Sunday, March 7, 2021

Nikel Berlimpah, Indonesia Bisa Jadi Produsen Baterai Listrik Terbesar Dunia

SuaraPemerintah.id – Presiden Joko Widodo menyebutkan Indonesia bisa menjadi produsen baterai listrik besar karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan kandungan biji nikel. Bahkan negara kita menjadi produsen dan eksportir nikel terbesar di dunia yang menguasai hingga 27% pasar global. Nikel merupakan komponen utama dalam pembuatan baterai listrik. Dengan potensi nikel yang besar, Indonesia bisa menjadi produsen baterai listrik terbesar di dunia.

Nikel adalah salah satu logam terbesar dalam pembuatan baterai listrik. Lithium-ion ibarat jantung dari revolusi mobil listrik. Kandungan baterai lithium-ion itu, terdiri dari anoda, katoda, dan elektrolit. Nikel merupakan komponen logam yang dominan dalam komposisi baterai listrik, khususnya katoda.

Bagi Indonesia, nikel merupakan komoditas mineral yang sangat strategi di pasar dunia bersama timah dan batubara. Indonesia selama puluhan tahun hanya mengekspor nikel mentah. Padahal dengan potensi nikel yang kaya tersebut, Indonesia bisa mengolahnya menjadi produk baterai listrik yang ke depannya akan banyak digunakan kendaraan dengan sumber daya listrik. Keberadaan kandungan nikel menjadi modal signifikan pembangunan industri baterai listrik di Indonesia.

  • Memiliki 25 persen cadangan nikel dunia atau setara 21 juta ton nikel.
  • Menguasai 30 persen produksi nikel dunia.
  • 2019 total nikel dunia 2,6 juta ton Ni, 800 ribu ton dari Indonesia
  • Ekspor nikel 2019 capai 30 juta ton

Hilirisasi Nikel Indonesia

  • Pemerintah melarang ekspor bijih (ore) nikel pada 1 Januari 2020.
  • Hilirisasi nikel digalakkan Jokowi sejak Agustus 2020
  • Industri nikel sudah dilakukan; mengelolah bijih nikel menjadi nickel pig iron, feronikel, dan baja tahan karat.

Produksi Baterai Listrik Indonesia Dilirik Investor Asing

  • CATL Cina investasikan 5 miliar dollar AS (sekitar Rp70,6 triliun)
  • Hyundai Motors, siapkan Investasi US$ 55,5 miliar (Rp785.5 triliun)
  • LG Korsel Teken MoU dirikan pabrik baterai listrik senilai 10 triliun won (Rp130 triliun)
  • Elon Musk (Tesla) akan kirim tim untuk meninjau kerja sama investasi

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10,540FansLike
392FollowersFollow
7FollowersFollow
234SubscribersSubscribe

Terpopuler

Suara Rilis

Suara Tokoh