Beranda blog Halaman 961

Evaluasi Tiap 3 Bulan, Kementan Ingatkan ASN Jangan Terjebak Zona Nyaman!

Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan organisasi dan pelayanan publik melalui pengisian jabatan fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang adaptif dan profesional, sesuai arah kebijakan nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan pentingnya ASN fungsional memiliki kesiapan, fleksibilitas, dan kesetiaan pada garis komando organisasi.
“Jabatan fungsional adalah bagian yang pasti dalam struktur ASN. Namun, kita juga harus siap sewaktu-waktu diminta untuk mengisi jabatan struktural,” ujarnya saat melantik 23 pejabat fungsional pada Rabu (9/7/2025), di Kantor Pusat Kementan.
Agung juga mengingatkan pentingnya konsolidasi internal dan sinergi lintas unit untuk mengejar target program prioritas Kementerian Pertanian. Ia meminta seluruh pejabat, termasuk yang baru dilantik, untuk segera menyesuaikan diri dengan arahan pimpinan.
“Kita semua sudah punya target. Segera tune in dengan frekuensinya Bapak Menteri,” ucapnya.
Menurut Agung, evaluasi kinerja pejabat oleh Menteri Pertanian dilakukan setiap tiga bulan yang memantau langsung pelaksanaan program.
“Evaluasi berkala ini adalah hal biasa dalam kehidupan ASN. Kita harus siap ditempatkan di manapun, sebagai bagian dari penyegaran organisasi guna mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dengan pelantikan ini, Kementan berharap semakin solid dalam menjalankan program strategis nasional, terutama yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas peternakan, penguatan ketahanan pangan hewani, serta peningkatan daya saing subsektor peternakan Indonesia di tingkat global.

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

Sinergi Data BMKG–BPS: Dorong Kebijakan Berbasis Sains dan Statistik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang “Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Data dan atau Informasi di Bidang Statistik, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika”.

Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Pusat BPS, Jakarta, pada Selasa (8/7) ini dilakukan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Nota Kesepahaman ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat integrasi dan pemanfaatan data meteorologi, klimatologi, geofisika, serta statistik, guna mendukung pembangunan nasional berbasis data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam sambutannya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan pentingnya kolaborasi antara BMKG dan BPS sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas data dan informasi yang bermanfaat bagi perencanaan, pengambilan kebijakan, serta mitigasi risiko bencana.

“Kolaborasi ini tidak hanya sekadar berbagi data, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mengembangkan inovasi dan pemanfaatan data yang berdampak langsung pada masyarakat dan pembangunan nasional,” ujarnya.

“Kami berharap integrasi data BMKG dengan data statistik BPS dapat menghasilkan analisis prediksi yang bukan hanya memberi peringatan dini, tetapi juga memproyeksikan dampak nyata bagi masyarakat. Inilah kekuatan big data dan AI yang akan kita wujudkan bersama,” tambah Dwikorita.

Senada dengan itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti juga menekankan nilai lebih kolaborasi ini yang tidak hanya sebatas tukar-menukar data.

“Kami percaya kolaborasi antara BPS dan BMKG ini tidak hanya sekadar bertukar data, tetapi juga mengolah dan menganalisisnya bersama, sehingga bisa memberikan insight baru yang lebih mencerahkan masyarakat dan memperkaya kebijakan berbasis data,” ujar Amalia.

Melalui kerja sama ini, diharapkan terwujudnya sinergi yang lebih kuat dalam pengelolaan dan pemanfaatan data lintas sektor, sehingga mendukung penyediaan informasi yang lebih komprehensif dan responsif terhadap tantangan perubahan iklim, kebencanaan, serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

Pemerintah Kembali Salurkan SPHP Beras: Target 1,3 Juta Ton hingga Desember 2025

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras telah resmi kembali disalurkan. Penyalurannya telah diembankan kepada Perum Bulog melalui surat penugasan dari Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 173/TS.02.02/K/7/2025 per tanggal 8 Juli 2025.

Dalam warkat tersebut, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menugaskan Bulog agar dapat melaksanakan penyaluran SPHP beras dalam 6 bulan ke depan, yakni Juli sampai Desember 2025. Target penyaluran stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) adalah 1.318.826.629 kilogram (kg).

“Mulai Juli ini program SPHP beras juga telah pemerintah mulai seiring dengan program bantuan pangan beras. Tentunya diharapkan melalui implementasi dua instrumen intervensi ini, harga beras di masyarakat dapat lebih ditekan dan tidak semakin berfluktuasi,” terang Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (10/7/2025).

“SPHP beras juga mulai tahun ini telah dapat disalurkan Bulog melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih. Dengan ini diharapkan penyaluran SPHP beras semakin dapat dirasakan masyarakat karena kalau Koperasi Merah Putih kan outletnya jelas,” tambah Arief.

Untuk diketahui, dalam lampiran surat penugasan SPHP beras terdapat Petunjuk Teknis (Juknis) yang telah NFA sesuaikan untuk keakuratan penyaluran SPHP beras ke depannya. Salah satunya dengan ditambahkannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai mitra penyalur Bulog.

Juknis tersebut juga mengatur larangan kepada semua mitra penyalur SPHP beras untuk melakukan pencampuran beras SPHP dengan beras jenis lainnya. Selain itu, jumlah pembelian oleh konsumen ada limitasi maksimal 2 pak atau 10 kg dan tidak boleh diperjualbelikan kembali.

Kendati begitu, SPHP beras dengan kemasan 50 kg dapat disalurkan khusus terhadap daerah tertentu, seperti wilayah Maluku dan Papua serta daerah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan) serta wilayah lain sesuai keputusan dalam rapat koordinasi.

“Dalam pelaksanaan SPHP beras ini, tentu kami sangat membutuhkan bantuan pengawasan dari banyak pihak. Mulai dari Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat. Kami sangat berharap beras SPHP ini tidak ada lagi praktik-praktik yang tidak wajar sesaat setelah disalurkan,” harap Arief.

Adapun harga penjualan beras SPHP dengan pengambilan di gudang Bulog oleh mitra penyalur ditetapkan antara lain Rp 11.000 per kg untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Kemudian Rp 11.300 per kg untuk wilayah Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Terakhir, harga Rp 11.600 per kg untuk wilayah Maluku dan Papua.

Selanjutnya, beras SPHP dapat dibeli oleh masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024. Terhadap penjualan beras SPHP yang melebihi HET yang telah ditetapkan, maka pemerintah akan melakukan penindakan tegas melalui Satgas Pangan Polri.

Lebih lanjut, penyaluran kembali program SPHP beras ini berangkat dari tren harga beras medium yang cenderung terus meningkat. Per 9 Juli, rerata harga beras medium dalam Panel Harga Pangan telah melampaui HET. Rerata harga beras medium Zona 1 berada di Rp 13.728 per kg atau 9,82 persen lebih dari HET. Zona 2 berada di Rp 14.388 per kg atau 9,83 persen melebihi HET. Zona 3 berada di Rp 16.052 per kg atau 18,9 persen di atas HET.

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

Menhut Apresiasi Polri Ambil Peran Penting Wujudkan Ketahanan Pangan

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengapresiasi Polri atas keterlibatannya mewujudkan swasembada pangan dengan penanaman jagung. Bahkan, ia bergurau bawah Polri tengah demam jagung.

“Jajaran Kapolda itu sekarang lagi demam jagung di bawah Pak tadi perbincangan termasuk ketika dengan Ibu Ketua Komisi 4 ke Sumatera Barat bersama bertemu dengan Pak Kapolda itu percakapan dengan kami dan juga dengan kepala daerah yang hadir itu selalu di mana lagi ada lahan untuk saya tanam,” ungkap Menteri Perhutanan, Rabu (9/7/25).

Ia mengungkap, hal itu juga terjadi saat kunjungan ke berbagai daerah seperti Riau, Kalimantan Tengah, hingga Sumatera Barat. Menteri Perhutanan mengaku sering bertemu dengan para Kapolda yang menyatakan kesiapannya menyediakan dan mengelola lahan perhutanan sosial untuk penanaman jagung.

Saya ke Riau, ke Kalteng, ketemu dengan Kapolda, ke Kaltim, semuanya selalu meminta, ‘Ada lagi nggak lahan perhutanan sosial untuk kita tanam?’” ungkap Menteri Raja Juli.

Lebih jauh ia menegaskan, kini mengambil peran besar di sektor ketahanan pangan. Tak heran, sebab Polri tak hanya kali ini saja turun langsung menyukseskan program pemerintah.

Disebutkannya, keberhasilan Indonesia mengendalikan COVID-19 tak lepas dari kontribusi besar Polri.

Tidak berlebihan kalau kita katakan, dalam kasus COVID-19, rasanya kita tidak akan menjadi negara yang bebas COVID-19 dengan segera kalau tidak ada kontribusi dari pasukan Pak Pakuri di bawah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk program ketahanan pangan nasional berbasis jagung ini memang tak hanya menggandeng kementerian terkait saja. Polri dan TNI, ujarnya, juga dilibatkan untuk mewujudkannya.

Diungkapkannya, hal ini adalah bentuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Di mana antar lembaga negara mencari lahan tidur untuk dimanfaatkan demi mendukung program besar Presiden Prabowo Subianto.

Pendek kata, semua sedang berkompetisi secara sehat, lomba-lomba untuk kebaikan, untuk mewujudkan swasembada pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, ujar Menteri Raja Juli.

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Herman Deru Apresiasi Komitmen Perusahaan di Sumsel Jaga Kelestarian Lingkungan

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menghadiri Temu Pelanggan UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel serta menyerahkan Sertifikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) periode 2023-2024. Acara ini berlangsung di Ballroom Arya Duta Palembang. 9/07/2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menekankan betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi penerus. Ia mengapresiasi komitmen para perusahaan di Sumsel yang terus menjaga kelestarian lingkungan.

“Sertifikat yang diberikan ini bukan hanya penghargaan, namun nilai komitmen para korporasi dalam menjaga lingkungan hidup. Artinya, sadar bahwa alam (dunia) ini milik anak-anak kita semua, komitmennya adalah mewariskan alam yang baik,” ungkapnya.

Gubernur juga menegaskan tugas penting semua pihak untuk menjaga lingkungan tanpa menunjukkan ego sektoral. “Ayo kita mulai dari diri sendiri, ajak lingkungan keluarga dari hal kecil, seperti memilah sampah organik dan anorganik yang tanpa kita sadari dapat dimanfaatkan,” tambahnya.

Ia berpesan agar perusahaan terus berusaha meraih peringkat emas dan hijau dalam Proper. Herman Deru juga menyerukan kepada OPD terkait untuk memberikan insentif sebagai apresiasi kepada perusahaan yang patuh terhadap lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan Herdi Apriansyah, S.STP., M.M, menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh 428 peserta, terdiri dari penerima sertifikat dan pelanggan UPTD Laboratorium.

“Ada sebanyak 250 perusahaan yang mengikuti lomba Proper, dan dari hasil itu mendapatkan berbagai peringkat, yakni Emas, Biru, dan Hijau,” ungkap Herdi Apriansyah.

Di akhir acara, diumumkan pula pemenang lomba kebersihan dan keindahan kantor antar-OPD. Juara terbaik I diraih oleh Badan Perencanaan Daerah Sumsel, terbaik II oleh BPSDMD Sumsel, dan terbaik III oleh Diskominfo Sumsel.

Turut hadir Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan adalah Regina Ariyanti, ST., Kepala BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan Prof.Dr.H.M. Edwar Juliartha, S.Sos., M.M

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

Pemprov Lampung Kini Hadirkan Pelayanan Publik Terpadu, Transparan, dan Berbasis Digital

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela meresmikan Pusat Pelayanan Publik Provinsi (P4) Lampung yang berlokasi di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rabu (9/7).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan menekankan bahwa kehadiran P4 merupakan bentuk keseriusan Pemprov Lampung dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berbasis digital, sebagaimana tercantum dalam visi Gubernur Lampung Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas, serta sejalan dengan Tiga Cita pembangunan, khususnya pada misi tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

“Lampung terus berbenah. Peresmian P4 ini adalah langkah besar yang patut kita syukuri. Dengan hadirnya P4, kita memperkuat e-government dan mempersempit peluang praktik kecurangan seperti korupsi dan pungli, serta mempercepat layanan,” ujar Wakil Gubernur.

Wagub Jihan menjelaskan bahwa P4 memiliki fungsi serupa dengan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menjadi kewajiban di tingkat kabupaten/kota, namun P4 di tingkat provinsi, layanan ini bersifat inisiatif atau tidak wajib. Oleh karenanya, ini merupakan suatu kebanggan, karena Lampung menjadi provinsi kedua di Indonesia setelah Riau yang berhasil membangun pusat layanan publik terpadu di tingkat provinsi.

Lebih lanjut, Wagub berharap P4 dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan layanan publik, seperti antrean panjang pada layanan kesehatan dan perizinan usaha, sekaligus menjadi penyangga (buffer) pelayanan bagi kabupaten/kota yang belum memiliki MPP atau mengalami kelebihan beban pelayanan.

“Kami ingin pelayanan publik di Lampung lebih mudah, lebih cepat, lebih efisien, dan tentu saja lebih transparan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub juga memaparkan bahwa realisai investasi Provinsi Lampung memiliki capaian yang positif. Pada triwulan I tahun 2025, investasi di Lampung telah mencapai Rp3,5 triliun atau sekitar 30% dari target tahunan, menempatkan Lampung pada peringkat keempat tertinggi se-Sumatera, di bawah Sumatera Utara, Jambi, dan Kepulauan Riau. Investasi ini berasal dari lebih dari 4.400 proyek dan telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.

“Ini membuktikan bahwa pelayanan publik yang baik juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Wagub.

Sementara itu Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Lampung, Drs. Intizam, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembentukan P4 merupakan bagian dari implementasi reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan masyarakat. Melalui P4, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dari banyak instansi hanya melalui satu pintu, yang terintegrasi dalam sistem digital.

Adapun tujuan utama dari kehadiran P4 adalah:
1. Memberikan kemudahan layanan publik kepada masyarakat.
2. Mendorong peningkatan iklim investasi.
3. Mengurangi antrean layanan administrasi, seperti BPJS Kesehatan.
4. Mendukung program digitalisasi pelayanan publik.

Penyelenggaraan P4 melibatkan berbagai mitra strategis, antara lain: Kepolisian Daerah Lampung, Kementerian Agama Provinsi Lampung, PT. Bank Pembangunan Daerah Lampung, BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI), serta Balai Karantina Ikan. Layanan yang tersedia mencakup perpanjangan SIM, pelayanan sertifikasi hasil perikanan, jasa industri, informasi perbankan, administrasi dan informasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan lain sebagainya.

Sebagai bagian dari penguatan sinergi, kegiatan peresmian ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antar instansi dalam mendukung penyediaan pelayanan publik terintegrasi.

Lebih jauh, dengan dibangunnya P4 ini tentu memiliki dampak yang positif dan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung.

Diantaranya akses layanan lebih mudah dan cepat, masyarakat tidak perlu berpindah dari satu instansi ke instansi lain. Seluruh kebutuhan administrasi dapat diurus melalui satu pintu.

Pengurangan antrian di layanan vital dan pelayanan administrasi seperti BPJS Kesehatan dan perizinan usaha menjadi lebih efisien dan tidak lagi menumpuk.

Dengan sistem layanan digital, P4 diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta mengurangi interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan pungli dan korupsi.

Melalui P4, Investor mendapatkan kemudahan dalam perizinan, yang mendukung pertumbuhan proyek dan penciptaan lapangan kerja. P4 juga menjadi solusi bagi kabupaten/kota yang belum memiliki MPP, memastikan layanan tetap tersedia merata di seluruh wilayah Lampung.

Pusat Pelayanan Publik Provinsi ini menjadi cerminan upaya nyata pemerintah dalam menghadirkan birokrasi yang adaptif dan pelayanan publik yang membanggakan bagi masyarakat Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

Pemkot Cimahi Kembangkan Sistem Pencari Kerja Berbasis Aplikasi

Ilustrasi: Kerja Sama

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi sudah mengembangkan sistem pencarian kerja secara daring yang dinamakan SIDAKEPTri alias Sistem Data Ketenagakerjaan dan Pelatihan Terintegrasi. Sistem tersebut menyediakan informasi lowongan hingga peluang bagi para pencari kerja.

Melalui platform ini, hanya perusahaan yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja yang akan memasang iklan lowongan, tanpa tekanan untuk pura-pura membuka rekrutmen. Asep mengatakan, dengan menekankan langkah migrasi ke sistem online bukan hanya soal efisiensi biaya, tetapi juga soal akurasi kebutuhan kerja dan kenyamanan bagi perusahaan serta pelamar.

“Di samping ruang lingkupnya juga, situasi dan kondisinya seperti itu. Lebih efektif, lebih bagus pakai sistem aplikasi atau online saja,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Asep Jayadi, Senin (7/7/2025).

Dengan sistem ini, maka Pemkot Cimahi tidak lagi memerlukan job fair atau bursa kerja yang dilakukan secara tatap muka. Ia menilai job fair tatap muka kurang efektif untuk menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan.

“Job fair itu sebetulnya tidak efektif. Job fair itu adalah ketika ada pekerjaan (job) yang akan dipasarkan oleh perusahaan-perusahaan. Nah, ketika kita minta ke perusahaan dan ternyata tidak ada (lowongan), job-nya apa yang mau kita sajikan?” kata Asep.

Menurutnya, bursa kerja hanya akan menimbulkan tekanan besar bagi penyelenggara maupun perusahaan yang diharapkan membuka lowongan kerja. Padahal, tak semua perusahaan sedang melakukan rekrutmen.

Kekhawatiran terbesar datang dari potensi perusahaan mengirimkan lowongan kerja fiktif hanya demi memenuhi permintaan program pemerintah. Dampaknya, ribuan pelamar bisa datang, namun tak satu pun yang diterima kerja karena memang lowongan tersebut tidak nyata.

“Nah, yang akhirnya ditakutkan itu oleh perusahaan adalah mengirim lowongan palsu,” ucap Asep.

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

Curah Hujan Tinggi, Wali Kota Bekasi Pantau Debit Air di Bendungan Prisdo

Mengantisipasi potensi banjir akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama jajaran Pemerintah Kota Bekasi melakukan pemantauan langsung terhadap ketinggian debit air di Bendungan Prisdo, Senin malam (07/07). Pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam menghadapi situasi darurat hidrometeorologi yang berpotensi mengancam sejumlah wilayah di Kota Bekasi.

Menurut data lapangan, curah hujan yang terjadi secara intens dan hampir merata sejak akhir pekan lalu telah menyebabkan peningkatan debit aliran Kali Bekasi. Beberapa titik pun dilaporkan mengalami genangan air yang cukup mengganggu aktivitas warga.

“Pemantauan debit air ini sangat penting sebagai langkah antisipatif. Dengan curah hujan yang terus tinggi, kami ingin memastikan bahwa kondisi sungai, saluran air, dan pompa pengendali banjir dalam kondisi optimal,” ujar Wali Kota di lokasi pemantauan.

Tri juga menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah untuk siaga penuh, serta memastikan tim kewilayahan bergerak cepat apabila terjadi genangan atau banjir lokal. “Saya minta seluruh jajaran wilayah untuk tidak lengah. Warga juga saya imbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah bantaran kali atau daerah yang sudah dikenal sebagai titik rawan banjir,” tambahnya.

Di sela peninjauan tersebut, Wali Kota menyampaikan keprihatinan terhadap adanya tindakan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh oknum warga di wilayah Kali Lengkak, RW 08 Kelurahan Bekasi Jaya. Ditemukan bahwa kabel salah satu pompa air telah sengaja diputus, sehingga menyebabkan pompa tidak dapat beroperasi secara otomatis.

Akibat kerusakan ini, wilayah Kelurahan Duren Jaya dan Bekasi Jaya berisiko mengalami genangan cukup parah apabila intensitas hujan kembali meningkat dalam waktu dekat. Hal ini langsung mendapat perhatian dari Wali Kota dan jajaran wilayah.

“Saya sangat menyayangkan dan mengecam tindakan yang tidak bertanggung jawab ini. Pompa air adalah fasilitas vital. Ketika disengaja dirusak, dampaknya bukan hanya satu rumah, tapi satu wilayah bisa terdampak banjir,” tegas Tri.

Wali Kota juga memastikan bahwa pompa air, pintu air, dan saluran drainase di wilayah rawan akan terus dimonitor secara intensif, termasuk persiapan logistik untuk penanganan cepat jika dibutuhkan.

Pemantauan debit air akan dilakukan secara berkala, terutama saat curah hujan tinggi. Selain itu, Pemkot Bekasi juga tengah menginventarisasi seluruh titik rawan genangan dan memastikan bahwa petugas siaga 24 jam di titik-titik kritikal.

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

DPR RI Setujui Usulan Pembukaan Blokir Anggaran Ombudsman RI

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyetujui pembukaan blokir anggaran Ombudsman RI tahun 2025 sebesar 63,9 miliar yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan prioritas nasional dan program prioritas lembaga.

Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Gedung DPR RI, Rabu (9/7/2025).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, juga meminta Ombudsman RI segera menyusun dan menyampaikan rincian alokasi anggaran tahun 2025 sebagai bahan pendukung pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

“Ombudsman RI perlu segera menyusun dan menyampaikan detail alokasi anggaran tahun 2025 sesuai dengan jenis belanja, kegiatan, serta target dan capaian kinerja kepada Sekretariat Komisi II DPR RI,” ujar Zulfikar.

Sebelumnya, Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, melaporkan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Ombudsman RI tahun 2024 mencapai Rp234,9 miliar atau 97,60 persen dari pagu efektif sebesar Rp240,7 miliar.

Melanjutkan penjelasannya, Najih menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2025, Ombudsman RI memperoleh pagu awal sebesar Rp255,5 miliar. Namun, setelah efisiensi sebesar Rp63,9 miliar, pagu efektif menjadi Rp191,5 miliar. Hingga 7 Juli 2025, realisasi anggaran telah mencapai Rp105,9 miliar.

“Walaupun mengalami keterbatasan anggaran, pelaksanaan program kerja Ombudsman RI sepanjang tahun 2025 hingga Juni masih berjalan sesuai target,” kata Najih.

Turut hadir Anggota Ombudsman RI, Dadan Suparjo Suharmawijaya, Indraza Marzuki Rais, Robert Na Endi Jaweng, dan Sekretaris Jenderal Ombudsman RI, Suganda Pandapotan Pasaribu.

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News

Di Garut Selatan, Kepala BNN, Mendes PDT, dan Kabaharkam Luncurkan Desa Bebas dari Narkoba

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Mendes PDT Yandri Susanto bersama Wakil Mendes PDT Ariza Patria hadiri pencanangan program Desa Bersinar Menuju Garut Tangguh Bersinar di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Rabu (9/7/2025).

Mendes Yandri mengatakan, kedatangannya untuk mencanangkan Desa Sancang sebagai Desa Bersinar Bebas dari Narkoba.

Makanya, Mendes Yandri, dirinya bersama BNN dan Baharkam Mabes Polri sepakat untuk turun ke desa untuk menyatakan perang terhadap narkoba.

“Kami akan rancang bangun untuk membantuk Satgas Anti Narkoba Tingkat Desa dan nantinya seluruh perangkat desa termasuk BPD untuk melakukan Tes Urine,” kata Mendes Yandri.

Hal ini penting karena Desa itu ternasuk Asta Cita ke Enam Presiden Prabowo Subianto yaitu Membangun Dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.

“Dalam Asta Cita ke Enam, tidak hanya fisik yang kita bangun tapi manusianya juga kita bangun,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Mendes Yandri menegaskan jika Kementerian yang dipimpimnya serius tangani narkoba yang telah masuk ke desa.

Narkoba ini, kata Mendes Yandri, dimasukkan sebagai Extra Ordinary Crime oleh Presiden Prabowo Subianto, selain korupsi dan terorisme.

Mendes Yandri mengajak warga desa untuk lakukan kegjatan positif di desa dengan menyukseskan program-program Pemerintah yang ada di desa.

Saat ini, kata Mendes Yandri, Pemerintah telah menggelar program di desa seperti Koperasi Desa Merah Putih yang bisa dimanfaatkan warga desa dengan delapan unit usaha yang dimiliki seperti Unit Simpan Pinjam hingga klinik.

“Pemuda desa disibukkan denhan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menanam bahan baku seperti sayuran, tomat dan bahan baku lainnya,” kata Mendes Yandri.

Sementara itu, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Komjen Fadil Imran menyatakan kesiapan untuk bersama BNN dan Kemendes PDTT untuk perangi narkoba dimulai dari level desa.

“Saya sepakat jika lebih baik mencegah ketimbang harus menangkap pengguna narkoba,” kata Mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Komjen Fadil juga sepakat jika memang Narkoba ini telah masuki ke wilayah desa-desa. Olehnya, program Desa Bersinar ini sangat bagus untuk lakukan pencegahan itu di desa.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom mengatakan, BNN tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada penguatan komunitas, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan.

BNN menilai keberhasilan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak.

Sinergi ini diperkuat dengan keterlibatan aktif masyarakat melalui pembentukan relawan, agen pemulihan, dan kelompok kerja di tingkat desa hingga lingkungan pendidikan.

Untuk perkuat P4GN digelar Perjanjian Kerja Sama antara Kemendes PDT dan penguatan intervensi di Desa Sancang, Garut, Jawa Barat, sebagai model desa pesisir tangguh dan bersih narkoba.

Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, dipilih sebagai lokus utama intervensi karena posisinya yang strategis di pesisir selatan Garut dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan luas wilayah 5.234,49 hektare, garis pantai 12,76 km, dan penduduk 7.170 jiwa, desa ini dikenal sebagai jalur rawan penyelundupan narkotika. Potensi desa didukung oleh pelabuhan tikus (Cipangkis, Cibako, Cipanglembuan), infrastruktur pendidikan lengkap, tempat ibadah, serta lembaga sosial dan kelompok relawan.

BNN berharap, melalui sinergi dan kolaborasi yang semakin erat, seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama membangun desa tangguh dan bersih narkoba.

BNN mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat ketahanan keluarga, dan menjadi bagian dari gerakan nasional mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Turut hadir Perwakilan Pemprov Jabar, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Para Kepala Desa, Anggota BPD dan Pendamping Desa.

Turut dampingi Mendes Yandri, Sekjen Taufik Madjid, Irjen Teguh, dan Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News