spot_img

BERITA UNGGULAN

Kemenko Marves Bangkitkan Literasi Kemaritiman Melalui Workshop dan Penulisan Travel Note

SuaraPemerintah.id – Literasi mengenai isu kemaritiman semakin memprihatinkan, masih sedikit masyarakat yang belum mengetahui arti penting literasi kemaritiman. Hal ini dinilai penting untuk dilakukan berbagai edukasi, sosialisasi, bahkan promosi untuk melakukan kegiatan literasi ini.

Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui Biro Komunikasi menyelenggarakan Workshop Literasi Maritim dan Penulisan Travel Note di Yogyakarta pada 7 – 9 Maret 2021.

- Advertisement -

Acara ini dibuka secara virtual oleh Sekretaris Kementerian Koordinator, Agung Kuswandono. Dalam sambutannya Sesmenko Agung mengatakan bahwa Workshop ini sangat diperlukan untuk membangkitkan literasi kemaritiman. Menurutnya literasi kemaritiman ini harus dimulai dari hati anak bangsa untuk mencintai tanah air sendiri.

“Rasa cinta itu sangat tepat dimulai dari pendekatan seni dan budaya. Maka dari itu di setiap lokasi kegiatan yang diadakan oleh Kemenko Marves selalu memunculkan budaya daerah tersebut, agar peserta workshop bisa memahami betapa indahnya Indonesia itu,” tuturnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut Sesmenko Agung mengatakan kegiatan ini sejalan dengan apa yang sudah dikatakan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia sudah terlalu lama memunggungi laut, dan kini saatnya mengembalikan kejayaan kelautan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Senada dengan Sesmenko, Kepala Biro Komunikasi Andreas Dipi Patria dalam kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa acara ini sejalan dengan apa yang sudah menjadi visi Kemenko Marves yaitu pusat peradaban maritim karenanya peradaban itu merupakan unsur utama dari budaya.

“Oleh karena itu, menggali budaya terutama budaya maritim sangat penting di sini. Ini sangat terkait dengan inovasi dan tentu saja harus dimulai dengan memperkuat literasi,” jelas Karo Andreas.

Hadir sebagai narasumber, Praktisi Budaya, Tukul Rameyo Adi mengatakan bahwa budaya sangat penting menjadi literasi. Hal ini dikarenakan budaya sebenarnya adalah aset pembangunan kemaritiman yang sekarang sudah dilupakan. Menurut Rameyo, selama budaya itu tidak menjadi literasi, pembangunan kemaritiman tidak akan bisa seperti yang diharapkan sebelumnya.

“Budaya itu kan bukan hal yang bisa disentuh. Budaya adalah ruh dari pembangunan kemaritiman itu sendiri. Oleh karena itu, budaya seharusnya kita rawat agar pembangunan kemaritiman bisa seperti yang diharapkan,” jelasnya.

Untuk itu, Rameyo menuturkan melalui Travel Note budaya diharapkan dapat disosialisasikan dan dipromosikan kepada seluruh bangsa Indonesia.

“ Travel note itu kan asyik, gampang, dan mengena. Jadi mudah-mudahan dengan travel note, millennial bisa menjadi agen literasi maritim,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam workshop ini dihadirkan Novelis, Kirana Kejora. Dalam paparannya, Kirana Kejora memberikan ilmunya kepada seluruh peserta workshop. Ia mencontohkan travel note karyanya yang berjudul “Mengintip Kecantikan Papua Lewat Mata Kirana Kejora”.

Melalui travel note tersebut Kirana Kejora menceritakan perjalanannya dari Jakarta hingga menapaki tanah Papua. Ia menuliskan seluruh pengalaman yang ia alami selama di Papua. Mulai dari pesona alam Papua, budaya Papua dengan keberagaman suku di dalamnya sampai kondisi jalan Papua yang saat itu berbatu tidak lepas dari tulisannya.

Dari contoh inilah, Kirana Kejora mengatakan bahwa budaya bisa diceritakan melalui tulisan. Lebih lanjut Kirana menuturkan menulis travel note itu tidak sulit. “Jangan pernah menyerah, setidaknya kita sudah berupaya dan menulis travel note sebaik mungkin hari ini, tidak ada tulisan yang sempurna di dunia ini,” kata Kirana Kejora.

Pada sesi selanjutnya, hadir pula Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra, Guru Besar Antropologi UGM. Dirinya mengatakan potensi budaya maritim untuk menjadi bagian dari dunia wisata kepulauan sangat besar di Indonesia, dengan mengunjungi spot-spot tertentu di laut.

Prof. Hedyy menambahkan budaya bahari baru yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah “wisata bahari” di antaranya desa wisata pantai, wisata antarpulau, wisata desa nelayan, wisata desa pantai, wisata spot cantik di laut. “Budaya bahari di Indonesia telah berkembang menjadi lebih kompleks dan isinya lebih bervariasi,” ungkap Prof. Heddy.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru