Beranda blog Halaman 979

CKG Ngegas! 53 Juta Anak Sekolah Bakal Diskrining Kesehatan Mulai Juli

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menyasar lebih dari 53 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA. Skrining kesehatan ini akan dimulai pada Juli 2025 di lebih dari 282 ribu sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG merupakan salah satu dari tiga program prioritas Presiden Republik Indonesia. Dua program lainnya adalah pembangunan 66 rumah sakit di daerah terpencil dan percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC).

“CKG ini sudah diluncurkan pertama kali pada 3 Februari tahun ini, dan kemarin kita sudah mencapai 11 juta yang sudah diskrining,” ujar Menkes dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri.

Secara nasional, program CKG menargetkan 280 juta pemeriksaan kesehatan. Pelaksanaannya dilakukan melalui dua jalur utama: di Puskesmas dan di sekolah.

“Sekolah ini ada sekitar 250 ribu lebih, dan secara logistik pelaksanaannya lebih masuk akal karena tempatnya tetap dan tidak berpindah-pindah,” tambahnya.

Pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Paket skrining mencakup pemeriksaan kesehatan fisik hingga kesehatan jiwa.

“Yang akan dilakukan di sekolah, yaitu SD, SMP, SMA itu beda-beda paket tesnya. Ada masalah kesehatan fisik, ada juga kesehatan jiwa,” ungkap Menkes.

Ia menekankan bahwa kesehatan jiwa menjadi perhatian serius karena banyak kasus yang tidak teridentifikasi sejak dini, padahal prevalensinya cukup tinggi di kalangan pelajar.

Saat ini, capaian CKG telah menembus angka 200 ribu pemeriksaan per hari. Dengan masuknya sekolah sebagai lokasi pelaksanaan, angka ini diharapkan meningkat signifikan.

“Kalau bisa dapat setengahnya dari total anak sekolah, kita bisa selesai dalam tiga bulan ke depan,” ucap Menkes optimis.

Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi dengan jumlah skrining tertinggi, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Barat. “Saya harapkan kalau Jawa Barat naik, CKG-nya pasti lompatannya bisa lebih tinggi,” lanjutnya.

Kemenkes telah melakukan simulasi teknis dan sistem pelaksanaan sejak Juni 2025. Sosialisasi juga telah dilakukan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

Pelaksanaan di sekolah akan didukung oleh dua pilar layanan: Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Alat pemeriksaan akan disediakan secara kolaboratif oleh keduanya.

“Alat-alat yang dibutuhkan sebagian disiapkan oleh Puskesmas, sebagian lagi disiapkan di unit kesehatan sekolah,” kata Menkes.

Ia menambahkan, UKS akan direvitalisasi agar bisa berfungsi maksimal sebagai sarana edukasi kesehatan., dan berharap program ini menjadi momentum untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini di kalangan pelajar.

“Mudah-mudahan ini bisa jadi momen untuk menggugah kesadaran hidup sehat sejak dini,” tutupnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara di Monas

Presiden Prabowo Subianto bertindak selaku inspektur upacara memimpin jalannya Upacara Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara Tahun 2025 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Selasa, 1 Juli 2025. Tepat pukul 08.00 WIB, upacara dimulai dengan diawali oleh salam kebangsaan.

Setelah berada di mimbar upacara, Presiden Prabowo menerima laporan dari komandan upacara yang pada kesempatan itu diemban oleh Irjen Pol Dadang Hartanto, Presiden Prabowo kemudian melakukan pemeriksaan pasukan dengan menggunakan kendaraan taktis maung.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada seluruh keluarga besar Polri. “Pertama-tama atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, dan atas nama seluruh Bangsa Indonesia, Saya menyampaikan ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia di manapun saudara-saudara berada. Dirgahayu Kepolisian Republik Indonesia,” ujar Kepala Negara.

Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras anggota Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan agenda pembangunan nasional. “Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan seluruh anggota Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan sehingga kita sebagai bangsa dapat melakukan agenda-agenda besar pembangunan bangsa yang sedang kita lakukan saat-saat ini,” Ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menganugerahkan Tanda Kehormatan berupa Nugraha Shakanti dan Bintang Bhayangkara Nararya sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara. Selesai upacara, Presiden Prabowo dan tamu undangan lainnya menyaksikan demonstrasi dan defile. Adapun penampilan ini dilakukan oleh para anggota serta mitra Polri.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, para duta besar negara sahabat, para pimpinan lembaga negara, serta para menteri kabinet Merah-Putih.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan untuk Polri pada Hari Bhayangkara ke-79

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam Upacara Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Selasa, 1 Juli 2025. Pemberian tanda kehormatan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara atas dedikasi, profesionalisme, dan pengabdian luar biasa anggota Polri dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan nasional.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Presiden Prabowo secara resmi menganugerahkan Nugraha Shakanti berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49/TK/Tahun 2025 tanggal 1 Juli 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti kepada 7 (Tujuh) kesatuan di lingkungan Kepolisian. Tujuh penerima penghargaan tersebut adalah:

  • Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri
  • Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri
  • Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri
  • Divisi Humas Polri
  • Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri
  • Kepolisian Daerah Aceh
  • Kepolisian Daerah Sumatera Selatan

Selain itu, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 50/TK/Tahun 2025, tanggal 1 Juli 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada 3 (tiga) orang penerima, masing-masing atas jasa dan keteladanan dalam pelaksanaan tugas. Mereka adalah:

Kombes Pol. Leonard Marojahan Sinambela, Kaden B Ropaminal Divpropam Polri
AKP Rina Lestari, Paur Sibinev Subditbhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Jawa Barat
Aiptu Didik Darmanto, Paops Kompi Satu Batalyon B Resimen Dua, Korbrimob Polri.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk penghormatan atas capaian individu atau satuan, tetapi juga penegasan terhadap semangat pengabdian dan integritas yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran Polri.

“Saya melihat Polri sekarang menunjukkan prestasi yang baik. Saya melihat dan menyaksikan kepolisian kita sekarang sungguh-sungguh turun ke rakyat. Saya melihat sekarang kepolisian mengambil inisiatif, mengambil peran, terjun ke rakyat, bekerja di tengah rakyat, membantu meningkatkan produksi pangan bangsa kita. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Presiden dalam amanatnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Presiden Prabowo Luncurkan SPPG Polri di Monas, Bukti Komitmen Penuhi Gizi Masyarakat

Sebagai bagian dari rangkaian Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Selasa, 1 Juli 2025.

Acara tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini Selasa, 1 Juli 2025, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia meluncurkan satuan pelayanan pemenuhan gizi SPPG Polri di seluruh Indonesia, terima kasih,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Polri dalam berbagai program strategis nasional, termasuk pemberian makanan bergizi kepada masyarakat. Presiden menekankan bahwa inisiatif Polri dalam mendukung langsung pemenuhan gizi rakyat merupakan langkah yang strategis dan menyelamatkan masa depan bangsa.

“Ini adalah untuk menyelamatkan anak-anak dan cucu-cucu kita. Ini adalah untuk menyelamatkan masa depan bangsa kita,” ujar Kepala Negara.

Presiden Prabowo juga menyebut keterlibatan Polri dalam program besar tersebut kini berada di garis terdepan. Selain mendukung pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, Polri juga dinilai berperan penting dalam usaha pencapaian kedaulatan pangan nasional.

“Produksi jagung kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia dan itu adalah tidak sedikit peran Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah Kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan jajarannya,” ucap Presiden Prabowo menegaskan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

RIbuan Warga Tumpah Ruah Meriahkan Hari Bhayangkara di Monas

Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, untuk menyaksikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 yang digelar Polri, Senin (1/7/2025).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara, didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Tak hanya upacara, perayaan ini berlangsung meriah dengan beragam atraksi, konser musik, dan layanan publik gratis yang terbuka untuk masyarakat umum.

Warga bisa menggunakan layanan perpanjangan SIM gratis, cek kesehatan gratis, hingga pengurusan SKCK dan STNK di acara ini. Selain itu, warga juga disuguhi konser musik rakyat yang menampilkan artis papan atas seperti Iwan Fals, Padi Reborn, dan Om Lorenza.

Warga yang hadir pun bisa menikmati berbagai wahana hiburan anak, bazar produk UMKM lokal, serta area kuliner gratis yang tersebar di sekitar area Monas.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

HUT Bhayangkara ke-79: Tegaskan Dukung MBG, Jenderal Listyo Sigit Target Dirikan 100 SPPG

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam sambutannya di Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Jenderal Listyo Sigit menyebut, pihanya menargetkan 100 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang didirikan.

Dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, pada tahun 2025, Polri menargetkan pendirian 100 SPPG, kata Kapolri.

Jenderal Listyo Sigit juga membeberkan bahwa hingga Juni 2025 sudah ada 139 SPPG yang diproyeksikan mampu melayani 430 ribu penerima manfaat makan bergizi gratis.

Hingga Juni 2025 sudah terdapat 139 SPPG yang diproyeksikan dapat melayani 430.000 penerima manfaat, jelasnya.

Sampai saat ini, kata Jenderal Listyo Sigit, 18 SPPG telah beroperasi, 24 SPPG dalam tahap verifikasi dan 97 SPPG dalam tahap pembangunan.

Lebih jauh, Jenderal Listyo Sigit mengatakan bahwa Polri juga menyediakan sarana Pusdiklat sebagai lokasi pelatihan. Lokasi ini untuk melatih Sarjanan Penggerak Pembangunan Indonesia.

Selain itu, Polri juga menyediakan sarana Pusdiklat dan SPN sebagai lokasi pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, ujar Jenderal Listyo Sigit.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Wakil Wali Kota Cimahi Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah di Tiap Kelurahan

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mendorong pengelolaan sampah tuntas di tingkat kelurahan di Kota Cimahi. Persoalan sampah menjadi masalah yang dihadapi akibat produksi meningkat, membuat berbagai inovasi dapat menjadi solusi penanganan sampah.

“Masalah sampah ini sedang jadi tren hari ini, dan bagaimana menyikapinya dengan mencari solusi agar tertangani dengan baik di Kota Cimahi,” ungkapnya.

Rata-rata volume sampah yang dihasilkan masyarakat Cimahi mencapai 250-270 ton per hari.

“Untuk ukuran Kota Cimahi, volume produksi harian harusnya bisa dikelola lebih mudah. Namun, masyarakat maunya sampah beres,” ucapnya.

Pemerintah Kota Cimahi telah menetapkan kebijakan pemilahan sampah dengan sistem hari organik dan hari anorganik. Namun, hal itu harus didukung masyarakat dengan pemilahan sampah di rumah masing-masing untuk memudahkan pengangkutan.

“Nanti diatur siapa pengelola di tingkat RT-RW. Sampah harus selesai di wilayah. Di masing-masing wilayah harus beres,” tegasnya.

Adhitia menargetkan adanya TPS di setiap kelurahan dilengkapi tempat sortir, pengelolaan organik, hingga teknologi insinerator untuk residu.

“Harus lengkap. Di setiap wilayah harus rapi dan punya fasilitas pengelolaan,” tegasnya.

Keberadaan Bank Sampah seperti di Melong menurutnya sangat membantu menyelesaikan sebagian persoalan sampah. “Kami sangat menghargai upaya para penggiat pengelolaan sampah yang telah bekerja keras dan berinovasi untuk membantu permasalahan sampah di Kota Cimahi,” tuturnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

KDM Dorong Penataan Jalur Pedestrian di Cirebon untuk Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Pemerintah Kota Cirebon untuk menata jalur pedestrian, jalan lingkungan, dan gang-gang permukiman agar lebih rapi, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.

Hal tersebut disampaikan KDM – sapaan akrab Gubernur Dedi Mulyadi saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon di Gedung DPRD Kota Cirebon, Sabtu (28/6/2025).

“Standarnya sederhana, jalan-jalan harus baik. Gang-gang kecil dipaving dan ditanami pepohonan agar rindang. Kalau jalannya mulus, trotoarnya artistik dan tertata, itu akan jadi daya tarik wisatawan,” ujar KDM

Untuk merealisasikan hal tersebut, KDM menyatakan siap bersinergi dengan Wali Kota Cirebon Effendi Edo dalam pengalokasian anggaran daerah, khususnya untuk pembangunan infrastruktur.

“Keterbukaan dalam transparansi anggaran daerah agar diketahui oleh seluruh warga kota Cirebon. Saya yakin dengan APBD nya dibuka (transparan) itu nanti akan banyak alokasi anggaran yang dibelanjakan untuk infrastruktur karena kota itu jalannya harus pada mulus trotoarnya artistik tertata,” tegas KDM.

Selain infrastruktur jalan dan trotoar, KDM juga menyoroti pentingnya penataan daerah aliran sungai agar bersih dan bebas dari sampah.

“Daerah aliran sungainya harus bersih, diperhatikan sampah-sampahnya,” tambahnya.

KDM juga mendorong Pemkot Cirebon menciptakan ciri khas budaya dalam aktivitas perdagangan, salah satunya dengan mengenakan pakaian tradisional saat berjualan.

“Pedagang ditata ditempatkan secara baik bahkan punya khas. Kalau hari apa pakai baju khas Cirebon, baik laki-laki maupun perempuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi mewujudkan kota yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berkelanjutan.

“Bagian dari komitmen kami membangun kota yang tangguh menghadapi perubahan iklim,” ucap Effendi.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas utama Pemkot Cirebon demi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Peningkatan infrastruktur akan menjadi prioritas kami. Kebijakan yang kami ambil harus berpihak pada keberlanjutan dan kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Pengusaha Wajib Tahu! Ini Kemudahan Impor Terbaru dari Pemerintah

Pemerintah terus mendorong iklim kemudahan berusaha melalui langkah konkret deregulasi kebijakan impor. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu menegaskan dukungan penuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terhadap langkah deregulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16 Tahun 2025.

“Kami di Kementerian Keuangan, baik tim tarif maupun Bea Cukai, mendukung penuh langkah deregulasi ini. Kami akan menindaklanjuti dengan proses pengawasan impor yang lebih cepat, lebih handal, dan mengintegrasikannya dengan sistem CEISA di Bea Cukai,” ujar Wamenkeu dalam konferensi pers terkait deregulasi kebijakan impor dan kemudahan berusaha di Jakarta pada Senin (30/6).

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu menyoroti dua fokus utama Kemenkeu dalam mendukung kebijakan ini. Pertama, relaksasi larangan dan pembatasan (lartas) untuk 482 kode HS (Harmonized System) yang telah diidentifikasi oleh Bea Cukai. Kedua, percepatan penetapan tarif remedi atau perlindungan, yang semula memakan waktu hingga 40 hari, kini dipangkas menjadi 14 hari melalui koordinasi tim tarif dan pelaksanaan Bea Cukai bersama kementerian/lembaga terkait.

“Kami ingin memastikan prosesnya itu berlangsung dengan cepat,” kata Wamenkeu.

Langkah tersebut, tambah Wamenkeu, diharapkan mendukung kelancaran arus barang di pelabuhan dan mencegah risiko ekonomi biaya tinggi akibat penumpukan dan keterlambatan bongkar muat.

“Kementerian Keuangan tentu dalam hal ini Bea Cukai akan memastikan proses kelancaran proses bisnis dan bongkar muat di pelabuhan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya penundaan, penumpukan, dan bahkan risiko terhadap ekonomi biaya tinggi akibat proses yang apa mungkin tidak dapat dilanjutkan,” ujar Wamenkeu.

Kebijakan deregulasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi, memberi kemudahan bagi pelaku usaha, serta menjaga daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi dunia yang semakin kompleks. Turut hadir bersama Wamenkeu dalam konferensi pers tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar kebijakan ini efektif menurunkan biaya logistik nasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Menuju Kedaulatan Digital, Indonesia Harus Bangun Regulasi AI dan Perkuat R&D

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Untuk berdaulat digital di tengah derasnya arus transformasi global, Indonesia harus menyiapkan ekosistem nasional yang kuat: dari riset dan pengembangan (R&D), komputasi, regulasi, hingga talenta digital unggul.

Nezar mengatakan bahwa salah satu jalan pembuka untuk menuju kedaulatan digital adalah Indonesia perlu membuat regulasi AI yang jelas di mana Atlas of AI harus menjadi pedoman dalam pembuatannya. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara “Mencapai Seabad Indonesia Merdeka” di Ruang Literasi Kaliurang, Yogyakarta, Minggu (29/6/2025).

“Sebetulnya jelas sekali kalau kita ingin membuat satu regulasi dan lain sebagainya kita harus lihat geopolitik pengembangan AI ini. Atlas of AI itu harus jadi pedoman untuk membuat regulasi AI untuk Indonesia kalau kita mau teknologi yang berdaulat,” kata Nezar.

Indonesia, lanjut Nezar, memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang sangat strategis untuk industri chip dan komputasi AI global, seperti nikel, boron, hingga mineral penting lainnya. Namun, belum ada desain besar yang mampu menjadikan kekayaan tersebut sebagai bagian dari ekosistem global AI.

“Kita punya begitu banyak Sumber Daya Alam dan begitu banyak critical minerals seperti nikel, boron, dan mineral penting lainnya. Tapi belum ada desain besar untuk mengorganisir secara tepat bagaimana kita bisa bargaining dengan pusat-pusat pembangunan AI di dunia agar kita menjadi bagian dari ekosistem pengembangan AI dunia,” jelasnya.

Untuk memperkuat posisi Indonesia, Nezar menekankan pentingnya membangun pusat riset dan cluster komputasi dalam negeri yang kuat—baik dari sisi hardware, infrastruktur, maupun kapasitas data. Sebab, saat ini dana R&D Indonesia hanya 0,24% dari total GDP sehingga perjalanan menuju kedaulatan digital, khususnya di bidang AI, masih lambat.

“Nah tanpa R&D ini agak susah kita bisa mengembangkan AI yang berdaulat, AI yang milik kita sendiri. Untuk membangun semuanya dibutuhkan komputasi yang cukup kuat, infrastruktur yang mumpuni. Dua hal ini masih dalam perencanaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nezar menjelaskan pentingnya kedaulatan AI bagi Indonesia karena AI dirumuskan dengan foundation model yang dibuat negara pengembangnya seperti Amerika Serikat sehingga data-data yang digunakan adalah nilai-nilai yang ada di barat, yang ‘membonceng’ nilai-nilai nyata saat dilatih.

“Alhasil, bias dalam data untuk dipakai oleh masyarakat di luar Amerika itu sering terjadi, termasuk juga stereotyping terhadap kelompok-kelompok tertentu, ras tertentu, bangsa tertentu itu terjadi di AI. Jadi itu membuktikan ya ada upaya untuk melakukan filtering dan lain sebagai macamnya sesuai dengan kepentingan yang ada,” tuturnya.

Menurut Nezar, ada tiga tantangan utama dalam transformasi digital Indonesia yang harus segera diatasi untuk bisa menjadi negara yang berdaulat digital yakni kesenjangan infrastruktur digital, ancaman serangan siber dan defisit talenta digital. Bahkan, Indonesia diproyeksikan membutuhkan lebih dari 12 juta talenta digital pada 2030, namun masih kekurangan 2,7 juta. Kesenjangan ini bisa menghambat seluruh proses transformasi.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pengembangan talenta digital menjadi hal yang sangat penting untuk menuju kedaulatan digital Indonesia. Ia yakin jika Sumber Daya Manusia-nya berkualitas, maka keterbatasan infrastruktur bisa ditaklukkan untuk membuat inovasi-inovasi dalam kemajuan teknologi digital.

“Sekali lagi talenta digital ini menurut saya proyek nomor satu, infrastruktur itu mungkin bisa terbatas, tapi kalau orangnya kreatif dia bisa taklukan keterbatasan itu. China membuktikan itu dengan keterbatasan, begitu juga India juga dengan talenta-talenta yang baik mereka bisa lebih maju dalam adopsi teknologi digital ini,” tutur Nezar.

Nezar pun mengingatkan bahwa transformasi digital tidak boleh dilihat secara sektoral, melainkan sebagai ekosistem yang saling terkait: dari keamanan, ekonomi, pendidikan, hingga perlindungan nilai lokal.

“Jadi antara geopolitik, kepentingan pertahanan dan keamanan, antara pembangunan ekonomi digital, antara pendidikan, kesehatan, protecting local values, itu semuanya berada dalam satu ekosistem yang saling mengunci. Tidak boleh kita abaikan satu elemen pun karena dia akan merusak satu ekosistem itu,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News