Jumat, September 17, 2021
spot_img

Tekan Angka Kemiskinan Dan Pengangguran, Pemerintah Beri Perlinsos

SuaraPemerintah.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah sedang berusaha keras melalui APBN supaya kesejahteraan masyarakat tidak menurun secara signifikan akibat pandemi Covid-19.

Program Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) memberikan perhatian sangat besar kepada perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang paling rentan, memberikan dukungan insentif fiskal untuk membantu UMKM dan koperasi, serta memberikan dukungan bagi dunia usaha agar mampu bertahan dan bangkit kembali,” ucap Sri Mulyani disaat Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (15/07/21).

Program Perlindungan Sosial PC-PEN yang sudah dilaksanakan tahun lalu mampu menahan tingginya kenaikan kemiskinan dan pengangguran, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke zona positif. Pengangguran terbuka dapat ditahan dilevel 7,07 persen meski mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 yang berada dilevel 5,23 persen. Dengan begitu tingkat kemiskinan yang dapat dijaga tidak lebih dari 10,19 persen pada tahun 2020 walaupun terjadi peningkatan dibandingkan capaian tahun 2019 yang dapat ditekan hingga 9,22 persen.

Dalam hal lain, pandemi sebab dari Rasio Gini sedikit meningkat menjadi 0,385, dibandingkan tahun 2019 sebesar 0,380. Meskipun demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 masih dapat ditingkatkan hingga 71,94 dibandingkan tahun 2019 sebesar 71,92.

“Ini adalah suatu hasil dari berbagai pelaksanaan Program PC-PEN tahun 2020 yang begitu responsif menghadapi guncangan pandemi,” kata Sri Mulyani.

Lebih lanjut, hasil survey dari semua Lembaga baik internal Pemerintah, seperti TNP2K maupun eksternal, seperti Prospera, LPEM FEB UI, Lembaga Demografi, dan bahkan Bank Dunia, menunjukkan bahkan program perlindungan sosial yang diberikan oleh pemerintah dalam PC PEN berhasil menjaga kelompok yang rentan sehingga secara efektif menahan pemburukan, serta menjaga daya tahan dan survival di tengah tekanan yang luar biasa.

“Ketepatan sasaran yang awalnya masih kurang, dinilai makin membaik dengan terjadinya peningkatan inklusi keuangan dari penerima, juga adanya dampak dari sisi peningkatan kompetensi melalui program Kartu Prakerja, bantuan subsidi kuota dan diskon listrik juga dimanfaatkan dan memberikan dukungan yang luar biasa bagi masyarakat,” papar Menkeu.

Program ini dinilai sangat efektiv dalam mendukung UMKM dan juga dinilai sanggup membuat penerima bertahan selama pandemi. Program penempatan dana telah berhasil menahan penurunan omzet UMKM, sehingga beberapa UMKM mengalami kenaikan omzet dan keuntungan.

“Bantuan Pelaku Usaha Mikro efektif berfungsi sebagai cash buffer, karena 60 persen penerima tidak memiliki cadangan kas lebih dari 10 hari, dan pemanfaatannya optimal, baik untuk membeli bahan baku maupun sewa alat produksi,” terang Menkeu.

Dalam segi lain, banyak program insentif perpajakan yang diberikan kepada dunia usaha juga membantu tidak hanya usaha kecil dan mikro, namun juga kelompok usaha besar, terutama dalam menjaga cash flow di tengah tekanan penurunan omset sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat ditekan.

“Insentif perpajakan telah dimanfaatkan untuk meningkatkan daya beli, membantu likuiditas dan kelangsungan usaha. Survey menunjukkan bahwa pemanfaatan insentif perpajakan didominasi oleh wajib pajak yang paling terdampak pandemi, yaitu 47 persen di sektor perdagangan, 19 persen di sektor industri pengolahan, dan 7 persen sektor konstruksi,” tutup Sri Mulyani.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email suarapemerintah.id@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

HOT NEWS

10,502FansSuka
419PengikutMengikuti
22PengikutMengikuti
1,350PelangganBerlangganan

Special Interview

Suara Olah Raga

Suara Loker

Terpopuler

GPR Milenial

Suara Tokoh

close