Beranda blog Halaman 960

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 11 Juli: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah DKI Jakarta akan didominasi oleh cuaca cerah hingga cerah berawan sepanjang hari ini, Jumat, 11 Juli 2025. Informasi ini disampaikan melalui laman resmi BMKG dan menjadi perhatian masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan.

Pada pagi hari, cuaca cerah berawan diperkirakan menyelimuti wilayah Kepulauan Seribu. Sementara itu, langit cerah diprediksi akan terlihat di sebagian besar wilayah daratan Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Memasuki siang hari, cuaca cerah diprediksi tetap bertahan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Sedangkan kawasan Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan.

Saat menjelang sore, perubahan kecil terjadi. Cuaca berawan diprakirakan akan melingkupi Kepulauan Seribu, sementara kondisi langit cerah masih mendominasi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Jakarta Barat diprediksi mengalami cuaca cerah berawan pada waktu yang sama.

Untuk malam harinya, warga Jakarta dapat kembali menikmati suasana yang bersahabat. BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, akan mengalami cuaca cerah tanpa potensi hujan.

Secara umum, suhu udara di wilayah Jakarta hari ini diprediksi berada pada kisaran 24 hingga 31 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembapan udara tercatat antara 51 hingga 89 persen, kondisi yang cukup nyaman untuk beraktivitas, terutama di luar ruangan.

Dengan kondisi cuaca yang cenderung stabil dan minim gangguan cuaca ekstrem, masyarakat Jakarta diimbau tetap menjaga kesehatan serta memanfaatkan momen ini untuk beraktivitas dengan optimal. BMKG juga tetap mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini guna mengantisipasi perubahan cuaca yang mungkin terjadi secara mendadak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Gubernur Kaltim Inisiasi Rakor Daerah Penghasil SDA: Satukan Langkah Perjuangkan DBH yang Berkeadilan

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud memimpin Rapat Koordinasi Gubernur Sinergi Daerah Penghasil Sumber Daya Alam guna menggali potensi Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan untuk penguatan fiskal daerah.

Rakor digelar oleh Bapenda Kaltim di Borneo Ballroom Hotel Novotel, Balikpapan, Rabu (9/7/25).

Sebagai inisiator forum ini, Gubernur Kaltim menyebut pertemuan lintas kepala daerah ini bukan sekadar koordinasi teknis, tapi juga ajang silaturahmi, menyatukan suara dan perjuangan.

“Kita ingin pendapatan daerah dari sumber daya alam ini lebih berkeadilan. Saat ini sebagian besar masuk PNBP pusat, sementara daerah penghasil hanya mendapat bagian kecil, bahkan ada yang nol persen,” tegasnya.

Gubernur Kaltim menyoroti potensi pendapatan yang belum optimal seperti Penjualan Hasil Tambang (PHT), Penggunaan Kawasan Hutan (PKH), serta Pajak Alat Berat dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

“Kenapa kita harus duduk bersama? Agar hujannya merata. Kita harus menyatukan frekuensi,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris, yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), menyambut baik gagasan Gubernur Harum. Ia menegaskan APPSI akan menindaklanjuti hasil rakor dengan menyurati Presiden RI dan para menteri terkait, serta merencanakan pertemuan langsung untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

“Kita ingin Indonesia sentris, dan daerah penghasil juga mendapat bagian layak untuk menyejahterakan rakyatnya,” ujarnya.

Rakor ini diakhiri dengan penandatanganan rekomendasi bersama oleh seluruh daerah peserta, yang terdiri dari provinsi penghasil Minerba dan kehutanan. Rekomendasi tersebut akan diteruskan oleh APPSI ke pemerintah pusat.

Hadir dalam rakor antara lain Gubernur Kalbar Ria Norsan, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Ketua DPRD Kaltim dan perwakilan dari Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Maluku Utara.

Rakor ini menjadi tonggak penting dalam perjuangan daerah untuk mendapatkan hak fiskal yang lebih adil dan proporsional dari kekayaan alamnya sendiri. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Dekranas Gelar Jamuan HUT ke-45 di IKN, Gubernur Kaltim: Momen Perkuat Ekonomi Kreatif

Rangkaian jamuan makan malam dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) digelar di Gedung Kemenko 3 Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Selasa malam (9/7/25).

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Dekranas Selvi Ananda Gibran, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Ketua Dekranasda Kaltim Hj. Sarifah Suraidah Harum, serta para Ketua Dekranasda dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kalimantan Timur sebagai tuan rumah salah satu rangkaian kegiatan nasional tersebut.

“IKN bukan sekadar simbol masa depan Indonesia, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat identitas budaya dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif,” ujar Gubernur Kaltim.

Gubernur Kaltim juga mengapresiasi Dekranasda yang selama ini konsisten mendukung pelaku UMKM dan industri kriya lokal.

“Momentum ini mempererat silaturahmi antar daerah dan memperkuat komitmen dalam memberdayakan industri kerajinan nasional,” tambahnya.

Ketua Dekranasda Kaltim Hj. Sarifah Suraidah Harum yang menerima piagam apresiasi dari Ketua Umum Dekranas, mengungkapkan bahwa kehadiran para tokoh nasional di IKN memberikan semangat baru dalam mengembangkan industri kerajinan sebagai pilar ekonomi inklusif berbasis kearifan lokal.

“Dekranasda bukan hanya pelestari budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi keluarga, khususnya UMKM perempuan. Kami bangga dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan penting ini,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Dekranasda Kaltim terus mendorong pengembangan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan, promosi, dan kolaborasi lintas daerah. Salah satu bentuk konkret adalah penyelenggaraan pameran dan workshop kerajinan selama rangkaian acara HUT Dekranas, yang menampilkan produk unggulan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Acara jamuan malam berlangsung hangat dalam nuansa kekeluargaan, diselingi penampilan seni budaya dari daerah-daerah di Kalimantan, serta sajian kuliner khas lokal. Para tamu juga diberi kesempatan menikmati hasil karya kriya UMKM yang dipamerkan di area sekitar acara. (JR/ADV/Diskominfo Kaltim)

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Pagu Indikatif Ditetapkan, Wamen Viva Yoga: Kita Maksimalkan Sesuai Target dan Sasaran Program Kementrans

Begitu palu sidang diketok oleh Ketua Komisi V DPR Lasarus, seluruh orang yang memadati Ruang Komisi V bertepuk tangan. Di ruang yang berada di Gedung Nusantara, Komplek Gedung DPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 10/7/25, hari itu merupakan rapat yang penting bagi semua mitra komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan itu.

Dalam rapat Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) TA 2026 yang dihadiri oleh semua Menteri dan Wakil Menteri dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Transmigrasi (Kementrans), dan Kepala BMKG dan Kepala Basarnas itu ditetapkan Pagu Indikatif TA 2026.

Dalam kesempatan tersebut pimpinan sidang membacakan satu persatu pagu indikatif masing-masing kementerian dan lembaga. Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi yang hadir dalam rapat yang diliput oleh berbagai media itu mengatakan pagu indikatif Kementrans mencapai 1.902.040.784 dari Pagu Kebutuhan 2.231.131.178.

“Pasti semua kementerian dan lembaga ada backlog (selisih) sehingga dalam rapat disepakati Komisi V dan mitra akan berjuang untuk meningkatkan anggaran untuk membiayai program prioritas nasional dan berbasis masyarakat sesuai mekanisme yang ada”, ujar Wamen Viva Yoga.

“Dalam rapat juga disepakati adanya sinkronisasi anggaran menurut fungsi dan program dalam RAPBN TA 2026 sesuai dengan saran, masukan, dan usulan Komisi V”, tambahnya.

Wamen Viva Yoga menuturkan Kementrans dalam rapat yang dimulai pukul 15.21 WIB itu mengucapkan terima kasih atas ditetapkannya pagu indikatif.

“Kemitraan lembaga legislatif dan eksekutif untuk membangun bangsa”, ucapnya.

Kementerian yang beralamat di Kalibata, Jakarta, itu menyebut pagu yang ditetapkan disebut cukup signifikans.

“Anggaran yang ada nantinya akan kita maksimalkan sesuai dengan sasaran, target, dan tujuan dari program Kementrans”, paparnya.

Program unggulan dari Kementerian itu adalah 5T, yakni Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Trans Tuntas, Trans Gotong Royong, dan Trans Karya Nusa.

“Lima program unggulan itu adalah turunan dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto”, ujarnya.

Pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu bersyukur atas pagu yang ditetapkan,

“semua akan kami pertanggungjawabkan”, tegasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Dinilai Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar menerima audiensi Pimpinan Pusat Wanita Islam di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Menag mengapresiasi kontribusi organisasi perempuan ini dalam pendidikan umat, serta menyoroti fenomena menurunnya angka pernikahan dan keengganan pasangan muda untuk memiliki anak.

“Rata-rata pernikahan kita itu dua juta pasang, pernah mencapai dua juta dua ratus. Tapi dua tahun terakhir tiba-tiba anjlok jadi seratus—dua ratus ribu. Lima puluh persen orang tidak mau nikah. Sudah nikah, tidak mau punya anak,” ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama, Selasa (9/7/2025).

Menurut Menag Nasaruddin, penurunan minat menikah dan memiliki anak bukan hanya persoalan demografi, tetapi berpotensi mengancam nilai-nilai kebangsaan. Ia mencontohkan beberapa negara yang mengalami krisis kependudukan akibat tren serupa.

Menag juga menanggapi tawaran kerja sama dari Wanita Islam terkait program bimbingan perkawinan (Bimwin), termasuk pelatihan bagi fasilitator di berbagai daerah. Ia membuka ruang sinergi dan menyarankan agar pelatihan yang dilakukan dapat disertifikasi oleh Kementerian Agama.

“Kalau hasil pelatihan kita tinggal di-improve sama Kemenag, itu bagus. Karena anggaran kita sekarang hampir nggak ada untuk kegiatan, hanya untuk gaji pegawai,” jelasnya.

Selain Bimwin, Wanita Islam juga menyampaikan peran mereka dalam mendampingi UMKM melalui program sertifikasi halal bekerja sama dengan BPJPH. Organisasi ini memiliki 750 pendamping halal dan telah membantu lebih dari 12 ribu pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal.

Menag memuji inisiatif dan kemandirian organisasi ini dalam menjalankan program pemberdayaan umat. “Tanpa satu sen dari negara, kontribusi terhadap pembinaan umat itu luar biasa. Ini bentuk nyata peran strategis ormas perempuan,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Menag Minta LP Ma’arif NU Proaktif, Jangan Hanya Jadi Penonton

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar mengajak Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama untuk lebih proaktif menyikapi arah baru pembangunan pendidikan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan Menag pada Rapat Koordinasi Nasional LP Ma’arif NU bertema “Konsolidasi Nasional Pendidikan Ma’arif NU, Meneguhkan Jati Diri, Memajukan Negeri”, di Luminor Pecenongan, Rabu (9/7/2025).

“Presiden kita sekarang ini betul-betul sangat concern dengan masalah pendidikan. Saya belajar dari belakang, belum pernah saya melihat presiden yang sedemikian besar energinya memberikan perhatian khusus terhadap dunia pendidikan. Pak Prabowo ini prioritasnya adalah pendidikan,” ujar Menag.

Menag mengungkapkan, perhatian besar Presiden Prabowo antara lain tercermin dalam gagasan pendirian Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin mutlak. Saat ini terdapat sekitar 20 ribu anak miskin yang tidak bisa bersekolah karena keterbatasan ekonomi.

“Sekolah rakyat ini nanti tidak ada tesnya. Pokoknya wajib sekolah, tidak perlu tes masuk. Guru-gurunya pun diambil dari guru-guru terbaik, termasuk dari Kementerian Agama yang menyiapkan 110 guru terbaik. Ke depan mungkin sekitar 500 guru agama terbaik dari Kementerian Agama akan dilibatkan,” jelas Menag.

Menag juga menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan didukung dengan infrastruktur pendidikan modern, seperti e-library, komputerisasi perpustakaan, dan buku-buku terbaru. Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan Sekolah Garuda, yakni lembaga pendidikan unggulan untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan bangsa.

Menurut Menag, LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) juga akan memprioritaskan pemberian beasiswa untuk bidang-bidang strategis, seperti teknologi dan rekayasa (engineering), guna memastikan Indonesia unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa depan.

“Beliau (Presiden Prabowo) meyakini tanpa pendidikan yang baik, tidak mungkin lahir bangsa yang besar. Tapi tanpa gizi yang baik, tidak akan lahir anak didik yang baik pula. Maka itu satu paket,” tutur Menag.

Lebih lanjut, Menag menyoroti posisi madrasah dalam ekosistem pendidikan nasional. Ia mengingatkan agar Ma’arif tidak hanya menjadi penonton atas pembangunan pendidikan yang sedang digalakkan pemerintah.

“Madrasah itu berada di lapis ketiga, setelah sekolah negeri dan sekolah rakyat. Bahkan ada anak-anak yang tidak bisa tertampung di madrasah, itulah yang akan ditampung di sekolah rakyat. Kalau Ma’arif tidak proaktif, bisa-bisa justru ditinggal,” ujar Menag.

Menag mengajak LP Ma’arif NU untuk segera merumuskan strategi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam dunia pendidikan.

“Saya mohon betul, Ma’arif itu proaktif. Bekerja sama dengan sekolah negeri, Muhammadiyah, ormas-ormas Islam. Kita harus punya satu visi dengan pemerintah,” tegasnya.

Menag juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan pendidikan di era kecanggihan teknologi, termasuk dalam menyikapi perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Kita harus menyiapkan generasi masa depan yang tidak mengalami kepribadian ganda. Jangan sampai agama dan pemeluknya semakin berjarak karena teknologi,” ujarnya.

Untuk itu, Kementerian Agama telah mulai menyusun konsep kurikulum berbasis ekoteologi yang menekankan harmoni antara manusia, lingkungan, dan Tuhan.

“Kami ingin memperkuat trilogi kerukunan jilid dua: kerukunan antar sesama manusia, kerukunan manusia dengan alam, dan kerukunan manusia dengan Tuhan. Kalau tanpa Tuhan, itu bukan Pancasila,” tegas Menag.

Di akhir arahannya, Menag mengajak seluruh pihak, termasuk ormas Islam dan pengelola pendidikan, untuk duduk bersama merumuskan arah dan visi pendidikan nasional ke depan.

“Ke depan, kami akan mencoba untuk berkumpul dengan teman-teman pengelola pendidikan dari Kemendikti Saintek, Kemendikdasmen, Kementerian Agama, termasuk Kementerian Sosial dan instansi lainnya, juga ormas-ormas kita. Mari kita rumuskan arah pendidikan kita ke depan itu seperti apa,” ujarnya.

Menag menekankan pentingnya memiliki visi pendidikan yang solid, bukan sekadar fokus pada pembelanjaan dana dan pengelolaan teknis pendidikan. “Jangan sampai kita asyik membelanjakan pendanaan sebesar ini, asyik mengelola masalah teknis pendidikan, tapi visi pendidikan kita ke depan seperti apa, belum benar-benar solid. Bagaimana mengakomodasi kemauan madrasah, ormas-ormas Islam, Muhammadiyah dan NU, agar menjadi satu visi dengan pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, bangsa ini harus memiliki kejelasan arah dalam sistem pendidikan nasional, termasuk filosofi dasarnya. “Kita perlu punya address pendidikan seperti apa yang akan kita terapkan di Indonesia. Filosofi pendidikan kita itu seperti apa,” lanjutnya.

Menag menegaskan bahwa dirinya tidak memberikan solusi instan dalam forum tersebut, melainkan mengajak semua pihak untuk mulai membuat kerangka kontribusi. “Ini PR kita bersama. Saya tidak memberikan solusi di sini, tapi mari kita semua membuat ancang-ancang: seandainya kami terlibat nanti, apa kontribusi kami, saran-saran kami dalam menciptakan konsep pendidikan ke depan,” ucap Menag.

“Kami tidak ingin bermain sendiri sebagai pemerintah. Tapi tentu kami wajib mengakomodir apa pendapat Bapak-Ibu sekalian, termasuk Ma’arif,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Raker dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Komitmen Gunakan Anggaran untuk Membuat Layanan Pertanahan Semakin Akurat, Prudent, dan Akuntabel

Berdasarkan Surat Edaran Bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Menteri Keuangan, telah ditetapkan Pagu Indikatif Kementerian ATR/BPN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp7.786.095.763.000. Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menegaskan, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut akan dimanfaatkan untuk semakin menyempurnakan layanan pertanahan.

“Bapak/Ibu sekalian, dana yang disetujui ini akan kami gunakan dengan penuh tanggung jawab agar pelayanan kita semakin akurat, _prudent_, dan akuntabel, dengan berbasis manajemen risiko,” kata Menteri Nusron dalam Rapat Kerja dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (09/07/2025).

Anggaran yang telah ditetapkan, nantinya digunakan untuk melaksanakan program dukungan manajemen, program pengelolaan dan pelayanan pertanahan, serta program penyelenggaraan penataan ruang. Pada rapat ini, Menteri Nusron juga mengajukan penambahan pagu anggaran sebesar Rp3.631.468.669.000 untuk tahun 2026. Penambahan anggaran ini dibutuhkan untuk Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), penyelenggaraan penataan ruang, dan belanja pegawai baru, baik CPNS maupun PPPK.

“Kami mohon dukungan semoga semua program bisa berhasil, dan kami juga mohon dukungan, terutama terkait penambahan anggaran agar percepatan PTSL supaya lebih masif kepada masyarakat,” tutur Menteri Nusron.

Sebagai informasi, capai serapan anggaran Kementerian ATR/BPN di tahun 2024 mencapai 99,04%. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, yang memimpin rapat ini lantas menyampaikan dukungannya terhadap penambahan anggaran di Kementerian ATR/BPN.

“Saya pribadi mendukung sebesar Rp3,63 triliun karena saya lihat Pak Menteri ini orangnya progresif. Jadi kalau kita tidak dukung, maka beliau tidak bisa bergerak. Maka saya _support_ sekali dan mudah-mudahan nanti kita bisa menyisir kembali mana program-program yang terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat,” tutur Dede Yusuf.

Mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI ini, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mendes Yandri Komitmen Berantas Buta Huruf Alquran di Desa-desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Mendes PDT Yandri Susanto terus berkomitmen untuk memberantas buta huruf Alquran di Indonesia, khususnya di desa-desa seluruh Indonesia.

Hal tersebut ia katakan saat memberikan sambutan dalam pembukaan pelatihan dan pembekalan 10.000 Mu’alim Al-Quran Majlis Taklim yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembelajaran Qiroatil Qur’an (LPQW) Indonesia di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

“Kita lihat fakta di lapangan bahwa sekarang yang buta huruf alquran itu sangat banyak, 65 persen yang buta huruf alquran. Nah ini persoalannya belum tentu salah kita, belum tentu juga salah umat yang harus kita hadapi. Bisa jadi bukan mau mereka tidak bisa baca Quran, bukan maunya mereka,” ungkap Yandri.

“Tapi kita mungkin belum mengajarkannya, belum memberikan pelatihan cara belajar yang benar atau kalaupun mereka sudah belajar mungkin metode cara pembelajarannya belum tepat. Maka dua-duanya mesti ketemu antara yang mengajar dan yang belajar, mesti ada simbiosis mutualisme, harus saling menguntungkan harus saling memahami ya,” sambungnya.

Oleh karena itu, lanjut Yandri, beberapa waktu yang lalu Kemendes PDT bersama Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan MoU untuk pemberantasan buta huruf Alquran di Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan, program pelatihan 10.000 Mualim Alquran ini akan menjadi solusi dan tindak lanjut dari kerja sama antara Kemendes PDT dan Kemenag. Ia menilai dengan berjalannya program ini pemberantasan buta huruf Alquran akan bisa diatasi melalui Mualim dan Mualimah yang sudah dilatih.

“Nah oleh karena itu, pelatihan ini bagian dari tindak lanjut kami bersama Kementerian Agama, MoU itu Insya Allah menjadi kenyataan di lapangan, sehingga nanti satu desa satu majelis taklim, kemudian pemberantasan buta huruf Alquran, kemudian juga kita menghidupkan kembali masjid-masjid dan musala-musala,” ujar mantan Wakil Ketua MPR ini.

Lebih jauh Yandri mengatakan, keberhasilan program pelatihan 10.000 ini juga bagian dari upaya untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Menurutnya, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan tidak hanya membangun infrastrukturnya saja, tapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) di desa.

“Asta Cita Ke-6 itu artinya juga membangun manusianya, bukan hanya membangun desa dalam artian membangun jalan membangun lain-lain, tapi membangun manusianya juga penting, yaitu membangun karakter, membangun moral dengan landasan agama yang kuat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Wakil Menteri Agama saat Muhammad Syafi’i, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Adib. Turut mendampingi Mendes Yandri Dirjen PEID Kemendes PDT Tabrani.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Gubernur Al Haris Terpilih Sebagai Ketua ADPMET: Siap Perjuangkan Tata Kelola Migas dan Energi Terbarukan yang Berkeadilan

Gubernur Jambi, Al Haris, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) dalam Musyawarah Nasional V yang digelar di JW Marriott Jakarta, Kamis (10/07/25).

Terpilihnya Al Haris menandai kepercayaan besar dari para kepala daerah yang tergabung dalam asosiasi tersebut untuk memimpin perjuangan kolektif daerah penghasil migas dan energi terbarukan di Indonesia.

Dalam sambutannya usai terpilih, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan ia emban demi kepentingan daerah penghasil migas dan energi terbarukan.

“Diberi amanah dari daerah penghasil minyak dan gas dan energi terbarukan untuk memimpin organisasi Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET),” ungkap Al Haris.

Ia menegaskan, sebagai ketua ADPMET, dirinya akan mendorong agar sektor migas dan energi terbarukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Hal ini, menurutnya, penting untuk memperkuat otonomi dan kemandirian fiskal daerah.

“Tentu tugas saya agar kita perjuangkan bagaimana sektor-sektor migas dan energi terbarukan ini bisa menjadi pendapatan daerah,” katanya.

Gubernur Al Haris juga menyoroti pentingnya tata kelola sumber daya alam yang baik dan berkelanjutan.

Ia menekankan perlunya regulasi yang berpihak kepada masyarakat dan mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam pengawasan dan pengelolaan.

“Kita harus bersama-sama menentukan tata kelola pertambangan yang baik sehingga sumber daya alam kita ini ditata dengan baik, dikelola dengan baik, regulasinya juga berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Tantangan ke depan, kata Gubernur Al Haris, cukup besar. Salah satunya adalah maraknya kebocoran migas yang kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, serta minimnya pengelolaan lingkungan yang layak di sektor pertambangan.

“PR kita cukup besar ke depan. Kalau kita hitung, sangat banyak migas kita yang bocor yang kesannya itu dimiliki sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Tidak ada pengelolaan lingkungan yang baik, sehingga ini tidak baik ke depannya,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, Gubernur Al Haris mengajak seluruh daerah penghasil untuk berkolaborasi dalam menyusun kembali tata kelola migas dan energi yang lebih adil, termasuk menyoroti pentingnya kepastian bagi daerah dalam memperoleh Participating Interest (PI) dan porsi yang layak dari sumber daya yang mereka miliki.

“Kita harus bersama-sama kolaborasi menata kembali bagaimana tambang ilegal, bagaimana PI bisa kita dapatkan, dan bagaimana daerah penghasil mendapatkan yang layak porsinya,” tutup Al Haris.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

Mentan Amran: Pejabat Harus Jadi Teladan dan Bebas dari Korupsi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya integritas dan keteladanan bagi setiap pejabat publik dalam mendorong akselerasi swasembada pangan nasional. Pesan ini disampaikan dalam pelantikan sejumlah pejabat eselon II Kementerian Pertanian, Rabu (9/7/2025), di Jakarta.

Mentan Amran menekankan bahwa seluruh pejabat yang baru dilantik harus mengedepankan prinsip antikorupsi dalam setiap langkah kebijakan dan pelayanan publik. “Tidak boleh memberi dan menerima, tidak boleh meminta. Saat ini Bapak Presiden memerintahkan kita semua untuk memberantas praktik korupsi,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, dalam situasi dengan tekanan yang makin tinggi, seorang pemimpin dituntut menjadi pribadi yang tangguh dan mampu menjadi motor perubahan. “Makin tinggi tekanan, berarti Anda calon berlian,” kata Mentan Amran menyemangati.

Amran berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang lahir dari sistem meritokrasi dan berorientasi pada kepentingan rakyat. “Tunjukkan kinerja terbaik, layani masyarakat dengan sepenuh hati, dan pastikan setiap kebijakan berpihak kepada petani,” ujar Mentan Amran.

Dari jajaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), sejumlah nama resmi dilantik. Nuryani Zainuddin kini menjabat sebagai Sekretaris Ditjen PKH, I Ketut Wirata sebagai Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Tri Melasari sebagai Direktur Pakan, dan Hendra Wibawa sebagai Direktur Kesehatan Hewan. Selain itu, Nur Saptahidhayat ditunjuk sebagai Kepala Balai Besar Veteriner Wates dan Imron Suandy sebagai Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan kesiapan jajarannya dalam mendukung penuh agenda reformasi birokrasi yang digagas Bapak Menteri Pertanian. Menurutnya, pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan publik di subsektor peternakan.

“Seluruh jajaran Ditjen PKH siap mengawal program-program nasional yang bersentuhan langsung dengan rakyat, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN), hingga penguatan sistem kesehatan hewan nasional,” ujar Agung usai menghadiri pelantikan.

Langkah penyegaran ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Pertanian untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, melayani, dan berfokus pada hasil, sejalan dengan program prioritas nasional dan agenda Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

Cek Artikeld dan Berita Lainnya di Google News