siang dan malam demi memberikan yang terbaik bagi Kota Depok,” ujarnya, kepada berita.depok.go.id

Dirinya juga menyebutkan bahwa terdapat dua orang Capaska Depok yang berhasil lolos ke tingkat Provinsi Jawa Barat, yakni Emmeline Angelica Huwae dari SMA Mardi Yuana Depok dan Alfiandra Putra Ramadhan dari SMK Bina Mandiri.

Hal ini tidak lepas dari dukungan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Linda Ratnanurdianny, beserta jajaran, yang terus memberikan fasilitasi penuh selama proses seleksi dan pelatihan berlangsung.

“Saya minta kepada Bu Linda dan jajaran, agar apa pun kebutuhan dan harapan mereka selama proses ini dapat dimaksimalkan,” tambahnya.

Supian Suri juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih, baik dari unsur senior Paskibraka maupun pelatih eksternal, yang telah berkontribusi besar dalam membimbing para Capaska.

“Pengibaran bendera merupakan bagian penting dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Keberhasilan prosesi tersebut sangat menentukan kekhidmatan upacara secara keseluruhan,” jelasnya.

Dirinya menegaskan bahwa keterlibatan Capaska bukan hanya sekadar tugas simbolik, tetapi merupakan bagian dari pembinaan karakter generasi muda sebagai estafet kepemimpinan di masa depan.

“Saya punya harapan besar kepada mereka agar ke depan dapat menjadi generasi penerus yang turut membangun Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, bahkan Indonesia,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Cepat Tanggap, Bupati Lumajang Serahkan Bantuan Renovasi Rumah Korban Kebakaran

Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan respons cepat dan kepedulian nyata terhadap warganya yang terdampak musibah. Dalam rangkaian kegiatan Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu) di Kecamatan Kunir, Rabu (30/7), Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menyerahkan langsung bantuan renovasi rumah sebesar Rp10 juta kepada Ibu Ceples, warga Dusun Karangsukup, Desa Kunir Kidul, yang rumahnya ludes terbakar.

Bantuan tersebut bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang, sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan lembaga sosial dalam mendukung pemulihan warga pasca-bencana.

“Ini ada bantuan dari BAZNAS, semoga bermanfaat ya. Segera panggil tukang agar rumah ibu bisa segera dibangun kembali,” ucap Bunda Indah saat mengunjungi lokasi.

Lebih dari sekadar menyampaikan bantuan, Bunda Indah juga memberikan semangat dan empati secara langsung kepada korban. “Ibu yang sabar ya, yang terpenting ibu masih bisa selamat dan sehat. Rumah bisa dibangun lagi, tapi nyawa tidak bisa tergantikan,” ujarnya dengan hangat.

Kehadiran kepala daerah langsung di tengah warga terdampak menjadi bukti bahwa program Setor Madu bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi juga ruang konkret pemerintah hadir dan peduli terhadap persoalan paling mendasar rakyat.

Musibah kebakaran yang menimpa rumah Ibu Ceples menjadi pengingat bahwa risiko bencana bisa terjadi kapan saja. Namun kehadiran pemerintah yang tanggap dan proaktif mampu memberi rasa aman dan dukungan moral bagi warga.

Melalui kerja sama dengan BAZNAS, Pemkab Lumajang terus memperkuat perlindungan sosial berbasis kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat kecil yang rentan terdampak bencana.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah rakyatnya. Kami pastikan, tidak ada warga yang menghadapi musibah sendirian,” tegas salah satu perwakilan Kecamatan Kunir.

Program Setor Madu sendiri telah menjadi sarana efektif Pemkab Lumajang dalam menjangkau dan menanggapi berbagai kebutuhan masyarakat di tingkat desa, termasuk penanganan musibah, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan sosial.

Dengan langkah-langkah seperti ini, Lumajang membuktikan bahwa pembangunan daerah tak hanya soal infrastruktur dan anggaran, tapi juga soal empati, keberpihakan, dan solidaritas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News