Sunday, March 7, 2021

BPJS Kesehatan Gresik Dorong Sinergi Pemerintah Wujudkan UHC

SuaraPemerintah.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Gresik mendorong pemerintah untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Tutus Novita Dewi, mengatakan dengan sistem UHC akan mempermudah pemberian penjaminan kesehatan yang adil bagi penduduk di Kabupaten Gresik.

“Untuk wilayah Kabupaten Gresik, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 983,338 jiwa dari 1.280.181 penduduk atau 76,81 persen. Artinya masih ada sejumlah 23,19 persen penduduk yang harus kita perjuangkan untuk menjadi peserta JKN-KIS,” tutur-nya, Senin, 22 Februari 2021.

UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.

Tutus menyebutkan dengan sistem UHC penduduk yang didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS tidak perlu menunggu masa tunggu 14 hari untuk masa aktif.

“Jika Kabupaten Gresik sudah UHC, tentunya masyarakat dapat lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan. Kami sudah berupaya dengan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam hal pemadanan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” jelas Tutut.

BPJS Kesehatan Cabang Gresik telah menyerahkan data kepada Dinas Sosial (Dinsos) yang mana terdapat sejumlah 76.265 anggota keluarga yang belum terdaftar pada DTKS. Hal tersebut dapat berpotensi penonaktifan pada status kepesertaan-nya.

“Dengan data yang telah diserahkan pada Dinas Sosial itu, kami harap agar anggota keluarga yang bersangkutan dapat dimasukkan pada DTKS. Sehingga dapat dijamin oleh Pemerintah Pusat dalam Segmen PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan),” papar Tutus.

Sehingga terwujud-nya UHC dapat juga memperhatikan kuota Jaminan Kesehatan Daerah Provinsi yaitu bantuan iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) dengan manfaat pelayanan di Ruang Perawatan kelas III yang didaftarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/20/KPTS/013/2021 yang menyebutkan bahwa terdapat kuota sejumlah 18.167 peserta yang dapat didaftarkan sebagai peserta PBI, dan sampai dengan Februari 2021 tercatat sebanyak 12.394 peserta yang telah terdaftar.

“Sampai dengan Bulan Februari 2021, artinya masih ada sisa kuota peserta sejumlah 5.773 penduduk. Dan kami telah mengusulkan juga untuk dilakukan rekonsiliasi data dengan Dinas Sosial agar sisa kuota tersebut dapat segera terpenuhi sesuai dengan kriteria yang berlaku,” katanya. (red/pen)

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,540FansLike
419FollowersFollow
22FollowersFollow
234SubscribersSubscribe

Terpopuler

Suara Rilis

Suara Tokoh