Suarapemerintah.ID – Slogan bersama rakyat TNI kuat menjadi cerminan bahwa TNI mampu melindungi rakyat dari setiap masalah. Tak hanya di medan pertempuran, TNI juga berperan untuk melindungi rakyat dari virus Covid-19.
Buktinya, keterlibatan TNI dalam mengatasi pandemi membuat banyak pihak mengacungkan jempol. Pasalnya, TNI dinilai mampu mengorbankan jiwa raganya agar rakyat terbebas dari cengkraman virus korona.
Peran TNI dalam penanganan Covid-19 diakui oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungannya untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 menuju tatanan baru untuk indonesia maju.
“Semoga seluruh prajurit TNI Angkatan Udara selalu dicintai oleh bangsa Indonesia dan dapat mewujudkan TNI Angkatan Udara yang bisa bertransformasi dan senantiasa mampu menyesuaikan diri, dalam mewujudkan air power yang sesuai dengan era yang dihadapi,” tulis Puan dalam Instagramnya.
Mengenai peran TNI dalam penanganan Covid-19, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan peranan pasukan TNI dalam ikut menangani penyebaran virus corona atau Covid-19 di Tanah Air.
Hal ini disampaikan Hadi dalam rapat kerja dengan Komisi I melalui konferensi video, Rabu (16/4/2020). Hadi menyebut, selama pandemi Covid-19, TNI terlibat dalam sejumlah upaya penanganan, mulai dari menertibkan PSBB, menyediakan tenaga medis, hingga menjaga perbatasan negara.
Hadi mengakui virus corona belum dapat dikendalikan di Tanah Air. Hal itu didasari fakta bahwa angka penularan wabah ini terus meningkat.
Dukung PPKM Darurat
Hal pertama, TNI mampu mendukung kebijakan pemerintah terkait PPKM Darurat di pulau Jawa dan Bali.
Pasukan TNI, kata dia, ikut melakukan kegiatan untuk menyukseskan kebijakan tersebut di antaranya dengan melakukan patroli dan menyosialisasikan pemakaian masker serta pentingnya physical distancing.
“Kemudian, membantu melaksanakan verifikasi masyarakat penerima bantuan sosial baik dari pemerintah pusat dan daerah, memastikan arus dan jalur logistik tidak mengalami kendala, dan membantu menyalurkan bantuan logistik ke masyarakat yang membutuhkan,” kata Hadi.
Penjagaan vaksinasi
TNI juga dilibatkan dalam penjagaan distribusi vaksinasi di sejumlah daerah di Jawa dan Bali. Peran TNI membuat vaksin tepat sampai ke daerah yang dituju.
Sebagai contoh, TNI bersama Polri mengawal ketat pengiriman vaksin ke Jawa Barat. Setidaknya ada 1.168 personil gabungan untuk menjaga vaksin sampai pada tujuan.
Bantu di Wisma Atlet
Sebanyak 176 tenaga kesehatan dari Perwira Prajurit Karir (Pa PK) dan siswa Kursus Tenaga Kesehatan (Susgakes) Akademi Militer tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Mereka akan diperbantukan menangani COVID-19 di Wisma Atlet.
“Siapa pun yang ditugaskan dalam penugasan adalah suatu kebanggaan dan kehormatan. Oleh karena itu, mari kita sama-sama menghormati, menjaga kehormatan ini dengan terus berupaya memberikan yang terbaik dalam penugasan,” kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono.
Tugas menyampaikan, sesampai di Wisma Atlet, ratusan nakes itu akan diberi pembekalan dan bimbingan melayani pasien COVID-19. Dia menekankan agar protokol kesehatan menjadi hal wajib yang harus selalu diterapkan saat bertugas.
TNI bantu penuhi oksigen
TNI Angkatan Laut melalui Koarmada II berupaya konsisten dalam membantu Pemprov Jatim mempercepat penanganan lonjakan kasus Covid-19. Ini dibuktikan dengan bantuan 10 tabung oksigen kepada RSUD dr. Haryoto Lumajang, yang mengalami kelangkaan oksigen bagi pasien penderita Covid-19.
Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto (Han) memberi instruksi langsung kepada Komandan KRI dr. Soeharso-990 untuk menyiapkan 10 tabung oksigen dengan kapasitas 600 Liter per tabung dan langsung diluncurkan menuju RSUD dr. Haryoto Lumajang, Minggu (26/7/2021).
Menurut Pangkoarmada II, sesuai dengan perintah Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, TNI AL akan mengerahkan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk membantu pemerintah pusat maupun daerah untuk segera mengatasi lonjakan kasus Covid-19, khususnya di Jawa Timur.
Bantu kirim obat ke pelosok
TNI bisa mengirimkan langsung obat kepada para pasien yang terpapar Covid-19, tentunya dengan rujukan dokter atau puskesmas setempat.
“Jadi kalau ada yang terkena positif bisa melapor ke Puskesmas, terutama teman-teman rakyat kita yang ada di pelosok-pelosok desa, Bapak presiden sudah membuka jalur. TNI nanti yang akan mengirimkan langsung obatnya ke mereka. Memang kuncinya harus di cek melalui Puskesmas,” ungkap Budi.
Jokowi juga telah mengerahkan dua juta paket obat untuk dikirimkan melalui TNI. Kemudian jalur ketiga yang bisa dimanfaatkan yaitu jalur toko obat melalui telemedicine.
Kredt visual: sindonews.com


.webp)
















