Beranda blog Halaman 951

Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Optimis Capai Program Kerja Kehumasan dengan Optimal di Akhir 2025

Biro Humas dan Protokol, Kementerian ATR/BPN terus berupaya meningkatkan capaian program kerja dalam bidang kehumasan dan meraih hasil yang maksimal hingga akhir 2025 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol, Harison Mocodompis, dalam Evaluasi dan Analisis Kinerja Program dan Kegiatan Kementerian ATR/BPN Triwulan II Tahun 2025, Senin (14/07/25).

“Saya sangat optimis di akhir tahun itu kita capai (target kerja). Apa yang kita targetkan masih _on the track_, kita bisa mencapai tujuan-tujuan jangka menengah,” ujar Harison Mocodompis saat menjelaskan paparannya via daring.

Pada triwulan II ini, Biro Humas dan Protokol mempunyai beberapa rencana strategis. Beberapa rencananya antara lain mempertahankan predikat informatif dan meningkatkan jumlah satuan kerja yang informatif dalam Keterbukaan Informasi Publik; meningkatkan indeks pengelolaan pengaduan di pusat dan daerah; mencapai peringkat 3 besar SOV (share of voice) Pemberitaan tahun 2025; peningkatan _followers_ Instagram Kementerian ATR/BPN sebanyak 1 juta _followers_ dan TikTok sebanyak 100.000 _followers_; peningkatan _subscriber_ YouTube Kementerian ATR/BPN menjadi 80.000 _followers_.

Capaian kinerja triwulan II di Biro Humas dan Protokol ini menunjukkan tren capaian yang melampaui target. Persentase “Terpenuhinya Layanan Perkantoran” mencapai 100% dari target 100%; persentase “Pelayanan Ketatausahaan dan Keprotokolan bagi Pimpinan” mencapai 100% dari target 100%; persentase “Pengelolaan Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat” mencapai 102,39% dari target 95%; persentase “Pengelolaan Layanan Informasi Publik” sebanyak 82,49% dari target 95%; dan persentase “Pelaksanaan Metode Strategi Komunikasi Publik” sebanyak 82,26% dari target sebesar 50%.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Andi Tenri Abeng mengapresiasi beberapa unit kerja, termasuk Biro Humas dan Protokol yang berhasil meraih SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) dengan nilai AA atau Sangat Memuaskan. Hal ini menambah jajaran unit kerja di internal Kementerian ATR/BPN yang berhasil meraih SAKIP AA, yaitu Direktorat Jenderal (Ditjen) Tata Ruang, Biro Humas dan Protokol, Biro Hukum, dan kemudian Pusat Data dan Informasi (Pusdatin).

“Kita juga harapkan stakeholder internal kita untuk meningkatkan capaian SAKIP-nya menjadi minimal A,” ujarnya.

Terkait umpan balik capaian triwulan II Biro Humas dan Protokol, Andi Tenri Abeng berkata bahwa capaian unit telah memiliki hasil yang bagus. Meski demikian, ia menilai masih perlu adanya peningkatan kualitas layanan.

“Saran kami nanti dalam sosialisasi (kepada Satker daerah) yang diperlukan adalah peningkatan kualitas layanan. Juga diingatkan kepada kawan-kawan di daerah untuk responsif terhadap aduan. Baik dia melalui WhatsApp, maupun datang langsung harus dilayani dengan baik,” ungkap Andi Tenri Abeng.

Dalam sesi _monitoring_ dan evaluasi daring ini, turut serta Kepala Biro Hukum, Nugraha; Kepala Pusdatin, I Ketut Gede Ary Sucaya; Inspektur Wilayah II, Tri Wibisono; serta Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Sri Yanti Achmad.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemprov Kaltim Dorong Kabupaten/Kota Lebih Progresif, Kutai Kartanegara Jadi Role Model Penanganan Stunting

Pemprov Kaltim menegaskan pentingnya terobosan konkret dari seluruh kabupaten/kota dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi Aksi Konvergensi yang digelar Bappeda Kaltim di Ruang Rapat Repetada, Rabu (16/7/25).

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai berhasil menunjukkan progres signifikan dengan menurunkan angka stunting menjadi 14,2 persen. Pencapaian ini diapresiasi dan diangkat sebagai contoh nyata bahwa strategi konvergensi dapat memberikan hasil bila dijalankan secara serius.

“Keberhasilan Kukar membuktikan bahwa penurunan stunting bukan sesuatu yang mustahil. Daerah lain harus berani melakukan lompatan serupa,” tegas Mispoyo, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kaltim.

Menurutnya, Pemprov Kaltim saat ini lebih menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, inovasi lokal, dan keberanian daerah untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi benar-benar melakukan akselerasi.

Meski angka prevalensi stunting Kaltim secara umum baru menurun 0,7 persen, dari 22,9 persen ke 22,2 persen, Pemprov Kaltim melihat ini sebagai langkah awal menuju perubahan yang lebih besar.

“Upaya penurunan stunting bukan soal angka semata, tapi komitmen yang terus dibangun untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Tenaga Ahli Bappeda, Riyadi, menyoroti bahwa masih ada daerah yang belum optimal, baik dalam pelaporan maupun implementasi aksi konvergensi. Pemprov Kaltim mendorong agar tidak ada lagi daerah yang tertinggal, apalagi saat pemerintah pusat menargetkan penurunan stunting sebagai prioritas nasional.

Selain mendorong inovasi di daerah, Pemprov Kaltim juga mengingatkan pentingnya dokumentasi yang akurat dan transparan sebagai bagian dari akuntabilitas kinerja daerah.

“Stunting bukan hanya urusan kesehatan, tapi tentang kualitas sumber daya manusia kita di masa depan. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama,”pungkas Mispoyo. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pemprov Kaltim Sosialisasikan Aksi Konvergensi untuk Tekan Angka Stunting, Kukar Jadi Contoh Keberhasilan

Pemprov Kaltim terus mendorong pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di seluruh kabupaten/kota. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi yang digelar di Ruang Rapat Repetada Bappeda Provinsi Kaltim, Rabu (16/7/25).

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kaltim, Mispoyo menyampaikan bahwa pelaksanaan delapan aksi konvergensi menjadi kewajiban bersama pemerintah daerah. Ia berharap seluruh kabupaten/kota dapat menjalankannya dengan optimal demi menekan angka stunting di Kaltim.

“Aksi konvergensi ini wajib kita laksanakan. Kami berharap tahun ini pelaksanaannya lebih baik, dan prestasi kabupaten/kota yang tahun lalu sudah bagus bisa dipertahankan,” ujar Mispoyo.

Ia menyoroti keberhasilan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang berhasil menurunkan angka stunting ke 14,2 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi loncatan besar dan patut dijadikan contoh oleh daerah lain.

“Alhamdulillah prevalensi stunting Kaltim tahun 2024 turun menjadi 22,2 persen dari sebelumnya 22,9 persen. Meski baru 0,7 persen, ini sudah menunjukkan arah yang positif. Kami ingin kabupaten/kota meniru lompatan seperti yang dilakukan Kukar,” tambahnya.

Aksi konvergensi yang selama ini terdiri dari delapan aksi, mulai dari analisis situasi hingga review kerja tahunan, akan disederhanakan menjadi empat aksi pada tahun depan. Meski demikian, penilaian tahun 2025 tetap akan mengacu pada delapan aksi yang dilaksanakan selama 2024.

Tenaga ahli Bappeda, Riyadi menambahkan bahwa kegiatan aksi konvergensi telah berjalan sejak 2020. Setiap kabupaten/kota wajib melaporkan progresnya secara daring, yang akan dijadikan dasar dalam penilaian kinerja oleh tim provinsi. “Masih ada daerah yang belum optimal dalam pelaporan dan pelaksanaan aksi. Harapan kami, tahun ini semua daerah sudah bisa menunjukkan kinerja yang baik,” ujarnya.

Pemprov Kaltim menekankan pentingnya dokumentasi yang lengkap sebagai bukti pelaksanaan aksi di masing-masing daerah. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mencapai target nasional penurunan stunting dan menciptakan generasi sehat dan unggul di masa depan. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menkeu Apresiasi Sinergi Komisi XI dalam Pembahasan RKP dan RKA Kemenkeu 2026

Menteri Keuangan (Menkeu) menyampaikan apresiasi atas sinergi, perhatian, dan kerja sama yang erat dari Komisi XI DPR RI dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Tahun 2026. Hal ini disampaikan Menkeu dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Selasa (15/7), di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta.

Menkeu menilai bahwa pembahasan RKP dan RKA bersama Komisi XI telah dilakukan secara konstruktif dan komprehensif melalui panitia kerja (panja), dengan dukungan penuh dari seluruh Anggota Dewan bersama jajaran pemerintah. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi Komisi XI yang secara aktif memberikan masukan dan mencermati setiap detail rencana anggaran.

“Terima kasih kepada Komisi XI yang selalu menjadi partner Bendahara Negara, yang selalu bisa kami andalkan. Atas dukungan, partnership, perkawanan, maupun kritik serta berbagai masukan yang selalu baik, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih setulus-tulusnya atas nama seluruh Kementerian Keuangan,” ujar Menkeu.

Menkeu juga menegaskan bahwa Pemerintah akan terus menjaga kualitas belanja dan akuntabilitas anggaran dalam rangka menjawab tantangan perekonomian yang dinamis dan penuh ketidakpastian.

Sebagai hasil dari pembahasan tersebut, seluruh fraksi di Komisi XI DPR RI menyatakan persetujuan terhadap RKP dan RKA Kemenkeu Tahun 2026. Persetujuan ini menjadi landasan penting bagi Kemenkeu untuk melanjutkan proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan keberlanjutan fiskal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Indonesia dan Timor Leste Bahas Peluang Peningkatan Perdagangan

Indonesia dan Timor Leste memiliki hubungan yang sangat erat. Dengan sinergi yang kuat, hubungan kedua negara diyakini akan terus berkembang secara signifikan dan berkelanjutan. Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Timor Leste, Filipus Nino Pereira, di Jakarta, Jumat (11/7).

“Indonesia selalu terbuka untuk berdialog dan berkolaborasi dengan Timor Leste. Indonesia memiliki niat dan tekad yang sama dengan Timor Leste, termasuk dalam peningkatan di bidang perdagangan,” ujar Wamendag Roro yang didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi.

Wamendag Roro menyampaikan, Indonesia menyambut baik kerja sama kedua negara di berbagai sektor perdagangan, di antaranya pembangunan pabrik marmer hingga kedai kopi.

“Hal ini sangat potensial, terlebih karena Indonesia sangat kaya akan beragam jenis kopi, sehingga dapat dioptimalkan di pasar Timor Leste,” terang Wamendag Roro.

Dalam pertemuan ini, Wamendag Roro kembali menyampaikan dukungan Indonesia terhadap aksesi Timor Leste ke ASEAN.

“Kami ingin menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia untuk mendukung aksesi Timor Leste sebagai negara anggota ASEAN ke-11. Saat ini, Indonesia sedang mempersiapkan serangkaian program pengembangan kapasitas bagi Timor Leste untuk periode 2025–2026,” ungkap Wamendag Roro.

Wamendag Roro juga menyambut baik dan mengapresiasi undangan untuk berpartisipasi dalam Dili International Trade Expo 2025 yang akan diselenggarakan pada 28 Agustus–1 September 2025. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum mempercepat pertumbuhan ekonomi Timor Leste.

“Tentunya, Indonesia akan mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Wamendag Roro juga mengundang Delegasi Timor Leste untuk berpartisipasi dalam pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40. Pameran tersebut akan digelar pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang. Keikutsertaan pada TEI 2025 akan membuka kesempatan bertemu langsung dengan pembeli mancanegara, sehingga bisa meningkatkan peluang mendapatkan transaksi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Timor Leste, Filipus Nino Pereira, menuturkan Timor Leste sangat menghargai hubungan kedua negara. Menurutnya, Timor Leste dan Indonesia memiliki hubungan yang harmonis, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan people-to-people.

“Hubungan tersebut dipastikan akan terus dipupuk melalui silaturahmi yang berkesinambungan,” terang Filipus.

Usai pertemuan, Wamendag Roro mengajak seluruh delegasi Timor Leste mengunjungi ruang Permanent Trade Exhibition yang dikelola Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. Dalam kunjungan ini, Wamendag Roro memperkenalkan produk-produk Indonesia dari bermacam sektor perdagangan yang telah diekspor ke berbagai negara.

Total nilai perdagangan Indonesia–Timor Leste pada 2024 mencapai USD 391,34 juta, dengan tren pertumbuhan tahunan rata-rata 15,56 persen. Pada Januari–April 2025, ekspor Indonesia ke Timor Leste mencapai USD 117,08 juta atau meningkat 11 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Adapun produk unggulan Indonesia di pasar Timor Leste yaitu kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit, makanan olahan, semen, produk farmasi, hingga barang konsumsi harian. Beberapa komoditas strategis juga mencatat pertumbuhan signifikan, seperti kendaraan niaga ringan, tepung terigu, produk susu, hingga produk perawatan tubuh. Hal ini menegaskan bahwa pasar Timor Leste masih terbuka lebar dan menantikan kehadiran produk-produk inovatif Indonesia.

Usai melakukan pertemuan bilateral, Wamendag Roro membuka Forum Bisnis Indonesia–Timor Leste yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Perdagangan. Kegiatan yang mengangkat tema “Peluang Kerja Sama Indonesia–Timor Leste” ini dihadiri 25 peserta yang terdiri atas para pelaku usaha Indonesia.

Para peserta yang antusias mengikuti forum bisnis ini menilai Timor Leste merupakan pasar potensial yang terus berkembang dan masih banyak peluang perdagangan yang dapat digali serta ditindaklanjuti.

Kegiatan ini merupakan hasil inisiasi dan kolaborasi yang pertama kali dilaksanakan antara Kementerian Perdagangan RI bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Kedutaan Besar Timor Leste di Indonesia, dan merupakan rangkaian Road to Dili International Trade Expo 2025.

“Penyelenggaraan forum bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi pelaku bisnis Indonesia dengan Timor Leste serta mendorong potensi perdagangan antarkedua negara,” pungkas Wamendag Roro.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Hapus Ego Sektoral, Wapres Gibran Serukan Kepemimpinan Kolaboratif di Lemhannas

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis realitas lapangan dalam menghadapi tantangan geopolitik global, perubahan iklim, serta disrupsi teknologi. Hal tersebut ia ungkapkan saat memberikan pembekalan kepada 100 Peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV dan 110 Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII, di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 7, Jakarta, Senin (14/07/2025).

Wapres menyampaikan bahwa pimpinan birokrasi, militer, dan sipil perlu memiliki kesamaan arah dalam menyukseskan agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita harus satu visi, satu tujuan, satu komando mewujudkan visi, misi, program dari Bapak Presiden,” tegasnya.

Wapres mengingatkan bahwa hambatan pelaksanaan kebijakan sering muncul akibat egosektoral, sehingga kolaborasi antarsektor harus diperkuat.

“Kita harus bekerja sama. Hilangkan egosektoral atau merasa paling hebat sendiri. Kita harus menjaga situasi tetap kondusif. Tidak ada negara yang bisa tumbuh dalam keadaan tidak stabil atau tidak kondusif,” pesannya.

Wapres kemudian mencontohkan keberhasilan agenda ketahanan pangan yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara RI (Polri). Ia menyebutkan bahwa panen tebu dan jagung beberapa waktu terakhir turut diamankan langsung oleh Panglima TNI dan Kapolri.

Lebih jauh, Wapres mengajak para pemimpin untuk aktif turun langsung ke lapangan. Menurutnya, kunjungan tersebut tidak semata untuk eksposur media, tetapi menjadi bentuk kepedulian dan empati nyata terhadap masyarakat.

“Turun ke lapangan itu bukan pencitraan atau mencari eksposur. Tidak. Dialog langsung dengan warga, dialog langsung dengan pelaku UMKM, dialog langsung dengan petani, itu penting sekali,” ujar Wapres.

Dalam kuliah umum yang berlangsung secara interaktif, ia menekankan pentingnya hilirisasi industri, kemandirian energi dan pangan, serta penguatan sumber daya manusia (SDM). Ketiga hal ini menjadi fondasi utama dalam membangun daya saing nasional dan sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat melalui percepatan industrialisasi, swasembada strategis, serta pendidikan dan pelatihan vokasi yang masif menuju Indonesia Emas 2045.

Pada aspek hilirisasi, Wapres menilai hal ini memegang peran penting untuk memberikan nilai tambah pada produk Indonesia, baik di dalam negeri maupun di mancanegara.

“Hilirisasi, itu penting sekali. Kita tidak boleh lagi mengirim barang mentah, kita harus mengejar nilai tambah dari kegiatan-kegiatan downstreaming ini. Kalau enggak, ya, kita selamanya akan diremehkan negara-negara lain. Ini kebetulan ada teman-teman dari negara lain juga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wapres menuturkan bahwa potensi bonus demografi harus dijawab dengan program konkret, seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta pengembangan kendaraan listrik nasional.

“Anak-anak muda usia produktif. Nah, ini yang harus kita dorong terus. R&D [research and development] penting, tapi R&D yang harus di-follow up dan bisa memberikan multiplier effect yang baik ke masyarakat,” jelas Wapres.

Ia juga menekankan bahwa program-program, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan revitalisasi pendidikan dasar melalui kurikulum artificial intelligence dan coding sejak dini, merupakan investasi jangka panjang yang mendukung daya saing bangsa, serta langsung menyentuh kebutuhan rakyat.

“Kalau di negara-negara lain, ada krisis populasi, ada fenomena aging population, seperti Jepang, Korsel. Kita harus bersyukur ini, kita sedang mendapatkan bonus demografi. Jadi, kita mengubah future challenge menjadi future opportunity,” imbuh Wapres.

Mengakhiri paparannya, Wapres mengajak seluruh peserta dan pemimpin birokrasi untuk menjadi agen perubahan yang mampu menjaga stabilitas dan mendorong akselerasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.

“Saya yakin Bapak-Ibu semua adalah pemimpin yang berdedikasi, yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju dan meraih Indonesia Emas. Mari bersama kita bersatu membangun bangsa yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Tubagus Ace Hasan Syadzily, menyatakan bahwa P3N dan P4N merupakan transformasi dari program pendidikan kepemimpinan nasional yang sudah ada. P3N semula dikenal sebagai Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA), sedangkan P4N merupakan pengembangan dari Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA). Ia juga melaporkan bahwa Lemhannas telah melakukan penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran, termasuk penyederhanaan durasi pendidikan serta penerapan metode hibrida yang lebih interaktif dan aplikatif.

“Perubahan ini tentu dimaksudkan untuk meningkatkan fleksibilitas tanpa mengurangi kedalaman materi yang menjadi kekuatan utama dalam pendidikan di Lemhannas, dalam mencetak dan mempersiapkan pimpinan nasional di bidang ketahanan nasional, geopolitik, dan geostrategi,” ucapnya.

Hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Lemhannas, Edwin; Sekretaris Utama Lemhannas, R. Z. Panca Putra S.; Plt. Sekretaris Wapres, Al Muktabar; dan Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Sekretariat Wapres, Dadan Wildan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menkeu Tegaskan SBN Bukan Beban APBN, Tapi Instrumen Investasi Aman

Pemerintah terus mengelola Surat Berharga Negara (SBN) secara hati-hati sebagai bagian strategi pembiayaan APBN. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR dengan agenda Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBN ( RUU P2APBN) Tahun Anggaran 2024 pada Selasa (15/7).
“Pengelolaan Surat Berharga Negara atau SBN terus kami kelola secara hati-hati. Ini merupakan strategi pembiayaan APBN,” ungkap Menkeu di Jakarta.
Menkeu berharap SBN untuk tidak melihat sebagai beban APBN. Namun, SBN merupakan instrumen investasi yang aman dan menjadi pilihan investasi bagi berbagai lembaga, termasuk pensiun, asuransi, perbankan, dan masyarakat.
“Lembaga-lembaga baik itu pensiun, asuransi, perbankan, bahkan masyarakat kecil telah memegang surat berharga negara kita. Mereka membutuhkan instrumen investasi yang aman,” jelas Menkeu.

Untuk itu, Pemerintah akan terus melakukan edukasi mengenai peran SBN sebagai alat investasi yang bernilai dan dipercaya oleh pemegangnya. Dengan demikian, SBN diharapkan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mendukung pembiayaan APBN dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Akhiri Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Bertolak dari Paris Menuju Tanah Air

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertolak dari Paris, Prancis, kembali menuju tanah air pada Selasa, 15 Juli 2025, waktu setempat. Keberangkatan Presiden Prabowo dari Paris ini menandai berakhirnya rangkaian lawatan Presiden Prabowo kali ini ke sejumlah negara sahabat.

Kepala Negara lepas landas dari Bandar Udara Orly menggunakan Pesawat Garuda Indonesia-1. Sebelum menaiki tangga pesawat, Presiden Prabowo dilepas secara resmi oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Prancis Muhammad Oemar serta Atase Pertahanan KBRI Paris Marsma TNI Anang Surdwiyono. Selain itu, Kepala Negara juga dilepas oleh barisan pasukan jajar kehormatan dari militer Perancis.

Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menghadiri upacara peringatan Hari Nasional Prancis Bastille Day pada 14 Juli 2025 sebagai tamu kehormatan. Kehadiran Presiden Prabowo memberikan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia dengan mencatatkam sejarah baru sebagai Presiden Indonesia pertama yang menerima undangan resmi pada acara tersebut.

Lebih lanjut, sebagai bagian dari penghormatan kepada Presiden Prabowo, selepas acara Bastile Day diselenggarakan pula jamuan makan malam oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana kenegaraan Perancis Élysée.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis yang merupakan sebuah tonggak penting dalam memperkuat persahabatan dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju tanah air yaitu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Bahas Kerja Sama RI–Prancis dan Solusi Dua Negara di Timur Tengah

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan isi pertemuan pada saat jamuan makan malam dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Berbagai isu strategis dibahas sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara serta upaya dalam mencari solusi penyelesaian masalah global, salah satunya masalah konflik Israel–Palestina.

“Kemarin (14/7) suatu pertemuan, makan malam tapi ya kita bahas banyak masalah kerja sama Indonesia dan Prancis. Prancis juga banyak membantu kita di Eropa. Kita pokoknya sangat produktif ya,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada awak media pada Selasa, 15 Juli 2025.

Dalam kesempatan jamuan makan malam di Istana Élysée, Presiden Prabowo dan Presiden Macron turut bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah, khususnya mengenai konflik Israel–Palestina. Keduanya menegaskan pentingnya penyelesaian damai yang adil dan berkelanjutan, termasuk dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan terbaik untuk mewujudkan perdamaian jangka panjang.

“Ya dibahas, Prancis mendukung two-state solution,” imbuh Kepala Negara.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Oleh-oleh Prabowo: CEPA Indonesia-Uni Eropa Disepakati, Tarif Ekspor Jadi 0%

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menutup rangkaian kunjungan luar negeri di Belgia dan Prancis dengan sejumlah capaian penting yang memperkuat posisi strategis Indonesia di panggung global. Dalam keterangannya di Bandar Udara Orly, Paris, Prancis, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut bahwa lawatan ke dua negara ini berlangsung sangat produktif dan menghasilkan sejumlah pencapaian penting.

“Dalam dua hari ini, Bapak Presiden melakukan kegiatan sangat-sangat produktif. Jadi di Belgia bertemu dengan 3 tokoh Uni Eropa dan Belgia. Jadi bertemu Presiden Komisi Eropa, kemudian bertemu Presiden Dewan Eropa, serta Raja Belgia,” ujar Seskab Teddy pada Selasa, 15 Juli 2025 di hadapan awak media.

Pencapaian penting yang menjadi terobosan baru adalah tercapainya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Menurut Seskab Teddy, dengan tercapainya kesepakatan CEPA, tarif ekspor Indonesia ke Uni Eropa saat ini menjadi nol persen.

“Dari sebelumnya ada yang 10 persen, 20 persen, sekarang menjadi nol. Dan itu kesepakatan yang sangat amat baik untuk investasi, industri, dan ekonomi,” ungkapnya.

Dengan populasi mencapai 700 juta jiwa, Seskab Teddy meyakini bahwa CEPA dapat membuka akses Indonesia ke Eropa secara lebih luas. “Anda dapat bayangkan tentunya ini sangat baik, populasi Eropa sekitar 700 juta. Berarti ini membuka seluas-luasnya hubungan antara Indonesia dan Eropa di segala macam bidang,” tambahnya.

Sementara itu di Prancis, Indonesia mencetak sejarah baru sebagai tamu kehormatan dalam Parade Militer Bastille Day. Undangan khusus dari Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada pemimpin negara yang tidak terjadi setiap tahun menunjukkan tingginya kepercayaan Prancis terhadap Indonesia.

“Anda dapat lihat dalam 10 tahun terakhir ada 2 kepala negara besar yang diundang. Tahun 2017 ada Presiden Trump, kemudian tahun 2023 ada Perdana Menteri Modi dari India. Tentunya ini kehormatan besar,” jelasnya.

Partisipasi kontingen Satgas Patriot II Indonesia dalam parade militer turut disambut dengan penghormatan tinggi dari Presiden Macron dan para tamu undangan. Jutaan pasang mata menyaksikan langsung penampilan gagah pasukan Indonesia di Paris yang tampil dengan membanggakan.

“Tentunya ini berarti Indonesia makin diperhitungkan dan sangat amat berpengaruh di dunia global,” tutup Seskab Teddy.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News