Jumat, September 17, 2021
spot_img

Sungai Jingkem, Wisata Hutan Mangrove Di Pesisir Laut Utara

SuaraPemerintah.ID – Menjadi seorang penulis bukanlah hal mudah, sejak kelas 5 SD saya telah menekuni kegiatan tulis menulis, bermimpi menjadi seorang penulis rasanya sulit untuk diwujudkan. Entah kekuatan apa yang membuat saya terus semangat untuk mengapainya. Saat saya merasa tak pantas dan tak pandai untuk bersikeras dalam mewujudkan mimpi ini, tetapi pantangan bagi saya untuk menyerah dan terus berusaha dan belajar agar mimpi ini menjadi kenyataan.

Pada saat ini, saya sangat merasa bangga, seperti mendapat sebuah tantangan. Dengan hati yang gembira saya akan mencoba tantangan menulis dan memperkenalkan keindahan-keindahan di sekitar tempat tinggal saya, Kampung Sembilangan. Salah satu kampung yang mendapat banyak keajaiban dan jarang diketahui khalayak umum, hingga saat ini banyak diminati para pelancong.

Namun dengan rasa yang tegang, apakah saya mampu menceritakan tentang lokasi istimewa dan bukti keberhasilan para pemudanya dalam menciptakan tempat-tempat wisata yang dicari para petualang, seperti destinasi ekowisata Sunge Jingkem misalnya, bismillah saya akan mencobanya.

Buat saya keindahan destinasi wisata Sunge Jingkem adalah tempat munculnya pemikiran indah, yang mendorong perubahan-perubahan positif ,baik dari segi bentuk dan manfaat lokasinya. Semula tempat ini yang sebelumnya sepi, sekarang banyak diminati para pengunjung karena kesejukan, dan pemandangannya yang begitu indah.

Wisata Sunge Jingkem menjadi tempat ekowisata mangrove yang menghampar indah dilalui pepohonan bakau dan mangrove yang lebat, tumbuh di pesisir sungai tersusun bagai tumpukan buku-buku, terus dirawat hinggal mengahadirkan pemadangan yang asri dan memanjakan mata. Ekowisata ini bertempat di Kampung Sembilangan Desa Samudrajaya Rt 001/009, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum menjadi objek ekowisata yang indah seperti saat ini, dimana yang kini menjadi salah satu wisata yang dicari para penikmat alam, ini hanyalah sebuah kali yang sepi, rimbun, sejuk dan tentram, hingga telah tiba saatnya Sunge Jingkem menjadi salah satu destinasi ekowisata mangrove yang tak pernah sepi pengunjung.

Tempat ini yang sebelumnya hanya dikelilingi pohon-pohon dengan air yang diam, kini yang dikenal dengan kearifan lokalnya dan terkenal di wilayah Bekasi. Wisata ini sangat menarik perhatian untuk dikunjungi dan sering dipilih menjadi lokasi dalam mengabadikan moment berharga seperti prewedding atau sekadar penghias media sosial seperti Instagram dan lain-lain.

Mendung belum tentu hujan, air yang pasang belum tentu banjir akan datang, daun yang jatuh bukan berarti pohonnya akan gugur. Sebuah luka hanya perlu obat yang dapat menyembuhkan, curahkan semua hal menyedihkan di atas gelombang air, berjalan di sepanjang titian bambu yang romantis, dikelilingi suasana tenang dan tempat-tempat nyaman untuk istirahat, rekreasi atau sekadar bersandar.

Menemukan bahagia nyatanya tidak sesulit pemikiran sempit kebanyakan orang. Terkadang kesederhanaanlah yang akan membawa kita kepada bahagia yang tak terkira. Apalah artinya memuja yang begitu tinggi, tapi tak sadar akan keindahan-keindahan yang tersembunyi di rerimbunan hutan mangrove pesisir. Demikianlah, Sunge Jingkem yang dengan kesederhanaannya mampu menarik banyak wisatawan untuk menikmati suasana dan pemandangan.

Yang datang kami sambut, yang pergi kami persilakan dengan hormat. Ketertarikan hati membuat langkah-langkah kaki mereka menuju tempat ini, tak ada lain kami harap mereka mendapatkan keindahan yang memang mereka cari, dan meninggalkan tempat ini dengan menyadari satu hal, “Yang indah tak harus di kota, air yang sering terbuang-buang, daun-daun yang sering terhempas, jembatan bambu yang dianggap kotor, lukisan tangan yang tak dihiraukan, ternyata bisa menjelma dan berubah menjadi lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi”.

Tak terlupakan bagaimana perjuangan warga yang berhasil mencapai semua ini, tentunya membutuhkan proses dan kerja keras yang kuat. Namun tak ada kalimat yang bisa diucapkan selain syukur, karena pada akhirnya, satu per satu mimpi Kampung Sembilangan kini terwujud. Rasa bangga, bercampur dengan haru menyaksikan kehadiran ini semua.

Sebagai manusia biasa, terkadang hanya bisa berharap untuk mendapatkan kekuatan lebih untuk bertahan hidup. Berusaha mengembangkan hal-hal yang menjadi mimpi bersama, jika lelah kita bisa beristirahat, tapi untuk putus asa adalah suatu ketidakmungkinan. Bersama kita bangun apa-apa yang belum sempat kita sudahi. Tak ada kata menyerah untuk mencapai cita-cita. Membunuh ketakutan akan kegagalan, meyakini diri bahwa dengan ini semua usaha kita tidak akan sia-sia.

Anak kembar memang begitu manis, dan hanya orang-orang beruntung yang bisa melahirkan titipan itu. Jika jalan pertama adalah jalan yang buntu, kita pasti punya jalan kedua. Ekowisata Sunge Jingkem, memiliki anjungan jembatan kembar yang menarik untuk disinggahi, begitu manis, indah, meniti jembatan bambu menyeberangi kali, dan menjadi pusat perhatian yang paling tinggi. Tapi masih banyak lagi kelebihan tempat wisata ini, yang tidak bisa saya jelaskan melalui tulisan ini.

Semoga tulisan-tulisan saya ini tak salah, karena inilah yang saya resapi tentang Ekowisata Mangrove Sungke Jingkem yang berada di tempat tinggal saya. Saya berharap ini akan menjadi awal yang baik untuk mimpi saya, ke depannya untuk keluarga dan kerabat, dan seterusnya untuk kampung ini.

(Fitri/Iphi)

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
1,350PelangganBerlangganan

Special Interview

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

GPR Milenial

Suara Tokoh

close