Jumat, September 17, 2021
spot_img

Kopi Subang Salah Satu Produk Andalan Desa Devisa

SuaraPemerintah.id – Bertepatan dengan hari Koperasi, LPEI luncurkan salah satu produk Desa Devisa di Indonesia. Kabupaten Subang sebagai tempat peluncuran salah satu produk Desa Devisa itu, salah satu produk Desa Devisa itu sejenis kopi Arabika (Java Preanger) dan Robusta.

Dalam program berbabasis pemberdayaan masyarakat ini, LPEI berikan pendampingan dan pengembangan kepada para pelaku usaha berorientasi ekspor guna mendorong kemandirian petani kopi di Subang melalui rangkaian pelatihan, pendampingan serta pemanfaatan jasa konsultasi, hingga mampu bersaing di pasar ekspor kopi dunia dengan produk berkualitas.

Dari laman resmi LPEI, program ini merupakan pelatihan tentang teknik budidaya dan pengolahan kopi, perluasan akses pasar ekspor, penyusunan laporan keuangan, dan peningkatan kapasitas produksi. Dalam program ini LPEI kerjasama dengan Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) dalam pendampingan para petani kopi yang jumlahnya 208 orang selama enam bulan ke depan.

“Kami cukup yakin dengan potensi Subang dengan komoditas kopinya dan berharap melalui program pelatihan selama enam bulan ke depan dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga kualitas biji kopinya juga dapat memenuhi kebutuhan ekspor. Kami juga berharap, kolaborasi yang terjalin antara Koperasi Gunung Luhur Berkah dan Pemerintah Daerah Subang dapat menjadi salah satu solusi awal di tengah kondisi pandemi yang kita hadapi,” ujar Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas dalam peluncuran Desa Devisa Kopi Subang secara virtual, Senin (12/07/21).

Pendampingan akan diberikan kepada petani di enam desa yaitu Cisalak, Nagrak, Cupunagara, Darmaga, Sukakerti, dan Pasanggrahan. Kapasitas produksi keenam desa mencapai lebih dari 100 ton biji kopi setiap tahunnya dengan luas kebun 140 hektar.

Program Desa Devisa dalam membangun sinergi selain dengan pemerintah daerah (Pemda) dan koperasi setempat, LPEI juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dalam proses penjajakan Desa Devisa Kopi Subang. Kolaborasi sejumlah institusi pusat dan daerah ini juga diharapkan dapat memperkuat program pendampingan yang akan diberikan.

Sebelumnya, LPEI telah berhasil membentuk dua Desa Devisa yaitu Desa Devisa Kakao di Jembrana, Bali dengan komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi dan Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinan ramah lingkungan yang telah mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan ke Eropa.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
1,350PelangganBerlangganan

Special Interview

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

GPR Milenial

Suara Tokoh

close