SuaraPemerintah.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku cukup kewalahan menangani varian virus delta di Indonesia, apalagi penyebaran varian Delta sangat masif, banyak rumah sakit kewalahan, pasien Covid-19 penuh.
“Selama kegiatan di hulu tidak dibatasi, mobilitas tidak direm, pergerakan tidak dikurangi, seberapapun kita tambah kapasitas semuanya tidak akan pernah cukup kalau penyebaran varian baru tidak ditangani di hulu,” kata Budi,Selasa lalu (13/7/21).
Yang paling penting, kata Budi, kedisipinan masyarakat tentang aturan PPKM Darurat. Sebab tidak akan pernah cukup ruangan rumah sakitnya kalau masyarakat tidak disiplin menjaga diri sendiri, varian delta Covid-19 telah menyebar ke luar Pulau Jawa. Kondisi menjadi mengkhawatirkan, mengingat penyebaran varian delta Covid-19 sangat cepat menyebar. “Masyarakat lebih baik mengurangi aktivitas di luar rumah,” pinta Budi.
Lebih jauh, Budi mengungkapkan, sebanyak 7 provinsi di luar Pulau Jawa yang menjadi perhatian, yakni 5 provinsi dari Sumatra dan 2 dari Pulau Kalimantan (Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur). Sementara itu, lima provinsi di Sumatra yang menjadi perhatian pemerintah, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Lampung.
“Beberapa provinsi sudah sangat tinggi, karena ledakan varian Delta Covid-19 tidak merata sekarang. Awalnya terkonsetrasi di Jawa dan kini sudah menyebar ke luar Pulau Jawa,” ungkapnya.
Untuk mencegah penularan yang lebih masif, maka pemerintah menerapkan aturan PPKM Darurat di luar Pulau Jawa. Aturan ini berlaku pada 12-20 Juli 2021. Masyarakat di luar Pulau Jawa, khususnya yang bekerja di perkantoran bisa melaksanakan 100 persen work work home (WFH) dan juga kegiatan belajar mengajar wajib dilakukan secara online.
Dari laman tim Satgas Covid-19 Kemenkes yakni penambahan Kasus Covid-19 hanya dalam 1 hari (per 13 Juli), di luar Pulau Jawa No. Provinsi di Sumatra Jumlah Kasus Baru per 13 Juli Jumlah Kasus Meninggal Aceh 162.7, Sumatra Utara 811.10, Sumatra Selatan 778.10, Riau 610.11, Sumatra Barat 488.11, Bangka Belitung 516.12, Bengkulu 154.0, Jambi 352.1, Lampung 325.40.
Sekedar informasi, jumlah tempat tidur rumah sakit di seluruh Indonesia sekitar 400.000. Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan instruksi 30 persen dialokasikan untuk isolasi pasien Covid-19. Total seharusnya ada sekitar 120.000 tempat tidur. Dari kondisi 120.000, sebelum Lebaran yang terisi hanya 23.000. Sementara dalam 6-7 pekah terakhir sudah naik ke 90.000.
“Kita secara gradual meningkatkan tempat tidur isolasi yang sebelum lebaran 75.000. sekarang sudah naik ke 107.000, dan kita masih punya room untuk naik sampai 120.000. Di atas itu posisi kita akan sulit,” ungkapnya.
Budi mengungkapkan lebih jauh, bahwa apa yang pemerintah lakukan, di rumah sakit tidak akan cukup kalau tidak dibereskan di sisi hulu, kalau masyarakat tidak disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, dan tetap tinggal di rumah.
“Kasihan teman-teman di RS, dokter, tenaga kesehatan, yang akan menerima gelombang pasien,” tandas Budi.


.webp)


















