Suarapemerintah.id – Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 (MTsN 2) Kota Kediri merupakan salah satu madrasah yang mendapatkan bantuan pembangunan asrama melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 2019. Keberadaan asrama terpadu yang berdiri megah di atas tanah seluas 730 meter persegi itu, membantu madrasah ini untuk mengukir serangkaian prestasi.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Direktorat KSKK Madrasah dan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, atas bantuan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami, MTsN 2 Kota Kediri,” kata Kepala MTsN 2 Kota Kediri Hadi Suseno,Kamis (10/12).
Progam unggulan Mahad Al-Azhar MTsN 2 Kediri antara lain tahfidz Quran disertai kajian kitab kuning selayaknya di pesantren dan ditambah dengan bimbingan belajar menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua siswa untuk mempercayakan putra-putrinya agar bisa “mondok” di Mahad Al-Azhar MTsN 2 Kota Kediri. Peningkatan prestasi di bidang tahfidz ini begitu terasa dengan keberadaan asrama terpadu terseebut.
Sebut saja Rima Nailul Muna, siswa MTsN 2 Kota Kediri yang berhasil meraih juara pertama tahfidz putri dan M. Rafly Atsany yang meraih juara III pada MTQ tingkat Kota Kediri pada 2019 lalu. Ada juga Muh.Ja’far yang meraih juara ketiga MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur di ajang Aksioma yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2019.
Selanjutnya, bangunan tiga lantai hasil SBSN itu menurut Hadi tidak hanya dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan siswa-siswinya, tetapi juga untuk kegiatan warga madrasah lainnya. Dengan adanya aula di Mahad Terpadu ini, kegiatan-kegiatan kedinasan bisa dilakukan dengan lebih nyaman karena ruangannya yang bersih, tertata rapi, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan.
Selain itu, siswa-siswi yang tergabung dalam organisasi madrasah juga sering menggunakan aula ini untuk kegiatan mereka, salah satunya kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).
Lewat bantuan SBSN, lanjut Hadi, program-program yang sudah disusun pihak madrasah terutama pengelola mahad bisa terlaksana dengan baik. Prestasi di bidang penelitian IPA maupun humaniora juga diukir oleh madrasah yang menisbatkan diri sebagai Madrasah Riset ini.
Kejuaraan di bidang KIR sudah tidak terhitung lagi jumlahnya baik di tingkat lokal, regional, dan nasional. Bahkan pada tahun 2019, salah satu siswi terbaik Matsanda, Safina Amelia Khansa, berkat penelitiannya yang diprakarsai oleh LIPI mendapatkan kesempatan terbang ke Amerika dalam Broad Master International Program di Arizona sebagai perwakilan dari Indonesia bersama 24 negara lainnya dalam kegiatan riset.
Pada tahun yang sama, Najwa Kahani Fatima berhasil meraih Juara II MYRES (Madrasah Youth Research) 2019. Pada MYRES tahun 2020 perwakilan dari MTsN 2 Kota Kediri, Destyta Ainur Rokhimah dan Intan Putri Elmira, meraih juara Harapan II di Bidang Humaniora. Pada awal tahun 2020 terdapat tiga raihan peringkat pertama dalam lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat nasional dan juara pertama tingkat Karesidenan Kediri.
Sedangkan kompetisi bergengsi di bidang penelitian yang diselenggarakan oleh LIPI, selama dua tahun berturut-turut perwakilan dari Matsanda masuk sebagai finalis.
Prestasi yang diukir oleh siswa MTsN 2 Kota Kediri yang berlokasi di Jalan Sunan Ampel 12, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri ini memang tiada henti baik di bidang akademik maupun nonakademik. Di ajang Kompetisi Robotik Madrasah 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI, MTsN 2 Kota Kediri berhasil meraih juara II. Di bidang olah raga dan seni juga tidak mau kalah.
Hal ini dibuktikan dengan juara I Taekwondo, juara I kaligrafi, dan olah vocal. Raihan 5 medali oleh M. Adi Brata Tata Negoro Saputra di sepanjang tahun 2018-2019 dan 8 medali pada tahun 2020 di ajang Olimpiade Matematika tingkat internasional semakin memantapkan slogan MTsN 2 Kota Kediri “Berprestasi Tiada Henti dan Tetap Rendah Hati”.
Kepala MTsN 2 Kota Kediri, Hadi Suseno mengaku sangat bersyukur atas bantuan SBSN. “Semoga dengan adanya bantuan melalui SBSN, prestasi demi prestasi bisa kami raih untuk mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat, Selain siswa, prestasi juga dipersembahkan oleh salah satu guru kami, Ibu Enik Kurniawati, yang terpilih sebagai tim penyusun Juknis Madrasah Riset dan tim penyusun Modul PKB IPA MTs Komponen 3,” tandasnya.


.webp)
















